Cara mengupdate versi TSI di dua aplikasi Alkitab

Instruksi yang pertama ini adalah untuk aplikasi YouVersion.

Untuk aplikasi Alkitab Sabda/Yuku, lihat foto di ujung bawah.

Aplikasi Alkitab YouVersion (Life.Church)

Kilik tombol versi dan pilih untuk Unduh TSI (kalau belum pernah).

Kalau sudah ada pembaruan versi, kilik untuk mengunduh perbaruan itu.

Perhatikan bahwa ada tombol untuk menampilkan catatan kaki.

Kalau tidak melihat tombol-tombol ini, aktifkan Tampilan Catatan Kaki di Settings utama aplikasi.

Tampilan catatan kaki dengan tombol untuk menutupnya.

Setting > Tampilan Catatan Kaki:

Kami memuji TUHAN karena tim Albata bisa menerbitkan enam kitab PL TSI dalam aplikasi ini. Penerbitan ini dilakukan untuk menjaring usulan dan masukan dari para pembaca. 

Kalau Saudara punya masukan atau usulan mengenai salah satu kitab PL TSI, mohon kirim kepada editor@bahasakita.net.

Untuk menambahkan TSI kepada aplikasi Alkitab Sabda/Yuku, kilik tombol versi, lalu pilih Versi lainnya. Ada terlalu banyak alternatif! Jadi memakai tombol cari dan memulai ketik kata “Sederhana”. Setelah 4-5 huruf pilihan TSI sudah muncul. Kilik untuk mengunduhnya.

Aplikasi Alkitab Sabda/Yuku:

Kalau sudah menginstalkan TSI ke dalam Alkitab Sabda/Yuku, kilik tombol versi dan pilih TERUNDUH, lalu kilik tombol (i) yang dilingkari di sebelah kiri.

Lalu dalam boks yang muncul pilihlah PERBARUI. 

Versinya akan meningkat kepada edisi 2.5, dan Saudara bisa memilih untuk membuka kitab Kejadian dan Keluaran TSI.

(Kalau Kejadian dan Keluaran tidak langsung muncul dalam daftar kitab di bagian yang paling atas, pilihlah kitab lain, lalu coba lagi.)

Cara terbaik mendapat Alkitab bersuara dalam bahasamu

Kalau hanya mau mendengar rekaman PB TSI saja, mencari di Play Store untuk Alkitab TSI. Aplikasi ini akan menggunakan Internet hanya untuk pertama kali memutar rekaman  pasal. Sesudah itu pasal itu disimpan di HPmu dan tidak menggunakan pulsa data lagi.

Baik kalau Saudara mau mendengar Perjanjian Baru dalam bahasa Orya, Nias, TSI, atau Alkitab lengkap TB, Saudara dapat melakukan itu melalu aplikasi BIBLE.IS. Bible.is tersedia dalam App Store atau Play Store.

Inilah langkah-langkah untuk menginstalkannya:

Carilah Bible.is di Play Store atau App Store.

Menginstalnya!

Sesudah bisa membuka Bible.is, mencari untuk ‘Indonesia’.

 

Lalu mencari di bawah untuk Terjemahan Sederhana Indonesia.

Men-download setiap kitab.

 

 

Lalu nikmatilah rekaman-rekaman Firman TUHAN dan membagi tentang aplikasi Bible.is kepada teman-teman!

Status perlunya terjemahan Alkitab di seluruh Indonesia

Silakan membaca halaman pertama di sini
sambil menunggu untuk file PDF muncul di bawah.

Saya ingin membagi tentang status keperluan terjemahan-terjemahan Alkitab ke dalam berbagai bahasa daerah di Indonesia. Dan untuk melakukan itu saya perlu menjelaskan tentang perbedaan pandangan antara orang-orang dari negara-negara barat dan orang Indonesia  tentang penggunaan bahasa-bahasa suku/daerah. Dalam artikel ini saya akan berbicara dengan cara yang sangat umum, dan harus diakui bahwa semua orang barat tidak sama dalam hal yang saya akan katakan. Jadi, waktu saya katakan sesuatu tentang ‘orang barat’, mari kita pikir tentang kebanyakan masyarakat Amerika Serikat saja dan bukan pendatang dari negara-negara lain. Demikian juga, dalam informasi yang saya berikan tentang suku-suku di Indonesia, saya berbicara secara umum.

Perbedaan pandangan orang Amerika tentang bahasa harus dimulai dari sifat mereka yang hanya memiliki satu bahasa, yaitu bahasa Inggris. Memang, di kota kecil saya, ada kelompok-kelompok orang yang berbicara dengan bahasa Spanyol. Saya sering bertemu dengan mereka, dan sering mendapati bahwa mereka belum begitu fasih kalau berbicara dengan saya dalam bahasa Inggris. Sudah jelas bahwa bahasa yang mereka kuasai adalah bahasa Spanyol, sedangkan bahasa Inggris mereka hanya cukup untuk keperluan sehari-hari, dan tidak pernah digunakan untuk hal-hal rohani. Saya dengan malu harus mengakui bahwa saya belum belajar lebih dari 12 kata dalam bahasa Spanyol.

Berdasarkan keadaan itu, ada dua sebutan bahasa Inggris yang ingin saya perkenalkan kepada pembaca, yaitu mother tongue dan language of the heart. Mother tongue, kalau diterjemahkan secara harfiah adalah ‘lidah/bahasa ibu’. Maksudnya adalah bahasa yang dipelajari sejak kecil dari ibu. (Mohon perhatikan bahwa maksud mother tongue di sini bukan sifat khusus dalam pengucapan atau berbagai sifat bahasa yang ibu miliki, tetapi fokus pada bahasa yang dipelajari sejak kecil dari ibu.) Mother tongue saya memang bahasa Inggris. Dan bahasa tetangga saya bernama Pedro (seorang pendatang dari Honduras) yang dia pelajari dari ibunya adalah bahasa Spanyol. 

Konsep mother tongue memimpin kepada konsep yang berdekatan dengannya, yaitu heart language, atau dapat disebut ‘bahasa hati’. Tetapi dengan istilah itu, artinya bukan suara hati. Itu lain. (Conscience, dalam bahasa Inggris.) Artinya heart language adalah bahasa yang paling menyentuh hati. Untuk saya, bahasa Spanyol tidak pernah akan menjadi bahasa yang menyentuh hati saya. Dan begitu juga untuk Pedro, bahasa yang menyentuh hatinya pasti bahasa Spanyol. Asumsi orang-orang barat pada umumnya, bahasa hati seseorang selalu tunggal. 

Situasi dalam Indonesia pada umumnya zaman ini adalah yang disebut dengan multilingualism, yaitu kebudayaan yang memakai multi-bahasa. Kemungkinan besar, ibu Anda memiliki lebih dari satu bahasa, seperti bahasa Indonesia baku, bahasa/logat gaul, dan bahasa suku. Jadi dari kecil, Saudara memiliki dua, tiga, atau lebih mother tongue. Karena itu, kemungkinan besar Saudara memiliki beberapa bahasa yang dapat menyentuh hati. You have more than one heart language! (Saudara memiliki lebih dari satu bahasa hati.) Inilah hal yang kebanyakan tidak disadari oleh orang barat!

Perbedaan pandangan ini sangat signifikan, karena mempengaruhi tanggapan tentang statistik-statistik tentang keperluan penerjemahan di Indonesia. Mari saya tunjukkan kata pengantar dari situs salah satu organisasi yang mensponsori proyek-proyek penerjemahan Alkitab di Indonesia, Malaysia, dan Filipina:

Loader
Loading…

EAD Logo
Taking too long?

Reload Reload document

|

Open Open in new tab

Download [132.38 KB]

Siapakah diri Anda?

Albata mengucapkan banyak terima kasih 

kepada Bpk. John Freiberg

untuk sumbangan teks khotbahnya.

Pengantar

Shalom saudara-saudari! 

Senang sekali hari ini kita boleh belajar Firman Tuhan bersama dari Filipi 1:1-2. 

 

Mengawali pengajaran ini, saya akan mulai dengan satu pertanyaan: Siapakah diri Anda?

 

Pertanyaan ini penting sekali untuk dijawab karena jika kita tidak memahami siapa diri kita yang sebenarnya maka kita tidak bisa menentukan apa tujuan hidup kita di dunia ini, termasuk menentukan apa yang akan kita lakukan ke depan, atau mengenal dan memperbaiki hati kita yang kotor karena dosa. Karena jawaban ini membentuk hampir semua hal tentang diri kita sendiri dan itu terkait erat dengan sukacita kita, sekali lagi saya bertanya: Siapakah diri Saudara?

Latar belakang

Surat Filipi surat Rasul Paulus yang ditujukan kepada jemaat di Filipi. Surat ini juga disebut “Surat Sukacita,” karena dalam surat ini Rasul Paulus banyak berbicara tentang sukacita. Akan tetap Rasul Paulus menulis surat ini ketika dia berada  di dalam penjara! Bagaimana Paulus mendapatkan sukacita sekalipun dia ada dalam penjara? Mengapa dia penuh dengan kegembiraan sekalipun dia di penjara?! Satu alasan Rasul Paulus penuh dengan sukacita adalah karena dia mengerti siapa dia sebenarnya. Dia  tahu bahwa identitasnya tidak bergantung pada situasi, atau lokasi, atau keadaannya. Identitasnya bukan berdasarkan hal-hal jasmani, tetapi berdasarkan sesuatu yang lebih besar dan lebih kuat— yaitu hal-hal rohani yang dia peroleh karena bersatu dengan Yesus. 

 

Saudaraku, untuk menolong kita masing-masing dalam menjawab pertanyaan “Siapakah diriku,” ada beberapa pertanyaan yang perlu kita jawab:

    • Dari mana identitasmu berasal?

    • Siapakah yang menentukan identitasmu?

    • Dan bagaimana mereka menentukan identitasmu?

(Pihak ‘mereka’ tersebut bisa keluargamu, temanmu, gurumu, atau pun budayamu.)

 

Tetapi tahukah Anda bahwa yang punya otoritas tertinggi untuk menjawab pertanyaan, “Siapakah diriku” hanyalah Sang Pencipta kita?! Karena yang lebih tahu tentang identitas kita yang sebenarnya hanya Dia!


Namun apa yang TUHAN katakan tentang kita? Identitas apa yang dia berikan kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya?
 

Tiga identitas

Dalam Filipi 1:1-2 Rasul Paulus menggunakan tiga identitas untuk menjelaskan siapa dirinya sekaligus diri setiap orang yang percaya kepada Tuhan. Pemahaman tentang ketiga identitas ini merupakan kunci untuk mengerti dan memperoleh  sukacita yang sejati dan kekal, seperti yang Paulus memiliki. Tentunya setiap kita hidup sesuai dengan apa yang kita percayai tentang identitas kita masing-masing. Oleh karena itu mengetahui siapa diri kita dalam pandangan TUHAN dapat membentuk segala-galanya tentang diri kita. Mengetahui siapa dirimu akan membentuk juga cara pikir dan perilakumu.

 

Jadi, apa yang dikatakan Paulus di sini di awal kitab Filipi tentang siapa pengikut Kristus itu?
 

Mari kita lihat identitas yang pertama.

 

Budak

Mungkin Anda semua akan membaca ayat-ayat ini dan tidak melihat kata “budak.” Tetapi kata itu sebenarnya ada di dalam teks kita. Waktu Paulus memperkenalkan diri dalam ayat 1 (TSI) dia berkata, “Salam dari Paulus dan Timotius, hamba Kristus Yesus.” Tetapi dalam bahasa asli, Paulus tidak menggunakan kata Yunani untuk ‘hamba’, melainkan menggunakan kata yang berarti ‘budak’ (dalam bahasa Yunani disebut doulos). Salah satu ciri khas surat Paulus adalah hampir setia permulaan suratnya, dia selalu mengatakan dirinya sebagai budak Kristus.
 

Apakah ada perbedaan antara budak dan hamba? Ya pasti ada!

Seorang hamba akan disewa.

Seorang budak dibeli.

Seorang hamba boleh pergi ke mana-mana.

Seorang budak harus tinggal dalam rumah pemiliknya.

Seorang hamba bekerja untuk mendapat uang.

Seorang budak bekerja karena dia milik tuannya.

