Hasil Perbaikan

Bacaan Yeremia 29:4-14 
Perjanjian Lama Bahasa Indonesia Masa Kini (PL-BIMK)

4 "Beginilah kata TUHAN Yang Mahakuasa, Allah Israel kepada semua orang yang telah dibuangnya dari Yerusalem ke Babel:
5 ’Menetaplah di situ. Bangunlah rumah-rumahmu. Bukalah ladang dan nikmatilah hasilnya.
6 Kawinlah supaya kamu mendapat anak, dan biarlah anak-anakmu juga kawin supaya mereka pun mendapat anak. Jumlahmu harus bertambah dan tidak boleh berkurang.
7 Bekerjalah untuk kesejahteraan kota-kota tempat kamu Kubuang. Berdoalah kepada-Ku untuk kepentingan kota-kota itu, sebab kalau kota-kota itu makmur, kamu pun akan makmur.
8 Aku TUHAN, Yang Mahakuasa, Allah Israel, memperingatkan kamu supaya jangan membiarkan dirimu ditipu oleh nabi-nabi yang tinggal di tengah-tengahmu atau oleh siapapun juga yang berkata bahwa mereka dapat meramalkan masa depan. Jangan memperhatikan mimpi-mimpi mereka.
9 Mereka memakai nama-Ku untuk menceritakan kepadamu hal-hal yang tidak benar. Aku tidak menyuruh mereka. Aku, TUHAN, telah berbicara.’
10 TUHAN berkata,’Apabila telah genap masa tujuh puluh tahun bagi Babel, Aku akan memperhatikan kamu lagi, dan menepati janji-Ku untuk membawa kamu kembali ke tempat ini.
11 Bukankah Aku sendiri tahu rencana-rencana-Ku bagi kamu? Rencana-rencana itu bukan untuk mencelakakan kamu, tetapi untuk kesejahteraanmu dan untuk memberikan kepadamu masa depan yang penuh harapan.
12 Maka kamu akan minta tolong kepada-Ku. Kamu akan datang untuk berdoa kepada-Ku, dan Aku akan menjawab doamu.
13 Kamu akan mencari Aku dan menemukan Aku, sebab kamu mencari dengan sepenuh hati.
14 Sungguh, kamu akan menemukan Aku. Kamu akan Kukumpulkan dari tengah-tengah setiap bangsa dan dari setiap negeri tempat kamu diceraiberaikan dan dibuang. Kamu akan Kubawa kembali ke negeri asalmu ini serta memulihkan keadaanmu. Aku, TUHAN, telah berbicara.’

Jalan yang sedang diperbaikiseringkali membuat para pengendara terganggu. Saya pun pernah mengalami hal tersebut dan agak mengeluh karena saya harus mengalami kemacetan atau harus mencari jakan alternatif. Mungkin bukan hanya saya yang merasakannya, melainkan pengendara lain juga merasa terganggu. Namun, perbaikan jalan tetap diperlukan supaya nantinya jalan tersebut lebih baik dan nyaman untuk dilalui. Tak jarang, para pengendara seperti dipaksa untuk menaati “aturan” yang dibuat oleh petugas perbaikan jalan, misalnya hanya dapat melintasi
separuh bagian jalan karena separuh bagian jalan lagi sedang diperbaiki.

Bacaan Alkitab kita malam ini merupakan salah satu isi surat yang disampaikan oleh Yeremia kepada orang-orang Yehuda yang sedang berada dalam pembuangan di Babel. Sebelumnya, Allah memerintahkan orang-orang Yehuda untuk menyerahkan diri secara sukarela kepada raja Babel. Namun, raja Zedekia dan beberapa orang Yehuda memberontak, sehingga akhirnya mereka mati terbunuh. Sebaliknya, kehidupan orang-orang Yehuda yang menyerahkan diri kepada raja Babel justru terpelihara. Mereka juga menerima janji Tuhan bahwa mereka akan terlepas sesudah tujuh puluh tahun. Peristiwa tersebut seperti suatu disiplin yang harus dijalani oleh bangsa Yehuda karena ketidaksetiaan mereka kepada Allah.
Namun, tujuan disiplin ini adalah untuk memperbaiki “jalan kehidupan” mereka selanjutnya, yang memberi damai sejahtera dan masa depan yang lebih indah.

Proses perbaikan dalam kehidupan kita pun seringkali tidak enak, tetapi kita perlu merespons dengan ucapan syukur dan penyerahan diri. Percayalah bahwa hasil perbaikan yang Allah kerjakan akan membuat kehidupan kita menjadi lebih indah.

*Dikutip dari renungan Andi Offset Mei 2017

 

Posted in Renungan TSI.

Jaya Waruwu