Riwayat Presentasi dan Seminar Albata bulan September-Oktober 2018

Albata memuji TUHAN karena pada bulan September 2018, kami sudah mengadakan seminar atau presentasi Penerjemahan Alkitab di berbagai lokasi dalam tiga propinsi. Pak Elyas Zulkifli sebagai pembicara untuk ke-5 even pertama, dan dua presentasi yang lain diberikan oleh Phil Fields.

STT Intheos Surakarta (Solo), 4 September 2018

STT Satyabhakti Malang, 5 September 2018

PGPI Sulawesi Tenggara, Kendari, 7 September 2018


Majelis GPdI Yesus Gembala, Kendari, 7 September 2018

Perwakilan Gereja dan Persekutuan Kristen (PGPK) Bandung, 10 September 2018 (Peserta dari empat propinsi— yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Tenggara dan Jawa Barat.)

STT Walter Post, Sentani, Papua, 19 September 2018

STT Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Polomo, Sentani, 21 September 2018

Berita dan pokok doa Albata bulan Oktober

Syalom!

Misi Albata adalah untuk meningkatkan pemahaman Firman TUHAN agar para pembaca dan pendengar mengalami pembaharuan hidup. Dan berdasarkan misi itu, Albata ingin mengedarkan informasi tentang bahan sekolah Minggu bagi anak-anak.

Banyak orang Kristen zaman sekarang tidak tahu bahwa gerakan sekolah Minggu pada permulaannya mengajarkan cara membaca melalui cerita Alkitab. Ke-30 pelajaran yang diedarkan sekarang ini adalah ide yang sama dengan bahan yang ditujukan untuk anak-anak yang belum fasih membaca. Albata mengucapkan banyak terima kasih kepada Yayasan Suluh Insan Lestari untuk kurikulum sekolah Minggu yang berkualitas ini. Lihatvideo dan informasi selanjutnya di situs Albata dan halaman bahan sekolah Minggu.

Mari membaca seluruh PB TSI dalam waktu enam bulan!

Rencana baca dalam aplikasi YouVersion sangat menolong kita untuk bisa setia membaca Firman Allah setiap hari.

Apakah Saudara rela menolong Albata memeriksa Kitab Kejadian TSI?

Albata mengundang Saudara untuk bergabung dalam kelompok dua belas orang yang akan membaca seluruh Kitab Kejadian TSI dalam lima minggu (sepuluh pasal per minggu). Bulan lalu ada 24 sahabat Albata terlibat dalam grup seperti itu, dan minggu depan mereka akan menyelesaikan seluruh kitab Kejadian. Kami sudah terima ratusan masukan dari mereka yang sangat berguna kepada Tim Penerjemah Albata, supaya kami dapat membuat kitab Kejadian TSI lebih jelas, wajar, dan tepat. Tetapi target yang kami harapkan adalah mendapat 24 orang lagi dalam dua grup WA yang baru. Mari silahkan bergabung!

Lihat informasi dan bergabung dalam program ini di halaman Kegiatan para sahabat.

Berdoalah supaya kitab Kejadian TSI dapat diperiksa oleh konsultan penerjemahan dari Pioneer Bible Translators pada bulan Desember 2018 dan Januari 2019, dan siap diterbitkan. Berdoa juga supaya seluruh PL selesai diperiksa dan siap diterbitkan pada tahun 2022.

Terima kasih karena Saudara sudah membaca surat ini dan bersedia mendoakan pelayanan Albata! Semoga TUHAN menyertai dan memberkati Saudara sepanjang bulan Oktober ini!
Phil

Berita dan Pokok Doa bulan September

Bulan Agustus saya memberitahukan tentang rencana baca Menggali Perjanjian Baru TSI yang tersedia dalam aplikasi YouVersion. Mari kita bersyukur dan memuji TUHAN karena sampai hari ini ada 1.418 orang yang sudah mendaftar untuk mengikuti rencana baca itu! Dan bulan ini Albata sangat senang untuk memberitakan bahwa bagian kedua dalam seri ini sudah diterbitkan— yaitu untuk hari 31 s/d 60. Silakan mendaftar untuk bagian kedua!

 

Menikmati Rencana Baca YouVersion bersama dengan teman-teman!

Sejak tahun yang lalu aplikasi YouVersion mempunyai fitur di mana teman-teman bisa mengikuti rencana baca BERSAMA! Saya merasa bahwa ini adalah cara yang sangat efektif untuk membagi renungan pribadi dengan teman yang sehati dan paling akrab, atau juga untuk seorang yang dewasa dalam TUHAN membagi dengan teman yang dia sedang memuridkan. Saya sudah menyiapkan petunjuk mengenai fitur ini dalam Artikel Alkitabiah yang berjudul Menikmati Rencana Baca YouVersion bersama dengan teman-teman!

 

Artikel Alkitabiah yang saya beritakan bulan lalu sudah direvisi sepenuhnya: Teks PB Yunani yang digunakan oleh Albata

Apakah Saudara tertarik membaca Kitab Kejadian TSI?

Albata mengundang Saudara untuk bergabung dalam grup berjumlah dua belas orang yang akan membaca seluruh Kitab Kejadian TSI dalam lima minggu. Beberapa grup sahabat Albata akan bersepakat untuk membaca sepuluh pasal per minggu, dan setiap anggota grup dipersilahkan mengirim masukan singkat atau pertanyaan ke kami lewat grup Whatsapp atau grup Facebook.

Lihat informasi dan bergabung dalam program ini di halaman Kegiatan para sahabat.

Berdoalah supaya akan ada empat kelompok orang yang akan membaca seluruh Kitab Kejadian TSI, supaya visi Albata bisa terwujud— yaitu supaya seluruh PL TSI siap diterbitkan pada tahun 2022.

Terima kasih karena Saudara sudah membaca berita ini dan bersedia mendoakan pelayanan Albata! Semoga TUHAN menyertai dan memberkati Saudara sepanjang bulan September ini!
Phil

Nikmati Rencana Baca YouVersion bersama dengan teman-teman

Albata mempunyai beberapa rencana baca yang tersedia dalam aplikasi Alkitab YouVersion (Life.Church). Artikel ini adalah untuk menunjukkan cara baru dalam aplikasi YouVersion di mana Saudara dapat membagi renungan-renungan pribadimu dengan para temanmu.

Ketika memilih salah satu rencana baca …

Saudara dapat memilih ‘Bersama Teman’. Lalu Saudara diberi kesempatan memilih beberapa teman (kalau sudah memiliki teman shering dalam YouVersion) atau mengundang teman-teman baru lewat alamat e-mail mereka.