Seorang hamba bergantung pada majikannya dalam hal pekerjaan.

Seorang budak bergantung pada pemiliknya dalam keseluruhan nasib hidupnya.

Panggilan ‘budak’ adalah metafora yang sering digunakan Allah untuk menggambarkan orang-orang milik-Nya. Dalam Alkitab ada sekitar 150 kali orang Kristen disebut sebagai ‘budak Kristus’. Sebutan ini juga menjadi sebutan favorit para jemaat mula-mula untuk menyebut anggota-anggota jemaat.  
 

Mengapa Rasul Paulus memilih kata ‘budak’ untuk menggambarkan identitasnya sendiri dan saudara-saudari seiman? (2Tim. 2:24; 1Kor. 7:23) Karena kata ‘budak’ sangat cocok dan indah untuk menggambarkan hubungan seorang Kristen dengan Kristus. Walaupun perbudakan biasa diartikan sebagai orang-orang yang tertindas dan memiliki kedudukan yang hina, tetapi dalam Kristus istilah itu sudah diubah menjadi suatu kehormatan, suatu kedudukan yang mulia, dan yang membawa sukacita yang abadi. Seorang yang diselamatkan— yang sudah bertobat dan diampuni serta  menaruh kepercayaan penuh kepada Yesus— tidak hanya menjadi budak Allah, tetapi menjadi milik Allah sepenuhnya. 

 

Sebenarnya, orang seperti itu sudah dibebaskan dari dosa-dosanya. Sadarilah: Setiap orang adalah budak kepada suatu hal. Dalam Surat Roma Paulus mengatakan bahwa setiap manusia adalah budak dosa, atau budak Allah. Hanya ada dua pilihan saja. Menurut saudara lebih baik mana? Apakah menjadi budak Allah, atau budak dosa?
 

Kita tidak bisa diperbudak oleh dua tuan, karena apabila demikian, maka kita akan menyakiti yang satu dan menyenangkan yang lain. Untuk menjadi budak Kristus, kita harus dibebaskan dari dosa kita. Perbudakan kepada Kristus tidak hanya berarti kebebasan dari dosa, rasa bersalah, dan hukuman. Itu juga berarti kebebasan untuk menaati dan untuk menyenangkan Tuhan, dan untuk berada dalam hubungan yang benar dengan Tuhan. Menjadi budak Kristus juga mengakhiri prasangka. Dalam Kristus, tidak penting lagi kalau Saudara adalah orang kaya, orang miskin, penguasa, orang lemah, orang berpendidikan, orang yang tidak berpendidikan, pria ataupun wanita. Kita semua menjadi sama dalam Kristus. Kita semua budak Kristus.  

 

Bagaimana kita menjadi budak? Caranya adalah Kristus sudah membeli kita. Dan kita dibeli dengan harga yang mahal— yaitu darah-Nya sendiri. Dan tidak ada harga yang lebih tinggi yang pernah dibayarkan dari pada harga yang dibayarkan oleh Kristus diatas kayu salib. Jika kita adalah orang Kristen sejati, kita sudah dibeli dengan darah Yesus Kristus. Kebenaran ini luar biasa! Sungguh kita diberi hak istimewa yang menakjubkan untuk melayani Guru Agung kita, Kristus Yesus, yang adalah Anak Allah!
 

Ada lebih banyak hal lagi kita bisa pelajari tentang apa artinya menjadi budak Kristus, tetapi ada dua identitas lagi dalam perikop ini yang akan kita pelajari. Kita sebagai Kristen sejati adalah budak Kristus, dan kita juga adalah orang kudus.

 

Orang kudus

Filipi 1:1b TB “Kepada semua orang kudus dalam Kristus Yesus di Filipi, dengan para penilik jemaat dan diaken.”

TSI menerjemahkan, “Kepada yang kekasih saudara-saudari seiman saya di Filipi— yaitu semua yang sudah disucikan oleh Allah karena bersatu dengan Kristus Yesus, khususnya kepada semua penatua dan para pengerja jemaat.”
 

Istilah ‘orang kudus’ sering disalahpahami. Ada orang-orang yang mengajarkan secara keliru tentang ‘orang kudus’ bahwa orang kudus adalah orang Kristen istimewa, seperti pahlawan super-Kristen. Tetapi ini bukan kata kudus seperti yang dimaksudkan orang pada umumnya. Paulus tidak menulis kepada para pahlawan dalam jemaat. Dia menulis kepada seluruh jemaat. Dia memanggil setiap orang percaya yang sungguh-sungguh di dalam Kristus sebagai ‘orang suci’.

 

Dalam Alkitab istilah ‘orang kudus’ berarti orang yang dikhususkan untuk menggenapi maksud dan tujuan Tuhan. Orang kudus bukanlah istilah untuk beberapa orang yang khusus saja, tetapi setiap orang Kristen sejati yang menyadari bahwa kita harus dipisahkan dari dunia dan dosa. Kita mengerti bahwa kita sudah disucikan oleh Kristus, oleh karena itu kita dengan rasa berterima kasih berusaha hidup untuk memuliakan Allah. 

Ef. 2:13 TSI: Tetapi walaupun dulu kalian sudah jauh sekali dari Dia, sekarang kalian sudah dibawa dekat kepada-Nya. Karena sekarang kalian sudah bersatu dengan Kristus Yesus dan sudah disucikan melalui kurban darah Kristus.

Hal ini TIDAK berarti bahwa orang Kristen tidak pernah berbuat dosa lagi, tetapi itu berarti bahwa ketika kita jatuh dalam dosa, kita dilindungi oleh ‘kebersatu-an’ kita dengan Kristus yang selalu hidup dengan benar di hadapan Allah. Kebersatuan kita dengan Kristus selalu bekerja di dalam kita untuk menjadikan kita semakin serupa dengan Dia. Setiap hari kita wajib berusaha bertumbuh dalam kekudusan Kristus.
 

Anak-anak

1 Korintus 1:3 TSI: “Doa kami, Allah Bapa dan Tuhan kita Kristus Yesus akan selalu baik hati kepada kalian masing-masing dan menjagamu supaya kamu hidup dengan tenang dalam perlindungan Bapa dan Tuhan kita.”

 

Identitas kita dalam ayat tadi tidak langsung disebut, tetapi terlihat dalam perkataan bahwa Allah adalah Bapa kita.  Hanya anak yang boleh memanggil seseorang “Bapak,” demikian juga kita sebagai anak-anak Sang Bapa kita di surga. Apakah kita menyadari betapa istimewanya kita diberi hak untuk  memanggil Pencipta alam semesta, Raja di atas segala raja, sebagai ‘Bapa’?! Hidup kita mungkin pernah hancur, kita menjadi seseorang yang patut dimurkai, budak dosa, dan tanpa harapan. Tetapi sekarang, karena kasih Allah yang besar lewat Kristus Yesus, kita menjadi bagian keluarga Allah! Dia adalah Bapa kita, kita adalah anak-anak-Nya!
 

Jika Saudara adalah seorang Kristen, Saudara bukan hanya orang berdosa yang sudah diampuni. Anda adalah anak Allah karena anugerah adopsi, atau pengangkatan. Seperti yang dikatakan seorang penulis: “Menjadi benar di pandangan Hakim utama kita, Allah, adalah hal yang hebat, tetapi untuk dicintai dan dirawat oleh Allah Bapa, jauh lebih besar.” Saudara, tentunya statusmu sebagai anak Allah ini merupakan hal yang sangat berharga! Seorang budak selalu bisa dijual ke pemilik lain. Tetapi anak yang dipilih tidak akan pernah kehilangan statusnya sebagai anak. 

 

Saudara, jika Anda hanya memahami Injil sebagai selamat dari neraka, maka Anda tidak akan pernah mengalami perubahan hidup yang merupakan tujuan kita dalam Injil. Dan  kita tidak menjadi seperti identitas kita yang sebenarnya. Kita yang percaya penuh kepada Kristus, tidak hanya punya Allah sebagai Juru Selamat, tetapi juga sebagai Bapa. Manfaat terbesar Injil bukanlah bahwa kita selamat dari neraka, melainkan hak istimewa melalui adopsi, yang dari status musuh Raja kita, Allah, diubah menjadi putra dan putri Allah. Itu mengubah identitas kita secara total! Dan oleh karena perubahan itu, hidup kita ditransformasikan. Sekarang kita tidak lagi dinilai berdasarkan dosa dan kesalahan kita, atau dosa karena nenek moyang kita Adam dan Hawa, tetapi kita dinilai sesuai kasih, kuasa, dan kemuliaan Allah Bapa kita yang agung.
 

Menjadi seorang kristen berarti menjadi seorang: 

  • budak Kristus

  • orang yang sudah disucikan karena bersatu dengan Kristus, dan

  • anak-anak Bapa di surga

Kesimpulan

Identitas kita sebagai budak, orang suci, dan putra dan putri Allah semua boleh terjadi karena Kita bersatu dengan Yesus Kristus. Jadi apa yang Paulus mau untuk setiap jemaat? Jawabannya ada dalam Filipi 1:2:

TB menerjemahkan,

Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.”

Ayat itu lebih gampang dimengerti dalam TSI: 

“Doa kami, Allah Bapa dan Penguasa kita Kristus Yesus akan selalu baik hati kepada kalian masing-masing dan menjagamu supaya kamu hidup dengan tenang dalam perlindungan Bapa dan Penguasa kita!”

 

Berdasarkan kebersatuan kita dengan Allah Bapa dan Penguasa kita Kristus, kita mendapat dua berkat yang sangat besar. Yang pertama adalah Mereka berdua akan selalu baik hati kepada kita. Berkat luar biasa itu diberikan secara gratis kepada kita, dan tentu kita tidak pantas menerimanya. Jadi seperti dikatakan dalam Surat Titus 2:12,

“Jadi, selama hidup di dunia sekarang ini, kebaikan hati Allah itu bekerja dalam hati kita supaya kita belajar untuk hidup bijaksana, jujur, melayani Allah, dan melepaskan diri dari keinginan-keinginan dunia yang selalu bertentangan dengan kemauan TUHAN.”

Tidak disebut oleh Paulus dalam ayat tadi, tetapi sering terdapat dalam surat Paulus: Ketika kebaikan hati Allah itu bekerja dalam hati kita, kita juga belajar berbaik hati kepada semua sesama kita.

 

Berkat kedua yang kita peroleh adalah kita bisa pasti bahwa Allah Bapa dan Penguasa kita Kristus sedang menjaga dan melindungi kita. Tidak ada manusia atau oknum lain yang dapat merampas kita dari tangan Mereka! Oleh karena kepastian kita itu, kita dapat hidup tenang dalam perlindungan Allah Bapa dan Penguasa kita, Kristus Yesus. Hal itu pasti menggerakkan hati Rasul Paulus bersukacita walaupun dia berada dalam penjara ketika dia menulis surat kepada jemaat Filipi. 
 

Apakah Saudara ingin bersukacita dalam setiap keadaan seperti Rasul Paulus?

Kuncinya, marilah kita masing-masing belajar siapa diri kita sebenarnya berdasarkan kebersatuan kita dengan Penguasa kita Kristus Yesus.

Menjawab pertanyaan: “Mengapa Albata menerjemahkan Alkitab?”

Menjawab pertanyaan:

“Mengapa Albata menerjemahkan Alkitab?”

Visi misi Albata adalah Meningkatkan Pemahaman Firman Tuhan di Seluruh Pelosok Indonesia supaya Para Pembaca dan Pendengar Mengalami Pembaharuan Hidup.

Berdasarkan visi misi tersebut kehadiran Albata tidak bermaksud untuk menggantikan berbagai Alkitab terjemahan yang sudah ada di Indonesia melainkan untuk meningkatkan pemahaman akan Firman Tuhan. (Lihat juga artikel: Sejarah Singkat Berdirinya Yayasan Alkitab BahasaKita)

Lalu kenapa Albata merasa harus menerjemahkan Alkitab?

Albata menerjemahkan Alkitab karena:

  • Pertama, bagi banyak orang di Indonesia Firman Tuhan sulit dimengerti.

Terjemahan Alkitab yang secara umum dipakai di seluruh Indonesia sampai hari ini adalah Alkitab Terjemahan Baru (TB) dari Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Kami sangat menghargai TB sebagai Firman Tuhan yang sudah mengubah hidup banyak orang di Indonesia.

