Injil dan Kitab Injil

  Markus 1:14 KIA “Sesudah Yahya dipenjara, Isa pergi ke Galilea dan mengajarkan Injil tentang kerajaan Allah di sana”. Kita pasti pernah mendengar kata ‘Injil’. Sebagian besar dari kita pasti akan mengatakan Injil sama dengan Alkitab, yaitu kitab suci orang Kristen. Di sini kita akan kaji lebih dalam bahwa Injil bukan hanya sekedar Kitab Suci. Mungkin ada orang yang kadang merasa bingung “Apa yang dimaksud ‘Injil’? Dan apa sebenarnya ‘Kitab Injil’?” Kata ‘Injil’ berasal dari kata ​εὐαγγέλιον (euaggelion) (Yunani) artinya adalah ‘kabar baik’. Kita bisa temukan kata ​εὐαγγέλιον dalam text Byzantium: Markus 1:14 BYZ Μετὰ δὲ τὸ παραδοθῆναι τὸν Ἰωάννην, ἦλθεν ὁ Ἰησοῦς εἰς τὴν Γαλιλαίαν, κηρύσσων τὸ εὐαγγέλιον τῆς βασιλείας τοῦ ϑεοῦ, Kata ‘Injil’ merupakan penyerapan bahasa Arab dari kata Yunani ​εὐαγγέλιον. Dengan demikian, setelah mengetahui bahwa Injil artinya kabar baik, maka arti pertama dari ‘Kitab Injil’ adalah kitab-kitab yang menuliskan tentang kabar baik— khususnya, keempat kitab pertama pada Perjanjian Baru yang mencatat kehidupan Ἰησοῦς (Isa) selama di dunia. Keempat kitab injil itu disebut ‘Kitab Injil Kanonik’— yaitu Matius, Markus, Lukas dan Yahya/Yohanes. Tetapi seluruh Alkitab juga dapat disebut ‘Kitab Injil’, karena garis besar dari seluruhnya menuju kepada ‘Kabar Baik/berita Injil’. Alkitab mencatat Kabar Baik bahwa Allah yang Mahatinggi datang […]

lanjut membaca

Pikiran Kristus

Bacaan Lukas 1 Korintus 2:6-16 Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI) Hikmat Allah  6 Tetapi sebenarnya, waktu bersama orang-orang yang dewasa secara rohani, kami mengajarkan hikmat. Tetapi hikmat kami tidak berasal dari dunia ini, dan tidak berasal dari penguasa-penguasa dunia yang akan segera dibinasakan. 7 Yang kami ajarkan adalah hikmat Allah yang dulu tersembunyi bagi manusia sejak penciptaan dunia. Tetapi sekarang hikmat itu sudah Allah nyatakan kepada kita, supaya kita ikut menikmati kemuliaan-Nya. 8 Sebelumnya, para penguasa dan raja-raja dunia ini tidak pernah mengerti hikmat itu. Kalau mereka mengerti, maka mereka tidak akan menyalibkan Yesus— Tuhan kita yang mulia. 9 Tetapi hal itulah yang dimaksudkan ayat Kitab Suci ini: “Tidak ada manusia yang pernah melihat, mendengar, ataupun membayangkan apa yang sudah Allah siapkan bagi orang-orang yang mengasihi Dia.”* 10 Tetapi sekarang Allah sudah menunjukkan hal-hal itu kepada kita melalui Roh-Nya! Karena Roh Kudus itu mengetahui segala sesuatu— bahkan rahasia Allah yang tersembunyi sekalipun. 11 Contohnya, tidak seorang pun tahu pikiran orang lain, kecuali rohnya yang tinggal di dalam dia. Demikian juga halnya dengan Allah: Tidak ada yang tahu pikiran Allah, kecuali Roh Allah sendiri. 12 Dan sekarang kita tidak menerima roh yang berasal dari dunia ini, tetapi kita sudah menerima Roh Allah […]

