Open post

Bertumbuh di dalam Allah

Dasar-dasar untuk bertumbuh dalam hubungan pribadi dengan Allah

Memasuki suatu hubungan dengan Allah melalui Anak-Nya Yesus Kristus merupakan permulaan yang luar biasa — tetapi itu hanya sebuah permulaan. Mungkin hubungan ini bisa menjadi akhir dari perjalanan yang disebut “datang kepada iman”, tetapi sebenarnya hubungan itu adalah awal perjalanan lainnya yang disebut “bertumbuh di dalam Allah.”  Rasul Paulus mengatakan “mengenal” Yesus Kristus merupakan tujuan yang terbesar di dalam hidupnya. Dia berkata, “Maka sekarang saya hanya rindukan mengenal Kristus dan kuasa yang menghidupkan Dia dari kematian. Dan saya rindu ikut menderita dalam rangka melayani Kristus sama seperti Dia sendiri menderita— sampai saya rela mati seperti Dia! Dengan begitu saya sangat berharap supaya saya sendiri pantas ikut dihidupkan kembali dari kematian.” (Filipi 3:10-11 TSI). 

Paulus melihat untuk bertumbuh di dalam Allah membutuhkan usaha seumur hidup sampai kematian mengantarkannya ke hadirat Allah! Jadi, bagaimana kita mengenal Allah, Penyelamat kita yang hebat itu dan bertumbuh di dalam-Nya? Ada banyak cara, tetapi waktu sudah memperlihatkan bahwa beberapa dari cara tersebut merupakan kunci. Pengetahuan kita tentang Dia tidak bisa menolong tetapi kita bisa bertumbuh ketika mempelajari Firman-Nya, berbicara dengan-Nya di dalam doa, membagikan kesaksian hidup dengan orang percaya lainnya, menceritakan kepada orang lain apa yang sudah Allah lakukan untuk kita, dan mengikuti Dia setiap hari dengan iman dan taat. Kami akan membahas setiap cara tersebut dengan singkat dan berurutan. 

1. Mempelajari Firman TUHAN

Jangan berharap kalau seorang anak kecil akan tumbuh menjadi orang dewasa yang sehat tanpa makanan yang layak dan bergizi. Anak-anak makan untuk bertumbuh. Demikian juga Firman Allah adalah makanan rohani yang memelihara pertumbuhan setiap orang Kristen. Rasul Petrus mendorong para pengikut Yesus untuk menjadi seperti bayi-bayi yang baru lahir, “Sebagaimana bayi yang baru lahir yang selalu haus akan air susu murni dari ibunya, begitu juga kalian hendaklah selalu haus akan pelajaran rohani yang benar— yaitu yang terdapat dalam Firman Allah. Karena dalam Firman Allah dikatakan seperti ini, ‘Kalian sendiri sudah merasakan kebaikan Tuhan’” (1 Petrus 2:2-3 TSI). Sama halnya ada banyak cara untuk makan— begitu juga ada banyak cara untuk “memakan” Firman Allah yang memberi kehidupan. Perhatikanlah cara-cara berikut untuk memulainya.

  • Membaca Alkitab Saudara setiap hari. Ada banyak rencana untuk membaca sebagian dari Alkitab setiap hari. Kalau Saudara adalah pengikut Kristus yang baru, Saudara bisa mulai dengan membaca beberapa ayat dari Injil Yohanes setiap hari sampai selesai. Lalu lanjut ke Injil lainnya (Matius, Markus atau Lukas), atau salah satu dari surat-surat Paulus tentang “pekabaran injil” seperti Efesus atau Filipi. Saudara juga bisa menemukan “renungan” Alkitab yang memilih beberapa bagian nats firman Allah untuk dibaca setiap hari, dan termasuk di dalamnya pemikiran-pemikiran tertentu untuk diperhatikan.
  • Membaca seluruh Alkitab. Beberapa Alkitab yang diterbitkan menyediakan panduan-panduan untuk membaca Alkitab secara sistematis. Kalau Alkitab Saudara tidak memiliki panduan-panduan seperti itu, Saudara dapat menemukan dengan mudah beberapa Alkitab dengan panduan-panduan yang tersedia di: https://www.thegospelcoalition.org/blogs/justin-taylor/reading-the-bible-in-2013/ 
  • Menyelidiki Firman Allah artinya Saudara dipenuhi dengan janji-janji-Nya. Hafal dan renungkan janji-janji-Nya. Sekali lagi, sebagian Alkitab memiliki sedikitnya sebagian daftar janji-janji Allah di bagian referensi. Sebagian lagi tersedia secara gratis di: http://bible.org/article/selected-promises-god-each-book-bible 
  • Mempelajari Alkitab dalam sebuah kelompok. Mempelajari Firman Allah bersama-sama dengan sesama orang Kristen merupakan cara yang sangat bagus untuk bertumbuh dalam pengertian yang baru akan Firman Allah dan komunitas. Carilah seorang pemimpin di gereja yang percaya Alkitab di daerah Saudara dan tanyakan apakah ada kelompok belajar Alkitab yang mungkin tersedia untuk Saudara. 

Penekanan dalam mempelajari Alkitab seharusnya tidak sekedar bersifat akademis, atau belajar untuk diteliti saja. Saudara belajar bukan untuk mendapatkan “pengetahuan di kepala” tetapi untuk mengetahui lebih mendalam dan sepenuhnya Allah yang sudah melibatkan Saudara di dalam rencana keselamatan. Saudara adalah bagian dari kisah-Nya sekarang! 

2. Berdoa Allah dan menunggu untuk mendengar juga dari Allah

Doa adalah cara yang sederhana untuk berbicara dengan Allah — dan itu sangat penting. Mungkin cara ini terlihat seperti berbicara satu arah, tetapi tidak seperti itu. Doa melibatkan pembicaraan dengan Allah dan mendengar suara-Nya kembali— karena Dia berbicara melalui Firman-Nya, melalui para pelayan-Nya, dan melalui suara Roh Kudus yang lembut dan tenang. Melalui doa kita mengucap syukur kepada Allah atas segala kebaikan-Nya pada kita, mengakui dosa-dosa kita, memuji Dia karena siapa Dia, dan memohon kepada-Nya. Doa yang teratur membuat hubungan kita bertumbuh di Allah dan mendewasakan iman kita. Alkitab berkata kita seharusnya mendoakan segalanya, dan berdoa “tiada henti.” Sesungguhnya, tidak ada hal yang terlalu kecil untuk dibawa kepada Allah melalui doa. Dia adalah Allah dari segala kehidupan.

  • Milikilah kebiasaan memberikan waktu bersama Allah setiap hari. Belajar untuk mendengar serta berbicara. Sebagian orang menyebut waktu bersama dengan Allah adalah “saat teduh”, tetapi itu bukan berarti tidak bersuara sama sekali. Saudara boleh berdoa dengan suara keras, menyanyikan pujian, atau membaca doa dari kitab suci dengan suara keras saat ini. Hal terpenting adalah mengatur waktu untuk Allah tanpa kompromi, meskipun hanya beberapa menit setiap hari, pagi atau malam, dan fokus kepada-Nya tanpa gangguan.
  • Buatlah catatan doa harian. Mencatat doa-doa Saudara dapat menolong Saudara melihat bagaimana Allah sudah menuntunmu, dan memuji Dia karena kesetiaan-Nya dalam memberi tidak hanya yang saudara minta kepada-Nya tetapi apa yang sungguh-sungguh saudara butuhkan. Pastikan saudara membagikan kesaksian kepada orang lain atas setiap doa-doamu yang sudah dijawab. Kesetiaan Allah kepada Saudara dapat digunakan untuk membangun iman orang lain juga!
  • Pelajari apa yang Yesus ajarkan tentang doa dalam Contoh Doa di akhir pelajaran ini. Ketika murid-murid Yesus berkata, “Tuhan, ajarkanlah kami berdoa,” inilah jawaban yang Yesus berikan. Banyak orang mengucapkan doa dengan cara luar kepala atau sebagai rutinitas saja — hampir tidak merenungkan arti dari kata-kata di dalam doa itu. Pada saat Saudara mempelajari doa ini, perhatikanlah setiap bagiannya, dan apa yang dikatakannya tentang Tuhan yang selalu memelihara dan memperhatikan Saudara.
  • Latihlah diri Saudara untuk terus menjaga percakapan dengan Allah sepanjang hari. Ada yang menyebutnya “berlatih merasakan kehadiran” Allah. Ingatkan diri saudara bahwa Allah ada bersama dengan Saudara sepanjang hari, setiap hari — dan Saudara bebas berbicara dengan-Nya tentang apa saja dan kapan saja. 

3. Bersekutu dengan sesama orang-orang percaya

Seperti yang sudah kita pelajari, ketika seseorang datang kepada Kristus, dia menjadi bagian dari Tubuh-Nya yaitu gereja. Sama seperti tubuh fisik, setiap anggota tubuh rohani memiliki fungsi yang khusus dan identitas yang istimewa. Sama seperti jari tidak dapat menjalankan fungsinya jika terlepas dari tangan, jadi seorang Kristen tidak akan pernah sepenuhnya tahu dan mengalami identitasnya kalau hubungannya terpisah dari tubuh gereja lokal. Bersekutu sangat penting untuk pertumbuhan Kristen, dan kita diperingatkan untuk tidak meninggalkannya (Ibrani 10:24-25). Dalam komunitas atau persekutuan dengan orang-orang percaya lainnya, kita belajar hal-hal tentang Tuhan dan diri kita sendiri yang mungkin tidak dipelajari dengan cara lain. 

  • Ketika Saudara memulai perjalanan iman Saudara, carilah sebuah gereja terdekat yang dengan jelas mengajarkan: (a) Iman dalam Kristus sebagai cara untuk mengenal Allah dan menerima hidup yang selama-lamanya, dan (b) Alkitab sebagai Firman Allah.
  • Cari tahu bagaimana Saudara dapat melayani Tubuh melalui gereja setempat sehingga Allah dapat menggunakan Saudara dan Saudara dapat bertumbuh.
  • Tetap setia kepada gereja setempat.  Tidak hanya Saudara yang membutuhkan gereja­— gereja juga membutuhkan Saudara!

4. Membagikan iman Saudara dengan orang lain

Ketika sebuah pohon yang diciptakan untuk menghasilkan buah berhenti berbuah, ketidakmampuannya untuk berbuah adalah petunjuk yang kuat bahwa pohon tersebut tidak sehat. Sama seperti pohon yang sehat yang menghasilkan buah, seorang Kristen yang sehat menghasilkan buah dengan cara membagikan ajaran-ajaran benar yang memberi kehidupan kepada orang lain. Kehidupan yang sudah diberikan Allah kepada Saudara akhirnya akan tersendat kalau Saudara menyimpannya untuk diri sendiri dan tidak pernah membicarakannya kepada orang lain. Kalau Saudara meneruskan apa yang sudah Allah berikan, maka Dia akan menyegarkan Saudara kembali. Membagikan iman  Saudara merupakan bagian yang sangat penting dalam kehidupan orang Kristen— bukan karena rasa bersalah— tetapi karena sukacita dan kegairahan atas kebaikan-Nya yang menyelamatkan Saudara. 

