Pokok Doa Albata bulan September 2020

Shalom,

Gambar di samping adalah foto Sdr. Ibezaro Lase yang saat ini berada di Korea Selatan dan bekerja sebagai TKI Perikanan. Di sela-sela kesibukan pekerjaannya, dia sudah selesai membaca PL & PB sebanyak 5 kali. Namun waktu dia membaca Alkitab seringkali menemukan beberapa frasa, kalimat, atau ayat yang sulit dia pahami. Oleh karena persoalan itu dia mencoba mencari versi lain dalam bahasa Indonesia yang bisa menolong. Akhirnya dia menemukan PB Terjemahan Sederhana Indonesia (TSI). Ketika membuka pasal per pasal, kitab per kitab, khususnya pada ayat-ayat yang sulit dimengerti dalam versi utama bacaannya, akhirnya Sdr. Ibezaro merasa bahwa TSI memberikan jawaban. Salah satu ayat yang selama ini sulit dia pahami terdapat dalam Kis. 26:14 tentang kata ‘galah rangsang’.. 

Dalam Terjemahan Baru (TB) ayat itu berbunyi: 

14 Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang.  

Sedangkan dalam Terjemahan Sederhana Indonesia (TSI) berbunyi demikian:

14 Kami semua jatuh ke tanah, lalu saya mendengar suara yang berkata kepada saya dalam bahasa Ibrani, ‘Saulus, Saulus, kenapa kamu menganiaya Aku? Kamu sama seperti sapi yang terus saja menendang tongkat tajam gembalanya. Dengan melawan kehendak-Ku, kamu menyusahkan dirimu sendiri.’

Dalam ayat ini versi TSI terlihat lebih panjang namun memberikan arti yang lebih jelas, bahkan bisa menunjukkan budaya penggunaan galah rangsang dan kegiatan sapi membajak. Hal ini dikarenakan TSI adalah terjemahan berdasarkan arti, bukan secara harfiah.

Melihat perbedaaan itu, Sdr. Ibezaro Lase langsung menghubungi saya dan menceritakan pengalamannya. Singkat cerita bulan lalu saya sudah mengirim 50 eksemplar PB TSI ke alamatnya karena dia ingin membagikan kepada rekan-rekannya yang juga bekerja sebagai TKI di Korsel. Ibezaro sangat yakin bahwa membaca Alkitab versi TSI akan memudahkan pembacanya mengerti arti Firman Allah sebagaimana yang sudah dialaminya. Kita berharap akan banyak orang yang turut merasakan manfaat membaca TSI seperti pengalaman sdr. Ibezaro, sebab itulah tujuan Albata melalui TSI, yaitu supaya pemahaman umat tentang Firman Allah semakin meningkat.

Untuk menyambut pengalaman Sdr. Ibezaro di atas, maka dalam waktu dekat ini Albata akan menggunakan salah satu aplikasi e-reader untuk mendukung Gerakan Baca Alkitab PB TSI. Mohon dukungan doanya supaya rencana ini segera terwujud. 

Saat ini tim penerjemah Albata sedang merevisi PB TSI edisi 2.3 menjadi edisi revisi 3. Kami mohon dukungan doa Bapak/Ibu supaya proses revisi ini dapat berlangsung sesuai dengan  waktu yang sudah ditentukan. Kami juga mengharapkan masukan, usulan, atau saran dari Bapak/Ibu dalam rangka meningkatkan kualitas teks PB TSI.

Kiranya Tuhan yang penuh kasih dan rahmat senantiasa menjaga dan melindungi Bapak/Ibu dari segala mara bahaya. Dia memberi damai sejahtera dan mencurahkan berkat-Nya yang melimpah atas kehidupan dan atas segala usaha yang dikerjakannya. Amin.

Balazi Gulo

Ketua Pengurus Yay. Albata

 

Ucapan Terima Kasih kepada Para Pendukung (September 2020)

Shalom Bapak/Ibu,

Saya ingin berbagi satu kisah yang sangat menarik dari seorang pengguna TSI. 

Gambar di samping adalah foto Sdr. Ibezaro Lase yang saat ini berada di Korea Selatan dan bekerja sebagai TKI Perikanan. Di sela-sela kesibukan pekerjaannya, dia sudah selesai membaca PL & PB sebanyak 5 kali. Namun waktu dia membaca Alkitab seringkali menemukan beberapa frasa, kalimat, atau ayat yang sulit dia pahami. Oleh karena persoalan itu dia mencoba mencari versi lain dalam bahasa Indonesia yang bisa menolong. Akhirnya dia menemukan PB Terjemahan Sederhana Indonesia (TSI). Ketika membuka pasal per pasal, kitab per kitab, khususnya pada ayat-ayat yang sulit dimengerti dalam versi utama bacaannya, akhirnya Sdr. Ibezaro merasa bahwa TSI memberikan jawaban. Salah satu ayat yang selama ini sulit dia pahami terdapat dalam Kis. 26:14 tentang kata ‘galah rangsang’.. 

Dalam Terjemahan Baru (TB) ayat itu berbunyi: 

14 Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang.  

Sedangkan dalam Terjemahan Sederhana Indonesia (TSI) berbunyi demikian:

14 Kami semua jatuh ke tanah, lalu saya mendengar suara yang berkata kepada saya dalam bahasa Ibrani, ‘Saulus, Saulus, kenapa kamu menganiaya Aku? Kamu sama seperti sapi yang terus saja menendang tongkat tajam gembalanya. Dengan melawan kehendak-Ku, kamu menyusahkan dirimu sendiri.’

Dalam ayat ini versi TSI terlihat lebih panjang namun memberikan arti yang lebih jelas, bahkan bisa menunjukkan budaya penggunaan galah rangsang dan kegiatan sapi membajak. Hal ini dikarenakan TSI adalah terjemahan berdasarkan arti, bukan secara harfiah.

Melihat perbedaaan itu, Sdr. Ibezaro Lase langsung menghubungi saya dan menceritakan pengalamannya. Singkat cerita bulan lalu saya sudah mengirim 50 eksemplar PB TSI ke alamatnya karena dia ingin membagikan kepada rekan-rekannya yang juga bekerja sebagai TKI di Korsel. Ibezaro sangat yakin bahwa membaca Alkitab versi TSI akan memudahkan pembacanya mengerti arti Firman Allah sebagaimana yang sudah dialaminya. Kita berharap akan banyak orang yang turut merasakan manfaat membaca TSI seperti pengalaman sdr. Ibezaro, sebab itulah tujuan Albata melalui TSI, yaitu supaya pemahaman umat tentang Firman Allah semakin meningkat.

Untuk menyambut pengalaman Sdr. Ibezaro di atas, maka dalam waktu dekat ini Albata akan menggunakan salah satu aplikasi e-reader untuk mendukung Gerakan Baca Alkitab PB TSI. Mohon dukungan doanya supaya rencana ini segera terwujud. 

Saat ini tim penerjemah Albata sedang merevisi PB TSI edisi 2.3 menjadi edisi revisi 3. Kami mohon dukungan doa Bapak/Ibu supaya proses revisi ini dapat berlangsung sesuai dengan  waktu yang sudah ditentukan. Kami juga mengharapkan masukan, usulan, atau saran dari Bapak/Ibu dalam rangka meningkatkan kualitas teks PB TSI.

Akhir kata, terima kasih banyak atas dukungan dana dan doa yang tak henti-hentinya dari Bapak/Ibu, kiranya Tuhan yang penuh kasih dan rahmat senantiasa menjaga dan melindungi Bapak/Ibu. Biarlah damai sejahtera akan dicurahkan atas kehidupan dan atas segala usaha yang Bapak/Ibu kerjakan. Amin.

Balazi Gulo

Ketua Pengurus Yay. Albata

Secara khusus Albata berterima kasih kepada

para donatur yang sudah mendukung Albata di bulan Agustus 2020:

  • Untuk General Fund Albata melalui rekening Mandiri
    • Yayasan FCBH Hosana
    • S. Duha
  • Untuk General Fund Albata melalui rekening BCA:
    • Jakarta International Christian Fellowship
    • JIBC
    • M. A. Sachli
    • P. C. F.
    • Theodora O.
    • K. J. Harefa
  • Untuk mendukung “Gerakan Peduli Kasih” melalui rek BCA Albata:
    03/8/2020Bingky H.
    10/8/2020Vincent S.
    10/8/2020Erick S.
    10/8/2020Juan H. S.
      
      
      
      
      
      

Puji Tuhan, sampai awal bulan Agustus 2020 sudah terkumpul sebesar Rp. 30 jt untuk dana “Gerakan Peduli Kasih“ (20 jt terkumpul melalui rekening Andi Offset dan 10 jt melalui rekening BCA Yayasan Albata.

Pihak Andi Offset masih menunggu kalau ada masuk sebesar  Rp. 20 jt lagi untuk bisa mulai mencetak sebanyak 3.000 eksemplar. 

Kami (Albata) kehilangan nomor kontak dari Bpk. Putratama A. seorang anak Tuhan dari Kaltim yang sudah menyumbangkan dana melalui rekening BCA Yayasan Albata. Mohon kesediaannya untuk menghubungi kami kembali melalui alamat email bendahara@bahasakita.net.

Tuhan memberkati.

CARA MENDUKUNG ALBATA

Sampai bulan September ini, setiap pengiriman dana ke akun BCA Albata yang tidak ada nama dan keterangan akan diberikan 100% untuk proyek kerjasama dengan Andi Offset di atas. Tetapi dana yang masuk disertai keterangan, kami akan catat sesuai keterangan yang sudah disampaikan. 

BCA  (KCP Hasyim Ashari, Jl. KH H. Ashari 5 AA, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia 10130)
akun nomor: 262 390 3222
atas nama : YAYASAN ALKITAB BAHASAKITA


Untuk mendukung tim penerjemah Albata yang sedang menerjemahkan PL, silakan ditransfer melalui:

Bank Mandiri   Cabang KCP Jakarta Taman Ratu,  (Swift Code : B M R I I D J A)
akun nomor: 165-0000-394-834,
atas nama: Yayasan Alkitab BahasaKita.


 

Albata ingin mengirim tanda terima dan ucapan terima kasih kepada setiap pendukung. Oleh karena itu, ketika Bapak/Ibu pertama kali men-transfer ke akun Albata, mohon kesediaannya untuk menyertakan alamat email kepada bendahara Albata dengan memberi nama panggilan dan nama bank yang digunakan untuk mengirim dana.

Terima kasih.

Ucapan Terima Kasih bulan Agustus 2020

Shalom Bapak/Ibu,

Terima kasih banyak atas doa kesediaan Bapak/Ibu untuk terus mendukung kegiatan pelayanan Albata. Dukungan dari Bapak/Ibu sangatlah berarti bagi kami. Oleh karenanya kami tak henti-henti bersyukur dan mendoakan Bapak/Ibu, sebab hanya Dia-lah yang dapat membalas kebaikan dan ketulusan hati Bapak/Ibu menurut cara-Nya.

Bulan lalu saya menyampaikan kepada Bapak/Ibu bahwa kami sedang mengalami krisis keuangan. Dengan dana yang sudah ada, kami hanya bisa bertahan sampai bulan September tahun ini. Jadi kami sudah berpikir akan mem-PHK hampir semua anggota tim penerjemah Albata yang part time. Tetapi setelah bergumul dalam doa, Tuhan sudah menjawab dan mencukupkan kebutuhan Albata hingga mendekati akhir tahun ini. Dari sini kami semakin yakin bahwa pelayanan yang dikerjakan Albata betul-betul dijaga oleh-Nya. Tentu semua itu tidak terlepas dari kehadiran Bapak/Ibu sebagai bagian dari alat yang dipakai-Nya untuk kemuliaan bagi nama-Nya.

