Pokok Doa Januari 2021

Shalom,

Oleh karena kebaikan Tuhan kita boleh menginjakkan kaki di tahun 2021 ini. Kita tahu bahwa tahun 2020 adalah tahun yang sulit dilupakan, terutama pada perubahan tatanan hidup manusia yang baru — yang mau tidak mau, suka atau tidak suka — kita dituntut untuk dapat menyesuaikan diri. Semua kita mengalami keadaan yang sangat berbeda dan yang tidak menyenangkan. Bahkan perayaan Natal dan Tahun Baru yang baru saja kita lewati, kita saksikan bersama sungguh sangat berbeda dari yang dulu-dulu.

Tetapi dibalik semua keadaan yang yang tidak menyenangkan itu, kita juga mengalami hal yang luar biasa, yaitu penyertaan Tuhan bagi kita. Itulah sebabnya Alabta mampu bertahan sampai detik ini karena ada penyertaan Tuhan. Keadaan dunia boleh saja berubah, namun kasih dan pemeliharaan Tuhan tidak pernah berubah.

Karena itu, untuk mengawali tahun 2021 ini kami mohon dukungan doa dari Bapak Ibu untuk beberapa pokok doa kami berikut ini:

  1. Mohon dukungan doa untuk para tim penerjemah Albata, supaya Tuhan terus menjaga dan memelihara sehingga dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang besar ini, mereka tidak sendirian, melainkan Tuhan turut bekerja.
  2. Albata kembali membuka kesempatan untuk anak-anak Tuhan yang rindu berbagi kasih untuk pengadaan Alkitab PB TSI melalui Gerakan Peduli Kasih (GPK). Sebab ternyata masih banyak anak-anak Tuhan di berbagai daerah yang masih menunggu Alkitab PB TSI bisa sampai ke tangan mereka. Mohon dukungan doa supaya banyak anak-anak Tuhan yang mau berkontribusi dalam pengadaan Alkitab PB TSI ini. Meski kita berada dalam keadaan yang cukup sulit, tetapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil!
  3. Albata kembali membuka gelombang ke-3 untuk program Ayo Baca Alkitab 90 Hari (ABA90) pada awal bulan Februari 2021. Mohon dukungan doa supaya Tuhan menggerakkan hati banyak orang untuk ikut ambil bagian berkomitmen membaca PB TSI dalam 90 hari. Sebab membaca Firman Tuhan akan meningkatkan imun kita, yaitu iman dan pengenalan kita terhadap Tuhan Sang Pencipta kita.

Terima kasih banyak atas doa-doanya, Tuhan memberkati.

Balazi Gulo

Ketua Pengurus Albata

 

 

Renungan Natal 2020 (Imanuel)

… dan Dia akan dinamai Imanuel. (Mat. 1:23 TSI)

Pada perayaan Natal kali ini PGI dan KWI sepakat memberikan tema besar Natal 2020: … dan mereka akan menamakan Dia Imanuel. Tema ini diangkat mengingat pandemi Covid-19 dinilai sudah merusak segala lini kehidupan manusia, seperti: Kehilangan sanak saudara, kehilangan pekerjaan, meningkatnya kegelisahan, kekerasan, perceraian, dll. Harapan besarnya adalah melalui perayaan Natal kali ini, khususnya umat Kristiani sadar bahwa “Allah beserta kita” dan bekerja untuk pemulihan kita. Kita bisa saja menderita sebagaimana yang dialami oleh orang lain, namun kita bisa menjalaninya dengan damai karena yakin bahwa Allah berjalan bersama kita untuk menghadapinya. 

Refleksi dari arti Imanuel 

Kata “Imanuel” hanya muncul 3 kali dalam Alkitab yakni di Yesaya 7:14, 8:8, dan Mat. 1:23.

  • Dalam Yes. 7:14

Konteks ayat ini adalah tentang raja Yehuda yang bernama Ahas, putra Yotam, cucu Uzia, yang sangat ketakutan melihat Rezin raja Siria dan Pekah raja Israel sudah berkomplot untuk menyerang Yehuda. Pada saat itu terjadi Tuhan menyuruh nabi Yesaya untuk menemui Ahas dan menyampaikan kepadanya supaya jangan takut dan bingung, akan tetapi harus siap siaga namun tetap tenang.