Saudara selalu bisa menambah teman-teman baru lewat halaman muka Rencana Baca:

Kalau Saudara sudah memilih untuk membaca secara ‘Sendiri’, hal itu bisa diubah melalui Settings untuk rencana baca itu.

Sesudah membaca bagian untuk sehari, Saudara akan diberikan kesempatan untuk Diskusi apa yang dibacakan.

Saudara akan ditanya …

Wah, kalau Saudara dengan jujur menjawab pertanyaan di atas itu, efeknya pada dirimu sendiri akan luar biasa! Powerful! Tetapi ini berarti bahwa Saudara rela untuk membuka hati dengan teman-teman terpilih itu. Oleh karena itu saya berpikir cara membagi renungan dengan teman-teman cocok untuk

  • membagi dengan satu atau dua teman yang sangat akrab dan sehati,
  • seorang yang dewasa dalam Tuhan membagi dengan teman yang dia sedang memuridkan,
  • seorang pelayan Tuhan membagi dengan kelompok khusus,
  • dan lain sebagainya.

Teman-temanmu yang terdaftar akan menerima e-mail dengan teks renungan darimu. Itu akan mendorong mereka untuk tetap mengikuti rencana baca setiap hari. Dan waktu mereka membaca bagian di mana Saudara sudah menulis renungan, mereka akan diberi kesempatan untuk tanggapi atau berkomentar tentang apa yang Saudara membagi.

Semoga TUHAN dimuliakan lewat pemahaman Firman-Nya!

Rencana baca terbaru dari Albata bernama Menggali Perjanjian Baru TSI, yang disusun sebagai enam serial, di mana Saudara akan membaca seluruh Perjajian Baru TSI dalam 180 hari. Setiap bagian adalah untuk 30 hari.

Berita Albata dan pokok doa untuk bulan Agustus

Puji Tuhan, Edisi 2.3 PB TSI sudah tersedia dalam aplikasi YouVersion!

Apakah Saudara sudah mengunduhnya?! Periksalah dengan menekan tombol Versi, dan lihat kalau ada pemberitahuan tentang update di baris paling bawah. Men-klik kata View untuk melihat updatenya. (Lihat contoh di bawah.)

Edisi 2.3 PB TSI juga tersedia dalam aplikasi Android bernama Alkitab Sabda/Yuku.

Penerbit Andi Offset sedang mencetak Edisi 2.3 dengan sampul seperti gambar ini.PB ini akan dijual dengan harga subsidi di seluruh Indonesia, tetapi saat ini belum muncul di toko-toko buku.

Ada Rencana Baca yang baru saja diterbitkan oleh Albata dalam aplikasi YouVersion bernama Menggali Perjanjian Baru TSI. Untuk melihat rencana baca ini, tekanlah tombol Rencana (tombol tengah di baris bawah), lalu pilih Find Plans di atas. Gunakanlah tombol cari dan mengetik kata ‘mencari’. Rencana Baca ini adalah bagian ke-1 dari 6 serial untuk membaca seluruh Perjanjian Baru dalam 180 hari. Setiap bagiannya adalah untuk 30 hari.

Albata mengucapkan Terima Kasih untuk Shelly Gautama, yang menyusun Rencana Baca Menggali Perjanjian Baru TSI. Mari kita membaca seluruh Perjanjian Baru!

Artikel Alkitabiah yang terbaru di situs Albata.info berjudul Teks Yunani yang mana dapat dipercaya? Artikel ini menjelaskan tentang kumpulan teks Yunani kuno yang disebut Majority Text dan Critical Text/Minority Text dan memberi lima contoh saja. Tetapi lampiran kepada artikel inimenambah lagi banyak contoh dan informasi. Ada satu kesimpulan besar yang dinampakkan: Teks Perjanjian Baru tidak dipalsukan.

Pokok doa Albata yang terbesar yaitu: Mohon doa supaya Alkitab lengkap TSI dapat diterbitkan pada tahun 2022. 

Mohon doa untuk 25 orang yang sedang mengikuti Kursus Albata secara on-line. Berdoalah bahwa TUHAN akan memimpin beberapa dari antara mereka untuk menjadi Sahabat Tim Penerjemah Albata dan menyumbang waktu untuk meningkatkan mutu draf PL TSI.

Terima kasih karena Saudara sudah membaca surat ini dan bersedia mendoakan pelayanan Albata! Semoga TUHAN menyertai dan memberkati Saudara sepanjang bulan Agustus ini!
Phil

Teks PB Yunani yang digunakan oleh Albata

Hanya beberapa halaman dari artikel ini dikutip di bawah. Untuk membaca seluruhnya (54 halaman), mohon download melalui link ini:     Teks PB Yunani yang digunakan oleh Albata edisi Januari2019

Edisi Januari 2019

Dalam artikel di bawah ini, penulis menggunakan kata-kata berikut dengan definisi khusus:

  • naskah (kuno PB): adalah media fisiknya atau bahan buku yang mengandung tulisan kitab PB yang dibuat pada abad ke-2 Masehi sampai dengan abad ke-13 Masehi. Pada zaman itu buku sering dibuat dari bahan papirus (diolah dari daun papirus) dan velum (diolah dari kulit binatang). Dalam bahasa Inggris naskah seperti ini sering disebut manuscript, dan dalam artikel ini saya juga menyebut naskah sebagai salinan kuno. Tulisan aslinya yang dibuat langsung oleh para penulis PB sudah tidak ada lagi. Lebih dari 6000 naskah bahasa Yunani masih ada dan sudah dianggap sebagai teks sumber Perjanjian Baru. Dalam angka 6000 itu terdapat naskah berbentuk buku yang mengandung semua atau banyak kitab dari PB, dan ada naskah yang hanya mengandung satu kitab, bahkan hanya beberapa ayat dari salah satu kitab.
  • teks: adalah pesan dalam bahasa Yunani yang ditulis pada naskah-naskah kuno tersebut.
  • varian: adalah perbedaan kecil yang terdapat dalam teks Yunani, berupa kata yang berbeda, akhiran berbeda, tambahan/kehilangan kata, dan kesalahan dalam ejaan. Kebanyakan varian begitu kecil sehingga tidak bisa diterjemahkan dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, tetapi ada juga ribuan varian yang cukup besar sehingga mempengaruhi terjemahan PB. Ada varian-varian teks yang pasti terjadi karena kesalahan yang tidak sengaja, tetapi ternyata ada juga yang sengaja dibuat.
  • golongan teks: adalah golongan naskah yang teksnya sama-sama memiliki ciri yang mirip, supaya varian-varian teks dapat didaftarkan dan supaya akhirnya penelitian dapat menghasilkan satu bentuk teks yang mewakili semua dalam golongannya. Dalam artikel ini kami akan membandingkan Golongan Teks Bizantium (GTB) dan Golongan Teks Nestle-Aland (GTNA). Kedua golongan teks ini sebenarnya identik dalam lebih dari 94% teks Perjanjian Baru Yunani. Hanya 6% mempunyai varian-varian tersebut.[**Dua catatan kaki dapat dilihat dalam PDF terlampir.]

