Dewasa itu Pilihan

 

Bacaan  1 Korintus 13:4-11
Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI)

4 Sifat kasih itu adalah sabar, murah hati, tidak iri hati, tidak membesarkan diri, dan tidak sombong.
5 Kasih itu tidak berbuat kasar, tidak mencari kepentingan sendiri, tidak gampang marah, dan tidak mengingat-ingat kesalahan yang pernah dibuat oleh orang lain.
6 Kasih itu tidak bersukacita waktu melihat orang lain melakukan yang jahat, tetapi bersukacita waktu melihat mereka hidup sesuai ajaran yang benar.
7 Kasih itu kuat sehingga bisa bertahan menghadapi segala sesuatu. Kasih selalu siap untuk percaya dan berharap hal-hal yang baik mengenai orang lain. Dan kasih selalu sabar dalam setiap situasi.
8 Kasih akan bertahan untuk selama-lamanya! Tetapi akan datang waktunya di mana berbagai kemampuan khusus tersebut tidak diperlukan lagi— termasuk kemampuan menyampaikan pesan dari Allah, menyampaikan pengetahuan, atau berbicara dalam suatu bahasa lain sesuai pimpinan Roh Kudus.
9 Kemampuan khusus untuk menyampaikan pesan dari Roh Allah atau menyampaikan pengetahuan, sekarang memang berguna, tetapi tidak bisa menyampaikan hal-hal itu dengan lengkap.
10 Tetapi sesudah Yesus kembali nanti, pengetahuan kita akan menjadi lengkap, dan kemampuan khusus yang sekarang kurang lengkap ini akan dihapuskan karena tidak diperlukan lagi.
11 Waktu saya masih kecil, saya berbicara, berpikir, dan membuat rencana seperti anak kecil. Tetapi waktu saya sudah menjadi dewasa, saya berhenti berbuat hal-hal yang bersifat seperti anak-anak.

Ester adalah wanita muda yang berusia cukup matang dan dewasa. Ia juga sudah cukup lama menjadi Kristen dan aktif pelayanan. Namun, semua itu ternyata tidak otomatis membuatnya menjadi wanita yang dewasa. Sering kali ketika ada masalah di tempat kerja dan pelayanan, ia mudah sekali ngambek dan murung. Ketika merasa tersinggung karena hal-hal sepele, ia pun sering mengutarakan niatnya untuk keluar dari tempat kerjanya atau berhenti pelayanan. Setiap kali ada masalah, ia juga langsung update status di media sosial. Tindakan yang membuat Ester lantas dicap kekanak-kanakan dan tidak dewasa oleh orang-orang di sekitarnya.

Sebagai orang Kristen yang sudah lahir baru, kita perlu belajar untuk bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan dan bertumbuh dalam karakter. Firman Tuhan mengajarkan bahwa kedewasaan hidup ditandai dengan tindakan meninggalkan sifat kanak-kanak, baik dalam perkataan, perasaan, maupun cara berpikir. Jika seorang anak balita mudah ngambek, hal tersebut terasa wajar. Namun, jika orang yang sama setelah dewasa masih belum berubah, tentu akan menjengkelkan. Orang yang demikian bisa kehilangan teman karena orang lain akan malas berteman dengan orang yang masih kekanak-kanakan, padahal secara usia ia sudah dewasa.

Menjadi tua itu pasti, tetapi menjadi dewasa adalah pilihan. Asalkan kita memiliki hati yang mau belajar, Tuhan akan memberi kasih karunia untuk kita bertumbuh semakin dewasa. Hal ini termasuk dalam hal karakter, cara berpikir, juga cara merespons sesuatu. Kita pun percaya, di dalam Kristus hidup kita pasti berubah menjadi lebih baik. Selamat bertumbuh dalam kedewasaan

Dikutip dan disadur dari renungan Andi Offset Agustus 2017 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Posted in Renungan TSI.

Jaya Waruwu