Pokok doa Albata untuk bulan November 2019

Terima kasih!

Saudara sudah mendukung kami dengan doa!

Setiap hari kami dibantu oleh dua sahabat Albata yang adalah orang Salatiga.

Saya (Phil) saat ini di Salatiga, bersama dengan dua anggota tim penerjemah Albata, Balazi dan Budi. Kami mengadakan pemeriksaan konsultan untuk kitab Keluaran TSI, dan konsultan penerjemahan yang menolong kami bernama Norm. Walaupun Pak Norm sudah pensiun dari United Bible Society (UBS), dia masih ingin menolong proyek-proyek penerjemahan. Sebelum pensiun, Pak Norm pernah bertugas selama 25 tahun sebagai konsultan di Papua New Guinea, dan 7 tahun dia sebagai konsultan LAI di propinsi Papua.

Kami mohon dukungan doa supaya pemeriksaan Keluaran TSI dapat diselesaikan sebelum tanggal 29 bulan ini. Mohon berdoa juga supaya kami tetap dalam perlindungan TUHAN, sehingga kami dapat memberi konsentrasi penuh kepada pekerjaan ini.

Terima kasih dan TUHAN memberkati!

Phil

Pendiri Albata

Pokok-pokok Doa Albata — Oktober 2019

Terima kasih karena Saudara bersedia mendoakan Albata!

Mohon doa untuk pemeriksaan hasil terjemahan Albata yang akan dilaksanakan pada bulan November dan Desember untuk memeriksa kitab Kejadian, Keluaran, dan Pengkhotbah. Pemeriksaan ini akan dipimpin oleh tiga konsultan dari Pioneer Bible Translators, dan dilaksanakan di Salatiga. Mohon doa juga karena pada tanggal 2 s/d 20 Desember, kami masih perlu bantuan 1-2 orang yang bisa menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, dan sebaliknya. Kalau Saudara tinggal di Salatiga dan bisa menolong, mohon Reply pada email ini.

Sebagai hasil dari pemeriksaan tersebut, mohon doa supaya kitab Kejadian, Keluaran, dan Pengkhotbah TSI dapat diterbitkan dalam dua aplikasi Alkitab pada bulan Januari 2020.

Mohon doa untuk situasi keamanan di Papua. Empat dari Tim Penerjemah Albata tinggal di Sentani.

Mohon doa agar para Sahabat Albata dalam dua grup Whatsapp diberi hikmat dari TUHAN, karena mereka sedang membaca dan memberi masukan tentang draft 2Samuel TSI.

Mohon doa supaya kami dapat menambah dua orang kepada Tim Penerjemah Albata, yang dapat bekerja beberapa jam per minggu sampai batas 86 jam per bulan. Untuk melakukan pekerjaan ini, tidak harus memiliki gelar dari sekolah teologi, tetapi harus mengenal TUHAN dan pintar bahasa. Orang-orang yang melamar untuk posisi ini perlu mengikuti dua kursus bagi penerjemah Alkitab yang diselenggarakan oleh Albata secara online dan gratis. Untuk melamar atau bertanya tentang kesempatan ini, silakan Reply kepada email ini.

Puji TUHAN bahwa penggunaan PB TSI di Indonesia di bulan September 2019 dua kali lipat lebih besar dari September 2018!

Terima kasih atas dukungan dalam doa yang Saudara berikan bagi Albata! Tuhan memberkati!
Phil

Salam,
Phil

 

Pokok Doa Albata September 2019

Pokok-pokok Doa Albata — September 2019

Kali ini saya mau memulai surat ini dengan pokok doa Albata. Mohon mendoakan agar draf setiap kitab dalam Perjanjian Lama TSI dapat selesai diterjemahkan dalam draf pertama sebelum Desember 2020. Yang masih perlu didrafting adalah 220 pasal. Ini hanya dapat terjadi dengan pertolongan TUHAN! 

Dengan melihat target tersebut, saya merasa bahwa Albata perlu menambah dua orang tenaga penerjemah lagi. Saat ini tim penerjemah terdiri dari sepuluh orang, dan di antara sepuluh orang itu lima orang bekerja separuh waktu saja. Tim penerjemah sekarang tersebar di dalam empat propinsi dari ujung Sumatra sampai ujung Papua. Mohon doa supaya TUHAN memimpin tenaga penerjemah yang baru kepada Albata.

Selain perlu penerjemah, Albata perlu bantuan lebih banyak sahabat, yang bersedia untuk sumbangkan 10 menit setiap hari untuk membaca hasil terjemahan yang sudah matang dan memberi masukan dan usulan kepada Tim Penerjemah. Kalau Saudara bersedia menolong Tim Penerjemah, silahkan mendaftar di halaman Kegiatan Para Sahabat di albata.info. Mohon doa supaya 12 orang mendaftarkan diri untuk menolong Albata sebagai sahabat.

Mohon doa untuk pemeriksaan konsultan kitab Keluaran, Ulangan, dan Pengkhotbah pada bulan November dan Desember. Pemeriksaan ini dilakukan oleh tiga konsultan dari Pioneer Bible Translators, dan akan dilaksanakan di Salatiga. Kami akan perlu bantuan beberapa sahabat di Salatiga selama kegiatan ini berlangsung. 

Mohon doa untuk situasi keamanan di Papua. Empat dari Tim Penerjemah Albata tinggal di Sentani.

 

Kesempatan! Bacalah Kitab Pengkhotbah TSI!

Melalui link di bawah kami memberi kesempatan kepada Saudara untuk membaca Pengkhotbah pasal 1 sampai dengan pertengahan pasal 3. Kitab ini sangat unik dalam Firman TUHAN, karena kita bisa melihat caranya raja yang paling cerdas di dunia mencari arti hidup di dunia ini

LINK:  Pengkotbah TSI

Terima kasih atas dukungan doa untuk Albata! Tuhan memberkati!

Phil

Menjawab pertanyaan: “Mengapa Albata menerjemahkan Alkitab?”

Menjawab pertanyaan:

“Mengapa Albata menerjemahkan Alkitab?”

