Melayangkan TSI

Module EasyWorship:

Dalam modul EW ini, dalam PL hanya tersedia Kejadian pasal 1-4. PB TSI lengkap dan sudah edisi yang terbaru, edisi 2.3.

ProPresenter (untuk komputer Apple):

Module TSI sudah tersedia! Menginstalkan Alkitab TSI melalui menu di dalam ProPresenter. (Tidak perlu mengunduh modul dari situs ini.) Edisi TSI adalah 2.3, dan ada juga Kejadian 1-4.

 

Program Presentasi Worship untuk komputer Windows yang gratis digunakan:

Hampir semua program terdaftar di bawah dapat melayangkan TSI, dan pasti ada yang bisa melayangkan TB dan BIS/BIMK juga. Kami merekomendasikan program-program ini:

Kami perlu bantuan beberapa jemaat untuk mencoba meng-impor TSI ke dalam program-program ini. Menggunakan modul bentuk Zefania.xml untuk mengimpor TSI ke dalam program-program tersebut. Setelah mengunduh file ZIP di bawah, sebelum melakukan impor ke dalam program, meng-extract file TSI_Zefania_Bible.xml. (Maksudnya: Untuk meng-impor ke dalam program, gunakanlah file xml, bukan archive ZIP.)
TSI_Zefania_Bible.xml.ZIP

Kalau Saudara berhasil menggunakan salah satu dari ke-4 program yang gratis tersebut, mohon mengirim berita kepada alamat ini. Kalau mengalami persoalan dengan modul Zefania, mohon kirim berita juga.

Copyright TSI

Hak cipta untuk Terjemahan Sederhana Indonesia (TSI) dimiliki oleh Yayasan Alkitab BahasaKita (Albata) bersama dengan Pioneer Bible Translators International. Albata bekerjasama dengan Andi Offset untuk penerbitan Perjanjian Baru TSI dan buku itu tidak boleh dicetak ulang oleh pihak lain.

Logo ANDI W       creativecommons

Namun TSI dikerjakan dengan kerjasama dengan Door43.org. Oleh karena itu teks TSI di bawah laisens Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported.

Ini berarti bahwa Saudara dipersilakan mengutip TSI dalam segala macam karangan lain— asal penerbitan itu juga diedarkan di bawah Creative Commons laisens yang sama.

logo    temp-logo

Pembina Yayasan Alkitab BahasaKita adalah Phil Fields— yang adalah anggota Pioneer Bible Translators International.
PBTI adalah anggota penuh dalam Forum of Bible Agencies International (FOBAI).

Tidak ada persaingan antara Albata/Pioneer Bible Translators dan Lembaga Alkitab Indonesia. Melalui induknya, United Bible Societies, LAI juga termasuk Forum of Bible Agencies International.

Prakata Terjemahan Sederhana Indonesia (TSI) Edisi NEXT

Terjemahan Sederhana Indonesia (TSI) adalah hasil penerjemahan dari Yayasan Alkitab BahasaKita (Albata). Albata hadir dengan visi meningkatkan pemahaman Firman Tuhan, supaya para pembaca dan pendengar dapat mengalami pembaharuan hidup. Oleh karena itu, kehadiran Albata tidak bermaksud untuk menggantikan terjemahan Alkitab yang ada, melainkan untuk meningkatkan pemahaman akan Firman Tuhan.


Umat Allah memerlukan dua macam terjemahan Alkitab

Umat Allah di mana pun berada memerlukan sekurang-kurangnya dua macam penerjemahan Alkitab, supaya orang yang belum sempat belajar bahasa sumber Alkitab boleh mengerti Firman Allah dengan sejelas mungkin. Kedua macam penerjemahan itu adalah terjemahan secara harfiah dan terjemahan yang berdasarkan arti. Terjemahan secara harfiah dikerjakan kata demi kata, dan karena itu sangat berguna untuk memperlihatkan bentuk dan struktur dari teks dalam bahasa sumber. Alkitab Terjemahan Baru (TB) adalah terjemahan secara harfiah. Sedangkan TSI dan BIS (Bahasa Indonesia Sehari-hari) termasuk penerjemahan yang berdasarkan arti. Terjemahan berdasarkan arti tidak mempersoalkan berapa kata yang dipakai dalam penerjemahan, asal arti yang disampaikan sama dengan yang diterima oleh para pembaca pertama pada zaman kitab itu ditulis. Kelebihan terjemahan secara harfiah, lebih mengikuti bentuk atau cara ungkapan yang terdapat dalam bahasa sumber. Kelebihan terjemahan berdasarkan arti, lebih tepat menyatakan arti bahasa sumber. Kekurangan terjemahan secara harfiah, kurang menyatakan arti bahasa sumber, karena bahasa terjemahan menjadi kurang wajar atau kurang jelas. Kekurangan terjemahan berdasarkan arti, kurang menunjukkan bentuk atau cara ungkapan yang terdapat dalam bahasa sumber.


Oleh karena TSI termasuk penerjemahan berdasarkan arti, maka struktur frasa dalam bahasa sumber yang berbentuk A B C D bisa diubah dalam TSI menjadi C A B D— kalau hal itu bisa membantu pembaca untuk lebih mengerti arti yang sebenarnya. Penerjemahan berdasarkan arti juga boleh menambahkan informasi tersirat— yaitu informasi yang pada zaman Alkitab tidak perlu langsung ditulis karena sudah dimengerti oleh para pembaca pada zaman itu. Tetapi pada zaman sekarang pembaca di Indonesia sangat memerlukan beberapa informasi tersirat menjadi tersurat. Tim penerjemah TSI sudah berusaha keras supaya informasi yang dibuat tersurat dalam TSI sesuai dengan tafsiran yang paling diakui oleh para ahli tafsir. Untuk pembaca yang mau memperbandingkan TSI dengan penerjemahan lain atau pun bahasa Yunani, tim penerjemah Albata menyarankan untuk memakai web site alkitab.sabda.org. Penerjemahan yang sering menolong tim penerjemah TSI adalah NLT, NIV, NET, CEV, dan Deibler T4T.


Harap dimengerti bahwa penerjemahan berdasarkan arti tidak sama dengan yang disebut ‘parafrasa’. Contoh parafrasa adalah FAYH (Firman Allah Yang Hidup). Parafrasa bisa langsung menambahkan hal-hal modern dalam teks yang bukan informasi tersirat, atau kadang-kadang parafrasa mengurangi dari makna teks asli. Sedangkan penerjemahan berdasarkan arti tidak boleh menambah atau mengurangi arti yang dimaksudkan oleh si penulis.

 

Tentang istilah yang dipakai

Dalam TSI, ada beberapa istilah baru yang dipakai, di mana istilah-istilah itu tidak digunakan di dalam penerjemahan lain dalam Bahasa Indonesia. Hal ini dilakukan karena penerjemahan ini juga berusaha menggunakan bahasa yang paling sederhana dan paling umum dipakai di seluruh Indonesia. Tim penerjemah sudah menghindari penggunaan istilah yang hanya dikenal oleh orang-orang yang sudah biasa dengan ‘bahasa gereja’ atau istilah teologi. Di antara istilah-istilah itu ada kata-kata yang sering sekali didengar di gereja, tetapi hampir tidak pernah dipakai oleh orang-orang dalam percakapan sehari-hari— seperti ‘kasih-karunia’, ‘damai-sejahtera’, dan ‘daging’, di mana kata ‘daging’ dipakai dengan arti keinginan-keinginan badani yang jahat. Tim penerjemah berharap supaya pembaca mengerti bahwa pada waktu teks Alkitab pertama ditulis, para penulis menggunakan bahasa sehari-hari pada zaman itu dan tidak menggunakan istilah yang hanya dikenal di dalam gereja saja.

