Open post

Cara terbaik mendapat Alkitab bersuara dalam bahasamu

Baik kalau Saudara mau mendengar Perjanjian Baru dalam bahasa Orya, Nias, TSI, atau Alkitab lengkap TB, Saudara dapat melakukan itu melalu aplikasi BIBLE.IS. Bible.is tersedia dalam App Store atau Play Store.

Inilah langkah-langkah untuk menginstalkannya:

Sesudah bisa membuka Bible.is, mencari untuk ‘Indonesia’.


Lalu mencari di bawah untuk Terjemahan Sederhana Indonesia.

Men-download setiap kitab.

Lalu nikmatilah rekaman-rekaman Firman TUHAN dan membagi tentang aplikasi Bible.is kepada teman-teman!

Open post

Status perlunya terjemahan Alkitab di seluruh Indonesia

Silakan membaca halaman pertama di sini
sambil menunggu untuk file PDF muncul di bawah.

Saya ingin membagi tentang status keperluan terjemahan-terjemahan Alkitab ke dalam berbagai bahasa daerah di Indonesia. Dan untuk melakukan itu saya perlu menjelaskan tentang perbedaan pandangan antara orang-orang dari negara-negara barat dan orang Indonesia  tentang penggunaan bahasa-bahasa suku/daerah. Dalam artikel ini saya akan berbicara dengan cara yang sangat umum, dan harus diakui bahwa semua orang barat tidak sama dalam hal yang saya akan katakan. Jadi, waktu saya katakan sesuatu tentang ‘orang barat’, mari kita pikir tentang kebanyakan masyarakat Amerika Serikat saja dan bukan pendatang dari negara-negara lain. Demikian juga, dalam informasi yang saya berikan tentang suku-suku di Indonesia, saya berbicara secara umum.

Perbedaan pandangan orang Amerika tentang bahasa harus dimulai dari sifat mereka yang hanya memiliki satu bahasa, yaitu bahasa Inggris. Memang, di kota kecil saya, ada kelompok-kelompok orang yang berbicara dengan bahasa Spanyol. Saya sering bertemu dengan mereka, dan sering mendapati bahwa mereka belum begitu fasih kalau berbicara dengan saya dalam bahasa Inggris. Sudah jelas bahwa bahasa yang mereka kuasai adalah bahasa Spanyol, sedangkan bahasa Inggris mereka hanya cukup untuk keperluan sehari-hari, dan tidak pernah digunakan untuk hal-hal rohani. Saya dengan malu harus mengakui bahwa saya belum belajar lebih dari 12 kata dalam bahasa Spanyol.

Berdasarkan keadaan itu, ada dua sebutan bahasa Inggris yang ingin saya perkenalkan kepada pembaca, yaitu mother tongue dan language of the heart. Mother tongue, kalau diterjemahkan secara harfiah adalah ‘lidah/bahasa ibu’. Maksudnya adalah bahasa yang dipelajari sejak kecil dari ibu. (Mohon perhatikan bahwa maksud mother tongue di sini bukan sifat khusus dalam pengucapan atau berbagai sifat bahasa yang ibu miliki, tetapi fokus pada bahasa yang dipelajari sejak kecil dari ibu.) Mother tongue saya memang bahasa Inggris. Dan bahasa tetangga saya bernama Pedro (seorang pendatang dari Honduras) yang dia pelajari dari ibunya adalah bahasa Spanyol. 

Konsep mother tongue memimpin kepada konsep yang berdekatan dengannya, yaitu heart language, atau dapat disebut ‘bahasa hati’. Tetapi dengan istilah itu, artinya bukan suara hati. Itu lain. (Conscience, dalam bahasa Inggris.) Artinya heart language adalah bahasa yang paling menyentuh hati. Untuk saya, bahasa Spanyol tidak pernah akan menjadi bahasa yang menyentuh hati saya. Dan begitu juga untuk Pedro, bahasa yang menyentuh hatinya pasti bahasa Spanyol. Asumsi orang-orang barat pada umumnya, bahasa hati seseorang selalu tunggal. 

Situasi dalam Indonesia pada umumnya zaman ini adalah yang disebut dengan multilingualism, yaitu kebudayaan yang memakai multi-bahasa. Kemungkinan besar, ibu Anda memiliki lebih dari satu bahasa, seperti bahasa Indonesia baku, bahasa/logat gaul, dan bahasa suku. Jadi dari kecil, Saudara memiliki dua, tiga, atau lebih mother tongue. Karena itu, kemungkinan besar Saudara memiliki beberapa bahasa yang dapat menyentuh hati. You have more than one heart language! (Saudara memiliki lebih dari satu bahasa hati.) Inilah hal yang kebanyakan tidak disadari oleh orang barat!

Perbedaan pandangan ini sangat signifikan, karena mempengaruhi tanggapan tentang statistik-statistik tentang keperluan penerjemahan di Indonesia. Mari saya tunjukkan kata pengantar dari situs salah satu organisasi yang mensponsori proyek-proyek penerjemahan Alkitab di Indonesia, Malaysia, dan Filipina:

Open post

Pokok Doa Albata bulan Januari 2020

Terima kasih kepada Saudara karena rela berdoa untuk Albata!

Perjanjian Baru TSI akan segera dilengkapi dengan kitab PL ini: Rut, Esther, Pengkhotbah, dan Yunus. Karena itu mohon diperhatikan halaman Home dari aplikasi Alkitab, karena akan ada pertanyaan kalau Anda mau mengunduh versi baru TSI. Untuk kitab Kejadian dan Keluaran, masih ada proses penyuntingan terakhir sesudah pemeriksaan konsultan bulan yang lalu. Tim penerjemah Albata meminta dukungan doa untuk penyelesaian kedua kitab tersebut.

Kami sudah menerbitkan artikel Alkitabiah baru di situs albata.info bulan ini yang membahas tentang Tiga hal penting tentang identitas kita yang sesungguhnya di hadapan TUHAN, berdasarkan Surat Filipi dan Kolose. Waktu yang diperlukan untuk membacanya mungkin hanya 7 menit saja. Silahkan klik link ini untuk membacanya.

Dalam bulan Februari ini kami membuka kembali kesempatan bagi Saudara/i yang ingin bergabung dengan grup WA untuk memeriksa draf TSI 1 Samuel. Kalau Saudara/i ingin bergabung, silahkan mendaftarkan diri di halaman Kegiatan para Sahabat. Dan di bulan Februari ini juga Kursus Memahami Perbedaan antara berbagai Penerjemahan Alkitab akan diselenggarakan secara online dan gratis. Inilah link untuk mendaftar.

Semoga TUHAN memberkati Saudara sepanjang tahun 2020 ini!
Phil

Open post

Siapakah diri Anda?