Visi misi Albata adalah Meningkatkan Pemahaman Firman Tuhan di Seluruh Pelosok Indonesia supaya Para Pembaca dan Pendengar Mengalami Pembaharuan Hidup.

Berdasarkan visi misi tersebut kehadiran Albata tidak bermaksud untuk menggantikan berbagai Alkitab terjemahan yang sudah ada di Indonesia melainkan untuk meningkatkan pemahaman akan Firman Tuhan. (Lihat juga artikel: Sejarah Singkat Berdirinya Yayasan Alkitab BahasaKita)

Lalu kenapa Albata merasa harus menerjemahkan Alkitab?

Albata menerjemahkan Alkitab karena:

  • Pertama, bagi banyak orang di Indonesia Firman Tuhan sulit dimengerti.

Terjemahan Alkitab yang secara umum dipakai di seluruh Indonesia sampai hari ini adalah Alkitab Terjemahan Baru (TB) dari Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Kami sangat menghargai TB sebagai Firman Tuhan yang sudah mengubah hidup banyak orang di Indonesia.

Tetapi TB adalah terjemahan harfiah. Dalam penerjemahannya TB masih menggunakan bahasa-bahasa formal, atau paling tidak masih menggunakan bahasa dan ejaan yang berkembang pada tahun 1970-an. Kalimat-kalimat yang dihasilkan sering kali terlalu mengikuti struktur bahasa sumber (Ibrani, Yunani) sehingga terkadang menjadi terlalu kaku atau tidak wajar. Selain itu penempatan kata benda abstrak yang tidak biasa dalam struktur bahasa Indonesia saat ini semakin menambah sulitnya memahami arti firman Tuhan di dalam kalimat-kalimat tersebut.

Sebagai contoh:

Titus 2:11-14 (TB)

11 Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata.

12 Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini

13 dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus,

14 yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.

Banyak orang mengira bahwa yang dimaksud dengan pelaku Ia di ayat 12 adalah Allah, atau Yesus, atau pun Roh Kudus. Padahal Ia dalam ayat itu adalah kasih karunia Allah.

Perhatikan juga bahwa di ayat 13 terdapat empat kata benda abstrak.

Bagi saudara-saudari kita di pedalaman— terutama di daerah-daerah yang terpencil— terjemahan formal seperti itu tidak begitu berdampak. Yang mereka tahu hanyalah bahasa Indonesia sederhana. Jadi, di daerah-daerah seperti itulah perlu ada Alkitab yang bisa berbicara kepada mereka dalam kapasitas bahasa yang mereka tahu!

Selain Alkitab TB, LAI juga menerbitkan Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-Hari (BIS) atau dikenal dengan Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini (BIMK). Alkitab ini menjadi salah satu harapan yang bisa menjawab persoalan umat Tuhan di daerah-daerah seperti yang digambarkan di atas. Tetapi BIS / BIMK justru menjadi buku langka, susah dicari dan tidak lagi diedarkan. Alkitab BIS diterbitkan pada tahun 1985 secara lengkap, dan hingga kini belum pernah direvisi.

  • Kedua, umat Allah perlu memiliki dua macam terjemahan Alkitab

Umat Allah di mana pun berada perlu memiliki sekurang-kurangnya dua macam bentuk penerjemahan Alkitab. Tujuannya ialah supaya orang-orang yang belum sempat belajar bahasa sumber Alkitab dapat mengerti Firman Allah dengan sejelas mungkin.

Kedua macam penerjemahan yang dimaksud adalah terjemahan secara harfiah dan terjemahan yang berdasarkan arti. (Lihat juga artikel: Mengapa TSI Berbeda?)

Terjemahan secara harfiah dikerjakan kata demi kata. Karena itu terjemahan harfiah sangat berguna untuk memperlihatkan bentuk dan struktur teks dalam bahasa sumber. Alkitab Terjemahan Baru (TB) adalah terjemahan secara harfiah. Sedangkan TSI dan BIS termasuk penerjemahan yang berdasarkan arti.

Terjemahan berdasarkan arti tidak mempersoalkan berapa kata yang dipakai dalam penerjemahan— asal arti yang disampaikan sama dengan yang diterima oleh para pembaca pertama pada zaman kitab itu ditulis.

Kelebihan terjemahan harfiah adalah lebih mengikuti bentuk atau cara ungkapan yang terdapat dalam bahasa sumber. Tetapi kelemahannya kurang menyatakan arti bahasa sumber karena bahasa dalam terjemahan menjadi kurang wajar atau kurang jelas.

Kelebihan terjemahan berdasarkan arti adalah lebih tepat menyatakan arti bahasa sumber. Tetapi kelemahannya kurang menunjukkan bentuk atau cara ungkapan yang terdapat dalam bahasa sumber.

Jadi, sebenarnya kedua macam penerjemahan ini saling melengkapi.

  • Ketiga, Albata mau supaya setiap orang bisa mengerti Injil Kristus dan hidupnya diperbaharui oleh Roh Kudus

Berdasarkan penjelasan di atas, Albata sangat rindu supaya para pembaca saat ini dapat mengerti langsung arti Firman yang sedang mereka baca sehingga tidak harus buka kamus, buku tafsiran, atau bertanya terlebih dahulu kepada pendetanya baru lanjut baca. Sebagaimana para penulis Alkitab mula-mula menulis Firman Tuhan kepada para pembaca/penerima dalam bahasa yang sederhana, demikian pula Albata rindu supaya Firman Tuhan diterjemahkan dan disampaikan kepada para pembaca saat ini dalam bahasa yang mudah mereka pahami.

Tetapi ini bukan berarti firman Tuhan yang diterjemahkan secara harfiah tidak perlu lagi. Terjemahan seperti itu justru sangat berguna waktu pembaca ingin melihat lebih dalam tentang struktur bahasa dari sumber Alkitab.

Albata rindu supaya setiap orang bisa mengerti Injil Kristus dan hidupnya diperbaharui oleh Roh Kudus— termasuk orang-orang dari setiap suku dan pelosok di Indonesia— supaya mereka memuji Allah, dan segala macam pelayanan lebih memuliakan Kristus. (Lihat juga: Slide VISI MISI ALBATA).

