Open post

Melatih Diri untuk Mengasihi

 

Bacaan  I Yohanes 4:7-12
Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI)

Kasih berasal dari Allah

7 Saudara-saudari yang saya kasihi, marilah kita saling mengasihi. Karena kasih itu berasal dari Allah, dan setiap orang yang mengasihi sudah mendapat kelahiran baru dari Allah dan mengenal Allah.
8 Kalau seseorang tidak mengasihi saudaranya seiman, berarti dia tidak mengenal Allah, karena Allah mengasihi semua orang.
9 Dan inilah caranya Allah menyatakan kasih-Nya kepada kita: Dia mengutus Anak-Nya yang satu-satunya ke dalam dunia ini supaya kita bisa menerima hidup yang selama-lamanya melalui Anak-Nya.
10 Maka nyatalah kasih yang luar biasa itu: Kasih yang luar biasa bukan ketika kita mengasihi Allah, tetapi ketika Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita— yaitu ketika Allah mengutus Anak-Nya untuk menjadi kurban perdamaian yang menghapus dosa kita di mata Allah, sehingga Allah tidak marah lagi kepada kita.
11 Saudara-saudari yang saya kasihi, kalau Allah begitu mengasihi kita, maka kita juga harus saling mengasihi.
12 Seorang pun belum pernah ada yang melihat Allah. Tetapi kalau kita saling mengasihi, maka Allah hidup bersatu dengan kita, dan kasih-Nya nyata dengan sempurna melalui kita.

Anak perlu tahu bagaimana harus bersikap sayang. Membangun rasa sayang dalam diri anak bisa dimulai dengan mendorong anak untuk membantu, melayani, dan melakukan hal-hal untuk membantu orang lain, seperti sebuah slogan berkata, “We love those whom we serve.” Ketika seseorang merasa disayang, biasanya ia dapat lebih menyayangi orang lain. Oleh karena itu, membuat anak merasa disayang merupakan salah satu cara terbaik bagi pendidik, guru, atau orangtua dalam memperkuat kesediaan anak untuk menyayangi orang lain. Anak yang disayang oleh orangtuanya cenderung akan menyayangi anak lain. Sebaliknya, anak yang ditolak akan cenderung bersikap agresif dan kurang memiliki rasa sayang.

Bukan hanya anak, orang dewasa pun harus terus belajar dan melatih diri untuk mengasihi sesamanya, sehingga sampai satu titik akan tercipta kondisi saling mengasihi. Bagi orang percaya, mengasihi adalah perintah yang mutlak karena Allah adalah kasih, sehingga kasih adalah salah satu karakter-Nya. Untuk itu relasi Allah dan manusia ditandai dan dibentuk oleh kasih. Kedatangan Yesus ke dunia adalah bukti kasih Allah (ay. 9). Oleh sebab itu, kita tidak dapat memahami kasih Allah jika itu dilepaskan dari kematian Yesus di kayu salib.

Penjelasan tentang kasih Allah di luar salib Kristus adalah pengertian kasih yang tidak sempurna. Untuk itu, kita yang sudah menerima kasih Allah, kita perlu merespons dan mewujudkan kasih itu di dalam kehidupan keseharian kita. Jika tidak, maka tidak ada bukti bahwa kita telah mengalami kasih Allah dan sekarang sedang berelasi dengan-Nya. Relasi kepada Allah dan kepada sesama harus kita demonstrasikan dalam kehidupan kita. Hidup dalam kasih merupakan bukti hidup bersama Allah.

*Dikutip dari renungan Andi Offset Juni 2017

 

 

 

 

 

Open post

Mendoakan Para Sahabat

 

Bacaan  Ayub 42:1-17
Perjanjian Lama Bahasa Indonesia Masa Kini (PL-BIMK)

AYUB

1 Jawab Ayub kepada TUHAN, "Aku tahu, ya TUHAN, bahwa Engkau Mahakuasa; Engkau sanggup melakukan apa saja.
2 ( 42: 1 )
3 Engkau bertanya mengapa aku berani meragukan hikmat-Mu padahal aku sendiri tidak tahu menahu. Aku bicara tentang hal-hal yang tidak kumengerti, tentang hal-hal yang terlalu ajaib bagiku ini.
4 Engkau menyuruh aku mendengarkan ketika Engkau bicara, dan memberi jawaban bila Engkau bertanya.
5 Dahulu, pengetahuanku tentang Engkau hanya kudengar dari orang saja, tetapi sekarang kukenal Engkau dengan berhadapan muka.
6 Oleh sebab itu aku malu mengingat segala perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu. "

Penutup

7 Setelah selesai berbicara kepada Ayub, berkatalah TUHAN kepada Elifas, "Aku marah kepadamu dan kepada kedua temanmu, karena kamu tidak mengatakan yang sebenarnya tentang diri-Ku. Tetapi hamba-Ku Ayub tidaklah demikian.
8 Nah, ambillah sekarang tujuh ekor sapi jantan dan tujuh ekor domba jantan, dan pergilah kepada Ayub. Kemudian persembahkanlah semuanya itu sebagai kurban bakaran untuk dirimu. Ayub akan berdoa untuk kamu dan doanya akan Kuterima. Kamu tidak akan Kupermalukan, meskipun kamu patut menerima hukuman. Kamu tidak mengatakan yang sebenarnya tentang diri-Ku, sedangkan Ayub mengatakannya. "
9 Elifas, Bildad dan Zofar melakukan apa yang disuruh TUHAN, dan TUHAN menerima doa Ayub.
10 Kemudian, setelah Ayub berdoa bagi ketiga temannya, TUHAN membuat dia kaya kembali dan memberikan kepadanya dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.
11 Semua abang dan saudara perempuan Ayub, serta semua kenalannya yang lama, datang mengunjunginya lalu berpesta bersama-sama dia di rumahnya. Mereka menyatakan turut berdukacita atas segala kesusahan yang telah didatangkan TUHAN ke atasnya, dan menghibur dia. Masing-masing di antara mereka memberikan sejumlah uang dan sebuah cincin emas kepada Ayub.
12 Ayub diberkati TUHAN dengan lebih berlimpah dalam sisa hidupnya, daripada masa sebelum ia mengalami musibah. Ayub memiliki 14. 000 ekor kambing domba, 6. 000 ekor unta, 2. 000 ekor sapi, dan 1. 000 ekor keledai.
13 Ia mendapat tujuh orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan.
14 Anak perempuannya yang pertama dinamakannya Yemima, yang kedua Kezia, dan yang bungsu Kerenhapukh.
15 Di seluruh negeri tidak ada gadis secantik ketiga anak perempuan Ayub. Mereka diberi bagian dalam warisan ayahnya, sama dengan saudara-saudara mereka yang laki-laki.
16 Sesudah itu Ayub masih hidup seratus empat puluh tahun lamanya, sehingga ia sempat melihat cucu-cucunya serta anak-anak mereka.
17 Lalu meninggallah Ayub dalam usia yang lanjut sekali.

