Edisi-edisi TSI

TSI = Terjemahan Sederhana Indonesia

Perjanjian Baru TSI diterbitkan oleh Andi Offset dan dijual di kebanyakan toko buku. Edisi terbaru— yaitu Edisi 2.3 mempunyai sampul ungu. 

Kedua edisi khusus ini untuk proyek “Gerakan Peduli Kasih” akan segera diterbitkan (diharapkan sebelum permulaan tahun 2021). Akan ada edisi untuk orang dewasa dan anak-anak, dan isinya tetap PB TSI edisi 2.3.

 

PB TSI Edisi 2.2 bersampul merah.

 

 

PB TSI Edisi pertama bersampul biru.

 

Perjanjian Baru TSI bisa dibaca dengan segala macam komputer, tablet, dan HP
melalui aplikasi/program Bible.com / Youversion.com.

Screenshot from 2013-10-30 15-25-35Screenshot from 2013-10-30 15-26-02Untuk membaca PB TSI di layar komputermu, gunakanlah browser Internet dan situs bible.com. Daftarkan diri Saudara untuk mendapat identitas log-in. Dari layar pasal Alkitab, men-klik untuk mengubah dari versi KJV. Lalu klik tombol bahasa English dan pilih “Bahasa Indonesia.” Kalau komputer Saudara tidak selalu mempunyai hubungan Internet, lihat informasi tentang program lain di bawah.

Untuk membaca di HP/Tablet, instalkan aplikasi Alkitab Life.Church/YouVersion melalui Play Store/App Store. Sesudah membukanya, men-klik untuk mengubah versi TB.

PENTING: Cara mengunduh TSI: Banyak orang hanya membuka TSI dan tidak mengunduhnya! Supaya tidak harus selalu tersambung ke Internet waktu mau membaca TSI, kembali ke tempat memilih versi, men-klik tombol unduh (yang terlihat seperti panah hijau) di ujung kanan dari nama Terjemahan Sederhana Indonesia.

Untuk Android:

Selain dari aplikasi Bible dari YouVersion, pilihan Android yang terpopuler adalah “Alkitab Sabda”. “Alkitab Yuku” juga hampir sama. Mencari dan instalkan melalui Play Store.

Sesudah menjalankan aplikasi Alkitab, men-klik tombol ‘TB’ untuk mengganti versinya. Di bagian daftar paling bawah men-klik ‘Versi lainnya’, lalu gunakan tombol cari di pojok atas kanan dan ketik ‘seder’. Akan muncul dua penerjemahan. Pilihlah ‘Terjemahan Sederhana Indonesia’ untuk mengunduh TSI.

Daftar Situs Meneliti Alkitab

Halaman ini disediakan untuk menolong para pembaca Terjemahan Sederhana Indonesia untuk meneliti makna Firman Allah.

Meneliti Bahasa Sumber Alkitab

Alkitab studi / Alkitab berkomentar

Alkitab.Sabda.org

Alkitab.Sabda adalah situs yang nomor satu untuk orang-orang Indonesia meneliti Alkitab! Situs ini menggunakan nomor-nomor Strong’s dan memberi definisi dalam bahasa Inggris yang sama dengan yang terdapat di Lumina.Bible. Situs ini juga menghitung caranya setiap kata diterjemahkan dalam TB.

Organisasi Sabda juga memiliki software Alkitab dan aplikasi tablet/HP yang sangat berguna. Untuk Android, menginstal Alkitab Sabda lewat Play Store, yang dilengkapi dengan program AlkiPedia, buku Tafsiran dan Kamus Alkitab.


biblehub.com

Situs ini berguna untuk meneliti bahasa sumber Alkitab. Sebagai contoh, bisa menggunakan situs ini untuk memperbandingkan variasi antara beberapa teks kuno bahasa Yunani. Coba menklik pada nomor ayat, lalu pilih tab Greek, dan perbandingan teks kuno terdapat di bagian layar di bawah bagan. Situs ini sangat berguna juga untuk bahasa Ibrani. Coba menklik pada nomor ayat, lalu pilih tab Hebrew. Berbeda dari Alkitab studi yang lain, dengan situs Biblehub tidak perlu membaca bahasa Ibrani dari kanan ke kiri, tetapi dari atas ke bawah. Dan ada pengucapannya yang lengkap di kolom transliteration.
 
Biblehub juga menggunakan nomor-nomor Strong’s, tetapi definisi yang diberikan untuk bahasa Ibrani kurang lengkap. Saya (Phil) menggunakan ini untuk mengerti struktur kalimat dalam bahasa Ibrani, dan meneliti kata-kata di Lumina.Bible dan mystudyBible. Satu hal saja yang kurang berguna dalam situs ini adalah bahwa buku-buku komentar hanyalah tulisan para penafsir lama yang tidak dikurung copyright.

My WORDsearch Bible

Situs ini sangat berguna untuk melihat Alkitab berkomentar Holman (HCSB) Study Bible, dan untuk menggunakan ‘word study tool’ untuk meneliti arti setiap kata dalam bahasa sumber Alkitab. Situs baru ini membuat lebih praktis mendalami arti dan penggunaan kata-kata dalam bahasa sumber Alkitab, dan situs ini dibuat lebih baik canggih bila menggunakan browser HP atau tablet. Dalam bagian Library/Perpustakaan, diberi Commentary (buku tafsiran) gratis hanya untuk keempat Injil. Untuk berbagi Commentary lain, harus bayar.

lumina.bible.org

Versi utama di situs ini adalah New English Translation (NET), tetapi bisa juga melihat ESV, HCSB, ISV, NASB. Situs ini juga berguna untuk meneliti arti setiap kata dalam bahasa sumber Alkitab. Lumina.bible sangat berguna untuk melihat komentar dan catatan kaki dalam New English Translation/NET.
Informasi tentang kata-kata dalam bahasa sumber Alkitab sama dengan yang terdapat di Alkitab.Sabda, tetapi Lumina.Bible tidak menggunakan nomor Strong’s.
Situs ini sangat baik untuk meneliti bahasa Yunani. 
Lexham English Bible (LEB) dan Faithlife Study Bible dari Logos. (Ketika masuk situs, langsung men-klik tab Bible.)
LEB termasuk terjemahan yang harfiah. Faithlife Study Bible sangat berguna. Bahan komentar dan tafsiran dalam situs Logos ini sangat baik dan terkini. Tetapi situs ini tidak berguna untuk meneliti arti kata-kata dalam bahasa sumber Alkitab.