Pentingnya Menanggalkan Doktrin saat Menerjemahkan Alkitab

Oleh: Balazi Gulo

Penerjemahan Alkitab merupakan suatu pekerjaan yang unik, menarik, sekaligus berisiko. Salah satu risiko yang paling fatal adalah ketika doktrin menjadi pengatur jalannya proses penerjemahan Alkitab.

Risiko besar ketika hal itu terjadi terutama pada pereduksian makna teks. Ketika arti teks tidak sesuai dengan pemahaman teologis atau doktrin sang penerjemah, seringkali arti teks tersebut diganti atau bahkan dengan sengaja tidak diterjemahkan. Penerjemahan yang diatur oleh doktrin tidaklah layak disebut sebagai terjemahan Alkitab.

Bagaimana seharusnya penerjemahan Alkitab itu?

  • Setia pada teks sumber

Teks sumber Alkitab haruslah menjadi dasar atau acuan daripada suatu proyek penerjemahan Alkitab. Menjunjung tinggi teks sumber adalah langkah awal yang tepat untuk menerjemahkan Alkitab.

  • Tanpa pihak memihak

Penerjemahan Alkitab haruslah tanpa pihak memihak serta menghindari diri dari kepentingan dan prasangka yang bersifat politis, denominasional, ideologis, sosial, budaya dan teologis.

Sejak Albata memulai proyek penerjemahan Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB TSI), kedua hal di atas merupakan hal yang wajib diingat oleh setiap anggota penerjemah. Hanya dengan kedua hal itulah pikiran sang penerjemah Alkitab dapat terbentengi. Di luar daripada itu pikiran sang penerjemah— berupa pemahaman teologis dan doktrin, akan mendominasi suatu proyek penerjemahan Alkitab.

Berikut perbandingan terjemahan yang terjebak karena mengabaikan kedua poin di atas:

  1. Yohanes 1:1

Byz: Ἐν ἀρχῇ ἦν ὁ λόγος, καὶ ὁ λόγος ἦν πρὸς τὸν θεόν, καὶ θεὸς ἦν ὁ λόγος.

NIV: In the beginning was the Word, and the Word was with God, and the Word was God,

TB: Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

TSI: Pada mulanya, sebelum dunia ini diciptakan, Dia yang disebut Firman sudah bersama dengan Allah. Dan Firman itu juga adalah Allah.

KSTDB: Pada mulanya Firman itu ada. Firman itu bersama Allah, dan Firman itu adalah suatu allah.

*Catatan kaki untuk ‘suatu allah’: Atau ”bersifat ilahi”.

Dari uraian di atas Byzantin Text (Byz), NIV, TB dan TSI menegaskan bahwa Firman itu adalah Allah. Sedangkan dalam KSTDB dan Firman itu adalah suatu allah.  Dengan menggunakan kata ‘allah’ (huruf kecil semua) berarti KSTDB menyamakan Sang Firman itu dengan dewa atau suatu ilah. Hal ini terjadi karena para penerjemah KSTDB adalah orang-orang dari Saksi Yehuwa, yang memiliki ajaran bahwa Yesus bukanlah Tuhan (2). Untuk membuat pembaca setuju dengan teologi tersebut, mereka menerjemahkan ἦν ὁ λόγος dengan adalah suatu allah (3).

  1. Wahyu 3:14

Byz: Καὶ τῷ ἀγγέλῳ τῆς ἐν Λαοδικείᾳ ἐκκλησίας γράψον, Τάδε λέγει ὁ Ἀμήν, ὁ μάρτυς ὁ πιστὸς καὶἀληθινός, ἡ ἀρχὴ τῆς κτίσεως τοῦ ϑεοῦ·

          NIV: To the angel of the church in Laodicea write:
                    These are the words of the Amen, the faithful and true witness, the ruler of God’s creation.

          TB: “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah:

          KSTDB: ”Kepada malaikat sidang jemaat di Laodikia, tulislah begini: Inilah kata-kata Amin, yaitu saksi yang setia dan benar, ciptaan Allah yang pertama:

TSI: “Tuliskanlah ini kepada pelayan Tuhan yang mewakili jemaat di Laodikia: Inilah pesan dari Aku yang juga disebut Yang Amin! Maksud-Ku, Akulah Saksi yang sangat layak dipercaya — yang sudah mengajar yang benar tentang Bapa-Ku. Melalui Akulah, Bapa-Ku menciptakan segala sesuatu.

TB dalam ayat ini terlihat sangat harfiah. Akibatnya, muncul berbagai tafsiran yang menganggap Amin (maksudnya Kristus) termasuk ciptaan. Padahal maksud TB tidaklah demikian. Ayat ini menjadi contoh tentang persoalan yang dapat terjadi ketika Alkitab diterjemahkan secara harfiah! Terjemahan secara harfiah sering menghasilkan hal yang kurang jelas yang menimbulkan multi-tafsir.

Lain halnya dengan TB, KSTDB justru dengan gamblang mengatakan bahwa Amin adalah ciptaan Allah yang pertama. Ini terlihat seperti pemaksaan untuk mendukung pemahaman mereka terhadap ayat pada poin pertama di atas.

Harus diakui bahwa ungkapan permulaan dari ciptaan Allah ini menimbulkan pengertian bahwa Kristus adalah makhluk pertama yang diciptakan oleh Allah. Namun bukan itu yang dimaksudkan dalam bahasa aslinya, melainkan seperti yang diterjemahkan oleh TSI “sumber segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah” atau “asal dari semua ciptaan Allah”. Maksudnya, melalui Kristuslah, Allah menciptakan segala sesuatu, dan banyak terjemahan mengikuti cara ini. (Lihat juga Yoh. 1:3; Kol. 1:16; Ibr. 1:2).

  1. Ibrani 1:8

Byz: πρὸς δὲ τὸν υἱόν, Ὁ θρόνος σου, ὁ θεός, εἰς τὸν αἰῶνα τοῦ αἰῶνος· ῥάβδος εὐθύτητος ἡ ῥάβδος τῆς βασιλείας σου,

NIV: But about the Son he says, Your throne, O God, will last for ever and ever, and righteousness will be the scepter of your kingdom.