  • Mintalah supaya Allah menolong Saudara membuat daftar orang-orang yang Dia pilih sebagai tempat bagi Saudara untuk membagikan iman Saudara. Mulailah berdoa sekarang untuk waktu yang tepat melakukannya di setiap keadaan.
  • Carilah kesempatan setiap hari untuk berbagi. Tanyalah kepada Tuhan, “Apakah Engkau sudah mempersiapkan orang ini untuk mendengar apa yang harus saya bagikan?” Bersedialah mengambil risiko. Hasilnya bisa lebih menakjubkan dari yang Saudara tahu.
  • Biasakanlah diri Saudara memahami bagian Mengenal Tuhan dari pelajaran ini, sehingga Saudara siap dan tenang untuk membagikan kisah tentang pengharapan yang sudah ada di dalam diri Saudara dan pasti akan disaksikan oleh orang lain (1 Petrus 3:15). 
  • Berlatihlah membagikan perjalanan iman Saudara melalui percakapan yang sederhana dan sopan. Saudara tidak pernah tahu kapan Allah akan memberikan kesempatan kepada Saudara untuk bercerita! 

5. Belajar percaya dan taat dengan cara bergantung kepada Allah

Sebelumnya sudah disampaikan bahwa semua pengetahuan sejati adalah hasil dari ketaatan; sedangkan yang lainnya hanya informasi. Kalau Saudara sungguh-sungguh mau mengenal dan mengalami Allah, maka saudara harus percaya dan taat kepada-Nya — mengandalkan Roh Kudus yang sudah Saudara terima dari Allah. Ketaatan bagi orang Kristen bukan suatu pilihan. Meskipun dosa-dosa kita sudah diampuni, kita tidak boleh dengan sengaja terus berbuat dosa karena menganggap kebaikan hati Allah membebaskan kita dari hukuman. Kita bisa pastikan bahwa Allah tidak akan memberikan pencerahan dan pengertian yang lebih banyak sampai kita setia dengan kebaikan hati-Nya yang sudah diberikan kepada kita. 

Pada saat kita percaya dan taat kepada Allah, kita diubahkan menjadi semakin sama seperti gambaran-Nya. Inilah yang disebut “pengudusan,” dan ini merupakan hasil dari keselamatan yang dimaksudkan bagi setiap laki-laki dan perempuan. Tujuan Allah adalah bahwa “Kristus akan dibentuk” di dalam diri anak-anak-Nya (Galatia 4:19) — dan proses ini tidak otomatis, tetapi tepatnya sebagai hasil dari apa yang disebut oleh seorang penulis “Ketaatan yang panjang di arah yang sama.”

6. Bagaimana kita bengambil bagian dalam proses pengudusan kita ini?

  • Mempelajari Firman Tuhan. Alkitab adalah sumber utama orang-orang Kristen untuk belajar bagaimana menaati Allah. Kita membacanya dan sekaligus mempelajarinya, serta diubahkan secara supernatural olehnya — karena Alkitab merupakan buku kehidupan yang memiliki kekuatan untuk mengubahkan kita! (1 Timotius 3:16-17).
  • Menggunakan waktu menyendiri dengan Allah. Mintalah kepada-Nya untuk menunjukkan bagian apapun yang ada di dalam diri Saudara yang tidak taat terhadap Firman-Nya. Kalau ada bagian-bagian yang Saudara gumulkan yang kelihatannya terus mengambil hal yang lebih baik dari Saudara, carilah nasihat dari orang Kristen yang lebih tua dan lebih bijaksana dari Saudara, yang bisa berjalan dengan Saudara melewati pergumulan Saudara dan yang bertanggung jawab. 
  • Belajar mendengarkan dan menanggapi Roh Kudus dari waktu ke waktu. Ini adalah sebuah latihan yang tumbuh lebih mudah seiring berjalannya waktu, tetapi Saudara dapat dan harus mulai mengetahui dan menanggapi seorang Pribadi yang Yesus sebut sebagai “Sang Penghibur,” dan Dialah yang dikirim untuk berjalan di sisi kita.
  • Percaya kepada Kristus untuk menyelesaikan apa yang sudah Dia mulai. Dengan cara yang sama, oleh iman, Saudara percaya kepada Kristus untuk keselamatan Saudara, belajar percaya kepada Roh Kudus yang memberikan kekuatan untuk menaati Allah dari waktu ke waktu. Orang-orang benar tidak hanya diselamatkan oleh iman, tetapi juga hidup oleh iman yang menyelamatkan mereka! (Filipi 1:6). 
Open post

Mengenal Allah

MENGENAL ALLAH

 

Bagaimana memulai hubungan pribadi dengan Allah?

Pikirkanlah mengenai hal ini… sebuah hubungan pribadi dengan Pencipta alam semesta! Sungguh kesempatan yang luar biasa! Bacalah secara keseluruhan informasi berikut ini supaya Saudara memahami beberapa masalah yang menjadi dasar untuk menetapkan sebuah hubungan pribadi dengan Allah. Ambillah waktu untuk memulai pelajaran ini dan minta Allah untuk memberikan pengertian kepada Saudara. 

Perhatikan kebenaran-kebenaran ini dan lihat di Alkitab.

Tentang Allah

a.  Dia Kudus. Dia lebih menakjubkan dari apa pun dan dari siapa pun yang pernah Saudara kenal! Dia mutlak benar. (Yesaya 2:2; Mazmur 99:3 dan Wahyu 15:4)

b. Dia adalah kasih. Kasih-Nya sempurna. Dia mengasihi Saudara. Dia mau yang terbaik buat Saudara. (1 Yohanes 4:16; Yohanes 10:10)

c. Dia adalah Pencipta. Allah menciptakan segalanya, termasuk Saudara. Maksudnya adalah Dia tahu apa yang terbaik buat Saudara. Dia juga membuat hukum-hukum (petunjuk-petunjuk hidup) untuk kebaikan Saudara sendiri dan bagi kemuliaan-Nya. (Kolose 1:16; Mazmur 139:13; Mazmur 1:1-3 dan Yosua 1:8) 

Tentang Saudara dan saya

a. Kita semua berdosa. Manusia pertama yang diciptakan adalah Adam. Dia tidak taat kepada Allah dan karena ketidaktaatannya, penyakit menular yang mematikan yaitu dosa masuk ke dalam dunia. Sebagai keturunan Adam, kita semua sudah tertular dengan dosa dan menjadi berdosa terhadap Allah dengan melanggar hukum-hukum-Nya. (Roma 5:12; Roma 3: 23 dan Yesaya 53:6)

b. Dosa harus dihakimi. Karena Allah adalah Kudus dan Benar, Dia tidak dapat menerima atau mengabaikan dosa. Menerima dan mengabaikan dosa akan menyalahi Karakter-Nya dan mencemarkan Sifat-Nya. Hukuman dosa adalah terpisah dengan Allah dan maut. (Roma 2:5-6; Roma 6:23 dan Yesaya 59:2)

c. Kita tidak dapat “menebus” dosa kita dengan menjadi orang yang lebih baik atau melakukan hal-hal yang baik. Dosa apapun yang melawan Allah yang abadi akan menerima akibat-akibat yang abadi juga. Manusia tidak bisa “menyelesaikan” dengan sebuah jawaban/jalan keluar yang dapat  “mendahului” masalah dosa. Hanya Allah yang dapat melakukannya. Jika perlu ulangi pelajaran 21. Kebutuhan manusia yang terbesar bukanlah untuk menjadi lebih baik, tetapi untuk menjadi baru (pelajaran 58). (Roma 8:3-4; 1 Petrus 1:18-19) 

Pemberian Allah

a. Karena Allah sangat mengasihi Saudara. Dia mengutus Anak-Nya, yaitu Yesus Kristus, untuk membayar hukuman atas dosa-dosa Saudara. Yesus mati di kayu salib untuk melepaskan Saudara dari dosa dan akibat-akibatnya. Tetapi kematian tidak dapat mengalahkan Yesus. Dia bangkit dari kubur pada hari yang ketiga. (Roma 5:8 dan Efesus 2:4-6)

b. Melalui kematian dan kebangkitan Yesus, Allah memberikan kita (2 Korintus 5:15)

  • Pengampunan — Tidak ada lagi penghalang antara Saudara dan Allah. (Kisah Para Rasul 13:38; Efesus 1:17)
  • Hidup Baru dan sebuah awal yang baru — Melalui Roh Kudus, Dia memberikan Hidup-Nya sendiri. Dia akan memimpin Saudara masuk ke dalam kebenaran dan memberikan Saudara kuasa atas dosa. (Yohanes 3:3-8; 2 Korintus 5:17; Yohanes 16:3 dan Galatia 5:16) 
  • Tujuan — Allah memiliki rencana buat hidup Saudara, dan Dia mau Saudara memiliki masa depan. (Efesus 2:10)
  • Hidup Selama-lamanya — Saudara akan hidup dengan Allah selama-lamanya. (Yohanes:3:16)
  • Saudara mendapatkan lebih dari apa yang bisa Saudara bayangkan! (1 Korintus 2:9)

Keputusan Saudara

  1. Keselamatan adalah sebuah hadiah. Apa yang Allah tawarkan kepada Saudara melalui Yesus adalah sebuah hadiah. Walaupun gratis, hadiah itu cukup mahal untuk diperoleh. Allah sudah membayarnya lebih dari apa yang bisa kita mengerti. Dia memberikan Anak-Nya sendiri. (Efesus 2:8; Romans 6:23 dan 2 Korintus 9:15)
  2. Sebuah hadiah belum menjadi milik Saudara sebelum Saudara menerimanya. Saudara tidak bisa mendapatkan sebuah hadiah dan hal itu tidak bisa dipaksakan bagi Saudara. Hadiah itu tidak menjadi milik Saudara sebelum memilih untuk menerimanya. Saudara menerima hadiah ini dari Allah dengan cara percaya kepada-Nya melalui iman. Saudara dapat memulai hubungan pribadi dengan Allah melalui doa singkat sebagai berikut. (Yohanes 1:12; Yohanes 5:24 dan Roma 10:8-9)

“Ya Allah, Saya sudah terpisah dengan Engkau oleh karena dosa-dosa saya. Saya berterima kasih kepada-Mu Yesus yang mati karena membebaskan saya dari hukuman dan kuasa dosa. Saya siap memberikan hidup saya untuk Engkau kendalikan. Ampuni saya, penuhi saya dengan Roh Kudus-Mu, dan jadikan saya menjadi seperti yang Engkau kehendaki. Dalam nama Yesus, Amin.”

Klik di sini kalau (a) Saudara sudah berdoa seperti doa di atas dan mau ditolong untuk mengetahui apa yang akan dilakukan selanjutnya (b) Saudara tidak siap berdoa seperti doa di atas, tetapi mau belajar lebih banyak lagi atau (c) Saudara memiliki pertanyaan mengenai hubungan sSaudara dengan Allah. Kami dengan senang hati bisa menghubungi Saudara melalui email yang nyaman untuk berkomunikasi.

Berikut ini adalah hal-hal penting yang Saudara butuhkan mengenai hidup baru Saudara di dalam Kristus!