Di ayat 14 kata “Imanuel” kemudian muncul sebagai nama bagi seorang bayi yang akan lahir. Secara harfiah kata ini berarti “Tuhan bersama kita”, atau  “Tuhan beserta kita”. Pesan dari nama itu sederhana, bahwa Tuhan hadir bersama umat-Nya. Pesan kuat lainnya ketika nama itu dihubungkan dengan bayi yang baru lahir adalah karena anak yang akan lahir melambangkan kehidupan yang baru. Kehidupan baru itulah yang akan menjadi tanda bagi Raja Ahas bahwa  mereka semua akan hidup karena Tuhan hadir menyertai bangsa itu dan melindunginya.

  • Dalam Yes. 8:8

Konteks ayat ini merupakan lanjutan dari Yes. 7:14 di atas. Sekarang raja Asyur dengan seluruh tentaranya sengaja diizinkan Tuhan datang menyerang Yehuda. Kedatangan mereka digambarkan seperti luapan air banjir yang naik sampai ke leher orang-orang. Mereka akan menembus masuk ke negeri Yehuda, dan dengan cepat menyebar ke seluruh negeri itu hingga ke sudut-sudut kota. Tetapi semua itu gagal sebab “Tuhan beserta dengan Yehuda”. (Bandingkan dengan ayat 10).

Dari kedua konteks ayat di atas kita mengetahui satu hal yaitu betapa dahsyatnya perlindungan Tuhan itu. Ketika Tuhan menyatakan kehadiran-Nya, maka semua hal yang menakutkan, bahkan yang menggetarkan, tidak ada apa-apanya. Jika Tuhan hadir maka ambang kehancuran dan bayang-bayang maut pun tidak dapat berkuasa. 

  • Dalam Mat. 1:2

Konteks ayat ini adalah tentang ketakutan dan kegelisahan Yusuf terhadap kejadian aneh yang menimpa tunangannya, Maria. Aneh karena belum kawin tetapi hamil. Yusuf frustasi dan bingung, bahkan berencana untuk meninggalkan Maria secara diam-diam.

Di tengah kegelisahan itu, malaikat Tuhan berbicara kepadanya dalam mimpi. Pesan pertama yang disampaikan sama dengan pesan kepada raja Ahas,yaitu “Jangan takut”. Kalimat itu disusul dengan dua kalimat menarik berikut yaitu “Engkau akan menamakan Dia Yesus” dan “mereka akan menamakan Dia Imanuel.” 

Nama “Yesus” adalah terjemahan dalam bentuk Latin dari kata “Iesous” dalam bahasa Yunani. Kata “Iesous” sendiri berasal dari dari nama salah seorang pengintai negeri Kanaan di bawah pimpinan Musa, yaitu Hosea bin Nun dari suku Efraim (Bil. 13:16). Hosea berarti “Keselamatan” tetapi Musa menambahkan nama ilahi pada nama tersebut menjadi “Yehosyua” (diterjemahkan menjadi Yosua) yang artinya “Tuhan menyelamatkan”. 

Dengan demikian kelahiran Yesus adalah klimaks dari karya Tuhan bekerja menyelamatkan manusia dari dosa. Sebagaimana bayi Yesus lahir (hidup, ada sebagai manusia) demikianlah Tuhan hendak memberikan hidup yang baru kepada manusia — yang selama ini dibelenggu oleh dosa — yaitu hidup kekal di surga.

Di saat yang sama pula Tuhan menyatakan kehadiran-Nya bagi umat manusia, Dia bersama umat manusia (Imanuel), Dia berdaulat, Dia berkuasa atas seluruh hidup manusia, Dia hadir memberi perlindungan, memberi pengampunan dan damai sejahtera. Oleh karenanya manusia tidak boleh lagi hidup dalam ketakutan dan kecemasan oleh dahsyatnya musuh yang mencekam, yang menghancurkan, dan yang membawa kematian. Sebab Tuhan sudah datang, Imanuel, Dia menyelamatkan dan membebaskan, dan memberikan damai sejahtera.