Terjemahan Terpilih 

Terjemahan bahasa Inggris di bawah ini tidak terdapat di kebanyakan situs lain, tetapi sangat berguna untuk meneliti makna Alkitab.

Translation for Translators 

http://ebible.org/t4t/index.htm

Screenshot from 2014-07-26 14-13-10

Expanded Bible

http://www.biblestudytools.com/ceb/

NLV (New Life Version)

 

Complete Jewish Bible

New Century Version (NCV)

(Hampir sama dengan ERV, Easy-to-Read Version)

Khusus untuk Layar HP

Versi Mobi Sabda
(untuk browser HP atau Tablet).
Situs ini sangat berguna kalau situs Alkitab.Sabda lambat atau mengalami masalah. Klik pada nomor ayat masih berfungsi untuk melihat perbandingan versi.
Berguna multi-jendela, atau untuk membaca di browser HP.
 

Kamus Bahasa Indonesia/English

http://kamus.sabda.org/  Bukan sama dengan kalau mencari kata di Alkitab.Sabda. Isi kamus ini sama dengan KBBI di bawah, tetapi pada halaman yang sama juga memperlihatkan Thesaurus/Sinonim— yaitu kata-kata dengan arti yang berdekatan.
 
kbbi.web.id  Kamus Besar Bahasa Indonesia
 
http://www.sinonimkata.com/ Mencari kata-kata yang memiliki arti yang berdekatan.
 
http://KamusBahasaIndonesia.org (cari arti satu kata)
(cari dan membandingkan arti beberapa kata)

Menerjemahkan kata Indonesia/English:

http://sederet.com/ Baru dan bagus kalau mau menerjemahkan dari atau kepada bahasa Inggris!
http://www.kamus.net/  Di sebelah kotak mencari harus pilih English atau Indonesia.

Menerjemahkan bahasa Inggris/Indonesia:

(kadang-kadang lucu saja, kadang-kadang berguna):

Software Teliti Alkitab

Software Sabda berjalan dengan Windows, dan bisa dijalankan dengan Linux dengan menggunakan Wine.
 
Biblical Analysis Research Tool: BART dari SIL adalah program Windows dan bisa dijalankan dengan Linux dengan menggunakan Wine.
 
 
 
 

Perbandingan keempat Injil

 

Tentang penggunaan kata “Allah” dalam penerjemahan Alkitab:

Lihat naskah:
 
Tentang pengucapan nama “Yahweh”:

Gambar-gambar Alkitab

 
Lihat juga peta dan gambar pada halaman setiap pasal di

Perubahan dan perbaikan kepada tiga edisi PB TSI

Edisi pertama PB TSI diterbitkan pada bulan Maret, tahun 2014. Tim Penerjemah Albata sangat berterima kasih atas segala saran dan masukan yang telah dikirim kepada kami.

Tim Penerjemah Albata tetap terbuka kepada semua pembaca TSI untuk memberi masukan atau usulan supaya TSI benar-benar mencapai tujuannya— yaitu untuk mengungkapkan makna bahasa sumber Alkitab dalam bahasa Indonesia yang jelas, wajar, dan tepat. Kalau Anda ingin bertanya atau mengirim masukan, usulan, atau perbaikan kepada Tim Penerjemah, kirim e-mail kepada:

Kliklah link di bawah ini untuk mengunduh file PDF Daftar Perubahan kepada PB TSI untuk Edisi 2, 2.2, dan 2.3.

Untuk menyiapkan edisi 2 (2015-2016):   DaftarPerubahankepadaPBTSIEdisi1

Untuk menyiapkan edisi 2.2 (2017):   DaftarperubahandalamEdisike-2Cetakanke-2

Untuk menyiapkan edisi 2.3 (2018):   PERBAIKAN kepada Edisi 2.2 PB TSI

pulvinar dapibus leo.

Teks sumber yang digunakan oleh Tim Penerjemah Albata

Dalam Perjanjian Baru dalam Terjemahan Sederhana Indonesia, dalam edisi 1 s/d 2.3, tim penerjemah Albata menggunakan teks UBS (United Bible Society) sebagai dasar penerjemahannya. Teks UBS juga disebut teks Nestle-Aland (NA). Golongan naskah kuno UBS lebih mengutamakan salinan-salinan terkuno yang ditulis pada papirus dan yang terdapat di kota Aleksandria atau tempat-tempat lain di Mesir. Setiap kali Tim Penerjemah Albata menemukan pertanyaan-pertanyaan textual, kami sering mengikuti keterangan dalam catatan kaki di New English Translation (NET). (Kebanyakan penerjemah NET adalah dosen atau tamatan dari Dallas Theological Seminary.)

Memulai bulan Agustus tahun 2018, dan untuk edisi 3 TSI dan seterusnya, Tim Penerjemah Albata akan menggunakan golongan teks Bizantium (BYZ). Alasan untuk keputusan ini adalah bahwa teks Bizantium terbukti tidak diubah-ubah dan stabil sejak zaman penulis pertama. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Artikel Alkitabiah ini: Teks PB Yunani yang Albata gunakan.

Untuk Perjanjian Lama TSI, sebenarnya hanya satu pilihan— yaitu Codex Lenningradensius, yang sering juga disebut Teks Masoretik (MT). Kumpulan teks bahasa Ibrani ini mempunyai variasi yang terlihat dalam aparatus di bagian bawah halaman. Kalau ada pertanyaan-pertanyaan tentang hal kecil seperti dalam aparatus, tim penerjemah Albata juga mengevaluasikan hal-hal itu dengan melihat catatan-catatan di NET.