 

Tentang kata ganti orang dan huruf besar untuk kata ganti nama Yesus

Dalam penerjemahan tradisional di Indonesia, ‘kamu’ selalu dipakai untuk jamak, sedangkan ‘engkau’ selalu dipakai untuk tunggal. Hal ini tidak sesuai dengan penggunaan Bahasa Indonesia zaman sekarang. Dalam Bahasa Indonesia, kata ganti orang yang dipakai menunjukkan apakah hubungan pribadi antara pembicara dan pendengar adalah akrab atau formal, dan status antara kedua pihak sejajar atau berbeda. Jadi dalam penerjemahan TSI, ‘kamu’ sering dipakai untuk tunggal kalau dalam konteks keakraban atau status yang sama. ‘Kamu’ juga bisa dipakai untuk jamak. Contohnya, ketika Rasul Paulus memberi perintah kepada jemaat untuk sesuatu yang dilakukan secara pribadi. Sedangkan, perintah yang dikerjakan oleh seluruh jemaat secara bersama biasanya memakai ‘kalian’. ‘Engkau’ lebih dipakai kalau menyapa atau memanggil orang yang memiliki status yang lebih tinggi, termasuk kepada Allah. Bahasa Ibrani dan Yunani tidak mempunyai kata ganti orang inklusif ‘kita’. Dalam TSI, tim penerjemah berusaha supaya ‘kita’ dipakai dengan cara yang wajar.


Dalam penerjemahan tradisional di Indonesia, huruf besar selalu dipakai untuk ilahi, termasuk kata ganti nama Yesus. Dalam TB, huruf besar masih dipakai bahkan ketika yang berbicara adalah orang yang tidak percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah. Hal ini bisa membuat pembaca salah menafsirkan cerita tentang Yesus— misalnya waktu orang-orang Yahudi melawan Yesus. Jadi dengan menggunakan huruf kecil, TSI membuat jelas bahwa para pembicara di Yohanes 8:57 tidak percaya kepada keilahian Yesus waktu mereka mengatakan, “Apa?! Umurmu belum sampai lima puluh tahun, dan kamu berkata bahwa kamu sudah melihat Abraham!”


Dalam penerjemahan tradisional di Indonesia, Allah dan Yesus selalu memakai ‘Aku’ dengan huruf besar, dan TSI pun mengikuti tradisi itu. Namun tim penerjemah Albata berharap semua pembaca akan mengingat bahwa bahasa Ibrani dan Yunani tidak mempunyai perbedaan seperti antara ‘aku’ dan ‘saya’ dalam bahasa Indonesia. Jangan sampai ada yang menganggap bahwa Yesus mengakui keilahian-Nya hanya dari kata ‘Aku’ saja. Contohnya, waktu Yesus berkata kepada perempuan Samaria, “Tolong berikan air kepada-Ku, supaya Aku minum.” Dari kata ‘Aku’ yang dipakai oleh Yesus, perempuan itu tidak mungkin langsung mengetahui bahwa Yesus sedang mengakui diri-Nya sebagai Tuhan. Hendaklah selalu diingat bahwa dalam bahasa Yunani pembicaraan Yesus tidak berbeda dalam hal ‘saya/aku’ dari semua manusia yang lain. Oleh karena itu, para pembaca TSI boleh merasa bebas untuk mengucapkan perkataan Yesus sesuai dengan selera atau kebiasaan lokal penggunaan ‘aku/saya’. Sebagai contoh, kalau Anda merasa lebih cocok untuk Yesus memakai ‘saya’ waktu berbicara dengan perempuan dari Samaria, silahkan membaca dengan memakai ‘saya’. Demikian juga saat Yesus ditentang atau diadili, kalau Anda berpikir bahwa konteks formal membuat sehingga lebih tepat Yesus menggunakan ‘saya’, silahkan membaca dengan memakai ‘saya’. Ingatlah bahwa bahasa Yunani (seperti bahasa Inggris) tidak membedakan antara ‘saya’ dan ‘aku’.

 

Tentang penerjemahan nama YHWH dan pemakaian nama Allah dan TUHAN

TSI menggunakan cara tradisional di Indonesia untuk menerjemahkan ‘Allah’ dan ‘TUHAN’. Memulai dari zaman pembuangan orang Yahudi ke Babel, mereka menganggap nama yang ditulis ‘YHWH’ terlalu suci untuk diucapkan. Oleh sebab itu, ketika mereka melihat nama itu dalam Firman Allah, mereka selalu mengucapkan ‘Adonai’, yang berarti ‘Penguasa’. Tetapi akibat itu, dan karena bahasa Ibrani tidak menuliskan huruf-huruf vokal, maka sekarang tidak diketahui pengucapan persis yang Musa terima untuk ‘YHWH’. (Perkiraan pengucapannya ‘Yahweh’.) Bahkan lebih dari 300 tahun sebelum Kristus dilahirkan, ketika Perjanjian Lama diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani klasik (disebut Septuaginta atau LXX), ‘YHWH’ diterjemahkan sebagai ‘Kyrios’— yaitu kata yang berarti ‘Penguasa/Lord’. Sedangkan dalam Septuaginta ‘Elohim’ secara konsisten diterjemahkan ‘Theos’ — yaitu kata yang berarti ‘Allah’.


Ternyata ada kehilangan arti yang terjadi apabila ‘Adonai’ selalu diterjemahkan dengan kata TUHAN dalam PL, dan apabila dalam PB ‘Kyrios’ selalu diterjemahkan dengan kata Tuhan. Untuk sebagian besar orang Indonesia, kata TUHAN/Tuhan hanya mempunyai satu arti, yaitu merujuk langsung kepada Allah. Padahal dalam PL, ‘Adonai’ masih sering digunakan dengan arti dasarnya, yaitu ‘penguasa’. Dalam bahasa Yunani, ‘Kyrios’ juga memiliki arti dasar yang sama. Baik dalam bahasa Ibrani maupun Yunani, kata ‘penguasa’ bisa merujuk kepada manusia (sebagai raja atau majikan) atau kepada Allah. Dalam PB TSI, ‘Kyrios’ diterjemahkan dengan TUHAN di mana merujuk kepada Allah Bapa (seperti dalam PL TSI), dan Tuhan (hanya huruf T yang besar) digunakan di mana merujuk kepada Tuhan Yesus. Dalam ayat di mana sulit membedakan peran antara Ketiga Yang Esa, TUHAN tetap digunakan. ‘Kyrios’ juga diterjemahkan dengan kata ‘Penguasa’ dalam PB TSI, di mana pemahaman arti dasar dari kata itu lebih penting untuk dipahami— seperti Roma 10:9. Kata Penguasa juga digunakan untuk Tuhan Yesus di dalam kalimat di mana Allah Bapa dan Kristus Yesus disebut bersama sebagai Pelaku, seperti Efesus 1:2.


Di dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Arab, ‘Allah’ bukan nama pribadi seperti ‘YHWH’, tetapi adalah gelar yang menunjukkan status atau keberadaan-Nya, sebagaimana kata ‘Presiden’ bukanlah nama orang, tetapi menunjukkan jabatan. (Sebagai contoh lain, ‘iblis’ bukan nama untuk si jahat. Nama iblis banyak— termasuk Lucifer dan Beelzebul.) Sebagai bukti bahwa kata ‘Allah’ bukanlah nama-Nya, kata itu bisa dipakai untuk menunjukkan ‘allah-allah palsu’. Itu menunjukkan bahwa ‘Allah’ bukan nama, karena nama orang tidak dipakai seperti itu. (Contohnya, ‘pilipus-pilipus palsu’ tidak pernah diucapkan.) Hal ini sama dengan kata ‘God’ dalam Bahasa Inggris. Dan dalam Bahasa Ibrani pun, ‘Elohim’ juga dipakai sama seperti yang telah dijelaskan di atas untuk Allah, yaitu ‘elohim’ juga dipakai untuk allah-allah palsu.


