Teruntuk kepada para pendukung di bulan Des 2020

Shalom,

Teruntuk kepada Bapak Ibu yang sudah mendukung kegiatan dan pekerjaan Albata dalam bentuk dana dan doa pada bulan Desember 2020, kami sangat berterima kasih atas kasihnya, dan semoga Tuhan yang empunya pekerjaan ini membalasnya sesuai kebaikan hati-Nya.

Sudah sepantasnya kita naikkan syukur kepada Tuhan atas kasih-Nya sehingga kita boleh berada di tahun 2021 ini. Tahun lalu banyak hal yang tidak menyenangkan dan tidak menguntungkan oleh karena pandemi Covid-19. Dan ternyata hal itu masih berlanjut di tahun ini juga. Namun dalam semua itu kita menyadari satu hal bahwa penyertaan Tuhan sungguh luar biasa bagi kita. Keadaan dunia boleh saja berubah, namun kasih dan pemeliharaan Tuhan tidak pernah berubah. 

Karena itu, untuk mengawali tahun 2021 ini kami mohon dukungan doa Bapak Ibu untuk beberapa pokok doa kami berikut ini:

  1. Mohon dukungan doa untuk para tim penerjemah Albata, supaya dalam pekerjaan mereka yang semakin berat ke depan, Tuhan terus menjaga dan memelihara.
  2. Albata kembali membuka kesempatan untuk anak-anak Tuhan yang rindu berbagi kasih untuk pengadaan Alkitab PB TSI melalui Gerakan Peduli Kasih (GPK). Sebab ternyata masih banyak anak-anak Tuhan di daerah yang masih menunggu Alkitab TSI bisa sampai di tangan mereka. Mohon dukungan doa supaya banyak anak-anak Tuhan yang mau berkontribusi dalam pengadaan Alkitab PB TSI ini. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil!
  3. Albata kembali membuka gelombang ke-3 untuk program Ayo Baca dan Belajar Alkitab 90 Hari (ABBA90). Mohon dukungan doa supaya Tuhan menggerakkan hati banyak orang untuk ikut ambil bagian berkomitmen membaca dan belajar Alkitab PB TSI dalam 90 hari. Sebab membaca Firman Tuhan akan meningkatkan iman dan pengenalan kita terhadap Tuhan, Sang Pencipta kita. Dengan demikian kita berharap akan terjadi pembaharuan hidup.

Sekali lagi, terima kasih untuk semua dukungannya.

Tuhan memberkati.

 

Balazi Gulo

Ketua Yay. Albata

Secara khusus kami berterima kasih kepada:

Pendukung General Fund melalui Mandiri:

  • Sarimabae D.
  • PBT

Pendukung General Fund melalui BCA:

  • JICF
  • MKF
  • Phil C. F. 
  • M. Agung S.
  • Vincent. S.
  • Helena S.
  • Febri A. gea
  • Ryan B.
  • Andy L.
  • Kristian J. Wati Harefa
  • B. Gulo

Gerakan Peduli Kasih melalui BCA:

  • Sdr. Ibezaro Lase

Cara mendukung Albata bulan berikut:

Silakan klik di sini.

Terima kasih.

Pokok Doa Januari 2021

Shalom,

Oleh karena kebaikan Tuhan kita boleh menginjakkan kaki di tahun 2021 ini. Kita tahu bahwa tahun 2020 adalah tahun yang sulit dilupakan, terutama pada perubahan tatanan hidup manusia yang baru — yang mau tidak mau, suka atau tidak suka — kita dituntut untuk dapat menyesuaikan diri. Semua kita mengalami keadaan yang sangat berbeda dan yang tidak menyenangkan. Bahkan perayaan Natal dan Tahun Baru yang baru saja kita lewati, kita saksikan bersama sungguh sangat berbeda dari yang dulu-dulu.

Tetapi dibalik semua keadaan yang yang tidak menyenangkan itu, kita juga mengalami hal yang luar biasa, yaitu penyertaan Tuhan bagi kita. Itulah sebabnya Alabta mampu bertahan sampai detik ini karena ada penyertaan Tuhan. Keadaan dunia boleh saja berubah, namun kasih dan pemeliharaan Tuhan tidak pernah berubah.