Tetapi TB adalah terjemahan harfiah. Dalam penerjemahannya TB masih menggunakan bahasa-bahasa formal, atau paling tidak masih menggunakan bahasa dan ejaan yang berkembang pada tahun 1970-an. Kalimat-kalimat yang dihasilkan sering kali terlalu mengikuti struktur bahasa sumber (Ibrani, Yunani) sehingga terkadang menjadi terlalu kaku atau tidak wajar. Selain itu penempatan kata benda abstrak yang tidak biasa dalam struktur bahasa Indonesia saat ini semakin menambah sulitnya memahami arti firman Tuhan di dalam kalimat-kalimat tersebut.

Sebagai contoh:

Titus 2:11-14 (TB)

11 Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata.

12 Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini

13 dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus,

14 yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.

Banyak orang mengira bahwa yang dimaksud dengan pelaku Ia di ayat 12 adalah Allah, atau Yesus, atau pun Roh Kudus. Padahal Ia dalam ayat itu adalah kasih karunia Allah.

Perhatikan juga bahwa di ayat 13 terdapat empat kata benda abstrak.

Bagi saudara-saudari kita di pedalaman— terutama di daerah-daerah yang terpencil— terjemahan formal seperti itu tidak begitu berdampak. Yang mereka tahu hanyalah bahasa Indonesia sederhana. Jadi, di daerah-daerah seperti itulah perlu ada Alkitab yang bisa berbicara kepada mereka dalam kapasitas bahasa yang mereka tahu!

Selain Alkitab TB, LAI juga menerbitkan Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-Hari (BIS) atau dikenal dengan Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini (BIMK). Alkitab ini menjadi salah satu harapan yang bisa menjawab persoalan umat Tuhan di daerah-daerah seperti yang digambarkan di atas. Tetapi BIS / BIMK justru menjadi buku langka, susah dicari dan tidak lagi diedarkan. Alkitab BIS diterbitkan pada tahun 1985 secara lengkap, dan hingga kini belum pernah direvisi.

  • Kedua, umat Allah perlu memiliki dua macam terjemahan Alkitab

Umat Allah di mana pun berada perlu memiliki sekurang-kurangnya dua macam bentuk penerjemahan Alkitab. Tujuannya ialah supaya orang-orang yang belum sempat belajar bahasa sumber Alkitab dapat mengerti Firman Allah dengan sejelas mungkin.

Kedua macam penerjemahan yang dimaksud adalah terjemahan secara harfiah dan terjemahan yang berdasarkan arti. (Lihat juga artikel: Mengapa TSI Berbeda?)

Terjemahan secara harfiah dikerjakan kata demi kata. Karena itu terjemahan harfiah sangat berguna untuk memperlihatkan bentuk dan struktur teks dalam bahasa sumber. Alkitab Terjemahan Baru (TB) adalah terjemahan secara harfiah. Sedangkan TSI dan BIS termasuk penerjemahan yang berdasarkan arti.

Terjemahan berdasarkan arti tidak mempersoalkan berapa kata yang dipakai dalam penerjemahan— asal arti yang disampaikan sama dengan yang diterima oleh para pembaca pertama pada zaman kitab itu ditulis.

Kelebihan terjemahan harfiah adalah lebih mengikuti bentuk atau cara ungkapan yang terdapat dalam bahasa sumber. Tetapi kelemahannya kurang menyatakan arti bahasa sumber karena bahasa dalam terjemahan menjadi kurang wajar atau kurang jelas.

Kelebihan terjemahan berdasarkan arti adalah lebih tepat menyatakan arti bahasa sumber. Tetapi kelemahannya kurang menunjukkan bentuk atau cara ungkapan yang terdapat dalam bahasa sumber.

Jadi, sebenarnya kedua macam penerjemahan ini saling melengkapi.

  • Ketiga, Albata mau supaya setiap orang bisa mengerti Injil Kristus dan hidupnya diperbaharui oleh Roh Kudus

Berdasarkan penjelasan di atas, Albata sangat rindu supaya para pembaca saat ini dapat mengerti langsung arti Firman yang sedang mereka baca sehingga tidak harus buka kamus, buku tafsiran, atau bertanya terlebih dahulu kepada pendetanya baru lanjut baca. Sebagaimana para penulis Alkitab mula-mula menulis Firman Tuhan kepada para pembaca/penerima dalam bahasa yang sederhana, demikian pula Albata rindu supaya Firman Tuhan diterjemahkan dan disampaikan kepada para pembaca saat ini dalam bahasa yang mudah mereka pahami.

Tetapi ini bukan berarti firman Tuhan yang diterjemahkan secara harfiah tidak perlu lagi. Terjemahan seperti itu justru sangat berguna waktu pembaca ingin melihat lebih dalam tentang struktur bahasa dari sumber Alkitab.

Albata rindu supaya setiap orang bisa mengerti Injil Kristus dan hidupnya diperbaharui oleh Roh Kudus— termasuk orang-orang dari setiap suku dan pelosok di Indonesia— supaya mereka memuji Allah, dan segala macam pelayanan lebih memuliakan Kristus. (Lihat juga: Slide VISI MISI ALBATA).

Pentingnya Menanggalkan Doktrin saat Menerjemahkan Alkitab

Oleh: Balazi Gulo

Penerjemahan Alkitab merupakan suatu pekerjaan yang unik, menarik, sekaligus berisiko. Salah satu risiko yang paling fatal adalah ketika doktrin menjadi pengatur jalannya proses penerjemahan Alkitab.

Risiko besar ketika hal itu terjadi terutama pada pereduksian makna teks. Ketika arti teks tidak sesuai dengan pemahaman teologis atau doktrin sang penerjemah, seringkali arti teks tersebut diganti atau bahkan dengan sengaja tidak diterjemahkan. Penerjemahan yang diatur oleh doktrin tidaklah layak disebut sebagai terjemahan Alkitab.

Bagaimana seharusnya penerjemahan Alkitab itu?

  • Setia pada teks sumber

Teks sumber Alkitab haruslah menjadi dasar atau acuan daripada suatu proyek penerjemahan Alkitab. Menjunjung tinggi teks sumber adalah langkah awal yang tepat untuk menerjemahkan Alkitab.

  • Tanpa pihak memihak

Penerjemahan Alkitab haruslah tanpa pihak memihak serta menghindari diri dari kepentingan dan prasangka yang bersifat politis, denominasional, ideologis, sosial, budaya dan teologis.

Sejak Albata memulai proyek penerjemahan Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB TSI), kedua hal di atas merupakan hal yang wajib diingat oleh setiap anggota penerjemah. Hanya dengan kedua hal itulah pikiran sang penerjemah Alkitab dapat terbentengi. Di luar daripada itu pikiran sang penerjemah— berupa pemahaman teologis dan doktrin, akan mendominasi suatu proyek penerjemahan Alkitab.

Berikut perbandingan terjemahan yang terjebak karena mengabaikan kedua poin di atas:

  1. Yohanes 1:1

Byz: Ἐν ἀρχῇ ἦν ὁ λόγος, καὶ ὁ λόγος ἦν πρὸς τὸν θεόν, καὶ θεὸς ἦν ὁ λόγος.

NIV: In the beginning was the Word, and the Word was with God, and the Word was God,

TB: Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

TSI: Pada mulanya, sebelum dunia ini diciptakan, Dia yang disebut Firman sudah bersama dengan Allah. Dan Firman itu juga adalah Allah.

KSTDB: Pada mulanya Firman itu ada. Firman itu bersama Allah, dan Firman itu adalah suatu allah.

*Catatan kaki untuk ‘suatu allah’: Atau ”bersifat ilahi”.

Dari uraian di atas Byzantin Text (Byz), NIV, TB dan TSI menegaskan bahwa Firman itu adalah Allah. Sedangkan dalam KSTDB dan Firman itu adalah suatu allah.  Dengan menggunakan kata ‘allah’ (huruf kecil semua) berarti KSTDB menyamakan Sang Firman itu dengan dewa atau suatu ilah. Hal ini terjadi karena para penerjemah KSTDB adalah orang-orang dari Saksi Yehuwa, yang memiliki ajaran bahwa Yesus bukanlah Tuhan (2). Untuk membuat pembaca setuju dengan teologi tersebut, mereka menerjemahkan ἦν ὁ λόγος dengan adalah suatu allah (3).

  1. Wahyu 3:14

Byz: Καὶ τῷ ἀγγέλῳ τῆς ἐν Λαοδικείᾳ ἐκκλησίας γράψον, Τάδε λέγει ὁ Ἀμήν, ὁ μάρτυς ὁ πιστὸς καὶἀληθινός, ἡ ἀρχὴ τῆς κτίσεως τοῦ ϑεοῦ·

          NIV: To the angel of the church in Laodicea write:
                    These are the words of the Amen, the faithful and true witness, the ruler of God’s creation.

          TB: “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah:

          KSTDB: ”Kepada malaikat sidang jemaat di Laodikia, tulislah begini: Inilah kata-kata Amin, yaitu saksi yang setia dan benar, ciptaan Allah yang pertama:

TSI: “Tuliskanlah ini kepada pelayan Tuhan yang mewakili jemaat di Laodikia: Inilah pesan dari Aku yang juga disebut Yang Amin! Maksud-Ku, Akulah Saksi yang sangat layak dipercaya — yang sudah mengajar yang benar tentang Bapa-Ku. Melalui Akulah, Bapa-Ku menciptakan segala sesuatu.

TB dalam ayat ini terlihat sangat harfiah. Akibatnya, muncul berbagai tafsiran yang menganggap Amin (maksudnya Kristus) termasuk ciptaan. Padahal maksud TB tidaklah demikian. Ayat ini menjadi contoh tentang persoalan yang dapat terjadi ketika Alkitab diterjemahkan secara harfiah! Terjemahan secara harfiah sering menghasilkan hal yang kurang jelas yang menimbulkan multi-tafsir.

Lain halnya dengan TB, KSTDB justru dengan gamblang mengatakan bahwa Amin adalah ciptaan Allah yang pertama. Ini terlihat seperti pemaksaan untuk mendukung pemahaman mereka terhadap ayat pada poin pertama di atas.

Harus diakui bahwa ungkapan permulaan dari ciptaan Allah ini menimbulkan pengertian bahwa Kristus adalah makhluk pertama yang diciptakan oleh Allah. Namun bukan itu yang dimaksudkan dalam bahasa aslinya, melainkan seperti yang diterjemahkan oleh TSI “sumber segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah” atau “asal dari semua ciptaan Allah”. Maksudnya, melalui Kristuslah, Allah menciptakan segala sesuatu, dan banyak terjemahan mengikuti cara ini. (Lihat juga Yoh. 1:3; Kol. 1:16; Ibr. 1:2).

  1. Ibrani 1:8

Byz: πρὸς δὲ τὸν υἱόν, Ὁ θρόνος σου, ὁ θεός, εἰς τὸν αἰῶνα τοῦ αἰῶνος· ῥάβδος εὐθύτητος ἡ ῥάβδος τῆς βασιλείας σου,

NIV: But about the Son he says, Your throne, O God, will last for ever and ever, and righteousness will be the scepter of your kingdom.

TB: Tetapi tentang Anak Ia berkata: “Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.

KSTDB: Tapi tentang Putra-Nya, Dia mengatakan, ”Allah adalah takhtamu selama-lamanya, dan tongkat Kerajaanmu adalah tongkat kelurusan hati.

TSI: Sedangkan kepada Anak-Nya Allah berkata, “Anak-Ku, Engkau adalah Allah yang akan memerintah dari takhta kerajaan-Mu untuk selama-lamanya.

Kuasa yang akan Engkau tunjukkan dengan tongkat kerajaan-Mu akan selalu menghasilkan keadilan.

Ibrani 1:8 merupakan sebuah ayat di mana Allah Bapa memanggil Yesus sebagai Allah. Tetapi karena KSTDB tidak setuju dengan itu, mereka menerjemahkan ayat itu sebagai “… Allah adalah takhtamu …” supaya pemahaman mereka tentang siapa Yesus tetap terjaga.