TB: Tetapi tentang Anak Ia berkata: “Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.

KSTDB: Tapi tentang Putra-Nya, Dia mengatakan, ”Allah adalah takhtamu selama-lamanya, dan tongkat Kerajaanmu adalah tongkat kelurusan hati.

TSI: Sedangkan kepada Anak-Nya Allah berkata, “Anak-Ku, Engkau adalah Allah yang akan memerintah dari takhta kerajaan-Mu untuk selama-lamanya.

Kuasa yang akan Engkau tunjukkan dengan tongkat kerajaan-Mu akan selalu menghasilkan keadilan.

Ibrani 1:8 merupakan sebuah ayat di mana Allah Bapa memanggil Yesus sebagai Allah. Tetapi karena KSTDB tidak setuju dengan itu, mereka menerjemahkan ayat itu sebagai “… Allah adalah takhtamu …” supaya pemahaman mereka tentang siapa Yesus tetap terjaga.

  1. Kejadian 1:2

וְהָאָ֗רֶץ הָיְתָ֥ה תֹ֙הוּ֙ וָבֹ֔הוּ וְחֹ֖שֶׁךְ עַל־פְּנֵ֣י תְהֹ֑ום וְר֣וּחַ אֱלֹהִ֔ים מְרַחֶ֖פֶת עַל־פְּנֵ֥י הַמָּֽיִם׃         : MT

NIV : Now the earth was formless and empty, darkness was over the surface of the deep, and the Spirit of God was hovering over the waters.

TB: Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

KSTDB: Di bumi belum ada apa-apa dan kosong, yang ada hanya kegelapan menutupi air yang dalam, dan tenaga Allah bergerak ke sana kemari di atas permukaan air.

Draft TSI: Waktu itu keadaan bumi belum berbentuk dan belum tersusun. Bumi sangat gelap dan digenangi air yang sangat dalam. Dan Roh Allah selalu hadir di atas permukaan air itu.

  1. Matius 1:20

Byz: Ταῦτα δὲ αὐτοῦ ἐνθυμηθέντος, ἰδού, ἄγγελος κυρίου κατ’ ὄναρ ἐφάνη αὐτῷ, λέγων, Ἰωσήφ, υἱὸς Δαυίδ, μὴ φοβηθῇς παραλαβεῖν Μαριὰμ τὴν γυναῖκά σου· τὸ γὰρ ἐν αὐτῇ γεννηθὲν ἐκ πνεύματός ἐστιν ἁγίου.

NIV: But after he had considered this, an angel of the Lord appeared to him in a dream and said, “Joseph son of David, do not be afraid to take Mary home as your wife, because what is conceived in her is from the Holy Spirit.

TB: Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.

KSTDB: Tapi setelah dia memikirkan hal itu, malaikat Yehuwa menemui dia dalam mimpi dan berkata, ”Yusuf, anak Daud, jangan takut menikahi Maria. Dia hamil karena kuasa kudus.

TSI: Tetapi waktu Yusuf sedang memikirkan hal itu, datanglah malaikat TUHAN kepadanya dalam mimpi. Malaikat itu berkata, “Yusuf, keturunan Daud, janganlah takut mengambil Maria sebagai istrimu, karena anak yang di dalam kandungannya itu berasal dari Roh Kudus.

Poin nomor 4 dan 5 di atas adalah bagaimana Roh Allah atau Roh Kudus hadir dan bekerja. Tetapi KSTDB membuat terjemahan yang berbeda dengan “kuasa kudus”. Bagi mereka ungkapan ini tidak memaksudkan suatu pribadi atau makhluk yang setara dengan Allah. Sebaliknya, ungkapan ini memaksudkan kuasa yang tidak kelihatan yang Allah gunakan untuk melaksanakan kehendak-Nya dan menciptakan segala sesuatu.

Jadi sudah sangat jelas bahwa semua perubahan tentang konsep-konsep penting dalam  KSTDB dibuat dengan sengaja dan dengan penuh kesadaran demi mempertahankan doktrin mereka yang telah dibangun sejak tahun 1850an.

Catatan kaki:

  1. KSTDB adalah singkatan dari ‘Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru’ yang diterjemahkan dan digunakan oleh kelompok Saksi Yehuwa. Patokan penerjemahan KSTDB adalah New World Translation of the Holy Scriptures (NWTHS) yang diterbitkan pada tahun 1961.
  2. Bacalah tulisan Zen Manehem mengenai sejarah singkat dan dasar kepercayaan Saksi Yehuwa: Siapakah Nama Tuhan Menurut Perjanjian Baru:  Menjawab Saksi Yehuwa
  3. Bandingkan juga pembelaan Saksi Yehuwa dalam link ini: Apakah Saksi-Saksi Yehuwa Mengubah Isi Alkitab Agar Sesuai dengan Kepercayaan Mereka?
  4. Bandingkan dengan Daftar Istilah Alkitab Saksi-saksi Yehuwa
  5. Bacalah artikel Jaya Waruwu, S.Th tentang sejarah Saksi Yehuwa: Saksi Yehuwa dan Alkitab

Daftar Pustaka:

  1. The New Testament in the Original Greek: Byzantine Textform 2015
  2. Lembaga Alkitab Indonesia. 2004. Alkitab Terjemahan Baru. Jakarta
  3. https://www.jw.org/id/publikasi/alkitab/nwt/buku-alkitab/ diakses 22 April 2019
  4. Yayasan Albata. 2018. Alkitab Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia. Yogyakarta. ANDI
  5. https://www.neverthirsty.org/bible-qa/qa-archives/question/how-accurate-is-the-new-world-translation/ diakses 22 April 2019
  6. http://www.bible-researcher.com/new-world.html diakses 22 April 2019
  7. http://mbcpathway.com/2015/12/21/four-examples-of-where-the-new-world-translation-gets-it-wrong/ diakses 22 April 2019
  8. https://www.namb.net/apologetics-blog/the-new-world-translation-of-the-holy-scriptures-the-jehovah-s-witnesses-bible/ diakses 22 April 2019
  9. https://www.jw.org/id/publikasi/alkitab/nwt/daftar-istilah-alkitab/#p145 diakses 22 April 2019
  10. Jaya Waruwu, S.Th, Saksi Yehuwa dan Alkitab, 2019

.

