Kasih adalah Tindakan

Bacaan Yohanes 15:13
Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI)

13 Bukti seseorang mempunyai kasih yang paling luar biasa adalah ketika dia rela mengurbankan dirinya sendiri demi menyelamatkan sahabat-sahabatnya. 

Persahabatan tidak hanya sekadar kata-kata, tetapi juga dibuktikan dengan tindakan. Hal inilah yang
dilakukan Qin Jiao. Kisah ini berawal ketika Qin yang saat itu masih 9 tahun mengetahui sahabatnya, Ying Hui tidak
bisa berangkat sekolah akibat sakit polio yang dideritanya. Karena keluarga Ying tak mampu membopongnya, Qin
memutuskan untuk menolong sang sahabat. Bocah perempuan 13 tahun ini pun membiarkan Ying bersandar
di punggungnya setiap pergi dan pulang sekolah. Meng­gendongnya. Qin telah membopong sahabatnya di
punggung dan melewati perjalanan 4 mil atau 6,4 km untuk sampai ke sekolah selama 3 tahun berturut-turut. Ia
pun tak pernah mengeluh lelah.

Betapa beruntungnya Ying memiliki sahabat yang mengasihi dirinya dengan tulus, mengingat “Penyakit”
yang sebenarnya paling dihindari setiap orang adalah ketika ia tidak dikasihi. Manusia yang tidak dikasihi tidak akan
pernah mampu mengasihi apalagi berbuat hal-hal yang didasari oleh kasih. Syukur, kasih yang kekal dari Allah Bapa
dan Putra-Nya telah terlebih dulu tercurah atas manusia, sehingga bukan hanya hubungan kita dengan Bapa di surga
dipulihkan atau karakter kita dibentuk tetapi kita juga dimampukan untuk mengasihi sesama termasuk mereka
yang menganiaya kita. Bukankah ini suatu perubahan yang menjadikan hidup lebih indah? Selanjutnya, apakah yang
harus kita lakukan sebagai wujud kasih?

Pancarkanlah kasih Bapa kepada orangtua, saudara, teman, bahkan orang-orang yang menyakiti kita, supaya
mereka pun mengalami kasih Bapa. Bila disakiti, jangan membalas tetapi ampunilah orang tersebut dan tetaplah
bersikap baik meski sulit. Ingat, kasih bukanlah kata-kata
melainkan tindakan! (Yustinus)

*Dikutip dari renungan Andi offset April 2017

Posted in *, Renungan TSI.

Jaya Waruwu