Firman Bermata Dua

 

Bacaan  Ibrani 4:12-13
Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI) 

12 Oh, Firman Allah sungguh hidup dan berkuasa! Karena kita mengalami bahwa Firman-Nya mempunyai kekuatan yang besar di dalam diri kita. Kekuatannya lebih tajam daripada pedang yang kedua sisinya paling tajam. Jadi Firman Allah sangat berkuasa sampai bisa tembus menusuk hati kita*— sehingga pikiran, keinginan, dan niat hati kita yang sebenarnya dinyatakan kepada kita.
13 Dan ingatlah: Tidak ada makhluk yang bisa menyembunyikan diri dari Allah. Segala sesuatu terlihat jelas oleh Allah— bahkan semua isi hati kita terbuka di hadapan-Nya. Dan setiap kita akan berdiri dan memberi pertanggung-jawaban kepada-Nya.

Pedang bermata dua menjadi salah satu senjata yang lazim dipakai oleh para tentara Romawi pada zaman dahulu. Pedang ini sangat terkenal karena memiliki kelebihan, yakni mampu menusuk lebih dalam, karena sangat tajam. Kedua sisinya juga bisa dipakai sebagai pedang sehingga kalau penggunanya tidak berhati-hati, justru bisa menusuk diri sendiri.

Firman Tuhan diibaratkan pedang bermata dua. Ada beberapa pengertian dari sebutan ini: Pertama, firman Tuhan itu tajam. Artinya, firman Tuhan selalu bicara tepat sasaran, tak pernah meleset sedikit pun bagi yang mau menerimanya. Ketajaman firman itu bahkan mampu mematahkan siasan dan muslihat Iblis. Kedua, firman Tuhan itu menusuk amat dalam. Artinya, firman Tuhan
berkuasa untuk menunjukkan siapa diri kita sesungguhnya. Ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, kedagingan dan suara hati kita, juga menjelaskan maksud baik dan jahat dalam hidup kita. Ketiga, firman Tuhan juga mampu “menelanjangi” dosa dan kesalahan kita. Segala sesuatu tentang diri kita terbuka lebar bagi mata-Nya karena Dia adalah Pribadi yang Mahamelihat. Allah melihat semua hal yang kita lakukan dan pikirkan karena di hadapan Tuhan tidak ada yang dapat kita rahasiakan.

Sebelum beranjak ke peraduan, mari luangkan waktu dan lembutkan hati kita untuk mau dikoreksi, dibersihkan, dan disucikan oleh kebenaran firman-Nya. Bagaimanapun, dalam firman-Nya terkandung janji, nasihat, teguran, peringatan dan juga berkat bagi orang-orang yang mau diproses hati dan hidupnya oleh firman Tuhan. Maukah Anda mengalami dahsyatnya firman dalam hidup Anda? Lembutkanlah hati untuk dikoreksi oleh firman-Nya supaya hidup kita bisa berpadanan dengan firman-Nya.

*Dikutip dari renungan Andi Offset Juni 2017

Catatan Kaki: 
*4:12 menusuk hati kita Secara harfiah, “menusuk sampai memisahkan antara jiwa dan roh (dan) sendi-sendi dan sum-sum, dan menghakimi pikiran-pikiran …” Penulis Ibrani menggunakan bagian tubuh ‘sendi-sendi dan sum-sum’ sebagai gaya bahasa yang melambangkan perbedaan yang sangat persis atau sangat dalam di dalam hati nurani dan hidup rohani kita.

 

 

 

Posted in Renungan TSI.

Jaya Waruwu