Di zaman Yesus, bahasa Aram sudah menjadi bahasa sehari-hari orang Yahudi, dan Yesus sendiri menggunakan bahasa tersebut. Kebanyakan bunyi bahasa Aram mirip bahasa Ibrani. Misalnya, dalam bahasa Aram ‘Elohim’ diucapkan ‘Alaha’. Sebelum abad ke-6 sudah ada orang Kristen di negeri Arab yang menyebut TUHAN sebagai ‘Allah’. Dan sampai saat ini orang Kristen di negeri Suriah masih berbahasa Aram dan masih menyebut Allah dengan sebutan ‘Alaha’. Jadi sebenarnya sebutan ‘Allah’ merupakan kata serapan dari Bahasa Aram ke dalam Bahasa Arab. Dengan demikian kata ‘Allah’ bukan milik satu agama saja.


Dalam PL TSI, Elohim diterjemahkan ‘Allah’. Tetapi kalau lebih wajar, ‘Allah’ boleh disebut ‘Dia’ atau ‘-Nya’ dalam TSI. TSI mengikuti tradisi penerjemahan Firman Allah sejak Septuaginta dengan menerjemahkan YHWH sebagai TUHAN. Kalau lebih wajar dalam konteks pasal di mana TUHAN sudah beberapa kali disebutkan, maka TSI juga mengganti TUHAN dengan ‘Dia’ atau ‘-Nya’. Oleh karena faktor kewajaran tersebut, tidak mungkin terjemahan berdasarkan arti seperti TSI mencerminkan posisi ‘TUHAN/YHWH’ dan ‘Tuhan/Adonai’ dalam teks Ibrani seperti terjemahan-terjemahan secara harfiah. Kalau pembaca ingin meneliti posisi persis untuk kedua itu dalam teks Ibrani, sebaiknya hal itu dilihat dalam terjemahan secara harfiah atau langsung dalam bahasa Ibrani. Demikian di mana ‘YHWH Elohim’ tertulis dalam teks Ibrani, TSI akan menerjemahkan satu kali saja dengan “TUHAN Allah” di awal setiap perikop, dan selanjutnya— masih dalam perikop yang sama— akan diterjemahkan dengan TUHAN saja. Pembaca yang ingin meneliti penggunaan kombinasi tersebut dianjurkan melihat terjemahan secara harfiah.

 

Teks sumber yang digunakan dalam Alkitab TSI

Dalam PL, tim penerjemah Albata menggunakan teks Masoret (MT), yang disusun di antara abad ke-7 dan abad ke-10 M. Ada kalanya maksud dalam MT sangat kabur karena arti kata-katanya sulit dipastikan. Dalam situasi itu, TSI mengikuti cara menerjemahkan yang digunakan dalam hampir semua Alkitab lain, yaitu menerjemahkan sesuai dengan Septuaginta (LXX).

 

Untuk Perjanjian Baru (PB) edisi 1 s/d 2.3, Albata menggunakan Teks Nestle-Aland (GTNA) yang juga disebut Teks UBS. Tetapi mulai dari edisi ke-3 Albata menggunakan Teks Mayoritas, yang juga disebut Teks Bizantium. Teks ini disusun berdasarkan ribuan naskah kuno yang masih terpelihara hingga saat ini. Banyaknya naskah kuno yang digunakan sebagai dasar penyusunannya menunjukkan keunggulan sekaligus membuktikan bahwa tidak ada sesuatu yang diubah atau dipalsukan. Teks GTNA dibuat berdasarkan prinsip-prinsip tekstual yang berkembang sejak tahun 1881, yaitu pada waktu Teks Yunani Wescott-Hort diterbitkan. Teks Wescott-Hort lebih menghargai teks Yunani kuno yang pada waktu itu baru saja ditemukan di Mesir. Akan tetapi, setelah lebih dari satu abad dianalisa prinsip-prinsip tersebut, berbagai ahli tekstual menyatakan bahwa prinsip-prinsip tekstual yang berasal dari tahun 1881 itu terbukti salah. Dan Albata setuju dengan kesimpulan tersebut. Salah satu akibat negatif dari pengaruh kuat Teks Wescott-Hort dan GTNA terhadap berbagai terjemahan Alkitab dari abad lalu, sekarang sudah banyak orang yang meragukan tentang keaslian teks sumber Alkitab. Mereka mempertanyakan apakah benar bahwa teks sumber Firman TUHAN sudah dijaga oleh-Nya sampai sekarang. Untuk informasi selanjutnya, lihat Artikel Alkitabiah di situs albata.info yang berjudul Teks PB Yunani yang digunakan oleh Albata.

 

Tentang cara menerjemahkan pengulangan nama orang, hubungan dalam keluarga, dan nama tempat

Dalam PL, dalam Bahasa Ibrani sering terjadi pengulangan informasi seperti nama orang, nama tempat, dan hubungan keluarga. TSI tidak mengulangi informasi yang seharusnya sudah dimengerti oleh para pembaca. Pengulangan-pengulangan hal tersebut lebih baik dilihat dalam terjemahan harfiah. Misalnya, Kej 27:11 menyebut Esau sebagai kakak Yakub. Tetapi karena ini sudah disebut di ayat 1, TSI tidak memberi informasi ini lagi.

 

Tentang cara mengeja nama-nama dalam Alkitab 

Tim penerjemah TSI sudah memutuskan untuk mengubah ejaan beberapa nama orang atau kota dalam Alkitab. Sebagai contoh, sekarang Aristarkhus dieja Aristarkus. Perubahan ejaan nama dilakukan supaya membuat teks TSI lebih mudah dibaca. Beberapa nama yang menggunakan huruf z menjadi lebih gampang dibaca dengan menggunakan huruf s. Dan kami juga mengubah beberapa nama yang pengucapannya dalam bahasa Indonesia jauh sekali dari bahasa Yunaninya. Sebagai contoh, kami menggunakan ‘Matatias’ di Luk.3:25-26, bukan ‘Matica’, karena ‘Matatias’ lebih dekat kepada pengucapannya dalam bahasa Yunani maupun terjemahan bahasa Inggris.

 

Tentang penomoran ayat dalam PL TSI

TSI selalu menggunakan penomoran ayat yang umum digunakan dalam semua aplikasi Alkitab elektronik sedunia, supaya lebih gampang membandingkan berbagai terjemahan dalam aplikasi elektronik. Tetapi dalam cukup banyak pasal di Mazmur dan beberapa pasal lain di PL (seperti 1Raj. 22:43) TB menggunakan sistem penomoran lama yang digunakan dalam Terjemahan Lama dan KJV. Di setiap ayat di mana TB (edisi cetakan) menggunakan penomoran lama tersebut, TSI akan  menaruh nomor ayatnya (sesuai TB) dalam kurung sesudah nomor ayat dari TSI. Lihat contoh di Mazmur 3.

 

Tentang catatan dan referensi silang

Ada dua macam catatan dalam TSI yang terdapat pada halaman bagian bawah: (1) Catatan kaki yang biasa dimulai dengan nomor yang sama dengan nomor superscript di teks TSI, dan (2) Referensi silang yang biasa dimulai dengan satu huruf, dan huruf superscript yang sama terdapat di teks TSI.