Saat ini sebanyak 4.000 eksemplar PB TSI yang dicetak oleh Andi Offset Yogyakarta sudah tiba di kantor Albata di Jakarta. Meski masih dalam situasi yang kurang mendukung ini, kami tetap mendistribusikan semuanya itu segera. Karena kami percaya bahwa justru dalam keadaan seperti inilah banyak orang memerlukan Alkitab untuk dibaca. Jadi kami akan mendistribusikan sebanyak 1.500 eksemplar ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), sekitar 800 eksemplar ke beberapa STT, dan sisanya akan kami bagikan kepada jemaat-jemaat di pedalaman, dan ladang-ladang misi lainnya. Kami sangat berterima kasih kepada anak Tuhan yang sudah mendanai biaya percetakan ke-4.000 PB TSI ini. Semoga niat tulusnya untuk mendukung pengadaan ke-4.000 PB TSI ini akan dibalas oleh Tuhan dalam kemurahan-Nya. Kita berdoa supaya PB TSI ini juga dapat diterima dengan tulus oleh orang-orang yang akan segera memperolehnya, sehingga dengan komitmen mereka membaca dan mempelajari Firman Tuhan, Roh Kudus dapat bekerja dalam hari mereka, dan mereka akan mengalami pembaharuan hidup. 

Kiranya Tuhan yang penuh kasih dan rahmat senantiasa menjaga dan melindungi Bapak/Ibu dari segala mara bahaya. Dia memberi damai sejahtera dan mencurahkan berkat-Nya yang melimpah atas kehidupan dan atas segala usaha yang dikerjakan Bapak/Ibu. Amin.

Balazi Gulo
Ketua Albata

Secara khusus Albata berterima kasih kepada

para donatur yang sudah mendukung Albata di bulan Juli 2020:

  • Untuk General Fund Albata melalui rekening Mandiri
    • P. C. Fields
    • Q. D. Gulo
  • Untuk General Fund Albata melalui rekening BCA:
    • Jakarta International Christian Fellowship
    • D. Hidayat
    • B. Asuat
  • Untuk mendukung “Gerakan Peduli Kasih” melalui rek BCA Albata:
    01/07/2020 JIBC
    03/07/2020 E. Darmawan
    06/07/2020 Evitapamela P.
    06/07/2020 Grace J.
    06/07/2020 Christoper A.
    06/07/2020 A. Budijanto
    06/07/2020 David M. M. T
    07/07/2020 Erick S.
    08/07/2020 Putratama A.
    13/07/2020 Grace J.

Puji Tuhan, sampai awal bulan Agustus 2020 sudah terkumpul sebesar Rp. 30 jt untuk dana “Gerakan Peduli Kasih“ (20 jt terkumpul melalui rekening Andi Offset dan 10 jt melalui rekening BCA Yayasan Albata.

Pihak Andi Offset masih menunggu kalau ada masuk sebesar  Rp. 20 jt lagi untuk bisa mulai mencetak sebanyak 3.000 eksemplar. 

Kami (Albata) kehilangan nomor kontak dari Bpk. Putratama A. seorang anak Tuhan dari Kaltim yang sudah menyumbangkan dana melalui rekening BCA Yayasan Albata. Mohon kesediaannya untuk menghubungi kami kembali melalui alamat email bendahara@bahasakita.net.

Tuhan memberkati.

 

CARA MENDUKUNG ALBATA

Sampai bulan September ini, setiap pengiriman dana ke akun BCA Albata yang tidak ada nama dan keterangan akan diberikan 100% untuk proyek kerjasama dengan Andi Offset di atas. Tetapi dana yang masuk disertai keterangan, kami akan catat sesuai keterangan yang sudah disampaikan. 

BCA  (KCP Hasyim Ashari, Jl. KH H. Ashari 5 AA, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia 10130)
akun nomor: 262 390 3222
atas nama : YAYASAN ALKITAB BAHASAKITA


Untuk mendukung tim penerjemah Albata yang sedang menerjemahkan PL, silakan ditransfer melalui:

Bank Mandiri   Cabang KCP Jakarta Taman Ratu,  (Swift Code : B M R I I D J A)
akun nomor: 165-0000-394-834,
atas nama: Yayasan Alkitab BahasaKita.


 

Albata ingin mengirim tanda terima dan ucapan terima kasih kepada setiap pendukung. Oleh karena itu, ketika Bapak/Ibu pertama kali men-transfer ke akun Albata, mohon kesediaannya untuk menyertakan alamat email kepada bendahara Albata dengan memberi nama panggilan dan nama bank yang digunakan untuk mengirim dana.

Terima kasih.

Pokok Doa Albata Bulan Agustus 2020

Syalom,

Kami memuji Tuhan karena bulan lalu kami sudah menyelesaikan pengecekan draft 2Samuel TSI bersama 20 orang “Sahabat Albata” yang aktif terlibat dalam grup WhatsApp. Hasilnya sangat memuaskan karena ide, saran, dan masukan dari para Sahabat sangat menolong tim penerjemah Albata untuk membuat kalimat lebih wajar, jelas, dan tepat sesuai arti dari bahasa sumber. 

Bulan ini kami akan lanjutkan lagi pengecekan Draft Kitab Ulangan TSI. Kalau Saudara ingin bergabung untuk memberi usulan, masukan, atau sumbangsih pemikiran kepada tim kami, mohon klik di sini.  

 

Satu hal lagi yang sangat kami syukuri adalah sebanyak 4.000 eksemplar PB TSI yang dicetak oleh Andi Offset Yogyakarta sudah tiba di kantor kami di Jakarta. Meski masih dalam situasi yang kurang mendukung ini, kami tetap mendistribusikan semuanya itu segera. Karena kami percaya bahwa justru dalam keadaan seperti inilah banyak orang memerlukan Alkitab untuk dibaca. Jadi kami akan mendistribusikan sebanyak 1.500 eksemplar ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), sekitar 800 eksemplar ke beberapa STT, dan sisanya akan kami bagikan kepada jemaat-jemaat di pedalaman, dan ladang-ladang misi lainnya. Kami sangat berterima kasih kepada anak Tuhan yang sudah mendanai biaya percetakan ke-4.000 PB TSI ini. Mari kita doakan supaya niat tulusnya ini dapat diterima dengan tulus juga oleh orang-orang yang akan mendapat PB TSI ini nantinya, melalui komitmen mereka dalam membaca dan mempelajari Firman-Nya. 

Kami masih membuka kesempatan untuk “Gerakan Peduli Kasih”. Untuk info lebih lengkapnya silakan kilik di sini.

Terima kasih atas kesetiaan dan kesediaan Saudara terus menjadi pendoa bagi Albata. Semoga Tuhan, Pemilik hidup kita, memberkati Saudara dalam segala hal. 

 

Balazi Gulo

Ketua Albata

 

Bertumbuh di dalam Allah

Dasar-dasar untuk bertumbuh dalam hubungan pribadi dengan Allah

Memasuki suatu hubungan dengan Allah melalui Anak-Nya Yesus Kristus merupakan permulaan yang luar biasa — tetapi itu hanya sebuah permulaan. Mungkin hubungan ini bisa menjadi akhir dari perjalanan yang disebut “datang kepada iman”, tetapi sebenarnya hubungan itu adalah awal perjalanan lainnya yang disebut “bertumbuh di dalam Allah.”  Rasul Paulus mengatakan “mengenal” Yesus Kristus merupakan tujuan yang terbesar di dalam hidupnya. Dia berkata, “Maka sekarang saya hanya rindukan mengenal Kristus dan kuasa yang menghidupkan Dia dari kematian. Dan saya rindu ikut menderita dalam rangka melayani Kristus sama seperti Dia sendiri menderita— sampai saya rela mati seperti Dia! Dengan begitu saya sangat berharap supaya saya sendiri pantas ikut dihidupkan kembali dari kematian.” (Filipi 3:10-11 TSI). 

Paulus melihat untuk bertumbuh di dalam Allah membutuhkan usaha seumur hidup sampai kematian mengantarkannya ke hadirat Allah! Jadi, bagaimana kita mengenal Allah, Penyelamat kita yang hebat itu dan bertumbuh di dalam-Nya? Ada banyak cara, tetapi waktu sudah memperlihatkan bahwa beberapa dari cara tersebut merupakan kunci. Pengetahuan kita tentang Dia tidak bisa menolong tetapi kita bisa bertumbuh ketika mempelajari Firman-Nya, berbicara dengan-Nya di dalam doa, membagikan kesaksian hidup dengan orang percaya lainnya, menceritakan kepada orang lain apa yang sudah Allah lakukan untuk kita, dan mengikuti Dia setiap hari dengan iman dan taat. Kami akan membahas setiap cara tersebut dengan singkat dan berurutan. 

1. Mempelajari Firman TUHAN

Jangan berharap kalau seorang anak kecil akan tumbuh menjadi orang dewasa yang sehat tanpa makanan yang layak dan bergizi. Anak-anak makan untuk bertumbuh. Demikian juga Firman Allah adalah makanan rohani yang memelihara pertumbuhan setiap orang Kristen. Rasul Petrus mendorong para pengikut Yesus untuk menjadi seperti bayi-bayi yang baru lahir, “Sebagaimana bayi yang baru lahir yang selalu haus akan air susu murni dari ibunya, begitu juga kalian hendaklah selalu haus akan pelajaran rohani yang benar— yaitu yang terdapat dalam Firman Allah. Karena dalam Firman Allah dikatakan seperti ini, ‘Kalian sendiri sudah merasakan kebaikan Tuhan’” (1 Petrus 2:2-3 TSI). Sama halnya ada banyak cara untuk makan— begitu juga ada banyak cara untuk “memakan” Firman Allah yang memberi kehidupan. Perhatikanlah cara-cara berikut untuk memulainya.

  • Membaca Alkitab Saudara setiap hari. Ada banyak rencana untuk membaca sebagian dari Alkitab setiap hari. Kalau Saudara adalah pengikut Kristus yang baru, Saudara bisa mulai dengan membaca beberapa ayat dari Injil Yohanes setiap hari sampai selesai. Lalu lanjut ke Injil lainnya (Matius, Markus atau Lukas), atau salah satu dari surat-surat Paulus tentang “pekabaran injil” seperti Efesus atau Filipi. Saudara juga bisa menemukan “renungan” Alkitab yang memilih beberapa bagian nats firman Allah untuk dibaca setiap hari, dan termasuk di dalamnya pemikiran-pemikiran tertentu untuk diperhatikan.
  • Membaca seluruh Alkitab. Beberapa Alkitab yang diterbitkan menyediakan panduan-panduan untuk membaca Alkitab secara sistematis. Kalau Alkitab Saudara tidak memiliki panduan-panduan seperti itu, Saudara dapat menemukan dengan mudah beberapa Alkitab dengan panduan-panduan yang tersedia di: https://www.thegospelcoalition.org/blogs/justin-taylor/reading-the-bible-in-2013/ 
  • Menyelidiki Firman Allah artinya Saudara dipenuhi dengan janji-janji-Nya. Hafal dan renungkan janji-janji-Nya. Sekali lagi, sebagian Alkitab memiliki sedikitnya sebagian daftar janji-janji Allah di bagian referensi. Sebagian lagi tersedia secara gratis di: http://bible.org/article/selected-promises-god-each-book-bible 
  • Mempelajari Alkitab dalam sebuah kelompok. Mempelajari Firman Allah bersama-sama dengan sesama orang Kristen merupakan cara yang sangat bagus untuk bertumbuh dalam pengertian yang baru akan Firman Allah dan komunitas. Carilah seorang pemimpin di gereja yang percaya Alkitab di daerah Saudara dan tanyakan apakah ada kelompok belajar Alkitab yang mungkin tersedia untuk Saudara. 