Karena itu, untuk mengawali tahun 2021 ini kami mohon dukungan doa dari Bapak Ibu untuk beberapa pokok doa kami berikut ini:

  1. Mohon dukungan doa untuk para tim penerjemah Albata, supaya Tuhan terus menjaga dan memelihara sehingga dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang besar ini, mereka tidak sendirian, melainkan Tuhan turut bekerja.
  2. Albata kembali membuka kesempatan untuk anak-anak Tuhan yang rindu berbagi kasih untuk pengadaan Alkitab PB TSI melalui Gerakan Peduli Kasih (GPK). Sebab ternyata masih banyak anak-anak Tuhan di berbagai daerah yang masih menunggu Alkitab PB TSI bisa sampai ke tangan mereka. Mohon dukungan doa supaya banyak anak-anak Tuhan yang mau berkontribusi dalam pengadaan Alkitab PB TSI ini. Meski kita berada dalam keadaan yang cukup sulit, tetapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil!
  3. Albata kembali membuka gelombang ke-3 untuk program Ayo Baca Alkitab 90 Hari (ABA90) pada awal bulan Februari 2021. Mohon dukungan doa supaya Tuhan menggerakkan hati banyak orang untuk ikut ambil bagian berkomitmen membaca PB TSI dalam 90 hari. Sebab membaca Firman Tuhan akan meningkatkan imun kita, yaitu iman dan pengenalan kita terhadap Tuhan Sang Pencipta kita.

Terima kasih banyak atas doa-doanya, Tuhan memberkati.

Balazi Gulo

Ketua Pengurus Albata

 

 

Renungan Natal 2020 (Imanuel)

… dan Dia akan dinamai Imanuel. (Mat. 1:23 TSI)

Pada perayaan Natal kali ini PGI dan KWI sepakat memberikan tema besar Natal 2020: … dan mereka akan menamakan Dia Imanuel. Tema ini diangkat mengingat pandemi Covid-19 dinilai sudah merusak segala lini kehidupan manusia, seperti: Kehilangan sanak saudara, kehilangan pekerjaan, meningkatnya kegelisahan, kekerasan, perceraian, dll. Harapan besarnya adalah melalui perayaan Natal kali ini, khususnya umat Kristiani sadar bahwa “Allah beserta kita” dan bekerja untuk pemulihan kita. Kita bisa saja menderita sebagaimana yang dialami oleh orang lain, namun kita bisa menjalaninya dengan damai karena yakin bahwa Allah berjalan bersama kita untuk menghadapinya. 

Refleksi dari arti Imanuel 

Kata “Imanuel” hanya muncul 3 kali dalam Alkitab yakni di Yesaya 7:14, 8:8, dan Mat. 1:23.

  • Dalam Yes. 7:14

Konteks ayat ini adalah tentang raja Yehuda yang bernama Ahas, putra Yotam, cucu Uzia, yang sangat ketakutan melihat Rezin raja Siria dan Pekah raja Israel sudah berkomplot untuk menyerang Yehuda. Pada saat itu terjadi Tuhan menyuruh nabi Yesaya untuk menemui Ahas dan menyampaikan kepadanya supaya jangan takut dan bingung, akan tetapi harus siap siaga namun tetap tenang.

Di ayat 14 kata “Imanuel” kemudian muncul sebagai nama bagi seorang bayi yang akan lahir. Secara harfiah kata ini berarti “Tuhan bersama kita”, atau  “Tuhan beserta kita”. Pesan dari nama itu sederhana, bahwa Tuhan hadir bersama umat-Nya. Pesan kuat lainnya ketika nama itu dihubungkan dengan bayi yang baru lahir adalah karena anak yang akan lahir melambangkan kehidupan yang baru. Kehidupan baru itulah yang akan menjadi tanda bagi Raja Ahas bahwa  mereka semua akan hidup karena Tuhan hadir menyertai bangsa itu dan melindunginya.

  • Dalam Yes. 8:8

Konteks ayat ini merupakan lanjutan dari Yes. 7:14 di atas. Sekarang raja Asyur dengan seluruh tentaranya sengaja diizinkan Tuhan datang menyerang Yehuda. Kedatangan mereka digambarkan seperti luapan air banjir yang naik sampai ke leher orang-orang. Mereka akan menembus masuk ke negeri Yehuda, dan dengan cepat menyebar ke seluruh negeri itu hingga ke sudut-sudut kota. Tetapi semua itu gagal sebab “Tuhan beserta dengan Yehuda”. (Bandingkan dengan ayat 10).