  1. Karena Saudara sudah percaya dan mengaku, Saudara diselamatkan! (Roma 10:9-10)
  2. Hal-hal menakjubkan yang sudah terjadi kepada Saudara:
    1. Saudara sudah dilahirkan kembali: artinya Saudara adalah seorang ciptaan baru di dalam Kristus! (1 Petrus 1:23; 2 Korintus 5:17)
    2. Roh Kudus Allah sekarang tinggal di dalam diri Saudara selama-lamanya sehingga Saudara bisa memiliki hubungan pribadi dengan-Nya dan Dia memberikan kekuatan kepada Saudara untuk mengikuti Dia sebagai Tuhan saudara! (1 Korintus 3:16; Roma 8:10-11; 1 Korintus 6:17)
  3. Para malaikat Surga bersukacita karena keputusan yang sudah Saudara buat dan kami juga turut bersukacita dengan mereka (Lukas 5:10)
  4. Karena Saudara tidak melakukan usaha apapun supaya selamat (keselamatan adalah sebuah hadiah dari Allah), dan sekarang tidak ada juga yang bisa Saudara perbuat untuk melepaskan keselamatan itu. (Efesus 2:8-10; Yohanes 10:28)
    1. Saudara dimateraikan dengan Roh Kudus dan keselamatan Saudara terjamin untuk selama-lamanya. (Efesus 1:13-14; Efesus 4:30; 2 Korintus 1:21)
    2. Roh Kudus dari Allah sekarang akan meyakinkan roh Saudara bahwa Saudara adalah anak-Nya dan Saudara akan bersama dengan Dia selama-lamanya. (Roma 8:16-17)  
  • Sangat penting bagi saudara untuk bertumbuh di dalam hubungan dengan Yesus Kristus. Pertumbuhan hubungan itu datang dengan cara berbicara kepada Allah  terus-menerus dan membaca Firman-Nya di dalam Alkitab setiap hari.  Bertemu dengan orang-orang Kristen lainnya untuk bersekutu, menyembah Allah, saling  menguatkan dengan penuh tanggung jawab, belajar dalam kelompok penyelidikan Alkitab dan melayani. Bertemu bersama dengan orang-orang Kristen yang lain seperti ini disebut gereja. Saudara perlu mencari dan datang ke gereja yang percaya dan mengajarkan Alkitab.
  • Penting bagi Saudara sekarang bersukacita dengan orang lain, baik orang-orang Kristen dan orang-orang bukan kristen, karena keputusan yang Saudara buat. Di dalam 24 jam ke depan, cobalah untuk menceritakan setidaknya kepada 5 orang mengenai hubungan Saudara dengan Yesus Kristus.

Akhirnya, ada hal-hal dasar yang perlu Saudara lakukan untuk bertumbuh di dalam hubungan dengan Allah. Untuk belajar lebih banyak, Kunjungi bagian pelajaran BERTUMBUH di dalam Allah.

 

 

 

 

Open post

Melawan Rasa Takut

Bacaan Matius 8:28-34
Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI)

Yesus mengusir setan-setan dari orang-orang Gadara*

28 Waktu Yesus tiba di seberang danau— yaitu daerah orang Gadara,** dua orang yang dikuasai setan-setan datang menemui Dia. Kedua orang itu tinggal di lokasi perkuburan,*** dan mereka begitu berbahaya sehingga tidak seorang pun berani lewat ke sana. 
29 Kedua orang itu berteriak kepada-Nya, “Hei Anak Allah! Kenapa engkau**** mengganggu kami? Apakah engkau datang untuk menyiksa kami sebelum waktu yang ditentukan Allah?”
30 Tidak jauh dari situ ada sekelompok besar babi sedang makan. 
31 Setan-setan itu minta berulang kali kepada-Nya, “Kalau engkau mengusir kami keluar dari kedua orang ini, ijinkanlah kami masuk ke dalam babi-babi itu.”
32 Kata-Nya, “Pergilah!” Lalu setan-setan itu pergi dari kedua orang itu dan memasuki babi-babi itu. Dan semua babi itu lari dan terjun dari pinggir jurang ke dalam danau, lalu mati tenggelam. 
33 Para penjaga babi itu lari ke kota dan menceritakan apa yang sudah terjadi dengan babi-babi itu dan kedua orang yang dulu dikuasai setan-setan itu. 
34 Lalu seluruh penduduk kota keluar untuk menemui Yesus dan mereka memohon dengan sangat supaya Dia meninggalkan daerah mereka.

Kecenderungan orang yang berbuat salah biasanya akan sering marah-marah. Sebenarnya ia sadar bahwa dirinya bersalah, tetapi sebelum disalahkan, perlindungan dirinya keluar. Contohnya, seorang pria berselingkuh tetapi istrinya tidak tahu. Namun, setiap bertemu istrinya, pria tersebut suka tiba-tiba marah-marah tidak jelas. Tujuannya jelas, agar istrinya tidak punya kesempatan menanyakan banyak hal kepadanya. Kita mungkin juga pernah merasa takut bertemu seseorang karena kita bersalah kepada orang tersebut. Padahal, belum tentu orang tersebut mengerti kesalahan yang kita maksudkan.

Ada banyak penyebab rasa takut dalam diri manusia. Selain takut karena bersalah, ada pula ketakutan yang disebabkan karena sesuatu yang dapat membahayakan atau mengancam jiwa. Orang-orang di daerah Gadara mengalami hal ini ketika ada dua orang kerasukan yang hidup di daerah pekuburan di Gadara. Dua orang itu sangat berbahaya sehingga tak ada seorangpun berani melewati jalan di dekat pekuburan itu. Namun, Yesus sama sekali tidak gentar dengan dua orang yang kerasukan tersebut. Dalam diri-Nya ada kuasa dan wibawa yang luar biasa, sehingga ketika ia berkata, “Pergilah!”, maka roh-roh jahat yang merasuki kedua orang itu pun menurut. Dua orang itu pun sembuh dan hidupnya dimerdekakan dari kuasa gelap.

Rasa takut memang lazim dialami oleh manusia, dengan kadar yang berbeda. Namun, jangan pernah biarkan rasa takut menguasai kita. Jika rasa takut kita berkaitan dengan kuasa kegelapan, singkirkan ketakutan itu dengan kuasa nama Yesus. Jangan pernah lari dari rasa takut, tetapi hadapilah bersama dengan keberanian yang Tuhan berikan, karena sering kali apa yang kita takutkan atau khawatirkan tak pernah terbukti.

Dikutip dan disadur dari renungan Andi Offset Desember 2017

Catatan Kaki:
* Perikop: Mrk. 5:1-20; Luk. 8:26-39
** 8:28 Gadara Suatu daerah sebelah tenggara Danau Galilea. Daerah itu juga disebut Gerasa.
*** 8:28 lokasi perkuburan Pada waktu itu orang Yahudi sering menguburkan mayat orang di gua atau di ruangan kecil yang digali di dalam gunung batu. Kejadian ini banyak berbicara tentang hal-hal yang najis— roh jahat, kuburan, babi, dan daerah orang yang bukan Yahudi. Ini semua dianggap najis oleh orang Yahudi.
**** 8:29 engkau Huruf kecil dipakai di sini sebagai kata ganti untuk nama Yesus. Walaupun roh-roh jahat itu tahu bahwa Yesus adalah Anak Allah, mereka tidak sesungguhnya menghormati dan tunduk kepada-Nya (Yak. 2:19). 

Open post

Tim Pilihan

Bacaan Lukas 5:27-35
Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI)

Matius mengikut Yesus*

27 Sesudah itu Yesus keluar dan melihat seorang petugas pemerintah yang sedang duduk di tempat kerjanya. Pekerjaan orang itu adalah penagih pajak** dari masyarakat untuk diberikan kepada pemerintah Roma. Nama orang itu Matius.*** Yesus berkata kepadanya, “Mari, ikutlah Aku.” 
28 Matius pun berdiri, meninggalkan segala sesuatu yang ada di tempat kerjanya, dan ikut Yesus dalam perjalanan.
29 Matius mengadakan perjamuan makan besar bagi Yesus di rumahnya. Banyak penagih pajak dan orang-orang lain makan bersama mereka. 
30 Melihat hal itu, orang-orang Farisi dan para ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid-Nya, “Kenapa kalian makan dan minum bersama para penagih pajak dan orang-orang berdosa yang lain?”
31 Yesus menjawab mereka, “Orang yang sehat tidak perlu ke dokter. Yang perlu ke dokter adalah orang sakit. 32 Begitu juga dengan Aku. Aku datang untuk memanggil orang-orang berdosa supaya bertobat— bukan untuk orang-orang yang merasa dirinya benar!”

Hal berpuasa****

33 Lalu ada orang-orang yang berkata kepada Yesus, “Para murid Yohanes sering berdoa dan berpuasa. Para anggota kelompok Farisi juga begitu. Tetapi murid-muridmu terus makan dan minum.”
34 Yesus menjawab dengan memberikan contoh yang menunjukkan persamaan, “Pasti tidak ada tamu-tamu dalam suatu pesta pernikahan disuruh berpuasa selama pengantin laki-laki masih ada bersama mereka! Begitu juga selama Aku masih bersama murid-murid-Ku, mereka tidak akan berpuasa. 
35 Tetapi coba kalian pikir apa yang akan terjadi kalau pengantin laki-laki ditangkap oleh yang memusuhi-Nya. Hal itulah yang akan terjadi kepada-Ku, dan pada waktu itulah murid-murid-Ku akan berpuasa.”

Dalam film Moneyball (2011), Billy Beane tim membangun tim baseball Oakland Atheticks menjadi tim pemenang dengan cara yang tak lazim. Sebelum memasuki musim kompetisi 2002, tim ini telah kehilangan tiga pemain kunci mereka dan tak ada lagi dana untuk membeli pemain baru. Beane selaku manajer utama menggunakan data statistik yang saat itu jarang digunakan, untuk membangun satu tim yang terdiri dari pemain-pemain kurang terkenal, baik yang sudah “tua” maupun yang dianggap kurang berprestasi oleh tim lainnya. Hasilnya, tim pilihan yang “bukan apa-apa” itu berhasil memenangkan 20 pertandingan berturut- turut hingga memuncaki klasemen divisi mereka.

Film Moneyball mengingatkan kita mengenai cara Yesus dalam mengumpulkan orang-orang untuk menjadimurid-Nya. Dalam tim pilihan Yesus, kita menemukan para pelaut garang dari Galilea, seorang zelot (pemberontak terhadap kuasa Romawi), bahkan pemungut cukai yang dibenci banyak orang. Yesus tidak mencari orang-orang yang hebat—Tetapi Allah memilih ajaran dan orang-orang percaya yang dianggap bodoh oleh manusia di dunia ini, untuk mempermalukan orang-orang yang dianggap bijak. Dan Dia memilih para penginjil dan Kabar Baik tentang Kristus yang dianggap lemah oleh manusia di dunia ini, untuk mempermalukan orang-orang kuat.  (1 Kor. 1:27 PB-TSI). Allah menggunakan orang-orang seperti ini untuk menghadirkan suatu gerakan yang kelak begitu berdampak sehingga dunia pun dijungkirbalikkan.

Sifat naluri kita akan selalu mencari hal-hal yang familiar, berdampak, dan kaya. Kita biasanya mengabaikan yang berstatus rendah atau secara jasmani terbatas. Namun, Yesus memilih untuk menempatkan orang-orang yang dipandang sebelah mata untuk menjadi tim pilihan-Nya. Dalam Yesus Kristus, kita semua berguna dan penting. Saat kita memperlakukan secara baik dan menghormati siapapun, di situlah kita sedang menghormati Allah.