Penekanan dalam mempelajari Alkitab seharusnya tidak sekedar bersifat akademis, atau belajar untuk diteliti saja. Saudara belajar bukan untuk mendapatkan “pengetahuan di kepala” tetapi untuk mengetahui lebih mendalam dan sepenuhnya Allah yang sudah melibatkan Saudara di dalam rencana keselamatan. Saudara adalah bagian dari kisah-Nya sekarang! 

2. Berdoa Allah dan menunggu untuk mendengar juga dari Allah

Doa adalah cara yang sederhana untuk berbicara dengan Allah — dan itu sangat penting. Mungkin cara ini terlihat seperti berbicara satu arah, tetapi tidak seperti itu. Doa melibatkan pembicaraan dengan Allah dan mendengar suara-Nya kembali— karena Dia berbicara melalui Firman-Nya, melalui para pelayan-Nya, dan melalui suara Roh Kudus yang lembut dan tenang. Melalui doa kita mengucap syukur kepada Allah atas segala kebaikan-Nya pada kita, mengakui dosa-dosa kita, memuji Dia karena siapa Dia, dan memohon kepada-Nya. Doa yang teratur membuat hubungan kita bertumbuh di Allah dan mendewasakan iman kita. Alkitab berkata kita seharusnya mendoakan segalanya, dan berdoa “tiada henti.” Sesungguhnya, tidak ada hal yang terlalu kecil untuk dibawa kepada Allah melalui doa. Dia adalah Allah dari segala kehidupan.

  • Milikilah kebiasaan memberikan waktu bersama Allah setiap hari. Belajar untuk mendengar serta berbicara. Sebagian orang menyebut waktu bersama dengan Allah adalah “saat teduh”, tetapi itu bukan berarti tidak bersuara sama sekali. Saudara boleh berdoa dengan suara keras, menyanyikan pujian, atau membaca doa dari kitab suci dengan suara keras saat ini. Hal terpenting adalah mengatur waktu untuk Allah tanpa kompromi, meskipun hanya beberapa menit setiap hari, pagi atau malam, dan fokus kepada-Nya tanpa gangguan.
  • Buatlah catatan doa harian. Mencatat doa-doa Saudara dapat menolong Saudara melihat bagaimana Allah sudah menuntunmu, dan memuji Dia karena kesetiaan-Nya dalam memberi tidak hanya yang saudara minta kepada-Nya tetapi apa yang sungguh-sungguh saudara butuhkan. Pastikan saudara membagikan kesaksian kepada orang lain atas setiap doa-doamu yang sudah dijawab. Kesetiaan Allah kepada Saudara dapat digunakan untuk membangun iman orang lain juga!
  • Pelajari apa yang Yesus ajarkan tentang doa dalam Contoh Doa di akhir pelajaran ini. Ketika murid-murid Yesus berkata, “Tuhan, ajarkanlah kami berdoa,” inilah jawaban yang Yesus berikan. Banyak orang mengucapkan doa dengan cara luar kepala atau sebagai rutinitas saja — hampir tidak merenungkan arti dari kata-kata di dalam doa itu. Pada saat Saudara mempelajari doa ini, perhatikanlah setiap bagiannya, dan apa yang dikatakannya tentang Tuhan yang selalu memelihara dan memperhatikan Saudara.
  • Latihlah diri Saudara untuk terus menjaga percakapan dengan Allah sepanjang hari. Ada yang menyebutnya “berlatih merasakan kehadiran” Allah. Ingatkan diri saudara bahwa Allah ada bersama dengan Saudara sepanjang hari, setiap hari — dan Saudara bebas berbicara dengan-Nya tentang apa saja dan kapan saja. 

3. Bersekutu dengan sesama orang-orang percaya

Seperti yang sudah kita pelajari, ketika seseorang datang kepada Kristus, dia menjadi bagian dari Tubuh-Nya yaitu gereja. Sama seperti tubuh fisik, setiap anggota tubuh rohani memiliki fungsi yang khusus dan identitas yang istimewa. Sama seperti jari tidak dapat menjalankan fungsinya jika terlepas dari tangan, jadi seorang Kristen tidak akan pernah sepenuhnya tahu dan mengalami identitasnya kalau hubungannya terpisah dari tubuh gereja lokal. Bersekutu sangat penting untuk pertumbuhan Kristen, dan kita diperingatkan untuk tidak meninggalkannya (Ibrani 10:24-25). Dalam komunitas atau persekutuan dengan orang-orang percaya lainnya, kita belajar hal-hal tentang Tuhan dan diri kita sendiri yang mungkin tidak dipelajari dengan cara lain. 

  • Ketika Saudara memulai perjalanan iman Saudara, carilah sebuah gereja terdekat yang dengan jelas mengajarkan: (a) Iman dalam Kristus sebagai cara untuk mengenal Allah dan menerima hidup yang selama-lamanya, dan (b) Alkitab sebagai Firman Allah.
  • Cari tahu bagaimana Saudara dapat melayani Tubuh melalui gereja setempat sehingga Allah dapat menggunakan Saudara dan Saudara dapat bertumbuh.
  • Tetap setia kepada gereja setempat.  Tidak hanya Saudara yang membutuhkan gereja­— gereja juga membutuhkan Saudara!

4. Membagikan iman Saudara dengan orang lain

Ketika sebuah pohon yang diciptakan untuk menghasilkan buah berhenti berbuah, ketidakmampuannya untuk berbuah adalah petunjuk yang kuat bahwa pohon tersebut tidak sehat. Sama seperti pohon yang sehat yang menghasilkan buah, seorang Kristen yang sehat menghasilkan buah dengan cara membagikan ajaran-ajaran benar yang memberi kehidupan kepada orang lain. Kehidupan yang sudah diberikan Allah kepada Saudara akhirnya akan tersendat kalau Saudara menyimpannya untuk diri sendiri dan tidak pernah membicarakannya kepada orang lain. Kalau Saudara meneruskan apa yang sudah Allah berikan, maka Dia akan menyegarkan Saudara kembali. Membagikan iman  Saudara merupakan bagian yang sangat penting dalam kehidupan orang Kristen— bukan karena rasa bersalah— tetapi karena sukacita dan kegairahan atas kebaikan-Nya yang menyelamatkan Saudara. 

  • Mintalah supaya Allah menolong Saudara membuat daftar orang-orang yang Dia pilih sebagai tempat bagi Saudara untuk membagikan iman Saudara. Mulailah berdoa sekarang untuk waktu yang tepat melakukannya di setiap keadaan.
  • Carilah kesempatan setiap hari untuk berbagi. Tanyalah kepada Tuhan, “Apakah Engkau sudah mempersiapkan orang ini untuk mendengar apa yang harus saya bagikan?” Bersedialah mengambil risiko. Hasilnya bisa lebih menakjubkan dari yang Saudara tahu.
  • Biasakanlah diri Saudara memahami bagian Mengenal Tuhan dari pelajaran ini, sehingga Saudara siap dan tenang untuk membagikan kisah tentang pengharapan yang sudah ada di dalam diri Saudara dan pasti akan disaksikan oleh orang lain (1 Petrus 3:15). 
  • Berlatihlah membagikan perjalanan iman Saudara melalui percakapan yang sederhana dan sopan. Saudara tidak pernah tahu kapan Allah akan memberikan kesempatan kepada Saudara untuk bercerita! 

5. Belajar percaya dan taat dengan cara bergantung kepada Allah

Sebelumnya sudah disampaikan bahwa semua pengetahuan sejati adalah hasil dari ketaatan; sedangkan yang lainnya hanya informasi. Kalau Saudara sungguh-sungguh mau mengenal dan mengalami Allah, maka saudara harus percaya dan taat kepada-Nya — mengandalkan Roh Kudus yang sudah Saudara terima dari Allah. Ketaatan bagi orang Kristen bukan suatu pilihan. Meskipun dosa-dosa kita sudah diampuni, kita tidak boleh dengan sengaja terus berbuat dosa karena menganggap kebaikan hati Allah membebaskan kita dari hukuman. Kita bisa pastikan bahwa Allah tidak akan memberikan pencerahan dan pengertian yang lebih banyak sampai kita setia dengan kebaikan hati-Nya yang sudah diberikan kepada kita. 

Pada saat kita percaya dan taat kepada Allah, kita diubahkan menjadi semakin sama seperti gambaran-Nya. Inilah yang disebut “pengudusan,” dan ini merupakan hasil dari keselamatan yang dimaksudkan bagi setiap laki-laki dan perempuan. Tujuan Allah adalah bahwa “Kristus akan dibentuk” di dalam diri anak-anak-Nya (Galatia 4:19) — dan proses ini tidak otomatis, tetapi tepatnya sebagai hasil dari apa yang disebut oleh seorang penulis “Ketaatan yang panjang di arah yang sama.”

6. Bagaimana kita bengambil bagian dalam proses pengudusan kita ini?

  • Mempelajari Firman Tuhan. Alkitab adalah sumber utama orang-orang Kristen untuk belajar bagaimana menaati Allah. Kita membacanya dan sekaligus mempelajarinya, serta diubahkan secara supernatural olehnya — karena Alkitab merupakan buku kehidupan yang memiliki kekuatan untuk mengubahkan kita! (1 Timotius 3:16-17).
  • Menggunakan waktu menyendiri dengan Allah. Mintalah kepada-Nya untuk menunjukkan bagian apapun yang ada di dalam diri Saudara yang tidak taat terhadap Firman-Nya. Kalau ada bagian-bagian yang Saudara gumulkan yang kelihatannya terus mengambil hal yang lebih baik dari Saudara, carilah nasihat dari orang Kristen yang lebih tua dan lebih bijaksana dari Saudara, yang bisa berjalan dengan Saudara melewati pergumulan Saudara dan yang bertanggung jawab. 
  • Belajar mendengarkan dan menanggapi Roh Kudus dari waktu ke waktu. Ini adalah sebuah latihan yang tumbuh lebih mudah seiring berjalannya waktu, tetapi Saudara dapat dan harus mulai mengetahui dan menanggapi seorang Pribadi yang Yesus sebut sebagai “Sang Penghibur,” dan Dialah yang dikirim untuk berjalan di sisi kita.
  • Percaya kepada Kristus untuk menyelesaikan apa yang sudah Dia mulai. Dengan cara yang sama, oleh iman, Saudara percaya kepada Kristus untuk keselamatan Saudara, belajar percaya kepada Roh Kudus yang memberikan kekuatan untuk menaati Allah dari waktu ke waktu. Orang-orang benar tidak hanya diselamatkan oleh iman, tetapi juga hidup oleh iman yang menyelamatkan mereka! (Filipi 1:6). 

Mengenal Allah

MENGENAL ALLAH

 

Bagaimana memulai hubungan pribadi dengan Allah?

Pikirkanlah mengenai hal ini… sebuah hubungan pribadi dengan Pencipta alam semesta! Sungguh kesempatan yang luar biasa! Bacalah secara keseluruhan informasi berikut ini supaya Saudara memahami beberapa masalah yang menjadi dasar untuk menetapkan sebuah hubungan pribadi dengan Allah. Ambillah waktu untuk memulai pelajaran ini dan minta Allah untuk memberikan pengertian kepada Saudara. 

Perhatikan kebenaran-kebenaran ini dan lihat di Alkitab.