  1. Kejadian 1:2

וְהָאָ֗רֶץ הָיְתָ֥ה תֹ֙הוּ֙ וָבֹ֔הוּ וְחֹ֖שֶׁךְ עַל־פְּנֵ֣י תְהֹ֑ום וְר֣וּחַ אֱלֹהִ֔ים מְרַחֶ֖פֶת עַל־פְּנֵ֥י הַמָּֽיִם׃         : MT

NIV : Now the earth was formless and empty, darkness was over the surface of the deep, and the Spirit of God was hovering over the waters.

TB: Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

KSTDB: Di bumi belum ada apa-apa dan kosong, yang ada hanya kegelapan menutupi air yang dalam, dan tenaga Allah bergerak ke sana kemari di atas permukaan air.

Draft TSI: Waktu itu keadaan bumi belum berbentuk dan belum tersusun. Bumi sangat gelap dan digenangi air yang sangat dalam. Dan Roh Allah selalu hadir di atas permukaan air itu.

  1. Matius 1:20

Byz: Ταῦτα δὲ αὐτοῦ ἐνθυμηθέντος, ἰδού, ἄγγελος κυρίου κατ’ ὄναρ ἐφάνη αὐτῷ, λέγων, Ἰωσήφ, υἱὸς Δαυίδ, μὴ φοβηθῇς παραλαβεῖν Μαριὰμ τὴν γυναῖκά σου· τὸ γὰρ ἐν αὐτῇ γεννηθὲν ἐκ πνεύματός ἐστιν ἁγίου.

NIV: But after he had considered this, an angel of the Lord appeared to him in a dream and said, “Joseph son of David, do not be afraid to take Mary home as your wife, because what is conceived in her is from the Holy Spirit.

TB: Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.

KSTDB: Tapi setelah dia memikirkan hal itu, malaikat Yehuwa menemui dia dalam mimpi dan berkata, ”Yusuf, anak Daud, jangan takut menikahi Maria. Dia hamil karena kuasa kudus.

TSI: Tetapi waktu Yusuf sedang memikirkan hal itu, datanglah malaikat TUHAN kepadanya dalam mimpi. Malaikat itu berkata, “Yusuf, keturunan Daud, janganlah takut mengambil Maria sebagai istrimu, karena anak yang di dalam kandungannya itu berasal dari Roh Kudus.

Poin nomor 4 dan 5 di atas adalah bagaimana Roh Allah atau Roh Kudus hadir dan bekerja. Tetapi KSTDB membuat terjemahan yang berbeda dengan “kuasa kudus”. Bagi mereka ungkapan ini tidak memaksudkan suatu pribadi atau makhluk yang setara dengan Allah. Sebaliknya, ungkapan ini memaksudkan kuasa yang tidak kelihatan yang Allah gunakan untuk melaksanakan kehendak-Nya dan menciptakan segala sesuatu.

Jadi sudah sangat jelas bahwa semua perubahan tentang konsep-konsep penting dalam  KSTDB dibuat dengan sengaja dan dengan penuh kesadaran demi mempertahankan doktrin mereka yang telah dibangun sejak tahun 1850an.

Catatan kaki:

  1. KSTDB adalah singkatan dari ‘Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru’ yang diterjemahkan dan digunakan oleh kelompok Saksi Yehuwa. Patokan penerjemahan KSTDB adalah New World Translation of the Holy Scriptures (NWTHS) yang diterbitkan pada tahun 1961.
  2. Bacalah tulisan Zen Manehem mengenai sejarah singkat dan dasar kepercayaan Saksi Yehuwa: Siapakah Nama Tuhan Menurut Perjanjian Baru:  Menjawab Saksi Yehuwa
  3. Bandingkan juga pembelaan Saksi Yehuwa dalam link ini: Apakah Saksi-Saksi Yehuwa Mengubah Isi Alkitab Agar Sesuai dengan Kepercayaan Mereka?
  4. Bandingkan dengan Daftar Istilah Alkitab Saksi-saksi Yehuwa
  5. Bacalah artikel Jaya Waruwu, S.Th tentang sejarah Saksi Yehuwa: Saksi Yehuwa dan Alkitab

Daftar Pustaka:

  1. The New Testament in the Original Greek: Byzantine Textform 2015
  2. Lembaga Alkitab Indonesia. 2004. Alkitab Terjemahan Baru. Jakarta
  3. https://www.jw.org/id/publikasi/alkitab/nwt/buku-alkitab/ diakses 22 April 2019
  4. Yayasan Albata. 2018. Alkitab Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia. Yogyakarta. ANDI
  5. https://www.neverthirsty.org/bible-qa/qa-archives/question/how-accurate-is-the-new-world-translation/ diakses 22 April 2019
  6. http://www.bible-researcher.com/new-world.html diakses 22 April 2019
  7. http://mbcpathway.com/2015/12/21/four-examples-of-where-the-new-world-translation-gets-it-wrong/ diakses 22 April 2019
  8. https://www.namb.net/apologetics-blog/the-new-world-translation-of-the-holy-scriptures-the-jehovah-s-witnesses-bible/ diakses 22 April 2019
  9. https://www.jw.org/id/publikasi/alkitab/nwt/daftar-istilah-alkitab/#p145 diakses 22 April 2019
  10. Jaya Waruwu, S.Th, Saksi Yehuwa dan Alkitab, 2019

.

.

.

Bertumbuh di dalam Allah

Dasar-dasar untuk bertumbuh dalam hubungan pribadi dengan Allah

Memasuki suatu hubungan dengan Allah melalui Anak-Nya Yesus Kristus merupakan permulaan yang luar biasa — tetapi itu hanya sebuah permulaan. Mungkin hubungan ini bisa menjadi akhir dari perjalanan yang disebut “datang kepada iman”, tetapi sebenarnya hubungan itu adalah awal perjalanan lainnya yang disebut “bertumbuh di dalam Allah.”  Rasul Paulus mengatakan “mengenal” Yesus Kristus merupakan tujuan yang terbesar di dalam hidupnya. Dia berkata, “Maka sekarang saya hanya rindukan mengenal Kristus dan kuasa yang menghidupkan Dia dari kematian. Dan saya rindu ikut menderita dalam rangka melayani Kristus sama seperti Dia sendiri menderita— sampai saya rela mati seperti Dia! Dengan begitu saya sangat berharap supaya saya sendiri pantas ikut dihidupkan kembali dari kematian.” (Filipi 3:10-11 TSI). 

Paulus melihat untuk bertumbuh di dalam Allah membutuhkan usaha seumur hidup sampai kematian mengantarkannya ke hadirat Allah! Jadi, bagaimana kita mengenal Allah, Penyelamat kita yang hebat itu dan bertumbuh di dalam-Nya? Ada banyak cara, tetapi waktu sudah memperlihatkan bahwa beberapa dari cara tersebut merupakan kunci. Pengetahuan kita tentang Dia tidak bisa menolong tetapi kita bisa bertumbuh ketika mempelajari Firman-Nya, berbicara dengan-Nya di dalam doa, membagikan kesaksian hidup dengan orang percaya lainnya, menceritakan kepada orang lain apa yang sudah Allah lakukan untuk kita, dan mengikuti Dia setiap hari dengan iman dan taat. Kami akan membahas setiap cara tersebut dengan singkat dan berurutan. 

1. Mempelajari Firman TUHAN

Jangan berharap kalau seorang anak kecil akan tumbuh menjadi orang dewasa yang sehat tanpa makanan yang layak dan bergizi. Anak-anak makan untuk bertumbuh. Demikian juga Firman Allah adalah makanan rohani yang memelihara pertumbuhan setiap orang Kristen. Rasul Petrus mendorong para pengikut Yesus untuk menjadi seperti bayi-bayi yang baru lahir, “Sebagaimana bayi yang baru lahir yang selalu haus akan air susu murni dari ibunya, begitu juga kalian hendaklah selalu haus akan pelajaran rohani yang benar— yaitu yang terdapat dalam Firman Allah. Karena dalam Firman Allah dikatakan seperti ini, ‘Kalian sendiri sudah merasakan kebaikan Tuhan’” (1 Petrus 2:2-3 TSI). Sama halnya ada banyak cara untuk makan— begitu juga ada banyak cara untuk “memakan” Firman Allah yang memberi kehidupan. Perhatikanlah cara-cara berikut untuk memulainya.

  • Membaca Alkitab Saudara setiap hari. Ada banyak rencana untuk membaca sebagian dari Alkitab setiap hari. Kalau Saudara adalah pengikut Kristus yang baru, Saudara bisa mulai dengan membaca beberapa ayat dari Injil Yohanes setiap hari sampai selesai. Lalu lanjut ke Injil lainnya (Matius, Markus atau Lukas), atau salah satu dari surat-surat Paulus tentang “pekabaran injil” seperti Efesus atau Filipi. Saudara juga bisa menemukan “renungan” Alkitab yang memilih beberapa bagian nats firman Allah untuk dibaca setiap hari, dan termasuk di dalamnya pemikiran-pemikiran tertentu untuk diperhatikan.
  • Membaca seluruh Alkitab. Beberapa Alkitab yang diterbitkan menyediakan panduan-panduan untuk membaca Alkitab secara sistematis. Kalau Alkitab Saudara tidak memiliki panduan-panduan seperti itu, Saudara dapat menemukan dengan mudah beberapa Alkitab dengan panduan-panduan yang tersedia di: https://www.thegospelcoalition.org/blogs/justin-taylor/reading-the-bible-in-2013/ 
  • Menyelidiki Firman Allah artinya Saudara dipenuhi dengan janji-janji-Nya. Hafal dan renungkan janji-janji-Nya. Sekali lagi, sebagian Alkitab memiliki sedikitnya sebagian daftar janji-janji Allah di bagian referensi. Sebagian lagi tersedia secara gratis di: http://bible.org/article/selected-promises-god-each-book-bible 
  • Mempelajari Alkitab dalam sebuah kelompok. Mempelajari Firman Allah bersama-sama dengan sesama orang Kristen merupakan cara yang sangat bagus untuk bertumbuh dalam pengertian yang baru akan Firman Allah dan komunitas. Carilah seorang pemimpin di gereja yang percaya Alkitab di daerah Saudara dan tanyakan apakah ada kelompok belajar Alkitab yang mungkin tersedia untuk Saudara. 

Penekanan dalam mempelajari Alkitab seharusnya tidak sekedar bersifat akademis, atau belajar untuk diteliti saja. Saudara belajar bukan untuk mendapatkan “pengetahuan di kepala” tetapi untuk mengetahui lebih mendalam dan sepenuhnya Allah yang sudah melibatkan Saudara di dalam rencana keselamatan. Saudara adalah bagian dari kisah-Nya sekarang! 

2. Berdoa Allah dan menunggu untuk mendengar juga dari Allah

Doa adalah cara yang sederhana untuk berbicara dengan Allah — dan itu sangat penting. Mungkin cara ini terlihat seperti berbicara satu arah, tetapi tidak seperti itu. Doa melibatkan pembicaraan dengan Allah dan mendengar suara-Nya kembali— karena Dia berbicara melalui Firman-Nya, melalui para pelayan-Nya, dan melalui suara Roh Kudus yang lembut dan tenang. Melalui doa kita mengucap syukur kepada Allah atas segala kebaikan-Nya pada kita, mengakui dosa-dosa kita, memuji Dia karena siapa Dia, dan memohon kepada-Nya. Doa yang teratur membuat hubungan kita bertumbuh di Allah dan mendewasakan iman kita. Alkitab berkata kita seharusnya mendoakan segalanya, dan berdoa “tiada henti.” Sesungguhnya, tidak ada hal yang terlalu kecil untuk dibawa kepada Allah melalui doa. Dia adalah Allah dari segala kehidupan.

