Kasih adalah Tanggung jawab Wanita Kristen.

 

Bacaan  I  Petrus 2:8-11 
Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI) 

Yesus bagaikan batu fondasi yang terutama bagi kita

8 Dan ada ayat lain yang mengatakan, “Batu itu akan menyebabkan banyak orang jatuh, seperti ketika seseorang yang sedang berjalan terkena sesuatu sehingga dia jatuh.”* Mereka jatuh karena tidak mau percaya dan mengikuti Firman Allah. Itulah yang sudah ditentukan Allah bagi mereka.
9 Tetapi kita sudah dipilih Allah menjadi umat-Nya yang istimewa, bangsa yang suci, dan imam-imam yang melayani Dia yang adalah Raja Agung. Semua hal itu Allah perbuat bagi kita supaya kita mengabarkan hal-hal yang luar biasa yang sudah dilakukan-Nya— khususnya ketika Dia memanggil kita keluar dari kegelapan masuk ke dalam terang-Nya yang luar biasa.
10 Jadi kitalah yang dimaksudkan oleh ayat Firman Allah yang tertulis begini, “Dulu kalian bukan milik Allah, tetapi sekarang kalian sudah menjadi milik-Nya yang istimewa. Dulu Allah tidak mengasihani kalian, tetapi sekarang kalian sudah menjadi orang-orang yang Dia kasihani.”**
11 Saudara-saudari yang saya kasihi, kita ini seperti pendatang dan orang yang tidak menetap di dunia ini. Karena itu saya mohon supaya kalian masing-masing tidak mengikuti keinginan-keinginan badanimu yang jahat. Keinginan-keinginan itulah yang berperang melawan keinginan jiwa kita.

Dari bacaan ini, Rasul Petrus menempatkan  persamaan rohani lebih pertama, sebab orang yang sudah ikut terima salib Kristus tidak lagi terpikat oleh daya tarik dosa seperti keinginan manusia biasa, karena dia hanya diikat oleh daya tarik Allah. Sekarang kita belajar tentang  kata-kata Petrus kepada seorang pembicara di gereja agar harus hati-hati dalam berbicara supaya dia benar-benar sampaikan apa yang dikatakan dari Allah.  Jadi, bukan dari pikiran diri sendiri dan asal mengarang kata untuk tujuan yang beda karena kepentingan pribadi. Dia harus dapat melakukan pelayanan dengan tidak memilih sebab sudah terima saluran kekuatan dari Allah karena tujuan akhir yaitu supaya nama Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Kristus Yesus. Lalu bagi yang lainnya harus tetap siap nantikan kedatangan Tuhan kedua kalinya artinya Tuhan itu sudah dekat kita sehingga saat ini kita tidak berpangku tangan atau hanya tinggal menanti dalam lamuan lalu tidak melakukan kegiatan dalam pelayanan dan pekerjaan tiap hari. Mari bersama, melihat ajakan rasul Petrus ; Pertama Kita tetap dapatkan kasih yang bertumbuh dengan baik kepada Tuhan dan sesama (ay 8) Kedua kita berikan tumpangan kepada orang lain dengan tidak bersungut-sungut (ay 9).

Dua hal ini sulit untuk dilakukan sebab memberi tumpangan buat orang lain bukan hal baru, karena yang terjadi ialah tumpangan hanya berlaku  untuk saudara-saudara dalam keluarga saja. Inilah kasih secara manusiawi terbatas, sebab hanya pada orang yang ada dalam hubungan khusus yang boleh diterima masuk dalam keluarga kita. Namun jauh berbeda jika kita hidup dalam ajaran Kasih Tuhan, di sana kita mampu menerima orang lain dan menjadi satu keluarga sehingga hasilnya lebih baik yaitu kita memberikan tumpangan kepada orang lain yang bukan saudara kita. Dengan begitu kita bisa saling melayani antara satu dengan lainnya dan dapat menjadi banyak orang  atau jumlah bertambah. Wanita kristen, sekarang bagaimana kita bisa dapat melayani supaya jumlah orang percaya bertambah?. Pertama Berusaha supaya dapat berkembangnya Kasih kepada saudara seiman. Kasih kepada saudara seiman muncul dari kasih kepada Allah Bapa. Jadi kenal dulu Allah Bapa dan tinggal dalam Allah lalui kasihi Allah, dari situ Kasih kepada saudara-saudara seiman akan muncul. Kedua Kita harus punya sikap waspada supaya jangan sampai ada yang menghalangi atau merusak kasih kita kepada saudara-saudara seiman.

Bagaimana kita bertindak dalam Kasih? Kasih yang benar kalau kita menutupi dan mengabaikan kesalahan orang lain dengan tidak sebarkan kesalahan dari orang lain. Sebab kalau kita benci orang, maka kita gampang buka hal-hal yang memalukan orang lain, lalu kita akan mencemarkan nama baik serta sebarkan aib orang lain. Dengan begitu, tidak disangka kalau kita sudah menonton secara bersama-sama sifat kita yang tidak menolong orang lain. Padahal kesalahan orang lain harusnya kita ampuni, sebab hasil dari ampuni orang ialah kesalahan yang mereka buat itu kita kubur supaya kehormatan mereka bisa dijaga. Oleh sebab itu, Rasul Petrus memberikan nasihat supaya kita dapat mengisi waktu untuk menuruti kehendak Tuhan, lakukan pelayanan dengan penuh perhatian..  Dengan demikian, wanita Kristen dapat saling memberi pelayanan yang baik, dan Kasih Karunia yang diberikan dalam diri tiap wanita bisa dipakai dengan penuh tanggungjawab. (Evi Masnifit)

Catatan Kaki:
*2:8 Yes. 8:14-15
**2:10 Hos. 2:23

 

Posted in Renungan TSI.

Jaya Waruwu