.

.

Berita Albata bulan Maret

Tim Penerjemah memuji TUHAN karena kami berhasil memeriksa 35 pasal PL dengan konsultan eksternal. Pemeriksaan ini terjadi di pulau Bangka dari tanggal 11 s/d 27 Februari. Pemeriksaan ini juga melibatkan dua belas sahabat Albata dari Bangka. Tiga sahabat datang setiap pagi (Senin s/d Jumat), dan tiga lagi membantu setiap sore.

Konsultan kami berasal dari Amerika Serikat dan bekerja sebagai konsultan International dengan Pioneer Bible Translators. Dia sangat senang dengan terjemahan kami dalam pasal-pasal yang diperiksa, namun ada hal-hal yang kami belajar supaya pemeriksaan selanjutnya akan lebih baik. Secara khusus, Tim Albata akan menerapkan beberapa prosedur untuk memastikan bahwa istilah-istilah yang sering diulangi diterjemahkan digunakan secara lebih konsisten.

Kami secara khusus mengucapkan terima kasih kepada staff di Hotel Batu Bedaun yang sudah melayani kami selama 18 hari. Dan kami mengucapkan terima kasih juga kepada pemilik hotel— yang adalah anak TUHAN, yang memberi harga istimewa untuk kami.


Shelina adalah anggota terbaru dalam Tim Penerjemah kita. Dia menyelesaikan kursus bagi Sahabat Tim Penerjemah Albata, lalu selama sembilan bulan dia menolong Tim Penerjemah sebagai sahabat.

Dalam kegiatan pemeriksaan yang dilakukan para Sahabat Albata, pada bulan ini kami sudah siap untuk melakukan pemeriksaan ketiga untuk kitab Keluaran, pemeriksaan kedua untuk kitab Imamat, dan pemeriksaan pertama untuk kitab Ulangan. Kalau Saudara tergerak menolong dalam grup WA ini, mohon mendaftar di halamanKegiatan para Sahabat.
Kitab Keluaran adalah kitab yang penting karena ceritanya sering disinggung dan berbagai ayatnya sering dikutip di dalam kitab-kitab Alkitab yang lain. Kitab Imamat sangat istimewa karena hampir seluruh buku ini merupakan kutipan langsung dari Allah. Karena nama kitab ini, banyak orang berpikir bahwa buku ini kebanyakan instruksi tertuju kepada para imam, tetapi sebenarnya lebih banyak tertuju kepada orang-orang biasa dalam umat Israel. Kitab Ulangansangat istimewa karena merupakan kutipan-kutipan dari khotbah-khotbah Musa pada akhir hidupnya. Dalam kitab ini Musa meringkas tentang hal-hal luar biasa yang sudah Allah lakukan bagi umat Israel, dan Musa juga sering membagi pengalamannya sendiri.
Saya berharap semua pembaca surat doa menyadari bahwa tujuan Terjemahan Sederhana Indonesia bukanlah untuk mengganti posisi Alkitab yang biasa digunakan, tetapi memberi tambahan versi Alkitab yang bisa digunakan di samping Alkitab TB. Dibanding dengan TB, TSI menggunakan lebih banyak kata, dan itu dilakukan supaya hasil terjemahan:
  • wajar dalam bahasa Indonesia,
  • jelas dengan menggunakan bahasa sederhana, dan
  • tepat sesuai arti yang diterima oleh para pembaca pada waktu penulisan.
Terima kasih karena Saudara sudah membaca surat dari saya ini. Kiranya Tuhan memberkati Saudara!
Phil

Pokok Doa Albata Januari-Februari 2019

Dari bulan Januari:

Dua minggu yang lalu ketika saya memberitahukan
tentang video PENGHARAPAN,
belum ada cara untuk men-downloadnya.
Sekaaran Saudara BISA DOWNLOAD video ini!

Lihat petunjuk di halaman Video di situs ini untuk download dalam tiga ukuran:
Resolusi yang cocok untuk tablet atau proyektor LCD (2 GB),
yang cocok untuk layar HP (263 MB),
atau ukuran paling kecil (67 MB).

Kalau ingin mendownload dalam ukuran HP, silakan gunakan tombol di sebelah kanan:

 

 

 

 

 

 

 

Pokok Doa Albata bulan Februari

Nama saya Phil. Dalam struktur organisasi Albata saya sebagai pembina. Bulan ini saya mau membagi beberapa hal mendasar tentang Albata (Yayasan Alkitab BahasaKita). Dan saya akan memberi beberapa link di dalam situs Albata.info, di mana Saudara bisa mendapat informasi selanjutnya. Albata berdiri sebagai yayasan dari tahun 2012, tetapi proyek penerjemahan PB sudah dimulai pada tahun 2005. Di dalam situs Albata saudara juga dapat membaca Sasaran dan Kepercayaan yang mendasari pekerjaan Albata. Misi Albata adalah untuk meningkatkan pemahaman Alkitab agar para pembaca dan pendengar mengalami pembaharuan hidup. Mohon diperhatikan bahwa misi Albata ini tidak menimbulkan persaingan dengan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), karena misi Albata bukan untuk mengganti Alkitab yang sudah umum dipakai oleh mayoritas umat Kristen di Indonesia. Tujuan dari misi ini adalah memberikan Alkitab yang dapat digunakan bersamaan dengan Alkitab LAI. Terjemahan Sederhana Indonesia (TSI) diterjemahkan dengan cara lain dari Terjemahan Baru LAI, sehingga kedua Alkitab tersebut saling melengkapi. Untuk mengerti perbedaan antara kedua terjemahan tersebut, bacalah artikel Mengapa TSI Berbeda. Mohon membantu dengan doa supaya draf PL TSI dapat diselesaikan pada tahun 2020, dan supaya setiap kitab PL akan lewat semua tahap proses pemeriksaan dan siap diterbitkan pada tahun 2022.