Teks Septuaginta (LXX) adalah terjemahan dari PL ke dalam bahasa Yunani Klasik yang dilakukan oleh 70 ahli taurat 300 tahun s/d 132 tahun sebelum kelahiran Kristus. Septuaginta mempunyai peran penting dalam penerjemahan PL dan PB— baik dalam TSI maupun di hampir semua terjemahan Alkitab lainnya. Peran penting Septuaginta terletak terutama pada  kutipan-kutipan dari PL yang dikutip oleh para penulis PB. Hampir semua kutipan-kutipan tersebut diambil dari Septuaginta, bukan dari MT. Selain itu, karena di dalam PL terdapat kata-kata dalam teks aslinya yang artinya tidak dapat dipastikan, maka dalam situasi seperti itu, para penerjemah Alkitab zaman sekarang sering berpendapat bahwa para penerjemah Septuaginta jauh lebih dekat dengan zaman PL dibanding kita, karena itu tafsiran yang terdapat dalam Septuaginta bisa menjadi acuan. Namun sekarang terbukti bahwa ada beberapa ayat di mana Septuaginta tidak menerjemahkan dengan tepat. Karena itu dalam semua kutipan dari PL— baik yang diambil oleh penulis dari Septuaginta maupun yang diterjemahkan oleh penulis sendiri dari bahasa Ibraninya, TSI dan hampir semua terjemahan Alkitab yang lain menerjemahkan bagian itu sesuai dengan yang tertulis dalam teks Yunani PB. Contohnya, Ibrani 1:7 adalah kutipan dari Mzm. 104:4. Tetapi karena penulis Ibrani mengutip dari Septuaginta, maka terdapat beberapa kata yang artinya berbeda dari bahasa Ibraninya. TSI dan hampir semua terjemahan Alkitab menerjemahkan ayat ini sesuai dengan yang ditulis oleh penulis pertama dalam bahasa Yunani, dan tidak sesuai bahasa Ibrani untuk ayat Mazmur tersebut. Kalau ada ayat seperti itu, TSI selalu menambah catatan kaki yang menyertakan penerjemahan dari bahasa Ibraninya.

Peran Septuaginta dalam penulisan PB merupakan hal yang sangat menarik. Dengan digunakannya Septuaginta sebagai bahan acuan untuk mengutip PL oleh para penulsi PB, yang tentunya atas pengilhaman Roh Kudus, membuktikan bahwa ternyata Roh Kudus itu sendiri menganggap terjemahan Septuaginta sebagai Firman TUHAN! Artinya, terjemahan dari teks sumber PL ke dalam bahasa lain (bahasa Yunani) dianggap Firman TUHAN, dan kita perlu mempercayai hal itu di dalam PB. Hal ini juga membuktikan kepada kita bahwa Alkitab boleh diterjemahkan ke dalam bahasa mana pun, supaya para pembaca zaman sekarang dapat mengerti Firman Allah. Dan terjemahan itu— asal dilakukan dengan benar dan tepat, juga akan dianggap Firman TUHAN. Kita juga bisa melihat dalam Septuaginta bahwa ke-70 penerjemahnya sering menerjemahkan secara harfiah. Tetapi di mana terjemahan harfiah terlihat sulit dimengerti atau dapat disalah artikan, maka mereka menerjemahkan dengan lebih bebas dan berdasarkan arti. Jadi Septuaginta menjadi bukti bahwa TUHAN mau supaya Firman-Nya bisa dimengerti dan boleh diterjemahkan, dan para penerjemah tidak selalu harus menerjemahkannya secara harfiah, tetapi juga dengan cara berdasarkan arti.

Melayangkan TSI

Module EasyWorship:

Dalam modul EW ini, dalam PL hanya tersedia Kejadian pasal 1-4. PB TSI lengkap dan sudah edisi yang terbaru, edisi 2.3.

ProPresenter (untuk komputer Apple):

Module TSI sudah tersedia! Menginstalkan Alkitab TSI melalui menu di dalam ProPresenter. (Tidak perlu mengunduh modul dari situs ini.) Edisi TSI adalah 2.3, dan ada juga Kejadian 1-4.

 

Program Presentasi Worship untuk komputer Windows yang gratis digunakan:

Hampir semua program terdaftar di bawah dapat melayangkan TSI, dan pasti ada yang bisa melayangkan TB dan BIS/BIMK juga. Kami merekomendasikan program-program ini:

Kami perlu bantuan beberapa jemaat untuk mencoba meng-impor TSI ke dalam program-program ini. Menggunakan modul bentuk Zefania.xml untuk mengimpor TSI ke dalam program-program tersebut. Setelah mengunduh file ZIP di bawah, sebelum melakukan impor ke dalam program, meng-extract file TSI_Zefania_Bible.xml. (Maksudnya: Untuk meng-impor ke dalam program, gunakanlah file xml, bukan archive ZIP.)
TSI_Zefania_Bible.xml.ZIP

Kalau Saudara berhasil menggunakan salah satu dari ke-4 program yang gratis tersebut, mohon mengirim berita kepada alamat ini. Kalau mengalami persoalan dengan modul Zefania, mohon kirim berita juga.

Copyright TSI

Hak cipta untuk Terjemahan Sederhana Indonesia (TSI) dimiliki oleh Yayasan Alkitab BahasaKita (Albata) bersama dengan Pioneer Bible Translators International. Albata bekerjasama dengan Andi Offset untuk penerbitan Perjanjian Baru TSI dan buku itu tidak boleh dicetak ulang oleh pihak lain.

Logo ANDI W       creativecommons

Namun TSI dikerjakan dengan kerjasama dengan Door43.org. Oleh karena itu teks TSI di bawah laisens Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported.

Ini berarti bahwa Saudara dipersilakan mengutip TSI dalam segala macam karangan lain— asal penerbitan itu juga diedarkan di bawah Creative Commons laisens yang sama.

logo    temp-logo

Pembina Yayasan Alkitab BahasaKita adalah Phil Fields— yang adalah anggota Pioneer Bible Translators International.
PBTI adalah anggota penuh dalam Forum of Bible Agencies International (FOBAI).

Tidak ada persaingan antara Albata/Pioneer Bible Translators dan Lembaga Alkitab Indonesia. Melalui induknya, United Bible Societies, LAI juga termasuk Forum of Bible Agencies International.

Prakata Terjemahan Sederhana Indonesia (TSI) Edisi NEXT

Terjemahan Sederhana Indonesia (TSI) adalah hasil penerjemahan dari Yayasan Alkitab BahasaKita (Albata). Albata hadir dengan visi meningkatkan pemahaman Firman Tuhan, supaya para pembaca dan pendengar dapat mengalami pembaharuan hidup. Oleh karena itu, kehadiran Albata tidak bermaksud untuk menggantikan terjemahan Alkitab yang ada, melainkan untuk meningkatkan pemahaman akan Firman Tuhan.