Dari kedua konteks ayat di atas kita mengetahui satu hal yaitu betapa dahsyatnya perlindungan Tuhan itu. Ketika Tuhan menyatakan kehadiran-Nya, maka semua hal yang menakutkan, bahkan yang menggetarkan, tidak ada apa-apanya. Jika Tuhan hadir maka ambang kehancuran dan bayang-bayang maut pun tidak dapat berkuasa. 

  • Dalam Mat. 1:2

Konteks ayat ini adalah tentang ketakutan dan kegelisahan Yusuf terhadap kejadian aneh yang menimpa tunangannya, Maria. Aneh karena belum kawin tetapi hamil. Yusuf frustasi dan bingung, bahkan berencana untuk meninggalkan Maria secara diam-diam.

Di tengah kegelisahan itu, malaikat Tuhan berbicara kepadanya dalam mimpi. Pesan pertama yang disampaikan sama dengan pesan kepada raja Ahas,yaitu “Jangan takut”. Kalimat itu disusul dengan dua kalimat menarik berikut yaitu “Engkau akan menamakan Dia Yesus” dan “mereka akan menamakan Dia Imanuel.” 

Nama “Yesus” adalah terjemahan dalam bentuk Latin dari kata “Iesous” dalam bahasa Yunani. Kata “Iesous” sendiri berasal dari dari nama salah seorang pengintai negeri Kanaan di bawah pimpinan Musa, yaitu Hosea bin Nun dari suku Efraim (Bil. 13:16). Hosea berarti “Keselamatan” tetapi Musa menambahkan nama ilahi pada nama tersebut menjadi “Yehosyua” (diterjemahkan menjadi Yosua) yang artinya “Tuhan menyelamatkan”. 

Dengan demikian kelahiran Yesus adalah klimaks dari karya Tuhan bekerja menyelamatkan manusia dari dosa. Sebagaimana bayi Yesus lahir (hidup, ada sebagai manusia) demikianlah Tuhan hendak memberikan hidup yang baru kepada manusia — yang selama ini dibelenggu oleh dosa — yaitu hidup kekal di surga.

Di saat yang sama pula Tuhan menyatakan kehadiran-Nya bagi umat manusia, Dia bersama umat manusia (Imanuel), Dia berdaulat, Dia berkuasa atas seluruh hidup manusia, Dia hadir memberi perlindungan, memberi pengampunan dan damai sejahtera. Oleh karenanya manusia tidak boleh lagi hidup dalam ketakutan dan kecemasan oleh dahsyatnya musuh yang mencekam, yang menghancurkan, dan yang membawa kematian. Sebab Tuhan sudah datang, Imanuel, Dia menyelamatkan dan membebaskan, dan memberikan damai sejahtera.

Semoga Natal kali ini mendorong kita untuk percaya penuh kepada Tuhan, atas karya keselamatan yang sudah dikerjakan-Nya, serta atas janji-janji pasti yang akan menjadi bagian kita sebagai pengikut-Nya. Pandemi memang belum selesai, tetapi Tuhan tetap bersama dengan kita. Jangan takut! Tuhan pasti menolong dan memampukan kita melewati masa-masa sulit ini dengan penuh suka cita. Natal adalah lambang kasih dan damai. Maka perbanyaklah berbuat kasih kepada sesama, dan teruslah hadirkan damai di lingkungan sekitar kita berada. 

Selamat Natal.

BG

Pokok Doa Albata Desember 2020

Shalom,

Puji Tuhan karena kasih anugerah-Nya kita boleh memasuki bulan terakhir di tahun ini. Kita tahu bersama bahwa tahun ini adalah masa-masa sulit akibat Covid-19. Namun dibalik semua itu, berkat Tuhan juga selalu tersedia bagi orang-orang yang dikasihi-Nya. 

Saat ini tim kami yang bekerja merevisi PB TSI sudah tiba di Kitab Roma. Mohon dukungan doanya supaya semua anggota tim yang terlibat dalam revisi ini selalu dijaga dan dilindungi oleh Tuhan, terutama memberikan hikmat dan inspirasi pada saat mereka bekerja.

Salah satu berkat besar yang terjadi ketika tim bekerja merevisi PB TSI adalah ketika menemukan arti dari gelar “Anak Manusia”. Selama ini makna dari gelar Yesus itu masih kabur. Namun ketika tim memeriksa sampai ke PL, ditemukanlah bahwa istilah ini bisa dihubungkan kepada nubuatan yang diungkapkan dalam Kej. 3:15. Untuk penjelasan lebih lanjut silakan klik di sini. 