Dalam email bulan yang lalu, saya sudah membagikan tentang grup-grup Whatsapp yang sedang memeriksa beberapa kitab PL. Mohon doa untuk ketiga grup WA Sahabat Albata yang bulan ini memeriksa kitab Keluaran (untuk kedua kali) dan Imamat (untuk pertama kali). Kalau Saudara bersedia dan ingin terlibat dalam grup pemeriksaan lewat WA, silakan mendaftar di halaman Kegiatan Para Sahabat.


Statistik-statistik penggunaan TSI dalam aplikasi YouVersion:
Sepanjang bulan Januari, 1.453 orang sudah mendownload PB TSI melalui aplikasi YouVersion. Setiap bulan jumlah pengguna baru semakin meningkat sedikit demi sedikit. Juga dalam bulan Januari, para pembaca TSI membuka pasal lain di dalam Alkitab YouVersion sebanyak 79.726 kali. Dan berikut adalah pasal-pasal TSI yang lebih banyak dibaca sepanjang minggu lalu.

Salah satu statistik yang lain dari YouVersion; Pada tanggal 20 Januari saja 369 orang menandai ayat dalam PB TSI. Puji TUHAN! Mari kita berdoa agar TUHAN bekerja dalam hati setiap pembaca, supaya lebih mengenal TUHAN dan hidupnya semakin diperbarui.

Terima kasih karena Saudara membaca berita ini!

Pokok Doa Albata untuk Desember 2019

Salam sejahtera dalam nama Yesus Kristus!
Selamat Natal dan Tahun Baru!
Saya memuji TUHAN atas kemurahan hati-Nya kami boleh memberi hadiah Natal yang luar biasa kepada Saudara! Baru saja terwujud hasil suatu kerjasama antara Mars Hill Productions dan Albata untuk menyiapkan terjemahan video yang berjudul ‘The HOPE’ dalam bahasa Indonesia. Video PENGHARAPAN ini menjelaskan garis merah Keselamatan yang tersurat dalam Alkitab— mulai dari penciptaan dan Taman Eden, melalui Nuh dan keluarga Abraham, sampai dengan cerita tentang Sang Penyelamat kita, Kristus Yesus. Saudara bisa menonton video ini melalui situs Albata di halaman Video. Silahkan membagi informasi ini kepada teman-teman yang lain!
Mudah-mudahan sebelum Natal, akan ada link di halaman tersebut untuk download video PENGHARAPAN secara gratis dalam ukuran yang cocok untuk nonton di HP.
Tiga orang narasumber untuk video ini adalah anggota tim Sahabat Albata BangkaAlbata mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu Kristiana dan Ibu Yenta (bagian teknis), dan kedua saudara kita, Bobby dan Jhon. Foto yang lebih jelas dari mereka ada di situs.

Rencana Baca YouVersion yang baru!

Sahabat Albata di Bangka bekerja keras juga untuk menerbitkan rencana baca yang pertama untuk mereka melalui YouVersion! Mencarinya dalam bagian Cari Rencana sesuai nama: Aliran Air yang menyegarkan jiwa wanita melalui link ini: Aliran Air yang menyegarkan jiwa wanita


Mohon doakan supaya Albata bisa menyelesaikan draf PL TSI pada tahun 2020 dengan sepertiga dari draf itu sudah dapat diperiksa oleh konsultan dari luar/konsultan eksternal. Kalau kedua hal itu bisa tercapai, sekarang seperti di luar kemampuan dan ekspektasi kami. Kami mohon Saudara mendukung tim penerjemah Albata dengan doa!
Semua anggota Albata memuji TUHAN dan berterima kasih kepada Tuhan karena Dia yang mencukupi dukungan finansial Albata sepanjang 2018. Para pegawai dan tim penerjemah Albata saat ini terdiri dari 11 orang. Enam bekerja penuh waktu, dan lima separuh waktu. Minggu ini kami sedang berdoa dan berpuasa meminta TUHAN untuk mendukung Albata lagi seperti tahun yang lalu. Kami mohon doa Saudara juga!
Kiranya TUHAN memberkati Saudara serta keluarga dalam hari-hari menjelang Natal dan Tahun Baru.
Phil

Nopember 2018: Berita kegiatan Sahabat Albata, dua artikel Alkitabiah, dan pokok doa Albata

Salam dalam nama Tuhan!
Bulan depan saya akan membagikan suatu berita penting kepada Saudara, atau Saudara boleh artikan sebagai hadiah Natal! Jadi saya memohon Saudara untuk membuka email yang akan saya kirim bulan Desember.

Kegiatan para Sahabat Albata: Tiga grup Sahabat Albata sedang menggunakan Whatsapp untuk membaca dan memberikan masukan tentang draft TSI Kejadian. Saya sangat memuji TUHAN untuk hal ini, karena ternyata ini adalah cara yang sangat efektif untuk membuat TSI menjadi lebih wajar dan jelas. Kalau Saudara ingin terlibat dalam grup seperti ini untukkitab Keluaran, mohon mendaftar di halaman Kegiatan para Sahabat di albata.info. Siapa saja boleh terlibat. Tidak perlu pendidikan tinggi atau pendidikan Alkitab.


Bulan ini Pak Balazi Gulo menulis dua artikel, dan saya harap artikel tersebut akan memberkati Saudara. Yang pertama tentang jawaban atas pertanyaan dari pembaca surat ini yang sudah kami terima bulan lalu:Mengapa TSI berbeda?
Saya merasa bahwa artikel kedua sangat penting: Etika Perceraian Ditinjau dari Iman Kristen

Kami juga membagi Riwayat presentasi Albata bulan September-Oktober 2018.


Dalam aplikasi YouVersion, rencana baca ketiga sudah diterbitkan dalam seri Menggali Perjanjian Baru TSI. Terima kasih kepada Saudari Shelly yang sudah menulis renungan-renungan untuk bisa dibaca setiap hari.
Pokok Doa: Pada bulan ini dan bulan Desember, tim penerjemah Albata sedang fokus untuk menyunting draf dari kitab Imamat, Ulangan, 2 Samuel, 1 Raja-raja, 1 & 2 Tawarikh, Ezra dan Nehemia. Semua kitab ini sudah dikerjakan sejak beberapa bulan yang lalu, tetapi masih ada beberapa pasal lagi dari setiap kitab yang belum selesai. Mohon untuk mendoakan supaya kitab-kitab tersebut akan segera disiapkan untuk tahap pemeriksaan.
Mohon doakan juga supaya seluruh PL TSI sudah masuk atau pun lewat tahap pemeriksaan pada tahun 2020.