  • Milikilah kebiasaan memberikan waktu bersama Allah setiap hari. Belajar untuk mendengar serta berbicara. Sebagian orang menyebut waktu bersama dengan Allah adalah “saat teduh”, tetapi itu bukan berarti tidak bersuara sama sekali. Saudara boleh berdoa dengan suara keras, menyanyikan pujian, atau membaca doa dari kitab suci dengan suara keras saat ini. Hal terpenting adalah mengatur waktu untuk Allah tanpa kompromi, meskipun hanya beberapa menit setiap hari, pagi atau malam, dan fokus kepada-Nya tanpa gangguan.
  • Buatlah catatan doa harian. Mencatat doa-doa Saudara dapat menolong Saudara melihat bagaimana Allah sudah menuntunmu, dan memuji Dia karena kesetiaan-Nya dalam memberi tidak hanya yang saudara minta kepada-Nya tetapi apa yang sungguh-sungguh saudara butuhkan. Pastikan saudara membagikan kesaksian kepada orang lain atas setiap doa-doamu yang sudah dijawab. Kesetiaan Allah kepada Saudara dapat digunakan untuk membangun iman orang lain juga!
  • Pelajari apa yang Yesus ajarkan tentang doa dalam Contoh Doa di akhir pelajaran ini. Ketika murid-murid Yesus berkata, “Tuhan, ajarkanlah kami berdoa,” inilah jawaban yang Yesus berikan. Banyak orang mengucapkan doa dengan cara luar kepala atau sebagai rutinitas saja — hampir tidak merenungkan arti dari kata-kata di dalam doa itu. Pada saat Saudara mempelajari doa ini, perhatikanlah setiap bagiannya, dan apa yang dikatakannya tentang Tuhan yang selalu memelihara dan memperhatikan Saudara.
  • Latihlah diri Saudara untuk terus menjaga percakapan dengan Allah sepanjang hari. Ada yang menyebutnya “berlatih merasakan kehadiran” Allah. Ingatkan diri saudara bahwa Allah ada bersama dengan Saudara sepanjang hari, setiap hari — dan Saudara bebas berbicara dengan-Nya tentang apa saja dan kapan saja. 

3. Bersekutu dengan sesama orang-orang percaya

Seperti yang sudah kita pelajari, ketika seseorang datang kepada Kristus, dia menjadi bagian dari Tubuh-Nya yaitu gereja. Sama seperti tubuh fisik, setiap anggota tubuh rohani memiliki fungsi yang khusus dan identitas yang istimewa. Sama seperti jari tidak dapat menjalankan fungsinya jika terlepas dari tangan, jadi seorang Kristen tidak akan pernah sepenuhnya tahu dan mengalami identitasnya kalau hubungannya terpisah dari tubuh gereja lokal. Bersekutu sangat penting untuk pertumbuhan Kristen, dan kita diperingatkan untuk tidak meninggalkannya (Ibrani 10:24-25). Dalam komunitas atau persekutuan dengan orang-orang percaya lainnya, kita belajar hal-hal tentang Tuhan dan diri kita sendiri yang mungkin tidak dipelajari dengan cara lain. 

  • Ketika Saudara memulai perjalanan iman Saudara, carilah sebuah gereja terdekat yang dengan jelas mengajarkan: (a) Iman dalam Kristus sebagai cara untuk mengenal Allah dan menerima hidup yang selama-lamanya, dan (b) Alkitab sebagai Firman Allah.
  • Cari tahu bagaimana Saudara dapat melayani Tubuh melalui gereja setempat sehingga Allah dapat menggunakan Saudara dan Saudara dapat bertumbuh.
  • Tetap setia kepada gereja setempat.  Tidak hanya Saudara yang membutuhkan gereja­— gereja juga membutuhkan Saudara!

4. Membagikan iman Saudara dengan orang lain

Ketika sebuah pohon yang diciptakan untuk menghasilkan buah berhenti berbuah, ketidakmampuannya untuk berbuah adalah petunjuk yang kuat bahwa pohon tersebut tidak sehat. Sama seperti pohon yang sehat yang menghasilkan buah, seorang Kristen yang sehat menghasilkan buah dengan cara membagikan ajaran-ajaran benar yang memberi kehidupan kepada orang lain. Kehidupan yang sudah diberikan Allah kepada Saudara akhirnya akan tersendat kalau Saudara menyimpannya untuk diri sendiri dan tidak pernah membicarakannya kepada orang lain. Kalau Saudara meneruskan apa yang sudah Allah berikan, maka Dia akan menyegarkan Saudara kembali. Membagikan iman  Saudara merupakan bagian yang sangat penting dalam kehidupan orang Kristen— bukan karena rasa bersalah— tetapi karena sukacita dan kegairahan atas kebaikan-Nya yang menyelamatkan Saudara. 

  • Mintalah supaya Allah menolong Saudara membuat daftar orang-orang yang Dia pilih sebagai tempat bagi Saudara untuk membagikan iman Saudara. Mulailah berdoa sekarang untuk waktu yang tepat melakukannya di setiap keadaan.
  • Carilah kesempatan setiap hari untuk berbagi. Tanyalah kepada Tuhan, “Apakah Engkau sudah mempersiapkan orang ini untuk mendengar apa yang harus saya bagikan?” Bersedialah mengambil risiko. Hasilnya bisa lebih menakjubkan dari yang Saudara tahu.
  • Biasakanlah diri Saudara memahami bagian Mengenal Tuhan dari pelajaran ini, sehingga Saudara siap dan tenang untuk membagikan kisah tentang pengharapan yang sudah ada di dalam diri Saudara dan pasti akan disaksikan oleh orang lain (1 Petrus 3:15). 
  • Berlatihlah membagikan perjalanan iman Saudara melalui percakapan yang sederhana dan sopan. Saudara tidak pernah tahu kapan Allah akan memberikan kesempatan kepada Saudara untuk bercerita! 

5. Belajar percaya dan taat dengan cara bergantung kepada Allah

Sebelumnya sudah disampaikan bahwa semua pengetahuan sejati adalah hasil dari ketaatan; sedangkan yang lainnya hanya informasi. Kalau Saudara sungguh-sungguh mau mengenal dan mengalami Allah, maka saudara harus percaya dan taat kepada-Nya — mengandalkan Roh Kudus yang sudah Saudara terima dari Allah. Ketaatan bagi orang Kristen bukan suatu pilihan. Meskipun dosa-dosa kita sudah diampuni, kita tidak boleh dengan sengaja terus berbuat dosa karena menganggap kebaikan hati Allah membebaskan kita dari hukuman. Kita bisa pastikan bahwa Allah tidak akan memberikan pencerahan dan pengertian yang lebih banyak sampai kita setia dengan kebaikan hati-Nya yang sudah diberikan kepada kita. 

Pada saat kita percaya dan taat kepada Allah, kita diubahkan menjadi semakin sama seperti gambaran-Nya. Inilah yang disebut “pengudusan,” dan ini merupakan hasil dari keselamatan yang dimaksudkan bagi setiap laki-laki dan perempuan. Tujuan Allah adalah bahwa “Kristus akan dibentuk” di dalam diri anak-anak-Nya (Galatia 4:19) — dan proses ini tidak otomatis, tetapi tepatnya sebagai hasil dari apa yang disebut oleh seorang penulis “Ketaatan yang panjang di arah yang sama.”

6. Bagaimana kita bengambil bagian dalam proses pengudusan kita ini?

  • Mempelajari Firman Tuhan. Alkitab adalah sumber utama orang-orang Kristen untuk belajar bagaimana menaati Allah. Kita membacanya dan sekaligus mempelajarinya, serta diubahkan secara supernatural olehnya — karena Alkitab merupakan buku kehidupan yang memiliki kekuatan untuk mengubahkan kita! (1 Timotius 3:16-17).
  • Menggunakan waktu menyendiri dengan Allah. Mintalah kepada-Nya untuk menunjukkan bagian apapun yang ada di dalam diri Saudara yang tidak taat terhadap Firman-Nya. Kalau ada bagian-bagian yang Saudara gumulkan yang kelihatannya terus mengambil hal yang lebih baik dari Saudara, carilah nasihat dari orang Kristen yang lebih tua dan lebih bijaksana dari Saudara, yang bisa berjalan dengan Saudara melewati pergumulan Saudara dan yang bertanggung jawab. 
  • Belajar mendengarkan dan menanggapi Roh Kudus dari waktu ke waktu. Ini adalah sebuah latihan yang tumbuh lebih mudah seiring berjalannya waktu, tetapi Saudara dapat dan harus mulai mengetahui dan menanggapi seorang Pribadi yang Yesus sebut sebagai “Sang Penghibur,” dan Dialah yang dikirim untuk berjalan di sisi kita.
  • Percaya kepada Kristus untuk menyelesaikan apa yang sudah Dia mulai. Dengan cara yang sama, oleh iman, Saudara percaya kepada Kristus untuk keselamatan Saudara, belajar percaya kepada Roh Kudus yang memberikan kekuatan untuk menaati Allah dari waktu ke waktu. Orang-orang benar tidak hanya diselamatkan oleh iman, tetapi juga hidup oleh iman yang menyelamatkan mereka! (Filipi 1:6). 

Mengenal Allah

MENGENAL ALLAH

 

Bagaimana memulai hubungan pribadi dengan Allah?

Pikirkanlah mengenai hal ini… sebuah hubungan pribadi dengan Pencipta alam semesta! Sungguh kesempatan yang luar biasa! Bacalah secara keseluruhan informasi berikut ini supaya Saudara memahami beberapa masalah yang menjadi dasar untuk menetapkan sebuah hubungan pribadi dengan Allah. Ambillah waktu untuk memulai pelajaran ini dan minta Allah untuk memberikan pengertian kepada Saudara. 

Perhatikan kebenaran-kebenaran ini dan lihat di Alkitab.

Tentang Allah

a.  Dia Kudus. Dia lebih menakjubkan dari apa pun dan dari siapa pun yang pernah Saudara kenal! Dia mutlak benar. (Yesaya 2:2; Mazmur 99:3 dan Wahyu 15:4)

b. Dia adalah kasih. Kasih-Nya sempurna. Dia mengasihi Saudara. Dia mau yang terbaik buat Saudara. (1 Yohanes 4:16; Yohanes 10:10)

c. Dia adalah Pencipta. Allah menciptakan segalanya, termasuk Saudara. Maksudnya adalah Dia tahu apa yang terbaik buat Saudara. Dia juga membuat hukum-hukum (petunjuk-petunjuk hidup) untuk kebaikan Saudara sendiri dan bagi kemuliaan-Nya. (Kolose 1:16; Mazmur 139:13; Mazmur 1:1-3 dan Yosua 1:8) 

Tentang Saudara dan saya

a. Kita semua berdosa. Manusia pertama yang diciptakan adalah Adam. Dia tidak taat kepada Allah dan karena ketidaktaatannya, penyakit menular yang mematikan yaitu dosa masuk ke dalam dunia. Sebagai keturunan Adam, kita semua sudah tertular dengan dosa dan menjadi berdosa terhadap Allah dengan melanggar hukum-hukum-Nya. (Roma 5:12; Roma 3: 23 dan Yesaya 53:6)

b. Dosa harus dihakimi. Karena Allah adalah Kudus dan Benar, Dia tidak dapat menerima atau mengabaikan dosa. Menerima dan mengabaikan dosa akan menyalahi Karakter-Nya dan mencemarkan Sifat-Nya. Hukuman dosa adalah terpisah dengan Allah dan maut. (Roma 2:5-6; Roma 6:23 dan Yesaya 59:2)

c. Kita tidak dapat “menebus” dosa kita dengan menjadi orang yang lebih baik atau melakukan hal-hal yang baik. Dosa apapun yang melawan Allah yang abadi akan menerima akibat-akibat yang abadi juga. Manusia tidak bisa “menyelesaikan” dengan sebuah jawaban/jalan keluar yang dapat  “mendahului” masalah dosa. Hanya Allah yang dapat melakukannya. Jika perlu ulangi pelajaran 21. Kebutuhan manusia yang terbesar bukanlah untuk menjadi lebih baik, tetapi untuk menjadi baru (pelajaran 58). (Roma 8:3-4; 1 Petrus 1:18-19) 

Pemberian Allah

a. Karena Allah sangat mengasihi Saudara. Dia mengutus Anak-Nya, yaitu Yesus Kristus, untuk membayar hukuman atas dosa-dosa Saudara. Yesus mati di kayu salib untuk melepaskan Saudara dari dosa dan akibat-akibatnya. Tetapi kematian tidak dapat mengalahkan Yesus. Dia bangkit dari kubur pada hari yang ketiga. (Roma 5:8 dan Efesus 2:4-6)

b. Melalui kematian dan kebangkitan Yesus, Allah memberikan kita (2 Korintus 5:15)