Tentang Allah

a.  Dia Kudus. Dia lebih menakjubkan dari apa pun dan dari siapa pun yang pernah Saudara kenal! Dia mutlak benar. (Yesaya 2:2; Mazmur 99:3 dan Wahyu 15:4)

b. Dia adalah kasih. Kasih-Nya sempurna. Dia mengasihi Saudara. Dia mau yang terbaik buat Saudara. (1 Yohanes 4:16; Yohanes 10:10)

c. Dia adalah Pencipta. Allah menciptakan segalanya, termasuk Saudara. Maksudnya adalah Dia tahu apa yang terbaik buat Saudara. Dia juga membuat hukum-hukum (petunjuk-petunjuk hidup) untuk kebaikan Saudara sendiri dan bagi kemuliaan-Nya. (Kolose 1:16; Mazmur 139:13; Mazmur 1:1-3 dan Yosua 1:8) 

Tentang Saudara dan saya

a. Kita semua berdosa. Manusia pertama yang diciptakan adalah Adam. Dia tidak taat kepada Allah dan karena ketidaktaatannya, penyakit menular yang mematikan yaitu dosa masuk ke dalam dunia. Sebagai keturunan Adam, kita semua sudah tertular dengan dosa dan menjadi berdosa terhadap Allah dengan melanggar hukum-hukum-Nya. (Roma 5:12; Roma 3: 23 dan Yesaya 53:6)

b. Dosa harus dihakimi. Karena Allah adalah Kudus dan Benar, Dia tidak dapat menerima atau mengabaikan dosa. Menerima dan mengabaikan dosa akan menyalahi Karakter-Nya dan mencemarkan Sifat-Nya. Hukuman dosa adalah terpisah dengan Allah dan maut. (Roma 2:5-6; Roma 6:23 dan Yesaya 59:2)

c. Kita tidak dapat “menebus” dosa kita dengan menjadi orang yang lebih baik atau melakukan hal-hal yang baik. Dosa apapun yang melawan Allah yang abadi akan menerima akibat-akibat yang abadi juga. Manusia tidak bisa “menyelesaikan” dengan sebuah jawaban/jalan keluar yang dapat  “mendahului” masalah dosa. Hanya Allah yang dapat melakukannya. Jika perlu ulangi pelajaran 21. Kebutuhan manusia yang terbesar bukanlah untuk menjadi lebih baik, tetapi untuk menjadi baru (pelajaran 58). (Roma 8:3-4; 1 Petrus 1:18-19) 

Pemberian Allah

a. Karena Allah sangat mengasihi Saudara. Dia mengutus Anak-Nya, yaitu Yesus Kristus, untuk membayar hukuman atas dosa-dosa Saudara. Yesus mati di kayu salib untuk melepaskan Saudara dari dosa dan akibat-akibatnya. Tetapi kematian tidak dapat mengalahkan Yesus. Dia bangkit dari kubur pada hari yang ketiga. (Roma 5:8 dan Efesus 2:4-6)

b. Melalui kematian dan kebangkitan Yesus, Allah memberikan kita (2 Korintus 5:15)

  • Pengampunan — Tidak ada lagi penghalang antara Saudara dan Allah. (Kisah Para Rasul 13:38; Efesus 1:17)
  • Hidup Baru dan sebuah awal yang baru — Melalui Roh Kudus, Dia memberikan Hidup-Nya sendiri. Dia akan memimpin Saudara masuk ke dalam kebenaran dan memberikan Saudara kuasa atas dosa. (Yohanes 3:3-8; 2 Korintus 5:17; Yohanes 16:3 dan Galatia 5:16) 
  • Tujuan — Allah memiliki rencana buat hidup Saudara, dan Dia mau Saudara memiliki masa depan. (Efesus 2:10)
  • Hidup Selama-lamanya — Saudara akan hidup dengan Allah selama-lamanya. (Yohanes:3:16)
  • Saudara mendapatkan lebih dari apa yang bisa Saudara bayangkan! (1 Korintus 2:9)

Keputusan Saudara

  1. Keselamatan adalah sebuah hadiah. Apa yang Allah tawarkan kepada Saudara melalui Yesus adalah sebuah hadiah. Walaupun gratis, hadiah itu cukup mahal untuk diperoleh. Allah sudah membayarnya lebih dari apa yang bisa kita mengerti. Dia memberikan Anak-Nya sendiri. (Efesus 2:8; Romans 6:23 dan 2 Korintus 9:15)
  2. Sebuah hadiah belum menjadi milik Saudara sebelum Saudara menerimanya. Saudara tidak bisa mendapatkan sebuah hadiah dan hal itu tidak bisa dipaksakan bagi Saudara. Hadiah itu tidak menjadi milik Saudara sebelum memilih untuk menerimanya. Saudara menerima hadiah ini dari Allah dengan cara percaya kepada-Nya melalui iman. Saudara dapat memulai hubungan pribadi dengan Allah melalui doa singkat sebagai berikut. (Yohanes 1:12; Yohanes 5:24 dan Roma 10:8-9)

“Ya Allah, Saya sudah terpisah dengan Engkau oleh karena dosa-dosa saya. Saya berterima kasih kepada-Mu Yesus yang mati karena membebaskan saya dari hukuman dan kuasa dosa. Saya siap memberikan hidup saya untuk Engkau kendalikan. Ampuni saya, penuhi saya dengan Roh Kudus-Mu, dan jadikan saya menjadi seperti yang Engkau kehendaki. Dalam nama Yesus, Amin.”

Klik di sini kalau (a) Saudara sudah berdoa seperti doa di atas dan mau ditolong untuk mengetahui apa yang akan dilakukan selanjutnya (b) Saudara tidak siap berdoa seperti doa di atas, tetapi mau belajar lebih banyak lagi atau (c) Saudara memiliki pertanyaan mengenai hubungan sSaudara dengan Allah. Kami dengan senang hati bisa menghubungi Saudara melalui email yang nyaman untuk berkomunikasi.

Berikut ini adalah hal-hal penting yang Saudara butuhkan mengenai hidup baru Saudara di dalam Kristus!

  1. Karena Saudara sudah percaya dan mengaku, Saudara diselamatkan! (Roma 10:9-10)
  2. Hal-hal menakjubkan yang sudah terjadi kepada Saudara:
    1. Saudara sudah dilahirkan kembali: artinya Saudara adalah seorang ciptaan baru di dalam Kristus! (1 Petrus 1:23; 2 Korintus 5:17)
    2. Roh Kudus Allah sekarang tinggal di dalam diri Saudara selama-lamanya sehingga Saudara bisa memiliki hubungan pribadi dengan-Nya dan Dia memberikan kekuatan kepada Saudara untuk mengikuti Dia sebagai Tuhan saudara! (1 Korintus 3:16; Roma 8:10-11; 1 Korintus 6:17)
  3. Para malaikat Surga bersukacita karena keputusan yang sudah Saudara buat dan kami juga turut bersukacita dengan mereka (Lukas 5:10)
  4. Karena Saudara tidak melakukan usaha apapun supaya selamat (keselamatan adalah sebuah hadiah dari Allah), dan sekarang tidak ada juga yang bisa Saudara perbuat untuk melepaskan keselamatan itu. (Efesus 2:8-10; Yohanes 10:28)
    1. Saudara dimateraikan dengan Roh Kudus dan keselamatan Saudara terjamin untuk selama-lamanya. (Efesus 1:13-14; Efesus 4:30; 2 Korintus 1:21)
    2. Roh Kudus dari Allah sekarang akan meyakinkan roh Saudara bahwa Saudara adalah anak-Nya dan Saudara akan bersama dengan Dia selama-lamanya. (Roma 8:16-17)  
  • Sangat penting bagi saudara untuk bertumbuh di dalam hubungan dengan Yesus Kristus. Pertumbuhan hubungan itu datang dengan cara berbicara kepada Allah  terus-menerus dan membaca Firman-Nya di dalam Alkitab setiap hari.  Bertemu dengan orang-orang Kristen lainnya untuk bersekutu, menyembah Allah, saling  menguatkan dengan penuh tanggung jawab, belajar dalam kelompok penyelidikan Alkitab dan melayani. Bertemu bersama dengan orang-orang Kristen yang lain seperti ini disebut gereja. Saudara perlu mencari dan datang ke gereja yang percaya dan mengajarkan Alkitab.
  • Penting bagi Saudara sekarang bersukacita dengan orang lain, baik orang-orang Kristen dan orang-orang bukan kristen, karena keputusan yang Saudara buat. Di dalam 24 jam ke depan, cobalah untuk menceritakan setidaknya kepada 5 orang mengenai hubungan Saudara dengan Yesus Kristus.

Akhirnya, ada hal-hal dasar yang perlu Saudara lakukan untuk bertumbuh di dalam hubungan dengan Allah. Untuk belajar lebih banyak, Kunjungi bagian pelajaran BERTUMBUH di dalam Allah.

 

 

 

 

Kekuatiran

KEKUATIRAN

Penulis: Jaya Waruwu

Matius 6:25-34 Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI)

25“Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir tentang apa saja yang kamu butuhkan dalam hidupmu, seperti makanan dan minuman. Dan janganlah juga kuatir tentang apa saja yang kamu butuhkan untuk tubuhmu, seperti pakaian. Karena pastilah ada hal-hal dalam hidupmu yang lebih penting daripada makanan dan pakaian.
26 Perhatikanlah burung-burung. Mereka tidak perlu menabur atau menuai, dan mereka tidak perlu menyimpan makanan di gudang. Bapamu yang di surga menyediakan makanan bagi burung-burung itu. Jadi ketahuilah: Kamu jauh lebih berharga di mata Bapamu dari pada burung.
27 Dan dengan kekuatiran kamu tidak sanggup menambah sedetik pun pada umurmu. Jadi tidak usah kuatir!
28 “Misalnya tentang pakaian, kenapa kamu kuatir? Perhatikanlah tumbuhan liar yang tidak perlu kerja keras untuk membuat pakaian bagi dirinya sendiri. Karena Allah menjadikan tumbuhan itu untuk menghasilkan bunga yang indah.
29 Aku sungguh-sungguh berkata kepadamu: Raja Salomo— walaupun dia sangat kaya, tidak memakai pakaian seindah dari salah satu bunga-bunga itu.
30 Kalau Allah memberi keindahan yang seperti itu kepada tumbuhan liar, padahal tumbuhan itu hanya hidup dalam waktu yang singkat saja, kemudian layu dan dibuang ke dalam api, maka yakinlah bahwa Dia pasti lebih memperhatikan kamu daripada tumbuhan itu. Dan Dia juga akan menyediakan pakaian bagimu— hai kamu yang kurang percaya kepada Allah!
31 “Jadi tidak usah kuatir seperti itu dan berkata, ‘Apakah yang akan saya makan?’ Atau ‘Apakah yang akan saya minum?’ Atau ‘Apakah yang akan saya pakai?’
32 Semua hal itu selalu dikuatirkan oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah. Padahal Bapamu yang di surga sudah tahu bahwa kamu membutuhkan semuanya itu.
33 Tetapi hal yang harus kamu utamakan adalah hidup dengan cara yang pantas dan benar sebagai warga kerajaan Allah, dan semua hal yang kamu butuhkan akan diberikan juga kepadamu.
34 Jadi, tidak usah kuatir akan hari esok. Karena tiap-tiap hari mempunyai pergumulannya sendiri. Cukuplah jalani pergumulan hari ini. Jangan tambah lagi dengan pergumulan hari yang akan datang.”*

Apa itu Kuatir?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata khawatir/kuatir adalah perasaan gelisah, takut, atau cemas terhadap sesuatu hal yang belum pasti.** Kuatir juga merupakan suatu rangkaian pandangan negatif yang tidak terkendali dan berpusat pada masalah dengan akibat mendatangkan kekacauan.*** Kuatir memiliki beberapa ciri penting yang perlu diketahui oleh setiap kita antara lain: Pertama, kuatir berkaitan dengan masa depan. Artinya kita merasa  seperti sedang menguatirkan masa lalu, tetapi umumnya dalam hal ini menguatirkan konsekuensi masa depan dari peristiwa masa lalu. Kedua, kuatir adalah sebuah permainan tunggal. Artinya kita kuatir seorang diri dan kebanyakan orang di sekitar kita tidak saling berbagi perhatian yang sama dengan kita tentang masa depan. Ketiga, kuatir membuat kita takut dan gelisah. Artinya kuatir menghabiskan jumlah besar energi emosional kita dan membuat kita kelelahan. Keempat, kuatir merupakan suatu sikap pesimistis yang tidak berpengharapan.