Albata mengucapkan banyak terima kasih 

kepada Bpk. John Freiberg

untuk sumbangan teks khotbahnya.

Pengantar

Shalom saudara-saudari! 

Senang sekali hari ini kita boleh belajar Firman Tuhan bersama dari Filipi 1:1-2. 

 

Mengawali pengajaran ini, saya akan mulai dengan satu pertanyaan: Siapakah diri Anda?

 

Pertanyaan ini penting sekali untuk dijawab karena jika kita tidak memahami siapa diri kita yang sebenarnya maka kita tidak bisa menentukan apa tujuan hidup kita di dunia ini, termasuk menentukan apa yang akan kita lakukan ke depan, atau mengenal dan memperbaiki hati kita yang kotor karena dosa. Karena jawaban ini membentuk hampir semua hal tentang diri kita sendiri dan itu terkait erat dengan sukacita kita, sekali lagi saya bertanya: Siapakah diri Saudara?

Latar belakang

Surat Filipi surat Rasul Paulus yang ditujukan kepada jemaat di Filipi. Surat ini juga disebut “Surat Sukacita,” karena dalam surat ini Rasul Paulus banyak berbicara tentang sukacita. Akan tetap Rasul Paulus menulis surat ini ketika dia berada  di dalam penjara! Bagaimana Paulus mendapatkan sukacita sekalipun dia ada dalam penjara? Mengapa dia penuh dengan kegembiraan sekalipun dia di penjara?! Satu alasan Rasul Paulus penuh dengan sukacita adalah karena dia mengerti siapa dia sebenarnya. Dia  tahu bahwa identitasnya tidak bergantung pada situasi, atau lokasi, atau keadaannya. Identitasnya bukan berdasarkan hal-hal jasmani, tetapi berdasarkan sesuatu yang lebih besar dan lebih kuat— yaitu hal-hal rohani yang dia peroleh karena bersatu dengan Yesus. 

 

Saudaraku, untuk menolong kita masing-masing dalam menjawab pertanyaan “Siapakah diriku,” ada beberapa pertanyaan yang perlu kita jawab:

    • Dari mana identitasmu berasal?

    • Siapakah yang menentukan identitasmu?

    • Dan bagaimana mereka menentukan identitasmu?

(Pihak ‘mereka’ tersebut bisa keluargamu, temanmu, gurumu, atau pun budayamu.)

 

Tetapi tahukah Anda bahwa yang punya otoritas tertinggi untuk menjawab pertanyaan, “Siapakah diriku” hanyalah Sang Pencipta kita?! Karena yang lebih tahu tentang identitas kita yang sebenarnya hanya Dia!

Namun apa yang TUHAN katakan tentang kita? Identitas apa yang dia berikan kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya? 

Tiga identitas

Dalam Filipi 1:1-2 Rasul Paulus menggunakan tiga identitas untuk menjelaskan siapa dirinya sekaligus diri setiap orang yang percaya kepada Tuhan. Pemahaman tentang ketiga identitas ini merupakan kunci untuk mengerti dan memperoleh  sukacita yang sejati dan kekal, seperti yang Paulus memiliki. Tentunya setiap kita hidup sesuai dengan apa yang kita percayai tentang identitas kita masing-masing. Oleh karena itu mengetahui siapa diri kita dalam pandangan TUHAN dapat membentuk segala-galanya tentang diri kita. Mengetahui siapa dirimu akan membentuk juga cara pikir dan perilakumu.

 

Jadi, apa yang dikatakan Paulus di sini di awal kitab Filipi tentang siapa pengikut Kristus itu?
 

Mari kita lihat identitas yang pertama.

 

Budak

Mungkin Anda semua akan membaca ayat-ayat ini dan tidak melihat kata “budak.” Tetapi kata itu sebenarnya ada di dalam teks kita. Waktu Paulus memperkenalkan diri dalam ayat 1 (TSI) dia berkata, “Salam dari Paulus dan Timotius, hamba Kristus Yesus.” Tetapi dalam bahasa asli, Paulus tidak menggunakan kata Yunani untuk ‘hamba’, melainkan menggunakan kata yang berarti ‘budak’ (dalam bahasa Yunani disebut doulos). Salah satu ciri khas surat Paulus adalah hampir setia permulaan suratnya, dia selalu mengatakan dirinya sebagai budak Kristus.
 

Apakah ada perbedaan antara budak dan hamba? Ya pasti ada!

Seorang hamba akan disewa.

Seorang budak dibeli.

Seorang hamba boleh pergi ke mana-mana.

Seorang budak harus tinggal dalam rumah pemiliknya.

Seorang hamba bekerja untuk mendapat uang.

Seorang budak bekerja karena dia milik tuannya.

Seorang hamba bergantung pada majikannya dalam hal pekerjaan.

Seorang budak bergantung pada pemiliknya dalam keseluruhan nasib hidupnya.

Panggilan ‘budak’ adalah metafora yang sering digunakan Allah untuk menggambarkan orang-orang milik-Nya. Dalam Alkitab ada sekitar 150 kali orang Kristen disebut sebagai ‘budak Kristus’. Sebutan ini juga menjadi sebutan favorit para jemaat mula-mula untuk menyebut anggota-anggota jemaat.  
 

Mengapa Rasul Paulus memilih kata ‘budak’ untuk menggambarkan identitasnya sendiri dan saudara-saudari seiman? (2Tim. 2:24; 1Kor. 7:23) Karena kata ‘budak’ sangat cocok dan indah untuk menggambarkan hubungan seorang Kristen dengan Kristus. Walaupun perbudakan biasa diartikan sebagai orang-orang yang tertindas dan memiliki kedudukan yang hina, tetapi dalam Kristus istilah itu sudah diubah menjadi suatu kehormatan, suatu kedudukan yang mulia, dan yang membawa sukacita yang abadi. Seorang yang diselamatkan— yang sudah bertobat dan diampuni serta  menaruh kepercayaan penuh kepada Yesus— tidak hanya menjadi budak Allah, tetapi menjadi milik Allah sepenuhnya. 

 

Sebenarnya, orang seperti itu sudah dibebaskan dari dosa-dosanya. Sadarilah: Setiap orang adalah budak kepada suatu hal. Dalam Surat Roma Paulus mengatakan bahwa setiap manusia adalah budak dosa, atau budak Allah. Hanya ada dua pilihan saja. Menurut saudara lebih baik mana? Apakah menjadi budak Allah, atau budak dosa?
 