  • Pengampunan — Tidak ada lagi penghalang antara Saudara dan Allah. (Kisah Para Rasul 13:38; Efesus 1:17)
  • Hidup Baru dan sebuah awal yang baru — Melalui Roh Kudus, Dia memberikan Hidup-Nya sendiri. Dia akan memimpin Saudara masuk ke dalam kebenaran dan memberikan Saudara kuasa atas dosa. (Yohanes 3:3-8; 2 Korintus 5:17; Yohanes 16:3 dan Galatia 5:16) 
  • Tujuan — Allah memiliki rencana buat hidup Saudara, dan Dia mau Saudara memiliki masa depan. (Efesus 2:10)
  • Hidup Selama-lamanya — Saudara akan hidup dengan Allah selama-lamanya. (Yohanes:3:16)
  • Saudara mendapatkan lebih dari apa yang bisa Saudara bayangkan! (1 Korintus 2:9)

Keputusan Saudara

  1. Keselamatan adalah sebuah hadiah. Apa yang Allah tawarkan kepada Saudara melalui Yesus adalah sebuah hadiah. Walaupun gratis, hadiah itu cukup mahal untuk diperoleh. Allah sudah membayarnya lebih dari apa yang bisa kita mengerti. Dia memberikan Anak-Nya sendiri. (Efesus 2:8; Romans 6:23 dan 2 Korintus 9:15)
  2. Sebuah hadiah belum menjadi milik Saudara sebelum Saudara menerimanya. Saudara tidak bisa mendapatkan sebuah hadiah dan hal itu tidak bisa dipaksakan bagi Saudara. Hadiah itu tidak menjadi milik Saudara sebelum memilih untuk menerimanya. Saudara menerima hadiah ini dari Allah dengan cara percaya kepada-Nya melalui iman. Saudara dapat memulai hubungan pribadi dengan Allah melalui doa singkat sebagai berikut. (Yohanes 1:12; Yohanes 5:24 dan Roma 10:8-9)

“Ya Allah, Saya sudah terpisah dengan Engkau oleh karena dosa-dosa saya. Saya berterima kasih kepada-Mu Yesus yang mati karena membebaskan saya dari hukuman dan kuasa dosa. Saya siap memberikan hidup saya untuk Engkau kendalikan. Ampuni saya, penuhi saya dengan Roh Kudus-Mu, dan jadikan saya menjadi seperti yang Engkau kehendaki. Dalam nama Yesus, Amin.”

Klik di sini kalau (a) Saudara sudah berdoa seperti doa di atas dan mau ditolong untuk mengetahui apa yang akan dilakukan selanjutnya (b) Saudara tidak siap berdoa seperti doa di atas, tetapi mau belajar lebih banyak lagi atau (c) Saudara memiliki pertanyaan mengenai hubungan sSaudara dengan Allah. Kami dengan senang hati bisa menghubungi Saudara melalui email yang nyaman untuk berkomunikasi.

Berikut ini adalah hal-hal penting yang Saudara butuhkan mengenai hidup baru Saudara di dalam Kristus!

  1. Karena Saudara sudah percaya dan mengaku, Saudara diselamatkan! (Roma 10:9-10)
  2. Hal-hal menakjubkan yang sudah terjadi kepada Saudara:
    1. Saudara sudah dilahirkan kembali: artinya Saudara adalah seorang ciptaan baru di dalam Kristus! (1 Petrus 1:23; 2 Korintus 5:17)
    2. Roh Kudus Allah sekarang tinggal di dalam diri Saudara selama-lamanya sehingga Saudara bisa memiliki hubungan pribadi dengan-Nya dan Dia memberikan kekuatan kepada Saudara untuk mengikuti Dia sebagai Tuhan saudara! (1 Korintus 3:16; Roma 8:10-11; 1 Korintus 6:17)
  3. Para malaikat Surga bersukacita karena keputusan yang sudah Saudara buat dan kami juga turut bersukacita dengan mereka (Lukas 5:10)
  4. Karena Saudara tidak melakukan usaha apapun supaya selamat (keselamatan adalah sebuah hadiah dari Allah), dan sekarang tidak ada juga yang bisa Saudara perbuat untuk melepaskan keselamatan itu. (Efesus 2:8-10; Yohanes 10:28)
    1. Saudara dimateraikan dengan Roh Kudus dan keselamatan Saudara terjamin untuk selama-lamanya. (Efesus 1:13-14; Efesus 4:30; 2 Korintus 1:21)
    2. Roh Kudus dari Allah sekarang akan meyakinkan roh Saudara bahwa Saudara adalah anak-Nya dan Saudara akan bersama dengan Dia selama-lamanya. (Roma 8:16-17)  
  • Sangat penting bagi saudara untuk bertumbuh di dalam hubungan dengan Yesus Kristus. Pertumbuhan hubungan itu datang dengan cara berbicara kepada Allah  terus-menerus dan membaca Firman-Nya di dalam Alkitab setiap hari.  Bertemu dengan orang-orang Kristen lainnya untuk bersekutu, menyembah Allah, saling  menguatkan dengan penuh tanggung jawab, belajar dalam kelompok penyelidikan Alkitab dan melayani. Bertemu bersama dengan orang-orang Kristen yang lain seperti ini disebut gereja. Saudara perlu mencari dan datang ke gereja yang percaya dan mengajarkan Alkitab.
  • Penting bagi Saudara sekarang bersukacita dengan orang lain, baik orang-orang Kristen dan orang-orang bukan kristen, karena keputusan yang Saudara buat. Di dalam 24 jam ke depan, cobalah untuk menceritakan setidaknya kepada 5 orang mengenai hubungan Saudara dengan Yesus Kristus.

Akhirnya, ada hal-hal dasar yang perlu Saudara lakukan untuk bertumbuh di dalam hubungan dengan Allah. Untuk belajar lebih banyak, Kunjungi bagian pelajaran BERTUMBUH di dalam Allah.

 

 

 

 

Kekuatiran

KEKUATIRAN

Penulis: Jaya Waruwu

Matius 6:25-34 Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI)

25“Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir tentang apa saja yang kamu butuhkan dalam hidupmu, seperti makanan dan minuman. Dan janganlah juga kuatir tentang apa saja yang kamu butuhkan untuk tubuhmu, seperti pakaian. Karena pastilah ada hal-hal dalam hidupmu yang lebih penting daripada makanan dan pakaian.
26 Perhatikanlah burung-burung. Mereka tidak perlu menabur atau menuai, dan mereka tidak perlu menyimpan makanan di gudang. Bapamu yang di surga menyediakan makanan bagi burung-burung itu. Jadi ketahuilah: Kamu jauh lebih berharga di mata Bapamu dari pada burung.
27 Dan dengan kekuatiran kamu tidak sanggup menambah sedetik pun pada umurmu. Jadi tidak usah kuatir!
28 “Misalnya tentang pakaian, kenapa kamu kuatir? Perhatikanlah tumbuhan liar yang tidak perlu kerja keras untuk membuat pakaian bagi dirinya sendiri. Karena Allah menjadikan tumbuhan itu untuk menghasilkan bunga yang indah.
29 Aku sungguh-sungguh berkata kepadamu: Raja Salomo— walaupun dia sangat kaya, tidak memakai pakaian seindah dari salah satu bunga-bunga itu.
30 Kalau Allah memberi keindahan yang seperti itu kepada tumbuhan liar, padahal tumbuhan itu hanya hidup dalam waktu yang singkat saja, kemudian layu dan dibuang ke dalam api, maka yakinlah bahwa Dia pasti lebih memperhatikan kamu daripada tumbuhan itu. Dan Dia juga akan menyediakan pakaian bagimu— hai kamu yang kurang percaya kepada Allah!
31 “Jadi tidak usah kuatir seperti itu dan berkata, ‘Apakah yang akan saya makan?’ Atau ‘Apakah yang akan saya minum?’ Atau ‘Apakah yang akan saya pakai?’
32 Semua hal itu selalu dikuatirkan oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah. Padahal Bapamu yang di surga sudah tahu bahwa kamu membutuhkan semuanya itu.
33 Tetapi hal yang harus kamu utamakan adalah hidup dengan cara yang pantas dan benar sebagai warga kerajaan Allah, dan semua hal yang kamu butuhkan akan diberikan juga kepadamu.
34 Jadi, tidak usah kuatir akan hari esok. Karena tiap-tiap hari mempunyai pergumulannya sendiri. Cukuplah jalani pergumulan hari ini. Jangan tambah lagi dengan pergumulan hari yang akan datang.”*

Apa itu Kuatir?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata khawatir/kuatir adalah perasaan gelisah, takut, atau cemas terhadap sesuatu hal yang belum pasti.** Kuatir juga merupakan suatu rangkaian pandangan negatif yang tidak terkendali dan berpusat pada masalah dengan akibat mendatangkan kekacauan.*** Kuatir memiliki beberapa ciri penting yang perlu diketahui oleh setiap kita antara lain: Pertama, kuatir berkaitan dengan masa depan. Artinya kita merasa  seperti sedang menguatirkan masa lalu, tetapi umumnya dalam hal ini menguatirkan konsekuensi masa depan dari peristiwa masa lalu. Kedua, kuatir adalah sebuah permainan tunggal. Artinya kita kuatir seorang diri dan kebanyakan orang di sekitar kita tidak saling berbagi perhatian yang sama dengan kita tentang masa depan. Ketiga, kuatir membuat kita takut dan gelisah. Artinya kuatir menghabiskan jumlah besar energi emosional kita dan membuat kita kelelahan. Keempat, kuatir merupakan suatu sikap pesimistis yang tidak berpengharapan.

Sebagian orang sangat mudah mengucapkan kalimat “Jangan kuatir,” tetapi mungkin sulit untuk melakukannya. Sebenarnya  kalimat tersebut menggambarkan seluruh keinginan kita yang sebenarnya. Tetapi bagaimana kita mengurangi rasa kuatir tersebut? Dan bagaimana kita menghidupkan rasa damai sejahtera tentang masa depan kita untuk mengganti  keresahan yang sering menghampiri hidup setiap kita?

Apa kata Alkitab tentang “Kuatir”?

Bagian Alkitab yang dibahas kali ini tidak terlepas dari ajaran Yesus di atas bukit, di mana ayat 25 merupakan fokus dari pembahasan mengenai kekuatiran. Fokus pada pembahasan ini di ayat yang ke 25

25 Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir tentang apa saja yang kamu butuhkan dalam hidupmu, seperti makanan dan minuman. Dan janganlah juga kuatir tentang apa saja yang kamu butuhkan untuk tubuhmu, seperti pakaian. Karena pastilah ada hal-hal dalam hidupmu yang lebih penting daripada makanan dan pakaian.

Pasal 6:25-34 masih berkaitan erat dengan pasal sebelumnya yaitu pasal 6:19-24. Keduanya sama-sama membahas tentang materi— yaitu uang atau istilah lain Mamon. Di awal kalimat ayat 25 “Oleh karena itu” menyiratkan bahwa  pasal 6:25-34 merupakan kelanjutan dari ayat sebelumnya, yaitu ajaran mengenai hal yang harus dilakukan sesudah mengetahui contoh yang diberikan Yesus di ayat 24 atau, lebih tepat,  dari pasal 6:24. Maksudnya adalah orang yang mendedikasikan hidup hanya kepada Allah saja– bukan sekaligus kepada uang atau mamon, pasti tidak akan membiarkan dirinya dikuasai oleh kekuatiran. Bagi dia yang paling penting adalah Allah, bukan materi. Dia tidak akan memusingkan dirinya terhadap sesuatu yang tidak terlalu penting. Apa yang diajarkan di pasal 6:25-34 tentu saja tidak bisa diartikan bahwa kita tidak perlu memikirkan kebutuhan sehari-hari. Perlu diketahui bahwa memikirkan sesuatu berbeda dengan menguatirkan sesuatu. Kuatir berarti menaruh perhatian yang berlebihan pada sesuatu sampai orang tersebut gagal menaruh keyakinan dan pengharapan yang sepantasnya hanya pada Allah saja.

Teks ini juga tidak melarang kita untuk bekerja keras bagi kebutuhan kita atau mempersiapkan masa depan. Allah seringkali memenuhi kebutuhan melalui kerja keras dan perencanaan hidup yang baik. Kita tidak boleh menyelubungi kemalasan dalam bekerja dan merencanakan hidup dengan jargon-jargon rohani seperti “berserah penuh pada Allah” atau “tenang dalam pemeliharaan Tuhan”. Pemikiran logis membantu kita untuk memahami bahwa ada hal-hal lain yang lebih penting daripada makanan-minuman dan pakaian (ayat 25). Manusia makan supaya bertahan hidup. Bukan hidup untuk makan. Jadi, kehidupan lebih penting daripada makanan. Manusia berpakaian untuk menutupi tubuhnya. Bukan tubuh untuk pakaian. Jadi, tubuh lebih penting daripada pakaian. Sarana tidak pernah menjadi lebih penting daripada tujuan.

