Air Mata Kebahagiaan

Bacaan Lukas 6:20-26
Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI)

20 Dia memandang khusus kepada para murid-Nya dan berkata,
“Sungguh diberkati Allah setiap kalian yang miskin,
karena kamulah yang akan menjadi warga kerajaan Allah.
21 Sungguh diberkati Allah kamu yang sekarang ini lapar,
karena kamu akan dikenyangkan.
Sungguh diberkati Allah kamu yang sekarang ini menangis,
karena kamu akan tertawa.
22 Sungguh diberkati Allah kamu yang dibenci, dihina, ditolak, dan difitnah karena kamu menjadi pengikut Aku— Anak Manusia. 
23 Waktu kamu dibuat susah seperti itu, bersukacitalah dan menarilah dengan gembira, karena upahmu besar di surga!
Karena ingatlah: Nabi-nabi yang hidup di masa lalu juga dianiaya seperti itu oleh nenek moyang orang-orang yang sekarang ini menyusahkan kamu.
24 Tetapi celakalah setiap kalian yang sekarang ini kaya,
karena kesenangan yang kamu nikmati di dunia tidak akan terulang lagi di dalam kerajaan Allah.
25 Celakalah kamu yang sekarang ini kenyang,
karena kamu akan mengalami kelaparan.
Celakalah kamu yang sekarang ini tertawa,
karena kamu akan berdukacita dan menangis.
26 Celakalah kamu kalau semua orang memujimu.
Karena ingatlah: Nabi-nabi palsu yang hidup pada waktu dulu juga dipuji seperti itu oleh nenek moyang orang-orang yang sekarang ini memujimu.”

Air mata bukan indikator seseorang yang sentimentil. Air mata adalah sesuatu yang alami, bahkan baik untuk tubuh. Sebagian orang menangis saat menonton film, sebagian lain menangis karena sedih, dan banyak lagi alasan mendorong kita mengeluarkan air mata. Tak perlu menahan diri bila uraian air mata tak mau berhenti, karena menangis bisa menurunkan stres. Beberapa ahli membandingkan efek olahraga dan menangis untuk meredakan stres. Mereka menemukan bahwa ketika menangis, air mata akan menghilangkan zat kimia yang terkumpul dalam tubuh seperti endorfin, leucin-enkaphalin, dan prolactin yang bisa memicu stres dan memperburuk mood.

Tak heran, sebagian orang akan merespons dengan air mata ketika masalah dalam hidupnya dirasakan begitu berat terutama kaum Hawa. Menjalani kehidupan sebagai orang percaya pun bukan hal mudah. Penderitaan, kesusahan, dan penolakan pasti akan kita alami. Yesus sudah memperingkatkan setiap orang percaya bahwa jalan mengikut Dia tidak mulus. “Dan banyak sekali orang yang akan membenci kalian karena kalian percaya kepada-Ku, tetapi setiap orang yang tetap setia kepada-Ku sampai akhir, jiwanya akan diselamatkan” (Mat. 10:22 TSI ). Meski mengikut Dia penuh dengan air mata karena beratnya tantangan, kita harus tetap setia karena air mata ini hanya sementara. Tangisan itu akan digantikan dengan kebahagiaan yang akan membuat kita tertawa selamanya. Inilah janji Tuhan bagi barangsiapa setia kepada Tuhan Yesus sampai akhir hidupnya.

Orang-orang yang dewasa rohanilah yang sanggup menghadapi tantangan-tantangan itu. Maka, bangunlah kehidupan yang melekat dan dekat kepada Tuhan agar kita senantiasa memiliki kekuatan untuk menjalani kehidupan selama kita berada di dunia ini.

Dikutip dan disadur dari renungan Andi Offset November 2017

 

 

 

Posted in Renungan TSI.

Jaya Waruwu