Kita tidak bisa diperbudak oleh dua tuan, karena apabila demikian, maka kita akan menyakiti yang satu dan menyenangkan yang lain. Untuk menjadi budak Kristus, kita harus dibebaskan dari dosa kita. Perbudakan kepada Kristus tidak hanya berarti kebebasan dari dosa, rasa bersalah, dan hukuman. Itu juga berarti kebebasan untuk menaati dan untuk menyenangkan Tuhan, dan untuk berada dalam hubungan yang benar dengan Tuhan. Menjadi budak Kristus juga mengakhiri prasangka. Dalam Kristus, tidak penting lagi kalau Saudara adalah orang kaya, orang miskin, penguasa, orang lemah, orang berpendidikan, orang yang tidak berpendidikan, pria ataupun wanita. Kita semua menjadi sama dalam Kristus. Kita semua budak Kristus.  

 

Bagaimana kita menjadi budak? Caranya adalah Kristus sudah membeli kita. Dan kita dibeli dengan harga yang mahal— yaitu darah-Nya sendiri. Dan tidak ada harga yang lebih tinggi yang pernah dibayarkan dari pada harga yang dibayarkan oleh Kristus diatas kayu salib. Jika kita adalah orang Kristen sejati, kita sudah dibeli dengan darah Yesus Kristus. Kebenaran ini luar biasa! Sungguh kita diberi hak istimewa yang menakjubkan untuk melayani Guru Agung kita, Kristus Yesus, yang adalah Anak Allah!
 

Ada lebih banyak hal lagi kita bisa pelajari tentang apa artinya menjadi budak Kristus, tetapi ada dua identitas lagi dalam perikop ini yang akan kita pelajari. Kita sebagai Kristen sejati adalah budak Kristus, dan kita juga adalah orang kudus.

 

Orang kudus

Filipi 1:1b TB “Kepada semua orang kudus dalam Kristus Yesus di Filipi, dengan para penilik jemaat dan diaken.”

TSI menerjemahkan, “Kepada yang kekasih saudara-saudari seiman saya di Filipi— yaitu semua yang sudah disucikan oleh Allah karena bersatu dengan Kristus Yesus, khususnya kepada semua penatua dan para pengerja jemaat.”
 

Istilah ‘orang kudus’ sering disalahpahami. Ada orang-orang yang mengajarkan secara keliru tentang ‘orang kudus’ bahwa orang kudus adalah orang Kristen istimewa, seperti pahlawan super-Kristen. Tetapi ini bukan kata kudus seperti yang dimaksudkan orang pada umumnya. Paulus tidak menulis kepada para pahlawan dalam jemaat. Dia menulis kepada seluruh jemaat. Dia memanggil setiap orang percaya yang sungguh-sungguh di dalam Kristus sebagai ‘orang suci’.

 

Dalam Alkitab istilah ‘orang kudus’ berarti orang yang dikhususkan untuk menggenapi maksud dan tujuan Tuhan. Orang kudus bukanlah istilah untuk beberapa orang yang khusus saja, tetapi setiap orang Kristen sejati yang menyadari bahwa kita harus dipisahkan dari dunia dan dosa. Kita mengerti bahwa kita sudah disucikan oleh Kristus, oleh karena itu kita dengan rasa berterima kasih berusaha hidup untuk memuliakan Allah. 

Ef. 2:13 TSI: Tetapi walaupun dulu kalian sudah jauh sekali dari Dia, sekarang kalian sudah dibawa dekat kepada-Nya. Karena sekarang kalian sudah bersatu dengan Kristus Yesus dan sudah disucikan melalui kurban darah Kristus.

Hal ini TIDAK berarti bahwa orang Kristen tidak pernah berbuat dosa lagi, tetapi itu berarti bahwa ketika kita jatuh dalam dosa, kita dilindungi oleh ‘kebersatu-an’ kita dengan Kristus yang selalu hidup dengan benar di hadapan Allah. Kebersatuan kita dengan Kristus selalu bekerja di dalam kita untuk menjadikan kita semakin serupa dengan Dia. Setiap hari kita wajib berusaha bertumbuh dalam kekudusan Kristus.
 

Anak-anak

1 Korintus 1:3 TSI: “Doa kami, Allah Bapa dan Tuhan kita Kristus Yesus akan selalu baik hati kepada kalian masing-masing dan menjagamu supaya kamu hidup dengan tenang dalam perlindungan Bapa dan Tuhan kita.”

 

Identitas kita dalam ayat tadi tidak langsung disebut, tetapi terlihat dalam perkataan bahwa Allah adalah Bapa kita.  Hanya anak yang boleh memanggil seseorang “Bapak,” demikian juga kita sebagai anak-anak Sang Bapa kita di surga. Apakah kita menyadari betapa istimewanya kita diberi hak untuk  memanggil Pencipta alam semesta, Raja di atas segala raja, sebagai ‘Bapa’?! Hidup kita mungkin pernah hancur, kita menjadi seseorang yang patut dimurkai, budak dosa, dan tanpa harapan. Tetapi sekarang, karena kasih Allah yang besar lewat Kristus Yesus, kita menjadi bagian keluarga Allah! Dia adalah Bapa kita, kita adalah anak-anak-Nya!
 

Jika Saudara adalah seorang Kristen, Saudara bukan hanya orang berdosa yang sudah diampuni. Anda adalah anak Allah karena anugerah adopsi, atau pengangkatan. Seperti yang dikatakan seorang penulis: “Menjadi benar di pandangan Hakim utama kita, Allah, adalah hal yang hebat, tetapi untuk dicintai dan dirawat oleh Allah Bapa, jauh lebih besar.” Saudara, tentunya statusmu sebagai anak Allah ini merupakan hal yang sangat berharga! Seorang budak selalu bisa dijual ke pemilik lain. Tetapi anak yang dipilih tidak akan pernah kehilangan statusnya sebagai anak. 

 

Saudara, jika Anda hanya memahami Injil sebagai selamat dari neraka, maka Anda tidak akan pernah mengalami perubahan hidup yang merupakan tujuan kita dalam Injil. Dan  kita tidak menjadi seperti identitas kita yang sebenarnya. Kita yang percaya penuh kepada Kristus, tidak hanya punya Allah sebagai Juru Selamat, tetapi juga sebagai Bapa. Manfaat terbesar Injil bukanlah bahwa kita selamat dari neraka, melainkan hak istimewa melalui adopsi, yang dari status musuh Raja kita, Allah, diubah menjadi putra dan putri Allah. Itu mengubah identitas kita secara total! Dan oleh karena perubahan itu, hidup kita ditransformasikan. Sekarang kita tidak lagi dinilai berdasarkan dosa dan kesalahan kita, atau dosa karena nenek moyang kita Adam dan Hawa, tetapi kita dinilai sesuai kasih, kuasa, dan kemuliaan Allah Bapa kita yang agung.
 