Menguatirkan makanan, minuman dan pakaian merupakan tindakan yang masuk akal. Jika hidup dan tubuh kita saja yang lebih penting dan berada di luar kendali kita yang telah dipercayakan Allah kepada kita, masakan Allah tidak mampu menyediakan apa yang dibutuhkan oleh hidup dan tubuh kita? Pemikiran logis juga menolong kita untuk memahami bahwa manusia lebih penting daripada makhluk lain (ayat 26, 28-30). Bangsa Yahudi sangat menyadari keunikan manusia sebagai gambar Allah (Kej 1:26-27) dan mahkota ciptaan (Mzm 8:3-8).

Apa yang dipikirkan terus-menerus oleh seseorang menyiratkan betapa pentingnya hal itu bagi dia. Orang yang memandang harta sebagai yang terpenting dalam kehidupan pasti akan menjadikan harta sebagai fokus hidup. Sukacitanya ditentukan oleh jumlah hartanya. Tatkala apa yang dianggap penting sedang terancam hilang atau berkurang, orang itu pasti akan menguatirkannya sedemikian rupa. Berbeda dengan mereka yang beriman pada Bapa di surga. Mereka meyakini bahwa Bapa yang baik pasti sudah mengetahui apa pun yang mereka perlukan. Menguatirkan makanan dan pakaian sama saja dengan meragukan perhatian dan pemeliharaan-Nya dalam kehidupan kita. Jikalau makanan dan pakaian tidak lagi menjadi fokus kehidupan kita, kita pasti akan dimampukan untuk memiliki fokus yang benar. Hal yang perlu untuk dilakukan adalah menjalani kehidupan setiap hari dengan penuh iman dan ucapan syukur serta bersandar pada Allah saja.

Secara alkitabiah, tidak salah jika kita mencoba untuk hidup lebih realistis dalam menghadapi masalah. Mengabaikan suatu bahaya merupakan tindakan yang salah dan bodoh. Namun jugalah salah jika kita kita hidup dalam kekuatiran. Untuk kekuatiran semacam ini kita harus menyerahkannya kepada Tuhan, karena hanya Dia yang dapat melepaskan kita dari tekanan-tekanan seperti itu. Dia juga membebaskan kita untuk hidup lebih realistis tanpa rasa kuatir karena Dia sanggup memenuhi kebutuhan umat-Nya. Menurut DR Garry R Collins seorang Psikolog dari Kanada, dalam bukunya Christian Counselling) Ada beberapa saran umum yang dapat mengurangi ketakutan, kekuatiran dan kecemasan Anda:

  • DOSA DALAM HIDUPMU→Terkadang ketakutan dan kecemasan merupakan hasil dari dosa dan kesalahan kita. Jika kita melakukan suatu dosa akan timbul kecemasan dan ketakutan, hal ini dimungkinkan, karena Tuhan menginginkan perhatian kita. Tindakan yang harus dilakukan dalam menghadapi situasi seperti ini adalah bertobat dan mencari pengampunan-Nya.
  • TIDUR→Normalnya manusia membutuhkan waktu 7-8 jam untuk tidur setiap harinya. Kurang tidur dapat meningkatkan kecemasan. Istirahatlah yang cukup. Jika Anda menghadapi kendala ini, Anda dapat mencari pertolongan-Nya melalui doa atau bahkan mencari bantuan seorang psikolog.
  • BERSIKAP LEBIH REALISTIS→Banyak orang kuatir dan cemas akan hal-hal yang tak pernah terjadi terhadap mereka. Bersantailah. Pusatkan pikiran Anda pada kegiatan Anda pada hari itu. Nikmati hidup Anda.
  • DENGARKANLAH→Musik yang lembut dan santai, ada banyak musik-musik kristen yang cukup lembut (seperti lagu penyembahan) yang dapat membantu Anda untuk lebih dekat dengan Tuhan. Jika mungkin dengarkanlah kaset-kaset khotbah dari pembicara yang menjadi favorit.
  • KESENANGAN→Lakukanlah sesuatu yang Anda rasa dapat Anda nikmati. Adalah baik untuk mengambil waktu sejenak untuk rekreasi, tinggalkan rasa khawatir Anda dan bergembiralah.
  • BERBICARA→Jangan simpan kecemasan Anda, adalah baik jika Anda meringankan beban Anda dengan berbagi (sharing) dengan orang-orang yang dapat Anda percayai dan kenal seperti sahabat, keluarga, pendeta atau konselor. Jika hal ini benar-benar mengganggu Anda, jadwalkanlah waktu yang tetap setiap minggu untuk sharing dengan seseorang yang Anda percaya.
  • BERTINDAK→Ambil tindakan yang praktis, untuk menghindari hal-hal yang dapat membahayakan Anda, jangan paksakan diri, karena hal ini hanya akan meningkatkan kecemasan Anda.
  • OLAHRAGA→Studi kesehatan menunjukkan bahwa dengan berolahraga dapat menurunkan tingkat kecemasan kita. Jika Anda cukup sehat cobalah untuk berolahraga, seperti berjalan santai, lari, berenang atau olahraga lainnya yang dapat Anda lakukan.
  • PERTOLONGAN PROFESIONAL→Ada banyak organisasi yang bersedia untuk menolong orang yang sering terserang kecemasan termasuk Midwest Center for Stress and Anxiety (stresscenter.com). Anda dapat mencari informasi juga melalui internet dengan menggunakan kata kunci: anxiety, panic attacks, agrophobia. Anda juga harus mampu mencari pertolongan di sekitar daerah Anda dengan mencoba berkonsultasi dengan dokter atau Pendeta atau Romo dan gembala gereja Anda****

Apa kata Alkitab tentang kekuatiran?

Hadapilah kekuatiran itu, setiap hari kita menjalani kehidupan dengan percaya. Percaya bukan sekadar suatu pilihan aktivitas yang boleh dilakukan, boleh juga tidak. Satu-satunya pilihan nyata adalah sasaran keyakinan kita, dan sasaran keyakinan kita itu menentukan apakah kita akan berjuang melawan kuatir atau tidak. Inti dari semuanya itu adalah bahwa kita belajar hidup dengan percaya. Belajar hidup dengan percaya merupakan langkah alkitabiah pertama untuk menyingkirkan kekuatiran dari hidup kita. Dalam Ibrani 11:6  dalam Terjemahan Sederhana Indonesia (TSI) Jelaslah bahwa tanpa percaya penuh, kita tidak mungkin menyenangkan hati-Nya. Karena setiap orang yang mau datang kepada-Nya harus percaya bahwa Allah itu benar-benar ada dan bahwa Dia memberkati setiap orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” Percaya merupakan minyak dalam mesin kehidupan. Percaya bukanlah suatu kekuatan gaib yang tiba-tiba menghinggapi diri kita. Memahami peranan percaya dalam kehidupan adalah suatu hal yang sangat penting. Mengenali apakah sebenarnya kekuatiran itu, adalah hal lain yang tak kalah pentingnya. Yesus berkata “Jadi, tidak usah kuatir akan hari esok. Karena tiap-tiap hari mempunyai pergumulannya sendiri. Cukuplah jalani pergumulan hari ini. Jangan tambah lagi dengan pergumulan hari yang akan datang.” (Matius 6:34 TSI). Yesus dengan tegas menyatakan bahwa kuatir merupakan sesuatu hal yang paling buruk. Ada beberapa alasan mengapa Yesus berkata demikian tentang kekuatiran. Yang pertama adalah Dia sudah berjanji akan   memenuhi keperluan dan kebutuhan kita (Filipi 4:19). Kedua kuatir adalah sama dengan meragukan kemahakuasaan Allah. Allah telah berjanji turut bekerja dalam segala sesuatu untuk menghasilkan kebaikan (Roma 8:28 TSI). Ketiga kuatir sama dengan meragukan ketulusan Allah. Allah telah berjanji bahwa Dia tidak akan meninggalkan kita (Ibrani 13:5-6 TSI). 

Bagaimana mengatasi kekuatiran? 

Percaya dan berserah kepada Tuhan. Ungkapan ini dipergunakan empat kali dalam injil Matius sebagai dorongan pertumbuhan maupun teguran— yaitu jangan menjadi orang yang kurang percaya, atau juga bisa disebut jangan menjadi kuatir dan gelisah. Bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah hidup dalam kekuatiran karena mereka tidak mengenal Allah di surga. Saya bercerita sedikit tentang pengalaman hidup saya. Waktu saya mau menikah pada bulan Februari 2018 saya dan calon istri menghadapi kekuatiran yang besar, karena saat itu kami berdua belum cukup dana untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk pernikahan tersebut dan kami berdua mengalami masalah keuangan yang belum cukup untuk biaya pernikahan tersebut. Kami berdua terus bergumul dan berdoa dan saya ingat firman Tuhan waktu itu bahwa Janganlah kuatir tentang apa saja yang kamu butuhkan dalam hidupmu Perhatikanlah burung-burung. Mereka tidak perlu menabur atau menuai, dan mereka tidak perlu menyimpan makanan di gudang. Dari firman Tuhan ini mengingatkan kami berdua bahwa kami selalu mengucap syukur apa pun keadaan kami berdua dan juga kami terus berdoa dan kami berserah hanya kepada Allah saja.  Orang-orang yang tidak mengenal Allah mereka, mengejar materi karena kekuatiran mereka. Tuhan Yesus menghendaki kita supaya kita mendahulukan mencari kerajaan-Nya dan kebenaran-Nya. Bagaimana seharusnya sikap kita dan yang harus kita lakukan ketika ada masalah, kesulitan, tantangan, padahal Yesus melarang kita kuatir?. Rumus sederhana yang perlu kita miliki yaitu tetap 3B: Tetap berserah (1 Petrus 5:7). Menyerahkan setiap pergumulan dan masalah kita kepada Tuhan dan percaya bahwa Dia sanggup menolong kita tepat pada waktunya. Tetap berdoa (Filipi 4:6). Firman Tuhan menjanjikan apabila kita minta, maka kita akan mendapatkan, jadi yang Tuhan inginkan adalah tetap berdoa dan hanya menantikan pertolongan dari Tuhan saja. Tetap bersyukur (1 Tesalonika 5:18). Kehendak Tuhan adalah tetap mengucap syukur apapun keadaannya, jadi bukan hanya dalam keadaan baik-baik saja kita mengucap syukur, tetapi justru dalam kelemahan, dalam masalah, dalam tekanan kita dituntut untuk tetap mengucap syukur. 

 

Catatan Kaki:

*Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI)
** https://kbbi.web.id/khawatir

***James R. Beck dan David T. Moore, Kuatir
**** https://christiananswers.net/indonesian/q-eden/anxiety-i.html 

 

Apakah Al-Handphone?

Penulis: Phil Fields

Saya mendengar dari seorang teman bahwa pendetanya baru-baru ini berkhotbah dengan berapi-api dan sangat tegas mengatakan bahwa jemaatnya tidak boleh menggunakan HP sebagai Alkitab. Alasannya bahwa menggunakan Alkitab berbentuk buku adalah sebagian dari kesaksian kita dan juga generasi muda jangan sampai tidak dididik untuk menggunakan buku Alkitab. Bahayanya adalah lima puluh tahun ke depan, generasi muda orang percaya tidak akan tahu caranya mendapat kitab dalam buku Alkitab. Dan ada bahaya bahwa Alkitab bentuk buku akan hilang dan tidak lagi dijual. Dia memberi nama ejekan untuk penggunaan aplikasi Alkitab sebagai ‘Al-Handphone’.

Saya sebagai penerbit aplikasi Alkitab secara digital ingin membalas dan membahas kepada pendeta yang saya belum kenal itu. Memang, saya sebagai orang yang berusia 68 tahun juga mendapat banyak hal di mana saya sering mengkritik dan mengeluh tentang status dunia sekarang dan generasi muda, tetapi penggunaan Alkitab tidak termasuk ke dalam hal-hal itu.