Semoga Natal kali ini mendorong kita untuk percaya penuh kepada Tuhan, atas karya keselamatan yang sudah dikerjakan-Nya, serta atas janji-janji pasti yang akan menjadi bagian kita sebagai pengikut-Nya. Pandemi memang belum selesai, tetapi Tuhan tetap bersama dengan kita. Jangan takut! Tuhan pasti menolong dan memampukan kita melewati masa-masa sulit ini dengan penuh suka cita. Natal adalah lambang kasih dan damai. Maka perbanyaklah berbuat kasih kepada sesama, dan teruslah hadirkan damai di lingkungan sekitar kita berada. 

Selamat Natal.

BG

Pokok Doa Albata Desember 2020

Shalom,

Puji Tuhan karena kasih anugerah-Nya kita boleh memasuki bulan terakhir di tahun ini. Kita tahu bersama bahwa tahun ini adalah masa-masa sulit akibat Covid-19. Namun dibalik semua itu, berkat Tuhan juga selalu tersedia bagi orang-orang yang dikasihi-Nya. 

Saat ini tim kami yang bekerja merevisi PB TSI sudah tiba di Kitab Roma. Mohon dukungan doanya supaya semua anggota tim yang terlibat dalam revisi ini selalu dijaga dan dilindungi oleh Tuhan, terutama memberikan hikmat dan inspirasi pada saat mereka bekerja.

Salah satu berkat besar yang terjadi ketika tim bekerja merevisi PB TSI adalah ketika menemukan arti dari gelar “Anak Manusia”. Selama ini makna dari gelar Yesus itu masih kabur. Namun ketika tim memeriksa sampai ke PL, ditemukanlah bahwa istilah ini bisa dihubungkan kepada nubuatan yang diungkapkan dalam Kej. 3:15. Untuk penjelasan lebih lanjut silakan klik di sini. 

Mohon dukungan doanya juga kepada saudara/i kita yang sudah terlibat dalam gerakan Ayo Baca Alkitab 90 Hari (ABA90) supaya dengan penuh semangat mereka tetap melanjutkan hari-harinya dengan membaca 3 pasal per hari. Saat ini pembacaan sudah tiba di 1 Korintus. Semoga Roh Kudus dapat menolong mereka untuk menyelesaikan sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Jika Saudara tertarik untuk bergabung, silakan menunggu pembukaan gelombang ketiga pada bulan Januari 2021.

Akhir kata kami ucapkan selamat menyambut dan merayakan Hari Natal kepada Saudara/i, ingatlah dalam semua aktivitas selalu Terapkan Pesan Ibu: Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak.

Tuhan Yesus memberkati.

Balazi Gulo

Ketua Pengurus Yay. Albata

Surat untuk para pendukung di bulan November 2020

Shalom Bapak/Ibu,

Puji Tuhan karena kasih anugerah-Nya kita boleh memasuki bulan terakhir di tahun ini. Kita tahu bersama bahwa tahun ini adalah masa-masa sulit akibat Covid-19. Namun dibalik semua itu, berkat Tuhan juga selalu tersedia bagi kita yang dikasihi-Nya. 

Terima kasih banyak atas dukungan doa dan dana dari Bapak/Ibu, sehingga karenanya kami dengan sangat yakin akan dapat menjalankan tugas-tugas yang sudah kami agendakan tahun depan. Secara khusus kami juga berterima kasih kepada Bapak/Ibu yang sampai sekarang masih bersedia berpartisipasi dalam Gerakan Peduli Kasih. 