Dikutip dan disadur dari renungan Andi Offset Desember 2017

Catatan Kaki:
Perikop: Mat. 9:9-13; Mrk. 2:13-17
** 5:27 penagih pajak Lihat catatan di Luk. 3:12.
*** 5:27 Matius Lukas menulis nama lain untuk Matius— yaitu “Lewi.” Sekarang kita lebih mengenal dia sebagai Matius, seperti tertulis dalam Mat. 9:9-13; 10:3.
**** Perikop: Mat. 9:14-17; Mrk. 2:18-22

 

Open post

Dimulai dari Diri Sendiri

Bacaan Matius 7:12
Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI)

Hukum yang terutama

12 “Perlakukanlah setiap orang seperti yang kamu inginkan dia lakukan kepadamu, karena itulah inti yang diajarkan oleh Hukum Taurat dan ajaran para nabi.”

Perilaku pengguna jalan raya sekarang dan dulu jauh berbeda, baik pejalan kaki maupun pengendara motor tak lagi saling menghargai sesama pengguna jalan. Contoh ketika di traffic light. Banyak pengendara motor yang justru melaju kencang padahal lampu kuning sudah menyala, atau timer di traffic light masih tersisa 3 detik tetapi pengendara sudah melajukan kendaraannya. Belum lagi pejalan kaki menyeberang tidak di zebra cross, atau menyeberang ketika lampu hijau menyala. Padahal semua itu perilaku yang membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Jika perilaku tidak menghormati dan menghargai terus kita biasakan dalam kehidupan ini, dampak yang lebih buruk akan terjadi. Anak tidak akan menggubris nasihat kita selaku orangtuanya jika diri sendiri tidak dapat menunjukkan teladan yang baik baginya. Rekan kerja/rekan pelayanan tak akan respect terhadap kita jika kita sendiri tak pernah respect dengannya. Kita tak akan pernah dihargai dan dihormati orang lain kalau kita tak pernah menghormati dan menghargai orang lain. Ini adalah hukum alam yang Yesus sampaikan kepada manusia, “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka”. Itu artinya tidak dapat diganggu gugat apalagi diubah.

Jadi, apa yang kita tabur itulah yang akan dituai. Kita memperlakukan orang lain dengan buruk, kelak kita juga pasti diperlakukan buruk oleh orang lain, sebaliknya pun begitu. Mari renungkan sikap dan perilaku kita selama ini! Jangan sampai kita menyesal dikemudian hari karena perilaku buruk kita selama ini.

Dikutip dan disadur dari renungan Andi Offset Desember 2017

 

Open post

Kekuatiran

KEKUATIRAN

Penulis: Jaya Waruwu

Matius 6:25-34 Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI)

25“Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir tentang apa saja yang kamu butuhkan dalam hidupmu, seperti makanan dan minuman. Dan janganlah juga kuatir tentang apa saja yang kamu butuhkan untuk tubuhmu, seperti pakaian. Karena pastilah ada hal-hal dalam hidupmu yang lebih penting daripada makanan dan pakaian.
26 Perhatikanlah burung-burung. Mereka tidak perlu menabur atau menuai, dan mereka tidak perlu menyimpan makanan di gudang. Bapamu yang di surga menyediakan makanan bagi burung-burung itu. Jadi ketahuilah: Kamu jauh lebih berharga di mata Bapamu dari pada burung.
27 Dan dengan kekuatiran kamu tidak sanggup menambah sedetik pun pada umurmu. Jadi tidak usah kuatir!
28 “Misalnya tentang pakaian, kenapa kamu kuatir? Perhatikanlah tumbuhan liar yang tidak perlu kerja keras untuk membuat pakaian bagi dirinya sendiri. Karena Allah menjadikan tumbuhan itu untuk menghasilkan bunga yang indah.
29 Aku sungguh-sungguh berkata kepadamu: Raja Salomo— walaupun dia sangat kaya, tidak memakai pakaian seindah dari salah satu bunga-bunga itu.
30 Kalau Allah memberi keindahan yang seperti itu kepada tumbuhan liar, padahal tumbuhan itu hanya hidup dalam waktu yang singkat saja, kemudian layu dan dibuang ke dalam api, maka yakinlah bahwa Dia pasti lebih memperhatikan kamu daripada tumbuhan itu. Dan Dia juga akan menyediakan pakaian bagimu— hai kamu yang kurang percaya kepada Allah!
31 “Jadi tidak usah kuatir seperti itu dan berkata, ‘Apakah yang akan saya makan?’ Atau ‘Apakah yang akan saya minum?’ Atau ‘Apakah yang akan saya pakai?’
32 Semua hal itu selalu dikuatirkan oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah. Padahal Bapamu yang di surga sudah tahu bahwa kamu membutuhkan semuanya itu.
33 Tetapi hal yang harus kamu utamakan adalah hidup dengan cara yang pantas dan benar sebagai warga kerajaan Allah, dan semua hal yang kamu butuhkan akan diberikan juga kepadamu.
34 Jadi, tidak usah kuatir akan hari esok. Karena tiap-tiap hari mempunyai pergumulannya sendiri. Cukuplah jalani pergumulan hari ini. Jangan tambah lagi dengan pergumulan hari yang akan datang.”*

Apa itu Kuatir?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata khawatir/kuatir adalah perasaan gelisah, takut, atau cemas terhadap sesuatu hal yang belum pasti.** Kuatir juga merupakan suatu rangkaian pandangan negatif yang tidak terkendali dan berpusat pada masalah dengan akibat mendatangkan kekacauan.*** Kuatir memiliki beberapa ciri penting yang perlu diketahui oleh setiap kita antara lain: Pertama, kuatir berkaitan dengan masa depan. Artinya kita merasa  seperti sedang menguatirkan masa lalu, tetapi umumnya dalam hal ini menguatirkan konsekuensi masa depan dari peristiwa masa lalu. Kedua, kuatir adalah sebuah permainan tunggal. Artinya kita kuatir seorang diri dan kebanyakan orang di sekitar kita tidak saling berbagi perhatian yang sama dengan kita tentang masa depan. Ketiga, kuatir membuat kita takut dan gelisah. Artinya kuatir menghabiskan jumlah besar energi emosional kita dan membuat kita kelelahan. Keempat, kuatir merupakan suatu sikap pesimistis yang tidak berpengharapan.

Sebagian orang sangat mudah mengucapkan kalimat “Jangan kuatir,” tetapi mungkin sulit untuk melakukannya. Sebenarnya  kalimat tersebut menggambarkan seluruh keinginan kita yang sebenarnya. Tetapi bagaimana kita mengurangi rasa kuatir tersebut? Dan bagaimana kita menghidupkan rasa damai sejahtera tentang masa depan kita untuk mengganti  keresahan yang sering menghampiri hidup setiap kita?

Apa kata Alkitab tentang “Kuatir”?

Bagian Alkitab yang dibahas kali ini tidak terlepas dari ajaran Yesus di atas bukit, di mana ayat 25 merupakan fokus dari pembahasan mengenai kekuatiran. Fokus pada pembahasan ini di ayat yang ke 25

25 Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir tentang apa saja yang kamu butuhkan dalam hidupmu, seperti makanan dan minuman. Dan janganlah juga kuatir tentang apa saja yang kamu butuhkan untuk tubuhmu, seperti pakaian. Karena pastilah ada hal-hal dalam hidupmu yang lebih penting daripada makanan dan pakaian.

Pasal 6:25-34 masih berkaitan erat dengan pasal sebelumnya yaitu pasal 6:19-24. Keduanya sama-sama membahas tentang materi— yaitu uang atau istilah lain Mamon. Di awal kalimat ayat 25 “Oleh karena itu” menyiratkan bahwa  pasal 6:25-34 merupakan kelanjutan dari ayat sebelumnya, yaitu ajaran mengenai hal yang harus dilakukan sesudah mengetahui contoh yang diberikan Yesus di ayat 24 atau, lebih tepat,  dari pasal 6:24. Maksudnya adalah orang yang mendedikasikan hidup hanya kepada Allah saja– bukan sekaligus kepada uang atau mamon, pasti tidak akan membiarkan dirinya dikuasai oleh kekuatiran. Bagi dia yang paling penting adalah Allah, bukan materi. Dia tidak akan memusingkan dirinya terhadap sesuatu yang tidak terlalu penting. Apa yang diajarkan di pasal 6:25-34 tentu saja tidak bisa diartikan bahwa kita tidak perlu memikirkan kebutuhan sehari-hari. Perlu diketahui bahwa memikirkan sesuatu berbeda dengan menguatirkan sesuatu. Kuatir berarti menaruh perhatian yang berlebihan pada sesuatu sampai orang tersebut gagal menaruh keyakinan dan pengharapan yang sepantasnya hanya pada Allah saja.

Teks ini juga tidak melarang kita untuk bekerja keras bagi kebutuhan kita atau mempersiapkan masa depan. Allah seringkali memenuhi kebutuhan melalui kerja keras dan perencanaan hidup yang baik. Kita tidak boleh menyelubungi kemalasan dalam bekerja dan merencanakan hidup dengan jargon-jargon rohani seperti “berserah penuh pada Allah” atau “tenang dalam pemeliharaan Tuhan”. Pemikiran logis membantu kita untuk memahami bahwa ada hal-hal lain yang lebih penting daripada makanan-minuman dan pakaian (ayat 25). Manusia makan supaya bertahan hidup. Bukan hidup untuk makan. Jadi, kehidupan lebih penting daripada makanan. Manusia berpakaian untuk menutupi tubuhnya. Bukan tubuh untuk pakaian. Jadi, tubuh lebih penting daripada pakaian. Sarana tidak pernah menjadi lebih penting daripada tujuan.

Menguatirkan makanan, minuman dan pakaian merupakan tindakan yang masuk akal. Jika hidup dan tubuh kita saja yang lebih penting dan berada di luar kendali kita yang telah dipercayakan Allah kepada kita, masakan Allah tidak mampu menyediakan apa yang dibutuhkan oleh hidup dan tubuh kita? Pemikiran logis juga menolong kita untuk memahami bahwa manusia lebih penting daripada makhluk lain (ayat 26, 28-30). Bangsa Yahudi sangat menyadari keunikan manusia sebagai gambar Allah (Kej 1:26-27) dan mahkota ciptaan (Mzm 8:3-8).

Apa yang dipikirkan terus-menerus oleh seseorang menyiratkan betapa pentingnya hal itu bagi dia. Orang yang memandang harta sebagai yang terpenting dalam kehidupan pasti akan menjadikan harta sebagai fokus hidup. Sukacitanya ditentukan oleh jumlah hartanya. Tatkala apa yang dianggap penting sedang terancam hilang atau berkurang, orang itu pasti akan menguatirkannya sedemikian rupa. Berbeda dengan mereka yang beriman pada Bapa di surga. Mereka meyakini bahwa Bapa yang baik pasti sudah mengetahui apa pun yang mereka perlukan. Menguatirkan makanan dan pakaian sama saja dengan meragukan perhatian dan pemeliharaan-Nya dalam kehidupan kita. Jikalau makanan dan pakaian tidak lagi menjadi fokus kehidupan kita, kita pasti akan dimampukan untuk memiliki fokus yang benar. Hal yang perlu untuk dilakukan adalah menjalani kehidupan setiap hari dengan penuh iman dan ucapan syukur serta bersandar pada Allah saja.