Menjadi seorang kristen berarti menjadi seorang: 

  • budak Kristus

  • orang yang sudah disucikan karena bersatu dengan Kristus, dan

  • anak-anak Bapa di surga

Kesimpulan

Identitas kita sebagai budak, orang suci, dan putra dan putri Allah semua boleh terjadi karena Kita bersatu dengan Yesus Kristus. Jadi apa yang Paulus mau untuk setiap jemaat? Jawabannya ada dalam Filipi 1:2:

TB menerjemahkan,

“Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.”

Ayat itu lebih gampang dimengerti dalam TSI: 

“Doa kami, Allah Bapa dan Penguasa kita Kristus Yesus akan selalu baik hati kepada kalian masing-masing dan menjagamu supaya kamu hidup dengan tenang dalam perlindungan Bapa dan Penguasa kita!”

 

Berdasarkan kebersatuan kita dengan Allah Bapa dan Penguasa kita Kristus, kita mendapat dua berkat yang sangat besar. Yang pertama adalah Mereka berdua akan selalu baik hati kepada kita. Berkat luar biasa itu diberikan secara gratis kepada kita, dan tentu kita tidak pantas menerimanya. Jadi seperti dikatakan dalam Surat Titus 2:12,

“Jadi, selama hidup di dunia sekarang ini, kebaikan hati Allah itu bekerja dalam hati kita supaya kita belajar untuk hidup bijaksana, jujur, melayani Allah, dan melepaskan diri dari keinginan-keinginan dunia yang selalu bertentangan dengan kemauan TUHAN.”

Tidak disebut oleh Paulus dalam ayat tadi, tetapi sering terdapat dalam surat Paulus: Ketika kebaikan hati Allah itu bekerja dalam hati kita, kita juga belajar berbaik hati kepada semua sesama kita.

 

Berkat kedua yang kita peroleh adalah kita bisa pasti bahwa Allah Bapa dan Penguasa kita Kristus sedang menjaga dan melindungi kita. Tidak ada manusia atau oknum lain yang dapat merampas kita dari tangan Mereka! Oleh karena kepastian kita itu, kita dapat hidup tenang dalam perlindungan Allah Bapa dan Penguasa kita, Kristus Yesus. Hal itu pasti menggerakkan hati Rasul Paulus bersukacita walaupun dia berada dalam penjara ketika dia menulis surat kepada jemaat Filipi. 
 

Apakah Saudara ingin bersukacita dalam setiap keadaan seperti Rasul Paulus?

Kuncinya, marilah kita masing-masing belajar siapa diri kita sebenarnya berdasarkan kebersatuan kita dengan Penguasa kita Kristus Yesus.

Open post

Pokok Doa untuk Albata bulan Desember 2019

Surat Doa Daniel

Albata menyadari bahwa visi Albata “Meningkatkan pemahaman Firman TUHAN di Indonesia” harus terwujud di seluruh lapisan masyarakat supaya setiap orang mendapt kesempatan mengalami pembaharuan hidup. Oleh karena itu di akhir tahun ini Tuhan mulai mendorong Albata untuk mulai melayani mereka yang benar-benar menghadapi banyak tekanan hidup hingga mendorong mereka menghadapi persoalan hukum. Ide melayani di  penjara (Lembaga Pemasyarakatan) diawali dari kunjungan Albata di Jawa Tengah dan tanpa sengaja kami berjumpa dengan salah satu hamba Tuhan, dan tepat pada tanggal 28 Juni 2019 kami dapat melayani bersama-sama di LP Ambarawa. Dalam pelayanan di LP Ambarawa, saya (Daniel) sangat terkesan karena warga binaan sangat antusias dengan kedatangan kami. Saya mengucap syukur bahwa ketika saya membawa presentasi tentang Albata dan Alkitab PB TSI, mereka sangat antusias mendengar. Saya mendorong untuk warga binaan supaya tekun membangun hubungan dengan Tuhan melalui doa dan membaca Firman Tuhan, sebab saya percaya melalui Firman-Nya, Tuhan berbicara kepada umat-Nya. Puncak sukacita kami adalah ketika kami membagi Alkitab PB TSI, mereka sangat antusias untuk menerimanya. Dan di akhir ibadah kami berjumpa dan mendoakan seorang warga binaan yang adalah seorang pendeta yang terjerat kasus penistaan agama. Puji Tuhan dia sudah menjalani hukuman dan akan bebas di akhir tahun ini, dan dia pun ingin mendorong banyak orang untuk membaca Alkitab. Karena menurut dia, Firman Tuhan adalah bagian terpenting dalam hidup setiap orang percaya.

Melalui kegiatan pelayanan dan pendistribusian Alkitab PB TSI tersebut, yang sudah disambut  dengan begitu hangat dan positif baik dari petugas lapas maupun warga binaan ini, Albata juga rindu dapat menjadi berkat untuk LP di seluruh Indonesia. Dan komitmen itu sudah berjalan  selama 2 bulan ini melalui kerjasama dengan Yayasan Mahanaim Mulia Indonesia. Puji TUHAN, saya sudah mulai turut melayani secara rutin di LP Cipinang. Pendistribusian Alkitab di LP baru akan dimulai tahun depan, namun saya mewakili Albata sudah melibatkan diri dalam pelayanan-pelayanan di LP sekitar Jabodetabek. Di bulan lalu saya sudah terlibat pelayanan baik di lingkungan warga binaan Kristen Lapas Cipinang maupun pelayanan pendampingan mental di Rutan Cipinang. Selama melayani di lingkungan Lapas dan Rutan Cipinang, saya sangat terkesan. Terlebih ketika saya turut ambil bagian dalam pelayanan itu, saya merasakan bahwa di sana tindakan-tindakan kasih yang sederhana sangat berguna bagi mereka. Bagi kita mungkin segelas air mineral dan sepotong kue tidak begitu berarti, tetapi bagi mereka sangat berarti. Demikian juga kata-kata penguatan mental dan kepedulian kita sangat berarti bagi mereka. Sebab selama dalam proses menghadapi sidang sampai menjalani hukuman, kehidupan setiap warga binaan sangat tertekan. Tidak semua dari mereka memiliki kesadaran untuk menyesali perbuatan mereka (kalau benar bersalah), dan ada di antara mereka yang cenderung agresif selama menghadapi tuntutan hukum. Cukup banyak dari warga binaan yang mengalami depresi berat, dan boleh dikatakan mengarah ke sakit jiwa. Untuk itu, setiap orang yang mengambil bagian dalam pelayanan ini perlu mempersiapkan diri dengan baik, dan memiliki hati yang mengasihi mereka, sehingga tidak merasa kesulitan ketika berada tengah-tengah mereka. Ketika kami mendamping, menguatkan, dan mendoakan warga binaan Kristen di Lapas dan di Rutan Cipinang, tidak sedikit dari mereka yang menangis. Hal inilah membuat saya semakin yakin bahwa mereka memerlukan Firman Tuhan yang diterjemahkan ke dalam bahasa yang sederhana, karena itu ternyata lebih powerful untuk menguatkan dan menjadi pengharapan bagi mereka selama menjalani hukuman di LP. Maka kami Yayasan Albata mohon dukungan doa dari Bapak/Ibu/Saudara sekalian agar TUHAN menolong melalui orang-orang yang rindu menjadi donatur untuk mendukung rencana pelayanan Albata dalam mendistribusikan Alkitab PB TSI ke Lapas dan rutan di seluruh Indonesia. Sebab pelayanan pendistribusian Alkitab PB TSI ke seluruh Lapas dan Rutan di Indonesia membutuhkan dana yang sangat besar, dan saat ini Albata belum memiliki dana yang dibutuhkan itu. Doakan juga kerjasama Albata dengan Yayasan Mahananim Mulia Indonesia di Lapas dan Runtan Cipinang, supaya kami saling bersinergi untuk menjadi berkat bagi orang-orang yang kami layani. Mohon mendoakan supaya Tuhan memampukan Albata dalam mewujudkan pelayanannya yang sesuai dengan Misi Albata, yaitu “Meningkatkan pemahaman firman Tuhan agar para pembaca dan pendengar mengalami pembaharuan hidup.”

