Sang Anak Adam

Salah satu berkat besar yang terjadi ketika tim bekerja merevisi PB TSI adalah ketika menemukan arti dari gelar “Anak Manusia”. Selama ini makna dari gelar Yesus itu masih kabur. Namun ketika tim memeriksa sampai ke PL, ditemukanlah bahwa istilah ini bisa dihubungkan kepada nubuatan yang diungkapkan dalam Kej. 3:15.

Selama Yesus tinggal di dunia, Dia sering menyebut diri-Nya sebagai ‘Anak Manusia’. 

Apakah arti Anak Manusia? 

Sekarang tim penerjemah Albata mengajukan terjemahan yang baru untuk gelar-Nya itu, yaitu ‘Sang Anak Adam’. Untuk memahami gelar Yesus ini, mari kita melihatnya dari latar belakang Perjanjian Lama.

Dalam kitab Yehezkiel, mulai dari pasal 2:1, terdapat 93 kali Allah menyapa Yehezkiel sebagai ‘Anak Adam’. Sapaan itu dalam bahasa Ibrani adalah ‘BEN ADAM’. ‘Ben’ artinya ‘anak’, dan ‘adam’ bisa berarti ‘manusia’ (tunggal; lihat Kej. 3:20), atau nama pribadi Adam sendiri. Oleh karena bahasa Ibrani tidak membedakan huruf besar/kecil, maka sebutan ‘BEN ADAM’ bisa diartikan sebagai ‘keturunan Adam’ atau ‘keturunan (seorang) manusia’. Dalam konteks Allah memanggil Yehezkiel ‘Anak Adam’, arti dari panggilan tersebut adalah ‘manusia fana’. Dan seperti Yehezkiel, kita semua sebagai manusia yang fana dan lemah juga bisa disebut ‘anak Adam’.

Tetapi sebutan ‘Anak Adam’ menjadi sangat berbeda artinya ketika digunakan dalam nubuatan Daniel tentang Mesias di pasal 7:13. Daniel melihat “seseorang seperti manusia biasa (secara harfiah: ‘seperti anak Adam’) yang turun di antara awan-awan dari surga.” Selanjutnya, ayat 14 mengatakan,

“Dia diberi kekuasaan, kemuliaan, dan sebuah kerajaan di mana setiap suku, bangsa, dan bahasa harus melayani-Nya. Kerajaan-Nya tidak akan pernah berakhir dan kekuasaan-Nya kekal.” 

Waktu Yesus menyebut diri-Nya sebagai ‘(Sang) Anak Adam’, Dia merujuk kepada nubuatan Daniel tersebut. Dengan tambahan kata ‘Sang’, TSI menunjukkan bahwa Yesus bukan ‘anak Adam’ biasa, melainkan Raja di atas segala Raja yang dilihat oleh Daniel, yakni ‘seseorang’ yang akan datang di antara awan dan memerintah selama-lamanya.  

Gelar Yesus sebagai Sang Anak Adam juga merujuk kepada nubuatan pertama tentang keselamatan, yang tertulis di Kejadian 3:15. Dalam hukuman kepada si ular, Allah berkata,

“Aku akan membuat kamu dan perempuan ini saling bermusuhan.
Keturunanmu dan keturunan perempuan ini akan selalu bermusuhan.
Kamu akan menggigit tumit keturunannya (tunggal) yang laki-laki,
tetapi dia akan menghancurkan kepalamu.” (TSI)

Dengan cara yang luar biasa ini Allah menunjukkan bahwa kelak akan muncul Seorang laki-laki Keturunan Hawa dan dialah yang akan mengalahkan iblis.

Dalam kebudayaan Yahudi, keturunan Hawa lebih sering disebut dengan nama ayahnya, bukan nama ibu. Itulah sebabnya sesudah peristiwa di Kejadian 3 identitas Ket“Aku akan membuat kamu dan perempuan ini saling bermusuhan.
Keturunanmu dan keturunan perempuan ini akan selalu bermusuhan.
Kamu akan menggigit tumit keturunannya (tunggal) yang laki-laki,
tetapi dia akan menghancurkan kepalamu.” urunan Hawa itu disebut dengan nama ayahnya, yakni ‘Anak Adam’.

Tentunya nubuatan pertama itulah yang mendorong Rasul Paulus untuk membandingkan Adam dengan Sang Anak Adam di Roma 5:12-21 dan 1Korintus 15:22, 45. 1Korintus 15:45 berkata, 

“Seperti yang tertulis dalam Kitab Suci, ‘Manusia yang pertama, yaitu Adam, menjadi makhluk yang hidup.’ Tetapi ada Orang yang seperti Adam terakhir, yaitu Kristus Yesus, dan Dialah Roh yang memberi hidup.”