Sebagian orang sangat mudah mengucapkan kalimat “Jangan kuatir,” tetapi mungkin sulit untuk melakukannya. Sebenarnya  kalimat tersebut menggambarkan seluruh keinginan kita yang sebenarnya. Tetapi bagaimana kita mengurangi rasa kuatir tersebut? Dan bagaimana kita menghidupkan rasa damai sejahtera tentang masa depan kita untuk mengganti  keresahan yang sering menghampiri hidup setiap kita?

Apa kata Alkitab tentang “Kuatir”?

Bagian Alkitab yang dibahas kali ini tidak terlepas dari ajaran Yesus di atas bukit, di mana ayat 25 merupakan fokus dari pembahasan mengenai kekuatiran. Fokus pada pembahasan ini di ayat yang ke 25

25 Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir tentang apa saja yang kamu butuhkan dalam hidupmu, seperti makanan dan minuman. Dan janganlah juga kuatir tentang apa saja yang kamu butuhkan untuk tubuhmu, seperti pakaian. Karena pastilah ada hal-hal dalam hidupmu yang lebih penting daripada makanan dan pakaian.

Pasal 6:25-34 masih berkaitan erat dengan pasal sebelumnya yaitu pasal 6:19-24. Keduanya sama-sama membahas tentang materi— yaitu uang atau istilah lain Mamon. Di awal kalimat ayat 25 “Oleh karena itu” menyiratkan bahwa  pasal 6:25-34 merupakan kelanjutan dari ayat sebelumnya, yaitu ajaran mengenai hal yang harus dilakukan sesudah mengetahui contoh yang diberikan Yesus di ayat 24 atau, lebih tepat,  dari pasal 6:24. Maksudnya adalah orang yang mendedikasikan hidup hanya kepada Allah saja– bukan sekaligus kepada uang atau mamon, pasti tidak akan membiarkan dirinya dikuasai oleh kekuatiran. Bagi dia yang paling penting adalah Allah, bukan materi. Dia tidak akan memusingkan dirinya terhadap sesuatu yang tidak terlalu penting. Apa yang diajarkan di pasal 6:25-34 tentu saja tidak bisa diartikan bahwa kita tidak perlu memikirkan kebutuhan sehari-hari. Perlu diketahui bahwa memikirkan sesuatu berbeda dengan menguatirkan sesuatu. Kuatir berarti menaruh perhatian yang berlebihan pada sesuatu sampai orang tersebut gagal menaruh keyakinan dan pengharapan yang sepantasnya hanya pada Allah saja.

Teks ini juga tidak melarang kita untuk bekerja keras bagi kebutuhan kita atau mempersiapkan masa depan. Allah seringkali memenuhi kebutuhan melalui kerja keras dan perencanaan hidup yang baik. Kita tidak boleh menyelubungi kemalasan dalam bekerja dan merencanakan hidup dengan jargon-jargon rohani seperti “berserah penuh pada Allah” atau “tenang dalam pemeliharaan Tuhan”. Pemikiran logis membantu kita untuk memahami bahwa ada hal-hal lain yang lebih penting daripada makanan-minuman dan pakaian (ayat 25). Manusia makan supaya bertahan hidup. Bukan hidup untuk makan. Jadi, kehidupan lebih penting daripada makanan. Manusia berpakaian untuk menutupi tubuhnya. Bukan tubuh untuk pakaian. Jadi, tubuh lebih penting daripada pakaian. Sarana tidak pernah menjadi lebih penting daripada tujuan.

Menguatirkan makanan, minuman dan pakaian merupakan tindakan yang masuk akal. Jika hidup dan tubuh kita saja yang lebih penting dan berada di luar kendali kita yang telah dipercayakan Allah kepada kita, masakan Allah tidak mampu menyediakan apa yang dibutuhkan oleh hidup dan tubuh kita? Pemikiran logis juga menolong kita untuk memahami bahwa manusia lebih penting daripada makhluk lain (ayat 26, 28-30). Bangsa Yahudi sangat menyadari keunikan manusia sebagai gambar Allah (Kej 1:26-27) dan mahkota ciptaan (Mzm 8:3-8).

Apa yang dipikirkan terus-menerus oleh seseorang menyiratkan betapa pentingnya hal itu bagi dia. Orang yang memandang harta sebagai yang terpenting dalam kehidupan pasti akan menjadikan harta sebagai fokus hidup. Sukacitanya ditentukan oleh jumlah hartanya. Tatkala apa yang dianggap penting sedang terancam hilang atau berkurang, orang itu pasti akan menguatirkannya sedemikian rupa. Berbeda dengan mereka yang beriman pada Bapa di surga. Mereka meyakini bahwa Bapa yang baik pasti sudah mengetahui apa pun yang mereka perlukan. Menguatirkan makanan dan pakaian sama saja dengan meragukan perhatian dan pemeliharaan-Nya dalam kehidupan kita. Jikalau makanan dan pakaian tidak lagi menjadi fokus kehidupan kita, kita pasti akan dimampukan untuk memiliki fokus yang benar. Hal yang perlu untuk dilakukan adalah menjalani kehidupan setiap hari dengan penuh iman dan ucapan syukur serta bersandar pada Allah saja.

Secara alkitabiah, tidak salah jika kita mencoba untuk hidup lebih realistis dalam menghadapi masalah. Mengabaikan suatu bahaya merupakan tindakan yang salah dan bodoh. Namun jugalah salah jika kita kita hidup dalam kekuatiran. Untuk kekuatiran semacam ini kita harus menyerahkannya kepada Tuhan, karena hanya Dia yang dapat melepaskan kita dari tekanan-tekanan seperti itu. Dia juga membebaskan kita untuk hidup lebih realistis tanpa rasa kuatir karena Dia sanggup memenuhi kebutuhan umat-Nya. Menurut DR Garry R Collins seorang Psikolog dari Kanada, dalam bukunya Christian Counselling) Ada beberapa saran umum yang dapat mengurangi ketakutan, kekuatiran dan kecemasan Anda:

  • DOSA DALAM HIDUPMU→Terkadang ketakutan dan kecemasan merupakan hasil dari dosa dan kesalahan kita. Jika kita melakukan suatu dosa akan timbul kecemasan dan ketakutan, hal ini dimungkinkan, karena Tuhan menginginkan perhatian kita. Tindakan yang harus dilakukan dalam menghadapi situasi seperti ini adalah bertobat dan mencari pengampunan-Nya.
  • TIDUR→Normalnya manusia membutuhkan waktu 7-8 jam untuk tidur setiap harinya. Kurang tidur dapat meningkatkan kecemasan. Istirahatlah yang cukup. Jika Anda menghadapi kendala ini, Anda dapat mencari pertolongan-Nya melalui doa atau bahkan mencari bantuan seorang psikolog.
  • BERSIKAP LEBIH REALISTIS→Banyak orang kuatir dan cemas akan hal-hal yang tak pernah terjadi terhadap mereka. Bersantailah. Pusatkan pikiran Anda pada kegiatan Anda pada hari itu. Nikmati hidup Anda.
  • DENGARKANLAH→Musik yang lembut dan santai, ada banyak musik-musik kristen yang cukup lembut (seperti lagu penyembahan) yang dapat membantu Anda untuk lebih dekat dengan Tuhan. Jika mungkin dengarkanlah kaset-kaset khotbah dari pembicara yang menjadi favorit.
  • KESENANGAN→Lakukanlah sesuatu yang Anda rasa dapat Anda nikmati. Adalah baik untuk mengambil waktu sejenak untuk rekreasi, tinggalkan rasa khawatir Anda dan bergembiralah.
  • BERBICARA→Jangan simpan kecemasan Anda, adalah baik jika Anda meringankan beban Anda dengan berbagi (sharing) dengan orang-orang yang dapat Anda percayai dan kenal seperti sahabat, keluarga, pendeta atau konselor. Jika hal ini benar-benar mengganggu Anda, jadwalkanlah waktu yang tetap setiap minggu untuk sharing dengan seseorang yang Anda percaya.
  • BERTINDAK→Ambil tindakan yang praktis, untuk menghindari hal-hal yang dapat membahayakan Anda, jangan paksakan diri, karena hal ini hanya akan meningkatkan kecemasan Anda.
  • OLAHRAGA→Studi kesehatan menunjukkan bahwa dengan berolahraga dapat menurunkan tingkat kecemasan kita. Jika Anda cukup sehat cobalah untuk berolahraga, seperti berjalan santai, lari, berenang atau olahraga lainnya yang dapat Anda lakukan.
  • PERTOLONGAN PROFESIONAL→Ada banyak organisasi yang bersedia untuk menolong orang yang sering terserang kecemasan termasuk Midwest Center for Stress and Anxiety (stresscenter.com). Anda dapat mencari informasi juga melalui internet dengan menggunakan kata kunci: anxiety, panic attacks, agrophobia. Anda juga harus mampu mencari pertolongan di sekitar daerah Anda dengan mencoba berkonsultasi dengan dokter atau Pendeta atau Romo dan gembala gereja Anda****

Apa kata Alkitab tentang kekuatiran?

Hadapilah kekuatiran itu, setiap hari kita menjalani kehidupan dengan percaya. Percaya bukan sekadar suatu pilihan aktivitas yang boleh dilakukan, boleh juga tidak. Satu-satunya pilihan nyata adalah sasaran keyakinan kita, dan sasaran keyakinan kita itu menentukan apakah kita akan berjuang melawan kuatir atau tidak. Inti dari semuanya itu adalah bahwa kita belajar hidup dengan percaya. Belajar hidup dengan percaya merupakan langkah alkitabiah pertama untuk menyingkirkan kekuatiran dari hidup kita. Dalam Ibrani 11:6  dalam Terjemahan Sederhana Indonesia (TSI) Jelaslah bahwa tanpa percaya penuh, kita tidak mungkin menyenangkan hati-Nya. Karena setiap orang yang mau datang kepada-Nya harus percaya bahwa Allah itu benar-benar ada dan bahwa Dia memberkati setiap orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” Percaya merupakan minyak dalam mesin kehidupan. Percaya bukanlah suatu kekuatan gaib yang tiba-tiba menghinggapi diri kita. Memahami peranan percaya dalam kehidupan adalah suatu hal yang sangat penting. Mengenali apakah sebenarnya kekuatiran itu, adalah hal lain yang tak kalah pentingnya. Yesus berkata “Jadi, tidak usah kuatir akan hari esok. Karena tiap-tiap hari mempunyai pergumulannya sendiri. Cukuplah jalani pergumulan hari ini. Jangan tambah lagi dengan pergumulan hari yang akan datang.” (Matius 6:34 TSI). Yesus dengan tegas menyatakan bahwa kuatir merupakan sesuatu hal yang paling buruk. Ada beberapa alasan mengapa Yesus berkata demikian tentang kekuatiran. Yang pertama adalah Dia sudah berjanji akan   memenuhi keperluan dan kebutuhan kita (Filipi 4:19). Kedua kuatir adalah sama dengan meragukan kemahakuasaan Allah. Allah telah berjanji turut bekerja dalam segala sesuatu untuk menghasilkan kebaikan (Roma 8:28 TSI). Ketiga kuatir sama dengan meragukan ketulusan Allah. Allah telah berjanji bahwa Dia tidak akan meninggalkan kita (Ibrani 13:5-6 TSI). 

Bagaimana mengatasi kekuatiran? 