Umat Allah memerlukan dua macam terjemahan Alkitab

Umat Allah di mana pun berada memerlukan sekurang-kurangnya dua macam penerjemahan Alkitab, supaya orang yang belum sempat belajar bahasa sumber Alkitab boleh mengerti Firman Allah dengan sejelas mungkin. Kedua macam penerjemahan itu adalah terjemahan secara harfiah dan terjemahan yang berdasarkan arti. Terjemahan secara harfiah dikerjakan kata demi kata, dan karena itu sangat berguna untuk memperlihatkan bentuk dan struktur dari teks dalam bahasa sumber. Alkitab Terjemahan Baru (TB) adalah terjemahan secara harfiah. Sedangkan TSI dan BIS (Bahasa Indonesia Sehari-hari) termasuk penerjemahan yang berdasarkan arti. Terjemahan berdasarkan arti tidak mempersoalkan berapa kata yang dipakai dalam penerjemahan, asal arti yang disampaikan sama dengan yang diterima oleh para pembaca pertama pada zaman kitab itu ditulis. Kelebihan terjemahan secara harfiah, lebih mengikuti bentuk atau cara ungkapan yang terdapat dalam bahasa sumber. Kelebihan terjemahan berdasarkan arti, lebih tepat menyatakan arti bahasa sumber. Kekurangan terjemahan secara harfiah, kurang menyatakan arti bahasa sumber, karena bahasa terjemahan menjadi kurang wajar atau kurang jelas. Kekurangan terjemahan berdasarkan arti, kurang menunjukkan bentuk atau cara ungkapan yang terdapat dalam bahasa sumber.


Oleh karena TSI termasuk penerjemahan berdasarkan arti, maka struktur frasa dalam bahasa sumber yang berbentuk A B C D bisa diubah dalam TSI menjadi C A B D— kalau hal itu bisa membantu pembaca untuk lebih mengerti arti yang sebenarnya. Penerjemahan berdasarkan arti juga boleh menambahkan informasi tersirat— yaitu informasi yang pada zaman Alkitab tidak perlu langsung ditulis karena sudah dimengerti oleh para pembaca pada zaman itu. Tetapi pada zaman sekarang pembaca di Indonesia sangat memerlukan beberapa informasi tersirat menjadi tersurat. Tim penerjemah TSI sudah berusaha keras supaya informasi yang dibuat tersurat dalam TSI sesuai dengan tafsiran yang paling diakui oleh para ahli tafsir. Untuk pembaca yang mau memperbandingkan TSI dengan penerjemahan lain atau pun bahasa Yunani, tim penerjemah Albata menyarankan untuk memakai web site alkitab.sabda.org. Penerjemahan yang sering menolong tim penerjemah TSI adalah NLT, NIV, NET, CEV, dan Deibler T4T.


Harap dimengerti bahwa penerjemahan berdasarkan arti tidak sama dengan yang disebut ‘parafrasa’. Contoh parafrasa adalah FAYH (Firman Allah Yang Hidup). Parafrasa bisa langsung menambahkan hal-hal modern dalam teks yang bukan informasi tersirat, atau kadang-kadang parafrasa mengurangi dari makna teks asli. Sedangkan penerjemahan berdasarkan arti tidak boleh menambah atau mengurangi arti yang dimaksudkan oleh si penulis.

 

Tentang istilah yang dipakai

Dalam TSI, ada beberapa istilah baru yang dipakai, di mana istilah-istilah itu tidak digunakan di dalam penerjemahan lain dalam Bahasa Indonesia. Hal ini dilakukan karena penerjemahan ini juga berusaha menggunakan bahasa yang paling sederhana dan paling umum dipakai di seluruh Indonesia. Tim penerjemah sudah menghindari penggunaan istilah yang hanya dikenal oleh orang-orang yang sudah biasa dengan ‘bahasa gereja’ atau istilah teologi. Di antara istilah-istilah itu ada kata-kata yang sering sekali didengar di gereja, tetapi hampir tidak pernah dipakai oleh orang-orang dalam percakapan sehari-hari— seperti ‘kasih-karunia’, ‘damai-sejahtera’, dan ‘daging’, di mana kata ‘daging’ dipakai dengan arti keinginan-keinginan badani yang jahat. Tim penerjemah berharap supaya pembaca mengerti bahwa pada waktu teks Alkitab pertama ditulis, para penulis menggunakan bahasa sehari-hari pada zaman itu dan tidak menggunakan istilah yang hanya dikenal di dalam gereja saja.

 

Tentang kata ganti orang dan huruf besar untuk kata ganti nama Yesus

Dalam penerjemahan tradisional di Indonesia, ‘kamu’ selalu dipakai untuk jamak, sedangkan ‘engkau’ selalu dipakai untuk tunggal. Hal ini tidak sesuai dengan penggunaan Bahasa Indonesia zaman sekarang. Dalam Bahasa Indonesia, kata ganti orang yang dipakai menunjukkan apakah hubungan pribadi antara pembicara dan pendengar adalah akrab atau formal, dan status antara kedua pihak sejajar atau berbeda. Jadi dalam penerjemahan TSI, ‘kamu’ sering dipakai untuk tunggal kalau dalam konteks keakraban atau status yang sama. ‘Kamu’ juga bisa dipakai untuk jamak. Contohnya, ketika Rasul Paulus memberi perintah kepada jemaat untuk sesuatu yang dilakukan secara pribadi. Sedangkan, perintah yang dikerjakan oleh seluruh jemaat secara bersama biasanya memakai ‘kalian’. ‘Engkau’ lebih dipakai kalau menyapa atau memanggil orang yang memiliki status yang lebih tinggi, termasuk kepada Allah. Bahasa Ibrani dan Yunani tidak mempunyai kata ganti orang inklusif ‘kita’. Dalam TSI, tim penerjemah berusaha supaya ‘kita’ dipakai dengan cara yang wajar.


Dalam penerjemahan tradisional di Indonesia, huruf besar selalu dipakai untuk ilahi, termasuk kata ganti nama Yesus. Dalam TB, huruf besar masih dipakai bahkan ketika yang berbicara adalah orang yang tidak percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah. Hal ini bisa membuat pembaca salah menafsirkan cerita tentang Yesus— misalnya waktu orang-orang Yahudi melawan Yesus. Jadi dengan menggunakan huruf kecil, TSI membuat jelas bahwa para pembicara di Yohanes 8:57 tidak percaya kepada keilahian Yesus waktu mereka mengatakan, “Apa?! Umurmu belum sampai lima puluh tahun, dan kamu berkata bahwa kamu sudah melihat Abraham!”