Terima kasih kepada Bapak/Ibu/Saudara yang sudah membaca surat doa ini. Salam dalam kasih Tuhan Kristus Yesus!

Daniel

Catatan: Albata ingin bisa mendistribusikan 2.000 PB TSI kepada LP-LP tersebut dan 400 kepada para mahasiswa STT. Dana yang diperlukan untuk proyek pendistribusian adalah 100 juta Rupiah. Kalau Saudara merasa TUHAN ingin Saudara menolong dalam pendistribusian ini, mohon mengikuti saran di halaman Mendukung.

Open post

Pokok doa Albata untuk bulan November 2019

Terima kasih!

Saudara sudah mendukung kami dengan doa!

Setiap hari kami dibantu oleh dua sahabat Albata yang adalah orang Salatiga.

Saya (Phil) saat ini di Salatiga, bersama dengan dua anggota tim penerjemah Albata, Balazi dan Budi. Kami mengadakan pemeriksaan konsultan untuk kitab Keluaran TSI, dan konsultan penerjemahan yang menolong kami bernama Norm. Walaupun Pak Norm sudah pensiun dari United Bible Society (UBS), dia masih ingin menolong proyek-proyek penerjemahan. Sebelum pensiun, Pak Norm pernah bertugas selama 25 tahun sebagai konsultan di Papua New Guinea, dan 7 tahun dia sebagai konsultan LAI di propinsi Papua.

Kami mohon dukungan doa supaya pemeriksaan Keluaran TSI dapat diselesaikan sebelum tanggal 29 bulan ini. Mohon berdoa juga supaya kami tetap dalam perlindungan TUHAN, sehingga kami dapat memberi konsentrasi penuh kepada pekerjaan ini.

Terima kasih dan TUHAN memberkati!

Phil

Pendiri Albata

Open post

Pokok-pokok Doa Albata — Oktober 2019

Terima kasih karena Saudara bersedia mendoakan Albata!

Mohon doa untuk pemeriksaan hasil terjemahan Albata yang akan dilaksanakan pada bulan November dan Desember untuk memeriksa kitab Kejadian, Keluaran, dan Pengkhotbah. Pemeriksaan ini akan dipimpin oleh tiga konsultan dari Pioneer Bible Translators, dan dilaksanakan di Salatiga. Mohon doa juga karena pada tanggal 2 s/d 20 Desember, kami masih perlu bantuan 1-2 orang yang bisa menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, dan sebaliknya. Kalau Saudara tinggal di Salatiga dan bisa menolong, mohon Reply pada email ini.

Sebagai hasil dari pemeriksaan tersebut, mohon doa supaya kitab Kejadian, Keluaran, dan Pengkhotbah TSI dapat diterbitkan dalam dua aplikasi Alkitab pada bulan Januari 2020.

Mohon doa untuk situasi keamanan di Papua. Empat dari Tim Penerjemah Albata tinggal di Sentani.

Mohon doa agar para Sahabat Albata dalam dua grup Whatsapp diberi hikmat dari TUHAN, karena mereka sedang membaca dan memberi masukan tentang draft 2Samuel TSI.

Mohon doa supaya kami dapat menambah dua orang kepada Tim Penerjemah Albata, yang dapat bekerja beberapa jam per minggu sampai batas 86 jam per bulan. Untuk melakukan pekerjaan ini, tidak harus memiliki gelar dari sekolah teologi, tetapi harus mengenal TUHAN dan pintar bahasa. Orang-orang yang melamar untuk posisi ini perlu mengikuti dua kursus bagi penerjemah Alkitab yang diselenggarakan oleh Albata secara online dan gratis. Untuk melamar atau bertanya tentang kesempatan ini, silakan Reply kepada email ini.

Puji TUHAN bahwa penggunaan PB TSI di Indonesia di bulan September 2019 dua kali lipat lebih besar dari September 2018!

Terima kasih atas dukungan dalam doa yang Saudara berikan bagi Albata! Tuhan memberkati!
Phil

Salam,
Phil

 

Open post

Pokok Doa Albata September 2019

Pokok-pokok Doa Albata — September 2019

Kali ini saya mau memulai surat ini dengan pokok doa Albata. Mohon mendoakan agar draf setiap kitab dalam Perjanjian Lama TSI dapat selesai diterjemahkan dalam draf pertama sebelum Desember 2020. Yang masih perlu didrafting adalah 220 pasal. Ini hanya dapat terjadi dengan pertolongan TUHAN! 

Dengan melihat target tersebut, saya merasa bahwa Albata perlu menambah dua orang tenaga penerjemah lagi. Saat ini tim penerjemah terdiri dari sepuluh orang, dan di antara sepuluh orang itu lima orang bekerja separuh waktu saja. Tim penerjemah sekarang tersebar di dalam empat propinsi dari ujung Sumatra sampai ujung Papua. Mohon doa supaya TUHAN memimpin tenaga penerjemah yang baru kepada Albata.

Selain perlu penerjemah, Albata perlu bantuan lebih banyak sahabat, yang bersedia untuk sumbangkan 10 menit setiap hari untuk membaca hasil terjemahan yang sudah matang dan memberi masukan dan usulan kepada Tim Penerjemah. Kalau Saudara bersedia menolong Tim Penerjemah, silahkan mendaftar di halaman Kegiatan Para Sahabat di albata.info. Mohon doa supaya 12 orang mendaftarkan diri untuk menolong Albata sebagai sahabat.