Mohon dukungan doanya juga kepada saudara/i kita yang sudah terlibat dalam gerakan Ayo Baca Alkitab 90 Hari (ABA90) supaya dengan penuh semangat mereka tetap melanjutkan hari-harinya dengan membaca 3 pasal per hari. Saat ini pembacaan sudah tiba di 1 Korintus. Semoga Roh Kudus dapat menolong mereka untuk menyelesaikan sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Jika Saudara tertarik untuk bergabung, silakan menunggu pembukaan gelombang ketiga pada bulan Januari 2021.

Akhir kata kami ucapkan selamat menyambut dan merayakan Hari Natal kepada Saudara/i, ingatlah dalam semua aktivitas selalu Terapkan Pesan Ibu: Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak.

Tuhan Yesus memberkati.

Balazi Gulo

Ketua Pengurus Yay. Albata

Surat untuk para pendukung di bulan November 2020

Shalom Bapak/Ibu,

Puji Tuhan karena kasih anugerah-Nya kita boleh memasuki bulan terakhir di tahun ini. Kita tahu bersama bahwa tahun ini adalah masa-masa sulit akibat Covid-19. Namun dibalik semua itu, berkat Tuhan juga selalu tersedia bagi kita yang dikasihi-Nya. 

Terima kasih banyak atas dukungan doa dan dana dari Bapak/Ibu, sehingga karenanya kami dengan sangat yakin akan dapat menjalankan tugas-tugas yang sudah kami agendakan tahun depan. Secara khusus kami juga berterima kasih kepada Bapak/Ibu yang sampai sekarang masih bersedia berpartisipasi dalam Gerakan Peduli Kasih. 

Saat ini tim Albata sedang bekerja dalam revisi PB TSI dan sudah tiba di Kitab Roma. Mohon dukungan doanya supaya semua anggota tim yang terlibat dalam revisi ini selalu dijaga dan dilindungi oleh Tuhan, terutama memberikan hikmat dan inspirasi pada saat mereka bekerja. Salah satu berkat besar yang terjadi ketika tim bekerja merevisi PB TSI adalah ketika menemukan arti dari gelar “Anak Manusia”. Selama ini makna dari gelar Yesus itu masih kabur. Namun ketika tim memeriksa sampai ke PL, ditemukanlah bahwa istilah ini bisa dihubungkan kepada nubuatan yang diungkapkan dalam Kej. 3:15. Untuk penjelasan lebih lanjut silakan klik di sini. 

Begitu juga mohon dukungan doanya juga kepada saudara/i kita yang sudah terlibat dalam gerakan Ayo Baca Alkitab 90 Hari (ABA90) supaya dengan penuh semangat mereka tetap melanjutkan hari-harinya dengan membaca 3 pasal per hari. Saat ini pembacaan sudah tiba di 1 Korintus. Semoga Roh Kudus dapat menolong mereka untuk menyelesaikan sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Jika Saudara tertarik untuk bergabung, silakan menunggu pembukaan gelombang ketiga pada bulan Januari 2021.

Akhir kata kami ucapkan: Selamat Menyambut dan Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. 

Tuhan Yesus memberkati.

Balazi Gulo

Ketua Pengurus Yay. Albata

Secara khusus kami berterima kasih kepada:

Pendukung General Fund melalui Mandiri:

  • Santosa W. / Grace

Pendukung General Fund melalui BCA:

  • JICF
  • JIBC
  • P. C. F. 
  • M. A. S.
  • Vincent. S.

Untuk mendukung tim penerjemah Albata yang sedang menerjemahkan PL, boleh ditransfer melalui:

  • BCA  (KCP Hasyim Ashari, Jl. KH H. Ashari 5 AA, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia 10130)
    akun nomor: 262 390 3222
    atas nama : YAYASAN ALKITAB BAHASAKITA

 

 

 

 

Atau,

  • Bank Mandiri   Cabang KCP Jakarta Taman Ratu,  (Swift Code : B M R I I D J A)
    akun nomor: 165-0000-394-834,
    atas nama: Yayasan Alkitab BahasaKita.

 

Albata ingin mengirim tanda terima dan ucapan terima kasih kepada setiap pendukung. Oleh karena itu, ketika Bapak/Ibu pertama kali men-transfer ke akun Albata, mohon kesediaannya untuk menyertakan alamat email kepada bendahara Albata dengan memberi nama panggilan dan nama bank yang digunakan untuk mengirim dana.

Terima kasih.

