Bahaya Balas Dendam

Bacaan: Matius 14:1-12
Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI)

 

Herodes mendengar tentang Yesus
(Mrk. 6:14-16; Luk. 9:7-9)

1 Waktu itu Herodes*— raja di daerah Galilea, mendengar berita tentang Yesus. Sebelumnya dia sudah membunuh Yohanes Pembaptis.**
2 Lalu Herodes berkata kepada para hambanya, “Saya pikir orang itu yang menyebut dirinya Yesus*** sebenarnya Yohanes Pembaptis. Ternyata Yohanes sudah hidup kembali dari antara orang mati, dan karena itulah dia bisa melakukan keajaiban-keajaiban itu.”

Kisah tentang pembunuhan Yohanes Pembaptis
(Mrk. 6:17-29)

3-4 Jauh sebelum peristiwa itu, Herodes sudah merampas Herodiana****— istri dari adiknya sendiri, yaitu Filipus. Lalu Yohanes Pembaptis menegur dia berulang-ulang, “Menurut Hukum Taurat kamu tidak boleh kawin dengan istri adikmu itu.”***** Karena itu Herodes menyuruh tentaranya untuk menangkap Yohanes dan memasukkan dia ke dalam penjara dengan keadaan terikat rantai besi.
5 Herodes mau membunuh Yohanes, tetapi dia takut kepada orang banyak yang sudah percaya bahwa Yohanes adalah seorang nabi.
6 Sesudah beberapa waktu dan pada pesta ulang tahun Herodes, putri Herodiana menari di hadapan Herodes dan para tamunya. Dan hal itu sangat menyenangkan hati Herodes,
7 sehingga dengan bersumpah Herodes berjanji untuk memberikan apa saja yang diinginkannya.
8 Karena sudah dipengaruhi oleh ibunya, putri itu berkata kepada Herodes, “Aku minta supaya kepala Yohanes Pembaptis dipotong, ditaruh di atas piring besar dan dibawa kemari!”
9 Waktu Herodes mendengar permintaannya itu dia sangat menyesal, tetapi karena dia sudah bersumpah di depan semua tamunya, dia memberi perintah supaya permintaan putri itu dipenuhi.
10 Dia menyuruh tentara-tentaranya untuk memotong kepala Yohanes di penjara.
11 Lalu kepala Yohanes dibawa di atas piring besar dan diberikan kepada putri itu. Kemudian diberikannya kepada ibunya.
12 Waktu pengikut-pengikut Yohanes Pembaptis mendengar berita itu, mereka pergi ke penjara dan mengambil mayat Yohanes, lalu menguburkannya. Kemudian mereka pergi kepada Yesus dan memberitahukan apa yang sudah terjadi.

Anda penyuka drama Korea atau film India? jika perhatikan drama atau film tersebut mengisahkan perjalanan tokoh­nya yang karena mengalami kondisi tidak mudah, bahkan penindasan, ia berusaha sekuat tenaga membalas
dendam. Namun, tidak semua puas. Beberapa diantaranya menyesalinya untuk balas dendam.

Dalam perikop ini kita bisa melihat balas dendam Herodias terhadap Yohanes Pembaptis. Peristiwa itu diawali dengan teguran Yohanes Pem­baptis atas perselingkuhannya dengan Herodes. Padahal, ia masih berstatus istri Filipus saudara
Herodes (TSI = Terjemahan Sederhana Indonesia) Tampaknya, ia sangat marah dengan teguran tersebut dan memendam
rencana untuk membalas dendam. Tahun demi tahun ia dipenuhi rencana tersebut. Akhirnya tiba kesempatan itu saat Herodes Antipas ber­ulang tahun. Karena dikuasai dendamnya, ia tidak peduli jika harus memanfaatkan putrinya untuk
melaksanakan balas dendamnya. Setelah menari dan membuat Herodes beserta tamu-tamunya sangat puas, putri Herodias meminta kepala Yohanes Pembaptis sebagai imbalan. Bagaimana bisa gadis muda itu sudah berpikiran mengerikan seperti itu? Bagaimana pula per­gulatan Herodes sendiri yang tidak mudah harus memenggal Yohanes Pembaptis
yang ia segani. Sungguh kemarahan yang tidak terbereskan membuahkan dosa yang mengerikan
sehingga mengabaikan, bahkan memanipulasi mereka yang seharusnya dikasihinya.

Adakah kemarahan yang masih kita pendam? Mari kita mengakuinya di hadapan Tuhan dan meminta ampun. Kemarahan yang tidak segera terselesaikan, bahkan dipendam justru melelahkan hidup kita dan bisa memanfaatkan orang yang
sebenarnya kita kasihi. (AST)

*Dikutip dari renungan Andi offset Maret 2017

Catatan kaki:

*14:1 Herodes Herodes ini yang juga disebut Antipas, adalah anak dari Raja Herodes Agung yang memerintah pada waktu Yesus dilahirkan.
**14:1 Sebelumnya … Informasi ini, yang Matius menceritakan dalam ayat 3-12, sudah diketahui oleh pembaca pertama. Ini diungkapkan di sini untuk membantu pembaca sekarang mengerti ayat 2.
***14:2 menyebut dirinya Yesus Menjelang waktu Yohanes dibunuh, tiba-tiba nama Yesus menjadi terkenal sebagai orang yang membuat banyak keajaiban. Jadi beberapa orang yang belum pernah melihat atau mengenal Yesus mengira bahwa mungkin Yohanes sudah kembali langsung dari surga dan menyebut dirinya dengan nama baru. Pada zaman Yesus ada banyak orang lain yang juga bernama Yesus. Nama Yesus dalam bahasa Yunani adalah sama dengan nama Yosua dalam bahasa Ibrani. Kedua nama itu berarti “Yahweh Penyelamatku.”
****14:3 Herodiana Nama ini sering ditulis dalam penerjemahan bahasa Indonesia sebagai “Herodias.” Pengejaan Herodiana dipilih supaya nyata bahwa ini nama perempuan.
*****4:4 Hukum Taurat … istri adikmu itu Allah melarang seorang laki-laki menikah atau berhubungan seks dengan istri saudaranya (Im. 18:16; 20:21), kecuali saudaranya itu mati dan tidak punya anak. Kemudian dia boleh menikahi janda saudaranya itu supaya mendapat anak yang dianggap anak dari saudara yang sudah meninggal itu (Ul. 25:5-6; Mrk. 12:18-27).

Scroll to top
15 Shares
Share15
WhatsApp
+1
Email
Tweet