GTB: Golongan Teks Bizantium mewakili lebih dari 95% dari 6000 naskah kuno tersebut. Kumpulan teks ini kebanyakan ditemukan di daerah para jemaat mula-mula (seperti Antiokhia, Kolose, Efesus, Roma, dan Korintus)— yang terletak di negara-negara yang sekarang disebut Turki, Italia, dan Yunani. Karena cuaca di daerah-daerah itu tinggi lembabnya, maka naskah dan salinan terkuno yang ditulis pada papirus rusak dan hilang, sehingga para jemaat mula-mula mengganti naskah pertama dengan velum yang tahan lama. Dari zaman rasuli (33-100 M) sampai masa jemaat mula-mula (100-312 M), dan masa Byzantine (312-1453), teks yang terdapat dalam GTB sangat konsisten dalam banyak salinan, mengandung bahasa Yunani yang lebih standar (tidak kasar), dan terbukti tidak diubah-ubah. Sampai hari ini pun Gereja Ortodoks Timur masih menggunakan teks Yunani Bizantium dalam ibadah, dan teks PB yang sama dipelihara dan digunakan oleh mereka di daerah sekitar Turki sampai abad ke-15. Bahkan sampai hari ini, teks yang sama digunakan oleh berbagai aliran Ortodoks.

  • Textus Receptus adalah teks PB Yunani yang diterbitkan oleh Erasmus pada tahun 1516. Textus Receptus mendekati GTB, tetapi berbeda dalam 1800 varian. Textus Receptus adalah teks Yunani yang mendasari PB King James Version (KJV) yang diterbitkan pada tahun 1611. Lalu KJV mempengaruhi banyak sekali terjemahan Alkitab dalam berbagai bahasa. Semua terjemahan seperti itu dapat disebut terjemahan yang tradisional, dan salah satunya adalah PB Terjemahan Lama di Indonesia dan semua terjemahan PB dalam bahasa Indonesia atau Melayu sebelum itu. Dari zaman rasuli sampai pembuatan mesin cetak Gutenberg di 1439, bahkan hampir sampai tahun 1900, semua terjemahan PB berdasarkan Textus Receptus atau bentuk teks yang mirip dengan GTB. Mirip, tetapi tidak sama. Naskah ini tidak untuk mendorong pembaca untuk mengikuti King James Only Movement. Contoh terkenal di mana Textus Receptus terbukti tidak merupakan teks asli dari penulis pertama terdapat dalam 1 Yohanes 5:7-8.

GTNA: Golongan Teks Nestle-Aland memprioritaskan naskah-naskah yang terkuno, dan khususnya salinan papirus yang terdapat di Mesir. Mesir mempunyai cuaca kering sehingga memungkinkan papirus bisa tahan sampai sekarang. GTNA sering juga disebut Alexandrian Text, karena Aleksandria adalah kota pusat perpustakaan pada zaman Alkitab. Dalam golongan ini juga terdapat dua naskah velum yang terkenal— yaitu Codex Sinaiticus dan Codex Vaticanus. Pada tahun 1881 Brooke Foss Westcott dan Fenton John Anthony Hort menerbitkan Alkitab Perjanjian Baru yang memilih antara 3000 varian antara kedua codex tersebut. Dan di kemudian hari Alkitab Perjanjian baru versi Westcott-Hort merupakan cikal bakal dari GTNA. Penelitian dilanjutkan oleh Eberhard Nestle (penerbitan pertama 1898), Erwin Nestle (anaknya Eberhard, edisi ke-13, 1927), dan diteruskan oleh Kurt Aland (edisi ke-21, 1952). Setiap edisi teks GTNA selalu berbeda sedikit dalam penentuan varian-varian teks mana yang dianggap aslinya. Edisi yang terbaru adalah ke-28, yang diterbitkan pada tahun 2012. Karena beberapa edisi terakhir diterbitkan oleh United Bible Societies cabang German, GTNA juga disebut UBS Text.

Kontras besar antara kedua golongan teks tersebut terlihat dalam perbedaan prinsip yang digunakan untuk menentukan varian teks mana yang dianggap aslinya dari si penulis. Saya memberi hanya dua contoh sederhana:

  • GTNA berkata, “Biarpun 4000 naskah kuno dari ayat sekian mengandung kata A, sedangkan hanya satu naskah papirus terkuno mengandung kata B, kami pilih kata B.” Sedangkan GTB berkata, “Varian teks dengan kata A yang paling banyak kali ditemukan dalam keseluruhan naskah dianggap teks asli, biarpun ada sejumlah kecil teks terkuno yang menggunakan kata B.”
  • GTNA berkata “Bentuk teks yang lebih singkat lebih mungkin merupakan aslinya, karena para ahli tulis yang mengerjakan salinan lebih cenderung tambah kata-kata daripada membuat teks lebih singkat.” GTB berkata sebaliknya. Terlihat dalam penelitian teks-teks sekuler dari zaman itu, bahwa para ahli tulis Aleksandria yang membuat salinan cenderung melakukan redaksi sehingga teks menjadi lebih singkat.

Para ahli tekstual yang mendukung GTB mempersalahkan GTNA karena banyak hal, dan saya hanya memberi tiga:

  1. Dalam GTNA, para ahli yang menentukan bentuk teks untuk setiap ayat belum menjelaskan kenapa semua naskah PB yang dianggap lebih asli bisa muncul di Mesir, sedangkan jemaat-jemaat penerima pertama berada di negara yang sekarang disebut Yunani, Turki, dan Italia.
  2. Dalam GTNA berbagai prinsip untuk menentukan varian teks mana yang dianggap asli sangat rumit dan sangat spekulatif, sampai keputusan-keputusan yang telah dibuat akan senantiasa menjadi bahan perdebatan. Setiap edisi GTNA akan sedikit berbeda. Tetapi prinsip dan ketentuan dalam penyusunan GTB lebih masuk akal dan kurang spekulatif, dan berbagai edisinya sangat stabil.
  3. Proses menentukan GTNA telah menghasilkan 105 kombinasi dari varian-varian teks yang tidak pernah terdapat dalam satu salinan kuno fisik. Hal ini bisa terjadi kalau ada lebih dari satu varian teks dalam satu ayat. Sebagai contoh, lihat 2 Petrus 3:10, Markus 11:3. Tetapi kalau melihat berdasarkan pasangan dua ayat berturut-turut, masih ada 209 pasangan di mana varian ayat x dan varian ayat x+1 tidak terdapat dalam satu naskah apa pun.[*Catatan kaki dapat dilihat dalam PDF terlampir.]