 

Permohonan kepada para pembaca

Walaupun teks TSI sudah direvisi beberapa kali sejak tahun 2014, Tim Penerjemah Albata tetap mengharapkan saran dan masukan dari para pembaca selalu dikirim kepada kami, agar edisi yang berikut bisa menjadi lebih wajar, jelas, dan lebih tepat sesuai maksud penulis yang pertama. Untuk informasi tentang berbagai cara menghubungi kami, silahkan buka situs http://albata.info di Internet. Mohon juga dukungan doa untuk Albata, karena tim penerjemah sedang menerjemahkan Perjanjian Lama.



Ucapan Terima Kasih bulan Mei

Shalom!

Dengan penuh rasa syukur, mewakili Pengurus Yayasan Alkitab BahasaKita (Albata), saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan Bapak/Ibu yang terus mengalir untuk pelayanan Albata, yang walaupun di tengah kesukaran akibat pandemi Covid-19 ini, Bapak/Ibu tetap setia memikirkan dan mendukung pelayanan Albata. Atas segala kebaikan Bapak/Ibu, kiranya Tuhan yang akan membalas dengan melimpahkan segala yang baik atas kehidupannya.

Kami sangat bersyukur kepada Tuhan karena Dia selalu menjaga dan melindungi seluruh anggota tim Albata, baik yang ada di pulau Jawa, Sumatera dan Papua, sehingga semuanya terhindar dari wabah ini. Tentu doa dan harapan kami demikian juga dengan Bapak/Ibu. Namun, karena penerapan PSBB dan karantina wilayah yang berkepanjangan, beberapa anggota tim kita terganggu finansialnya, terutama tim yang ada di Papua — bahkan juga sebagian yang tinggal di Jakarta. Hal ini terjadi karena anjuran untuk stay at home mengakibatkan pasangan (suami/istri)  dari anggota tim penerjemah mengalami penurunan penghasilan. Karena itu bulan ini Albata sudah menambah honor anggota part time yang kena dampak pandemi ini sebagai tambahan uang beras untuk keluarga mereka. 

Baru-baru ini kami memuji Tuhan karena kerjasama yang boleh terjalin dengan mitra pelayanan lain, sehingga tahun ini Albata sudah bisa membagikan 4.000 Alkitab PB TSI secara gratis! Mohon dukungan doa supaya setiap Alkitab PB TSI yang akan dibagikan nantinya akan disambut dan dibaca oleh penerima dengan penuh suka cita, sehingga melalui itu Roh Kudus bekerja dalam hati mereka.

Sebentar lagi kitab Kejadian dan Keluaran TSI (yang sudah lama kami kerjakan) akan segera muncul dalam aplikasi Alkitab. Kami sangat memuji Tuhan untuk hal ini karena dengan cara ini kami akan mendapat masukan-masukan yang baik dari para pembaca sebelum kitab-kitab ini dinaikkan ke tahap penerbitan secara lengkap. Mohon dukungan doa supaya dengan tenaga penerjemah yang sudah ada kitab-kitab yang lain juga segera menyusul muncul dalam aplikasi Alkitab.

Lokasi foto: Desa Sebadak, Kec. Senaning, Kab. Sintang
Foto waktu kami masih tinggal di Kalimantan Barat

Saya sangat memuji Tuhan karena cara-Nya yang luar biasa memimpin keluarga saya dalam pelayanan ini. Bulan Februari lalu kami sekeluarga pindah dari Kalimantan Barat ke Jakarta. Tidak mudah melakukan ini karena kami sudah beberapa tahun tinggal di Kalbar dan istri saya bekerja di sana. Namun, atas pertimbangan ‘panggilan pelayanan’ sebagaimana panggilan kepada Abraham dalam Kej. 12, mengubah pikiran kami untuk pindah ke Jakarta dan memberi waktu lebih banyak untuk Albata. Puji Tuhan, saat ini pergumulan kami mulai dijawab Tuhan satu per satu.   Istri saya, Tika, sudah diterima dan mulai bekerja di salah satu Rumah Sakit di Jakarta Barat, sebagai perawat. Akan tetapi minggu lalu dilakukanlah rapid test untuk semua karyawan karena sudah kedapatan ada 2 orang pasien yang positif corona. Dan ternyata 6 orang dari antara tenaga medisnya dinyatakan positif dan langsung diisolasi. Puji Tuhan hasil tes istri saya negatif, dan dia masih bekerja seperti biasa. Mohon dukungan doa supaya Tuhan tetap menjaga dan melindunginya dari virus ini, termasuk saya dan anak kami yang masih berusia 2 tahun lebih. 

Sekali lagi, atas semua dukungan dari Bapak/Ibu untuk Albata kami ucapkan banyak-banyak terima kasih. 

Tuhan memberkati.
Ketua Yayasan Albata
Balazi Gulo



Khususnya …

seluruh anggota dan sahabat Albata mengucapkan banyak terima kasih kepada donatur-donatur ini yang mendukung Albata dengan dana dalam bulan April:

Jakarta International Christian Fellowship
Jakarta International Baptist Church
Newman Chapel, Sentani, Papua
Dani HS
Ibu Rima dan Klief

Kesempatan luar biasa!


Cara mendukung Albata

Sampai dengan bulan September, setiap pengiriman dana kepada akun BCA Albata akan diberikan 100% kepada proyek kerjasama dengan Andi Offset di atas.

BCA  (KCP Hasyim Ashari, Jl. KH H. Ashari 5 AA, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia 10130)
akun nomor: 262 390 3222
atas nama : YAYASAN ALKITAB BAHASAKITA

Untuk mendukung tim penerjemah Albata yang sedang menerjemahkan PL, transfer kepada:

Bank Mandiri   Cabang KCP Jakarta Taman Ratu,  (Swift Code : B M R I I D J A)
akun nomor: 165-0000-394-834,
atas nama: Yayasan Alkitab BahasaKita.

Albata ingin mengirim tanda terima dan ucapan terima kasih melalui e-mail kepada setiap pendukung. Oleh karena itu, ketika Saudara pertama kali men-transfer ke akun Albata, mohon mengirim email kepada bendahara Albata dengan memberi nama panggilanmu dan nama bank yang digunakan untuk mengirim dana itu.

Screenshot_20160816_125241

Pokok Doa Albata bulan Mei

Meski di masa sukar karena pandemi covid-19 ini, kami tetap menyapa Saudara dengan senyum dan penuh suka cita karena Tuhan masih menjaga, melindungi, dan mengasihi kita. Puji TUHAN, saat ini semua tim Albata sehat.
 
Kami sangat bersyukur melihat Saudara masih menggunakan aplikasi Alkitab dan sudah mendownload versi Terjemahan Sederhana Indonesia (TSI) yang tersedia dalam daftar versinya.
 
Saat ini tim penerjemah Albata sedang mempersiapkan pengecekan draft kitab 1 dan 2 Samuel TSI bersama para Sahabat Albata yang sudah bergabung dalam grup WA. Kalau Saudara bersedia terlibat dalam pemeriksaan ini, silakan mendaftar di halaman Sahabat. Doakanlah supaya proses pengecekan ini bisa berjalan dengan baik sehingga PL TSI bisa segera rampung dan segera diterbitkan.
 
Baru-baru ini kami memuji Tuhan karena Dia sudah membuka jalan kerjasama yang baik terhadap salah satu mitra pelayanan Albata, sehingga tahun ini Albata sudah bisa membagikan 4.000 Alkitab PB TSI secara gratis. Mohon dukungan doa supaya setiap Alkitab PB TSI yang akan dibagikan nantinya akan disambut dan dibaca oleh penerima dengan penuh suka cita, sehingga melalui itu Roh Kudus bekerja dalam hati mereka.
Lokasi foto: Desa Sebadak, Kec. Senaning, Kab. Sintang.
Foto waktu kami masih tinggal di Kalimantan Barat.