lanjut membaca

Berhenti Meremehkan

Bacaan Lukas 16:10-13 Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI) 10 “Setiap orang yang bisa dipercaya dalam hal-hal kecil juga akan bisa dipercaya dalam hal-hal besar. Dan setiap orang yang tidak jujur dalam hal-hal kecil juga tidak akan jujur dalam hal-hal besar. 11 Jadi, kalau kamu ternyata tidak bisa dipercaya untuk mengurus harta duniawi dengan jujur, maka Allah tidak akan mempercayakan harta surgawi kepadamu. 12 Dan kalau ternyata kamu tidak bisa dipercaya untuk mengurus harta yang sebenarnya bukan milikmu— tetapi milik Allah, maka kamu tidak akan diijinkan memiliki apa pun di surga. 13 “Perhatikanlah contoh ini: Tidak baik kalau seseorang mempunyai dua majikan. Karena tidak mungkin dia melayani kedua-duanya dengan baik. Tentu dia akan mengasihi dan setia kepada majikan yang satu, tetapi benci dan masa bodoh terhadap majikan yang lain. Demikian juga, kamu tidak bisa menjadi hamba Allah dan sekaligus menjadi hamba uang.” Suatu ketika, seorang pemburu asal Jepang berburu di daerah Maroko. Ia lalu meninggalkan senapannya untuk seorang penduduk setempat. Orang itu lalu menjual senapan tersebut kepada temannya, lalu diserahkan kepada kedua anaknya yang biasa menggembalakan kambing domba. Tak disangka mereka menembakkannya pada sebuah bus yang lewat. Peluru mengenai turis Amerika yang ada di dalam bus itu. Polisi kemudian melakukan penyelidikan […]

lanjut membaca

Season in Life

Bacaan Kejadian 8:22 Perjanjian Lama Bahasa Indonesia Masa Kini (PL-BIMK) 22 “Selama dunia ini ada, selalu akan ada masa menanam dan masa menuai, musim dingin dan musim panas, musim kemarau dan musim hujan, siang dan malam.” Bila Indonesia mengenal dua musim: kemarau dan hujan, Amerika Serikat mengalami empat musim, masing-masing dengan perubahan suhu yang cukup besar. Itu artinya, masyarkat di sana harus menyesuaikan hidup empat kali pula dalam setahun. Setiap musim mempunyai ciri khas. Rendahnya temperatur selama musim dingin orang-orang mengurangi kegiatan di luar ruangan. Semen­tara, musim semi merupakan pilihan mahasiswa-maha­siswa di Amerika Serikat, ditandai dengan tingginya tingkat kehadiran di kelas. Pada musim panas juga banyak dipakai sebagai masa liburan para pelajar dan mahasiswa. Sedangkan, musim gugur bermula dengan cuaca hangat sebagai kelanjutan dari musim panas. Namun perlahan-lahan temperatur udara semakin menurun, dibarengi rontoknya dedaunan. Bukan hanya Amerika Serikat yang memiliki empat musim, kehidupan kita juga memilikinya. Musim semi adalah periode dari kesegaran dan kehidupan baru, musim panas adalah periode pertumbuhan dan produktivitas, musim gugur adalah waktu panen dan upah dari karya yang sudah dikerjakan, dan musim dingin adalah musim tidur panjang dan penutupan akhir. Artinya, kehidupan manusia akan mengalami kesulitan terus sepanjang hidupnya atau tak selamanya perjalanan hidup manusia akan selalu […]

lanjut membaca

Teladan Kasih dalam Keluarga

Bacaan 1 Yohanes 4:7-21 Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI) Kasih berasal dari Allah 7 Saudara-saudari yang saya kasihi, marilah kita saling mengasihi. Karena kasih itu berasal dari Allah, dan setiap orang yang mengasihi sudah mendapat kelahiran baru dari Allah dan mengenal Allah. 8 Kalau seseorang tidak mengasihi saudaranya seiman, berarti dia tidak mengenal Allah, karena Allah mengasihi semua orang. 9 Dan inilah caranya Allah menyatakan kasih-Nya kepada kita: Dia mengutus Anak-Nya yang satu-satunya ke dalam dunia ini supaya kita bisa menerima hidup yang selama-lamanya melalui Anak-Nya. 10 Maka nyatalah kasih yang luar biasa itu: Kasih yang luar biasa bukan ketika kita mengasihi Allah, tetapi ketika Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita— yaitu ketika Allah mengutus Anak-Nya untuk menjadi kurban perdamaian yang menghapus dosa kita di mata Allah, sehingga Allah tidak marah lagi kepada kita. 11 Saudara-saudari yang saya kasihi, kalau Allah begitu mengasihi kita, maka kita juga harus saling mengasihi. 12 Seorang pun belum pernah ada yang melihat Allah. Tetapi kalau kita saling mengasihi, maka Allah hidup bersatu dengan kita, dan kasih-Nya nyata dengan sempurna melalui kita. 13 Beginilah caranya kita bisa mengetahui kalau kita hidup bersatu dengan Allah dan Dia hidup bersatu dengan kita: Melalui Roh-Nya yang sudah diberikan […]