Pengaruh Textual pada terjemahan Alkitab: Ternyata penerbitan berbagai edisi GTNA tidak segera mempengaruhi penerjemahan Alkitab. Sebagai contoh, terjemahan PB ke dalam bahasa Inggris yang pertama untuk mendukung GTNA dan digunakan secara luas adalah Revised Standard Version, yang diterbitkan pada tahun 1946. Pada umumnya pada waktu itu, kebanyakan umat yang berbahasa Inggris masih menggunakan KJV atau salah satu revisinya. Penulis (Phil) dilahirkan pada tahun 1950. Saya masih ingat dari waktu saya murid SMA dan mahasiswa universitas bahwa RSV ditolak oleh aliran-aliran jemaat konservatif dan hanya digunakan dalam jemaat-jemaat liberal. Tetapi dengan penerbitan New American Standard Bible (1960), dan New International Version (1973) yang berdasarkan GTNA, kedua terjemahan itu lebih diterima oleh sangat banyak aliran jemaat— baik liberal maupun konservatif. Tetapi karena para penerjemah dan penerbit untuk RSV, NASB, dan NIV ingin supaya produk mereka diterima, maka ketiga terjemahan itu tidak mengikuti GTNA dalam seluruh ayat. Di beberapa tempat di mana perbedaan antara GTNA dan terjemahan tradisional terlalu menonjol, ketiga terjemahan pendukung GTNA tersebut masih menerjemahkan seperti KJV.

Jadi, dalam sejarah penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa Inggris, GTNA hanya digunakan sebagai dasar terjemahan PB dalam ke-70 tahun terakhir ini, dan pengaruh GTNA dalam bahasa Indonesia hanya dalam 44 tahun terakhir ini. Namun, dalam semua terjemahan yang mendukung GTNA, ternyata tim-tim penerjemah masih memilih untuk mengikuti terjemahan tradisional dalam cukup banyak ayat.

Sudah hampir seratus tahun, kebanyakan ahli tekstual terfokus dalam perdebatan tentang varian mana di ayat sekian dianggap aslinya. Tetapi karena pengaruh Maurice A. Robinson dan William G. Pierpont dan beberapa ahli lain, semakin banyak penerjemah Alkitab kini kembali berpendapat bahwa Golongan Teks Bizantium yang mewakili teks asli dari Perjanjian Baru. The New Testament in the Original Greek: Byzantine Textform diterbitkan pada tahun 2005, dan edisi baru diterbitkan 2018. Juga The Textual Commentary of the Greek New Testament, by Maurice Robinson sedang dalam proses dan bagian-bagian akan diterbitkan secara bertahap.

Berdasarkan pengantar singkat ini, saya mengundang pembaca untuk lihat perbedaan sangat signifikan antara GTB dan GTNA dalam empat puluh empat perbandingan di bawah. 

Teks PB Yunani yang digunakan oleh Albata edisi Januari2019

Kesimpulan dari halaman 51:

Keputusan saya (Phil) dari perbandingan di atas adalah: Mulai bulan Agustus tahun 2018,* Albata akan mengikuti Golongan Teks Bizantium dalam seluruh proyek penerjemahan Perjanjian Baru. Alasan pertama untuk keputusan ini adalah kami yakin bahwa teks GTB lebih menyerupai bentuk teks asli dari para penulis pertama daripada GTNA. Dalam keputusan ini, saya harus mengakui bahwa saya terlambat menyadari hal-hal yang dinyatakan dalam artikel ini.

Alasan kedua, lebih baik memilih satu teks dasar saja dan menerjemahkannya secara konsisten. Di antara kelima terjemahan pendukung GTNA terpilih untuk artikel ini, dan bahkan termasuk NET, NLT, dan ESV, tidak ada satu pun yang mengikuti GTNA secara utuh. Dengan demikian seolah-olah para tim penerjemah berkata bahwa mereka lebih pintar dari ahli-ahli tekstual yang menyusun GTNA. Lalu catatan-catatan di bawah teks terjemahan memberi kesan/implikasi (yang memang tidak dimaksudkan oleh para penulisnya) bahwa teks Yunani PB diragukan dan tidak dapat dipercayai. Dalam ke-44 contoh perbandingan dalam artikel ini, terjemahan pendukung GTNA mengikuti GTB dalam 25 persen varian.

Di Indonesia, karena Islam adalah agama mayoritas, banyak orang sudah diajar bahwa naskah Alkitab telah diubah, bahkan dipalsukan. Oleh karena itu, Albata merasa lebih baik untuk mendasari terjemahan PB pada Golongan Teks Bizantium, karena sangat jelas bahwa teks itu tidak pernah diubah-ubah dari zaman rasuli sampai sekarang. Ternyata TUHAN telah menjaga dan tetap menjaga kesempurnaan teks sumber Alkitab yang diberikan kepada kita!

*Catatan: Perubahan untuk mengikuti Teks Bizantium dalam PB TSI akan dilaksanakan secara bertahap selama beberapa tahun. Tim Penerjemah lebih berfokus sekarang pada PL TSI yang sedang diterjemahkan, disunting, dan diperiksa. Mohon doa setiap pembaca supaya Alkitab lengkap TSI akan diterbitkan pada tahun 2022. Pada waktu itu, kami berjanji bahwa PB direvisi supaya mengikuti GTB dengan setia.

Dua pilihan dari Daftar Pustaka:

Fields, Philip C.: Playing ‘Follow the Leader’ in Bible Translation. Diterbitikan Januari 2019.

Artikel ini membandingkan sembilan terjemahan pendukung GTNA.

Friberg, Timothy: Artikel-artikel:

Penjelasan untuk orang awam tentang gagasan-gagasan berhubungan dengan penentuan teks asli Perjanjian Baru (yaitu Kitab Suci Injil dari Tuhan Yesus Kristus yang ditulis dalam bahasa Yunani oleh rasul-rasul-Nya)

Artikel ini adalah terjemahan dari Layman’s Guide ke dalam bahasa Indonesia.

Layman’s GuideA modest explanation for the layman of ideas related to determining the text of the Greek New Testament, 2019.

News bulan Juli: TUHAN menjawab doa kita!

Pokok Doa Albata untuk bulan Juni 2018

Kursus Pengantar bagi Sahabat Tim Penerjemah Albata sudah terbuka!

