Komitmen Semut

Bacaan Amsal 6:6-11 Perjanjian Lama Bahasa Indonesia Masa Kini (PL-BIMK) 6 Orang yang malas harus memperhatikan cara hidup semut dan belajar daripadanya. 7 Semut tidak punya pemimpin, tidak punya penguasa atau pengawas, 8 tetapi selama musim menuai mereka mengumpulkan bekal untuk musim paceklik. 9 Sampai kapan si pemalas itu mau tidur? Kapankah ia mau bangun? 10 Ia duduk berpangku tangan untuk beristirahat, dan ia berkata, “Ah, aku tidur sejenak, aku mengantuk. “ 11 Tetapi sementara ia tidur, ia ditimpa kekurangan dan kemiskinan yang datang seperti perampok bersenjata. Selama 7 tahun perkenalannya dengan yang namanya karet, Charles Goodyear menghadapi jatuh bangun. […]

LANJUT MEMBACA

Es Krim Pertama

Bacaan Matius 7:7-11 Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia Nasihat Yesus untuk bertekun dalam doa (Luk. 11:9-13) 7 “Mintalah terus kepada Allah, maka kamu akan menerimanya. Carilah terus, maka kamu akan menemukannya. Ketuklah terus, maka pintu akan dibukakan bagimu. 8 Karena setiap orang yang meminta dengan tekun akan menerima apa yang dia minta. Setiap orang yang mencari dengan tekun akan mendapatkan apa yang dia cari. Dan setiap orang yang terus mengetuk pintu, maka pintu itu akan dibukakan baginya. 9 “Kalau anakmu minta makanan* pastilah kamu tidak akan memberi dia batu— bukan?! 10 Atau kalau anakmu minta ikan, kamu pasti tidak […]

LANJUT MEMBACA

Kebangkitan-Nya Memberi Pengharapan

Bacaan 1 Korintus 15:14-22 Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI)   Sesudah mati, kita akan hidup kembali 12 Jadi, kalau kami para rasul selalu memberitakan bahwa Kristus sudah dihidupkan kembali dari kematian, kenapa ada beberapa orang di antara kalian yang berkata bahwa kita orang-orang percaya tidak akan dihidupkan dari kematian? 13 Karena kalau kita tidak dihidupkan kembali dari kematian, itu berarti Kristus juga tidak pernah hidup kembali dari kematian. 14 Dan sekiranya Kristus tidak pernah dihidupkan kembali, maka sia-sialah berita yang kami sampaikan. Dan keyakinan kalian juga sia-sia saja. 15 Kalau begitu kami juga keliru, karena ternyata kami sudah […]

LANJUT MEMBACA

Kasih Tertinggi

Bacaan Yohanes 15:1-13 Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI) Yesuslah pohon anggur 1 Lalu Yesus berkata kepada kami murid-murid-Nya, “Aku seperti pohon anggur yang benar-benar menghasilkan buah sesuai dengan kehendak Allah, dan Bapa-Ku seperti petani yang merawat pohon anggur itu. 2 Dia memangkas setiap cabang-Ku yang tidak menghasilkan buah. Dan Dia mengurangi daun pada setiap cabang yang sedang berbuah, supaya buahnya* bertambah banyak lagi. 3 Kalian masing-masing memang sudah siap untuk berbuah karena ajaran yang Ku-berikan kepadamu. 4 Hendaklah kamu hidup bersatu dengan Aku, dan Aku pun akan tetap hidup bersatu denganmu. Sama seperti cabang tidak bisa berbuah kalau hidup […]

LANJUT MEMBACA

Menunda-nunda

Bacaan Amsal 6:1-11 Perjanjian Lama Bahasa Indonesia Masa Kini (PL-BIMK) Nasihat-nasihat lain 1 Anakku, barangkali kau pernah berjanji kepada seseorang untuk menanggung utangnya. 2 Dan boleh jadi kau telah terjerat oleh kata-katamu dan terjebak oleh janjimu sendiri. 3 Kalau benar begitu, anakku, engkau sudah berada dalam kekuasaan orang itu. Tetapi inilah caranya kau dapat lolos: cepatlah pergi kepada orang itu; mintalah dengan sangat supaya ia mau membebaskan engkau. 4 Janganlah pergi tidur dahulu, dan jangan beristirahat. 5 Lepaskanlah dirimu dari perangkap itu seperti burung atau kijang melepaskan diri dari pemburu. 6 Orang yang malas harus memperhatikan cara hidup semut […]

LANJUT MEMBACA

Kasih adalah Tindakan

Bacaan Yohanes 15:13 Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI) 13 Bukti seseorang mempunyai kasih yang paling luar biasa adalah ketika dia rela mengurbankan dirinya sendiri demi menyelamatkan sahabat-sahabatnya.  Persahabatan tidak hanya sekadar kata-kata, tetapi juga dibuktikan dengan tindakan. Hal inilah yang dilakukan Qin Jiao. Kisah ini berawal ketika Qin yang saat itu masih 9 tahun mengetahui sahabatnya, Ying Hui tidak bisa berangkat sekolah akibat sakit polio yang dideritanya. Karena keluarga Ying tak mampu membopongnya, Qin memutuskan untuk menolong sang sahabat. Bocah perempuan 13 tahun ini pun membiarkan Ying bersandar di punggungnya setiap pergi dan pulang sekolah. Meng­gendongnya. Qin telah […]

LANJUT MEMBACA