Ada sebuah kisah dramatis mengenai sekelompok pria yang berteman karib. Mereka terlihat selalu kompak, baik dalam keadaan susah maupun senang. Banyak orang menyebut mereka sebagai sahabat abadi. Namun, suatu ketika “kapal persahabatan” mereka terpecah ketika salah seorang dari mereka mendapat cobaan yang berat. Teguran yang disampaikan oleh para sahabatnya justru
melukai orang tersebut, karena ia merasa tidak melakukan perbuatan dosa apa pun. Dalam kondisi jatuh miskin, berpenyakitan, dan semua anaknya mati, ia merasa ditinggalkan seorang diri untuk tetap bertahan hidup.

Kisah di atas adalah penggalan dari kisah Ayub. Seorang tokoh iman yang menakjubkan. Saya bisa membayangkan bahwa tidak mudah menjalani kehidupan seperti Ayub. Dalam kondisi yang sungguh memilukan, mungkin tak pernah terpikir olehnya bahwa hidupnya akan membaik. Namun, setelah Tuhan memulihkan kehidupannya, kondisinya ternyata jauh lebih baik dari sebelumnya. Kekayaannya bertambah menjadi dua kali lipat, istrinya melahirkan tujuh laki-laki dan tiga perempuan. Tiga anak yang kecantikannya tak tertandingi pada masa itu. Kunci dari pemulihan Ayub adalah ketika mendoakan mendoakan para sahabatnya, seperti yang diperintahkan oleh Allah. Ayub pun menaatinya, lalu mendoakan para sahabatnya.

Malam ini, sekiranya ada teman, sahabat, atau keluarga yang Allah ingatkan untuk kita doakan, karena kehidupan mereka yang tidak benar, lakukanlah seperti yang diteladankan Ayub. Mintakan pengampunan dan belas kasihan ilahi, sebagai wujud kasih kita kepada mereka, sehingga kehidupan mereka pun dipulihkan, diubahkan, dan diberkati oleh Tuhan

*Dikutip dari renungan Andi Offset Juni 2017

 

 

 

 

 

Open post

Bercermin pada Firman

 

Bacaan  Yakobus 1:22-25
Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI)

Jadilah pelaku Firman Allah, jangan hanya pendengar saja

22 Tetapi hendaklah kita menjadi pelaku Firman-Nya. Janganlah kita menipu diri kita sendiri dengan berpikir, “Bagi saya mendengar Firman-Nya saja sudah cukup!”
23 Karena siapa yang hanya mendengar ajaran Allah tetapi tidak melakukannya, dia sama saja seperti orang yang mengamat-amati mukanya sendiri pada cermin.
24 Tetapi sesudah mengamat-amatinya ada sedikit kotoran di pipinya, dia langsung pergi dan lupa membersihkan kotoran itu!
25 Sedangkan siapa yang mendalami dan merenungkan Hukum TUHAN yang sempurna dan yang memberikan kebebasan*— bukan hanya mendengar dan melupakannya dengan cepat tetapi menjadi pelaku Hukum TUHAN, dialah yang akan diberkati Allah dalam segala hal yang dia lakukan.

Beberapa orangtua kedapatan hanya pandai memberi perintah kepada anaknya, tetapi mereka sendiri melakukan yang sebaliknya. Misalnya, ketika jam belajar orangtua menyuruh anaknya berhenti menonton televisi, lalu segera belajar. Namun, sementara anak belajar orangtua justru asyik menonton acara televisi kesukaannya. Contoh lainnya, seorang ayah menasihati anak lelakinya untuk tidak merokok dengan alasan kesehatan, tetapi sang ayah sendiri masih menjadi perokok aktif.

Apakah anak-anak tersebut akan menggubris perkataan orangtua? Kebanyakan tidak! Hal yang sama dapat kita alami ketika hendak memberitakan Injil kepada sesama. Dalam kekristenan menjadi pendengar atau pelaku adalah pilihan. Tuhan mengharapkan kita tidak hanya menjadi pendengar, tetapi menjadi pelaku firman. Namun, bagaimana kita memahami kebenaran dan prinsip-prinsip hidup kekristenan yang sesuai dengan firman-Nya, kecuali kita meluangkan waktu untuk membaca dan mendengar firman-Nya? Setelah itu, Tuhan mau kita menjadi pelaku dari kebenaran firman-Nya. Pengetahuan tanpa aplikasi tidak banyak gunanya. Pengetahuan akan kebenaran hendaknya tercermin lewat perilaku kita sehari-hari.

Mendengar firman Tuhan tanpa melakukannya seperti orang yang bercermin, tetapi kemudian ia lupa dengan wajah yang baru saja dilihatnya. Bagaimana kehidupan kekristenan kita selama ini? Seberapa sering kita bercermin pada kebenaran firman-Nya, tetapi lantas melupakannya? Sampai di mana fungsi kebenaran firman yang kita ketahui selama ini? Mari berikan respons positif terhadap firman Tuhan malam ini. Taatilah firman-Nya dan teruslah belajar untuk menjadi pelaku firman, agar kuasa firman-Nya menyempurnakan kita.