Secara alkitabiah, tidak salah jika kita mencoba untuk hidup lebih realistis dalam menghadapi masalah. Mengabaikan suatu bahaya merupakan tindakan yang salah dan bodoh. Namun jugalah salah jika kita kita hidup dalam kekuatiran. Untuk kekuatiran semacam ini kita harus menyerahkannya kepada Tuhan, karena hanya Dia yang dapat melepaskan kita dari tekanan-tekanan seperti itu. Dia juga membebaskan kita untuk hidup lebih realistis tanpa rasa kuatir karena Dia sanggup memenuhi kebutuhan umat-Nya. Menurut DR Garry R Collins seorang Psikolog dari Kanada, dalam bukunya Christian Counselling) Ada beberapa saran umum yang dapat mengurangi ketakutan, kekuatiran dan kecemasan Anda:

  • DOSA DALAM HIDUPMU→Terkadang ketakutan dan kecemasan merupakan hasil dari dosa dan kesalahan kita. Jika kita melakukan suatu dosa akan timbul kecemasan dan ketakutan, hal ini dimungkinkan, karena Tuhan menginginkan perhatian kita. Tindakan yang harus dilakukan dalam menghadapi situasi seperti ini adalah bertobat dan mencari pengampunan-Nya.
  • TIDUR→Normalnya manusia membutuhkan waktu 7-8 jam untuk tidur setiap harinya. Kurang tidur dapat meningkatkan kecemasan. Istirahatlah yang cukup. Jika Anda menghadapi kendala ini, Anda dapat mencari pertolongan-Nya melalui doa atau bahkan mencari bantuan seorang psikolog.
  • BERSIKAP LEBIH REALISTIS→Banyak orang kuatir dan cemas akan hal-hal yang tak pernah terjadi terhadap mereka. Bersantailah. Pusatkan pikiran Anda pada kegiatan Anda pada hari itu. Nikmati hidup Anda.
  • DENGARKANLAH→Musik yang lembut dan santai, ada banyak musik-musik kristen yang cukup lembut (seperti lagu penyembahan) yang dapat membantu Anda untuk lebih dekat dengan Tuhan. Jika mungkin dengarkanlah kaset-kaset khotbah dari pembicara yang menjadi favorit.
  • KESENANGAN→Lakukanlah sesuatu yang Anda rasa dapat Anda nikmati. Adalah baik untuk mengambil waktu sejenak untuk rekreasi, tinggalkan rasa khawatir Anda dan bergembiralah.
  • BERBICARA→Jangan simpan kecemasan Anda, adalah baik jika Anda meringankan beban Anda dengan berbagi (sharing) dengan orang-orang yang dapat Anda percayai dan kenal seperti sahabat, keluarga, pendeta atau konselor. Jika hal ini benar-benar mengganggu Anda, jadwalkanlah waktu yang tetap setiap minggu untuk sharing dengan seseorang yang Anda percaya.
  • BERTINDAK→Ambil tindakan yang praktis, untuk menghindari hal-hal yang dapat membahayakan Anda, jangan paksakan diri, karena hal ini hanya akan meningkatkan kecemasan Anda.
  • OLAHRAGA→Studi kesehatan menunjukkan bahwa dengan berolahraga dapat menurunkan tingkat kecemasan kita. Jika Anda cukup sehat cobalah untuk berolahraga, seperti berjalan santai, lari, berenang atau olahraga lainnya yang dapat Anda lakukan.
  • PERTOLONGAN PROFESIONAL→Ada banyak organisasi yang bersedia untuk menolong orang yang sering terserang kecemasan termasuk Midwest Center for Stress and Anxiety (stresscenter.com). Anda dapat mencari informasi juga melalui internet dengan menggunakan kata kunci: anxiety, panic attacks, agrophobia. Anda juga harus mampu mencari pertolongan di sekitar daerah Anda dengan mencoba berkonsultasi dengan dokter atau Pendeta atau Romo dan gembala gereja Anda****

Apa kata Alkitab tentang kekuatiran?

Hadapilah kekuatiran itu, setiap hari kita menjalani kehidupan dengan percaya. Percaya bukan sekadar suatu pilihan aktivitas yang boleh dilakukan, boleh juga tidak. Satu-satunya pilihan nyata adalah sasaran keyakinan kita, dan sasaran keyakinan kita itu menentukan apakah kita akan berjuang melawan kuatir atau tidak. Inti dari semuanya itu adalah bahwa kita belajar hidup dengan percaya. Belajar hidup dengan percaya merupakan langkah alkitabiah pertama untuk menyingkirkan kekuatiran dari hidup kita. Dalam Ibrani 11:6  dalam Terjemahan Sederhana Indonesia (TSI) Jelaslah bahwa tanpa percaya penuh, kita tidak mungkin menyenangkan hati-Nya. Karena setiap orang yang mau datang kepada-Nya harus percaya bahwa Allah itu benar-benar ada dan bahwa Dia memberkati setiap orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” Percaya merupakan minyak dalam mesin kehidupan. Percaya bukanlah suatu kekuatan gaib yang tiba-tiba menghinggapi diri kita. Memahami peranan percaya dalam kehidupan adalah suatu hal yang sangat penting. Mengenali apakah sebenarnya kekuatiran itu, adalah hal lain yang tak kalah pentingnya. Yesus berkata “Jadi, tidak usah kuatir akan hari esok. Karena tiap-tiap hari mempunyai pergumulannya sendiri. Cukuplah jalani pergumulan hari ini. Jangan tambah lagi dengan pergumulan hari yang akan datang.” (Matius 6:34 TSI). Yesus dengan tegas menyatakan bahwa kuatir merupakan sesuatu hal yang paling buruk. Ada beberapa alasan mengapa Yesus berkata demikian tentang kekuatiran. Yang pertama adalah Dia sudah berjanji akan   memenuhi keperluan dan kebutuhan kita (Filipi 4:19). Kedua kuatir adalah sama dengan meragukan kemahakuasaan Allah. Allah telah berjanji turut bekerja dalam segala sesuatu untuk menghasilkan kebaikan (Roma 8:28 TSI). Ketiga kuatir sama dengan meragukan ketulusan Allah. Allah telah berjanji bahwa Dia tidak akan meninggalkan kita (Ibrani 13:5-6 TSI). 

Bagaimana mengatasi kekuatiran? 

Percaya dan berserah kepada Tuhan. Ungkapan ini dipergunakan empat kali dalam injil Matius sebagai dorongan pertumbuhan maupun teguran— yaitu jangan menjadi orang yang kurang percaya, atau juga bisa disebut jangan menjadi kuatir dan gelisah. Bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah hidup dalam kekuatiran karena mereka tidak mengenal Allah di surga. Saya bercerita sedikit tentang pengalaman hidup saya. Waktu saya mau menikah pada bulan Februari 2018 saya dan calon istri menghadapi kekuatiran yang besar, karena saat itu kami berdua belum cukup dana untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk pernikahan tersebut dan kami berdua mengalami masalah keuangan yang belum cukup untuk biaya pernikahan tersebut. Kami berdua terus bergumul dan berdoa dan saya ingat firman Tuhan waktu itu bahwa Janganlah kuatir tentang apa saja yang kamu butuhkan dalam hidupmu Perhatikanlah burung-burung. Mereka tidak perlu menabur atau menuai, dan mereka tidak perlu menyimpan makanan di gudang. Dari firman Tuhan ini mengingatkan kami berdua bahwa kami selalu mengucap syukur apa pun keadaan kami berdua dan juga kami terus berdoa dan kami berserah hanya kepada Allah saja.  Orang-orang yang tidak mengenal Allah mereka, mengejar materi karena kekuatiran mereka. Tuhan Yesus menghendaki kita supaya kita mendahulukan mencari kerajaan-Nya dan kebenaran-Nya. Bagaimana seharusnya sikap kita dan yang harus kita lakukan ketika ada masalah, kesulitan, tantangan, padahal Yesus melarang kita kuatir?. Rumus sederhana yang perlu kita miliki yaitu tetap 3B: Tetap berserah (1 Petrus 5:7). Menyerahkan setiap pergumulan dan masalah kita kepada Tuhan dan percaya bahwa Dia sanggup menolong kita tepat pada waktunya. Tetap berdoa (Filipi 4:6). Firman Tuhan menjanjikan apabila kita minta, maka kita akan mendapatkan, jadi yang Tuhan inginkan adalah tetap berdoa dan hanya menantikan pertolongan dari Tuhan saja. Tetap bersyukur (1 Tesalonika 5:18). Kehendak Tuhan adalah tetap mengucap syukur apapun keadaannya, jadi bukan hanya dalam keadaan baik-baik saja kita mengucap syukur, tetapi justru dalam kelemahan, dalam masalah, dalam tekanan kita dituntut untuk tetap mengucap syukur. 

 

Catatan Kaki:

*Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI)
** https://kbbi.web.id/khawatir

***James R. Beck dan David T. Moore, Kuatir
**** https://christiananswers.net/indonesian/q-eden/anxiety-i.html 

 

Open post

Malaikat Penolong

Bacaan Kisah Para Rasul 23:12-22
Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI)

Orang Yahudi membuat rencana untuk membunuh Paulus

12 Besok paginya orang Yahudi mengatur rencana secara rahasia untuk membunuh Paulus. Mereka bersumpah kepada Allah bahwa mereka tidak akan makan dan tidak akan minum sebelum mereka berhasil membunuh Paulus. 
13 Ada lebih dari empat puluh orang yang sepakat bersumpah seperti itu. 
14 Lalu mereka pergi kepada imam-imam kepala dan para pemimpin Yahudi untuk memberitahukan, “Kami sudah bersumpah di hadapan Allah bahwa kami tidak akan makan dan tidak akan minum apa-apa sebelum kami berhasil membunuh Paulus. 
15 Sekarang kalian atas nama sidang Mahkamah Agama mintalah kepada komandan batalion supaya Paulus dibawa lagi kepada kalian, seolah-olah kalian mau memeriksa perkaranya lebih teliti. Tetapi dia tidak akan sampai di sini, karena kami sudah siap untuk membunuh dia di dalam perjalanan sebelum dia tiba di sini.”
16 Tetapi keponakan laki-laki Paulus mendengar tentang rencana itu. (Dia adalah anak dari saudara perempuan Paulus.) Lalu dia pergi ke markas dan memberitahukan hal itu kepada Paulus. 
17 Lalu Paulus memanggil salah satu komandan kompi dan berkata, “Tolong bawa remaja ini kepada komandan batalion, karena dia mau menyampaikan sesuatu kepadanya.”
18 Maka komandan kompi itu membawa dia kepada komandan batalion dan berkata, “Paulus, tahanan itu, memanggil dan meminta saya supaya remaja ini diantarkan kepadamu. Dia mau menyampaikan sesuatu.”
19 Lalu komandan batalion itu memegang tangan remaja itu dan membawa dia ke samping dan bertanya, “Apa yang kamu mau katakan kepada saya?”
20 Dan remaja itu berkata, “Orang-orang Yahudi sudah membuat rencana untuk meminta kepada Tuan supaya membawa Paulus ke Mahkamah Agama besok pagi. Mereka akan berpura-pura mau memeriksa perkaranya lebih teliti. 
21 Tetapi Tuan, jangan mendengarkan mereka, karena lebih dari empat puluh orang dari mereka sudah mengatur rencana untuk menyerang dia dalam perjalanan. Mereka sudah bersumpah bahwa mereka tidak akan makan dan tidak akan minum sebelum mereka berhasil membunuh Paulus. Dan sekarang mereka sudah siap dan hanya menunggu keputusan dari Tuan.”
22 Maka komandan itu menyuruh remaja itu pulang dan berpesan, “Jangan katakan kepada siapa pun bahwa kamu sudah memberitahukan hal ini kepada saya.”

