Buah yang Manis

 

Bacaan  Yohanes 15:1-8
Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI)

Yesuslah pohon Anggur

1 Lalu Yesus berkata kepada kami murid-murid-Nya, “Aku seperti pohon anggur yang benar-benar menghasilkan buah sesuai dengan kehendak Allah, dan Bapa-Ku seperti petani yang merawat pohon anggur itu. 
2 Dia memangkas setiap cabang-Ku yang tidak menghasilkan buah. Dan Dia mengurangi daun pada setiap cabang yang sedang berbuah, supaya buahnya* bertambah banyak lagi. 
3 Kalian masing-masing memang sudah siap untuk berbuah karena ajaran yang Ku-berikan kepadamu. 
Hendaklah kamu hidup bersatu dengan Aku, dan Aku pun akan tetap hidup bersatu denganmu. Sama seperti cabang tidak bisa berbuah kalau hidup terpisah dari pohonnya, begitu juga dengan kamu. Kalau kamu tidak hidup bersatu dengan Aku, kamu tidak akan bisa berbuah.
5 “Aku memang seperti pohon anggur, dan kamu seperti cabang-cabang-Ku. Kalau kamu tetap hidup bersatu dengan Aku, dan Aku tetap hidup bersatu dengan kamu, maka kamu akan menghasilkan banyak buah. Tetapi kalau kamu terpisah dari-Ku, kamu tidak akan bisa berbuat apa-apa. 
6 Setiap orang yang hidupnya terpisah dari-Ku seperti cabang-cabang pohon yang dibuang ke luar dan menjadi kering. Cabang-cabang itu akan dikumpulkan, lalu dilemparkan dan dibakar ke dalam api. 
7 Kalau kamu tetap hidup bersatu dengan Aku, dan ajaran-Ku hidup di dalam hatimu, kamu boleh minta apa saja yang kamu perlukan, maka hal itu akan diberikan kepadamu. 
Bapa-Ku akan dimuliakan apabila kamu menghasilkan banyak buah. Hal itu juga menunjukkan bahwa kamu benar-benar murid-Ku.

Sebuah toples nampak tertutup rapi. Dari kaca bening tersebut tampak coklat warna-warni yang begitu menggugah selera. Entah sudah berapa pasang mata yang sudah melihatnya seraya berdecak kagum, “Cantik banget coklat-coklat di dalam toples tersebut.” Seandainya tutup toples itu dibuka, aroma menggoda segera tercium, seolah memanggil semua orang untuk mencicipinya. Sayangnya toples tersebut tak pernah dibuka sehingga tak seorang pun dapat mengecap kemanisan coklat di dalamnya.

Setiap orang percaya dipanggil untuk “menampilkan” Kristus melalui hidupnya, baik dari tutur kata, sikap, maupun perbuatan. Namun terkadang Kristus yang ada di dalam diri orang percaya justru hanya tersimpan, ibarat coklat yang tersimpan dalam toples. Kesibukan berbagai aktivitas rohani tidak otomatis membuat kehidupan orang Kristen berbuah manis. Padahal, Tuhan berharap agar setiap orang percaya dapat berbuah banyak supaya Bapa dapat dipermuliakan. Buah dalam kehidupan orang percaya juga menunjukkan bahwa kita adalah murid-murid Kristus yang sejati. Alkitab menggambarkan kehidupan orang percaya ibarat ranting dan Yesus sebagai pokok anggurnya (Yoh. 15:5). Sebagai pokok anggur, kehidupan Yesus semasa di dunia jelas telah menghasilkan buah- buah yang manis. Siapa pun yang melekat pada-Nya, niscaya ia juga akan menghasilkan buah yang manis pula.

Sampai malam ini, apakah kita sudah memiliki fokus hidup untuk menunjukkan Kristus kepada sesama? Apakah sudah kehidupan kita menghasilkan buah yang manis untuk dikecap oleh orang lain? Hidup ini bukanlah tentang kita, tetapi Kristus. Sudah saatnya kita memperlihatkan Yesus kepada dunia dan biarlah “buah manis” dalam hidup kita semakin dirasakan sesama.

*Dikutip dari renungan Andi Offset Juli 2017

Catatan Kaki:
*15:2 menghasilkan buah Karena arti sebenarnya adalah orang dan bukan pohon yang berbuah, artinya hidup dengan cara menunjukkan bahwa mereka adalah milik Yesus. Termasuk dalam cara hidup itu adalah 1) “Hasil dan bukti Roh Kudus terlibat dalam hidup kita”— yang disebut di Gal. 5:22-23. (Lihat juga Ef. 5:9; Ibr. 12:11; Yak. 3:18.) 2) ‘Panen gandum’ rohani— yaitu memenangkan jiwa-jiwa supaya hidup mereka juga diubahkan dan mereka memperoleh keselamatan yang selama-lamanya, seperti yang Yesus jelaskan dalam Yoh. 4:34-38 dan Yoh. 15:16. Yesus menyerahkan diri-Nya untuk hal itu, seperti yang dinyatakan dalam Yoh. 12:24.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Posted in Renungan TSI.

Jaya Waruwu