Sang Anak Adam

Salah satu berkat besar yang terjadi ketika tim bekerja merevisi PB TSI adalah ketika menemukan arti dari gelar “Anak Manusia”. Selama ini makna dari gelar Yesus itu masih kabur. Namun ketika tim memeriksa sampai ke PL, ditemukanlah bahwa istilah ini bisa dihubungkan kepada nubuatan yang diungkapkan dalam Kej. 3:15.

Selama Yesus tinggal di dunia, Dia sering menyebut diri-Nya sebagai ‘Anak Manusia’. 

Apakah arti Anak Manusia? 

Sekarang tim penerjemah Albata mengajukan terjemahan yang baru untuk gelar-Nya itu, yaitu ‘Sang Anak Adam’. Untuk memahami gelar Yesus ini, mari kita melihatnya dari latar belakang Perjanjian Lama.

Dalam kitab Yehezkiel, mulai dari pasal 2:1, terdapat 93 kali Allah menyapa Yehezkiel sebagai ‘Anak Adam’. Sapaan itu dalam bahasa Ibrani adalah ‘BEN ADAM’. ‘Ben’ artinya ‘anak’, dan ‘adam’ bisa berarti ‘manusia’ (tunggal; lihat Kej. 3:20), atau nama pribadi Adam sendiri. Oleh karena bahasa Ibrani tidak membedakan huruf besar/kecil, maka sebutan ‘BEN ADAM’ bisa diartikan sebagai ‘keturunan Adam’ atau ‘keturunan (seorang) manusia’. Dalam konteks Allah memanggil Yehezkiel ‘Anak Adam’, arti dari panggilan tersebut adalah ‘manusia fana’. Dan seperti Yehezkiel, kita semua sebagai manusia yang fana dan lemah juga bisa disebut ‘anak Adam’.

Tetapi sebutan ‘Anak Adam’ menjadi sangat berbeda artinya ketika digunakan dalam nubuatan Daniel tentang Mesias di pasal 7:13. Daniel melihat “seseorang seperti manusia biasa (secara harfiah: ‘seperti anak Adam’) yang turun di antara awan-awan dari surga.” Selanjutnya, ayat 14 mengatakan,

“Dia diberi kekuasaan, kemuliaan, dan sebuah kerajaan di mana setiap suku, bangsa, dan bahasa harus melayani-Nya. Kerajaan-Nya tidak akan pernah berakhir dan kekuasaan-Nya kekal.” 

Waktu Yesus menyebut diri-Nya sebagai ‘(Sang) Anak Adam’, Dia merujuk kepada nubuatan Daniel tersebut. Dengan tambahan kata ‘Sang’, TSI menunjukkan bahwa Yesus bukan ‘anak Adam’ biasa, melainkan Raja di atas segala Raja yang dilihat oleh Daniel, yakni ‘seseorang’ yang akan datang di antara awan dan memerintah selama-lamanya.  

Gelar Yesus sebagai Sang Anak Adam juga merujuk kepada nubuatan pertama tentang keselamatan, yang tertulis di Kejadian 3:15. Dalam hukuman kepada si ular, Allah berkata,

“Aku akan membuat kamu dan perempuan ini saling bermusuhan.
Keturunanmu dan keturunan perempuan ini akan selalu bermusuhan.
Kamu akan menggigit tumit keturunannya (tunggal) yang laki-laki,
tetapi dia akan menghancurkan kepalamu.” (TSI)

Dengan cara yang luar biasa ini Allah menunjukkan bahwa kelak akan muncul Seorang laki-laki Keturunan Hawa dan dialah yang akan mengalahkan iblis.

Dalam kebudayaan Yahudi, keturunan Hawa lebih sering disebut dengan nama ayahnya, bukan nama ibu. Itulah sebabnya sesudah peristiwa di Kejadian 3 identitas Keturunan Hawa itu disebut dengan nama ayahnya, yakni ‘Anak Adam’.

Tentunya nubuatan pertama itulah yang mendorong Rasul Paulus untuk membandingkan Adam dengan Sang Anak Adam di Roma 5:12-21 dan 1Korintus 15:22, 45. 1Korintus 15:45 berkata, 

“Seperti yang tertulis dalam Kitab Suci, ‘Manusia yang pertama, yaitu Adam, menjadi makhluk yang hidup.’ Tetapi ada Orang yang seperti Adam terakhir, yaitu Kristus Yesus, dan Dialah Roh yang memberi hidup.”

