Cinta Hosea kepada Gomer

Bacaan Hosea 2:1-14
Perjanjian Lama Bahasa Indonesia Masa Kini (PL-BIMK)

Karena itu panggillah sesamamu dengan nama “Umat Allah” dan “Dikasihani Tuhan.”

Gomer yang tak setia melambangkan Israel

Tuhan berkata, “Hai anak-anak-Ku, ibumu bukan istri-Ku lagi, dan Aku bukan suaminya. Sebab itu, perkarakanlah dia supaya ia jangan berzinah dan jangan melacur lagi.
Jika ia tetap melacur, Aku akan menanggalkan pakaiannya supaya ia telanjang seperti pada hari ia dilahirkan. Akan Kujadikan dia seperti tanah kering dan gersang, maka ia akan mati kehausan.
Kamu, anak-anaknya, tidak akan Kukasihani; kamu lahir dari pelacuran.
Ibumu pelacur yang tidak tahu malu. Ia berkata, ‘Aku akan pergi kepada kekasih-kekasihku yang memberi aku makanan dan minuman, wol dan kain linen, minyak zaitun dan anggur.’
Sebab itu, Aku akan mengurung dia dengan belukar duri, dan menutup jalannya dengan pagar tembok. 
Ia akan mengejar kekasih-kekasihnya, tapi tidak akan sampai kepada mereka. Ia akan mencari mereka, tapi tidak akan menemukan mereka. Lalu ia akan berkata, ‘Aku akan kembali kepada suamiku yang pertama; dulu keadaanku lebih baik daripada sekarang.’
Ibumu tidak pernah mengakui bahwa Akulah yang memberi dia gandum, anggur, minyak zaitun, dan segala emas perak yang dipakainya untuk menyembah Baal itu.
Karena itu, di musim panen Aku akan menarik kembali pemberian-Ku, yaitu gandum dan anggur, serta wol dan kain linen yang Kuberikan kepadanya untuk pakaiannya.
10 Akan Kutelanjangi dia di depan semua kekasihnya. Tak seorang pun dari mereka dapat melepaskan dia dari kekuasaan-Ku.
11 Segala pestanya akan Kuhentikan, baik pesta tahunan maupun pesta bulanan dan hari-hari Sabat; singkatnya, segala perayaan keagamaannya.
12 Aku akan memusnahkan pohon-pohon anggur dan pohon-pohon ara yang menurut dia adalah upah pelayanannya kepada para kekasihnya. Akan Kuubah kebun-kebun anggur dan kebun-kebun aranya menjadi hutan; binatang-binatang buas akan merusaknya.
13 Aku akan menghukum dia karena hari-hari yang dipakainya untuk membakar dupa kepada Baal, serta bersolek dengan perhiasannya untuk mengejar kekasih-kekasihnya, lalu melupakan Aku sama sekali. Aku, Tuhan, telah berbicara.”

Tuhan
 mengasihi umat-Nya

14 Tuhan berkata, “Sebab itu Aku akan membawa dia ke padang gurun; di sana ia akan Kubujuk dengan kata-kata cinta. 

Salah satu bagian dari kisah Alkitab yang sulit untuk dipahami adalah kisah cinta antar Hosea dan Gomer Bagaimana mungkin seorang suami yang sudah berkali-kali dikhianati oleh istrinya, dapat menerima kembali keberadaan istrinya? Namun, itulah yang Alkitab catat mengenai Hosea dan Gomer, yang menggambarkan kasih Allah kepada umat-Nya, yakni kasih agape, yang juga dikenal dengan kasih tanpa syarat.

Membaca kisah hari ini, kita mungkin menganggap bahwa Hosea adalah seorang suami yang begitu cinta kepada istrinya, walaupun istrinya
sudah berkhianat, ia tetap mengasihinya. Kegeraman me­mang ada, kemarahan pun terlihat jelas, tetapi hal itu tidak menenggelamkan cinta yang dimiliki sang suami kepada belahan hatinya. Itulah cinta tak bersyarat! Melalui pasang-surut hubungan Hosea dan Gomer, kita juga melihat bahwa Gomer memilih tetap melacurkan dirinya. Hanya saat kehabisan uang, ia kembali mencari suaminya yang memberinya kebahagiaan. Perilaku Gomer menggambarkan perilaku Israel yang kerap kali mendukakan hati Allah yang sangat mengasihi mereka. Ketika mereka sadar betapa sia-sianya kehidupan mereka ketika mengikuti ilah lain, dan bahwa hanya di dalam Allah ada kasih dan kepuasan hidup sejati, mereka pun bertobat. Allah pun siap menerima mereka kembali.

Dalam relasi kita dengan Allah, kita pun dapat meniru perilaku Gomer dan bangsa Israel. Padahal, Allah begitu baik dan siap melakukan apa pun untuk membawa kita berbalik kepada-Nya. Ia rindu kita menanggapi kasih-Nya, Namun, tanpa kita harus menyakiti hati-Nya terlebih dahulu. Namun, jika saat ini kita merasa telah menyakiti-Nya, maukah kita bertobat dan kembali kepada-Nya?

Dikutip dan disadur dari renungan Andi Offset Oktober 2017

 

Posted in Renungan TSI.

Jaya Waruwu