Bersabar dalam Penderitaan

 

Bacaan Yakobus 5:1-10
Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indoensia (PB-TSI)

Celakalah orang kaya

1 Hei orang-orang kaya, celakalah kamu!* Menangislah dan merataplah, karena Allah sudah siap menghukummu dengan kesusahan yang berat!
2 Waktu Allah mendatangkan hukuman itu atas kamu, sepertinya semua kekayaanmu itu sudah menjadi sampah dan pakaianmu yang indah itu sudah dimakan ngengat.
Hartamu yang terbuat dari emas dan perak sudah tidak berharga lagi! Bahkan hartamu itu menjadi bukti di mata Allah bahwa kamu tidak jujur! Kamu menimbun harta hanya untuk dirimu sendiri saja tanpa peduli kepada sesamamu yang kekurangan. Jadi hartamu itu akan menjadi seperti penyakit yang akan menghancurkan dan membakar tubuhmu sendiri seperti api.
4 Bukti ketidak-jujuranmu nyata di mata TUHAN, karena upah orang-orang yang sudah beberapa bulan lalu bekerja di ladangmu masih ada di dalam dompetmu. Dan sekarang keluhan-keluhan mereka yang sudah menuai hasil ladangmu sudah didengarkan oleh TUHAN Yang Mahakuasa.
5 Selama hidupmu di dunia ini, kamu sudah terbiasa dengan gaya hidupmu yang mewah dan apa saja yang kamu inginkan harus tercapai. Jadi akhirnya kamu sudah menjadi gemuk seperti hewan peliharaan yang siap dipotong untuk pesta makan. Hari besar untuk kamu dipotong sudah tiba!
6 Allah melihat waktu kamu menggunakan kuasamu untuk menginjak-injak hak orang-orang yang tidak sanggup melawanmu. Lewat ketidak-jujuranmu, kamu seperti sudah membunuh mereka! Celakalah kamu!

Bersabarlah dan bertahan dalam keyakinan

7 Jadi Saudara-saudari, karena Allah mengetahui segala kesusahan kita, bersabarlah sampai Tuhan Yesus datang kembali. Sebagai contoh, pikirkanlah para petani yang dengan begitu sabar menantikan turunnya hujan sesudah musim tanam dan sebelum musim panen.
8 Demikian jugalah kalian masing-masing: Sabarlah dan kuatkanlah hatimu, karena Tuhan segera datang.
9 Saudara-saudari, janganlah kita saling mencari dan saling membicarakan kesalahan dan kelemahan saudara-saudari kita. Lihat! Kedatangan Hakim yang adil Kristus sudah dekat, dan Dia akan menjatuhkan hukuman yang lebih berat kepada mereka yang suka melakukan hal yang seperti itu.**
10 Saudara-saudari, marilah kita meneladani para nabi yang diutus Tuhan untuk menyampaikan berita-Nya kepada nenek moyang orang Yahudi. Mereka tetap bersabar, biarpun mereka sering dianiaya dan banyak menderita.

Banyak orang berharap agar dirinya jangan sampai mengalami penderitaan. Namun, penderitaan atau tragedi ternyata menjadi bagian dari kehidupan manusia, tanpa terkecuali. Seseorang bisa saja mengalami kecelakaan yang tak pernah diduga sebelumnya, tetapi mendatangkan penderitaan yang harus ditanggung. Se­bagian orang mengalami penderitaan akibat bencana alam yang mau tak mau harus dijalani dengan ikhlas.

Malam ini firman Tuhan mengingatkan kita untuk bersabar sampai pada hari kedatangan Tuhan. Kita diminta untuk meneladani para petani yang sabar menantikan hasil dari benih yang telah ditanamnya. Kita pun diminta untuk meneladani kesabaran para nabi yang bertekun dalam iman dan penderitaan yang Allah izinkan. Ketekunan yang akhirnya mendatangkan kebahagiaan bagi mereka ketika Allah menyatakan diri-Nya. Allah akan memberi upah atas kesabaran dan ketekunan iman mereka yang lulus ujian penderitaan dalam berbagai bentuk (ay. 10-11). Sering kali hal ini tidak berjalan dengan mudah karena masalah dan tragedi kehidupan terkadang datang tanpa permisi.

Hal yang sama Tuhan harapkan dari kita yang saat ini sedang mengalami masalah atau penderitaan. Mungkin kita sedang mengalami masalah ekonomi, bergumul dengan penyakit kronis, jodoh yang tak kunjung tiba, atau masalah lainnya. Tetaplah bersabar dan bertekun dalam iman, sembari menantikan pertolongan-Nya. Anugerah-Nya akan memampukan kita sehingga kita dapat me­nanggung semua itu. Berhentilah membandingkan diri kita dengan orang lain. Percayalah ketika Allah mengizinkan kita mengalami suatu perkara, ada tujuan mulia di dalamnya.

Dikutip dan disadur dari renungan Andi Offset Oktober 2017

Catatan Kaki:
*5:1 Ayat 1-6 Banyak penafsir berkata bahwa dalam bagian ini Yakobus menulis tentang orang kaya dengan cara yang mirip dengan yang dikatakan para nabi dalam Perjanjian Lama— yaitu dia menulis teguran keras dan menyampaikan hukuman Allah atas orang-orang yang belum menjadi pengikut Kristus dan yang tidak menerima surat ini. Yakobus menulis dengan cara itu untuk menghibur orang-orang miskin yang menerima surat ini dan sebagai peringatan kepada para pengikut Kristen supaya menggunakan kekayaannya untuk menolong sesama. Bandingkan dengan Yes. 13:1-22 dan Amos 1:3–2:3.
**5:9 Mat. 7:1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Posted in Renungan TSI.

Jaya Waruwu