lanjut membaca

Jangan Berhenti Bersinar

Bacaan Mazmur 84:12 Perjanjian Lama Bahasa Indonesia Masa Kini (PL-BIMK) 11 ( 84 – 12 ) Sebab TUHAN Allah pelindung kita dan raja yang agung, yang menganugerahi kita kasih dan kehormatan. Ia tak pernah menolak apa pun yang baik terhadap orang yang hidupnya tidak bercela. Hampir setiap orang menyukai pemandangan ketika bulan purnama menghiasi langit pada malam hari. Bulan sebenarnya tidak memancarkan cahaya dari dirinya sendiri. Ia hanya memantulkan sinar yang dipancarkan oleh matahari, lalu meneruskannya untuk menerangi kegelapan malam. Seandainya bulan bisa mendengar dan memiliki hati, ia mungkin akan bangga dan tersenyum senang karena kehadirannya bisa memberi manfaat bagi kehidupan manusia. Namun, ia mungkin juga bisa menjadi lupa diri, terutama ketika ia mulai melupakan bahwa “tugasnya” hanya memantulkan sinar matahari ke bumi. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita akan keberadaan Tuhan Allah sebagai Matahari dan Perisai. Jika Allah adalah “Sang matahari”, maka kita diibaratkan sebagai bulan yang memantulkan sinar kemuliaan Allah di bumi ini. Ia memberikan kasih-Nya, mengizinkan kita menerima kemuliaan-Nya, dan tidak menahan ke­ baikan yang memang ingin diberikan kepada umat-Nya. Namun, ingatlah bahwa semua itu diberikan supaya kita memancarkan kasih dan kemuliaan-Nya di bumi serta menjadi saksi bagi-Nya. Sebagai “pemantul” dari kemuliaan Allah, kita juga perlu melewati […]

lanjut membaca

Merasa Cukup

Bacaan Filipi 4:10-20 Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI) Ucapan terima kasih dari Paulus kepada jemaat di Filipi 10 Tuhan memberikan sukacita yang luar biasa kepada saya karena ternyata kalian masih mengingat saya yang dipenjarakan di sini dengan mengirimkan bantuan lagi. Memang kalian selalu peduli dengan keadaan saya, tetapi biasanya kalian tidak mempunyai kesempatan untuk membantu. 11 Saya mengatakan hal itu bukan karena saya masih merasa kekurangan, karena saya sudah terlatih untuk memuaskan diri dalam segala keadaan. 12 Jadi saya tahu bagaimana memuaskan diri— baik ketika hidup dalam kekurangan maupun dalam kelebihan. Karena saya sudah menemukan rahasia bagaimana caranya bisa merasa puas dalam segala keadaan— baik kenyang maupun lapar, baik kaya maupun miskin. 13 Saya bisa menghadapi segala keadaan karena Kristus yang selalu memberi kekuatan kepada saya! 14 Walaupun begitu, saya senang dan berterimakasih bahwa kalian sudah menolong saya dalam kesusahan yang saya alami sekarang ini.1 5 Memang kalian tahu bahwa waktu pertama kali saya meninggalkan kalian di Makedonia untuk memberitakan Kabar Baik di tempat lain, tidak ada jemaat lain yang terlibat penuh— yaitu yang sungguh-sungguh menjadi sahabat sekerja saya, dan yang menerima berkat juga karena berulang kali mendukung saya dengan dana. Hanya kalianlah yang mendukung seperti itu. 16 Dan […]

lanjut membaca

Pasrah atau Berserah

Bacaan Mazmur 22:1-9 Perjanjian Lama Bahasa Indonesia Masa Kini (PL-BIMK) Doa di waktu kesusahan dan nyanyian Pujian 1 Untuk pemimpin kor. Menurut lagu: Rusa di kala fajar. Mazmur Daud. ( 22 – 2 ) Allahku, ya Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku. 2 ( 22 – 3 ) Ya Allahku, aku berseru di waktu siang, tetapi Engkau tetap diam. Aku berdoa di waktu malam, hatiku tidak juga tenang. 3 ( 22 – 4 ) Namun Engkau Raja Yang Mahasuci, yang dipuji-puji oleh Israel. 4 ( 22 – 5 ) Nenek moyang kami berharap kepada-Mu, mereka berharap, dan Engkau menyelamatkan mereka. 5 ( 22 – 6 ) Mereka berseru kepada-Mu dan diluputkan; mereka berharap dan tidak dikecewakan. 6 ( 22 – 7 ) Tetapi aku ini cacing, bukan manusia, dicemoohkan dan dihina orang banyak. 7 ( 22 – 8 ) Semua yang melihat aku, mengejek aku, mencibirkan bibir dan menggelengkan kepala. 8 ( 22 – 9 ) Kata mereka, “Biarlah ia mengandalkan TUHAN, supaya TUHAN menyelamatkan dia, kalau TUHAN senang kepadanya ! ” 9 ( 22 – 10 ) Engkaulah yang mengeluarkan aku dari kandungan, dan membuat aku aman di pangkuan ibuku. […]

