Berpegang Teguh pada Keyakinan

 

Bacaan Daniel 3:13-18
Perjanjian Lama Bahasa Indonesia Masa Kini (PL-BIMK)

Ketiga teman Daniel dituduh melanggar perintah raja

13 Mendengar itu raja menjadi marah sekali, lalu memberi perintah supaya ketiga orang itu dibawa menghadap kepadanya.
14 Raja bertanya kepada mereka, “Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Betulkah kamu tidak mau menyembah ilah-ilahku dan tidak mau pula sujud kepada patung emas yang telah kudirikan itu?
15 Nah, sekarang, bersediakah kamu untuk sujud dan menyembah patung itu pada waktu musik berbunyi? Jika kamu tidak mau, kamu akan langsung dilemparkan ke dalam perapian yang menyala-nyala. Dan dewa manakah yang akan sanggup menyelamatkan kamu dari kuasaku?”
16 Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab, “Baginda yang mulia, kami tidak akan mencoba membela diri.
17 Jika Allah yang kami sembah sanggup menyelamatkan kami dari perapian yang menyala-nyala itu dan dari kuasa Tuanku, pasti Ia melakukannya.
18 Tetapi seandainya Ia tidak melakukannya juga, hendaknya Tuanku maklum bahwa kami tidak akan memuja dewa Tuanku dan tidak pula menyembah patung emas yang Tuanku dirikan itu.”

Desmond Doss adalah kopral Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) yang berdinas sebagai dokter perang pada perang dunia ke II, ketika AS melawan Jepang. Doss adalah seorang Kristen Advent yang taat. Ia meyakini bahwa membunuh adalah dosa, sehingga ketika Doss berada di
Camp pelatihan, ia menolak memegang senjata. Ia juga tidak mau berperang pada hari Sabat. Keyakinannya yang teguh membuat Doss diolok-olok oleh rekan-rekan­ nya dan dicap pemberontak, tetapi ia memilih tetap bertahan pada keyakinannya. Tanpa senjata, Doss masuk dalam peperangan dan menyelamatkan 75 orang. Ia pun mendapat penghargaan atas jasa dan kepahlawanannya.

Alkitab pun mencatat kisah tiga orang bernama Sadrakh, Mesakh, dan Abednego yang berpegang teguh pada keyakinan iman mereka. Ya, mereka hanya mau menyembah kepada Allah Israel dan menolak menyembah ilah lain, termasuk patung emas yang didirikan oleh raja Nebukadnezar. Keyakinan mereka tidak tergoyahkan sekalipun nyawa mereka menjadi taruhannya. Keputusan yang akhirnya membuat mereka dimasukkan ke dalam perapian yang menyala-nyala, tetapi Allah menyelamatkan mereka secara ajaib. Keteguhan iman mereka pun menjadi saksi dan pelajaran hidup hingga hari ini.

Berpegang teguh pada keyakinan iman yang kita miliki memang tidak mudah. Kita mungkin akan dianggap aneh atau ditertawakan karena tidak berperilaku seperti orang pada umumnya. Kita bahkan mungkin akan menghadapi tantangan yang berat demi mempertahankan keyakinan iman kita. Namun, yakinlah bahwa upah dari keteguhan iman kita akan sepadan (band. Dan 3:29-30). Mari kita akhiri malam ini dengan memohon agar kita senantiasa diberi keteguhan hati dan kesetiaan kepada Allah.

Dikutip dan disadur dari renungan Andi Offset Oktober 2017

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Posted in Renungan TSI.

Jaya Waruwu