Mohon doa untuk pemeriksaan konsultan kitab Keluaran, Ulangan, dan Pengkhotbah pada bulan November dan Desember. Pemeriksaan ini dilakukan oleh tiga konsultan dari Pioneer Bible Translators, dan akan dilaksanakan di Salatiga. Kami akan perlu bantuan beberapa sahabat di Salatiga selama kegiatan ini berlangsung. 

Mohon doa untuk situasi keamanan di Papua. Empat dari Tim Penerjemah Albata tinggal di Sentani.

Kesempatan! Bacalah Kitab Pengkhotbah TSI!

Melalui link di bawah kami memberi kesempatan kepada Saudara untuk membaca Pengkhotbah pasal 1 sampai dengan pertengahan pasal 3. Kitab ini sangat unik dalam Firman TUHAN, karena kita bisa melihat caranya raja yang paling cerdas di dunia mencari arti hidup di dunia ini

LINK:  Pengkotbah TSI

Terima kasih atas dukungan doa untuk Albata! Tuhan memberkati!

Phil

Open post

Menjawab pertanyaan: “Mengapa Albata menerjemahkan Alkitab?”

Menjawab pertanyaan:

“Mengapa Albata menerjemahkan Alkitab?”

Visi misi Albata adalah Meningkatkan Pemahaman Firman Tuhan di Seluruh Pelosok Indonesia supaya Para Pembaca dan Pendengar Mengalami Pembaharuan Hidup.

Berdasarkan visi misi tersebut kehadiran Albata tidak bermaksud untuk menggantikan berbagai Alkitab terjemahan yang sudah ada di Indonesia melainkan untuk meningkatkan pemahaman akan Firman Tuhan. (Lihat juga artikel: Sejarah Singkat Berdirinya Yayasan Alkitab BahasaKita)

Lalu kenapa Albata merasa harus menerjemahkan Alkitab?

Albata menerjemahkan Alkitab karena:

  • Pertama, bagi banyak orang di Indonesia Firman Tuhan sulit dimengerti.

Terjemahan Alkitab yang secara umum dipakai di seluruh Indonesia sampai hari ini adalah Alkitab Terjemahan Baru (TB) dari Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Kami sangat menghargai TB sebagai Firman Tuhan yang sudah mengubah hidup banyak orang di Indonesia.

Tetapi TB adalah terjemahan harfiah. Dalam penerjemahannya TB masih menggunakan bahasa-bahasa formal, atau paling tidak masih menggunakan bahasa dan ejaan yang berkembang pada tahun 1970-an. Kalimat-kalimat yang dihasilkan sering kali terlalu mengikuti struktur bahasa sumber (Ibrani, Yunani) sehingga terkadang menjadi terlalu kaku atau tidak wajar. Selain itu penempatan kata benda abstrak yang tidak biasa dalam struktur bahasa Indonesia saat ini semakin menambah sulitnya memahami arti firman Tuhan di dalam kalimat-kalimat tersebut.

Sebagai contoh:

Titus 2:11-14 (TB)

11 Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata.

12 Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini

13 dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus,

14 yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.

Banyak orang mengira bahwa yang dimaksud dengan pelaku Ia di ayat 12 adalah Allah, atau Yesus, atau pun Roh Kudus. Padahal Ia dalam ayat itu adalah kasih karunia Allah.

Perhatikan juga bahwa di ayat 13 terdapat empat kata benda abstrak.

Bagi saudara-saudari kita di pedalaman— terutama di daerah-daerah yang terpencil— terjemahan formal seperti itu tidak begitu berdampak. Yang mereka tahu hanyalah bahasa Indonesia sederhana. Jadi, di daerah-daerah seperti itulah perlu ada Alkitab yang bisa berbicara kepada mereka dalam kapasitas bahasa yang mereka tahu!

Selain Alkitab TB, LAI juga menerbitkan Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-Hari (BIS) atau dikenal dengan Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini (BIMK). Alkitab ini menjadi salah satu harapan yang bisa menjawab persoalan umat Tuhan di daerah-daerah seperti yang digambarkan di atas. Tetapi BIS / BIMK justru menjadi buku langka, susah dicari dan tidak lagi diedarkan. Alkitab BIS diterbitkan pada tahun 1985 secara lengkap, dan hingga kini belum pernah direvisi.

  • Kedua, umat Allah perlu memiliki dua macam terjemahan Alkitab

Umat Allah di mana pun berada perlu memiliki sekurang-kurangnya dua macam bentuk penerjemahan Alkitab. Tujuannya ialah supaya orang-orang yang belum sempat belajar bahasa sumber Alkitab dapat mengerti Firman Allah dengan sejelas mungkin.

Kedua macam penerjemahan yang dimaksud adalah terjemahan secara harfiah dan terjemahan yang berdasarkan arti. (Lihat juga artikel: Mengapa TSI Berbeda?)

Terjemahan secara harfiah dikerjakan kata demi kata. Karena itu terjemahan harfiah sangat berguna untuk memperlihatkan bentuk dan struktur teks dalam bahasa sumber. Alkitab Terjemahan Baru (TB) adalah terjemahan secara harfiah. Sedangkan TSI dan BIS termasuk penerjemahan yang berdasarkan arti.

Terjemahan berdasarkan arti tidak mempersoalkan berapa kata yang dipakai dalam penerjemahan— asal arti yang disampaikan sama dengan yang diterima oleh para pembaca pertama pada zaman kitab itu ditulis.

Kelebihan terjemahan harfiah adalah lebih mengikuti bentuk atau cara ungkapan yang terdapat dalam bahasa sumber. Tetapi kelemahannya kurang menyatakan arti bahasa sumber karena bahasa dalam terjemahan menjadi kurang wajar atau kurang jelas.

Kelebihan terjemahan berdasarkan arti adalah lebih tepat menyatakan arti bahasa sumber. Tetapi kelemahannya kurang menunjukkan bentuk atau cara ungkapan yang terdapat dalam bahasa sumber.

Jadi, sebenarnya kedua macam penerjemahan ini saling melengkapi.

  • Ketiga, Albata mau supaya setiap orang bisa mengerti Injil Kristus dan hidupnya diperbaharui oleh Roh Kudus

Berdasarkan penjelasan di atas, Albata sangat rindu supaya para pembaca saat ini dapat mengerti langsung arti Firman yang sedang mereka baca sehingga tidak harus buka kamus, buku tafsiran, atau bertanya terlebih dahulu kepada pendetanya baru lanjut baca. Sebagaimana para penulis Alkitab mula-mula menulis Firman Tuhan kepada para pembaca/penerima dalam bahasa yang sederhana, demikian pula Albata rindu supaya Firman Tuhan diterjemahkan dan disampaikan kepada para pembaca saat ini dalam bahasa yang mudah mereka pahami.