 Sejarah penerjemahan ‘BEN ADAM’ sebagai ‘anak manusia (tunggal)’ berawal dari Septuaginta (200-300 SM), yang menerjemahkan dari bahasa Ibrani ke dalam bahasa Yunani klasik sebagai  υιέ ανθρώπου (transliterasi: uie anthropou, Yeh. 2:1). Ayat yang utama untuk identitas gelar itu adalah Daniel 7:13. Karena Daniel menulis ayat itu menggunakan bahasa Aram, bentuk harfiah tidak lagi BEN ADAM. Tetapi walaupun demikian, dalam Septuaginta Daniel 7:13 masih menerjemahkan ‘seperti anak manusia’ (transliterasi: hos uios anthropou). Di Daniel 8:17 yang di tulis dalam bahasa Ibrani, Daniel (seperti Yehezkiel) disapa oleh malaikat Gabriel sebagai BEN ADAM, dan Septuaginta masih menerjemahkan ke dalam bahasa Yunani sebagai ‘Anak manusia’. Oleh karena itu, muncullah pertanyaan: Ketika Yesus mengucapkan gelar-Nya itu, Dia menggunakan bahasa mana?— Ibrani, Yunani, atau Aram.
Berdasarkan beberapa kutipan Yesus, ternyata Dia sering menggunakan bahasa Aram, yang serumpun dengan bahasa Ibrani dan digunakan sebagai bahasa sehari-hari pada waktu itu. Tetapi Yesus pasti berbahasa Ibrani dan Yunani juga. Bisa saja Yesus mengutip ayat Perjanjian Lama dari Septuaginta, seperti sering terlihat di surat-surat Perjanjian Baru. Kita menemukan jalan buntu di situ, karena kita tidak tahu Yesus menggunakan bahasa apa ketika mengucapkan gelar-Nya, dan apakah Dia mengatakan ‘Anak Adam’ atau ‘Anak Manusia’. 

Oleh karena kita menemukan jalan buntu ketika menggali bahasa sumber yang digunakan untuk mengucapkan gelar Yesus tersebut, lebih baik kita memikirkan cara yang terbaik untuk menyampaikan artinya kepada pembaca Terjemahan Sederhana Indonesia (TSI). Kendala menerjemahkan kata anthropou sebagai ‘manusia’ adalah pembaca sering berasumsi bahwa kata ‘manusia’ berarti jamak. Namun, kalau kita menerjemahkannya sebagai ‘Keturunan Seorang Manusia’, situasi menjadi semakin kabur dan pasti menghasilkan salah tafsir. Kita sudah tahu bahwa terjemahan ‘Anak Manusia’ sering disalah tafsir sebagai Yesus merendahkan diri-Nya, seolah-olah berkata, “Aku manusia biasa saja.”

Berdasarkan semua penjelasan di atas, sekarang kita mengerti bahwa ketika Yesus menggunakan gelar itu Dia sedang menyatakan diri-Nya sebagai Raja Penyelamat yang dinubuatkan. Hal itu terbukti dari konteks di mana Yesus memakai gelar-Nya itu:

      • Ketika Yesus menunjukkan hak-Nya sebagai Mesias dan Raja untuk memberi keputusan di dunia ini (Mat. 9:6; 12:8, 32; 13:37; 16:13).
      • Ketika berbicara tentang kedudukan Yesus yang hina di dunia ini dan pengurbanan diri-Nya sebagai Mesias (Mat. 8:20; 11:19; 12:40; 17:9, 12, 22; 20:18; 20:28; 26:2, 24, 45).
      • Ketika berbicara tentang kedatangan-Nya kembali yang penuh kemuliaan dan perbuatan-Nya yang perkasa kelak sebagai Mesias (Mat. 10:23; 13:41; 16:27-28; 19:28; 24:27, 30, 37, 39, 44; 25:31; 26:64).