Percaya dan berserah kepada Tuhan. Ungkapan ini dipergunakan empat kali dalam injil Matius sebagai dorongan pertumbuhan maupun teguran— yaitu jangan menjadi orang yang kurang percaya, atau juga bisa disebut jangan menjadi kuatir dan gelisah. Bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah hidup dalam kekuatiran karena mereka tidak mengenal Allah di surga. Saya bercerita sedikit tentang pengalaman hidup saya. Waktu saya mau menikah pada bulan Februari 2018 saya dan calon istri menghadapi kekuatiran yang besar, karena saat itu kami berdua belum cukup dana untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk pernikahan tersebut dan kami berdua mengalami masalah keuangan yang belum cukup untuk biaya pernikahan tersebut. Kami berdua terus bergumul dan berdoa dan saya ingat firman Tuhan waktu itu bahwa Janganlah kuatir tentang apa saja yang kamu butuhkan dalam hidupmu Perhatikanlah burung-burung. Mereka tidak perlu menabur atau menuai, dan mereka tidak perlu menyimpan makanan di gudang. Dari firman Tuhan ini mengingatkan kami berdua bahwa kami selalu mengucap syukur apa pun keadaan kami berdua dan juga kami terus berdoa dan kami berserah hanya kepada Allah saja.  Orang-orang yang tidak mengenal Allah mereka, mengejar materi karena kekuatiran mereka. Tuhan Yesus menghendaki kita supaya kita mendahulukan mencari kerajaan-Nya dan kebenaran-Nya. Bagaimana seharusnya sikap kita dan yang harus kita lakukan ketika ada masalah, kesulitan, tantangan, padahal Yesus melarang kita kuatir?. Rumus sederhana yang perlu kita miliki yaitu tetap 3B: Tetap berserah (1 Petrus 5:7). Menyerahkan setiap pergumulan dan masalah kita kepada Tuhan dan percaya bahwa Dia sanggup menolong kita tepat pada waktunya. Tetap berdoa (Filipi 4:6). Firman Tuhan menjanjikan apabila kita minta, maka kita akan mendapatkan, jadi yang Tuhan inginkan adalah tetap berdoa dan hanya menantikan pertolongan dari Tuhan saja. Tetap bersyukur (1 Tesalonika 5:18). Kehendak Tuhan adalah tetap mengucap syukur apapun keadaannya, jadi bukan hanya dalam keadaan baik-baik saja kita mengucap syukur, tetapi justru dalam kelemahan, dalam masalah, dalam tekanan kita dituntut untuk tetap mengucap syukur. 

 

Catatan Kaki:

*Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI)
** https://kbbi.web.id/khawatir

***James R. Beck dan David T. Moore, Kuatir
**** https://christiananswers.net/indonesian/q-eden/anxiety-i.html 

 

Apakah Al-Handphone?

Penulis: Phil Fields

Saya mendengar dari seorang teman bahwa pendetanya baru-baru ini berkhotbah dengan berapi-api dan sangat tegas mengatakan bahwa jemaatnya tidak boleh menggunakan HP sebagai Alkitab. Alasannya bahwa menggunakan Alkitab berbentuk buku adalah sebagian dari kesaksian kita dan juga generasi muda jangan sampai tidak dididik untuk menggunakan buku Alkitab. Bahayanya adalah lima puluh tahun ke depan, generasi muda orang percaya tidak akan tahu caranya mendapat kitab dalam buku Alkitab. Dan ada bahaya bahwa Alkitab bentuk buku akan hilang dan tidak lagi dijual. Dia memberi nama ejekan untuk penggunaan aplikasi Alkitab sebagai ‘Al-Handphone’.

Saya sebagai penerbit aplikasi Alkitab secara digital ingin membalas dan membahas kepada pendeta yang saya belum kenal itu. Memang, saya sebagai orang yang berusia 68 tahun juga mendapat banyak hal di mana saya sering mengkritik dan mengeluh tentang status dunia sekarang dan generasi muda, tetapi penggunaan Alkitab tidak termasuk ke dalam hal-hal itu.

Kita sedang hidup dalam zaman di mana terjadi “the biggest communication shift that has been seen in the last 500 years.” Maksudnya, perubahan-perubahan paradigma komunikasi yang sedang terjadi dalam kebudayaan di dunia saat ini adalah yang paling besar sejak permulaan penggunaan mesin cetak. (Yaitu—since the creation of the printing press.) Revolusi mesin cetak (yang juga disebut Revolusi Gutenberg) mulai dari penerbitan buku yang pertama pada tahun 1455— yaitu Gutenberg Bible. Hanya sekitar 180 eksemplar dibuat dalam edisi pertama itu. Kebanyakan dari 180 itu dicetak pada kertas. Tetapi ada beberapa yang dicetak pada velum (bahan yang tahan lama karena dibuat dari kulit kambing dan sapi muda). Mesin cetak itu bisa menghasilkan sebanyak 240 halaman per jam. Dan untuk mengoperasikan mesin itu, perlu tenaga beberapa orang.

 

 

 

Mohon perhatikan hal ini: Sebelum Revolusi Gutenberg, pada umumnya para pengikut Kristus Yesus tidak memiliki Alkitab secara pribadi. Salinan kitab-kitab Firman Tuhan dibuat dengan pekerjaan tangan saja, dengan memakai tinta yang dituliskan ke atas kertas atau velum dengan quill pen (pena yang dibuat dari bulu bebek).*  Hanya kalangan raja atau orang yang paling kaya yang bisa memiliki beberapa kitab dari Alkitab itu secara pribadi. Orang awam harus ke gereja untuk bisa mendengar Firman TUHAN. Saya menulis ‘mendengar’, karena kebanyakan masyarakat masih buta huruf. Jadi, untuk kebanyakan orang percaya zaman sebelum tahun 1500, harapan mereka hanyalah untuk mengingat sebanyak mungkin dari Firman TUHAN yang terdengar di jemaatnya.

Rasul Paulus tidak menyuruh para jemaat pertama bahwa mereka harus membaca suratnya dengan memakai buku bentuk gulungan saja. Dan Martin Luther pun tidak menyuruh supaya Firman TUHAN harus tetap dibaca dari buku yang dikerjakan melalui tangan manusia. Martin Luther pasti senang menerima zaman baru di mana Firman TUHAN bisa dicetak dengan mesin, sebagaimana 300.000 traktat-traktatnya dan Ke-95 Tesisnya dicetak dengan mesin model Gutenberg pada tahun 1522-1523.

Saya sudah berbicara tentang Revolusi Komunikasi yang sedang terjadi dalam masa sekarang dengan penerbit Andi Offset— yaitu perusahan yang menerbitkan PB TSI. Mereka memang melihat ke depan bahwa penerbitan buku-buku secara digital akan membuat buku fisik tidak terjual seperti sebelum revolusi tersebut. Pastilah toko-toko buku di Indonesia akan semakin berkurang. Tetapi mereka merasa bahwa buku-buku tetap akan dijual dan masih akan digunakan sebagai referensi banyak orang yang suka membaca. Buku-buku fisik masih akan digunakan dalam sekolah dan universitas. Dan memang benar: Lebih enak membaca buku daripada membaca layar HP, tablet ataupun komputer. Bisa menulis dan membuat catatan pribadi dalam buku fisik, sedangkan untuk melakukan itu dengan buku digital, tidaklah gampang dan memerlukan aplikasi baca yang khusus.

Kebetulan teman saya yang melarang untuk membaca Alkitab di layar Handphone adalah murid Isa Al-Masih. Berarti latar belakangnya sebagai penganut agama Islam. Teman itu mengingatkan saya bahwa orang-orang Muslim dididik untuk sangat menghormati Al Quran. Al-Quran tidak boleh ditaruh di bawah buku lain. Kalau terjadi sebuah insiden Al-Quran terjatuh, ketika diangkat harus mencium Al-Quran itu sambil berkata, “HADZA KALAMU ROBBI (Ini adalah firman Tuhanku).” Karena itu dia merasa bahwa cara menghormati buku Alkitab adalah suatu sifat positif yang bisa diajarkan oleh murid-murid Isa Al-Masih kepada orang-orang percaya dari latar belakang Kristen.

Saya setuju dengan itu! Saya mengeluh juga bahwa Alkitab tidak diberi kehormatan yang sepatutnya sebagai Firman TUHAN. Memang benar bahwa caranya umat Kristen memperlakukan Alkitab mereka sudah menjadi kesaksian yang negatif kepada para penganut agama mayoritas di negara ini! Tetapi harus juga diingat bahwa kita tidak menyembah Alkitab. Jangan sampai Alkitab menjadi seperti patung berhala. Itulah sebabnya semua pengikut Isa Al-Masih tidak dianjurkan untuk membaca Alkitab dalam bahasa sumber yang tidak dimengerti. Kita dianjurkan untuk mengerti Firman TUHAN, mempercayainya dengan sepenuh hati serta menghidupinya. Hal itu didukung oleh Mazmur 119:11 yang mengatakan,

Mzm. 119:11 (MILT) Aku telah menyimpan firman-Mu** dalam hatiku supaya aku tidak berbuat dosa melawan Engkau.

Menghafal Firman TUHAN lebih menunjukkan kehormatan kita kepadanya daripada pilihan buku atau gadget yang kita pakai untuk membacanya. Begitu juga Paulus mendorong kita,

Kolose 3:16 (TSI) Biarlah ajaran tentang Kristus terus memimpin dan bertumbuh dengan subur di dalam hatimu, supaya kalian saling mengajar dan menasihati dengan bijaksana. Salah satu cara untuk melakukan hal itu adalah nyanyikanlah nyanyian yang berdasarkan

Kitab Mazmur, dan lagu pujian lain, serta lagu yang diberikan oleh Roh Allah. Biarlah hatimu selalu dipenuhi dengan rasa syukur kepada Allah.

Permulaan ayat ini menarik. Paulus menulis: 16 Ὁ λόγος τοῦ χριστοῦ ἐνοικείτω ἐν ὑμῖν πλουσίως

(Hendaklah) firman/perkataan Kristus hidup/bertumbuh/berdiam di dalam kalian (secara) berkelimpahan

Perhatikan persamaan dengan Ibrani 4:12, yang menuliskan, “Firman Allah sungguh hidup dan berkuasa.” Berarti kalau Firman tentang Kristus itu disimpan dalam hati kita, tidak seperti benda mati yang tertinggal saja di situ. Firman itu akan digunakan secara aktif oleh Ruh Allah untuk mentransformasikan kita. Itulah sebabnya, saya mendorong supaya kita jangan tinggalkan Firman TUHAN di rumah, tetapi mari kita membawanya ke mana saja kita pergi, supaya kita lebih sering bisa membukanya dan menambahkan kepada apa yang disimpan dalam hati kita.

Kita diberi izin dalam agama Kristen untuk menerjemahkan Firman Tuhan karena salah satu tujuan penting bagi kita adalah untuk memuridkan orang dari setiap suku-bangsa:

Mat. 28:19-20 (TSI) Karena itu, pergilah dan ajarlah orang-orang dari setiap suku-bangsa supaya mereka menjadi murid-Ku. Baptislah mereka sebagai orang yang mengikut Aku, Bapa-Ku, dan Roh Kudus.1 20 Dan ajarlah mereka supaya taat kepada semua yang sudah Ku-ajarkan kepada kalian. Dan yakinlah: Roh-Ku akan selalu menyertai setiap kalian sampai akhir dunia.”

Boleh dikatakan bahwa sejak hari Pentakosta yang pertama— ketika kemampuan khusus berbicara dalam berbagai bahasa diberikan, TUHAN sudah menunjukkan kehendak-Nya bahwa berita keselamatan diterjemahkan. Bagaimana kita dapat memuridkan sampai mengajarkan supaya taat kepada semua yang sudah Penyelamat kita ajarkan kalau tidak bisa menerjemahkan Firman TUHAN ke dalam bahasa-bahasa setempat? Kalau Saudara pembaca ingin menunjukkan hormat untuk Firman TUHAN, salah satu caranya adalah untuk mendoakan dan mendukung organisasi-organisasi yang menerjemahkan Firman-Nya ke dalam bahasa Indonesia maupun bahasa-bahasa daerah.