Pernahkah saudara mengalami kejadian aneh dan tampak seperti kebetulan? Misalnya, ketika sepeda motor atau mobil kita mogok di tengah jalan, seorang rekan kerja
kebetulan lewat lalu membantu, atau belum lama di-PHK, tiba-tiba seorang teman lama menelpon dan menawarkan pekerjaan. Mungkin Anda juga pernah mengalami ketika anak saudara membutuhkan biaya kuliah, tiba-tiba ada kerabat jauh datang memberi sejumlah uang dengan nominal sama seperti yang saudara butuhkan. Sekalipun kelihatan kebetulan, tetapi saya percaya bahwa di dunia ini tak ada yang namanya kebetulan. Orang-orang tersebut sengaja ditempatkan Tuhan ibarat malaikat penolong bagi kita.

Paulus juga pernah mengalami pertolongan aneh. Ketika itu ada lebih dari 42 orang Yahudi datang menghadap para imam kepala dan tua-tua, yang semuanya bersumpah tidak akan makan atau minum sebelum membunuh Paulus. Mereka lalu mengajukan rencana pembunuhan terhadap Paulus. Namun, rencana jahat ini didengar keponakan Paulus. Alhasil, rencana mereka gagal total. Mari renungkan! Seandainya tidak ada keponakannya di sana, Paulus pasti mati terbunuh! Kita mungkin dapat menyebutnya sebagai kebetulan, tetapi sesunggunya, Tuhan memang menempatkan keponakan Paulus di situ sebagai “malaikat penolong” baginya.

Tuhan memiliki banyak cara untuk menolong. Dalam situasi sulit, Dia dapat memakai siapa pun sebagai perpanjangan tangan-Nya. Namun, tentunya kita tidak hanya ingin berada di pihak yang ditolong. Tuhan rindu memakai hidup kita untuk menolong orang lain. Apakah saudara bersedia untuk dipakai Tuhan sebagai “malaikat penolong” bagi sesama yang membutuhkan?

Dikutip dan disadur dari renungan Andi Offset Desember 2017

 

Open post

Ditopang Untuk Menopang

Bacaan 2 Korintus 8:1-15
Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI)

Cara memberi bantuan dana sesuai dengan kehendak Allah

1 Dan sekarang, Saudara-saudari, kami ingin kalian tahu bagaimana kebaikan hati Allah sudah bekerja di dalam hati saudara-saudari kita jemaat-jemaat di propinsi Makedonia.
Mereka sedang diuji dengan banyak penderitaan, tetapi karena kebaikan hati Allah itu, sukacita mereka melimpah sehingga mereka memberi bantuan dana dengan sangat murah hati. Biarpun mereka sangat miskin, tetapi mereka menjadi kaya dalam hal memberi.
3 Saya bersaksi bahwa mereka memberi di luar kemampuan mereka, sampai mereka semakin miskin. Dan mereka memberi dengan hati yang rela.
4 Bahkan mereka berulang kali memohon kepada kami supaya kami mengijinkan mereka untuk ikut ambil bagian juga dalam pelayanan yang mulia ini kepada umat Allah di Yerusalem.
5 Dan waktu kami memberi ijin, mereka ikut ambil bagian dengan cara yang tidak kami sangka-sangka— di mana sebelum mereka memberi, mereka menyerahkan diri dulu kepada TUHAN, baru kepada kami rasul-rasul-Nya. Hal yang luar biasa ini mereka lakukan sesuai dengan kehendak Allah!
6 Karena itulah kami minta Titus untuk meneruskan pelayanan ini, karena pada awalnya dialah yang sudah memulainya oleh karena kebaikan hati Allah.
7 Kalian sudah sangat diberkati dalam segala hal, sehingga kalian berlimpah-limpah dalam berbagai kemampuan khusus yang diberikan Roh Allah: Kalian sungguh luar biasa percaya kepada Kristus, kemampuan berbicara kalian sungguh luar biasa, dan hikmat kalian luar biasa. Semangat kalian untuk TUHAN juga luar biasa, dan kasih kalian sangat dalam untuk kami. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini hendaklah kemurahan hati kalian juga semakin luar biasa!
8 Yang saya tuliskan ini bukanlah suatu perintah. Tetapi oleh karena jemaat lain sudah menunjukkan semangat yang luar biasa untuk membantu saudara-saudari kita seiman di Yerusalem, maka sudah waktunya kalian membuktikan bahwa kalian juga sungguh-sungguh mengasihi saudara-saudari kita itu.
9 Karena kalian sudah mengenal kebaikan hati Tuhan kita Kristus Yesus: Biarpun Dia sangat kaya, tetapi demi untuk menyelamatkan kita, Dia pernah menjadi miskin— bahkan menjadi orang yang paling miskin, supaya kita menerima semua kekayaan rohani!
10-11 Jadi inilah nasihat saya tentang apa yang terbaik bagi kalian dalam pelayanan ini: Tahun lalu kalian menjadi jemaat pertama yang rela menyumbangkan sesuatu dan yang memulai mengumpulkan dana. Oleh karena kalian sudah menjadi teladan bagi jemaat-jemaat lain, sebaiknya selesaikanlah pelayanan yang kalian sudah mulai itu. Biarlah kalian masing-masing melakukannya dengan hati yang rela seperti waktu itu, dan berikanlah apa saja sesuai dengan kemampuanmu.
12 Karena kalau seseorang ingin memberikan bantuan, maka Allah akan menerima apa yang diberikan orang itu menurut kemampuannya. Karena TUHAN tidak pernah menuntut kita untuk memberi di luar kemampuan kita.
13 Dan kami memang tidak mau kalian berkekurangan supaya orang lain berkelebihan. Bukan begitu! Kami mau supaya kebutuhan hidup kita masing-masing sama-sama tercukupi.
14 Saat ini kalian berkelimpahan dan mampu menolong saudara-saudari seiman yang berkekurangan di Yerusalem. Tetapi suatu saat nanti ada waktunya mereka berkelimpahan dan kalian berkekurangan, dan mereka juga bisa mencukupi kekurangan kalian. Dengan demikian kebutuhan hidup kita sama-sama tercukupi.
15 Jadi bisa terjadi lagi seperti yang tertulis dalam Kitab Suci, “Pada waktu itu, orang-orang yang mengumpulkan banyak manna tidak mengalami kelebihan, dan mereka yang mengumpulkan sedikit tidak mengalami kekurangan.”*

Mungkin kita pernah tawar menawar dengan tukang reparasi payung hingga cekcok, demi mendapatkan harga semurah-murahnya untuk reparasi sebuah payung. Padahal, harga yang kita ributkan tidak seberapa dibanding gaya hidup konsumtif kita, dan jika dibanding keahlian mereka memperbaiki payung dan manfaat payung itu sendiri. Mungkin tak pernah terpikirkan oleh kita jika pada hari itu, ia tak mendapat pelanggan lain sehingga tak ada sepeser uang pun yang akan dibawanya pulang. Bisa dibayangkan betapa beratnya ia menafkahi keluarganya.

Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk jangan berpusat pada diri sendiri, tetapi mari belajar dari kehidupan jemaat di Makedonia yang miskin, menderita dan kesulitan, justru tergerak memberi persembahan kasih bagi jemaat di Yerusalem. Berbanding terbalik dengan jemaat Korintus, yang kaya dan berjanji menolong tetapi tidak lekas melakukannya. Hal ini bukan sebatas materi saja, tetapi terkait kemampuan rohani juga. Contoh ketika kita lemah, butuh penguatan, butuh didengarkan orang lain agar lebih lega, justru orang lain datang lalu curhat kepada kita mengenai masalahnya, kemudian kita pun tetap memberi diri bagi mereka, dan masalah mereka selesai. Ini bisa terjadi, karena Tuhan yang sudah sangat mendukung kita.

Jangan pernah takut beban kita akan bertambah! Sebab, ketika kita membuka tangan bagi mereka yang berbeban berat, kita menguatkan mereka kala kita pun butuh penguatan, kita mengulurkan tangan bagi mereka yang berkekurangan saat kita juga kekurangan, saat itulah kuasa Tuhan bekerja atas kita. Kekuatan mana yang menyanggupkan kita untuk menopang orang lain? Kuasa Roh Kudus!

Dikutip dan disadur dari renungan Andi Offset November 2017

Catatan Kaki:
* 8:15: Kel. 16:18

Open post

Apakah Al-Handphone?

Penulis: Phil Fields

Saya mendengar dari seorang teman bahwa pendetanya baru-baru ini berkhotbah dengan berapi-api dan sangat tegas mengatakan bahwa jemaatnya tidak boleh menggunakan HP sebagai Alkitab. Alasannya bahwa menggunakan Alkitab berbentuk buku adalah sebagian dari kesaksian kita dan juga generasi muda jangan sampai tidak dididik untuk menggunakan buku Alkitab. Bahayanya adalah lima puluh tahun ke depan, generasi muda orang percaya tidak akan tahu caranya mendapat kitab dalam buku Alkitab. Dan ada bahaya bahwa Alkitab bentuk buku akan hilang dan tidak lagi dijual. Dia memberi nama ejekan untuk penggunaan aplikasi Alkitab sebagai ‘Al-Handphone’.

Saya sebagai penerbit aplikasi Alkitab secara digital ingin membalas dan membahas kepada pendeta yang saya belum kenal itu. Memang, saya sebagai orang yang berusia 68 tahun juga mendapat banyak hal di mana saya sering mengkritik dan mengeluh tentang status dunia sekarang dan generasi muda, tetapi penggunaan Alkitab tidak termasuk ke dalam hal-hal itu.

Kita sedang hidup dalam zaman di mana terjadi “the biggest communication shift that has been seen in the last 500 years.” Maksudnya, perubahan-perubahan paradigma komunikasi yang sedang terjadi dalam kebudayaan di dunia saat ini adalah yang paling besar sejak permulaan penggunaan mesin cetak. (Yaitu—since the creation of the printing press.) Revolusi mesin cetak (yang juga disebut Revolusi Gutenberg) mulai dari penerbitan buku yang pertama pada tahun 1455— yaitu Gutenberg Bible. Hanya sekitar 180 eksemplar dibuat dalam edisi pertama itu. Kebanyakan dari 180 itu dicetak pada kertas. Tetapi ada beberapa yang dicetak pada velum (bahan yang tahan lama karena dibuat dari kulit kambing dan sapi muda). Mesin cetak itu bisa menghasilkan sebanyak 240 halaman per jam. Dan untuk mengoperasikan mesin itu, perlu tenaga beberapa orang.