Sesuai rencana yang diberitakan bulan yang lalu, saya (Phil) sudah membuka kursus Albata yang baru. Saya mengundang Saudara untuk melibatkan diri langsung dalam proses menerjemahkan Perjanjian Lama TSI. Caranya, menjadi Sahabat Tim Penerjemah Albata. Kursus ini diselenggarakan secara online, jadi Saudara boleh berpartisipasi dalam kursus kapan saja mempunyai waktu luang.

Untuk informasi selanjutnya, melihat video Undangan kepada Kursus tersebut. Dalam video ini saya menceritakan tentang “Lisa.” Dan di halaman Mengikuti Kursus Albata, Saudara boleh membaca kesaksian Lisa tentang pengalamannya sebagai Sahabat Tim Penerjemah.

Bacalah dua Artikel Alkitabiah terbaru:

Artikel oleh saya: “Apakah Al-Handphone

Artikel oleh Elyas Zulkifli: Injil dan Kitab Injil

  •  Kami mengundang Saudara untuk menyumbangkan artikel, renungan, atau kesaksian yang dapat digunakan di situs Albata.
  • Hubungi Pak Jaya: redaksi@bahasakita.net

 

Salah satu pokok doa yang saya memberikan setiap bulan— yaitu supaya draf PL TSI yang berkualitas dapat diselesaikan pada tahun 2020. Dan kelanjutan dari itu adalah untuk berdoa agar semua draf PL itu selesai diperiksa pada tahun 2022, supaya dapat diterbitkan. Target tahun 2020 dan 2022 hanya bisa terwujud kalau Albata mendapat bantuan dari sekitar 24 sahabat Tim Penerjemah Albata. Kalau TUHAN menjawab doa saya dengan memanggil 24 sahabat yang rela menyumbang dua jam atau lebih per minggu untuk menolong Tim Penerjemah, saya berpikir target kita tersebut dapat dicapai. Biarlah itu terjadi hanya bagi kemuliaan TUHAN!

Terima kasih karena Saudara sudah membaca surat ini dan bersedia mendoakan pelayanan Albata! Semoga TUHAN menyertai dan memberkati Saudara sepanjang bulan Juni ini.

Phil

 

2018 05 Pokok Doa Mei

Salam, Saudaraku!

Bulan yang lalu, saya memberitahukan tentang artikel yang penting di situs Albata— yang berjudul Arti yang sudah hilang dalam kata ‘Tuhan’ di Indonesia. Mari kita semua mengetahui arti dasar dari Adonai dan Kyrios yang melengkapi kata ‘Tuhan’, karena pengetahuan itu bisa mengubah hidup kita!

Bulan ini saya menambah artikel yang berjudul Roma 12:1-2— Dua ayat dengan arti yang dalam. Dalam artikel ini, saya membuka rahasia metamorfosis dari Allah yang sangat powerful. Dan kalau Saudara ingin mengetahui kehendak Allah bagimu, bacalah artikel ini!

Sudah waktunya untuk menunjukkan hasil pertama dari proyek Kitab Injil Allah (KIA)— yaitu terjemahan Perjanjian Baru yang sedang disiapkan untuk murid-murid Isa Al-Masih. Bulan ini Prakata singkat KIA dan Injil Markus terdapat di situs albata.info. Kalau Saudara— karena latar belakangmu, biasanya berdoa dengan menyebut Isa Al-Masih, kami berharap Saudara akan menikmati KIA Markus dan catatan-catatannya! Kami juga berharap Saudara akan mengirim masukkan dan usulan mengenai terjemahan KIA kepada alamat yang ditulis pada halaman KIA.

Saya benar-benar merindukan untuk  proyek Perjanjian Baru KIA dapat diselesaikan dan diterbitkan secepatnya. Dan selain itu juga, saya berdoa setiap hari kepada TUHAN untuk menolong Albata dalam penyelesaian Perjanjian Lama TSI. Saat ini, tim penerjemah Albata sudah lengkap, dan mereka bekerja secara maksimal. Dana untuk membayar honor mereka sampai dengan bulan September sudah cukup. (Puji TUHAN!!!) Tetapi sekarang, apa yang sangat diperlukan adalah hal-hal yang tidak dapat dikerjakan oleh para pegawai Albata— bahkan tidak dapat dibeli dengan uang! Kami perlu partisipasi banyak anak TUHAN secara sukarela untuk memberi masukkan tentang draf setiap kitab dalam Alkitab. Namun dari pengalaman begitu lama di Indonesia, saya sudah belajar beberapa hal tentang melibatkan orang-orang lain:

  • Cukup banyak orang tertarik— bahkan rindu, menolong dalam pelayanan menerjemahkan Alkitab, tetapi kebanyakan mereka merasa diri tidak cukup pintar untuk menolong. Tanggapan itu salah! Kalau Saudara adalah penutur asli bahasa Indonesia dan mampu menulis dengan jelas, benar, dan wajar, Saudara layak untuk menolong kami.
  • Saya juga sudah belajar bahwa orang yang mau terlibat harus dilatih dulu dan diberi informasi tentang cara menerjemahkan Alkitab, cara menulis usulan/masukan, dan cara menggunakan aplikasi Bibledit.

Oleh karena itu, bulan depan saya berharap membuka kursus online yang baru, yang berjudul Kursus Pengantar bagi Sahabat Tim Penerjemah Albata. Merancang kursus online, bukanlah hal yang gampang. Saya mohon bantuan doa supaya kursus ini bisa siap dibukakan dalam bulan Juni.

 

  • Berdoalah supaya seluruh PL TSI selesai tahap drafting pada tahun 2020.
  • Berdoalah supaya proses pemeriksaan kitab Kejadian dan Keluaran akan diselesaikan sebelum bulan Desember.
  • Mohon dukungan doa supaya PB KIA siap diterbitkan pada tahun 2020.

 

Terima kasih karena Saudara sudah membaca surat ini dan bersedia mendoakan pelayanan Albata! Semoga TUHAN menyertai dan memberkati Saudara sepanjang bulan Mei ini.

Phil

Roma 12:1-2— Dua ayat dengan arti yang dalam

Albata mengucap Terima Kasih kepada Sahabat Albata bernama Shelina
yang menyunting modul ini.

Video pengantar untuk artikel ini: https://youtu.be/pmMFzRyOvv8

 

Walau pun Roma 12:1-2 sering dihafal di Indonesia, ayat ini juga sering disalah tafsirkan. Arti yang dimengerti oleh kebanyakan pembaca di Indonesia tidak sama dengan arti yang dimengerti oleh para pembaca pertama pada zaman Paulus, mau pun yang dimengerti oleh para pembaca terjemahan bahasa Inggris di zaman ini. Hal ini tidak mengherankan karena kedua ayat tersebut tidak gampang untuk diterjemahkan. Mari kita gali harta karun dalam kedua ayat ini!