Dalam penerjemahan tradisional di Indonesia, Allah dan Yesus selalu memakai ‘Aku’ dengan huruf besar, dan TSI pun mengikuti tradisi itu. Namun tim penerjemah Albata berharap semua pembaca akan mengingat bahwa bahasa Ibrani dan Yunani tidak mempunyai perbedaan seperti antara ‘aku’ dan ‘saya’ dalam bahasa Indonesia. Jangan sampai ada yang menganggap bahwa Yesus mengakui keilahian-Nya hanya dari kata ‘Aku’ saja. Contohnya, waktu Yesus berkata kepada perempuan Samaria, “Tolong berikan air kepada-Ku, supaya Aku minum.” Dari kata ‘Aku’ yang dipakai oleh Yesus, perempuan itu tidak mungkin langsung mengetahui bahwa Yesus sedang mengakui diri-Nya sebagai Tuhan. Hendaklah selalu diingat bahwa dalam bahasa Yunani pembicaraan Yesus tidak berbeda dalam hal ‘saya/aku’ dari semua manusia yang lain. Oleh karena itu, para pembaca TSI boleh merasa bebas untuk mengucapkan perkataan Yesus sesuai dengan selera atau kebiasaan lokal penggunaan ‘aku/saya’. Sebagai contoh, kalau Anda merasa lebih cocok untuk Yesus memakai ‘saya’ waktu berbicara dengan perempuan dari Samaria, silahkan membaca dengan memakai ‘saya’. Demikian juga saat Yesus ditentang atau diadili, kalau Anda berpikir bahwa konteks formal membuat sehingga lebih tepat Yesus menggunakan ‘saya’, silahkan membaca dengan memakai ‘saya’. Ingatlah bahwa bahasa Yunani (seperti bahasa Inggris) tidak membedakan antara ‘saya’ dan ‘aku’.

 

Tentang penerjemahan nama YHWH dan pemakaian nama Allah dan TUHAN

TSI menggunakan cara tradisional di Indonesia untuk menerjemahkan ‘Allah’ dan ‘TUHAN’. Memulai dari zaman pembuangan orang Yahudi ke Babel, mereka menganggap nama yang ditulis ‘YHWH’ terlalu suci untuk diucapkan. Oleh sebab itu, ketika mereka melihat nama itu dalam Firman Allah, mereka selalu mengucapkan ‘Adonai’, yang berarti ‘Penguasa’. Tetapi akibat itu, dan karena bahasa Ibrani tidak menuliskan huruf-huruf vokal, maka sekarang tidak diketahui pengucapan persis yang Musa terima untuk ‘YHWH’. (Perkiraan pengucapannya ‘Yahweh’.) Bahkan lebih dari 300 tahun sebelum Kristus dilahirkan, ketika Perjanjian Lama diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani klasik (disebut Septuaginta atau LXX), ‘YHWH’ diterjemahkan sebagai ‘Kyrios’— yaitu kata yang berarti ‘Penguasa/Lord’. Sedangkan dalam Septuaginta ‘Elohim’ secara konsisten diterjemahkan ‘Theos’ — yaitu kata yang berarti ‘Allah’.


Ternyata ada kehilangan arti yang terjadi apabila ‘Adonai’ selalu diterjemahkan dengan kata TUHAN dalam PL, dan apabila dalam PB ‘Kyrios’ selalu diterjemahkan dengan kata Tuhan. Untuk sebagian besar orang Indonesia, kata TUHAN/Tuhan hanya mempunyai satu arti, yaitu merujuk langsung kepada Allah. Padahal dalam PL, ‘Adonai’ masih sering digunakan dengan arti dasarnya, yaitu ‘penguasa’. Dalam bahasa Yunani, ‘Kyrios’ juga memiliki arti dasar yang sama. Baik dalam bahasa Ibrani maupun Yunani, kata ‘penguasa’ bisa merujuk kepada manusia (sebagai raja atau majikan) atau kepada Allah. Dalam PB TSI, ‘Kyrios’ diterjemahkan dengan TUHAN di mana merujuk kepada Allah Bapa (seperti dalam PL TSI), dan Tuhan (hanya huruf T yang besar) digunakan di mana merujuk kepada Tuhan Yesus. Dalam ayat di mana sulit membedakan peran antara Ketiga Yang Esa, TUHAN tetap digunakan. ‘Kyrios’ juga diterjemahkan dengan kata ‘Penguasa’ dalam PB TSI, di mana pemahaman arti dasar dari kata itu lebih penting untuk dipahami— seperti Roma 10:9. Kata Penguasa juga digunakan untuk Tuhan Yesus di dalam kalimat di mana Allah Bapa dan Kristus Yesus disebut bersama sebagai Pelaku, seperti Efesus 1:2.


Di dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Arab, ‘Allah’ bukan nama pribadi seperti ‘YHWH’, tetapi adalah gelar yang menunjukkan status atau keberadaan-Nya, sebagaimana kata ‘Presiden’ bukanlah nama orang, tetapi menunjukkan jabatan. (Sebagai contoh lain, ‘iblis’ bukan nama untuk si jahat. Nama iblis banyak— termasuk Lucifer dan Beelzebul.) Sebagai bukti bahwa kata ‘Allah’ bukanlah nama-Nya, kata itu bisa dipakai untuk menunjukkan ‘allah-allah palsu’. Itu menunjukkan bahwa ‘Allah’ bukan nama, karena nama orang tidak dipakai seperti itu. (Contohnya, ‘pilipus-pilipus palsu’ tidak pernah diucapkan.) Hal ini sama dengan kata ‘God’ dalam Bahasa Inggris. Dan dalam Bahasa Ibrani pun, ‘Elohim’ juga dipakai sama seperti yang telah dijelaskan di atas untuk Allah, yaitu ‘elohim’ juga dipakai untuk allah-allah palsu.


Di zaman Yesus, bahasa Aram sudah menjadi bahasa sehari-hari orang Yahudi, dan Yesus sendiri menggunakan bahasa tersebut. Kebanyakan bunyi bahasa Aram mirip bahasa Ibrani. Misalnya, dalam bahasa Aram ‘Elohim’ diucapkan ‘Alaha’. Sebelum abad ke-6 sudah ada orang Kristen di negeri Arab yang menyebut TUHAN sebagai ‘Allah’. Dan sampai saat ini orang Kristen di negeri Suriah masih berbahasa Aram dan masih menyebut Allah dengan sebutan ‘Alaha’. Jadi sebenarnya sebutan ‘Allah’ merupakan kata serapan dari Bahasa Aram ke dalam Bahasa Arab. Dengan demikian kata ‘Allah’ bukan milik satu agama saja.