*Dikutip dari renungan Andi Offset Juni 2017

Catatan Kaki:
*1:25 Hukum TUHAN … memberikan kebebasan Yang Yakobus maksudkan dijelaskan di Yak. 2:8-13. Lihat juga Gal. 1:1, 13-14; 6:2; Rom. 13:10.

 

 

 

 

Open post

Berjuang Maksimal

 

Bacaan  Ester 4:1-17*
Perjanjian Lama Terjemahan Sederhana Indonesia (PL-TSI)

Mordekai meminta pertolongan Ester

1 Ketika Mordekai mengetahui isi surat yang diperintahkan Haman, dia merobek pakaiannya dan mengenakan kain karung** dan menaburkan abu di atas kepalanya sebagai tanda berduka. Dia berjalan ke kota sambil meratap.
2 Mordekai berhenti di depan pintu gerbang istana, sebab orang yang berpakaian karung dilarang masuk.
3 Ketika surat perintah raja diumumkan di setiap propinsi, orang-orang Yahudi menunjukkan kesedihan mereka dengan menangis, meratap dan berpuasa. Sebagai tanda berduka, banyak di antara mereka memakai pakaian yang terbuat dari kain karung, menabur abu pada kepala mereka dan berbaring di tanah.
4 Ketika para pelayan perempuan dan pejabat istana yang khusus melayani Ester,*** datang memberitahukan kepada Ester tentang Mordekai, hati Ester sangat sedih. Ester kemudian mengirim pakaian kepada Mordekai supaya dia membuka kain karungnya itu, tetapi dia menolak untuk menerimanya.
5 Maka Ester memanggil Hatah— salah satu pejabat istana yang khusus ditugaskan raja untuk melayani Ester, dan memerintahkannya untuk menemui dan mencari tahu dari Mordekai mengapa dia berduka dan mengenakan kain karung.
6 Lalu pergilah Hatah menemui Mordekai yang berada di alun-alun yang letaknya di depan pintu gerbang istana.
7 Mordekai menceritakan semua yang telah terjadi. Dia juga memberitahukan mengenai jumlah perak**** yang telah Haman janjikan kepada pemerintah apabila raja memerintahkan kematian semua orang Yahudi.
8 Mordekai juga memberikan salinan surat perintah raja yang sudah dikeluarkan di Susan— yang isinya menyatakan bahwa semua orang Yahudi harus dilenyapkan. Mordekai meminta Hatah menunjukkan serta menjelaskan surat itu kepada Ester dan memerintahkannya untuk menghadap dan memohon belas kasihan raja atas bangsanya.
9 Maka Hatah kembali kepada Ester dan memberitahukan semua yang sudah disampaikan Mordekai.
10 Kemudian Ester menyuruh Hatah untuk kembali kepada Mordekai dan menyampaikan pesannya,
11 “Semua pejabat negara serta masyarakat di seluruh wilayah kerajaan mengetahui peraturan kerajaan yang menyatakan siapa saja yang ingin bertemu raja tanpa undangan akan dihukum mati— kecuali bila raja mengulurkan tongkat emasnya kepada orang itu. Sedangkan saya sendiri terakhir kali menerima undangan raja lebih dari sebulan yang lalu.”
12 Maka Hatah kembali menyampaikan pesan Ester kepada Mordekai.
13 Mordekai memperingatkan Ester melalui Hatah, “Jangan pikir kamu akan lebih aman dibandingkan seluruh bangsa Yahudi lainnya karena tinggal di istana!
14 Jika kamu saat ini tinggal diam, pertolongan dan pembebasan orang Yahudi akan datang dari tempat lain dan kamu serta keluargamu akan dibunuh. Mungkin saja Tuhan menempatkan kamu sebagai ratu di kerajaan ini untuk menyelamatkan bangsa kita!”
15 Kemudian Ester menyampaikan pesannya melalui Hatah kepada Mordekai,
16“Kumpulkanlah semua bangsa kita yang ada di Susan untuk berpuasa yaitu tidak makan ataupun minum selama tiga hari. Saya dan para pelayan perempuan juga akan berpuasa. Setelah itu saya akan menghadap raja meskipun melanggar undang-undang. Kalau memang saya harus mati karena itu, biarlah saya mati!”
17 Lalu pergilah Mordekai dan melaksanakan pesan Ester.

Kondisi saat ini, kita dapat melihat semakin berkurangnya tenggang rasa di sekitar kita. Sebaliknya, ada banyak orang seakan berlomba untuk mendapatkan keuntungan pribadi sebanyak mungkin. Semacam motif ekonomi, “Untung sebanyak-banyaknya dengan modal sedikit mungkin.” Terkadang, orang bahkan tak peduli bahwa tindakannya dapat merugikan orang lain, selama ia mendapatkan keuntungan sebanyak mungkin!

Namun, malam ini melalui kehidupan ratu Ester, kita bisa belajar tentang pentingnya kepedulian terhadap orang lain. Sebagai ratu, Ester tidak tergoda untuk mencari keuntungan diri sendiri. Bayangkan kalau situasi yang dialami Ester kita bawa dalam konteks sekarang. Posisi Ester yang sangat strategis dapat menggoda dan menjerat banyak orang untuk memikirkan diri sendiri, karena ia
berada dalam zona aman dan nyaman. Namun, Ester tidak melakukan hal yang demikian. Ketika bangsanya terancam akan ditumpas, Ester tidak tinggal diam atau mencari cara menyelamatkan dirinya. Ia mengajak semua orang Yahudi di daerah Susan untuk berpuasa, termasuk ia sendiri juga berpuasa. Ester pun juga akan berjuang dari dalam istana untuk menghadap raja meski tidak dipanggil—tindakan bertaruh nyawa bagi Ester. Hasilnya, perkenan Tuhan pun turun atas upaya yang mereka lakukan, sehingga akhirnya bangsa Yahudi dapat selamat dari ancaman.

Melalui perjuangan Ester dan bangsanya, kita dapat belajar arti tenggang rasa, kekompakan, toleransi, juga perjuangan bersama untuk mengatasi suatu masalah. Perjuangan di dalam Tuhan bukan demi kepentingan diri sendiri, melainkan demi kepentingan bersama. Jika malam ini kita sedang mengalami masalah, berjuanglah maksimal sambil senantiasa melibatkan Tuhan.

