Kebangkitan-Nya Memberi Pengharapan

Bacaan 1 Korintus 15:14-22
Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI)

 

Sesudah mati, kita akan hidup kembali

12 Jadi, kalau kami para rasul selalu memberitakan bahwa Kristus sudah dihidupkan kembali dari kematian, kenapa ada beberapa orang di antara kalian yang berkata bahwa kita orang-orang percaya tidak akan dihidupkan dari kematian?
13 Karena kalau kita tidak dihidupkan kembali dari kematian, itu berarti Kristus juga tidak pernah hidup kembali dari kematian.
14 Dan sekiranya Kristus tidak pernah dihidupkan kembali, maka sia-sialah berita yang kami sampaikan. Dan keyakinan kalian juga sia-sia saja.
15 Kalau begitu kami juga keliru, karena ternyata kami sudah mengajarkan yang salah tentang Allah. Karena kami sudah memberitakan bahwa Allah sudah menghidupkan Kristus kembali. Padahal— kalau benar bahwa orang-orang mati tidak pernah dihidupkan kembali, maka Allah pun tidak pernah menghidupkan Kristus!
16 Karena kalau benar orang-orang mati tidak akan pernah dihidupkan kembali, berarti Kristus juga tidak pernah dihidupkan kembali.
17 Dan kalau Kristus tidak dihidupkan kembali dari kematian, percuma saja keyakinan kita, dan kita masih hidup di dalam dosa!
18 Demikian juga saudara-saudari kita yang sudah bersatu dengan Kristus dan yang sudah mati. Mereka tidak diselamatkan melainkan sudah binasa!
19 Dan kalau pengharapan kita kepada Kristus hanya untuk kehidupan di dalam dunia ini saja, kitalah yang paling malang di antara semua manusia!
20 Tetapi sebenarnya Kristus sudah dihidupkan kembali dari antara orang-orang mati! Hal itulah yang menjadi jaminan bahwa orang-orang lain yang sudah mati pasti akan dihidupkan kembali.*
21 Jadi perhatikanlah hal ini: Kuasa kematian menular kepada manusia karena perbuatan satu orang— yaitu Adam. Jadi sekarang oleh karena Satu Orang jugalah— yaitu Yesus, manusia dihidupkan kembali dari kematian.
22 Karena sebagai keturunan Adam, semua manusia mengalami kematian. Tetapi setiap kita yang bersatu dengan Kristus dihidupkan kembali dari kematian.

Dunia postmodern sedang mulai “menggoyahkan” kekristenan dengan menyodorkan mulai beribu “fakta”tentang Kristus yang tidak bangkit. Sejak diterbitkannya buku The Da Vinci Code sampai buku-buku seperti “Injil” Thomas, The Lost Tomb of Jesus, dll, Kristus dihujat dan dinyatakan tidak bangkit dengan argumen ditemukannya mayat yang diduga berasal dari keturunan Yesus. Lebih parahnya lagi, seorang pemimpin gereja dari gereja arus utama dan dosen di sekolah teologi arus utama berani membuat suatu artikel di suatu surat kabar bahwa Yesus tidak bangkit, lalu orang ini ditegur oleh gereja di tempat ia melayani.

Jangan biarkan diri sendiri ditipu oleh tipuan Iblis di zaman postmodern ini! Sekalipun kita tidak mengalami pengalaman seperti Tomas (Yoh. 20:28) dan Paulus ketika sedang dalam perjalanan ke Damsyik (Kis. 9:5), tetaplah percaya akan kebangkitan Kristus. Sebab kebangkitan- Nya memberikan harapan bagi barangsiapa yang percaya. Pertama, kebangkitan Kristus memberi pengharapan perubahan hidup (ay. 9-11). Ada dua hal perubahan yang dialami Paulus, yakni perubahan status (ay. 9-10a) dan
perubahan arah hidup (ay. 10b-11). Kedua, kebangkitan Kristus memberi pengharapan akan kepastian iman (ay. 14, 17), yaitu kepastian iman yang berkaitan dengan keselamatan (ay. 19) dan kepastian yang berkaitan dengan kebangkitan tubuh di kekekalan kelak (ay. 16, 35-58).

Tidak ada pengharapan yang paling agung dan mulia yang dapat kita jumpai dan alami selain pengharapan di dalam Kristus dan kebangkitan-Nya. Mari sadari kembali bahwa jika Kristus tidak bangkit, kita akan terus hidup dalam dosa dan kebinasaan kekal menanti kita. (YS)

*Dikutip dari renungan Andi offset April 2017

Catatan Kaki
*15:20 menjadi jaminanSecara harfiah, “hasil (panen) pertama dari yang tertidur (dalam kematian).” Yesus digambarkan seperti hasil panen pertama. Dalam Perjanjian Lama, hasil panen yang pertama diberikan kepada Allah. (Im. 23:9-14) Dalam ayat ini hasil panen pertama merupakan jaminan bahwa pasti masih ada banyak lagi hasil yang akan dipanen.

Posted in *, Renungan TSI.

Jaya Waruwu