 

 

 

Mohon perhatikan hal ini: Sebelum Revolusi Gutenberg, pada umumnya para pengikut Kristus Yesus tidak memiliki Alkitab secara pribadi. Salinan kitab-kitab Firman Tuhan dibuat dengan pekerjaan tangan saja, dengan memakai tinta yang dituliskan ke atas kertas atau velum dengan quill pen (pena yang dibuat dari bulu bebek).*  Hanya kalangan raja atau orang yang paling kaya yang bisa memiliki beberapa kitab dari Alkitab itu secara pribadi. Orang awam harus ke gereja untuk bisa mendengar Firman TUHAN. Saya menulis ‘mendengar’, karena kebanyakan masyarakat masih buta huruf. Jadi, untuk kebanyakan orang percaya zaman sebelum tahun 1500, harapan mereka hanyalah untuk mengingat sebanyak mungkin dari Firman TUHAN yang terdengar di jemaatnya.

Rasul Paulus tidak menyuruh para jemaat pertama bahwa mereka harus membaca suratnya dengan memakai buku bentuk gulungan saja. Dan Martin Luther pun tidak menyuruh supaya Firman TUHAN harus tetap dibaca dari buku yang dikerjakan melalui tangan manusia. Martin Luther pasti senang menerima zaman baru di mana Firman TUHAN bisa dicetak dengan mesin, sebagaimana 300.000 traktat-traktatnya dan Ke-95 Tesisnya dicetak dengan mesin model Gutenberg pada tahun 1522-1523.

Saya sudah berbicara tentang Revolusi Komunikasi yang sedang terjadi dalam masa sekarang dengan penerbit Andi Offset— yaitu perusahan yang menerbitkan PB TSI. Mereka memang melihat ke depan bahwa penerbitan buku-buku secara digital akan membuat buku fisik tidak terjual seperti sebelum revolusi tersebut. Pastilah toko-toko buku di Indonesia akan semakin berkurang. Tetapi mereka merasa bahwa buku-buku tetap akan dijual dan masih akan digunakan sebagai referensi banyak orang yang suka membaca. Buku-buku fisik masih akan digunakan dalam sekolah dan universitas. Dan memang benar: Lebih enak membaca buku daripada membaca layar HP, tablet ataupun komputer. Bisa menulis dan membuat catatan pribadi dalam buku fisik, sedangkan untuk melakukan itu dengan buku digital, tidaklah gampang dan memerlukan aplikasi baca yang khusus.

Kebetulan teman saya yang melarang untuk membaca Alkitab di layar Handphone adalah murid Isa Al-Masih. Berarti latar belakangnya sebagai penganut agama Islam. Teman itu mengingatkan saya bahwa orang-orang Muslim dididik untuk sangat menghormati Al Quran. Al-Quran tidak boleh ditaruh di bawah buku lain. Kalau terjadi sebuah insiden Al-Quran terjatuh, ketika diangkat harus mencium Al-Quran itu sambil berkata, “HADZA KALAMU ROBBI (Ini adalah firman Tuhanku).” Karena itu dia merasa bahwa cara menghormati buku Alkitab adalah suatu sifat positif yang bisa diajarkan oleh murid-murid Isa Al-Masih kepada orang-orang percaya dari latar belakang Kristen.

Saya setuju dengan itu! Saya mengeluh juga bahwa Alkitab tidak diberi kehormatan yang sepatutnya sebagai Firman TUHAN. Memang benar bahwa caranya umat Kristen memperlakukan Alkitab mereka sudah menjadi kesaksian yang negatif kepada para penganut agama mayoritas di negara ini! Tetapi harus juga diingat bahwa kita tidak menyembah Alkitab. Jangan sampai Alkitab menjadi seperti patung berhala. Itulah sebabnya semua pengikut Isa Al-Masih tidak dianjurkan untuk membaca Alkitab dalam bahasa sumber yang tidak dimengerti. Kita dianjurkan untuk mengerti Firman TUHAN, mempercayainya dengan sepenuh hati serta menghidupinya. Hal itu didukung oleh Mazmur 119:11 yang mengatakan,

Mzm. 119:11 (MILT) Aku telah menyimpan firman-Mu** dalam hatiku supaya aku tidak berbuat dosa melawan Engkau.

Menghafal Firman TUHAN lebih menunjukkan kehormatan kita kepadanya daripada pilihan buku atau gadget yang kita pakai untuk membacanya. Begitu juga Paulus mendorong kita,

Kolose 3:16 (TSI) Biarlah ajaran tentang Kristus terus memimpin dan bertumbuh dengan subur di dalam hatimu, supaya kalian saling mengajar dan menasihati dengan bijaksana. Salah satu cara untuk melakukan hal itu adalah nyanyikanlah nyanyian yang berdasarkan

Kitab Mazmur, dan lagu pujian lain, serta lagu yang diberikan oleh Roh Allah. Biarlah hatimu selalu dipenuhi dengan rasa syukur kepada Allah.

Permulaan ayat ini menarik. Paulus menulis: 16 Ὁ λόγος τοῦ χριστοῦ ἐνοικείτω ἐν ὑμῖν πλουσίως

(Hendaklah) firman/perkataan Kristus hidup/bertumbuh/berdiam di dalam kalian (secara) berkelimpahan

Perhatikan persamaan dengan Ibrani 4:12, yang menuliskan, “Firman Allah sungguh hidup dan berkuasa.” Berarti kalau Firman tentang Kristus itu disimpan dalam hati kita, tidak seperti benda mati yang tertinggal saja di situ. Firman itu akan digunakan secara aktif oleh Ruh Allah untuk mentransformasikan kita. Itulah sebabnya, saya mendorong supaya kita jangan tinggalkan Firman TUHAN di rumah, tetapi mari kita membawanya ke mana saja kita pergi, supaya kita lebih sering bisa membukanya dan menambahkan kepada apa yang disimpan dalam hati kita.

Kita diberi izin dalam agama Kristen untuk menerjemahkan Firman Tuhan karena salah satu tujuan penting bagi kita adalah untuk memuridkan orang dari setiap suku-bangsa:

Mat. 28:19-20 (TSI) Karena itu, pergilah dan ajarlah orang-orang dari setiap suku-bangsa supaya mereka menjadi murid-Ku. Baptislah mereka sebagai orang yang mengikut Aku, Bapa-Ku, dan Roh Kudus.1 20 Dan ajarlah mereka supaya taat kepada semua yang sudah Ku-ajarkan kepada kalian. Dan yakinlah: Roh-Ku akan selalu menyertai setiap kalian sampai akhir dunia.”

Boleh dikatakan bahwa sejak hari Pentakosta yang pertama— ketika kemampuan khusus berbicara dalam berbagai bahasa diberikan, TUHAN sudah menunjukkan kehendak-Nya bahwa berita keselamatan diterjemahkan. Bagaimana kita dapat memuridkan sampai mengajarkan supaya taat kepada semua yang sudah Penyelamat kita ajarkan kalau tidak bisa menerjemahkan Firman TUHAN ke dalam bahasa-bahasa setempat? Kalau Saudara pembaca ingin menunjukkan hormat untuk Firman TUHAN, salah satu caranya adalah untuk mendoakan dan mendukung organisasi-organisasi yang menerjemahkan Firman-Nya ke dalam bahasa Indonesia maupun bahasa-bahasa daerah.

Saya sebenarnya suka bahwa Al-Quran mempunyai hiasan di pinggir-pinggir halaman. Tetapi karena fokus kita sebagai orang-orang yang menjalani Amanat Agung, kita menghindari dari membuat edisi Alkitab yang terlalu mahal— walaupun kami setuju bahwa Firman TUHAN patut untuk dicetak dengan cara yang indah. Oleh karena itu, dan lagi karena Amanat Agung, saya menganggap hal yang positif bahwa dengan aplikasi YouVersion, kita bisa bagikan ayat-ayat Firman TUHAN dengan cara yang indah. Hanya saya mau menganjurkan bahwa kita membuat kombinasi ayat dan gambar yang cocok, yang mengilustrasikan makna atau keindahannya. Dan sedapat mungkin, mari kita saling berbagi yang tujuannya untuk memuliakan TUHAN.

Di jemaat saya di Arkansas, saya berpikir bahwa sekitar 40% orang menggunakan HP atau Tablet dalam kebaktian setiap hari Minggu. Pendeta kami pun berkhotbah dengan menggunakan iPad. Saya rasa lucu pada waktu mendengar ceritanya baru-baru ini yang terjadi di salah satu jemaat di Jakarta, di mana seorang pendeta yang baru datang untuk berkhotbah dikritik karena tidak menggunakan iPad! Ketika saya secara pribadi membaca Firman TUHAN setiap pagi, saya selalu menggunakan tablet. Saya merasa bahwa tablet 7 atau 8 inch adalah ukuran yang terbaik untuk dibaca. Kalau menggunakan tablet 10 inch, baris-baris teks menjadi terlalu panjang. Salah satu kelebihan menggunakan tablet adalah bisa mengikuti rencana baca dalam Alkitab YouVersion. Menggunakan rencana baca secara digital jauh lebih gampang daripada dengan daftar kertas dan buku Alkitab dan akan menolong generasi sekarang untuk membaca seluruh Alkitab secara teratur.

Kembali kepada moto Albata: Firman TUHAN adalah kunci kehidupan. Albata hadir dengan misi meningkatkan pemahaman Firman Tuhan agar para pembaca dan pendengar mengalami pembaharuan hidup. Harus diakui bahwa pada zaman ini, banyak hal yang negatif sedang terjadi yang dipromosikan melalui Internet kepada kita. Ternyata kita sedang hidup dalam zaman yang mirip jangka waktu “tiga setengah tahun” yang disebut oleh nabi Daniel dan yang dinubuatkan di kitab Wahyu.  Tetapi walaupun demikian, TUHAN membuat supaya semua orang yang menantikan kedatangan Kristus untuk kedua kalinya bisa dididik dan dikuatkan melalui Internet dan HP juga. Contohnya, murid-murid-Nya yang belum bisa mengakui kepercayaan mereka secara terbuka, sekarang bisa membaca Firman TUHAN dengan lebih aman lewat HP mereka. Jangan sampai kita tutup mata terhadap caranya Allah sedang menolong kita!

Yang terpenting dalam Revolusi Komunikasi yang sedang terjadi adalah supaya Firman TUHAN dibaca, dan hidup setiap pembaca diperbarui oleh Ruh Kudus.