Saya sangat memuji Tuhan tentang cara-Nya yang luar biasa dalam memimpin keluarga saya untuk pelayanan ini. Bulan Februari lalu kami sekeluarga pindah dari Kalimantan Barat ke Jakarta. Tidak mudah melakukan ini karena kami sudah beberapa tahun tinggal di Kalbar dan istri saya bekerja di sana. Namun, pertimbangan panggilan pelayanan mengubah pikiran kami untuk pindah ke Jakarta dan memberi waktu lebih banyak untuk Albata. Puji Tuhan, saat ini pergumulan kami mulai dijawab satu per satu. Istri saya, Tika, sudah diterima dan mulai bekerja di salah satu Rumah Sakit di Jakarta Barat, sebagai perawat. Akan tetapi minggu lalu dilakukan rapid test untuk semua karyawan karena kedapatan ada 2 orang pasien yang positif corona. Dan ternyata 6 orang dari antara tenaga medis dinyatakan positif dan langsung diisolasi, meskipun rapid test tidak sepenuhnya valid. Puji Tuhan hasil tes istri saya negatif, dan dia masih bekerja seperti biasa. Mohon dukungan doa supaya Tuhan tetap menjaga dan melindunginya dari virus ini, termasuk saya dan anak kami yang masih berusia 2 tahun lebih. Kami juga berdoa untuk Saudara, semoga Tuhan yang penuh rahmat senantiasa melindungi dan melimpahkan segala yang baik atas hidup Saudara. Amin.

Dalam kasih dan perlindungan-Nya,

Ketua Yayasan Albata

Balazi Gulo

Cara terbaik mendapat Alkitab bersuara dalam bahasamu

Kalau hanya mau mendengar rekaman PB TSI saja, mencari di Play Store untuk Alkitab TSI. Aplikasi ini akan menggunakan Internet hanya untuk pertama kali memutar rekaman  pasal. Sesudah itu pasal itu disimpan di HPmu dan tidak menggunakan pulsa data lagi.

Baik kalau Saudara mau mendengar Perjanjian Baru dalam bahasa Orya, Nias, TSI, atau Alkitab lengkap TB, Saudara dapat melakukan itu melalu aplikasi BIBLE.IS. Bible.is tersedia dalam App Store atau Play Store.

Inilah langkah-langkah untuk menginstalkannya:

Carilah Bible.is di Play Store atau App Store.

Menginstalnya!

Sesudah bisa membuka Bible.is, mencari untuk ‘Indonesia’.

 

Lalu mencari di bawah untuk Terjemahan Sederhana Indonesia.

Men-download setiap kitab.

 

 

Lalu nikmatilah rekaman-rekaman Firman TUHAN dan membagi tentang aplikasi Bible.is kepada teman-teman!

Status perlunya terjemahan Alkitab di seluruh Indonesia

Silakan membaca halaman pertama di sini
sambil menunggu untuk file PDF muncul di bawah.

Saya ingin membagi tentang status keperluan terjemahan-terjemahan Alkitab ke dalam berbagai bahasa daerah di Indonesia. Dan untuk melakukan itu saya perlu menjelaskan tentang perbedaan pandangan antara orang-orang dari negara-negara barat dan orang Indonesia  tentang penggunaan bahasa-bahasa suku/daerah. Dalam artikel ini saya akan berbicara dengan cara yang sangat umum, dan harus diakui bahwa semua orang barat tidak sama dalam hal yang saya akan katakan. Jadi, waktu saya katakan sesuatu tentang ‘orang barat’, mari kita pikir tentang kebanyakan masyarakat Amerika Serikat saja dan bukan pendatang dari negara-negara lain. Demikian juga, dalam informasi yang saya berikan tentang suku-suku di Indonesia, saya berbicara secara umum.

Perbedaan pandangan orang Amerika tentang bahasa harus dimulai dari sifat mereka yang hanya memiliki satu bahasa, yaitu bahasa Inggris. Memang, di kota kecil saya, ada kelompok-kelompok orang yang berbicara dengan bahasa Spanyol. Saya sering bertemu dengan mereka, dan sering mendapati bahwa mereka belum begitu fasih kalau berbicara dengan saya dalam bahasa Inggris. Sudah jelas bahwa bahasa yang mereka kuasai adalah bahasa Spanyol, sedangkan bahasa Inggris mereka hanya cukup untuk keperluan sehari-hari, dan tidak pernah digunakan untuk hal-hal rohani. Saya dengan malu harus mengakui bahwa saya belum belajar lebih dari 12 kata dalam bahasa Spanyol.

Berdasarkan keadaan itu, ada dua sebutan bahasa Inggris yang ingin saya perkenalkan kepada pembaca, yaitu mother tongue dan language of the heart. Mother tongue, kalau diterjemahkan secara harfiah adalah ‘lidah/bahasa ibu’. Maksudnya adalah bahasa yang dipelajari sejak kecil dari ibu. (Mohon perhatikan bahwa maksud mother tongue di sini bukan sifat khusus dalam pengucapan atau berbagai sifat bahasa yang ibu miliki, tetapi fokus pada bahasa yang dipelajari sejak kecil dari ibu.) Mother tongue saya memang bahasa Inggris. Dan bahasa tetangga saya bernama Pedro (seorang pendatang dari Honduras) yang dia pelajari dari ibunya adalah bahasa Spanyol. 

Konsep mother tongue memimpin kepada konsep yang berdekatan dengannya, yaitu heart language, atau dapat disebut ‘bahasa hati’. Tetapi dengan istilah itu, artinya bukan suara hati. Itu lain. (Conscience, dalam bahasa Inggris.) Artinya heart language adalah bahasa yang paling menyentuh hati. Untuk saya, bahasa Spanyol tidak pernah akan menjadi bahasa yang menyentuh hati saya. Dan begitu juga untuk Pedro, bahasa yang menyentuh hatinya pasti bahasa Spanyol. Asumsi orang-orang barat pada umumnya, bahasa hati seseorang selalu tunggal. 

Situasi dalam Indonesia pada umumnya zaman ini adalah yang disebut dengan multilingualism, yaitu kebudayaan yang memakai multi-bahasa. Kemungkinan besar, ibu Anda memiliki lebih dari satu bahasa, seperti bahasa Indonesia baku, bahasa/logat gaul, dan bahasa suku. Jadi dari kecil, Saudara memiliki dua, tiga, atau lebih mother tongue. Karena itu, kemungkinan besar Saudara memiliki beberapa bahasa yang dapat menyentuh hati. You have more than one heart language! (Saudara memiliki lebih dari satu bahasa hati.) Inilah hal yang kebanyakan tidak disadari oleh orang barat!

Perbedaan pandangan ini sangat signifikan, karena mempengaruhi tanggapan tentang statistik-statistik tentang keperluan penerjemahan di Indonesia. Mari saya tunjukkan kata pengantar dari situs salah satu organisasi yang mensponsori proyek-proyek penerjemahan Alkitab di Indonesia, Malaysia, dan Filipina:

Loader
Loading…

EAD Logo
Taking too long?

Reload Reload document

|

Open Open in new tab

Download [132.38 KB]

Pokok Doa Albata bulan Januari 2020

Terima kasih kepada Saudara karena rela berdoa untuk Albata!

Perjanjian Baru TSI akan segera dilengkapi dengan kitab PL ini: Rut, Esther, Pengkhotbah, dan Yunus. Karena itu mohon diperhatikan halaman Home dari aplikasi Alkitab, karena akan ada pertanyaan kalau Anda mau mengunduh versi baru TSI. Untuk kitab Kejadian dan Keluaran, masih ada proses penyuntingan terakhir sesudah pemeriksaan konsultan bulan yang lalu. Tim penerjemah Albata meminta dukungan doa untuk penyelesaian kedua kitab tersebut.