*Dikutip dari renungan Andi Offset Juni 2017

Catatan Kaki:
*Drafting Perjanjian Lama Terjemahan Sederhana Indonesia (PL-TSI)
**4:1 kain karung Orang Yahudi tidak memiliki pakaian khusus atau pun jenis kain khusus untuk berkabung. Tradisi unik mereka saat berkabung adalah mereka mengambil karung bekas yang biasa dipakai sehari-hari untuk menyimpan gandum, lalu mengikatkan karung-karung tersebut langsung mengenai badan mereka. Susunan serat karung itu sangat kasar dan seringkali membuat kulit gatal. Jadi sangat tidak enak untuk dipakai.
***4:4 pejabat istana yang khusus melayani Ester Lihat catatan di Est. 1:10.
****4:7 jumlah perak Lihat catatan di Est. 3:9.

 

 

 

 

Open post

Silent Killer

 

Bacaan  I Petrus 5:1-11
Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI) 

Nasihat kepada para penatua

1 Saya mau menyampaikan pesan ini kepada para penatua di antara kalian: Saya menjadi saksi mata dari semua penderitaan Kristus, dan saya juga dipilih sebagai penatua. Jadi saya bersama dengan kalian akan ikut ambil bagian dalam kemuliaan yang akan Kristus nyatakan kepada kita waktu Dia datang kembali. Karena itu saya minta kepada kalian masing-masing:
2 Gembalakanlah kawanan domba yang dipercayakan Allah kepadamu dengan senang hati— bukan karena terpaksa. Dan jangan mengambil tanggung jawab ini untuk mencari keuntungan. Tetapi kerjakanlah pelayanan ini karena sungguh-sungguh mau melayani Allah.
3 Jangan kamu menganggap diri sebagai raja atas kawanan domba yang sudah Allah percayakan kepadamu, tetapi jadilah teladan bagi mereka.
4 Lalu pada waktu Raja kita— yaitu Gembala Agung datang, kita masing-masing akan diberi mahkota. Dan mahkota itu akan mencerminkan kemuliaan Kristus, dan keindahannya tidak bisa hilang.

Memberi dorongan-dorongan terakhir

5 Ini juga yang saya mau sampaikan kepada para pemuda: Hendaklah kalian taat kepada para penatua. Tunjukkanlah sifat rendah hati kepada semua anggota yang lain, karena, “Allah melawan orang-orang yang sombong, tetapi Dia baik hati kepada orang-orang yang rendah hati.”* 
6 Karena itu, apa pun yang terjadi rendahkanlah hatimu di hadapan Allah Yang Mahakuasa, maka pada waktu Dia berkenan, Dia akan meninggikan kamu.
7 Serahkanlah kepada Allah semua masalah yang membuat kalian kuatir, karena Dia peduli terhadap kalian.
8 Berjaga-jagalah! Dan hendaklah kalian tetap menguasai diri. Karena musuh kita iblis seperti singa yang mengaum-aum dengan suara keras sambil berjalan ke sana kemari mencari orang yang bisa dimakannya.
9 Dengan tetap percaya kepada Kristus, lawanlah dia! Karena kamu tahu bahwa saudara-saudari seiman kita di seluruh dunia tetap berdiri teguh ketika mereka mengalami penderitaan yang sama seperti yang kamu alami. 
10 Memang penderitaan yang kita alami sekarang ini, hanya untuk sementara saja. Tetapi karena Allah selalu sangat baik hati, Dia sudah memanggil kita melalui Kristus untuk ikut ambil bagian dalam kemuliaan-Nya untuk selama-lamanya. Sesudah kita menderita untuk sementara waktu saja, Dia sendiri akan menolong, menguatkan, memulihkan, dan memberikan semangat yang baru kepada kita.
11 Dialah yang berkuasa sampai selama-lamanya! Amin.

Michael Prabawa Mohede (Mike Mohede), artis tarik suara kelahiran 7 November 1983, meninggal dunia pada akhir Juli 2016 setelah terkena serangan jantung. Penyakit jantung dikenal sebagai silent killer, yaitu penyakit yang diam-diam mematikan tanpa memandang usia dan gender. Kematian Mike menambah panjang daftar orang yang meninggal akibat penyakit jantung. Kerry Hildreth, asisten profesor yang khusus menangani kesehatan jantung di University of Colorado School of Medicine memberikan beberapa tanda dari serangan jantung, antara lain: nyeri pada dada; rasa seperti pegal-pegal yang menembus hingga area belakang bahu dan menjalar hingga lengan, leher, dan rahang; atau kondisi mudah terengah-engah sewaktu melakukan aktivitas yang ringan.

Iblis juga dikenal sebagai silent killer. Ia menawarkan berbagai cara untuk menjatuhkan anak-anak Tuhan agar undur dari Tuhan, bahkan agar melawan-Nya. Iblis menawarkan kenikmatan dunia, pesta pora, ketenaran, pergaulan bebas, pikatan kemakmuran materi, keselamatan semu, hingga melalui ilmu-ilmu hitam. Apabila anak-anak Tuhan mampu melawan semua tawaran maupun serangan Iblis, maka ia akan mundur sejenak, sambil mencari waktu dan cara untuk menjatuhkan anak-anak Tuhan. Tujuan utamanya adalah agar banyak umat Tuhan, termasuk para hamba Tuhan, yang jatuh ke dalam dosa.

Oleh karenanya, kita perlu senantiasa mewaspadai dan berjaga-jaga karena serangan Iblis yang bisa datang secara tiba-tiba. Dekatkan diri kita kepada Tuhan, baca dan renungkanlah firman-Nya, serta teruslah memperkuat iman supaya kita dapat melawan setiap serangan Iblis. Jangan sampai Iblis mengambil keuntungan dan kita sendiri menjadi korban karena kelengahan kita.