Tetapi ini bukan berarti firman Tuhan yang diterjemahkan secara harfiah tidak perlu lagi. Terjemahan seperti itu justru sangat berguna waktu pembaca ingin melihat lebih dalam tentang struktur bahasa dari sumber Alkitab.

Albata rindu supaya setiap orang bisa mengerti Injil Kristus dan hidupnya diperbaharui oleh Roh Kudus— termasuk orang-orang dari setiap suku dan pelosok di Indonesia— supaya mereka memuji Allah, dan segala macam pelayanan lebih memuliakan Kristus. (Lihat juga: Slide VISI MISI ALBATA).

Open post

Pentingnya Menanggalkan Doktrin saat Menerjemahkan Alkitab

Oleh: Balazi Gulo

Penerjemahan Alkitab merupakan suatu pekerjaan yang unik, menarik, sekaligus berisiko. Salah satu risiko yang paling fatal adalah ketika doktrin menjadi pengatur jalannya proses penerjemahan Alkitab.

Risiko besar ketika hal itu terjadi terutama pada pereduksian makna teks. Ketika arti teks tidak sesuai dengan pemahaman teologis atau doktrin sang penerjemah, seringkali arti teks tersebut diganti atau bahkan dengan sengaja tidak diterjemahkan. Penerjemahan yang diatur oleh doktrin tidaklah layak disebut sebagai terjemahan Alkitab.

Bagaimana seharusnya penerjemahan Alkitab itu?

  • Setia pada teks sumber

Teks sumber Alkitab haruslah menjadi dasar atau acuan daripada suatu proyek penerjemahan Alkitab. Menjunjung tinggi teks sumber adalah langkah awal yang tepat untuk menerjemahkan Alkitab.

  • Tanpa pihak memihak

Penerjemahan Alkitab haruslah tanpa pihak memihak serta menghindari diri dari kepentingan dan prasangka yang bersifat politis, denominasional, ideologis, sosial, budaya dan teologis.

Sejak Albata memulai proyek penerjemahan Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB TSI), kedua hal di atas merupakan hal yang wajib diingat oleh setiap anggota penerjemah. Hanya dengan kedua hal itulah pikiran sang penerjemah Alkitab dapat terbentengi. Di luar daripada itu pikiran sang penerjemah— berupa pemahaman teologis dan doktrin, akan mendominasi suatu proyek penerjemahan Alkitab.

Berikut perbandingan terjemahan yang terjebak karena mengabaikan kedua poin di atas:

  1. Yohanes 1:1

Byz: Ἐν ἀρχῇ ἦν ὁ λόγος, καὶ ὁ λόγος ἦν πρὸς τὸν θεόν, καὶ θεὸς ἦν ὁ λόγος.

NIV: In the beginning was the Word, and the Word was with God, and the Word was God,

TB: Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

TSI: Pada mulanya, sebelum dunia ini diciptakan, Dia yang disebut Firman sudah bersama dengan Allah. Dan Firman itu juga adalah Allah.

KSTDB: Pada mulanya Firman itu ada. Firman itu bersama Allah, dan Firman itu adalah suatu allah.

*Catatan kaki untuk ‘suatu allah’: Atau ”bersifat ilahi”.

Dari uraian di atas Byzantin Text (Byz), NIV, TB dan TSI menegaskan bahwa Firman itu adalah Allah. Sedangkan dalam KSTDB dan Firman itu adalah suatu allah.  Dengan menggunakan kata ‘allah’ (huruf kecil semua) berarti KSTDB menyamakan Sang Firman itu dengan dewa atau suatu ilah. Hal ini terjadi karena para penerjemah KSTDB adalah orang-orang dari Saksi Yehuwa, yang memiliki ajaran bahwa Yesus bukanlah Tuhan (2). Untuk membuat pembaca setuju dengan teologi tersebut, mereka menerjemahkan ἦν ὁ λόγος dengan adalah suatu allah (3).

  1. Wahyu 3:14

Byz: Καὶ τῷ ἀγγέλῳ τῆς ἐν Λαοδικείᾳ ἐκκλησίας γράψον, Τάδε λέγει ὁ Ἀμήν, ὁ μάρτυς ὁ πιστὸς καὶἀληθινός, ἡ ἀρχὴ τῆς κτίσεως τοῦ ϑεοῦ·

          NIV: To the angel of the church in Laodicea write:
                    These are the words of the Amen, the faithful and true witness, the ruler of God’s creation.

          TB: “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah:

          KSTDB: ”Kepada malaikat sidang jemaat di Laodikia, tulislah begini: Inilah kata-kata Amin, yaitu saksi yang setia dan benar, ciptaan Allah yang pertama:

TSI: “Tuliskanlah ini kepada pelayan Tuhan yang mewakili jemaat di Laodikia: Inilah pesan dari Aku yang juga disebut Yang Amin! Maksud-Ku, Akulah Saksi yang sangat layak dipercaya — yang sudah mengajar yang benar tentang Bapa-Ku. Melalui Akulah, Bapa-Ku menciptakan segala sesuatu.

TB dalam ayat ini terlihat sangat harfiah. Akibatnya, muncul berbagai tafsiran yang menganggap Amin (maksudnya Kristus) termasuk ciptaan. Padahal maksud TB tidaklah demikian. Ayat ini menjadi contoh tentang persoalan yang dapat terjadi ketika Alkitab diterjemahkan secara harfiah! Terjemahan secara harfiah sering menghasilkan hal yang kurang jelas yang menimbulkan multi-tafsir.

Lain halnya dengan TB, KSTDB justru dengan gamblang mengatakan bahwa Amin adalah ciptaan Allah yang pertama. Ini terlihat seperti pemaksaan untuk mendukung pemahaman mereka terhadap ayat pada poin pertama di atas.

Harus diakui bahwa ungkapan permulaan dari ciptaan Allah ini menimbulkan pengertian bahwa Kristus adalah makhluk pertama yang diciptakan oleh Allah. Namun bukan itu yang dimaksudkan dalam bahasa aslinya, melainkan seperti yang diterjemahkan oleh TSI “sumber segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah” atau “asal dari semua ciptaan Allah”. Maksudnya, melalui Kristuslah, Allah menciptakan segala sesuatu, dan banyak terjemahan mengikuti cara ini. (Lihat juga Yoh. 1:3; Kol. 1:16; Ibr. 1:2).