Saya sebenarnya suka bahwa Al-Quran mempunyai hiasan di pinggir-pinggir halaman. Tetapi karena fokus kita sebagai orang-orang yang menjalani Amanat Agung, kita menghindari dari membuat edisi Alkitab yang terlalu mahal— walaupun kami setuju bahwa Firman TUHAN patut untuk dicetak dengan cara yang indah. Oleh karena itu, dan lagi karena Amanat Agung, saya menganggap hal yang positif bahwa dengan aplikasi YouVersion, kita bisa bagikan ayat-ayat Firman TUHAN dengan cara yang indah. Hanya saya mau menganjurkan bahwa kita membuat kombinasi ayat dan gambar yang cocok, yang mengilustrasikan makna atau keindahannya. Dan sedapat mungkin, mari kita saling berbagi yang tujuannya untuk memuliakan TUHAN.

Di jemaat saya di Arkansas, saya berpikir bahwa sekitar 40% orang menggunakan HP atau Tablet dalam kebaktian setiap hari Minggu. Pendeta kami pun berkhotbah dengan menggunakan iPad. Saya rasa lucu pada waktu mendengar ceritanya baru-baru ini yang terjadi di salah satu jemaat di Jakarta, di mana seorang pendeta yang baru datang untuk berkhotbah dikritik karena tidak menggunakan iPad! Ketika saya secara pribadi membaca Firman TUHAN setiap pagi, saya selalu menggunakan tablet. Saya merasa bahwa tablet 7 atau 8 inch adalah ukuran yang terbaik untuk dibaca. Kalau menggunakan tablet 10 inch, baris-baris teks menjadi terlalu panjang. Salah satu kelebihan menggunakan tablet adalah bisa mengikuti rencana baca dalam Alkitab YouVersion. Menggunakan rencana baca secara digital jauh lebih gampang daripada dengan daftar kertas dan buku Alkitab dan akan menolong generasi sekarang untuk membaca seluruh Alkitab secara teratur.

Kembali kepada moto Albata: Firman TUHAN adalah kunci kehidupan. Albata hadir dengan misi meningkatkan pemahaman Firman Tuhan agar para pembaca dan pendengar mengalami pembaharuan hidup. Harus diakui bahwa pada zaman ini, banyak hal yang negatif sedang terjadi yang dipromosikan melalui Internet kepada kita. Ternyata kita sedang hidup dalam zaman yang mirip jangka waktu “tiga setengah tahun” yang disebut oleh nabi Daniel dan yang dinubuatkan di kitab Wahyu.  Tetapi walaupun demikian, TUHAN membuat supaya semua orang yang menantikan kedatangan Kristus untuk kedua kalinya bisa dididik dan dikuatkan melalui Internet dan HP juga. Contohnya, murid-murid-Nya yang belum bisa mengakui kepercayaan mereka secara terbuka, sekarang bisa membaca Firman TUHAN dengan lebih aman lewat HP mereka. Jangan sampai kita tutup mata terhadap caranya Allah sedang menolong kita!

Yang terpenting dalam Revolusi Komunikasi yang sedang terjadi adalah supaya Firman TUHAN dibaca, dan hidup setiap pembaca diperbarui oleh Ruh Kudus.

Catatan kaki:
* Hak cipta untuk ballpoint pen yang pertama diberikan oleh pemerintah Amerika Serikat pada tahun 1888.
** TB menerjemahkan dengan kata ‘janji’: “Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.” Saya belum menemukan terjemahan Alkitab dalam bahasa Inggris yang menggunakan kata ‘promise’ untuk menerjemahkan אִמְרָתֶ֑ךָ (’im·rā·ṯe·ḵā;). Tetapi, memang perkataan he gave his word berarti he gave his promise’ dalam bahasa Inggris. Saya merasa terjemahan ‘janji-Mu’ tidak salah, tetapi membuat arti dalam ayat ini lebih sempit dari yang dalam bahasa sumber.
*** Itu sebabnya saya tidak senang menerjemahkan Kolose 3:16 seperti KSI, “Hendaklah perkataan Al-Masih tinggal di dalam dirimu…”

 

 

Etika Perceraian Ditinjau dari Iman Kristen

Suami-istri yang sudah dipersatukan Allah dalam pernikahan tidak boleh diceraikan oleh manusia

Penulis: Balazi Gulo, S.Th

Hubungan Perkawinan yang Dipersatukan Allah (Mat. 19:5b dan 6)

Ada dua kata yang dipakai oleh Yesus dalam Injil  Matius 19:5c dan ayat 6, yang dalam terjemahan bahasa Indonesia kurang memberi kesan arti yang mendalam, yaitu kata ‘bersatu’ dengan isterinya dan ‘dipersatukan’ Allah. Kedua kata ini merupakan kata kunci yang memiliki makna sangat penting dalam konteks pengajaran Yesus tentang perkawinan dalam Injil Matius. Jika hanya dilihat dalam terjemahan bahasa Indonesia saja, kata “bersatu” dan “dipersatukan” kurang memberi perbedaan arti yang sebenarnya. Oleh karena itu kita harus melihat dalam bahasa Yunani sebab kedua kata tersebut ternyata berasal dari dua kata yang berbeda.    

Kata ‘bersatu dalam bahasa Yunani adalah κολληθήσεται (kollethesetai). Kata itu memiliki kata dasar yang sama dengan προσκολληθήσεται (proskollethesetai), yaitu kata yang dipakai Septuaginta (LXXdalam Kejadian 2:24, yang berarti: “direkatkan atau diperkokoh bersama, ditatah bersama atau dilas bersama,” yang mengindikasikan tingkat kekuatan paling tinggi dalam sebuah kedekatan dan pelekatan. Menurut B. Ward Powers, kata προσκολληθήσεται (proskellthesetai) dalam bentuknya yang bervariasi dipakai dalam Perjanjian Baru untuk menyatakan tiga hal yaitu: menyangkut fisik, yakni hubungan seksual; menyangkut sosial, yakni hubungan kemasyarakatan (bergabung ke dalam sebuah kelompok masyarakat atau berteman dengan seseorang, dll); dan menyangkut hubungan kerohanian (contohnya bersatu  dengan Tuhan, 1 Kor 6:17).* Dan kata yang dipakai Yesus dalam Matius 19:5c mengindikasikan ketiga hal tersebut, bahwa penyatuan perkawinan secara khusus direncanakan Allah untuk menjalankan tiga level tersebut.**

Rahasia kekuatan kedekatan dan pelekatan yang sangat tinggi dalam hubungan perkawinan tersebut terletak dan didasarkan pada penciptaan laki-laki dan perempuan yang sangat khusus (Kej. 1:27, 2:18, 22,23). Sehingga, “Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya.” Artinya, pusat kasih sayang dan kesetiaan seorang laki-laki beralih sewaktu ia menikah dari orang tuanya kepada isterinya. Maka tidak ada kesetiaan yang tertinggi yang lebih besar dari pada kesetiaan pasangan suami-isteri. Kesetiaan ini bisa disamakan dengan kesetiaan seseorang kepada Allah. Meski demikian, kalimat “Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya” tidak mengindikasikan bahwa seorang laki-laki tidak boleh tinggal bersama-sama dengan orang tuanya setelah ia menikah, atau tanggung jawab seorang laki-laki terhadap orang tuanya akan berhenti pada saat ia menikah. Kalimat tersebut hanya menandakan bahwa seorang laki-laki akan  berpindah tempat, rumah, keadaan, kesetiaan dan kasih sayang kepada isterinya. Namun terhadap orang tuanya, ia tetap punya tanggung jawab sebagai anak. Peralihan yang sama tidak hanya berlaku bagi laki-laki saja melainkan juga berlaku bagi perempuan, sekalipun makna tersebut hanya tersirat dalam ayat yang kelima. Di  masa lampau, terlebih bagi budaya patriarkhal perempuan dianggap sebagai milik keluarga secara khusus. Setelah menikah dia akan menjadi milik suaminnya. Hal tersebut tercermin dalam acara perkawinan di mana ayah dari pengantin perempuan menyerahkan pengantin perempuan itu kepada pengantin laki-laki. Secara seremonial penyerahan tersebut mengalihkan perhatian dan perlindungan pengantin si perempuan dari lingkungan orang tuanya menjadi tangung jawab suaminya. Jadi setelah menikah suami dan isteri sama-sama mengalihkan kesetiaan dan kasih sayangnya dari orang tua kepada pasangannya masing-masing. Dengan demikian mereka bukan lagi dua melainkan satu daging.

Kata sarx yang berarti ‘daging’ dalam pikiran orang Yahudi bermakna lebih dari segi fisik manusia. Kata itu menunjuk pada pribadi manusia secara utuh— baik jiwa maupun raga, pikiran emosi dan kehendak.*** Berkaitan dengan kata ‘daging’, Yesus dua kali mengulang kata δύο (duo)— yaitu kata yang tidak terdapat dalam Teks Masoret, melainkan hanya terdapat di dalam Septuaginta (LXX). Ketika kata ini di ulang dua kali, artinya Yesus hendak menekankan bahwa σάρκα μίαν (sarka mian) yang diterjemahkan satu daging merupakan proses penyatuan dua pribadi: tubuh dan jiwa yang berbeda menjadi satu. Penyatuan tubuh tersebut ditandai dengan hubungan seksual, dan penyatuan jiwa ditandai dengan hubungan perasaan saling jatuh cinta, saling mengasihi, rasa saling memiliki, rasa saling melindungi dan rasa saling bertanggung jawab.

Yesus tentu saja mengetahui bahwa menjadi ‘satu daging’— yakni proses penyatuan dua pribadi yang berbeda, tidak mudah dan butuh proses yang sangat lama, bahkan bisa seumur hidup. Karena itu Yesus menegaskan kembali pada ayat keenam bahwa apa yang telah dirancangkan Allah untuk pasangan yang ingin membangun ke-satu-an daging tidak boleh di pisahkan oleh manusia. Maka dari itu, dalam perkawinan dibutuhkan komitmen yang sangat tinggi.

Penegasan tersebut tercermin pada ayat keenam dalam perkataan-Nya: ‘Dipersatukan’ dan “Tidak boleh diceraikan.” Kata ‘dipersatukan’ dalam bahasa Yunani adalah συνέζευξεν (synezeuxen) yang secara harafiah berarti ‘bersama-sama disatu-kuk-kan’ atau “bersama dalam kuk yang sama yang telah diciptakan bagi mereka.” B. Ward Powers menjelaskannya dengan ilustrasi: Sebuah kuk memampukan dua ekor lembu menarik beban bersama, masing-masing saling berbagi tugas dan keduanya bersama dapat menyelesaikan tugas. Konsekuensinya adalah meringankan tugas, dan keduanya dapat menyelesaikan tugas lebih banyak dari apa yang dapat dicapai kalau mereka hanya bekerja sendirian.

Dalam teks ini Yesus menggambarkan perkawinan sebagai sebuah kuk yang Allah buat. Seorang laki-laki dengan seorang perempuan dapat memikulnya sehingga mereka bersama dapat meringankan pekerjaan-pekerjaan dan beban-beban kehidupan, dan mencapai hal-hal bersama yang tidak dapat dicapai kalau mereka hanya sendiri saja.