lanjut membaca

Hasil Perbaikan

Bacaan Yeremia 29:4-14  Perjanjian Lama Bahasa Indonesia Masa Kini (PL-BIMK) 4 “Beginilah kata TUHAN Yang Mahakuasa, Allah Israel kepada semua orang yang telah dibuangnya dari Yerusalem ke Babel: 5 ’Menetaplah di situ. Bangunlah rumah-rumahmu. Bukalah ladang dan nikmatilah hasilnya. 6 Kawinlah supaya kamu mendapat anak, dan biarlah anak-anakmu juga kawin supaya mereka pun mendapat anak. Jumlahmu harus bertambah dan tidak boleh berkurang. 7 Bekerjalah untuk kesejahteraan kota-kota tempat kamu Kubuang. Berdoalah kepada-Ku untuk kepentingan kota-kota itu, sebab kalau kota-kota itu makmur, kamu pun akan makmur. 8 Aku TUHAN, Yang Mahakuasa, Allah Israel, memperingatkan kamu supaya jangan membiarkan dirimu ditipu oleh nabi-nabi yang tinggal di tengah-tengahmu atau oleh siapapun juga yang berkata bahwa mereka dapat meramalkan masa depan. Jangan memperhatikan mimpi-mimpi mereka. 9 Mereka memakai nama-Ku untuk menceritakan kepadamu hal-hal yang tidak benar. Aku tidak menyuruh mereka. Aku, TUHAN, telah berbicara.’ 10 TUHAN berkata,’Apabila telah genap masa tujuh puluh tahun bagi Babel, Aku akan memperhatikan kamu lagi, dan menepati janji-Ku untuk membawa kamu kembali ke tempat ini. 11 Bukankah Aku sendiri tahu rencana-rencana-Ku bagi kamu? Rencana-rencana itu bukan untuk mencelakakan kamu, tetapi untuk kesejahteraanmu dan untuk memberikan kepadamu masa depan yang penuh harapan. 12 Maka kamu akan minta tolong kepada-Ku. Kamu […]

lanjut membaca

Makanan Pokok

Bacaan Yohanes 4:31-36  Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI) 31 Tetapi sebelum mereka datang, kami mengajak Dia makan, dengan berkata, “Guru, mari kita makan!” 32 Tetapi Dia menjawab, “Aku mempunyai makanan yang kalian belum ketahui.” 33 Oleh karena itu kami saling bertanya, “Apakah mungkin seseorang datang membawa makanan untuk Dia?” 34 Lalu Yesus berkata kepada kami, “Makanan-Ku adalah melakukan kehendak Bapa yang mengutus Aku ke dunia ini— yaitu untuk menyelesaikan tugas yang Dia berikan kepada-Ku. 35 Pada umumnya orang tahu dan berkata, ‘Sesudah empat bulan tibalah waktu panen.’ Tetapi Aku berkata kepada kalian, bukalah mata hati kalian! Lihatlah kebun-kebun ini. Gandum ini sudah siap dipanen. 36 Aku sudah menyuruh orang-orang menanam gandum yang sekarang ini kita lihat. Gandum ini Aku gambarkan sebagai jiwa-jiwa orang yang sedang diselamatkan, dan orang yang sedang memanen adalah gambaran dari kita yang bekerja supaya orang lain bisa masuk ke dalam hidup yang selama-lamanya. Semua orang yang ikut untuk memanen gandum ini akan menerima upah yang tahan untuk selama-lamanya. Jadi akhirnya, mereka yang dulu menanam gandum ini akan bergembira bersama-sama dengan kita yang sekarang sedang melakukan panen. Makanan pokok adalah makanan yang menjadi gizi dasar. Biasanya tidak menyediakan seluruh nutrisi yang dibutuhkan tubuh sehingga harus dilengkapi lauk-pauk […]

lanjut membaca