Saat ini tim Albata sedang bekerja dalam revisi PB TSI dan sudah tiba di Kitab Roma. Mohon dukungan doanya supaya semua anggota tim yang terlibat dalam revisi ini selalu dijaga dan dilindungi oleh Tuhan, terutama memberikan hikmat dan inspirasi pada saat mereka bekerja. Salah satu berkat besar yang terjadi ketika tim bekerja merevisi PB TSI adalah ketika menemukan arti dari gelar “Anak Manusia”. Selama ini makna dari gelar Yesus itu masih kabur. Namun ketika tim memeriksa sampai ke PL, ditemukanlah bahwa istilah ini bisa dihubungkan kepada nubuatan yang diungkapkan dalam Kej. 3:15. Untuk penjelasan lebih lanjut silakan klik di sini. 

Begitu juga mohon dukungan doanya juga kepada saudara/i kita yang sudah terlibat dalam gerakan Ayo Baca Alkitab 90 Hari (ABA90) supaya dengan penuh semangat mereka tetap melanjutkan hari-harinya dengan membaca 3 pasal per hari. Saat ini pembacaan sudah tiba di 1 Korintus. Semoga Roh Kudus dapat menolong mereka untuk menyelesaikan sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Jika Saudara tertarik untuk bergabung, silakan menunggu pembukaan gelombang ketiga pada bulan Januari 2021.

Akhir kata kami ucapkan: Selamat Menyambut dan Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. 

Tuhan Yesus memberkati.

Balazi Gulo

Ketua Pengurus Yay. Albata

Secara khusus kami berterima kasih kepada:

Pendukung General Fund melalui Mandiri:

  • Santosa W. / Grace

Pendukung General Fund melalui BCA:

  • JICF
  • JIBC
  • P. C. F. 
  • M. A. S.
  • Vincent. S.

Untuk mendukung tim penerjemah Albata yang sedang menerjemahkan PL, boleh ditransfer melalui:

  • BCA  (KCP Hasyim Ashari, Jl. KH H. Ashari 5 AA, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia 10130)
    akun nomor: 262 390 3222
    atas nama : YAYASAN ALKITAB BAHASAKITA

 

 

 

 

Atau,

  • Bank Mandiri   Cabang KCP Jakarta Taman Ratu,  (Swift Code : B M R I I D J A)
    akun nomor: 165-0000-394-834,
    atas nama: Yayasan Alkitab BahasaKita.

 

Albata ingin mengirim tanda terima dan ucapan terima kasih kepada setiap pendukung. Oleh karena itu, ketika Bapak/Ibu pertama kali men-transfer ke akun Albata, mohon kesediaannya untuk menyertakan alamat email kepada bendahara Albata dengan memberi nama panggilan dan nama bank yang digunakan untuk mengirim dana.

Terima kasih.

Pokok Doa Albata Bulan Februari & Maret 2020

Terima kasih untuk dukungan doa yang terus anda berikan kepada Albata.

Bulan lalu saya mengumumkan bahwa empat kitab Perjanjian Lama TSI akan segera ditambah kepada Alkitab YouVersion. Beberapa halangan teknis sudah diatasi, dan saya berpikir bahwa TSI versi 2.4 sudah dapat diakses melalui aplikasi Alkitab YouVersion di Android dan iOS.

TSI versi 2.4 sudah bisa dilihat dalam aplikasi Alkitab Sabda/Yuku.

Alkitab SABDA/Yuku
Caranya mengakses TSI versi 2.4:
1. Klik pada menu “Cari”
2. Lalu carilah “Terjemahan Sederhana Indonesia”
3. Dan klik pada icon persegi di sebelah kanan untuk mengaktifkan.

Bulan ini saya sudah menerbitkan sebuah artikel yang menurut saya penting di situs Albata.info, yaitu Status keperluan terjemahan Alkitab di seluruh Indonesia. Tak hanya membagi statistik-statistik tentang terjemahan Alkitab ke dalam berbagai bahasa suku di Indonesia, artikel ini menjelaskan tentang perbedaan persepsi antara orang barat dengan orang Indonesia, terhadap peran bahasa suku dalam berkomunikasi tentang hal-hal rohani. Apabila Saudara tidak ada waktu untuk membaca sepuluh halaman, daftar statistik dan kesimpulan penting terdapat di halaman 9. Sekali lagi, klik disini.