Apa yang Allah perbuat ialah menempa sebuah kuk— yaitu sebuah hubungan yang ke dalamnya seorang laki-laki dan seorang perempuan boleh masuk dan menikmati manfaatnya.****

Paling tidak, ada dua hal yang menarik dari penjelasan B. Ward Powers tentang kata synezeuxen. Pertama, keberadaan ‘kuk’ pada awalnya terpisah dari diri seorang laki-laki dan perempuan. Dia semacam tali pengikat, yang telah disediakan untuk menghubungkan dua benda terpisah menjadi satu di dalam ikatannya. Dan ia berasal dari Allah, sebab Allahlah yang membuatnya. Hal kedua, oleh karena keberadaannya terpisah diluar diri laki-laki dan perempuan, maka untuk mereka yang ingin masuk ke dalamnya, perlu tindakan ‘mengambil’ kemudian ‘menaruhnya’ pada diri mereka. Maka ‘kuk’ tersebut menjadi sebuah ikatan yang menyatukan mereka untuk hidup bersama-sama dalam visi yang sama. Demikianlah Allah menyatukan mereka, laki-laki dan perempuan dalam hubungan perkawinan.  

Hubungan semacam itulah yang dilarang keras oleh Yesus untuk dipisahkan, dirusakkan atau dihancurkan oleh manusia, sebab penghubung tersebut Allah sengaja ciptakan menjadi ukuran bagi setiap  pasangan suami-isteri untuk selalu hidup di dalam kehendak-Nya. Hubungan itu seperti pagar yang dirancang untuk melindungi binatang atau hewan yang ada di dalamnya atas serangan-serangan yang berasal dari luar, sekaligus membatasi segala gerak-gerik kenakalan, atau rencana yang tidak baik  dari makhluk yang tinggal di dalamnya. Hubungan tersebut semacam ‘aturan main’ yang harus diikuti dalam sebuah perlombaan atau pertandingan. Jadi, jika pemain menaati segala aturan yang berlaku tersebut, sekaligus berusaha mencapai tujuan perlombaan atau pertandingan dengan baik dan tekun, ia akan dinyatakan sebagai pemenang, dan baginya akan diberi hadiah. Hadiah yang terindah dalam pernikahan ialah kebahagiaan yang meliputi seluruh kehidupan berkeluarganya. Dengan demikian mereka tidak mendatangkan malapetaka atas hidupnya sendiri. Sebab, hubungan itu sendiri tidak ada salah dan cacatnya karena merupakan pemberian Allah, dan sempurna adanya. Maka untuk menikmati hubungan yang sempurna atau hubungan yang ideal tersebut, pasangan suami isteri harus memasukinya dengan cara yang sempurna juga. Memasuki hubungan yang ideal dengan cara sempurna berarti hidup di dalam hubungan pernikahan yang dirancang Allah, dengan menaati dan mengikuti segala syarat yang ada di dalamnya dengan tidak melalaikan satu bagian pun, berkomitmen untuk hidup bersama-sama seumur hidup, dan mewujudkan pertemanan hidup, saling menolong serta pemenuhan hasrat seksual dalam kasih. 

Tidak Boleh Cerai (Mat. 19:6)

Fakta bahwa perkataan Yesus dalam dalam Injil Matius 19:6c mengandung unsur larangan, menunjukkan bahwa dalam sebuah pernikahan tidak mungkin tidak akan terjadi yang disebut oleh Yesus χωριζέτω (khorizeto), yang secara harafiah berarti ‘membagi, memisahkan, memotong, membelah, memecah atau mematahkan. Kata itulah yang dilarang keras oleh Yesus terjadi di dalam synezeuxen (kuk penghubung).

Dengan demikian, larangan Yesus dalam Matius 19:6c bukan pada perceraiannya,***** sebab perceraian merupakan pengakuan legal terhadap suatu perpisahan, pemotongan, pembelahan, pemecahan atau pematahan yang telah terjadi dari hubungan perkawinan ideal, sehingga di dalamnya tidak terdapat ruang kemungkinan untuk berdamai kembali, atau dengan kata lain telah terjadi suatu kerusakan hubungan perkawinan secara permanen. Yesus melarang khorizeto dalam suatu hubungan perkawinan.

Hal menarik dalam khorizeto adalah ketika Yesus mengaitkannya dengan kata ἄνθρωπος (anthropos) yang secara harafiah berarti “manusia”. Sekali pun laki-laki dan perempuan telah memasuki hubungan perkawinan dengan sempurna, tetapi potensi untuk khorizeto selalu ada. Kata anthropos bisa menunjuk pada diri laki-laki sebagai suami, perempuan sebagai isteri, atau orang lain sebagai pihak ketiga— orang tua, saudara, sahabat, kerabat dan seterusnya. Potensi inilah yang diingatkan sekaligus diperingatkan oleh Yesus dalam hubungan perkawinan. Sebab jika potensi pemisahan ini tidak segera diatasi, maka akan berujung pada kerusakan hubungan secara total yang di dalamnya tidak ada lagi ruang untuk berdamai. Pemisahan hubungan perkawinan tidak harus membuat pasangan hidup terpisah. Pemisahan hubungan yang dimaksud di sini ialah ketika mereka atau salah satu dari pasangan suami isteri membuat hubungan mereka tidak sebagaimana mestinya. Dan setiap pemisahan hubungan adalah bertentangan dengan kehendak Allah. Dengan demikian, jauh sebelum terjadinya perceraian— kerusakan hubungan perkawinan secara total, Yesus telah memberi solusi terbaik untuk mengatasinya. Maka, jika Yesus melarang adanya χωριζέτω (berpisah), sudah pasti Dia juga melarang adanya ἀπολῦσαι (cerai), sebab komitmen untuk hidup bersama-sama seumur hidup— terlebih rancangan Allah dalam hubungan perkawinan sebagaimana mestinya tidak tercapai. Perceraian merupakan pelanggaran mutlak rencana Allah dalam hal perkawinan.****** Oleh karena itu, Allah sangat membenci perceraian (Mal.2:24-26).

Catatan Kaki:

*B. Ward Powers, Perceraian dan Perkawinan Kembali, Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina kasih, 2011, hal. 26
**B. Ward Powers, op. cit. hal. 27
***B. Ward Powers, op. cit . hal. 30
****B. Ward Powers, op. cit. hal 37
*****B. Ward Powers, op. cit. hal 46
******B. Ward Powers, op. cit. hal 46

Kalau Anda sudah membaca artikel sampai di sini,
saya berharap artikel selengkapnya sudah muncul di bawah.

Loader
Loading…

EAD Logo
Taking too long?

Reload Reload document

|

Open Open in new tab

Download [299.51 KB]

Apakah diperbolehkan kita membela diri?

Menjawab pertanyaan pembaca:

 

Apakah kita boleh membela diri atau membela Tuhan?

Jawaban ditulis oleh Jaya Waruwu

Shalom Ibu MJS, saya akan mencoba menjawab pertanyaan Ibu semoga menjadi berkat. 

Ibu MJS :   Adakah Firman atau kisah di Alkitab yang menceritakan atau mengatakan bahwa kita seorang manusia  boleh  membela diri? Misalnya disaat orang-orang memfitnah kita atau mempermainkan kita?

J :          Di jaman ini kita banyak mendengar berita tentang kekacauan dan kerusuhan di berbagai tempat. Masalah persekusi dan penindasan terjadi dimana-mana dan juga dalam rumah tangga. Kasus istri yang disiksa suami— baik secara fisik maupun batin, terjadi setiap hari. Mereka yang kuat menindas yang lemah, dan mereka yang berkuasa menjalankan kuasanya dengan sewenang-wenang. Orang Kristen adalah orang yang harus mempraktekkan kasih kepada sesama. Tetapi kenyataan hidup sukar diduga. Seringkali kita dihadapkan dengan masalah di mana kita harus menerima umpatan, penistaan dan hujatan dari orang di sekitar kita. Yesus mengajarkan bahwa jika kita ditampar di pipi kanan, maka kita seharusnya memberikan pipi kiri juga. (Matius 5: 39 TSI) “39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah melawan orang yang berbuat jahat kepadamu. Misalnya kalau seseorang menampar pipi kananmu, berikanlah juga pipi kirimu.”

Perintah ini mengandung kiasan bahwa jika kita mengalami penghinaan atau umpatan orang lain, kita harus bersabar dan tidak memperburuk suasana dengan melakukan pembalasan. Menyerang orang lain dan membalas kelakuan jahat mereka adalah bertentangan dengan prinsip hidup keKristenan kita. Kita harus tetap dapat mengasihi sesama manusia, siapapun dalam keadaan apa pun.

Tetapi bagaimana jika kita tidak hanya menghadapi kemarahan, hujatan dan makian tetapi juga mengalami serangan fisik dan batin? Bolehkah kita membela diri? Ini adalah salah satu topik yang sukar dalam keKristenan. Banyak orang yang berkata bahwa kita harus menyerahkan segala sesuatu kepada Tuhan, dan jika perlu kita harus siap untuk berkurban seperti Stefanus sebagai seorang martir. Tetapi ini tidaklah benar. Penganiayaan, kekerasan, dan persekusi lainnya terjadi di berbagai tempat di dunia yang penuh dosa ini. Dan adalah kenyataan bahwa karena dunia ini tidak sempurna, pemerintah dan hukum tidak selalu dapat mengendalikan suasana. Tuhan tidak membutuhkan “martir-martir” di setiap tempat dan dalam setiap waktu. Orang Kristen boleh dan wajib membela diri dalam batas- batas tertentu, selama itu tidak merupakan penyerangan dan pembalasan. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah orang-orang yang memusuhimu, dan berdoalah bagi setiap orang yang menganiaya kamu.” (Matius 5:44 TSI)

Ibu MJS :          Boleh gak kita membela Tuhan? Misal dari orang-orang yang merendahkan-Nya, mengolok-olok Dia.

J :                   Sudah menjadi hal biasa bila kita mendengar bahwa ada kerusuhan atau perselisihan antar umat beragama. Masalah yang timbul memang tidak mudah untuk diselesaikan dan dicari jalan keluarnya. Walaupun seseorang memahami ajaran agamanya, ada kecenderungan ia akan merasa tersinggung ketika simbol-simbol agama dihina. Dalam keadaan itu, jangankan terluka, matipun mereka siap demi membela agama. Tetapi Tuhan tidak perlu dibela. Inilah yang dialami oleh murid-murid Kristus saat melihat sang Guru mereka ditangkap. Seakan siap bertarung mempertaruhkan nyawa mereka masing-masing. Artinya Tuhan adalah Maha Berkuasa atas segala-galanya dan tidak perlu pembelaan dari manusia. Saya pikir bahwa tindakan membela simbol-simbol agama bahkan Tuhan sendiri justru menunjukkan bahwa pelaku tidak memahami kedaulatan Tuhan dan kemahakuasaan-Nya. Kita perlu berhati-hati: Jangan sampai pembelaan yang kita lakukan justru salah di mata Tuhan.

Dalam cerita ketika Paulus dan Barnabas dipenjarakan di Filipi, Paulus siap membela dirinya dengan mempertahankan haknya sebagai warga negara Roma. Begitu juga waktu dia ditangkap di Yerusalem, dan dalam semua kesempatan yang diberikan untuk membela dirinya. Kita diperbolehkan membela diri dengan berlindung pada hukum negara dan melalui segala aparat keamanan. Ada cerita lain di mana Paulus membela diri dengan melarikan diri dari situasi berbahaya. Kita diperbolehkan melarikan diri! Dalam situasi lain, memang Paulus membela diri dengan kekuatan berdebat atau negosiasi. Ada juga situasi lain: Contohnya, dalam situasi di mana keluarga seorang bapak atau ibu diancam secara fisik, seperti dalam situasi perampokan. Saya kira Tuhan mengizinkan kita mengambil tindakan dalam situasi seperti itu untuk membela orang lain atau keluarga kita.

Tuhan memberkati.