Roma 12:1-2  Terjemahan Baru:
1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu,
supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup,
yang kudus dan yang berkenan kepada Allah:
itu adalah ibadahmu yang sejati.

2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini,
tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu,
sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah:
apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Roma 12:1-2 Teks Yunani Byzantium:
Παρακαλῶ οὖν ὑμᾶς, ἀδελφοί, διὰ τῶν οἰκτιρμῶν τοῦ ϑεοῦ, παραστῆσαι τὰ σώματα ὑμῶν ϑυσίαν ζῶσαν, ἁγίαν, εὐάρεστον τῷ ϑεῷ, τὴν λογικὴν λατρείαν ὑμῶν,

2 καὶ μὴ συσχηματίζεσθαι τῷ αἰῶνι τούτῳ, ἀλλὰ μεταμορφοῦσθαι τῇ ἀνακαινώσει τοῦ νοὸς ὑμῶν, εἰς τὸ δοκιμάζειν ὑμᾶς τί τὸ ϑέλημα τοῦ ϑεοῦ τὸ ἀγαθὸν καὶ εὐάρεστον καὶ τέλειον.

 

Mari kita mulai dengan frasa yang sering menimbulkan kesalahpahaman— yaitu frasa ini di ayat 2:

berubahlah oleh pembaharuan budimu” (TB)

Dalam bahasa Yunani:

ἀλλὰ     μεταμορφοῦσθαι     τῇ    ἀνακαινώσει  τοῦ  νοὸς      ὑμῶν,
Alla      
metamorphousthe   te     anakainosei   tou   noos     hymon,
Tetapi   ditransformasikan (the)  pembaruan   (the) pikiran kalian

 

Dalam presentasi yang sering saya bawakan di berbagai STT dan kelompok persekutuan hamba TUHAN, saya selalu bertanya, “Apa arti ‘budi’?” Biasanya para peserta segan memberi arti, tetapi akhirnya memberikan definisi ini: Budi adalah ‘kebaikan seseorang’ atau ‘nama baik’ (Beberapa orang yang bernama Budi juga memberi arti yang sama). Lalu saya bertanya, “Siapa yang bertanggungjawab untuk melaksanakan ‘berubahlah oleh pembaharuan kebaikanmu’?” Selalu saya terima jawaban, “Kita bertanggungjawab melakukan hal itu.” Tetapi itu salah! Mohon setiap orang yang mempunyai Alkitab TB menulis ‘akal’ sebelum ‘budi’!

                       “berubahlah oleh pembaharuan akal budimu

KSI lebih tepat dengan menerjemahkan sebagai berikut:

berubahlah berdasarkan pembaruan pikiranmu” (KSI)

Dan dalam bahasa Inggris, kata noòs biasanya diterjemahkan dengan kata mind.”
be transformed by the renewing of your mind.” (Bhs Inggris umumnya)
let God transform you into a new person by changing the way you think.” (NLT)

Perhatikanlah, mind sangat berbeda dari budi!

 

         μεταμορφοῦσθαι (metamorphousthai)= be transformed

Perhatikan juga bahwa kata ‘berubahlah’ tidak ada dalam teks bahasa Yunani. Yang ada adalah kata metamorfousthai, yang berarti ‘be transformed’ (perhatikan bahwa kata ini mempunyai bentuk pasif). Sebagian dari kesalahpahaman dalam ayat ini adalah bahwa pelaku dari kata kerja ‘berubahlah’ adalah kita sendiri. Seharusnya, terjemahan yang tepat adalah ‘be transformed’, dan Pelaku tersirat adalah Allah. “… be transformed (by God) by the renewing of your mind.”

Apakah Saudara pernah berusaha memperbarui pikiranmu? Pasti gagal! Pikiran/mind berbeda dari pendapat. Kita mampu mengubah suatu pendapat ketika terbukti salah. Dan kalau kita berusaha keras, mungkin kita bisa mengubah ‘budi/ nama baik’ kita di mata umum. Tetapi Saudara maupun saya tidak mampu dengan kekuatan kita sendiri untuk mentransformasikan pikiran kita— sampai kita menjadi seperti orang baru. Hanya Allah yang mampu melakukan proses transformasi ini! Di sini kita bisa melihat kesamaan dengan salah satu kiasan penting dalam PB— yaitu kelahiran baru. Satu ilustrasi yang powerful untuk memahami kata metamorfousthai adalah metamorphosis . Metamorfosis adalah proses transformasi yang terjadi ketika seekor ulat menjadi kupu-kupu.

 

 

Mari kita lihat kehidupan ulat yang ditransformasikan menjadi kupu-kupu. Apakah peran kita dalam metamorfosis ini? Apa maksud Paulus ketika ia mengajak kita untuk ‘be transformed’? Apakah syaratnya?

Mari kita kembali ke ayat 1:

Roma 12:1a

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu,” (TB)

Dalam bahasa Yunani:

Παρακαλ                             οὖν                     ὑμᾶς,   ἀδελφοί,               διὰ                 τῶν    οἰκτιρμῶν

Parakalo                                 oun                    hymas,  adelfoi,                dia                  ton    oiktirmon

Saya mendorong/ mengajak oleh karena itu kalian,  saudara-saudara  berdasarkan (the)  kemurahan

ἀδελφοί (adelfoi) = brothers

Kita bisa menerjemahkan frasa di atas secara harfiah dalam bahasa Inggris, “I urge you, therefore, brothers (adelfoi)…” Dengan menyebut para pembaca/perdengar sebagai ‘Saudara-saudara (laki-laki)’, Paulus mengikuti kebiasaan orang Yahudi pada zamannya. Semua pengajaran di Sinagoge Yahudi selalu ditujukan kepada kaum laki-laki. Begitu juga dalam pertemuan para jemaat pertama— hal ini dapat kita lihat dalam khotbah-khotbah dalam Kisah Para Rasul. Para perempuan zaman itu pasti tidak tersinggung, karena mengerti bahwa kata ‘adelfoi’ meliputi seluruh jemaat. Maka Tim Penerjemah Albata menerjemahkan adelfoi dengan kata ‘kita’.

οὖν (oun) = oleh karena itu

Tetapi ternyata kata penghubung ‘oleh karena itu (oun)’ tidak merujuk kepada ajaran pada akhir pasal 11. Bahkan ‘oun/therefore’ tidak merujuk kepada ajaran dalam pasal 9-11, karena topik yang menjadi dasar dorongan berikut harus cocok disebut ‘rahmat (KSI)/kemurahan (TB)’ (oiktirmon). Roma pasal 9-11 mendiskusikan topik sampingan. Tetapi memulai di pasal 12, Paulus kembali kepada pokok pembicaraan yang utamanya, yang sudah berpuncak di pasal 8.

Dengan berkata Παρακαλῶ οὖν ὑμᾶς, ἀδελφοί, secara harfiah Paulus berkata “Oleh karena itu (oun), saya mendorong (parakalo)  kalian (hymas), Saudara-saudara (adelfoi).” Sangat jelas dari kata ‘mendorong’ bahwa Paulus sudah memasuki bagian suratnya yang bicara tentang cara hidup yang pantas bagi orang-orang yang percaya semua pelajaran dalam pasal 1-11.

οἰκτιρμῶν (oiktirmon) = mercies
Di sini kita lihat suatu kelemahan bahasa Indonesia, yaitu dibanding dengan bahasa-bahasa lain, bahasa Indonesia kurang membedakan jamak dan tunggal. Kata oiktirmon / kemurahan bukan tunggal, tetapi jamak. Beberapa terjemahan dalam bahasa Inggris menerjemahkan ‘by the mercies of God’. (mercies = jamak, mercy = tunggal) Karena kelemahan bahasa Indonesia untuk membedakan hal seperti ini, kalau mau terjemahan jelas, terpaksa memakai lebih banyak kata. Karena itu TSI menerjemahkan, “Berdasarkan semua yang sudah saya katakan sebelumnya tentang berbagai cara Allah berbaik hati kepada kita, … ”

 

 

Roma 12:1b

“supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup,” (TB)

 

παραστῆσαι            τὰ     σώματα  ὑμῶν         ϑυσίαν  ζῶσαν,
Parastesai                ta     somata   hymon       thysian  zosan,
Mempertaruhkan (the)  tubuh     kalian/mu  kurban  hidup,

παραστῆσαι (Parastesai) + ϑυσίαν (thysian) = mempersembahkan

Secara harfiah, frasa di atas dapat diterjemahkan, “mempertaruhkan tubuhmu (setiap pribadi masing-masing) sebagai kurban (yang) hidup.” Saya setuju dengan terjemahan TB, ‘mempersembahkan’. Dengan satu kata itu, TB menggabungkan kata parastesai dan thysian (mempertaruhkan dan kurban). Perhatikan bahwa kata parastesai sedikit berbeda dari ‘menyerahkan diri’. Kalau ‘menyerahkan diri’, terjadi kesan bahwa kita tidak mau melakukan apa yang dianjurkan. Arti di sini tidak begitu! Mempersembahkan tubuh kita adalah sesuatu yang kita rasa ‘masuk akal’ (logiken) karena hati kita digerakkan oleh “berbagai caranya Allah berbaik hati kepada kita.”

Tetapi bagaimana caranya kita akan mempersembahkan tubuh kita? Sebelum kita jawab, mari kita lihat frasa ini, yang mengatakan bahwa mempersembahkan tubuh kita adalah hal yang masuk akal.

 

Roma 12:1d

“Itu adalah ibadahmu yang sejati” (TB)

τὴν     λογικὴν                     λατρείαν         ὑμῶν,
(the)   Logiken                    latreian           kalian

Arti 1: spiritual                      worship          kalian
Arti 2:
masuk akal/ pantas   pengabdian    kalian

λογικὴν λατρείαν (logiken latreian) = pengabdian yang masuk akal

Melewati beberapa kata dalam bahasa Yunani untuk sementara, kita perlu diskusi arti logikèn latreian hymon, yang diterjemahkan dalam TB sebagai ‘ibadahmu (yang) sejati’. Kata latreian mempunyai arti lebih dekat dengan service dalam bahasa Inggris, dan dalam bahasa Indonesia lebih seperti pengabdian atau pelayanan kepada Allah. Kata ‘ibadah’ sering digunakan dengan arti pertemuan ibadah di gereja, dan itu bukan arti latreian di sini. Kata logikèn adalah akar historis dari kata logical dalam bahasa Inggris. Jadi pengabdian yang Paulus anjurkan adalah sesuatu yang masuk akal, dan Terjemahan Lama lebih pas ketika menerjemahkan dengan kata ‘patut’ daripada ‘sejati’ dalam TB.

Jadi Tim Penerjemah TSI memilih arti ‘pengabdian (latreian) yang masuk akal/pantas (logikèn). Dengan kata lain, berdasarkan berbagai caranya Allah sudah berbaik hati kepada kita, maka sudah sepantasnyalah kita membalas kebaikan hati-Nya.

 

Perubahan Susunan Frasa dari TSI Edisi 2.2 ke Edisi 2.3

Kalau Saudara sempat membandingkan TSI edisi 2.2 dan edisi 2.3, ada perubahan dalam kedua ayat ini. 

susunan2

Terdapat perbedaan susunan kalimat dan frasa dalam edisi 2.3. Edisi 2.2 lebih mengikuti urutan bahasa sumber, dan ayat 1 dan 2 masih terpisah. Dan terdapat perbedaan besar ini: Edisi 2.2 mengulangi syarat (bagian huruf tebal di atas) yang setiap pembaca perlu membuat sebelum mengalami pembaharuan pikiran. Kenapa mengulangi itu?! Itu dibuat karena dalam pemeriksaan, Tim Penerjemah melihat bahwa para pembaca cenderung tidak menghubungkan syarat yang Paulus memberikan di ayat 1 dengan keajaiban yang sebagai akibat dari melakukan syarat tersebut. Dalam edisi 2.3, frasa dan kalimat disusun supaya syarat dan akibat berdekatan, dan syarat tidak lagi perlu diulangi seperti di edisi 2.2.

Apakah keputusan Anda?

NLT menerjemahkan dengan tepat dan sangat sederhana: “let God transform you into a new person by changing the way you think.” Inilah rahasia yang saya mau bagikan dengan Saudara: Syarat untuk kita memulai proses pembaharuan dari Allah adalah bahwa kita mengambil keputusan seperti ini dan berdoa, “Ya TUHAN, aku mempersembahkan tubuhku sebagai kurban bagi-Mu!” Dengan kata lain, kita menganggap diri kita seperti sudah mati, karena disalibkan bersama dengan Penyelamat kita— biar pun kita masih hidup. Mengambil keputusan tersebut bukanlah sesuatu yang gampang. Silakan merenungkan hal ini dan membaca Kolose pasal 2-3 dan Efesus 2. Berdoalah agar mendapat hikmat untuk mendalami konsep kurban persembahan tubuh ini. Ingatlah, binatang yang menjadi kurban harus mati. Semakin kita bisa menghayati konsep bersatu dengan Kristus dalam kematian-Nya, semakin hati kita disiapkan untuk transformasi yang hanya Allah mampu melakukan!

keputusan

Penerjemahan TSI

Sekarang saya mau menjelaskan beberapa hal penting tentang TSI dan dua terjemahan lain yang dikutip dalam artikel ini: Janganlah menganggap saya berkata bahwa TSI adalah benar dan kedua terjemahan lain itu salah. Sama sekali tidak! TB dan KSI adalah terjemahan secara harfiah, sedangkan TSI adalah terjemahan berdasarkan arti. Terjemahan harfiah seperti TB/KSI berguna karena mencerminkan bentuk dari bahasa sumber Alkitab secara kata demi kata. Tetapi terjemahan seperti itu tidak mungkin menunjukkan arti dengan jelas dan wajar dalam bahasa Indonesia. Penting sekali kita mengingat: Kedua jenis terjemahan tersebut saling melengkapi. Albata berharap Saudara akan menolong memberitakan bahwa sebaiknya setiap orang percaya menggunakan lebih dari satu jenis terjemahan Alkitab.

Saya memulai modul ini dengan berkata bahwa kedua ayat ini tidak gampang untuk diterjemahkan. Dan itulah sebabnya TSI menggunakan beberapa metode terjemahan yang dapat dikatakan berani, dan ada yang akan katakan drastis. Kedua ayat ini menunjukkan beberapa cara mengungkapkan makna yang tidak sering dilakukan dalam terjemahan berdasarkan arti:

  • Caranya hal rohani dilakukan (mempresentasikan tubuh sebagai kurban hidup) dapat diungkapkan dalam kutipan. Dalam terjemahan ke dalam bahasa Orya dan banyak bahasa daerah di Papua, penggunaan kutipan untuk mengungkapkan niat, alasan, atau pikiran sering dilakukan. Tetapi teknis ini tidak sering diperlukan dalam TSI.
  • Frasa dan kalimat dapat disusun dengan cara berbeda dari urutan yang terdapat dalam bahasa sumber Alkitab. Perubahan susunan bisa dibuat supaya kalimat menjadi lebih wajar, atau seperti di kedua ayat ini, supaya hal-hal yang berkaitan bisa dibuat lebih nyata bagi para pembaca. Frasa-frasa juga bisa disusun kembali supaya kejadian-kejadian dalam suatu cerita dapat diberikan sesuai urutan waktu.
  • Hal di atas bisa menyebabkan kombinasi ayat.

Kedua ayat ini juga menunjukkan beberapa cara mengungkapkan makna yang sering dilakukan oleh Tim Penerjemah Albata:

  • Dalam PB, adelphoi/ brothers sering diterjemahkan sesuai pengertian bahwa dalam zaman Alkitab, kata ini digunakan secara generik. Jadi TSI menerjemahkan dengan ‘saudara-saudari’, dan juga bisa menerjemahkan ‘kita’.
  • Karena bahasa Indonesia kurang membedakan antara jamat/tunggal, jenis pria/perempuan, dan masa (future, past, present, berulang kali, dll.), maka hal-hal seperti itu dijelaskan dalam TSI. Hal itu berarti bahwa terjemahan perlu menggunakan lebih banyak kata daripada bahasa sumber Alkitab.
  • Hal-hal tersirat dalam bahasa sumber Alkitab dapat dibuat tersurat dalam terjemahan berdasarkan arti. Sering lebih jelas kalau bentuk pasif (seperti ditransformasikan) diterjemahkan dengan pelaku tersurat dan kata kerja aktif (Allah mentransformasikan).  

Cara dan teknis ini dapat digunakan untuk menolong menyampaikan arti dalam bahasa Indonesia ataupun bahasa-bahasa daerah di Indonesia, karena kita menyadari bahwa perbedaan sangat jauh antara bahasa sumber Alkitab dan bahasa sasaran zaman sekarang, dan perbedaan kebudayaan sangat jauh juga. Tetapi satu hal tidak diubah dengan sembarangan: Struktur logis dari bahasa sumber tidak diubah. Ini berarti bahwa sedapat mungkin kata penghubung yang terpenting akan mirip dalam artinya antara bahasa sumber dan bahasa sasaran. Kata-kata penghubung seperti ini dianggap penting:

  • oleh karena itu
  • itulah sebabnya
  • sesudah itu … lalu
  • maka
  • dengan demikan
  • bahkan
  • walaupun/biarpun

Kata penghubung yang berarti ‘dan’ dalam bahasa Ibrani dan bahasa Yunani sering tidak perlu diterjemahkan. Kedua bahasa sumber Alkitab menggunakan kata yang diterjemahkan ‘dan’ dengan cara yang sering kurang wajar dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.

 

Catatan:

Ketika Roma 12:1-2 dikhotbahkan, sering kali ‘berubahlah oleh pembaharuan budimu’ disalahtafsirkan. Biarpun begitu, biasanya yang diajarkan sebenarnya tidak berlawanan dengan Firman TUHAN, karena ada ayat lain yang bisa mendukung ajaran ‘berubahlah budimu’:

2 Korintus 7:1 KSI
1 Karena kita telah memperoleh janji-janji itu, hai Saudara-saudara yang kukasihi, marilah kita menyucikan diri kita dari segala hal yang dapat menajiskan tubuh maupun ruh, sambil menyempurnakan kesucian kita dalam ketakwaan kepada Allah.

2 Korintus 7:1 TSI
1 Saudara-saudari saya yang terkasih, oleh karena Allah sudah memberikan janji-janji yang sungguh manis, maka sudah sepantasnyalah kita berusaha menjaga tubuh dan roh kita supaya bersih dari semua hal yang najis. Takut dan hormatlah kepada Allah! Oleh karena itu marilah kita semakin disempurnakan menjadi semakin seperti serupa Allah dalam kekudusan-Nya.

 

Keluarga Pak Phil pada peresmian PB bahasa Orya pada tahun 2005.
Keluarga Pak Phil pada peresmian PB bahasa Orya pada tahun 2005.

Phil Fields datang ke Indonesia dengan istrinya (Gale) dan ketiga anak mereka (David, Rachel, dan Hannah) pada bulan Oktober tahun 1983. Proyek terjemahan mereka yang pertama adalah Perjanjian Baru dalam bahasa Orya. Suku Orya terdiri dari sekitar 2000 penduduk yang tinggal di daerah berbukit-bukit yang luas—  memulai dari dekat tempat transmigrasi Bonggo dan sampai Taja dan Wamho.

Hobby Pak Phil adalah main musik dengan Irish flute, penny whistle, clarinet, dan saxophone. Situs lain yang dimilikinya termasuk clarinetpages.net dan dailybiblereading.info.