Jangan Sungkan Melayani

 

Bacaan  Filipi 2:6
Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI)

Mengikuti contoh Kristus yang tidak mementingkan diri-Nya sendiri

6 Biarpun Yesus mempunyai semua sifat Allah, tetapi Dia tidak pernah berpikir bahwa kedudukan-Nya sebagai Allah adalah sesuatu yang harus tetap dipertahankan-Nya.

Presiden Lincoln bersama dua stafnya sedang duduk di rumah Jenderal George B. McClellan. Mereka menunggu sang jenderal datang, lalu bersama-sama menghadiri pesta pernikahan. Satu jam kemudian jenderal tersebut tiba di rumah, tetapi langsung naik ke loteng dan pergi tidur, tanpa memerhatikan presiden. Mengetahui hal itu, seorang stafnya langsung marah, tetapi Lincoln berkata, “Ini bukan waktunya membicarakan soal etiket dan gengsi pribadi. Saya mau menjadi penuntun kuda McClellan jika ia berhasil membawa kemenangan.” Sikap rendah hati inilah yang akhirnya membawa Lincoln menjadi orang besar dan presiden yang hebat. Ia tidak memikirkan dirinya sendiri dan selalu ingin melayani sesamanya.

Dalam nats, Yesus dikatakan “dalam rupa Allah.” Dalam bahasa Yunaninya didahului dengan kata “berada” (berada dalam rupa Allah)—“Huparchon”: terus-menerus berada; bukan kata “On”: sedang berada. Maksudnya, Kristus tetap dalam rupa Allah ketika mengambil rupa manusia/inkarnasi. Namun dalam inkarnasinya ia kenosis (menghampakan diri, mengosongkan diri). Paulus menekankan bahwa Yesus mengambil rupa menjadi seorang hamba, bukan seperti aktor yang memerankan seorang hamba. Pelayanan Yesus juga ditujukan mulai dari golongan atas sampai bawah. Yesus melayani kaum nelayan, pelacur, pemungut cukai, orang-orang sakit, dan sebagainya. Yesus mengambil alih pekerjaan seorang hamba yang rendah. Jadi melayani adalah salah satu ciri kerendahhatian.

Kalau kita diperhadapkan dengan orang-orang yang dilayani oleh Yesus, apakah kita tetap mau melayani mereka? Kita mengunjungi orang sakit sambil membawa buah tangan, mengadakan persekutuan di penjara, atau bentuk pelayanan kasih lainnya. Hal ini sepertinya sepele, tetapi dapat memberi dampak luar biasa.

*Dikutip dari renungan Andi Offset Juli 2017

 

 

 

 

 

 

 

 

Posted in Renungan TSI.

Jaya Waruwu