*Dikutip dari renungan Andi Offset Juni 2017

Catatan Kaki:
*5:5 Ams. 3:34

 

 

 

 

Open post

Menjalani Proses Bersama

 

Bacaan  Kejadian 8:1-22
Perjanjian Lama Bahasa Indonesia Masa Kini (PL-BIMK) 

Berakhirnya Banjir

1 Allah tidak melupakan Nuh dan segala binatang yang ada bersamanya di dalam kapal itu. Allah membuat angin bertiup, sehingga air itu mulai surut.
2 Semua mata air di bawah bumi dan semua pintu air di langit ditutupnya. Hujan berhenti,
3 dan air semakin surut. Sesudah 150 hari air tidak begitu tinggi lagi.
4 Pada tanggal tujuh belas bulan tujuh, kapal itu kandas di sebuah puncak di pegunungan Ararat.
5 Air terus surut dan pada tanggal satu bulan sepuluh, puncak-puncak gunung mulai tampak.
6 Setelah empat puluh hari, Nuh membuka sebuah jendela kapal,
7 dan melepaskan seekor burung gagak. Burung itu tidak kembali ke kapal melainkan terus terbang kian kemari sampai air banjir sudah surut sama sekali.
8 Sementara itu, Nuh melepaskan seekor burung merpati untuk mengetahui apakah air itu memang telah surut.
9 Tetapi karena air masih menutupi seluruh muka bumi, burung merpati itu tidak menemukan tempat untuk bertengger. Maka kembalilah ia ke kapal; Nuh mengulurkan tangannya lalu membawanya masuk.
10 Nuh menunggu tujuh hari lagi, lalu melepaskan lagi burung merpati itu.
11 Pada petang hari burung itu kembali kepadanya membawa sehelai daun zaitun yang segar pada paruhnya. Sekarang Nuh tahu bahwa air telah surut.
12 Setelah menunggu tujuh hari lagi, ia melepaskan merpati itu sekali lagi; dan kali itu burung itu tidak kembali kepadanya.
13 Pada waktu Nuh berumur 601 tahun, pada tanggal satu bulan satu, air sudah surut sama sekali. Nuh membuka atap kapal itu, dan melihat ke sekelilingnya. Ia melihat bahwa permukaan tanah sudah kering.
14 Pada tanggal dua puluh tujuh bulan dua, bumi sudah kering.
15 Lalu berkatalah Allah kepada Nuh,
16 "Keluarlah dari kapal itu bersama-sama dengan istrimu, anak-anakmu dan istri-istri mereka.
17 Bawalah keluar semua burung dan binatang lainnya, besar maupun kecil, supaya mereka bisa berkembang biak dan menyebar ke seluruh bumi. "
18 Lalu keluarlah Nuh dari kapal itu bersama-sama dengan istrinya, anak-anaknya dan istri-istri mereka.
19 Semua burung dan binatang darat keluar dari kapal itu, masing-masing bersama kelompok sejenisnya.

Nuh mempersembahkan kurban

20 Nuh mendirikan sebuah mezbah untuk TUHAN. Diambilnya seekor dari setiap jenis burung dan binatang lainnya yang halal, lalu dipersembahkannya sebagai kurban bakaran di atas mezbah itu.
21 Bau harum kurban persembahan itu menyenangkan hati TUHAN, dan Ia berkata di dalam hati, "Aku tak akan lagi mengutuk dunia ini karena perbuatan manusia; Aku tahu bahwa sejak masa mudanya, pikiran manusia itu jahat. Aku tak akan pernah lagi membinasakan segala makhluk yang hidup seperti yang baru Kulakukan ini.
22 Selama dunia ini ada, selalu akan ada masa menanam dan masa menuai, musim dingin dan musim panas, musim kemarau dan musim hujan, siang dan malam. "

Pernahkah kita bertanya pada Allah, “Mengapa saya mengalami pencobaan sekalipun saya adalah anak Allah?” Mungkin kita pernah atau mengalami, ketika masalah yang satu belum selesai, sudah disusul oleh masalah lainnya, sehingga kita terkadang merasa lelah dan tak berdaya. Ya, selama kita masih menjadi manusia, kita tetap akan mengalami pencobaan. Terkadang Tuhan
izinkan suatu tantangan yang cukup besar untuk dihadapi secara pribadi maupun sebagai sebuah keluarga.

Inilah yang dialami oleh keluarga Nuh. Sekalipun keluarga Nuh adalah pilihan Allah, hal itu tidak menjauhkan mereka dari masalah terkait bencana air bah yang akan melanda bumi. Sekalipun Nuh yang menerima firman Allah untuk membangun bahtera, tetapi keluarganya ada bersama-sama dengan Nuh ketika mereka masuk ke dalamnya, ketika terkatung-katung bersama bahtera, hingga mereka keluar dari bahtera. Alkitab pun mencatat bagaimana bahtera itu terkatung-katung dalam waktu cukup lama, hingga bahtera itu kandas di pegunungan Ararat. Setelah Allah berfirman, Nuh pun keluar bersama isterinya, anak-anaknya, dan isteri dari anak-anaknya.

Belajar dari pengalaman Nuh dan keluarganya, nyatanya dibutuhkan kesehatian untuk saling mendukung dalam rangka menggenapi rencana Allah. Melalui keluarga Nuh, kita dapat belajar indahnya menjalani proses bersama-sama sebagai satu keluarga, di dalam anugerah Allah. Jika hari-hari ini kita sedang mengalami proses kehidupan yang cukup berat, jalanilah semuanya bersama Tuhan. Ajaklah setiap anggota keluarga kita untuk tetap bersabar, bersehati dalam doa, sambil tetap meyakini bahwa bersama Tuhan, hari-hari ke depan akan ada tandatanda positif dan harapan bagi kehidupan kita.

*Dikutip dari renungan Andi Offset Juni 2017

 

 

 

 

Open post

Firman Bermata Dua

 

Bacaan  Ibrani 4:12-13
Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI) 

12 Oh, Firman Allah sungguh hidup dan berkuasa! Karena kita mengalami bahwa Firman-Nya mempunyai kekuatan yang besar di dalam diri kita. Kekuatannya lebih tajam daripada pedang yang kedua sisinya paling tajam. Jadi Firman Allah sangat berkuasa sampai bisa tembus menusuk hati kita*— sehingga pikiran, keinginan, dan niat hati kita yang sebenarnya dinyatakan kepada kita.
13 Dan ingatlah: Tidak ada makhluk yang bisa menyembunyikan diri dari Allah. Segala sesuatu terlihat jelas oleh Allah— bahkan semua isi hati kita terbuka di hadapan-Nya. Dan setiap kita akan berdiri dan memberi pertanggung-jawaban kepada-Nya.