Kita sedang hidup dalam zaman di mana terjadi “the biggest communication shift that has been seen in the last 500 years.” Maksudnya, perubahan-perubahan paradigma komunikasi yang sedang terjadi dalam kebudayaan di dunia saat ini adalah yang paling besar sejak permulaan penggunaan mesin cetak. (Yaitu—since the creation of the printing press.) Revolusi mesin cetak (yang juga disebut Revolusi Gutenberg) mulai dari penerbitan buku yang pertama pada tahun 1455— yaitu Gutenberg Bible. Hanya sekitar 180 eksemplar dibuat dalam edisi pertama itu. Kebanyakan dari 180 itu dicetak pada kertas. Tetapi ada beberapa yang dicetak pada velum (bahan yang tahan lama karena dibuat dari kulit kambing dan sapi muda). Mesin cetak itu bisa menghasilkan sebanyak 240 halaman per jam. Dan untuk mengoperasikan mesin itu, perlu tenaga beberapa orang.

 

 

 

Mohon perhatikan hal ini: Sebelum Revolusi Gutenberg, pada umumnya para pengikut Kristus Yesus tidak memiliki Alkitab secara pribadi. Salinan kitab-kitab Firman Tuhan dibuat dengan pekerjaan tangan saja, dengan memakai tinta yang dituliskan ke atas kertas atau velum dengan quill pen (pena yang dibuat dari bulu bebek).*  Hanya kalangan raja atau orang yang paling kaya yang bisa memiliki beberapa kitab dari Alkitab itu secara pribadi. Orang awam harus ke gereja untuk bisa mendengar Firman TUHAN. Saya menulis ‘mendengar’, karena kebanyakan masyarakat masih buta huruf. Jadi, untuk kebanyakan orang percaya zaman sebelum tahun 1500, harapan mereka hanyalah untuk mengingat sebanyak mungkin dari Firman TUHAN yang terdengar di jemaatnya.

Rasul Paulus tidak menyuruh para jemaat pertama bahwa mereka harus membaca suratnya dengan memakai buku bentuk gulungan saja. Dan Martin Luther pun tidak menyuruh supaya Firman TUHAN harus tetap dibaca dari buku yang dikerjakan melalui tangan manusia. Martin Luther pasti senang menerima zaman baru di mana Firman TUHAN bisa dicetak dengan mesin, sebagaimana 300.000 traktat-traktatnya dan Ke-95 Tesisnya dicetak dengan mesin model Gutenberg pada tahun 1522-1523.

Saya sudah berbicara tentang Revolusi Komunikasi yang sedang terjadi dalam masa sekarang dengan penerbit Andi Offset— yaitu perusahan yang menerbitkan PB TSI. Mereka memang melihat ke depan bahwa penerbitan buku-buku secara digital akan membuat buku fisik tidak terjual seperti sebelum revolusi tersebut. Pastilah toko-toko buku di Indonesia akan semakin berkurang. Tetapi mereka merasa bahwa buku-buku tetap akan dijual dan masih akan digunakan sebagai referensi banyak orang yang suka membaca. Buku-buku fisik masih akan digunakan dalam sekolah dan universitas. Dan memang benar: Lebih enak membaca buku daripada membaca layar HP, tablet ataupun komputer. Bisa menulis dan membuat catatan pribadi dalam buku fisik, sedangkan untuk melakukan itu dengan buku digital, tidaklah gampang dan memerlukan aplikasi baca yang khusus.

Kebetulan teman saya yang melarang untuk membaca Alkitab di layar Handphone adalah murid Isa Al-Masih. Berarti latar belakangnya sebagai penganut agama Islam. Teman itu mengingatkan saya bahwa orang-orang Muslim dididik untuk sangat menghormati Al Quran. Al-Quran tidak boleh ditaruh di bawah buku lain. Kalau terjadi sebuah insiden Al-Quran terjatuh, ketika diangkat harus mencium Al-Quran itu sambil berkata, “HADZA KALAMU ROBBI (Ini adalah firman Tuhanku).” Karena itu dia merasa bahwa cara menghormati buku Alkitab adalah suatu sifat positif yang bisa diajarkan oleh murid-murid Isa Al-Masih kepada orang-orang percaya dari latar belakang Kristen.

Saya setuju dengan itu! Saya mengeluh juga bahwa Alkitab tidak diberi kehormatan yang sepatutnya sebagai Firman TUHAN. Memang benar bahwa caranya umat Kristen memperlakukan Alkitab mereka sudah menjadi kesaksian yang negatif kepada para penganut agama mayoritas di negara ini! Tetapi harus juga diingat bahwa kita tidak menyembah Alkitab. Jangan sampai Alkitab menjadi seperti patung berhala. Itulah sebabnya semua pengikut Isa Al-Masih tidak dianjurkan untuk membaca Alkitab dalam bahasa sumber yang tidak dimengerti. Kita dianjurkan untuk mengerti Firman TUHAN, mempercayainya dengan sepenuh hati serta menghidupinya. Hal itu didukung oleh Mazmur 119:11 yang mengatakan,

Mzm. 119:11 (MILT) Aku telah menyimpan firman-Mu** dalam hatiku supaya aku tidak berbuat dosa melawan Engkau.

Menghafal Firman TUHAN lebih menunjukkan kehormatan kita kepadanya daripada pilihan buku atau gadget yang kita pakai untuk membacanya. Begitu juga Paulus mendorong kita,

Kolose 3:16 (TSI) Biarlah ajaran tentang Kristus terus memimpin dan bertumbuh dengan subur di dalam hatimu, supaya kalian saling mengajar dan menasihati dengan bijaksana. Salah satu cara untuk melakukan hal itu adalah nyanyikanlah nyanyian yang berdasarkan

Kitab Mazmur, dan lagu pujian lain, serta lagu yang diberikan oleh Roh Allah. Biarlah hatimu selalu dipenuhi dengan rasa syukur kepada Allah.

Permulaan ayat ini menarik. Paulus menulis: 16 Ὁ λόγος τοῦ χριστοῦ ἐνοικείτω ἐν ὑμῖν πλουσίως

(Hendaklah) firman/perkataan Kristus hidup/bertumbuh/berdiam di dalam kalian (secara) berkelimpahan

Perhatikan persamaan dengan Ibrani 4:12, yang menuliskan, “Firman Allah sungguh hidup dan berkuasa.” Berarti kalau Firman tentang Kristus itu disimpan dalam hati kita, tidak seperti benda mati yang tertinggal saja di situ. Firman itu akan digunakan secara aktif oleh Ruh Allah untuk mentransformasikan kita. Itulah sebabnya, saya mendorong supaya kita jangan tinggalkan Firman TUHAN di rumah, tetapi mari kita membawanya ke mana saja kita pergi, supaya kita lebih sering bisa membukanya dan menambahkan kepada apa yang disimpan dalam hati kita.

Kita diberi izin dalam agama Kristen untuk menerjemahkan Firman Tuhan karena salah satu tujuan penting bagi kita adalah untuk memuridkan orang dari setiap suku-bangsa:

Mat. 28:19-20 (TSI) Karena itu, pergilah dan ajarlah orang-orang dari setiap suku-bangsa supaya mereka menjadi murid-Ku. Baptislah mereka sebagai orang yang mengikut Aku, Bapa-Ku, dan Roh Kudus.1 20 Dan ajarlah mereka supaya taat kepada semua yang sudah Ku-ajarkan kepada kalian. Dan yakinlah: Roh-Ku akan selalu menyertai setiap kalian sampai akhir dunia.”

Boleh dikatakan bahwa sejak hari Pentakosta yang pertama— ketika kemampuan khusus berbicara dalam berbagai bahasa diberikan, TUHAN sudah menunjukkan kehendak-Nya bahwa berita keselamatan diterjemahkan. Bagaimana kita dapat memuridkan sampai mengajarkan supaya taat kepada semua yang sudah Penyelamat kita ajarkan kalau tidak bisa menerjemahkan Firman TUHAN ke dalam bahasa-bahasa setempat? Kalau Saudara pembaca ingin menunjukkan hormat untuk Firman TUHAN, salah satu caranya adalah untuk mendoakan dan mendukung organisasi-organisasi yang menerjemahkan Firman-Nya ke dalam bahasa Indonesia maupun bahasa-bahasa daerah.

Saya sebenarnya suka bahwa Al-Quran mempunyai hiasan di pinggir-pinggir halaman. Tetapi karena fokus kita sebagai orang-orang yang menjalani Amanat Agung, kita menghindari dari membuat edisi Alkitab yang terlalu mahal— walaupun kami setuju bahwa Firman TUHAN patut untuk dicetak dengan cara yang indah. Oleh karena itu, dan lagi karena Amanat Agung, saya menganggap hal yang positif bahwa dengan aplikasi YouVersion, kita bisa bagikan ayat-ayat Firman TUHAN dengan cara yang indah. Hanya saya mau menganjurkan bahwa kita membuat kombinasi ayat dan gambar yang cocok, yang mengilustrasikan makna atau keindahannya. Dan sedapat mungkin, mari kita saling berbagi yang tujuannya untuk memuliakan TUHAN.

Di jemaat saya di Arkansas, saya berpikir bahwa sekitar 40% orang menggunakan HP atau Tablet dalam kebaktian setiap hari Minggu. Pendeta kami pun berkhotbah dengan menggunakan iPad. Saya rasa lucu pada waktu mendengar ceritanya baru-baru ini yang terjadi di salah satu jemaat di Jakarta, di mana seorang pendeta yang baru datang untuk berkhotbah dikritik karena tidak menggunakan iPad! Ketika saya secara pribadi membaca Firman TUHAN setiap pagi, saya selalu menggunakan tablet. Saya merasa bahwa tablet 7 atau 8 inch adalah ukuran yang terbaik untuk dibaca. Kalau menggunakan tablet 10 inch, baris-baris teks menjadi terlalu panjang. Salah satu kelebihan menggunakan tablet adalah bisa mengikuti rencana baca dalam Alkitab YouVersion. Menggunakan rencana baca secara digital jauh lebih gampang daripada dengan daftar kertas dan buku Alkitab dan akan menolong generasi sekarang untuk membaca seluruh Alkitab secara teratur.

Kembali kepada moto Albata: Firman TUHAN adalah kunci kehidupan. Albata hadir dengan misi meningkatkan pemahaman Firman Tuhan agar para pembaca dan pendengar mengalami pembaharuan hidup. Harus diakui bahwa pada zaman ini, banyak hal yang negatif sedang terjadi yang dipromosikan melalui Internet kepada kita. Ternyata kita sedang hidup dalam zaman yang mirip jangka waktu “tiga setengah tahun” yang disebut oleh nabi Daniel dan yang dinubuatkan di kitab Wahyu.  Tetapi walaupun demikian, TUHAN membuat supaya semua orang yang menantikan kedatangan Kristus untuk kedua kalinya bisa dididik dan dikuatkan melalui Internet dan HP juga. Contohnya, murid-murid-Nya yang belum bisa mengakui kepercayaan mereka secara terbuka, sekarang bisa membaca Firman TUHAN dengan lebih aman lewat HP mereka. Jangan sampai kita tutup mata terhadap caranya Allah sedang menolong kita!

Yang terpenting dalam Revolusi Komunikasi yang sedang terjadi adalah supaya Firman TUHAN dibaca, dan hidup setiap pembaca diperbarui oleh Ruh Kudus.

Catatan kaki:
* Hak cipta untuk ballpoint pen yang pertama diberikan oleh pemerintah Amerika Serikat pada tahun 1888.
** TB menerjemahkan dengan kata ‘janji’: “Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.” Saya belum menemukan terjemahan Alkitab dalam bahasa Inggris yang menggunakan kata ‘promise’ untuk menerjemahkan אִמְרָתֶ֑ךָ (’im·rā·ṯe·ḵā;). Tetapi, memang perkataan he gave his word berarti he gave his promise’ dalam bahasa Inggris. Saya merasa terjemahan ‘janji-Mu’ tidak salah, tetapi membuat arti dalam ayat ini lebih sempit dari yang dalam bahasa sumber.
*** Itu sebabnya saya tidak senang menerjemahkan Kolose 3:16 seperti KSI, “Hendaklah perkataan Al-Masih tinggal di dalam dirimu…”