  1. Ibrani 1:8

Byz: πρὸς δὲ τὸν υἱόν, Ὁ θρόνος σου, ὁ θεός, εἰς τὸν αἰῶνα τοῦ αἰῶνος· ῥάβδος εὐθύτητος ἡ ῥάβδος τῆς βασιλείας σου,

NIV: But about the Son he says, Your throne, O God, will last for ever and ever, and righteousness will be the scepter of your kingdom.

TB: Tetapi tentang Anak Ia berkata: “Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.

KSTDB: Tapi tentang Putra-Nya, Dia mengatakan, ”Allah adalah takhtamu selama-lamanya, dan tongkat Kerajaanmu adalah tongkat kelurusan hati.

TSI: Sedangkan kepada Anak-Nya Allah berkata, “Anak-Ku, Engkau adalah Allah yang akan memerintah dari takhta kerajaan-Mu untuk selama-lamanya.

Kuasa yang akan Engkau tunjukkan dengan tongkat kerajaan-Mu akan selalu menghasilkan keadilan.

Ibrani 1:8 merupakan sebuah ayat di mana Allah Bapa memanggil Yesus sebagai Allah. Tetapi karena KSTDB tidak setuju dengan itu, mereka menerjemahkan ayat itu sebagai “… Allah adalah takhtamu …” supaya pemahaman mereka tentang siapa Yesus tetap terjaga.

  1. Kejadian 1:2

וְהָאָ֗רֶץ הָיְתָ֥ה תֹ֙הוּ֙ וָבֹ֔הוּ וְחֹ֖שֶׁךְ עַל־פְּנֵ֣י תְהֹ֑ום וְר֣וּחַ אֱלֹהִ֔ים מְרַחֶ֖פֶת עַל־פְּנֵ֥י הַמָּֽיִם׃         : MT

NIV : Now the earth was formless and empty, darkness was over the surface of the deep, and the Spirit of God was hovering over the waters.

TB: Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

KSTDB: Di bumi belum ada apa-apa dan kosong, yang ada hanya kegelapan menutupi air yang dalam, dan tenaga Allah bergerak ke sana kemari di atas permukaan air.

Draft TSI: Waktu itu keadaan bumi belum berbentuk dan belum tersusun. Bumi sangat gelap dan digenangi air yang sangat dalam. Dan Roh Allah selalu hadir di atas permukaan air itu.

  1. Matius 1:20

Byz: Ταῦτα δὲ αὐτοῦ ἐνθυμηθέντος, ἰδού, ἄγγελος κυρίου κατ’ ὄναρ ἐφάνη αὐτῷ, λέγων, Ἰωσήφ, υἱὸς Δαυίδ, μὴ φοβηθῇς παραλαβεῖν Μαριὰμ τὴν γυναῖκά σου· τὸ γὰρ ἐν αὐτῇ γεννηθὲν ἐκ πνεύματός ἐστιν ἁγίου.

NIV: But after he had considered this, an angel of the Lord appeared to him in a dream and said, “Joseph son of David, do not be afraid to take Mary home as your wife, because what is conceived in her is from the Holy Spirit.

TB: Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.

KSTDB: Tapi setelah dia memikirkan hal itu, malaikat Yehuwa menemui dia dalam mimpi dan berkata, ”Yusuf, anak Daud, jangan takut menikahi Maria. Dia hamil karena kuasa kudus.

TSI: Tetapi waktu Yusuf sedang memikirkan hal itu, datanglah malaikat TUHAN kepadanya dalam mimpi. Malaikat itu berkata, “Yusuf, keturunan Daud, janganlah takut mengambil Maria sebagai istrimu, karena anak yang di dalam kandungannya itu berasal dari Roh Kudus.

Poin nomor 4 dan 5 di atas adalah bagaimana Roh Allah atau Roh Kudus hadir dan bekerja. Tetapi KSTDB membuat terjemahan yang berbeda dengan “kuasa kudus”. Bagi mereka ungkapan ini tidak memaksudkan suatu pribadi atau makhluk yang setara dengan Allah. Sebaliknya, ungkapan ini memaksudkan kuasa yang tidak kelihatan yang Allah gunakan untuk melaksanakan kehendak-Nya dan menciptakan segala sesuatu.

Jadi sudah sangat jelas bahwa semua perubahan tentang konsep-konsep penting dalam  KSTDB dibuat dengan sengaja dan dengan penuh kesadaran demi mempertahankan doktrin mereka yang telah dibangun sejak tahun 1850an.

Catatan kaki:

  1. KSTDB adalah singkatan dari ‘Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru’ yang diterjemahkan dan digunakan oleh kelompok Saksi Yehuwa. Patokan penerjemahan KSTDB adalah New World Translation of the Holy Scriptures (NWTHS) yang diterbitkan pada tahun 1961.
  2. Bacalah tulisan Zen Manehem mengenai sejarah singkat dan dasar kepercayaan Saksi Yehuwa: Siapakah Nama Tuhan Menurut Perjanjian Baru:  Menjawab Saksi Yehuwa
  3. Bandingkan juga pembelaan Saksi Yehuwa dalam link ini: Apakah Saksi-Saksi Yehuwa Mengubah Isi Alkitab Agar Sesuai dengan Kepercayaan Mereka?
  4. Bandingkan dengan Daftar Istilah Alkitab Saksi-saksi Yehuwa
  5. Bacalah artikel Jaya Waruwu, S.Th tentang sejarah Saksi Yehuwa: Saksi Yehuwa dan Alkitab

Daftar Pustaka:

  1. The New Testament in the Original Greek: Byzantine Textform 2015
  2. Lembaga Alkitab Indonesia. 2004. Alkitab Terjemahan Baru. Jakarta
  3. https://www.jw.org/id/publikasi/alkitab/nwt/buku-alkitab/ diakses 22 April 2019
  4. Yayasan Albata. 2018. Alkitab Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia. Yogyakarta. ANDI
  5. https://www.neverthirsty.org/bible-qa/qa-archives/question/how-accurate-is-the-new-world-translation/ diakses 22 April 2019
  6. http://www.bible-researcher.com/new-world.html diakses 22 April 2019
  7. http://mbcpathway.com/2015/12/21/four-examples-of-where-the-new-world-translation-gets-it-wrong/ diakses 22 April 2019
  8. https://www.namb.net/apologetics-blog/the-new-world-translation-of-the-holy-scriptures-the-jehovah-s-witnesses-bible/ diakses 22 April 2019
  9. https://www.jw.org/id/publikasi/alkitab/nwt/daftar-istilah-alkitab/#p145 diakses 22 April 2019
  10. Jaya Waruwu, S.Th, Saksi Yehuwa dan Alkitab, 2019

.

.

.

Posts navigation

1 2 3 4 20 21 22
Scroll to top