Pedang bermata dua menjadi salah satu senjata yang lazim dipakai oleh para tentara Romawi pada zaman dahulu. Pedang ini sangat terkenal karena memiliki kelebihan, yakni mampu menusuk lebih dalam, karena sangat tajam. Kedua sisinya juga bisa dipakai sebagai pedang sehingga kalau penggunanya tidak berhati-hati, justru bisa menusuk diri sendiri.

Firman Tuhan diibaratkan pedang bermata dua. Ada beberapa pengertian dari sebutan ini: Pertama, firman Tuhan itu tajam. Artinya, firman Tuhan selalu bicara tepat sasaran, tak pernah meleset sedikit pun bagi yang mau menerimanya. Ketajaman firman itu bahkan mampu mematahkan siasan dan muslihat Iblis. Kedua, firman Tuhan itu menusuk amat dalam. Artinya, firman Tuhan
berkuasa untuk menunjukkan siapa diri kita sesungguhnya. Ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, kedagingan dan suara hati kita, juga menjelaskan maksud baik dan jahat dalam hidup kita. Ketiga, firman Tuhan juga mampu “menelanjangi” dosa dan kesalahan kita. Segala sesuatu tentang diri kita terbuka lebar bagi mata-Nya karena Dia adalah Pribadi yang Mahamelihat. Allah melihat semua hal yang kita lakukan dan pikirkan karena di hadapan Tuhan tidak ada yang dapat kita rahasiakan.

Sebelum beranjak ke peraduan, mari luangkan waktu dan lembutkan hati kita untuk mau dikoreksi, dibersihkan, dan disucikan oleh kebenaran firman-Nya. Bagaimanapun, dalam firman-Nya terkandung janji, nasihat, teguran, peringatan dan juga berkat bagi orang-orang yang mau diproses hati dan hidupnya oleh firman Tuhan. Maukah Anda mengalami dahsyatnya firman dalam hidup Anda? Lembutkanlah hati untuk dikoreksi oleh firman-Nya supaya hidup kita bisa berpadanan dengan firman-Nya.

*Dikutip dari renungan Andi Offset Juni 2017

Catatan Kaki: 
*4:12 menusuk hati kita Secara harfiah, “menusuk sampai memisahkan antara jiwa dan roh (dan) sendi-sendi dan sum-sum, dan menghakimi pikiran-pikiran …” Penulis Ibrani menggunakan bagian tubuh ‘sendi-sendi dan sum-sum’ sebagai gaya bahasa yang melambangkan perbedaan yang sangat persis atau sangat dalam di dalam hati nurani dan hidup rohani kita.

 

 

 

Open post

Di balik Kemalangan

 

Bacaan  Kejadian 50:15-21 
Perjanjian Lama Bahasa Indonesia Masa Kini (PL-BIMK) 

Yusuf menetramkan hati abang-abangnya

15 Setelah ayah mereka meninggal, abang-abang Yusuf berkata, "Bagaimana seandainya Yusuf dendam dan mau membalas kejahatan kita dahulu? "
16 Sebab itu mereka mengirim pesan ini kepada Yusuf, "Sebelum ayah kita meninggal,
17 ia menyuruh kami mengatakan kepadamu begini,’Ampunilah kesalahan yang dahulu dilakukan abang-abangmu terhadapmu.’ Jadi, sebagai hamba-hamba Allah yang dipuja ayah kita, kami mohon, ampunilah kesalahan yang telah kami lakukan. " Yusuf menangis pada waktu menerima pesan itu.
18 Lalu saudara-saudaranya itu sendiri datang dan sujud di hadapannya serta berkata, "Kami ini hambamu. "
19 Tetapi Yusuf berkata kepada mereka, "Jangan takut; sebab saya tidak bisa bertindak sebagai Allah.
20 Kalian telah bermupakat untuk berbuat jahat kepada saya, tetapi Allah mengubah kejahatan itu menjadi kebaikan, supaya dengan yang terjadi dahulu itu banyak orang yang hidup sekarang dapat diselamatkan.
21 Jangan khawatir. Saya akan mencukupi kebutuhan kalian dan anak-anak kalian. " Demikianlah ia menentramkan hati mereka dengan kata-kata yang ramah, sehingga mereka terharu. 

Horatio Spafford merupakan pengacara sukses di Chicago. Ia memiliki istri dan lima orang anak. Ia dikenal sebagai orang Kristen yang taat dan setia mengikuti kelas pendalaman Alkitab. Di puncak kariernya, putranya meninggal karena demam berdarah. Setahun kemudian kebakaran menghanguskan seluruh investasi real estate miliknya. Tak ingin larut dalam kesedihan, ia mengajak
keluarganya berlibur sekaligus mengikuti misi penginjilan di Inggris. Saat akan berangkat, tiba-tiba ada urusan bisnis yang harus diselesaikannya. Sementara keluarganya berangkat lebih dulu dengan menumpang kapal. Naas, kapal tersebut mengalami kecelakaan. Keempat anaknya tewas karena tenggelam, hanya istrinya yang selamat.

Hidup yang pahit dan menyedikan juga terjadi pada Yusuf, putra Yakub. Yusuf pernah merasakan sakitnya dibenci, dijual sebagai budak, difitnah, dipenjara, hingga dilupakan oleh orang yang pernah ditolongnya. Namun di balik kemalangan yang bertubi-tubi menimpanya, ia mengecap manisnya kebaikan Allah. Yusuf tak pernah dibiarkan melewati proses tersebut sendirian. Allah bahkan
memakai Yusuf menjadi bagian dari rencana penyelamatan bangsa di seluruh bumi. Ketika berada di dalam sumur yang gelap dan di balik dinginnya jeruji penjara, Yusuf mungkin tak pernah membayangkan maksud Allah yang besar itu. Yusuf hanya belajar untuk setia, walaupun harus menunggu dalam waktu yang lama.