Kami sudah menerbitkan artikel Alkitabiah baru di situs albata.info bulan ini yang membahas tentang Tiga hal penting tentang identitas kita yang sesungguhnya di hadapan TUHAN, berdasarkan Surat Filipi dan Kolose. Waktu yang diperlukan untuk membacanya mungkin hanya 7 menit saja. Silahkan klik link ini untuk membacanya.

Dalam bulan Februari ini kami membuka kembali kesempatan bagi Saudara/i yang ingin bergabung dengan grup WA untuk memeriksa draf TSI 1 Samuel. Kalau Saudara/i ingin bergabung, silahkan mendaftarkan diri di halaman Kegiatan para Sahabat. Dan di bulan Februari ini juga Kursus Memahami Perbedaan antara berbagai Penerjemahan Alkitab akan diselenggarakan secara online dan gratis. Inilah link untuk mendaftar.

Semoga TUHAN memberkati Saudara sepanjang tahun 2020 ini!
Phil

Siapakah diri Anda?

Albata mengucapkan banyak terima kasih 

kepada Bpk. John Freiberg

untuk sumbangan teks khotbahnya.

Pengantar

Shalom saudara-saudari! 

Senang sekali hari ini kita boleh belajar Firman Tuhan bersama dari Filipi 1:1-2. 

 

Mengawali pengajaran ini, saya akan mulai dengan satu pertanyaan: Siapakah diri Anda?

 

Pertanyaan ini penting sekali untuk dijawab karena jika kita tidak memahami siapa diri kita yang sebenarnya maka kita tidak bisa menentukan apa tujuan hidup kita di dunia ini, termasuk menentukan apa yang akan kita lakukan ke depan, atau mengenal dan memperbaiki hati kita yang kotor karena dosa. Karena jawaban ini membentuk hampir semua hal tentang diri kita sendiri dan itu terkait erat dengan sukacita kita, sekali lagi saya bertanya: Siapakah diri Saudara?

Latar belakang

Surat Filipi surat Rasul Paulus yang ditujukan kepada jemaat di Filipi. Surat ini juga disebut “Surat Sukacita,” karena dalam surat ini Rasul Paulus banyak berbicara tentang sukacita. Akan tetap Rasul Paulus menulis surat ini ketika dia berada  di dalam penjara! Bagaimana Paulus mendapatkan sukacita sekalipun dia ada dalam penjara? Mengapa dia penuh dengan kegembiraan sekalipun dia di penjara?! Satu alasan Rasul Paulus penuh dengan sukacita adalah karena dia mengerti siapa dia sebenarnya. Dia  tahu bahwa identitasnya tidak bergantung pada situasi, atau lokasi, atau keadaannya. Identitasnya bukan berdasarkan hal-hal jasmani, tetapi berdasarkan sesuatu yang lebih besar dan lebih kuat— yaitu hal-hal rohani yang dia peroleh karena bersatu dengan Yesus. 

 

Saudaraku, untuk menolong kita masing-masing dalam menjawab pertanyaan “Siapakah diriku,” ada beberapa pertanyaan yang perlu kita jawab:

    • Dari mana identitasmu berasal?

    • Siapakah yang menentukan identitasmu?

    • Dan bagaimana mereka menentukan identitasmu?

(Pihak ‘mereka’ tersebut bisa keluargamu, temanmu, gurumu, atau pun budayamu.)

 

Tetapi tahukah Anda bahwa yang punya otoritas tertinggi untuk menjawab pertanyaan, “Siapakah diriku” hanyalah Sang Pencipta kita?! Karena yang lebih tahu tentang identitas kita yang sebenarnya hanya Dia!


Namun apa yang TUHAN katakan tentang kita? Identitas apa yang dia berikan kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya?
 

Tiga identitas

Dalam Filipi 1:1-2 Rasul Paulus menggunakan tiga identitas untuk menjelaskan siapa dirinya sekaligus diri setiap orang yang percaya kepada Tuhan. Pemahaman tentang ketiga identitas ini merupakan kunci untuk mengerti dan memperoleh  sukacita yang sejati dan kekal, seperti yang Paulus memiliki. Tentunya setiap kita hidup sesuai dengan apa yang kita percayai tentang identitas kita masing-masing. Oleh karena itu mengetahui siapa diri kita dalam pandangan TUHAN dapat membentuk segala-galanya tentang diri kita. Mengetahui siapa dirimu akan membentuk juga cara pikir dan perilakumu.

 

Jadi, apa yang dikatakan Paulus di sini di awal kitab Filipi tentang siapa pengikut Kristus itu?
 

Mari kita lihat identitas yang pertama.

 

Budak

Mungkin Anda semua akan membaca ayat-ayat ini dan tidak melihat kata “budak.” Tetapi kata itu sebenarnya ada di dalam teks kita. Waktu Paulus memperkenalkan diri dalam ayat 1 (TSI) dia berkata, “Salam dari Paulus dan Timotius, hamba Kristus Yesus.” Tetapi dalam bahasa asli, Paulus tidak menggunakan kata Yunani untuk ‘hamba’, melainkan menggunakan kata yang berarti ‘budak’ (dalam bahasa Yunani disebut doulos). Salah satu ciri khas surat Paulus adalah hampir setia permulaan suratnya, dia selalu mengatakan dirinya sebagai budak Kristus.
 

Apakah ada perbedaan antara budak dan hamba? Ya pasti ada!

Seorang hamba akan disewa.

Seorang budak dibeli.

Seorang hamba boleh pergi ke mana-mana.

Seorang budak harus tinggal dalam rumah pemiliknya.

Seorang hamba bekerja untuk mendapat uang.

Seorang budak bekerja karena dia milik tuannya.

Seorang hamba bergantung pada majikannya dalam hal pekerjaan.

Seorang budak bergantung pada pemiliknya dalam keseluruhan nasib hidupnya.

Panggilan ‘budak’ adalah metafora yang sering digunakan Allah untuk menggambarkan orang-orang milik-Nya. Dalam Alkitab ada sekitar 150 kali orang Kristen disebut sebagai ‘budak Kristus’. Sebutan ini juga menjadi sebutan favorit para jemaat mula-mula untuk menyebut anggota-anggota jemaat.  
 

Mengapa Rasul Paulus memilih kata ‘budak’ untuk menggambarkan identitasnya sendiri dan saudara-saudari seiman? (2Tim. 2:24; 1Kor. 7:23) Karena kata ‘budak’ sangat cocok dan indah untuk menggambarkan hubungan seorang Kristen dengan Kristus. Walaupun perbudakan biasa diartikan sebagai orang-orang yang tertindas dan memiliki kedudukan yang hina, tetapi dalam Kristus istilah itu sudah diubah menjadi suatu kehormatan, suatu kedudukan yang mulia, dan yang membawa sukacita yang abadi. Seorang yang diselamatkan— yang sudah bertobat dan diampuni serta  menaruh kepercayaan penuh kepada Yesus— tidak hanya menjadi budak Allah, tetapi menjadi milik Allah sepenuhnya. 

 

Sebenarnya, orang seperti itu sudah dibebaskan dari dosa-dosanya. Sadarilah: Setiap orang adalah budak kepada suatu hal. Dalam Surat Roma Paulus mengatakan bahwa setiap manusia adalah budak dosa, atau budak Allah. Hanya ada dua pilihan saja. Menurut saudara lebih baik mana? Apakah menjadi budak Allah, atau budak dosa?
 