Mengapa TSI berbeda?!

Penulis: Balazi Gulo dan Phil Fields

Salah satu perbedaan TSI dari terjemahan-terjemahan lain adalah dalam cara menerjemahkannya.  Prinsip-prinsip yang digunakan oleh tim penerjemah Albata tidak selalu sama dengan yang digunakan oleh yayasan-yayasan penerjemahan lain. Tim Penerjemah Albata ingin memprioritaskan arti yang dimaksudkan oleh para penulis Alkitab— yaitu arti yang dimengerti oleh para pembaca pertama. Albata menerjemahkan berdasarkan arti, bukan secara harfiah. Mari kita melihat perbedaan antara kedua cara menerjemahkan tersebut.

Terjemahan-terjemahan yang tergolong harfiah dalam bahasa Indonesia diantaranya adalah TB, AYT (Sabda), TL, dan MILT. Sedangkan terjemahan-terjemahan yang tergolong berdasarkan arti diantaranya adalah BIS dan TSI.

Terjemahan secara harfiah adalah cara yang pada umumnya digunakan dalam dunia penerjemahan Alkitab dari sejak dulu hingga sekarang. Contoh utama yang sudah menyejarah dalam penerjemahan adalah Septuaginta (terjemahan dari PL ke dalam bahasa Yunani yang dibuat sekitar 200-300 SM) dan King James Version (1611). Dalam terjemahan secara harfiah, para penerjemah berusaha memilih kata-kata dalam bahasa sasaran yang pas dengan arti setiap kata dalam bahasa Ibrani atau Yunani dalam Firman Allah. Jadi secara otomatis terjemahan akan mencerminkan bentuk atau struktur kalimat yang terdapat dalam bahasa asli Alkitab.

Catatan: Semua terjemahan secara harfiah tidak konsisten— kecuali Young’s Literal Translation. Ketidakkonsitenan terjadi ketika tim penerjemah menyadari bahwa terjemahan secara harfiah akan membawa arti yang salah dalam bahasa sasaran. Setiap terjemahan harfiah mempunyai beberapa ayat yang diterjemahkan berdasarkan arti, supaya pembaca tidak salah memahami. Dan kalau membandingkan beberapa terjemahan harfiah, pembaca akan melihat bahwa berbagai tim yang menerjemahkannya tidak konsisten dalam ayat-ayat yang dipilih untuk diterjemahkan lebih berdasarkan arti.

Tetapi komunikasi manusia tidak terdiri dari kata-kata saja. Dalam komunikasi sehari-hari, manusia tidak perlu mengungkapkan segala sesuatu sejelas mungkin dengan menggunakan kata-kata, karena si pendengar sudah tahu topik, sudah mengerti konteks, dan memiliki pengetahuan yang sama dengan pembicara. Persoalan yang dihadapi oleh pembaca Alkitab yang diterjemahkan secara harfiah adalah

  • pembaca zaman sekarang sering tidak mengerti topik dan konteks seperti para pembaca pertama,
  • kebudayaan sekarang sangat berbeda dengan kebudayaan zaman Alkitab,
  • dan kita tidak memiliki pengetahuan yang sama dengan penulis Alkitab.

Jadi terjemahan berdasarkan arti melengkapi hal-hal tersebut supaya pembaca zaman sekarang dapat mengerti. Kalau menggunakan cara menerjemahkan demikian, secara otomatis terjemahan tidak akan mencerminkan bentuk atau struktur bahasa sumber Alkitab.

Albata berharap semua pembaca mengerti bahwa TSI tidak bermaksud untuk mengganti Alkitab TB. Yang kami tegaskan adalah: Setiap anak Tuhan perlu memiliki akses kepada dua jenis terjemahan, karena yang satu mencerminkan bentuk bahasa sumber Alkitab, dan yang satunya lagi menyampaikan arti bahasa sumber. Kedua jenis terjemahan saling melengkapi.

Berikut ini adalah beberapa contoh cara menerjemahkan berdasarkan arti. Dan contoh-contoh ini menunjukkan bahwa terjemahan berdasarkan arti bisa:

  • membuat informasi tersirat dalam bahasa sumber menjadi tersurat,
  • menerjemahkan berbagai macam gaya bahasa sesuai artinya,
  • menerjemahkan satu istilah atau kata benda abstrak dengan frasa beberapa kata,
  • dan mengubah urutan informasi.

Informasi tersirat dalam bahasa asli bisa dibuat tersirat dalam TSI.

Kisah 2:8b-11 AYT 8 Dan, bagaimana mungkin masing-masing kita mendengar mereka dengan bahasa tempat kita dilahirkan?
9 Orang-orang Partia, dan Media, dan Elam, dan penduduk Mesopotamia, Yudea, dan Kapadokia, Pontus, dan Asia,
10 Frigia, dan Pamfilia, Mesir, dan daerah-daerah Libia dekat Kirene, dan pendatang-pendatang dari Roma, baik orang-orang Yahudi maupun para proselit,
11 orang-orang Kreta dan Arab. Kita mendengar mereka berbicara dengan bahasa kita tentang perbuatan-perbuatan besar Allah.”

Kisah 2:8-11 TSI 8 Lalu mereka semua terheran-heran dan berkata, “Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?! Orang-orang yang berbicara ini semuanya orang Galilea,* tetapi setiap kita mendengar mereka berbicara dalam bahasa kita masing-masing! Sungguh heran karena kita berasal dari banyak daerah,
9 termasuk Partia, Media, Elam, dan penduduk Mesopotamia, Yudea, Kapadokia, Pontus, dan propinsi Asia.
10 Juga termasuk daerah Frigia, Pamfilia, Mesir, dan bagian-bagian Libia yang dekat kota Kirene. Juga ada yang datang dari ibukota Roma,
11 dari pulau Kreta, dan orang-orang Arab. Kita yang berkumpul adalah orang Yahudi, dan juga orang dari bangsa lain yang sudah menjadi pengikut agama Yahudi. Heran sekali sampai kita bisa mendengar mereka berbicara dalam bahasa kita sendiri tentang hal-hal luar biasa yang dilakukan oleh Allah!”