 Sejarah penerjemahan ‘BEN ADAM’ sebagai ‘anak manusia (tunggal)’ berawal dari Septuaginta (200-300 SM), yang menerjemahkan dari bahasa Ibrani ke dalam bahasa Yunani klasik sebagai  υιέ ανθρώπου (transliterasi: uie anthropou, Yeh. 2:1). Ayat yang utama untuk identitas gelar itu adalah Daniel 7:13. Karena Daniel menulis ayat itu menggunakan bahasa Aram, bentuk harfiah tidak lagi BEN ADAM. Tetapi walaupun demikian, dalam Septuaginta Daniel 7:13 masih menerjemahkan ‘seperti anak manusia’ (transliterasi: hos uios anthropou). Di Daniel 8:17 yang di tulis dalam bahasa Ibrani, Daniel (seperti Yehezkiel) disapa oleh malaikat Gabriel sebagai BEN ADAM, dan Septuaginta masih menerjemahkan ke dalam bahasa Yunani sebagai ‘Anak manusia’. Oleh karena itu, muncullah pertanyaan: Ketika Yesus mengucapkan gelar-Nya itu, Dia menggunakan bahasa mana?— Ibrani, Yunani, atau Aram.
Berdasarkan beberapa kutipan Yesus, ternyata Dia sering menggunakan bahasa Aram, yang serumpun dengan bahasa Ibrani dan digunakan sebagai bahasa sehari-hari pada waktu itu. Tetapi Yesus pasti berbahasa Ibrani dan Yunani juga. Bisa saja Yesus mengutip ayat Perjanjian Lama dari Septuaginta, seperti sering terlihat di surat-surat Perjanjian Baru. Kita menemukan jalan buntu di situ, karena kita tidak tahu Yesus menggunakan bahasa apa ketika mengucapkan gelar-Nya, dan apakah Dia mengatakan ‘Anak Adam’ atau ‘Anak Manusia’. 

Oleh karena kita menemukan jalan buntu ketika menggali bahasa sumber yang digunakan untuk mengucapkan gelar Yesus tersebut, lebih baik kita memikirkan cara yang terbaik untuk menyampaikan artinya kepada pembaca Terjemahan Sederhana Indonesia (TSI). Kendala menerjemahkan kata anthropou sebagai ‘manusia’ adalah pembaca sering berasumsi bahwa kata ‘manusia’ berarti jamak. Namun, kalau kita menerjemahkannya sebagai ‘Keturunan Seorang Manusia’, situasi menjadi semakin kabur dan pasti menghasilkan salah tafsir. Kita sudah tahu bahwa terjemahan ‘Anak Manusia’ sering disalah tafsir sebagai Yesus merendahkan diri-Nya, seolah-olah berkata, “Aku manusia biasa saja.”

Berdasarkan semua penjelasan di atas, sekarang kita mengerti bahwa ketika Yesus menggunakan gelar itu Dia sedang menyatakan diri-Nya sebagai Raja Penyelamat yang dinubuatkan. Hal itu terbukti dari konteks di mana Yesus memakai gelar-Nya itu:

    • Ketika Yesus menunjukkan hak-Nya sebagai Mesias dan Raja untuk memberi keputusan di dunia ini (Mat. 9:6; 12:8, 32; 13:37; 16:13).
    • Ketika berbicara tentang kedudukan Yesus yang hina di dunia ini dan pengurbanan diri-Nya sebagai Mesias (Mat. 8:20; 11:19; 12:40; 17:9, 12, 22; 20:18; 20:28; 26:2, 24, 45).
    • Ketika berbicara tentang kedatangan-Nya kembali yang penuh kemuliaan dan perbuatan-Nya yang perkasa kelak sebagai Mesias (Mat. 10:23; 13:41; 16:27-28; 19:28; 24:27, 30, 37, 39, 44; 25:31; 26:64).

Harapan baik ketika menerjemahkan gelar Yesus sebagai Sang Anak Adam adalah para pembaca bisa menyadari kemuliaan Yesus yang dimaksudkan dalam gelar-Nya itu. Namun, sebenarnya ada kekurangan juga dalam terjemahan gelar Yesus yang dipakai TSI, yaitu bahwa terjemahan menjadi lebih jelas daripada teks bahasa sumbernya. Hal itu disebabkan karena penggunaan huruf besar, pemakaian kata ‘Sang’, dan catatan-catatan kaki yang menolong para pembaca modern. Sedangkan dari Yohanes 12:34 kita tahu bahwa sebagian pendengar Yesus zaman dahulu tidak mengerti waktu Dia menyebut diri-Nya Anak Adam. Dalam hal ini, penggunaan gelar Sang Anak Adam dapat disamakan dengan perumpamaan-perumpamaan Yesus. Maksudnya, bagi orang-orang yang berusaha mengerti dan merenungkan ajaran Yesus, Allah akan menambah kemampuannya untuk mengerti. Tetapi bagi para pendengar yang tidak berusaha, Allah mencabut kemampuan untuk mengerti itu (Mat. 13:10-17). Kini, setelah kita mulai memahami makna Sang Anak Adam, kita bertanggung jawab untuk merenungkannya dan hidup dengan cara yang pantas sebagai para penyembah-Nya.

SUKACITA MENJARING JIWA-JIWA (MAT. 4:19 TSI)

Kata-Nya kepada mereka, “Mari ikut Aku. Pekerjaan kalian bukan lagi penjala ikan, tetapi Aku akan mengajar kalian untuk menjaring orang-orang supaya mereka menjadi pengikut-Ku.”

Matius 4:19 (TSI)

Seorang anak laki-laki pertama kali diajak memancing oleh ayahnya. Dengan bersemangat dia menyiapkan semua peralatan pancing dan umpan terbaik. Dia juga tidak lupa membawa topi dan bekal makan siang. Di lokasi pemancingan, dia mengikuti arahan ayahnya  dan duduk manis menanti ikan mendekati umpannya. Setelah beberapa lama, anak laki-laki ini merasa ada yang menyentuh kailnya, seketika itu dia berteriak memanggil ayahnya. Dengan bantuan sang ayah, dia berhasil menarik ikan yang sudah tertangkap itu. Tangkapan yang cukup besar. Pengalaman pertama yang menyenangkan membuat anak laki-laki ini selalu ikut ayahnya pergi memancing.

Ketika Yesus memanggil murid-murid yang pertama, perkataan yang Yesus ucapkan adalah “Mari ikut Aku. Pekerjaan kalian bukan lagi penjala ikan, tetapi Aku akan mengajar kalian untuk menjaring orang-orang supaya mereka menjadi pengikut-Ku”. Petrus, Andreas, Yakobus, dan Yohanes sangat paham bagaimana perasaan seorang nelayan yang berhasil menangkap ikan dengan jumlah besar. Atas dasar itulah, tanpa berpikir panjang mereka pun mengambil keputusan mengikut Yesus. Mereka tahu perasaan apa yang akan terjadi ketika banyak  orang terjaring menjadi pengikut Kristus.

Sebagai orang yang sudah terjaring oleh jala Kristus, tentu kita merasakan perubahan hidup. Ada sukacita yang melimpah ketika menjalani hidup bersama-Nya. Sukacita yang sama pula yang akan kita rasakan ketika kita melipat gandakan isi surga melalui usaha menjaring jiwa-jiwa untuk menjadi pengikut Kristus. Mari! Kita ambil bagian dalam menjaring orang-orang supaya sukacita kita tetap melimpah.

Sukacita adalah jaring kasih yang dengannya Anda dapat menjaring jiwa-jiwa.

Anonym

Terima kasih banyak

Shalom Bapak/Ibu,

Terima kasih banyak atas dukungan Bapak/Ibu untuk pelayanan Albata. Berkat dukungan Bapak/Ibu yang terus mengalir, persoalan keuangan yang kami alami beberapa bulan yang lalu kini sudah kembali stabil. Saat ini — atas kemurahan Tuhan melalui Bapak/Ibu — kami menjadi sangat percaya diri untuk terus maju mengambil bagian dalam menggenapi Amanat Agung, khususnya di bidang penerjemahan Alkitab dalam bahasa Indonesia yang sederhana.

Kami bersyukur karena sampai saat ini semua anggota Albata dalam keadaan sehat, dan terus bekerja sesuai dengan tugas bagiannya masing-masing. Sampai akhir tahun ini konsentrasi tim masih dalam proyek merevisi PB TSI. Mohon dukungan doa supaya Tuhan memimpin pekerjaan ini dengan memberi hikmat kepada semua anggota tim yang terlibat, dan juga memberkati semua media serta peralatan yang digunakan. Untuk melihat hasil revisi dalam Injil Matius pasal 5-7 silakan klik di sini.

Kami juga bersyukur karena di bulan Oktober kami bisa mendistribusikan 600 eksemplar PB TSI secara cuma-cuma kepada berbagai daerah di Indonesia. Foto-foto tentang pendistribusian TSI serta respons dari beberapa penerima, bisa dilihat di sini.

Per tanggal 6 November 2020, kami sudah menutup penggalangan dana untuk Gerakan Peduli Kasih (GPK) untuk tahun ini. Terima kasih banyak kepada anak-anak Tuhan yang sudah turut berpartisipasi. Dana yang sudah kami terima dari bulan Agustus hingga minggu pertama bulan November ini sejumlah Rp. 16.730.000. Semua dana itu akan kami kirim kepada Andi Offset untuk kemudian digunakan untuk mencetak PB TSI.  Albata berencana akan melakukan penggalangan dana lagi untuk dana GPK pada bulan Januari 2021. 

Sekali lagi kami berterima kasih banyak atas cinta kasih Bapak/Ibu untuk Albata, kiranya Tuhan yang Pemilik hidup kita melimpahkan kasih dan rahmat-Nya atas kehidupan Bapak/Ibu.

Balazi Gulo

Ketua Pengurus Yay. Albata

Secara khusus Albata berterima kasih kepada:

para donatur yang sudah mendukung Albata di bulan Oktober 2020:

  • Untuk General Fund Albata melalui rekening Mandiri
    • Claresta V.
  • Untuk General Fund Albata melalui rekening BCA:
    • Jakarta International Christian Fellowship
    • JIBC
    • M. A. Sachli
    • Dani H.  Solic
  • Untuk mendukung “Gerakan Peduli Kasih” melalui rek BCA Albata:

Puji Tuhan, sejak awal Agustus 2020 hingga sampai 6 November 2020 ini dana GPK sudah terkumpul sebesar Rp. 16.730.000. Semua dana itu akan kami kirim kepada Andi Offset untuk kemudian digunakan untuk mencetak PB TSI.

Tuhan memberkati.

Cara mendukung Albata

Untuk mendukung tim penerjemah Albata yang sedang menerjemahkan PL, silakan ditransfer melalui:

  • BCA  (KCP Hasyim Ashari, Jl. KH H. Ashari 5 AA, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia 10130)
    akun nomor: 262 390 3222
    atas nama : YAYASAN ALKITAB BAHASAKITA

Atau,

  • Bank Mandiri   Cabang KCP Jakarta Taman Ratu,  (Swift Code : B M R I I D J A)
    akun nomor: 165-0000-394-834,
    atas nama: Yayasan Alkitab BahasaKita.

 

Albata ingin mengirim tanda terima dan ucapan terima kasih kepada setiap pendukung. Oleh karena itu, ketika Bapak/Ibu pertama kali men-transfer ke akun Albata, mohon kesediaannya untuk menyertakan alamat email kepada bendahara Albata dengan memberi nama panggilan dan nama bank yang digunakan untuk mengirim dana.

Terima kasih.

Pokok Doa Albata November 2020

Shalom Saudaraku,

Memasuki bulan November ini kami berharap Saudara semakin diberkati Tuhan dalam segala hal. 

Saat ini tim kami masih bekerja merevisi PB TSI. Mohon dukungan doa supaya Tuhan memimpin pekerjaan ini dengan memberi hikmat kepada semua anggota tim yang terlibat, dan juga memberkati semua media serta peralatan yang digunakan. Untuk melihat hasil revisi dalam Injil Matius silakan klik di sini: Matius 5-7 TSI3 untuk percobaan

Foto-foto tentang pendistribusian TSI serta respons dari beberapa penerima, bisa dilihat di sini.

Per hari ini, 6 November 2020, kami sudah menutup penggalangan dana untuk Gerakan Peduli Kasih (GPK) untuk tahun ini. Terima kasih banyak kepada anak-anak Tuhan yang sudah turut berpartisipasi. Dana yang sudah kami terima dari bulan Agustus hingga minggu pertama bulan November ini sejumlah Rp. 16.330.000. Semua dana itu akan kami kirim kepada Andi Offset untuk kemudian digunakan untuk mencetak PB TSI.  Albata berencana akan melakukan penggalangan dana lagi untuk dana GPK pada bulan Januari 2021. 

Terima kasih atas kesediaan Bapak, Ibu untuk terus mendoakan Albata,

Tuhan Yesus memberkati.

 

Balazi Gulo

Ketua Pengurus Yay. Albata

Ucapan terima kasih kepada para pendukung (Oktober 2020)

Shalom Bapak/Ibu, 

Terima kasih banyak atas semua dukungan Bapak/Ibu untuk Albata pada bulan September yang lalu. 

Saat ini Albata sedang bekerja sama dengan Benih Yang Baik (BYB), untuk menyelenggarakan Tantangan Membaca Perjanjian Baru dalam waktu 90 Hari. Tantangan ini ditujukan untuk siapa saja, dan akan ada sertifikat bagi yang berhasil menyelesaikan rencana bacanya dalam waktu 90 hari. Selain itu Albata juga menyediakan 1 eksemplar Alkitab Terjemahan Sederhana Indonesia (TSI) sebagai hadiah kepada setiap pembaca. Peserta yang sudah mendaftar pada gelombang I  ada sebanyak 349 orang peserta, dari berbagai daerah di Indonesia. Mohon dukungan doanya supaya anak-anak Tuhan yang sudah menerima tantangan ini akan berkomitmen menyelesaikan seluruh PB dalam 90 hari. 

Beberapa testimoni dari anak-anak Tuhan yang sudah mendaftar di gelombang I:

Pendaftaran gelombang ke II akan dilakukan melalui link berikut:

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSeU4GFZC53Jdjs4WjH82E32l2BlqPYStlGIfZN_E4phERBA8w/viewformhttps://www.benihyangbaik.com/gerakan-alkitab-90

Saat ini juga kami masih membuka kesempatan bagi anak-anak Tuhan yang ingin berpartisipasi dalam GERAKAN PEDULI KASIH sampai bulan Oktober ini. (Informasi lebih lanjut mengenai program ini bisa dilihat melalui link di bawah:)

https://albata.info/gerakan-peduli-kasih/ 

Kami bersyukur karena beberapa hari yang lalu kami sudah menerima sebanyak 222 eksemplar TSI dari Andi Offset atas hasil dari program ini. Dalam bulan ini kami akan membagikan semua itu kepada jemaat-jemaat Tuhan yang ada di pedalaman, yang tidak dijangkau oleh internet, sehingga karena pandemi ini mereka terhalang untuk beribadah baik secara online maupun secara langsung di gerejanya. 

Atas semua dukungan dari Bapak/Ibu, kami sangat memuji Tuhan bahwa hingga saat ini keuangan Albata masih stabil. Kiranya Tuhan yang penuh kasih melihat dan memperhitungkan segala kebaikan yang Bapak/Ibu sudah tabur melalui pelayanan Albata. 

Tuhan memberkati Bapak/Ibu. Amin.

 

Balazi Gulo

Ketua Pengurus Yay. Albata

Secara khusus Albata berterima kasih kepada

para donatur yang sudah mendukung Albata di bulan September 2020:

  • Untuk General Fund Albata melalui rekening Mandiri
    • S. Duha
    • PBT
  • Untuk General Fund Albata melalui rekening BCA:
    • Jakarta International Christian Fellowship
    • JIBC
    • M. A. Sachli
    • P. C. F.
    • Benekdita A.
    • K. J. Harefa
  • Untuk mendukung “Gerakan Peduli Kasih” melalui rek BCA Albata:
    • Putratama A. (pada tanggal 10 Sep 2020)

Tuhan memberkati.

CARA MENDUKUNG ALBATA

Kami memperpanjang waktu penggalangan dana untuk Gerakan Peduli Kasih (GPK) sampai akhir bulan Oktober ini. Oleh karena itu, setiap pengiriman dana ke akun BCA Albata yang tidak ada nama dan keterangan akan diberikan 100% untuk proyek kerjasama dengan Andi Offset di atas. Tetapi dana yang masuk disertai keterangan, kami akan catat sesuai keterangan yang sudah disampaikan. 

BCA  (KCP Hasyim Ashari, Jl. KH H. Ashari 5 AA, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia 10130)
akun nomor: 262 390 3222
atas nama : YAYASAN ALKITAB BAHASAKITA


Untuk mendukung tim penerjemah Albata yang sedang menerjemahkan PL, silakan ditransfer melalui:

Bank Mandiri   Cabang KCP Jakarta Taman Ratu,  (Swift Code : B M R I I D J A)
akun nomor: 165-0000-394-834,
atas nama: Yayasan Alkitab BahasaKita.


 

Albata ingin mengirim tanda terima dan ucapan terima kasih kepada setiap pendukung. Oleh karena itu, ketika Bapak/Ibu pertama kali men-transfer ke akun Albata, mohon kesediaannya untuk menyertakan alamat email kepada bendahara Albata dengan memberi nama panggilan dan nama bank yang digunakan untuk mengirim dana.

Terima kasih.

Pokok Doa Albata untuk bulan Oktober 2020

Shalom Saudaraku,

Terima kasih atas kesediaannya menerima surat doa dari kami. Kami berharap Saudara senantiasa dalam perlindungan Tuhan yang sempurna.

Tiga bulan lagi kita akan memasuki hari yang sangat penting bagi kita, yaitu Natal dan Tahun Baru. Namun, pandemi Covid-19 belum juga dinyatakan berakhir di Indonesia. Oleh karena itu, untuk mempersiapkan diri menyambut hari yang istimewa itu, maka atas kerja sama dengan Benih Yang Baik (BYB), Albata menyelenggarakan Tantangan Membaca Perjanjian Baru dalam 90 Hari. Tantangan ini ditujukan untuk siapa saja, dan akan ada sertifikat bagi yang berhasil menyelesaikan rencana bacanya dalam waktu 90 hari. Selain itu Albata juga menyediakan 1 eksemplar Alkitab Terjemahan Sederhana Indonesia (TSI) sebagai hadiah kepada setiap pembaca. Pendaftaran untuk gelombang I sudah ditutup, tetapi untuk gelombang kedua masih dibuka sampai 14 bulan Oktober ini. Saat ini sudah ada 349 orang peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Mohon dukungan doanya supaya anak-anak Tuhan yang sudah menerima tantangan ini akan berkomitmen menyelesaikan seluruh PB dalam 90 hari. 

Beberapa testimoni dari anak-anak Tuhan yang sudah mendaftar di gelombang I:

Untuk mendaftar pada gelombang ke II, silakan klin di bawah ini. https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSeU4GFZC53Jdjs4WjH82E32l2BlqPYStlGIfZN_E4phERBA8w/viewformhttps://www.benihyangbaik.com/gerakan-alkitab-90

Kami masih membuka kesempatan bagi anak-anak Tuhan yang ingin berpartisipasi dalam GERAKAN PEDULI KASIH sampai bulan Oktober ini. Informasi lebih lanjut silakan klik di sini: https://albata.info/gerakan-peduli-kasih/ 

Kiranya kasih dan penyertaan Tuhan selalu tersedia bagi Saudara dalam segala keadaan. Amin.

 

Balazi Gulo

Ketua Pengurus Yay. Albata

Tantangan Membaca Alkitab PB dalam 90 Hari

Atas kerja sama dengan Benih Yang Baik (BYB), Albata menyelenggarakan Tantangan Membaca Perjanjian Baru dalam 90 Hari. Tantangan ini ditujukan untuk umum, dan akan ada sertifikat bagi yang berhasil menyelesaikan rencana bacanya dalam waktu 90 hari. Selain itu Albata juga menyediakan 1 eksemplar Alkitab Terjemahan Sederhana Indonesia (TSI) sebagai hadiah kepada setiap pembaca.

Pendaftaran untuk gelombang I sudah ditutup. Jumlah peserta adalah 349 orang dari berbagai daerah di Indonesia.

Gelombang II sedang dibuka untuk Anda. Silakan mendaftar melalui link di bawah ini sebelum ditutup pada tanggal 14 Oktober 2020.

https://www.benihyangbaik.com/gerakan-alkitab-90

Tuhan Yesus memberkati!

Pokok Doa Albata bulan September 2020

Shalom,

Gambar di samping adalah foto Sdr. Ibezaro Lase yang saat ini berada di Korea Selatan dan bekerja sebagai TKI Perikanan. Di sela-sela kesibukan pekerjaannya, dia sudah selesai membaca PL & PB sebanyak 5 kali. Namun waktu dia membaca Alkitab seringkali menemukan beberapa frasa, kalimat, atau ayat yang sulit dia pahami. Oleh karena persoalan itu dia mencoba mencari versi lain dalam bahasa Indonesia yang bisa menolong. Akhirnya dia menemukan PB Terjemahan Sederhana Indonesia (TSI). Ketika membuka pasal per pasal, kitab per kitab, khususnya pada ayat-ayat yang sulit dimengerti dalam versi utama bacaannya, akhirnya Sdr. Ibezaro merasa bahwa TSI memberikan jawaban. Salah satu ayat yang selama ini sulit dia pahami terdapat dalam Kis. 26:14 tentang kata ‘galah rangsang’.. 

Dalam Terjemahan Baru (TB) ayat itu berbunyi: 

14 Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang.  

Sedangkan dalam Terjemahan Sederhana Indonesia (TSI) berbunyi demikian:

14 Kami semua jatuh ke tanah, lalu saya mendengar suara yang berkata kepada saya dalam bahasa Ibrani, ‘Saulus, Saulus, kenapa kamu menganiaya Aku? Kamu sama seperti sapi yang terus saja menendang tongkat tajam gembalanya. Dengan melawan kehendak-Ku, kamu menyusahkan dirimu sendiri.’

Dalam ayat ini versi TSI terlihat lebih panjang namun memberikan arti yang lebih jelas, bahkan bisa menunjukkan budaya penggunaan galah rangsang dan kegiatan sapi membajak. Hal ini dikarenakan TSI adalah terjemahan berdasarkan arti, bukan secara harfiah.

Melihat perbedaaan itu, Sdr. Ibezaro Lase langsung menghubungi saya dan menceritakan pengalamannya. Singkat cerita bulan lalu saya sudah mengirim 50 eksemplar PB TSI ke alamatnya karena dia ingin membagikan kepada rekan-rekannya yang juga bekerja sebagai TKI di Korsel. Ibezaro sangat yakin bahwa membaca Alkitab versi TSI akan memudahkan pembacanya mengerti arti Firman Allah sebagaimana yang sudah dialaminya. Kita berharap akan banyak orang yang turut merasakan manfaat membaca TSI seperti pengalaman sdr. Ibezaro, sebab itulah tujuan Albata melalui TSI, yaitu supaya pemahaman umat tentang Firman Allah semakin meningkat.

Untuk menyambut pengalaman Sdr. Ibezaro di atas, maka dalam waktu dekat ini Albata akan menggunakan salah satu aplikasi e-reader untuk mendukung Gerakan Baca Alkitab PB TSI. Mohon dukungan doanya supaya rencana ini segera terwujud. 

Saat ini tim penerjemah Albata sedang merevisi PB TSI edisi 2.3 menjadi edisi revisi 3. Kami mohon dukungan doa Bapak/Ibu supaya proses revisi ini dapat berlangsung sesuai dengan  waktu yang sudah ditentukan. Kami juga mengharapkan masukan, usulan, atau saran dari Bapak/Ibu dalam rangka meningkatkan kualitas teks PB TSI.

Kiranya Tuhan yang penuh kasih dan rahmat senantiasa menjaga dan melindungi Bapak/Ibu dari segala mara bahaya. Dia memberi damai sejahtera dan mencurahkan berkat-Nya yang melimpah atas kehidupan dan atas segala usaha yang dikerjakannya. Amin.

Balazi Gulo

Ketua Pengurus Yay. Albata

 

Ucapan Terima Kasih kepada Para Pendukung (September 2020)

Shalom Bapak/Ibu,

Saya ingin berbagi satu kisah yang sangat menarik dari seorang pengguna TSI. 

Gambar di samping adalah foto Sdr. Ibezaro Lase yang saat ini berada di Korea Selatan dan bekerja sebagai TKI Perikanan. Di sela-sela kesibukan pekerjaannya, dia sudah selesai membaca PL & PB sebanyak 5 kali. Namun waktu dia membaca Alkitab seringkali menemukan beberapa frasa, kalimat, atau ayat yang sulit dia pahami. Oleh karena persoalan itu dia mencoba mencari versi lain dalam bahasa Indonesia yang bisa menolong. Akhirnya dia menemukan PB Terjemahan Sederhana Indonesia (TSI). Ketika membuka pasal per pasal, kitab per kitab, khususnya pada ayat-ayat yang sulit dimengerti dalam versi utama bacaannya, akhirnya Sdr. Ibezaro merasa bahwa TSI memberikan jawaban. Salah satu ayat yang selama ini sulit dia pahami terdapat dalam Kis. 26:14 tentang kata ‘galah rangsang’.. 

Dalam Terjemahan Baru (TB) ayat itu berbunyi: 

14 Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang.  

Sedangkan dalam Terjemahan Sederhana Indonesia (TSI) berbunyi demikian:

14 Kami semua jatuh ke tanah, lalu saya mendengar suara yang berkata kepada saya dalam bahasa Ibrani, ‘Saulus, Saulus, kenapa kamu menganiaya Aku? Kamu sama seperti sapi yang terus saja menendang tongkat tajam gembalanya. Dengan melawan kehendak-Ku, kamu menyusahkan dirimu sendiri.’

Dalam ayat ini versi TSI terlihat lebih panjang namun memberikan arti yang lebih jelas, bahkan bisa menunjukkan budaya penggunaan galah rangsang dan kegiatan sapi membajak. Hal ini dikarenakan TSI adalah terjemahan berdasarkan arti, bukan secara harfiah.