Kita tidak bisa diperbudak oleh dua tuan, karena apabila demikian, maka kita akan menyakiti yang satu dan menyenangkan yang lain. Untuk menjadi budak Kristus, kita harus dibebaskan dari dosa kita. Perbudakan kepada Kristus tidak hanya berarti kebebasan dari dosa, rasa bersalah, dan hukuman. Itu juga berarti kebebasan untuk menaati dan untuk menyenangkan Tuhan, dan untuk berada dalam hubungan yang benar dengan Tuhan. Menjadi budak Kristus juga mengakhiri prasangka. Dalam Kristus, tidak penting lagi kalau Saudara adalah orang kaya, orang miskin, penguasa, orang lemah, orang berpendidikan, orang yang tidak berpendidikan, pria ataupun wanita. Kita semua menjadi sama dalam Kristus. Kita semua budak Kristus.  

 

Bagaimana kita menjadi budak? Caranya adalah Kristus sudah membeli kita. Dan kita dibeli dengan harga yang mahal— yaitu darah-Nya sendiri. Dan tidak ada harga yang lebih tinggi yang pernah dibayarkan dari pada harga yang dibayarkan oleh Kristus diatas kayu salib. Jika kita adalah orang Kristen sejati, kita sudah dibeli dengan darah Yesus Kristus. Kebenaran ini luar biasa! Sungguh kita diberi hak istimewa yang menakjubkan untuk melayani Guru Agung kita, Kristus Yesus, yang adalah Anak Allah!
 

Ada lebih banyak hal lagi kita bisa pelajari tentang apa artinya menjadi budak Kristus, tetapi ada dua identitas lagi dalam perikop ini yang akan kita pelajari. Kita sebagai Kristen sejati adalah budak Kristus, dan kita juga adalah orang kudus.

 

Orang kudus

Filipi 1:1b TB “Kepada semua orang kudus dalam Kristus Yesus di Filipi, dengan para penilik jemaat dan diaken.”

TSI menerjemahkan, “Kepada yang kekasih saudara-saudari seiman saya di Filipi— yaitu semua yang sudah disucikan oleh Allah karena bersatu dengan Kristus Yesus, khususnya kepada semua penatua dan para pengerja jemaat.”
 

Istilah ‘orang kudus’ sering disalahpahami. Ada orang-orang yang mengajarkan secara keliru tentang ‘orang kudus’ bahwa orang kudus adalah orang Kristen istimewa, seperti pahlawan super-Kristen. Tetapi ini bukan kata kudus seperti yang dimaksudkan orang pada umumnya. Paulus tidak menulis kepada para pahlawan dalam jemaat. Dia menulis kepada seluruh jemaat. Dia memanggil setiap orang percaya yang sungguh-sungguh di dalam Kristus sebagai ‘orang suci’.

 

Dalam Alkitab istilah ‘orang kudus’ berarti orang yang dikhususkan untuk menggenapi maksud dan tujuan Tuhan. Orang kudus bukanlah istilah untuk beberapa orang yang khusus saja, tetapi setiap orang Kristen sejati yang menyadari bahwa kita harus dipisahkan dari dunia dan dosa. Kita mengerti bahwa kita sudah disucikan oleh Kristus, oleh karena itu kita dengan rasa berterima kasih berusaha hidup untuk memuliakan Allah. 

Ef. 2:13 TSI: Tetapi walaupun dulu kalian sudah jauh sekali dari Dia, sekarang kalian sudah dibawa dekat kepada-Nya. Karena sekarang kalian sudah bersatu dengan Kristus Yesus dan sudah disucikan melalui kurban darah Kristus.

Hal ini TIDAK berarti bahwa orang Kristen tidak pernah berbuat dosa lagi, tetapi itu berarti bahwa ketika kita jatuh dalam dosa, kita dilindungi oleh ‘kebersatu-an’ kita dengan Kristus yang selalu hidup dengan benar di hadapan Allah. Kebersatuan kita dengan Kristus selalu bekerja di dalam kita untuk menjadikan kita semakin serupa dengan Dia. Setiap hari kita wajib berusaha bertumbuh dalam kekudusan Kristus.
 

Anak-anak

1 Korintus 1:3 TSI: “Doa kami, Allah Bapa dan Tuhan kita Kristus Yesus akan selalu baik hati kepada kalian masing-masing dan menjagamu supaya kamu hidup dengan tenang dalam perlindungan Bapa dan Tuhan kita.”

 

Identitas kita dalam ayat tadi tidak langsung disebut, tetapi terlihat dalam perkataan bahwa Allah adalah Bapa kita.  Hanya anak yang boleh memanggil seseorang “Bapak,” demikian juga kita sebagai anak-anak Sang Bapa kita di surga. Apakah kita menyadari betapa istimewanya kita diberi hak untuk  memanggil Pencipta alam semesta, Raja di atas segala raja, sebagai ‘Bapa’?! Hidup kita mungkin pernah hancur, kita menjadi seseorang yang patut dimurkai, budak dosa, dan tanpa harapan. Tetapi sekarang, karena kasih Allah yang besar lewat Kristus Yesus, kita menjadi bagian keluarga Allah! Dia adalah Bapa kita, kita adalah anak-anak-Nya!
 

Jika Saudara adalah seorang Kristen, Saudara bukan hanya orang berdosa yang sudah diampuni. Anda adalah anak Allah karena anugerah adopsi, atau pengangkatan. Seperti yang dikatakan seorang penulis: “Menjadi benar di pandangan Hakim utama kita, Allah, adalah hal yang hebat, tetapi untuk dicintai dan dirawat oleh Allah Bapa, jauh lebih besar.” Saudara, tentunya statusmu sebagai anak Allah ini merupakan hal yang sangat berharga! Seorang budak selalu bisa dijual ke pemilik lain. Tetapi anak yang dipilih tidak akan pernah kehilangan statusnya sebagai anak. 

 

Saudara, jika Anda hanya memahami Injil sebagai selamat dari neraka, maka Anda tidak akan pernah mengalami perubahan hidup yang merupakan tujuan kita dalam Injil. Dan  kita tidak menjadi seperti identitas kita yang sebenarnya. Kita yang percaya penuh kepada Kristus, tidak hanya punya Allah sebagai Juru Selamat, tetapi juga sebagai Bapa. Manfaat terbesar Injil bukanlah bahwa kita selamat dari neraka, melainkan hak istimewa melalui adopsi, yang dari status musuh Raja kita, Allah, diubah menjadi putra dan putri Allah. Itu mengubah identitas kita secara total! Dan oleh karena perubahan itu, hidup kita ditransformasikan. Sekarang kita tidak lagi dinilai berdasarkan dosa dan kesalahan kita, atau dosa karena nenek moyang kita Adam dan Hawa, tetapi kita dinilai sesuai kasih, kuasa, dan kemuliaan Allah Bapa kita yang agung.
 

Menjadi seorang kristen berarti menjadi seorang: 

  • budak Kristus

  • orang yang sudah disucikan karena bersatu dengan Kristus, dan

  • anak-anak Bapa di surga

Kesimpulan

Identitas kita sebagai budak, orang suci, dan putra dan putri Allah semua boleh terjadi karena Kita bersatu dengan Yesus Kristus. Jadi apa yang Paulus mau untuk setiap jemaat? Jawabannya ada dalam Filipi 1:2:

TB menerjemahkan,

Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.”

Ayat itu lebih gampang dimengerti dalam TSI: 

“Doa kami, Allah Bapa dan Penguasa kita Kristus Yesus akan selalu baik hati kepada kalian masing-masing dan menjagamu supaya kamu hidup dengan tenang dalam perlindungan Bapa dan Penguasa kita!”