Dalam PL TSI, Elohim diterjemahkan ‘Allah’. Tetapi kalau lebih wajar, ‘Allah’ boleh disebut ‘Dia’ atau ‘-Nya’ dalam TSI. TSI mengikuti tradisi penerjemahan Firman Allah sejak Septuaginta dengan menerjemahkan YHWH sebagai TUHAN. Kalau lebih wajar dalam konteks pasal di mana TUHAN sudah beberapa kali disebutkan, maka TSI juga mengganti TUHAN dengan ‘Dia’ atau ‘-Nya’. Oleh karena faktor kewajaran tersebut, tidak mungkin terjemahan berdasarkan arti seperti TSI mencerminkan posisi ‘TUHAN/YHWH’ dan ‘Tuhan/Adonai’ dalam teks Ibrani seperti terjemahan-terjemahan secara harfiah. Kalau pembaca ingin meneliti posisi persis untuk kedua itu dalam teks Ibrani, sebaiknya hal itu dilihat dalam terjemahan secara harfiah atau langsung dalam bahasa Ibrani. Demikian di mana ‘YHWH Elohim’ tertulis dalam teks Ibrani, TSI akan menerjemahkan satu kali saja dengan “TUHAN Allah” di awal setiap perikop, dan selanjutnya— masih dalam perikop yang sama— akan diterjemahkan dengan TUHAN saja. Pembaca yang ingin meneliti penggunaan kombinasi tersebut dianjurkan melihat terjemahan secara harfiah.

 

Teks sumber yang digunakan dalam Alkitab TSI

Dalam PL, tim penerjemah Albata menggunakan teks Masoret (MT), yang disusun di antara abad ke-7 dan abad ke-10 M. Ada kalanya maksud dalam MT sangat kabur karena arti kata-katanya sulit dipastikan. Dalam situasi itu, TSI mengikuti cara menerjemahkan yang digunakan dalam hampir semua Alkitab lain, yaitu menerjemahkan sesuai dengan Septuaginta (LXX).

 

Untuk Perjanjian Baru (PB) edisi 1 s/d 2.3, Albata menggunakan Teks Nestle-Aland (GTNA) yang juga disebut Teks UBS. Tetapi mulai dari edisi ke-3 Albata menggunakan Teks Mayoritas, yang juga disebut Teks Bizantium. Teks ini disusun berdasarkan ribuan naskah kuno yang masih terpelihara hingga saat ini. Banyaknya naskah kuno yang digunakan sebagai dasar penyusunannya menunjukkan keunggulan sekaligus membuktikan bahwa tidak ada sesuatu yang diubah atau dipalsukan. Teks GTNA dibuat berdasarkan prinsip-prinsip tekstual yang berkembang sejak tahun 1881, yaitu pada waktu Teks Yunani Wescott-Hort diterbitkan. Teks Wescott-Hort lebih menghargai teks Yunani kuno yang pada waktu itu baru saja ditemukan di Mesir. Akan tetapi, setelah lebih dari satu abad dianalisa prinsip-prinsip tersebut, berbagai ahli tekstual menyatakan bahwa prinsip-prinsip tekstual yang berasal dari tahun 1881 itu terbukti salah. Dan Albata setuju dengan kesimpulan tersebut. Salah satu akibat negatif dari pengaruh kuat Teks Wescott-Hort dan GTNA terhadap berbagai terjemahan Alkitab dari abad lalu, sekarang sudah banyak orang yang meragukan tentang keaslian teks sumber Alkitab. Mereka mempertanyakan apakah benar bahwa teks sumber Firman TUHAN sudah dijaga oleh-Nya sampai sekarang. Untuk informasi selanjutnya, lihat Artikel Alkitabiah di situs albata.info yang berjudul Teks PB Yunani yang digunakan oleh Albata.

 

Tentang cara menerjemahkan pengulangan nama orang, hubungan dalam keluarga, dan nama tempat

Dalam PL, dalam Bahasa Ibrani sering terjadi pengulangan informasi seperti nama orang, nama tempat, dan hubungan keluarga. TSI tidak mengulangi informasi yang seharusnya sudah dimengerti oleh para pembaca. Pengulangan-pengulangan hal tersebut lebih baik dilihat dalam terjemahan harfiah. Misalnya, Kej 27:11 menyebut Esau sebagai kakak Yakub. Tetapi karena ini sudah disebut di ayat 1, TSI tidak memberi informasi ini lagi.

 

Tentang cara mengeja nama-nama dalam Alkitab 

Tim penerjemah TSI sudah memutuskan untuk mengubah ejaan beberapa nama orang atau kota dalam Alkitab. Sebagai contoh, sekarang Aristarkhus dieja Aristarkus. Perubahan ejaan nama dilakukan supaya membuat teks TSI lebih mudah dibaca. Beberapa nama yang menggunakan huruf z menjadi lebih gampang dibaca dengan menggunakan huruf s. Dan kami juga mengubah beberapa nama yang pengucapannya dalam bahasa Indonesia jauh sekali dari bahasa Yunaninya. Sebagai contoh, kami menggunakan ‘Matatias’ di Luk.3:25-26, bukan ‘Matica’, karena ‘Matatias’ lebih dekat kepada pengucapannya dalam bahasa Yunani maupun terjemahan bahasa Inggris.

 

Tentang penomoran ayat dalam PL TSI

TSI selalu menggunakan penomoran ayat yang umum digunakan dalam semua aplikasi Alkitab elektronik sedunia, supaya lebih gampang membandingkan berbagai terjemahan dalam aplikasi elektronik. Tetapi dalam cukup banyak pasal di Mazmur dan beberapa pasal lain di PL (seperti 1Raj. 22:43) TB menggunakan sistem penomoran lama yang digunakan dalam Terjemahan Lama dan KJV. Di setiap ayat di mana TB (edisi cetakan) menggunakan penomoran lama tersebut, TSI akan  menaruh nomor ayatnya (sesuai TB) dalam kurung sesudah nomor ayat dari TSI. Lihat contoh di Mazmur 3.

 

Tentang catatan dan referensi silang

Ada dua macam catatan dalam TSI yang terdapat pada halaman bagian bawah: (1) Catatan kaki yang biasa dimulai dengan nomor yang sama dengan nomor superscript di teks TSI, dan (2) Referensi silang yang biasa dimulai dengan satu huruf, dan huruf superscript yang sama terdapat di teks TSI.

 

Permohonan kepada para pembaca

Walaupun teks TSI sudah direvisi beberapa kali sejak tahun 2014, Tim Penerjemah Albata tetap mengharapkan saran dan masukan dari para pembaca selalu dikirim kepada kami, agar edisi yang berikut bisa menjadi lebih wajar, jelas, dan lebih tepat sesuai maksud penulis yang pertama. Untuk informasi tentang berbagai cara menghubungi kami, silahkan buka situs http://albata.info di Internet. Mohon juga dukungan doa untuk Albata, karena tim penerjemah sedang menerjemahkan Perjanjian Lama.