Ada kalanya Tuhan izinkan kita mengalami beban hidup yang sangat berat. Namun saat kemalangan mendera, sadarilah bahwa kita bukanlah satu-satunya orang yang pernah mengalaminya. Di balik kemalangan, percayalah bahwa ada rancangan Tuhan bagi kita, bahkan kelak hidup kita akan menjadi berkat bagi sesama.

*Dikutip dari renungan Andi Offset Juni 2017

 

 

 

Open post

Kasih adalah Tanggung jawab Wanita Kristen.

 

Bacaan  I  Petrus 2:8-11 
Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI) 

Yesus bagaikan batu fondasi yang terutama bagi kita

8 Dan ada ayat lain yang mengatakan, “Batu itu akan menyebabkan banyak orang jatuh, seperti ketika seseorang yang sedang berjalan terkena sesuatu sehingga dia jatuh.”* Mereka jatuh karena tidak mau percaya dan mengikuti Firman Allah. Itulah yang sudah ditentukan Allah bagi mereka.
9 Tetapi kita sudah dipilih Allah menjadi umat-Nya yang istimewa, bangsa yang suci, dan imam-imam yang melayani Dia yang adalah Raja Agung. Semua hal itu Allah perbuat bagi kita supaya kita mengabarkan hal-hal yang luar biasa yang sudah dilakukan-Nya— khususnya ketika Dia memanggil kita keluar dari kegelapan masuk ke dalam terang-Nya yang luar biasa.
10 Jadi kitalah yang dimaksudkan oleh ayat Firman Allah yang tertulis begini, “Dulu kalian bukan milik Allah, tetapi sekarang kalian sudah menjadi milik-Nya yang istimewa. Dulu Allah tidak mengasihani kalian, tetapi sekarang kalian sudah menjadi orang-orang yang Dia kasihani.”**
11 Saudara-saudari yang saya kasihi, kita ini seperti pendatang dan orang yang tidak menetap di dunia ini. Karena itu saya mohon supaya kalian masing-masing tidak mengikuti keinginan-keinginan badanimu yang jahat. Keinginan-keinginan itulah yang berperang melawan keinginan jiwa kita.

Dari bacaan ini, Rasul Petrus menempatkan  persamaan rohani lebih pertama, sebab orang yang sudah ikut terima salib Kristus tidak lagi terpikat oleh daya tarik dosa seperti keinginan manusia biasa, karena dia hanya diikat oleh daya tarik Allah. Sekarang kita belajar tentang  kata-kata Petrus kepada seorang pembicara di gereja agar harus hati-hati dalam berbicara supaya dia benar-benar sampaikan apa yang dikatakan dari Allah.  Jadi, bukan dari pikiran diri sendiri dan asal mengarang kata untuk tujuan yang beda karena kepentingan pribadi. Dia harus dapat melakukan pelayanan dengan tidak memilih sebab sudah terima saluran kekuatan dari Allah karena tujuan akhir yaitu supaya nama Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Kristus Yesus. Lalu bagi yang lainnya harus tetap siap nantikan kedatangan Tuhan kedua kalinya artinya Tuhan itu sudah dekat kita sehingga saat ini kita tidak berpangku tangan atau hanya tinggal menanti dalam lamuan lalu tidak melakukan kegiatan dalam pelayanan dan pekerjaan tiap hari. Mari bersama, melihat ajakan rasul Petrus ; Pertama Kita tetap dapatkan kasih yang bertumbuh dengan baik kepada Tuhan dan sesama (ay 8) Kedua kita berikan tumpangan kepada orang lain dengan tidak bersungut-sungut (ay 9).

Dua hal ini sulit untuk dilakukan sebab memberi tumpangan buat orang lain bukan hal baru, karena yang terjadi ialah tumpangan hanya berlaku  untuk saudara-saudara dalam keluarga saja. Inilah kasih secara manusiawi terbatas, sebab hanya pada orang yang ada dalam hubungan khusus yang boleh diterima masuk dalam keluarga kita. Namun jauh berbeda jika kita hidup dalam ajaran Kasih Tuhan, di sana kita mampu menerima orang lain dan menjadi satu keluarga sehingga hasilnya lebih baik yaitu kita memberikan tumpangan kepada orang lain yang bukan saudara kita. Dengan begitu kita bisa saling melayani antara satu dengan lainnya dan dapat menjadi banyak orang  atau jumlah bertambah. Wanita kristen, sekarang bagaimana kita bisa dapat melayani supaya jumlah orang percaya bertambah?. Pertama Berusaha supaya dapat berkembangnya Kasih kepada saudara seiman. Kasih kepada saudara seiman muncul dari kasih kepada Allah Bapa. Jadi kenal dulu Allah Bapa dan tinggal dalam Allah lalui kasihi Allah, dari situ Kasih kepada saudara-saudara seiman akan muncul. Kedua Kita harus punya sikap waspada supaya jangan sampai ada yang menghalangi atau merusak kasih kita kepada saudara-saudara seiman.

Bagaimana kita bertindak dalam Kasih? Kasih yang benar kalau kita menutupi dan mengabaikan kesalahan orang lain dengan tidak sebarkan kesalahan dari orang lain. Sebab kalau kita benci orang, maka kita gampang buka hal-hal yang memalukan orang lain, lalu kita akan mencemarkan nama baik serta sebarkan aib orang lain. Dengan begitu, tidak disangka kalau kita sudah menonton secara bersama-sama sifat kita yang tidak menolong orang lain. Padahal kesalahan orang lain harusnya kita ampuni, sebab hasil dari ampuni orang ialah kesalahan yang mereka buat itu kita kubur supaya kehormatan mereka bisa dijaga. Oleh sebab itu, Rasul Petrus memberikan nasihat supaya kita dapat mengisi waktu untuk menuruti kehendak Tuhan, lakukan pelayanan dengan penuh perhatian..  Dengan demikian, wanita Kristen dapat saling memberi pelayanan yang baik, dan Kasih Karunia yang diberikan dalam diri tiap wanita bisa dipakai dengan penuh tanggungjawab. (Evi Masnifit)