Semoga TUHAN Yang Maha kuasa menjaga dan menyertai Saudara bulan ini.

Phil.

 


Syalom! 

Perkenalkan nama saya Balazi Gulo, Koordinator Tim Penerjemah TSI (Terjemahan Sederhana Indonesia). Bulan lalu saya bersama istri dan anak pindah dari Kalimantan Barat ke Jakarta, dan baru-baru ini saya diberi kepercayaan untuk menjabat sebagai Ketua Yayasan Albata. Karena itu mulai saat ini — bekerjasama dengan Pak Phil — saya akan terus mengirim surat doa Albata seperti ini kepada Bapak/Ibu.

Balazi
Phil, Bambang dan Balazi

 

Hari Minggu yang lalu, saya (bersama keluarga) dan Pak Phil mengikuti ibadah di jemaat Abbalove Jakarta Barat. Kami sengaja meluangkan waktu untuk itu karena ingin mendengar khotbah dari seorang hamba Tuhan, Pak Bambang Sutedja. Sebelumnya kami sudah mendengar bahwa beliau sering kali menggunakan TSI dalam khotbahnya, bahkan mendorong jemaat untuk memiliki dan membaca TSI. Yang paling menyentuh hati kami, karena beliau juga salah seorang yang sangat berharap PL TSI segera diterbitkan. Jadi kami datang untuk memastikan informasi tersebut. Dan pada kesempatan itu kami menyaksikan sendiri bahwa memang beliau selalu menggunakan TSI (sambil membandingkan juga dengan versi-versi lain) dalam khotbahnya. Seusai ibadah kami menemui beliau dan menanyakan alasan kenapa selalu menggunakan TSI, dan mendorong jemaat untuk membacanya. Beliau menjawab karena pilihan kata dalam TSI lebih mudah dimengerti sehingga lebih mengena di hati jemaat yang mendengar.

Karena saran dan dorongan dari Pak Bambang, sekarang sudah banyak komsel dalam jemaatnya yang menggunakan TSI setiap kali mereka mengadakan persekutuan doa. Puji Tuhan!

Mungkin Bapak/Ibu pernah berpikir, “Kenapa Albata begitu lama menyelesaikan terjemahan PL TSI?” Sebenarnya prosesnya bisa lebih cepat kalau kami memiliki anggota penerjemah yang banyak. Tetapi bukan itu poin utamanya. Yang menjadi alasan utama adalah karena menerjemahkan Firman Allah bukanlah pekerjaan yang mudah. Sebagai Koordinator Tim Penerjemah, saya mengatur pekerjaan tim penerjemah Albata dalam beberapa langkah berikut untuk setiap pasal di PL:

Tahap-tahap proses penerjemahan Albata:

  • Penyuntingan 1
  • Evaluasi sekaligus penyuntingan ke-2
  • Mendata sekaligus mengecek kekonsistenan istilah
  • Mengecek hasil eksegese
  • Pemeriksaan oleh koordinator tim penerjemah
  • Pemeriksaan melalui grup WA
  • Menerjemahkan hasil terjemahan ke dalam bahasa Inggris bagi konsultan luar
  • Membuat Interlinear dalam program Paratext
  • Pemeriksaan oleh konsultan luar
  • Membagi hasil penerjemahan kepada beberapa komunitas pembaca
  • Penerbitan Alkitab lengkap

Untuk melihat informasi yang lebih lengkap, silakan mengunjungi halaman ini di situs Albata.info.

Jadi kami tak henti-hentinya meminta dukungan doa dari Bapak/Ibu sekalian, supaya dalam segala keterbatasan yang ada Tuhan senantiasa menolong dan menyertai kami, sehingga penerbitan PL TSI yang kita rindukan bersama segera terwujud.

Doa kami juga untuk Bapak/Ibu, semoga Tuhan yang penuh rahmat senantiasa melindungi dan melimpahkan berkat atas hidup Bapak/Ibu sekalian.

 

Dalam kasih Tuhan,

Balazi