Cara terbaik mendapat Alkitab bersuara dalam bahasamu

Kalau hanya mau mendengar rekaman PB TSI saja, mencari di Play Store untuk Alkitab TSI. Aplikasi ini akan menggunakan Internet hanya untuk pertama kali memutar rekaman  pasal. Sesudah itu pasal itu disimpan di HPmu dan tidak menggunakan pulsa data lagi.

Baik kalau Saudara mau mendengar Perjanjian Baru dalam bahasa Orya, Nias, TSI, atau Alkitab lengkap TB, Saudara dapat melakukan itu melalu aplikasi BIBLE.IS. Bible.is tersedia dalam App Store atau Play Store.

Inilah langkah-langkah untuk menginstalkannya:

Carilah Bible.is di Play Store atau App Store.

Menginstalnya!

Sesudah bisa membuka Bible.is, mencari untuk ‘Indonesia’.

 

Lalu mencari di bawah untuk Terjemahan Sederhana Indonesia.

Men-download setiap kitab.

 

 

Lalu nikmatilah rekaman-rekaman Firman TUHAN dan membagi tentang aplikasi Bible.is kepada teman-teman!

Mengapa TSI berbeda?!

Penulis: Balazi Gulo dan Phil Fields

Salah satu perbedaan TSI dari terjemahan-terjemahan lain adalah dalam cara menerjemahkannya.  Prinsip-prinsip yang digunakan oleh tim penerjemah Albata tidak selalu sama dengan yang digunakan oleh yayasan-yayasan penerjemahan lain. Tim Penerjemah Albata ingin memprioritaskan arti yang dimaksudkan oleh para penulis Alkitab— yaitu arti yang dimengerti oleh para pembaca pertama. Albata menerjemahkan berdasarkan arti, bukan secara harfiah. Mari kita melihat perbedaan antara kedua cara menerjemahkan tersebut.

Terjemahan-terjemahan yang tergolong harfiah dalam bahasa Indonesia diantaranya adalah TB, AYT (Sabda), TL, dan MILT. Sedangkan terjemahan-terjemahan yang tergolong berdasarkan arti diantaranya adalah BIS dan TSI.

Terjemahan secara harfiah adalah cara yang pada umumnya digunakan dalam dunia penerjemahan Alkitab dari sejak dulu hingga sekarang. Contoh utama yang sudah menyejarah dalam penerjemahan adalah Septuaginta (terjemahan dari PL ke dalam bahasa Yunani yang dibuat sekitar 200-300 SM) dan King James Version (1611). Dalam terjemahan secara harfiah, para penerjemah berusaha memilih kata-kata dalam bahasa sasaran yang pas dengan arti setiap kata dalam bahasa Ibrani atau Yunani dalam Firman Allah. Jadi secara otomatis terjemahan akan mencerminkan bentuk atau struktur kalimat yang terdapat dalam bahasa asli Alkitab.

Catatan: Semua terjemahan secara harfiah tidak konsisten— kecuali Young’s Literal Translation. Ketidakkonsitenan terjadi ketika tim penerjemah menyadari bahwa terjemahan secara harfiah akan membawa arti yang salah dalam bahasa sasaran. Setiap terjemahan harfiah mempunyai beberapa ayat yang diterjemahkan berdasarkan arti, supaya pembaca tidak salah memahami. Dan kalau membandingkan beberapa terjemahan harfiah, pembaca akan melihat bahwa berbagai tim yang menerjemahkannya tidak konsisten dalam ayat-ayat yang dipilih untuk diterjemahkan lebih berdasarkan arti.

Tetapi komunikasi manusia tidak terdiri dari kata-kata saja. Dalam komunikasi sehari-hari, manusia tidak perlu mengungkapkan segala sesuatu sejelas mungkin dengan menggunakan kata-kata, karena si pendengar sudah tahu topik, sudah mengerti konteks, dan memiliki pengetahuan yang sama dengan pembicara. Persoalan yang dihadapi oleh pembaca Alkitab yang diterjemahkan secara harfiah adalah

  • pembaca zaman sekarang sering tidak mengerti topik dan konteks seperti para pembaca pertama,
  • kebudayaan sekarang sangat berbeda dengan kebudayaan zaman Alkitab,
  • dan kita tidak memiliki pengetahuan yang sama dengan penulis Alkitab.

Jadi terjemahan berdasarkan arti melengkapi hal-hal tersebut supaya pembaca zaman sekarang dapat mengerti. Kalau menggunakan cara menerjemahkan demikian, secara otomatis terjemahan tidak akan mencerminkan bentuk atau struktur bahasa sumber Alkitab.

Albata berharap semua pembaca mengerti bahwa TSI tidak bermaksud untuk mengganti Alkitab TB. Yang kami tegaskan adalah: Setiap anak Tuhan perlu memiliki akses kepada dua jenis terjemahan, karena yang satu mencerminkan bentuk bahasa sumber Alkitab, dan yang satunya lagi menyampaikan arti bahasa sumber. Kedua jenis terjemahan saling melengkapi.

Berikut ini adalah beberapa contoh cara menerjemahkan berdasarkan arti. Dan contoh-contoh ini menunjukkan bahwa terjemahan berdasarkan arti bisa:

  • membuat informasi tersirat dalam bahasa sumber menjadi tersurat,
  • menerjemahkan berbagai macam gaya bahasa sesuai artinya,
  • menerjemahkan satu istilah atau kata benda abstrak dengan frasa beberapa kata,
  • dan mengubah urutan informasi.

Informasi tersirat dalam bahasa asli bisa dibuat tersirat dalam TSI.

Kisah 2:8b-11 AYT 8 Dan, bagaimana mungkin masing-masing kita mendengar mereka dengan bahasa tempat kita dilahirkan?
9 Orang-orang Partia, dan Media, dan Elam, dan penduduk Mesopotamia, Yudea, dan Kapadokia, Pontus, dan Asia,
10 Frigia, dan Pamfilia, Mesir, dan daerah-daerah Libia dekat Kirene, dan pendatang-pendatang dari Roma, baik orang-orang Yahudi maupun para proselit,
11 orang-orang Kreta dan Arab. Kita mendengar mereka berbicara dengan bahasa kita tentang perbuatan-perbuatan besar Allah.”