Catatan Kaki:
*2:8 Yes. 8:14-15
**2:10 Hos. 2:23

 

Open post

Way Out

 

Bacaan  I  Korintus 10:1-13 
Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI) 

Peringatan dari sejarah umat Allah

1 Saya berkata seperti itu, Saudara-saudari, karena saya mau kamu menyadari apa yang terjadi kepada para nenek moyang kita pada zaman Musa. Allah melindungi dan membimbing mereka dengan awan yang bergerak mendahului mereka,* dan mereka berjalan di atas tanah daratan di antara laut yang sudah terbelah dua.
2 Dan dalam keadaan mereka diliputi dengan awan dan berjalan melintasi laut, mereka seperti dibaptis menjadi pengikut Musa.
3 Lalu mereka makan makanan rohani yang sama,
4 dan juga minum minuman rohani yang sama— yaitu mereka minum dari batu besar yang menyertai mereka** dan yang mempunyai arti rohani. Batu besar itu melambangkan Kristus.
5 Tetapi akhirnya Allah tidak berkenan kepada sebagian besar dari mereka, maka mayat mereka tertinggal di sepanjang jalan di padang gurun. 
6 Hal yang terjadi itu merupakan contoh bagi kita, supaya kita jangan menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang diinginkan dan dilakukan oleh mereka itu.
7 Dan kita tidak boleh menyembah berhala seperti yang dilakukan oleh sebagian dari mereka. Mengenai mereka tertulis dalam Kitab Suci, “Sesudah mereka mengadakan pesta makan dan minum, lalu mereka mulai melakukan percabulan dan menyembah berhala.”*** 
8 Janganlah kita terlibat dalam percabulan seperti yang dilakukan oleh sebagian dari mereka itu. Lalu dalam satu hari saja 23.000 orang mati karena hukuman yang Allah jatuhkan atas mereka.
9 Juga tidak boleh mencobai Kristus**** seperti yang dilakukan oleh sebagian dari mereka, sehingga mereka mati digigit ular.
10 Dan tidak boleh juga bersungut-sungut seperti yang dilakukan oleh sebagian dari mereka, sehingga Allah mengutus malaikat yang membawa kematian bagi mereka.
11 Hal-hal yang sudah terjadi pada mereka tersebut merupakan contoh bagi kita! Dan hal-hal itu sudah tertulis di dalam Firman Allah sebagai peringatan bagi kita yang sekarang hidup di masa akhir zaman.
12 Oleh sebab itu, marilah kita masing-masing menjaga diri baik-baik! Janganlah kamu merasa dirimu terlalu kuat dan tidak mungkin jatuh seperti nenek moyang kita itu.
13 Ketahuilah: Setiap pencobaan yang kalian masing-masing hadapi hanyalah pencobaan yang biasa dialami manusia. Allah setia kepada kita, jadi Dia tidak akan membiarkan kamu dicobai melebihi kemampuanmu. Dan pada saat kamu dicobai, Dia akan memberikan jalan keluar kepadamu, sehingga kamu bisa bertahan.

Seorang anak perempuan cantik Tuhan anugerahkan dalam sebuah keluarga muda. Anak itu diberi nama Laura. Ketika berusia tiga tahun, diagnosis dokter mengatakan bahwa Laura menderita autis, suatu kelainan yang kini berkembang pesat, termasuk di Indonesia. Dokter juga berkata bahwa orangtua Laura perlu menyiapkan hati untuk menerima kenyataan bahwa anak tersebut sulit
kembali normal. Wajar saja jika kedua orangtuanya sedih mendengar vonis sang dokter. Maklum, Laura adalah anak pertama dan telah dinanti-nantikan cukup lama. Namun, mereka meyakini Tuhan berkuasa di atas segala perkiraan medis manusia. Dalam perkembangannya, Laura ternyata dapat sembuh total. Ia menjalani hidup secara normal sebagaimana anak-anak lainnya.

Firman Tuhan hari ini menjanjikan bahwa selalu ada jalan keluar bagi orang yang tidak merendahkan kuasa dan kemampuan Tuhan. Kata jalan keluar (way out) berasal dari kata Yunani “ekbasis”, yang diartikan sebagai celah pegunungan. Biasanya, kata ini digambarkan dengan laskar yang terjebak dalam sebuah pegunungan. Dalam analisis secara logika, tampaknya sulit keluar dari kondisi itu. Namun, ketika dapat menemukan celah pegunungan, mereka akhirnya dapat juga keluar dengan selamat.

Jika malam ini kita merasa sedang “terjebak” dalam pencobaan yang tampaknya tidak ada solusinya, tugas kita adalah mencari “celah pegunungan”. Tak lain yang dimaksud adalah Tuhan yang kita kenal dalam Yesus Kristus. Tak ada kondisi yang terlalu sulit bagi-Nya untuk memberikan jalan keluar dari setiap masalah yang kita alami. Setiap masalah yang kita alami, pasti ada jalan keluar dari-Nya. Datanglah kepada-Nya dan tempuhlah jalan keluar yang akan Dia berikan pada kita.

*Dikutip dari renungan Andi Offset Juni 2017

Catatan Kaki:
*10:1 Awan
Ada awan yang menunjukkan jalan kepada orang Israel pada siang hari keluar dari Mesir dan menyeberangi Laut Merah. Lihat Kel. 13:20-22; 14:19-20.
**10:4 batu … menyertai mereka Cerita ini ada dalam Kel. 17 dan Bil. 20. Tidak diketahui kalau padang gurun Sin adalah tempat berbeda atau sama dengan padang gurun Zin. Paulus menafsirkan sebagai dua tempat dan berkata bahwa batu besar menyertai mereka karena dia memberi arti simbolis kepada batu itu.
***10:7 Kel. 32:6
****10:9 Kristus Dalam beberapa salinan Yunani: TUHAN.


Posts navigation

1 2 3 8 9 10 11 12 13 14 15 16
Scroll to top