 

Berdasarkan kebersatuan kita dengan Allah Bapa dan Penguasa kita Kristus, kita mendapat dua berkat yang sangat besar. Yang pertama adalah Mereka berdua akan selalu baik hati kepada kita. Berkat luar biasa itu diberikan secara gratis kepada kita, dan tentu kita tidak pantas menerimanya. Jadi seperti dikatakan dalam Surat Titus 2:12,

“Jadi, selama hidup di dunia sekarang ini, kebaikan hati Allah itu bekerja dalam hati kita supaya kita belajar untuk hidup bijaksana, jujur, melayani Allah, dan melepaskan diri dari keinginan-keinginan dunia yang selalu bertentangan dengan kemauan TUHAN.”

Tidak disebut oleh Paulus dalam ayat tadi, tetapi sering terdapat dalam surat Paulus: Ketika kebaikan hati Allah itu bekerja dalam hati kita, kita juga belajar berbaik hati kepada semua sesama kita.

 

Berkat kedua yang kita peroleh adalah kita bisa pasti bahwa Allah Bapa dan Penguasa kita Kristus sedang menjaga dan melindungi kita. Tidak ada manusia atau oknum lain yang dapat merampas kita dari tangan Mereka! Oleh karena kepastian kita itu, kita dapat hidup tenang dalam perlindungan Allah Bapa dan Penguasa kita, Kristus Yesus. Hal itu pasti menggerakkan hati Rasul Paulus bersukacita walaupun dia berada dalam penjara ketika dia menulis surat kepada jemaat Filipi. 
 

Apakah Saudara ingin bersukacita dalam setiap keadaan seperti Rasul Paulus?

Kuncinya, marilah kita masing-masing belajar siapa diri kita sebenarnya berdasarkan kebersatuan kita dengan Penguasa kita Kristus Yesus.

Pokok Doa untuk Albata bulan Desember 2019

Surat Doa Daniel

Albata menyadari bahwa visi Albata “Meningkatkan pemahaman Firman TUHAN di Indonesia” harus terwujud di seluruh lapisan masyarakat supaya setiap orang mendapt kesempatan mengalami pembaharuan hidup. Oleh karena itu di akhir tahun ini Tuhan mulai mendorong Albata untuk mulai melayani mereka yang benar-benar menghadapi banyak tekanan hidup hingga mendorong mereka menghadapi persoalan hukum. Ide melayani di  penjara (Lembaga Pemasyarakatan) diawali dari kunjungan Albata di Jawa Tengah dan tanpa sengaja kami berjumpa dengan salah satu hamba Tuhan, dan tepat pada tanggal 28 Juni 2019 kami dapat melayani bersama-sama di LP Ambarawa. Dalam pelayanan di LP Ambarawa, saya (Daniel) sangat terkesan karena warga binaan sangat antusias dengan kedatangan kami. Saya mengucap syukur bahwa ketika saya membawa presentasi tentang Albata dan Alkitab PB TSI, mereka sangat antusias mendengar. Saya mendorong untuk warga binaan supaya tekun membangun hubungan dengan Tuhan melalui doa dan membaca Firman Tuhan, sebab saya percaya melalui Firman-Nya, Tuhan berbicara kepada umat-Nya. Puncak sukacita kami adalah ketika kami membagi Alkitab PB TSI, mereka sangat antusias untuk menerimanya. Dan di akhir ibadah kami berjumpa dan mendoakan seorang warga binaan yang adalah seorang pendeta yang terjerat kasus penistaan agama. Puji Tuhan dia sudah menjalani hukuman dan akan bebas di akhir tahun ini, dan dia pun ingin mendorong banyak orang untuk membaca Alkitab. Karena menurut dia, Firman Tuhan adalah bagian terpenting dalam hidup setiap orang percaya.

Melalui kegiatan pelayanan dan pendistribusian Alkitab PB TSI tersebut, yang sudah disambut  dengan begitu hangat dan positif baik dari petugas lapas maupun warga binaan ini, Albata juga rindu dapat menjadi berkat untuk LP di seluruh Indonesia. Dan komitmen itu sudah berjalan  selama 2 bulan ini melalui kerjasama dengan Yayasan Mahanaim Mulia Indonesia. Puji TUHAN, saya sudah mulai turut melayani secara rutin di LP Cipinang. Pendistribusian Alkitab di LP baru akan dimulai tahun depan, namun saya mewakili Albata sudah melibatkan diri dalam pelayanan-pelayanan di LP sekitar Jabodetabek. Di bulan lalu saya sudah terlibat pelayanan baik di lingkungan warga binaan Kristen Lapas Cipinang maupun pelayanan pendampingan mental di Rutan Cipinang. Selama melayani di lingkungan Lapas dan Rutan Cipinang, saya sangat terkesan. Terlebih ketika saya turut ambil bagian dalam pelayanan itu, saya merasakan bahwa di sana tindakan-tindakan kasih yang sederhana sangat berguna bagi mereka. Bagi kita mungkin segelas air mineral dan sepotong kue tidak begitu berarti, tetapi bagi mereka sangat berarti. Demikian juga kata-kata penguatan mental dan kepedulian kita sangat berarti bagi mereka. Sebab selama dalam proses menghadapi sidang sampai menjalani hukuman, kehidupan setiap warga binaan sangat tertekan. Tidak semua dari mereka memiliki kesadaran untuk menyesali perbuatan mereka (kalau benar bersalah), dan ada di antara mereka yang cenderung agresif selama menghadapi tuntutan hukum. Cukup banyak dari warga binaan yang mengalami depresi berat, dan boleh dikatakan mengarah ke sakit jiwa. Untuk itu, setiap orang yang mengambil bagian dalam pelayanan ini perlu mempersiapkan diri dengan baik, dan memiliki hati yang mengasihi mereka, sehingga tidak merasa kesulitan ketika berada tengah-tengah mereka. Ketika kami mendamping, menguatkan, dan mendoakan warga binaan Kristen di Lapas dan di Rutan Cipinang, tidak sedikit dari mereka yang menangis. Hal inilah membuat saya semakin yakin bahwa mereka memerlukan Firman Tuhan yang diterjemahkan ke dalam bahasa yang sederhana, karena itu ternyata lebih powerful untuk menguatkan dan menjadi pengharapan bagi mereka selama menjalani hukuman di LP. Maka kami Yayasan Albata mohon dukungan doa dari Bapak/Ibu/Saudara sekalian agar TUHAN menolong melalui orang-orang yang rindu menjadi donatur untuk mendukung rencana pelayanan Albata dalam mendistribusikan Alkitab PB TSI ke Lapas dan rutan di seluruh Indonesia. Sebab pelayanan pendistribusian Alkitab PB TSI ke seluruh Lapas dan Rutan di Indonesia membutuhkan dana yang sangat besar, dan saat ini Albata belum memiliki dana yang dibutuhkan itu. Doakan juga kerjasama Albata dengan Yayasan Mahananim Mulia Indonesia di Lapas dan Runtan Cipinang, supaya kami saling bersinergi untuk menjadi berkat bagi orang-orang yang kami layani. Mohon mendoakan supaya Tuhan memampukan Albata dalam mewujudkan pelayanannya yang sesuai dengan Misi Albata, yaitu “Meningkatkan pemahaman firman Tuhan agar para pembaca dan pendengar mengalami pembaharuan hidup.”

Terima kasih kepada Bapak/Ibu/Saudara yang sudah membaca surat doa ini. Salam dalam kasih Tuhan Kristus Yesus!

Daniel

Catatan: Albata ingin bisa mendistribusikan 2.000 PB TSI kepada LP-LP tersebut dan 400 kepada para mahasiswa STT. Dana yang diperlukan untuk proyek pendistribusian adalah 100 juta Rupiah. Kalau Saudara merasa TUHAN ingin Saudara menolong dalam pendistribusian ini, mohon mengikuti saran di halaman Mendukung.