Harapan baik ketika menerjemahkan gelar Yesus sebagai Sang Anak Adam adalah para pembaca bisa menyadari kemuliaan Yesus yang dimaksudkan dalam gelar-Nya itu. Namun, sebenarnya ada kekurangan juga dalam terjemahan gelar Yesus yang dipakai TSI, yaitu bahwa terjemahan menjadi lebih jelas daripada teks bahasa sumbernya. Hal itu disebabkan karena penggunaan huruf besar, pemakaian kata ‘Sang’, dan catatan-catatan kaki yang menolong para pembaca modern. Sedangkan dari Yohanes 12:34 kita tahu bahwa sebagian pendengar Yesus zaman dahulu tidak mengerti waktu Dia menyebut diri-Nya Anak Adam. Dalam hal ini, penggunaan gelar Sang Anak Adam dapat disamakan dengan perumpamaan-perumpamaan Yesus. Maksudnya, bagi orang-orang yang berusaha mengerti dan merenungkan ajaran Yesus, Allah akan menambah kemampuannya untuk mengerti. Tetapi bagi para pendengar yang tidak berusaha, Allah mencabut kemampuan untuk mengerti itu (Mat. 13:10-17). Kini, setelah kita mulai memahami makna Sang Anak Adam, kita bertanggung jawab untuk merenungkannya dan hidup dengan cara yang pantas sebagai para penyembah-Nya.

SUKACITA MENJARING JIWA-JIWA (MAT. 4:19 TSI)

Kata-Nya kepada mereka, “Mari ikut Aku. Pekerjaan kalian bukan lagi penjala ikan, tetapi Aku akan mengajar kalian untuk menjaring orang-orang supaya mereka menjadi pengikut-Ku.”

Matius 4:19 (TSI)

Seorang anak laki-laki pertama kali diajak memancing oleh ayahnya. Dengan bersemangat dia menyiapkan semua peralatan pancing dan umpan terbaik. Dia juga tidak lupa membawa topi dan bekal makan siang. Di lokasi pemancingan, dia mengikuti arahan ayahnya  dan duduk manis menanti ikan mendekati umpannya. Setelah beberapa lama, anak laki-laki ini merasa ada yang menyentuh kailnya, seketika itu dia berteriak memanggil ayahnya. Dengan bantuan sang ayah, dia berhasil menarik ikan yang sudah tertangkap itu. Tangkapan yang cukup besar. Pengalaman pertama yang menyenangkan membuat anak laki-laki ini selalu ikut ayahnya pergi memancing.

Ketika Yesus memanggil murid-murid yang pertama, perkataan yang Yesus ucapkan adalah “Mari ikut Aku. Pekerjaan kalian bukan lagi penjala ikan, tetapi Aku akan mengajar kalian untuk menjaring orang-orang supaya mereka menjadi pengikut-Ku”. Petrus, Andreas, Yakobus, dan Yohanes sangat paham bagaimana perasaan seorang nelayan yang berhasil menangkap ikan dengan jumlah besar. Atas dasar itulah, tanpa berpikir panjang mereka pun mengambil keputusan mengikut Yesus. Mereka tahu perasaan apa yang akan terjadi ketika banyak  orang terjaring menjadi pengikut Kristus.

Sebagai orang yang sudah terjaring oleh jala Kristus, tentu kita merasakan perubahan hidup. Ada sukacita yang melimpah ketika menjalani hidup bersama-Nya. Sukacita yang sama pula yang akan kita rasakan ketika kita melipat gandakan isi surga melalui usaha menjaring jiwa-jiwa untuk menjadi pengikut Kristus. Mari! Kita ambil bagian dalam menjaring orang-orang supaya sukacita kita tetap melimpah.

Sukacita adalah jaring kasih yang dengannya Anda dapat menjaring jiwa-jiwa.

Anonym

Terima kasih banyak

Shalom Bapak/Ibu,

Terima kasih banyak atas dukungan Bapak/Ibu untuk pelayanan Albata. Berkat dukungan Bapak/Ibu yang terus mengalir, persoalan keuangan yang kami alami beberapa bulan yang lalu kini sudah kembali stabil. Saat ini — atas kemurahan Tuhan melalui Bapak/Ibu — kami menjadi sangat percaya diri untuk terus maju mengambil bagian dalam menggenapi Amanat Agung, khususnya di bidang penerjemahan Alkitab dalam bahasa Indonesia yang sederhana.

Kami bersyukur karena sampai saat ini semua anggota Albata dalam keadaan sehat, dan terus bekerja sesuai dengan tugas bagiannya masing-masing. Sampai akhir tahun ini konsentrasi tim masih dalam proyek merevisi PB TSI. Mohon dukungan doa supaya Tuhan memimpin pekerjaan ini dengan memberi hikmat kepada semua anggota tim yang terlibat, dan juga memberkati semua media serta peralatan yang digunakan. Untuk melihat hasil revisi dalam Injil Matius pasal 5-7 silakan klik di sini.