*Catatan dalam TSI: 2:7-8 Orang Galilea Para pendengar tahu bahwa orang Galilea biasanya hanya bisa berbicara dalam bahasa Ibrani sehari-hari yang dipakai di Galilea, dan bahasa umum— yaitu bahasa Yunani.

Dalam keempat ayat ini banyak hal tersirat dijadikan tersurat untuk pembaca di Indonesia, contohnya, nama tempat mana yang adalah kota, daerah, atau pulau. Dan dalam ayat 8, sebabnya para pendengar menjadi heran dan bingung dijelaskan. Itu juga merupakan suatu hal besar yang tersirat dalam bahasa sumber, yang bentuknya dapat dilihat dalam AYT. Juga catatan kaki digunakan untuk menjelaskan hal budaya pada waktu kejadian ini.

TSI bisa menerjemahkan gaya bahasa sesuai artinya.

Matius 21:16 MILT dan berkata kepada-Nya, “Apakah Engkau mendengar apa yang mereka katakan?” Dan YESUS berkata kepada mereka, “Ya, tidak pernahkah kamu membaca: Dari mulut kanak-kanak dan yang menyusu, Engkau telah mempersiapkan pujian !”

Matius 21:16 TSI Mereka berkata kepada-Nya, “Kamu tidak dengar anak-anak itu— kah?! Kenapa kamu tidak melarang mereka berkata seperti itu?!”
Jawab-Nya kepada mereka, “Ya, Aku dengar. Tetapi sampai kapan kalian bisa mengerti Firman Allah?! Karena penulis Mazmur berkata kepada Allah,
‘Engkau sudah mengajar anak-anak dan bayi-bayi untuk memberi pujian yang sempurna kepada-Mu.’”

Pertanyaan retoris adalah salah satu macam gaya bahasa. Pertanyaan retoris menggunakan bentuk pertanyaan, tetapi kalimat tanya tidak digunakan dengan alasan bertanya. Dalam ayat ini, TSI menunjukkan bahwa pertanyaan para imam dan ahli Taurat adalah untuk menegur, bukan pertanyaan sungguh. Pertanyaan mereka juga menyampaikan bahwa mereka tidak setuju dengan Yesus membiarkan anak-anak itu tetap bersorak-sorai ‘Hosana’.

Catatan: Karena bahasa Indonesia sering menggunakan pertanyaan retoris untuk menegur, di sini tim penerjemah tetap menerjemahkan dengan bentuk kalimat tanya— bahkan menambah pertanyaan retoris dalam huruf tebal supaya maksud menegur dimengerti oleh pembaca. Selain menegur, ada banyak alasan lain untuk menggunakan pertanyaan retoris. Misalnya, Yesus sering menggunakan pertanyaan retoris untuk membuka topik pelajaran. Dalam situasi seperti itu TSI bisa menerjemahkan pertanyaan retoris Yesus sebagai pernyataan.

Dalam frasa huruf tebal yang kedua di atas, TSI sekali lagi membuat informasi tersirat menjadi tersurat ketika menjelaskan siapa yang berbicara dengan Siapa, supaya pembaca dapat mengerti kutipan dari Mzm. 8:3.

TSI bisa menerjemahkan satu kata dengan frasa.

Markus 4:24 TB Lalu Ia berkata lagi: “Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu.

Markus 4:24 TSI Lalu Yesus berkata lagi kepada mereka, “Apa yang Aku ajarkan, kalian masing-masing harus menyimpannya dengan baik di dalam hatimu. Karena sebagaimana kamu berusaha untuk mengerti ajaran-Ku, begitu juga Allah akan menambahkan kemampuan kepadamu untuk memahaminya. Bahkan Dia akan menambahkan lebih banyak hikmat lagi.

Kata yang diterjemahkan dengan ‘Camkanlah’ dalam TB bisa juga diterjemahkan dengan kata ‘Perhatikanlah’, yang memang lebih sederhana dari Camkanlah. Tetapi ternyata tim penerjemah TSI ingin untuk membuat caranya yang kita ‘perhatikan’ lebih jelas lagi dengan menggunakan frasa ‘menyimpannya dengan baik di dalam hatimu’.

Dalam bagian kedua dalam ayat 24 ini, TSI sekali lagi membuat sesuatu yang tersirat menjadi tersurat. Ayat ini diucapkan Yesus ketika Dia mengajar dengan menggunakan berbagai perumpamaan yang menggambarkan hal-hal rohani. Jadi TSI menjelaskan apa yang ‘diukurkan’ sesuai konteks pasal ini. Pelaku tersirat untuk kata kerja pasif ‘diukurkan’ dan ‘ditambah’ juga dibuat tersurat— yaitu Allah.

TSI bisa mengubah urutan informasi supaya kalimat menjadi lebih wajar atau lebih masuk akal.

Galatia 1:1-2 TB Dari Paulus, seorang rasul, bukan karena manusia, juga bukan oleh seorang manusia, melainkan oleh Yesus Kristus dan Allah, Bapa, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati,
dan dari semua saudara yang ada bersama-sama dengan aku, kepada jemaat-jemaat di Galatia:

Galatia 1:1-2 TSI Kepada yang kekasih saudara-saudari seiman di setiap jemaat di propinsi Galatia:
Salam dari saya, Paulus, dan dari semua saudara seiman yang ada bersama saya.
Saya menjadi rasul bukan karena diangkat atau diutus oleh manusia, tetapi saya menerima jabatan ini langsung dari Kristus Yesus dan dari Allah Bapa— yang sudah menghidupkan Yesus kembali dari kematian.

Dalam permulaan surat-surat PB, TSI hampir selalu mengubah urutan informasi yang terdapat dalam bahasa Yunani, supaya mengikuti urutan yang selalu digunakan sekarang dalam bahasa Indonesia.

Perbandingan terjemahan harafiah dengan terjemahan berdasarkan arti: