Berhenti Meremehkan

Bacaan Lukas 16:10-13
Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI)

10 “Setiap orang yang bisa dipercaya dalam hal-hal kecil juga akan bisa dipercaya dalam hal-hal besar. Dan setiap orang yang tidak jujur dalam hal-hal kecil juga tidak akan jujur dalam hal-hal besar.
11 Jadi, kalau kamu ternyata tidak bisa dipercaya untuk mengurus harta duniawi dengan jujur, maka Allah tidak akan mempercayakan harta surgawi kepadamu.
12 Dan kalau ternyata kamu tidak bisa dipercaya untuk mengurus harta yang sebenarnya bukan milikmu— tetapi milik Allah, maka kamu tidak akan diijinkan memiliki apa pun di surga.
13 “Perhatikanlah contoh ini: Tidak baik kalau seseorang mempunyai dua majikan. Karena tidak mungkin dia melayani kedua-duanya dengan baik. Tentu dia akan mengasihi dan setia kepada majikan yang satu, tetapi benci dan masa bodoh terhadap majikan yang lain. Demikian juga, kamu tidak bisa menjadi hamba Allah dan sekaligus menjadi hamba uang.”

Suatu ketika, seorang pemburu asal Jepang berburu di daerah Maroko. Ia lalu meninggalkan senapannya untuk seorang penduduk setempat. Orang itu lalu menjual senapan tersebut kepada temannya, lalu diserahkan kepada kedua anaknya yang biasa menggembalakan kambing domba. Tak disangka mereka menembakkannya pada sebuah bus yang lewat. Peluru mengenai turis Amerika yang ada di dalam bus itu. Polisi kemudian
melakukan penyelidikan dan memanggil semua pihak yang dianggap terlibat. Alhasil, berawal dari hal sepele, tiga negara terlibat konflik, yakni Jepang, Maroko, dan Amerika Serikat. Kisah di atas merupakan cuplikan dari film Babel.

Dalam kehidupan ini, terkadang kita sering men­ dengar perkataan, “Ah, hanya tugas kecil, tidak dikerjakan hari ini juga tidak apa-apa. Masih ada besok, jadi kalau tertunda sebentar, ya tidak masalah. Datang terlambat sedikit, sepertinya tidak masalah.” Ya, orang yang sama mungkin tak berpikir bahwa hal-hal kecil yang selama ini diremehkan akan membawa dampak besar atau buruk bagi orang lain. Malam ini, firman Tuhan mengajarkan agar kita setia dan menjadi benar dalam perkara-perkara kecil. Siapa pun yang melakukannya, akan mampu setia dan hidup benar juga untuk perkara-perkara yang besar.

Jika selama ini kita terbiasa menyepelekan atau menganggap remeh hal-hal kecil, sebaiknya kita mulai tinggalkan kebiasaan tersebut. Mulailah memberi per­hatian pada hal-hal kecil, sederhana, atau yang biasa diabaikan oleh banyak orang! Sebab, orang yang terbiasa memperhatikan hal kecil, biasa menghargai perkara- perkara sepele, suatu saat ia akan dipercaya untuk hal yang lebih besar.

*Dikutip dari renungan Andi Offset Mei 2017

 

Posted in Renungan TSI.

Jaya Waruwu