Catatan kaki:
* Hak cipta untuk ballpoint pen yang pertama diberikan oleh pemerintah Amerika Serikat pada tahun 1888.
** TB menerjemahkan dengan kata ‘janji’: “Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.” Saya belum menemukan terjemahan Alkitab dalam bahasa Inggris yang menggunakan kata ‘promise’ untuk menerjemahkan אִמְרָתֶ֑ךָ (’im·rā·ṯe·ḵā;). Tetapi, memang perkataan he gave his word berarti he gave his promise’ dalam bahasa Inggris. Saya merasa terjemahan ‘janji-Mu’ tidak salah, tetapi membuat arti dalam ayat ini lebih sempit dari yang dalam bahasa sumber.
*** Itu sebabnya saya tidak senang menerjemahkan Kolose 3:16 seperti KSI, “Hendaklah perkataan Al-Masih tinggal di dalam dirimu…”

 

 

Open post

Polemik

Bacaan Yohanes 9:8-41
Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI)

Yesus membuat seorang yang buta sejak lahir bisa melihat

1 Pada waktu kami murid-murid berjalan bersama Yesus, kami semua melihat seseorang yang buta sejak lahir.
2 Lalu kami bertanya, “Guru, kira-kira siapa yang berbuat dosa sampai dia dilahirkan buta? Apakah karena dosanya sendiri waktu dia masih berada di dalam kandungan ibunya, atau karena dosa ibu atau bapaknya?”
3 Lalu Yesus menjawab, “Dia dilahirkan buta bukan karena dosanya, dan juga bukan karena dosa ibu atau bapaknya. Tetapi hal itu terjadi supaya melalui dirinya kuasa Allah bisa dinyatakan kepada banyak orang.
4-5 Selama Aku masih berada di dunia ini, Aku adalah terang dunia. Jadi sekarang selama hari masih siang, kita harus melakukan berbagai tugas yang diberikan oleh Bapa yang sudah mengutus Aku. Karena malam segera akan tiba dan siapa pun tidak ada yang bisa melakukan apa-apa lagi.”
6 Sesudah Yesus berkata begitu, Dia membuang ludah ke tanah dan mengaduk ludah-Nya itu dengan tanah sampai menjadi lumpur, kemudian Dia oleskan pada kelopak mata orang buta itu.
7 Lalu Dia berkata, “Pergilah ke kolam Siloam dan cucilah matamu di sana.” (Dalam bahasa Ibrani, ‘Siloam’ berarti ‘Diutus’.) Lalu orang itu pergi mencuci matanya ke kolam itu. Ketika dia kembali, dia sudah bisa melihat.
8 Sesudah dia kembali, para tetangganya dan orang-orang yang pernah melihat dia mengemis sebelumnya berkata satu sama lain, “Bukankah dia ini orang buta yang biasa duduk minta-minta uang?!”
9 Ada yang menjawab, “Benar, memang inilah dia.” Tetapi ada juga yang berkata, “Bukan! Dia hanya mirip dengan orang buta itu.” Lalu dia pun berkata, “Benar. Sayalah si buta yang dulu itu!”
10 Karena itu mereka bertanya kepadanya, “Bagaimana caranya kamu bisa melihat?”
11 Dia menjawab, “Orang yang bernama Yesus itu mencampur ludahnya dengan tanah sampai menjadi lumpur, lalu dia oleskan pada kelopak mata saya. Lalu dia menyuruh saya pergi mencuci mata saya di kolam Siloam. Kemudian saya pergi. Sesudah saya mencuci mata saya, saya bisa melihat.”
12 Lalu mereka bertanya lagi kepadanya, “Di mana orang itu?”Dan dia menjawab, “Saya tidak tahu.”

Kelompok Farisi memeriksa apakah benar mantan orang buta itu buta sejak lahir

13 Lalu orang-orang itu membawa mantan orang buta itu kepada anggota-anggota kelompok Farisi,
14 karena hari ketika Yesus membuat lumpur dan membuat si buta itu bisa melihat adalah Hari Sabat.
15 Jadi orang-orang Farisi itu juga bertanya kepadanya, “Bagaimana caranya kamu bisa melihat?”
Lalu orang itu menjawab, “Yesus mengoleskan lumpur pada kelopak mata saya, lalu saya pergi mencuci mata saya, dan sekarang saya bisa melihat.”
16 Kemudian beberapa orang Farisi itu berkata, “Tidak mungkin Yesus diutus Allah, karena dia tidak taat kepada aturan Hukum Taurat tentang Hari Sabat.” Tetapi beberapa anggota lain berkata, “Orang berdosa tidak mungkin bisa melakukan keajaiban seperti ini!” Maka terjadilah beda pendapat yang hebat di antara mereka.
17 Lalu mereka bertanya lagi kepada orang itu, “Kamulah si buta yang sudah dibuatnya bisa melihat. Jadi bagaimana pendapatmu tentang orang itu?” Mantan orang buta itu menjawab, “Dia adalah nabi.”
18 Tetapi mereka tetap tidak percaya bahwa dia memang buta sebelumnya dan sekarang sudah bisa melihat. Oleh karena itu, mereka memanggil ibu dan bapaknya.
19 Lalu mereka bertanya kepada kedua orang tuanya, “Orang ini anakmu— bukan! Apakah dia benar-benar buta sejak lahir? Kalau begitu, bagaimana caranya sehingga dia bisa melihat?”
20 Orang tua itu menjawab, “Benar dia ini anak kami. Dia benar-benar buta sejak lahir.
21 Tetapi kami tidak tahu bagaimana caranya sehingga dia bisa melihat, dan kami tidak mengenal orang yang membuat matanya bisa melihat. Silakan Bapak-bapak bertanya kepadanya. Dia sudah dewasa, dan dia sendiri bisa menjawabnya.”
22 Ibu dan bapaknya berkata begitu kepada orang-orang Farisi itu karena mereka takut kena hukuman— yaitu mereka bisa dilarang masuk ke dalam setiap rumah pertemuan orang Yahudi. Karena sebelumnya, para pemimpin orang Yahudi sudah bersepakat bahwa siapa yang mengaku Yesus adalah Kristus dilarang masuk ke dalam setiap rumah pertemuan.* 
23 Oleh karena itulah orang tuanya itu berkata, “Silakan Bapak-bapak bertanya kepadanya. Dia sudah dewasa, dan dia sendiri bisa menjawabnya.”
24 Jadi, untuk kedua kalinya orang-orang Farisi itu memanggil orang yang tadinya buta itu dan berkata kepadanya, “Bersumpahlah di hadapan Allah bahwa kamu akan mengatakan yang benar kepada kami! Karena kami tahu Yesus itu orang berdosa.”
25 Lalu dia menjawab, “Dia orang berdosa atau tidak, saya tidak tahu. Yang saya tahu ini saja: Dulu saya buta, tetapi sekarang saya sudah bisa melihat!”
26 Lalu mereka bertanya, “Apa yang dia perbuat terhadap kamu? Bagaimana dia membuat matamu bisa melihat?”
27 Dan dia menjawab, “Baru saja saya jelaskan kepada kalian, tetapi kalian tidak memperhatikannya. Kenapa kalian mau mendengarkannya lagi?! Jangan-jangan kalian juga mau menjadi pengikutnya!”
28 Lalu mereka menghina dia dengan berkata, “Kamulah pengikut orang berdosa itu— bukan kami! Kami adalah pengikut Musa.
29 Kami tahu bahwa Allah sudah berbicara kepada Musa. Tetapi kami tidak tahu apa-apa tentang orang itu!”
30 Lalu orang yang tadinya buta itu berkata kepada mereka, “Wah, ini aneh sekali! Kalian berkata bahwa kalian tidak tahu apa-apa tentang Yesus, padahal dia sudah membuat mata saya bisa melihat.
31 Karena kita tahu bahwa Allah tidak mungkin mendengar permohonan orang berdosa. Tetapi Dia mendengar setiap orang yang menghormati-Nya dan yang melakukan kehendak-Nya.
32 Dari sejak dunia ada sampai sekarang, belum pernah kita dengar tentang orang yang sanggup membuat mata orang yang buta sejak lahir bisa melihat.
33 Kalau orang itu tidak diutus oleh Allah, tidak mungkin dia melakukan keajaiban seperti ini!”
34 Lalu mereka berkata kepadanya, “Saat kamu dilahirkan kamu sudah penuh dengan dosa. Karena itulah kamu buta! Dan sekarang kamu menganggap dirimu pantas untuk mengajar kami— begitu?!” Dan sejak saat itu, dia dilarang masuk ke dalam rumah pertemuan mana pun.

Jangan sampai mata hati kita menjadi buta

35 Pada waktu Yesus mendengar bahwa mantan orang buta itu dilarang masuk ke dalam rumah pertemuan mana pun, Yesus mencari dia, dan ketika bertemu Yesus bertanya, “Apakah kamu percaya kepada Anak Manusia?”
36 Lalu orang itu menjawab, “Bapa, siapakah Dia? Katakanlah kepada saya supaya saya percaya kepada-Nya!”
37 Lalu Yesus berkata, “Kamu sudah melihat Dia. Sebenarnya Anak Manusia itu adalah Aku— yang sudah diutus oleh Allah ke dalam dunia ini dan sekarang sedang berbicara dengan kamu.”
38 Orang itu menjawab, “Saya percaya, Tuhan!” Lalu dia sujud menyembah-Nya.
39 Lalu Yesus berkata, “Aku datang ke dunia ini untuk membuat pemisahan di antara manusia: Orang yang buta akan melihat, dan orang yang menganggap dirinya bisa melihat akan menjadi buta.”
40 Ada beberapa anggota dari kelompok Farisi di situ yang mendengar perkataan Yesus itu. Mereka berkata kepada-Nya, “Jadi maksudmu, kami ini buta— begitu?!”
41 Jawab Yesus, “Kalau kalian masing-masing mengaku kamu buta, berarti saat ini kamu tidak melakukan dosa. Tetapi karena kamu masih tetap berkata bahwa kamu bisa melihat, itu berarti kamu terus memelihara dosamu.”

Polemik adalah diskusi atau perdebatan sengit di tempat umum atau media massa. Polemik digunakan untuk menyangkal atau mendukung pandangan agama atau politik. Polemik berawal dari sesuatu yang berpeluang untuk diperdebatkan. Latar belakang polemikus relatif heterogen saat menanggapi permasalahan. Polemik bo­leh terjadi asal bijak saat menanggapinya. Untuk itu, kita harus fokus pada masalah, bukan pribadi; bahasanya santun dan mudah dimengerti; pengendalian diri harus diperhatikan saat berdebat; wawasannya harus terbuka saat menerima masukan.

Namun, hal itu tidak terjadi dalam perikop hari ini. Polemik bermula saat para tetangga terkejut melihat orang yang buta sejak lahir sudah melek. Barangkali, polemik ini biasa karena keterkejutan. Namun, setelah ia diperhadapkan pada orang Farisi, polemiknya menjadi tak mutu dan tidak membangun. Polemiknya terkait dengan isu agama: Pertama, mereka memandang Yesus bahwa Dia bukan berasal dari Allah. Dia tidak memelihara Sabat. Dia orang berdosa tetapi bisa membuat mukjizat. Kedua, ketika ditanya orang Yahudi, orangtua si buta takut dikucilkan kalau mengatakan bahwa Yesus adalah Mesias sehingga mempersilakan mereka untuk menanyai anaknya. Ketiga, si buta berpendapat bahwa Yesus adalah nabi. Ketika mereka menilai bahwa ia seolah-olah meng­ gurui ketika berkata, “Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa”, ia diusir. Bermula dari kesembuhan seseorang, akhir kisah tidak berujung kesaksian tetapi perbantahan.

Jadi, lebih baik ketika mukjizat terjadi, biarkan kesaksian diutamakan demi kemuliaan Tuhan. Untuk hal ini kita harus berani. Kemudian, mendekatlah kepada-Nya, agar ajaran-Nya semakin diresapi.

Dikutip dan disadur dari renungan Andi Offset November 2017

Catatan Kaki:
* 9:22 rumah pertemuan orang Yahudi Lihat catatan di Yoh. 6:59. Seorang yang dilarang masuk ke dalam rumah pertemuan juga dijauhkan oleh semua orang.

Posts navigation

1 2 3 4 14 15 16
Scroll to top