Berhenti Mencari Kambing Hitam

 

Bacaan  Lukas 16:1-4
Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI)

Perumpamaan tentang bendahara yang tidak jujur

1 Yesus berkata lagi kepada murid-murid-Nya, “Adalah seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara yang mengurus hartanya. Orang kaya itu mendengar berita bahwa bendaharanya itu menghambur-hamburkan kekayaannya.
2 Lalu orang kaya tersebut memanggil bendaharanya itu dan berkata, ‘Saya sudah mendapat laporan yang jelek tentang pekerjaanmu. Karena itu saya akan memecat kamu sebagai bendahara saya. Tetapi sebelumnya berikanlah dulu laporan tentang semua harta saya yang sudah kamu urus itu.’
3 “Lalu bendahara itu berkata dalam hatinya, ‘Apakah yang harus saya lakukan sekarang? Karena tuan saya pasti akan memecat saya! Saya tidak bisa menjadi tukang kebun, karena saya tidak kuat. Kalau saya menjadi pengemis saya malu!
4 Baiklah, sekarang saya tahu apa yang akan saya lakukan! Saya harus bertindak dengan cerdik kepada beberapa orang supaya mereka bersedia menerima saya di rumahnya ketika saya dipecat sebagai bendahara.’

Jangan suka mencari kambing hitam setelah kegagalan atau kekalahan dalam pertandingan! demikian pernyataan penjaga gawang liverpool, Simon Mignolet. Memin­jam bahasa lugasnya, “Kalah ya... kalah!” Pernyataan itu mengemuka ketika Liverpool kalah 1-3 dari Leicester City dalam laga pekan ke-26 Premier League yang digelar di King Power Stadium, kandang Leicester City. Kekalahan itu hendaknya menjadi semangat skuad Liverpool untuk lebih bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam menerapkan taktik manakala menghadapi lawan. Mignolet berkata kepada Liverpool FC, “Kami tahu bahwa Januari ini bukan bulan yang sarat keberuntungan bagi kami, hanya kami tidak boleh menoleh ke masa lalu”.

Mengambinghitamkan orang lain memang paling mudah ketimbang mengakui kesalahan, kelemahan, atau kekurangan diri sendiri dan menerima konsekuensinya. Inilah karakter yang ada dalam diri bendahara yang tidak jujur, pada perumpamaan yang Tuhan Yesus sampaikan. Ketika bendahara tersebut ditegur hingga dipecat oleh tuannya, bukannya ia introspeksi diri lalu berubah, bendahara itu justru menyalahkan orang lain. Belajar dari bendahara tersebut, ada beberapa pelajaran penting yang bisa kita petik. (1) Jangan merusak kepercayaan yang orang lain berikan kepada kita, tetapi kerjakan tanggung jawab itu sebaik-baiknya. (2) Ketidakjujuran mendatangkan kerugian bagi diri sendiri. (3) Jangan cepat menyalahkan orang lain, melainkan lakukan introspeksi diri. Kemudian berubahlah jika sekiranya ada hal yang perlu diubah.

Setiap orang pernah melakukan kesalahan, maka ketika kita bersalah, jangan malu untuk mengakuinya! Sebab, jauh lebih terhormat orang yang berani mengakui kesalahannya lalu berubah ketimbang mereka yang mencari-cari kambing hitam.

*Dikutip dari renungan Andi Offset Juli 2017

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Posted in Renungan TSI.

Jaya Waruwu