Melihat perbedaaan itu, Sdr. Ibezaro Lase langsung menghubungi saya dan menceritakan pengalamannya. Singkat cerita bulan lalu saya sudah mengirim 50 eksemplar PB TSI ke alamatnya karena dia ingin membagikan kepada rekan-rekannya yang juga bekerja sebagai TKI di Korsel. Ibezaro sangat yakin bahwa membaca Alkitab versi TSI akan memudahkan pembacanya mengerti arti Firman Allah sebagaimana yang sudah dialaminya. Kita berharap akan banyak orang yang turut merasakan manfaat membaca TSI seperti pengalaman sdr. Ibezaro, sebab itulah tujuan Albata melalui TSI, yaitu supaya pemahaman umat tentang Firman Allah semakin meningkat.

Untuk menyambut pengalaman Sdr. Ibezaro di atas, maka dalam waktu dekat ini Albata akan menggunakan salah satu aplikasi e-reader untuk mendukung Gerakan Baca Alkitab PB TSI. Mohon dukungan doanya supaya rencana ini segera terwujud. 

Saat ini tim penerjemah Albata sedang merevisi PB TSI edisi 2.3 menjadi edisi revisi 3. Kami mohon dukungan doa Bapak/Ibu supaya proses revisi ini dapat berlangsung sesuai dengan  waktu yang sudah ditentukan. Kami juga mengharapkan masukan, usulan, atau saran dari Bapak/Ibu dalam rangka meningkatkan kualitas teks PB TSI.

Akhir kata, terima kasih banyak atas dukungan dana dan doa yang tak henti-hentinya dari Bapak/Ibu, kiranya Tuhan yang penuh kasih dan rahmat senantiasa menjaga dan melindungi Bapak/Ibu. Biarlah damai sejahtera akan dicurahkan atas kehidupan dan atas segala usaha yang Bapak/Ibu kerjakan. Amin.

Balazi Gulo

Ketua Pengurus Yay. Albata

Secara khusus Albata berterima kasih kepada

para donatur yang sudah mendukung Albata di bulan Agustus 2020:

  • Untuk General Fund Albata melalui rekening Mandiri
    • Yayasan FCBH Hosana
    • S. Duha
  • Untuk General Fund Albata melalui rekening BCA:
    • Jakarta International Christian Fellowship
    • JIBC
    • M. A. Sachli
    • P. C. F.
    • Theodora O.
    • K. J. Harefa
  • Untuk mendukung “Gerakan Peduli Kasih” melalui rek BCA Albata:
    03/8/2020Bingky H.
    10/8/2020Vincent S.
    10/8/2020Erick S.
    10/8/2020Juan H. S.
      
      
      
      
      
      

Puji Tuhan, sampai awal bulan Agustus 2020 sudah terkumpul sebesar Rp. 30 jt untuk dana “Gerakan Peduli Kasih“ (20 jt terkumpul melalui rekening Andi Offset dan 10 jt melalui rekening BCA Yayasan Albata.

Pihak Andi Offset masih menunggu kalau ada masuk sebesar  Rp. 20 jt lagi untuk bisa mulai mencetak sebanyak 3.000 eksemplar. 

Kami (Albata) kehilangan nomor kontak dari Bpk. Putratama A. seorang anak Tuhan dari Kaltim yang sudah menyumbangkan dana melalui rekening BCA Yayasan Albata. Mohon kesediaannya untuk menghubungi kami kembali melalui alamat email bendahara@bahasakita.net.

Tuhan memberkati.

CARA MENDUKUNG ALBATA

Sampai bulan September ini, setiap pengiriman dana ke akun BCA Albata yang tidak ada nama dan keterangan akan diberikan 100% untuk proyek kerjasama dengan Andi Offset di atas. Tetapi dana yang masuk disertai keterangan, kami akan catat sesuai keterangan yang sudah disampaikan. 

BCA  (KCP Hasyim Ashari, Jl. KH H. Ashari 5 AA, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia 10130)
akun nomor: 262 390 3222
atas nama : YAYASAN ALKITAB BAHASAKITA


Untuk mendukung tim penerjemah Albata yang sedang menerjemahkan PL, silakan ditransfer melalui:

Bank Mandiri   Cabang KCP Jakarta Taman Ratu,  (Swift Code : B M R I I D J A)
akun nomor: 165-0000-394-834,
atas nama: Yayasan Alkitab BahasaKita.


 

Albata ingin mengirim tanda terima dan ucapan terima kasih kepada setiap pendukung. Oleh karena itu, ketika Bapak/Ibu pertama kali men-transfer ke akun Albata, mohon kesediaannya untuk menyertakan alamat email kepada bendahara Albata dengan memberi nama panggilan dan nama bank yang digunakan untuk mengirim dana.

Terima kasih.