Dimulai dari Diri Sendiri

Bacaan Matius 7:12
Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI)

Hukum yang terutama

12 “Perlakukanlah setiap orang seperti yang kamu inginkan dia lakukan kepadamu, karena itulah inti yang diajarkan oleh Hukum Taurat dan ajaran para nabi.”

Perilaku pengguna jalan raya sekarang dan dulu jauh berbeda, baik pejalan kaki maupun pengendara motor tak lagi saling menghargai sesama pengguna jalan. Contoh ketika di traffic light. Banyak pengendara motor yang justru melaju kencang padahal lampu kuning sudah menyala, atau timer di traffic light masih tersisa 3 detik tetapi pengendara sudah melajukan kendaraannya. Belum lagi pejalan kaki menyeberang tidak di zebra cross, atau menyeberang ketika lampu hijau menyala. Padahal semua itu perilaku yang membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Jika perilaku tidak menghormati dan menghargai terus kita biasakan dalam kehidupan ini, dampak yang lebih buruk akan terjadi. Anak tidak akan menggubris nasihat kita selaku orangtuanya jika diri sendiri tidak dapat menunjukkan teladan yang baik baginya. Rekan kerja/rekan pelayanan tak akan respect terhadap kita jika kita sendiri tak pernah respect dengannya. Kita tak akan pernah dihargai dan dihormati orang lain kalau kita tak pernah menghormati dan menghargai orang lain. Ini adalah hukum alam yang Yesus sampaikan kepada manusia, “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka”. Itu artinya tidak dapat diganggu gugat apalagi diubah.

Jadi, apa yang kita tabur itulah yang akan dituai. Kita memperlakukan orang lain dengan buruk, kelak kita juga pasti diperlakukan buruk oleh orang lain, sebaliknya pun begitu. Mari renungkan sikap dan perilaku kita selama ini! Jangan sampai kita menyesal dikemudian hari karena perilaku buruk kita selama ini.

Dikutip dan disadur dari renungan Andi Offset Desember 2017

 

Posted in Renungan TSI.

Jaya Waruwu