Kami juga bersyukur karena di bulan Oktober kami bisa mendistribusikan 600 eksemplar PB TSI secara cuma-cuma kepada berbagai daerah di Indonesia. Foto-foto tentang pendistribusian TSI serta respons dari beberapa penerima, bisa dilihat di sini.

Per tanggal 6 November 2020, kami sudah menutup penggalangan dana untuk Gerakan Peduli Kasih (GPK) untuk tahun ini. Terima kasih banyak kepada anak-anak Tuhan yang sudah turut berpartisipasi. Dana yang sudah kami terima dari bulan Agustus hingga minggu pertama bulan November ini sejumlah Rp. 16.730.000. Semua dana itu akan kami kirim kepada Andi Offset untuk kemudian digunakan untuk mencetak PB TSI.  Albata berencana akan melakukan penggalangan dana lagi untuk dana GPK pada bulan Januari 2021. 

Sekali lagi kami berterima kasih banyak atas cinta kasih Bapak/Ibu untuk Albata, kiranya Tuhan yang Pemilik hidup kita melimpahkan kasih dan rahmat-Nya atas kehidupan Bapak/Ibu.

Balazi Gulo

Ketua Pengurus Yay. Albata

Secara khusus Albata berterima kasih kepada:

para donatur yang sudah mendukung Albata di bulan Oktober 2020:

  • Untuk General Fund Albata melalui rekening Mandiri
    • Claresta V.
  • Untuk General Fund Albata melalui rekening BCA:
    • Jakarta International Christian Fellowship
    • JIBC
    • M. A. Sachli
    • Dani H.  Solic
  • Untuk mendukung “Gerakan Peduli Kasih” melalui rek BCA Albata:

Puji Tuhan, sejak awal Agustus 2020 hingga sampai 6 November 2020 ini dana GPK sudah terkumpul sebesar Rp. 16.730.000. Semua dana itu akan kami kirim kepada Andi Offset untuk kemudian digunakan untuk mencetak PB TSI.

Tuhan memberkati.

Cara mendukung Albata

Untuk mendukung tim penerjemah Albata yang sedang menerjemahkan PL, silakan ditransfer melalui:

  • BCA  (KCP Hasyim Ashari, Jl. KH H. Ashari 5 AA, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia 10130)
    akun nomor: 262 390 3222
    atas nama : YAYASAN ALKITAB BAHASAKITA

Atau,

  • Bank Mandiri   Cabang KCP Jakarta Taman Ratu,  (Swift Code : B M R I I D J A)
    akun nomor: 165-0000-394-834,
    atas nama: Yayasan Alkitab BahasaKita.

 

Albata ingin mengirim tanda terima dan ucapan terima kasih kepada setiap pendukung. Oleh karena itu, ketika Bapak/Ibu pertama kali men-transfer ke akun Albata, mohon kesediaannya untuk menyertakan alamat email kepada bendahara Albata dengan memberi nama panggilan dan nama bank yang digunakan untuk mengirim dana.

Terima kasih.

Pokok Doa Albata November 2020

Shalom Saudaraku,

Memasuki bulan November ini kami berharap Saudara semakin diberkati Tuhan dalam segala hal. 

Saat ini tim kami masih bekerja merevisi PB TSI. Mohon dukungan doa supaya Tuhan memimpin pekerjaan ini dengan memberi hikmat kepada semua anggota tim yang terlibat, dan juga memberkati semua media serta peralatan yang digunakan. Untuk melihat hasil revisi dalam Injil Matius silakan klik di sini: Matius 5-7 TSI3 untuk percobaan

Foto-foto tentang pendistribusian TSI serta respons dari beberapa penerima, bisa dilihat di sini.

Per hari ini, 6 November 2020, kami sudah menutup penggalangan dana untuk Gerakan Peduli Kasih (GPK) untuk tahun ini. Terima kasih banyak kepada anak-anak Tuhan yang sudah turut berpartisipasi. Dana yang sudah kami terima dari bulan Agustus hingga minggu pertama bulan November ini sejumlah Rp. 16.330.000. Semua dana itu akan kami kirim kepada Andi Offset untuk kemudian digunakan untuk mencetak PB TSI.  Albata berencana akan melakukan penggalangan dana lagi untuk dana GPK pada bulan Januari 2021. 

Terima kasih atas kesediaan Bapak, Ibu untuk terus mendoakan Albata,

Tuhan Yesus memberkati.

 

Balazi Gulo

Ketua Pengurus Yay. Albata