Kisah 2:8-11 TSI 8 Lalu mereka semua terheran-heran dan berkata, “Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?! Orang-orang yang berbicara ini semuanya orang Galilea,* tetapi setiap kita mendengar mereka berbicara dalam bahasa kita masing-masing! Sungguh heran karena kita berasal dari banyak daerah,
9 termasuk Partia, Media, Elam, dan penduduk Mesopotamia, Yudea, Kapadokia, Pontus, dan propinsi Asia.
10 Juga termasuk daerah Frigia, Pamfilia, Mesir, dan bagian-bagian Libia yang dekat kota Kirene. Juga ada yang datang dari ibukota Roma,
11 dari pulau Kreta, dan orang-orang Arab. Kita yang berkumpul adalah orang Yahudi, dan juga orang dari bangsa lain yang sudah menjadi pengikut agama Yahudi. Heran sekali sampai kita bisa mendengar mereka berbicara dalam bahasa kita sendiri tentang hal-hal luar biasa yang dilakukan oleh Allah!”

*Catatan dalam TSI: 2:7-8 Orang Galilea Para pendengar tahu bahwa orang Galilea biasanya hanya bisa berbicara dalam bahasa Ibrani sehari-hari yang dipakai di Galilea, dan bahasa umum— yaitu bahasa Yunani.

Dalam keempat ayat ini banyak hal tersirat dijadikan tersurat untuk pembaca di Indonesia, contohnya, nama tempat mana yang adalah kota, daerah, atau pulau. Dan dalam ayat 8, sebabnya para pendengar menjadi heran dan bingung dijelaskan. Itu juga merupakan suatu hal besar yang tersirat dalam bahasa sumber, yang bentuknya dapat dilihat dalam AYT. Juga catatan kaki digunakan untuk menjelaskan hal budaya pada waktu kejadian ini.

TSI bisa menerjemahkan gaya bahasa sesuai artinya.

Matius 21:16 MILT dan berkata kepada-Nya, “Apakah Engkau mendengar apa yang mereka katakan?” Dan YESUS berkata kepada mereka, “Ya, tidak pernahkah kamu membaca: Dari mulut kanak-kanak dan yang menyusu, Engkau telah mempersiapkan pujian !”

Matius 21:16 TSI Mereka berkata kepada-Nya, “Kamu tidak dengar anak-anak itu— kah?! Kenapa kamu tidak melarang mereka berkata seperti itu?!”
Jawab-Nya kepada mereka, “Ya, Aku dengar. Tetapi sampai kapan kalian bisa mengerti Firman Allah?! Karena penulis Mazmur berkata kepada Allah,
‘Engkau sudah mengajar anak-anak dan bayi-bayi untuk memberi pujian yang sempurna kepada-Mu.’”

Pertanyaan retoris adalah salah satu macam gaya bahasa. Pertanyaan retoris menggunakan bentuk pertanyaan, tetapi kalimat tanya tidak digunakan dengan alasan bertanya. Dalam ayat ini, TSI menunjukkan bahwa pertanyaan para imam dan ahli Taurat adalah untuk menegur, bukan pertanyaan sungguh. Pertanyaan mereka juga menyampaikan bahwa mereka tidak setuju dengan Yesus membiarkan anak-anak itu tetap bersorak-sorai ‘Hosana’.

Catatan: Karena bahasa Indonesia sering menggunakan pertanyaan retoris untuk menegur, di sini tim penerjemah tetap menerjemahkan dengan bentuk kalimat tanya— bahkan menambah pertanyaan retoris dalam huruf tebal supaya maksud menegur dimengerti oleh pembaca. Selain menegur, ada banyak alasan lain untuk menggunakan pertanyaan retoris. Misalnya, Yesus sering menggunakan pertanyaan retoris untuk membuka topik pelajaran. Dalam situasi seperti itu TSI bisa menerjemahkan pertanyaan retoris Yesus sebagai pernyataan.

Dalam frasa huruf tebal yang kedua di atas, TSI sekali lagi membuat informasi tersirat menjadi tersurat ketika menjelaskan siapa yang berbicara dengan Siapa, supaya pembaca dapat mengerti kutipan dari Mzm. 8:3.

TSI bisa menerjemahkan satu kata dengan frasa.

Markus 4:24 TB Lalu Ia berkata lagi: “Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu.

Markus 4:24 TSI Lalu Yesus berkata lagi kepada mereka, “Apa yang Aku ajarkan, kalian masing-masing harus menyimpannya dengan baik di dalam hatimu. Karena sebagaimana kamu berusaha untuk mengerti ajaran-Ku, begitu juga Allah akan menambahkan kemampuan kepadamu untuk memahaminya. Bahkan Dia akan menambahkan lebih banyak hikmat lagi.

Kata yang diterjemahkan dengan ‘Camkanlah’ dalam TB bisa juga diterjemahkan dengan kata ‘Perhatikanlah’, yang memang lebih sederhana dari Camkanlah. Tetapi ternyata tim penerjemah TSI ingin untuk membuat caranya yang kita ‘perhatikan’ lebih jelas lagi dengan menggunakan frasa ‘menyimpannya dengan baik di dalam hatimu’.

Dalam bagian kedua dalam ayat 24 ini, TSI sekali lagi membuat sesuatu yang tersirat menjadi tersurat. Ayat ini diucapkan Yesus ketika Dia mengajar dengan menggunakan berbagai perumpamaan yang menggambarkan hal-hal rohani. Jadi TSI menjelaskan apa yang ‘diukurkan’ sesuai konteks pasal ini. Pelaku tersirat untuk kata kerja pasif ‘diukurkan’ dan ‘ditambah’ juga dibuat tersurat— yaitu Allah.

TSI bisa mengubah urutan informasi supaya kalimat menjadi lebih wajar atau lebih masuk akal.

Galatia 1:1-2 TB Dari Paulus, seorang rasul, bukan karena manusia, juga bukan oleh seorang manusia, melainkan oleh Yesus Kristus dan Allah, Bapa, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati,
dan dari semua saudara yang ada bersama-sama dengan aku, kepada jemaat-jemaat di Galatia:

Galatia 1:1-2 TSI Kepada yang kekasih saudara-saudari seiman di setiap jemaat di propinsi Galatia:
Salam dari saya, Paulus, dan dari semua saudara seiman yang ada bersama saya.
Saya menjadi rasul bukan karena diangkat atau diutus oleh manusia, tetapi saya menerima jabatan ini langsung dari Kristus Yesus dan dari Allah Bapa— yang sudah menghidupkan Yesus kembali dari kematian.

Dalam permulaan surat-surat PB, TSI hampir selalu mengubah urutan informasi yang terdapat dalam bahasa Yunani, supaya mengikuti urutan yang selalu digunakan sekarang dalam bahasa Indonesia.

Perbandingan terjemahan harafiah dengan terjemahan berdasarkan arti: