Ketenangan di dalam Allah

 

Bacaan  Mazmur 62:1-9
Perjanjian Lama Bahasa Indonesia Masa Kini (PL-BIMK)

Percaya pada perlindungan Allah

Untuk pemimpin kor. Menurut: Yedutun. Mazmur Daud.
Dengan tenang jiwaku menantikan Allah,
dari Dia saja keselamatanku.
Hanya Dia yang melindungi dan menyelamatkan aku,
Ia pembelaku, aku tak akan goyah.
Sampai kapan kamu semua mau menyerang seorang yang sudah seperti dinding yang miring
dan tembok yang hampir roboh?
Kamu hanya berniat menjatuhkan dia dari kedudukannya yang tinggi.
Kamu suka berdusta; dengan mulutmu kamu memberkati, tetapi dalam hati kamu mengutuk.
Dengan tenang jiwaku menantikan Allah,
dari Dia saja keselamatanku.
Hanya Dia yang melindungi dan menyelamatkan aku;
Ia pembelaku, aku tak akan goyah.
Dialah Allah yang memberi aku keselamatan dan kehormatan,
Dialah pelindungku dan pembelaku yang kuat.
Hai bangsaku, berharaplah kepada Allah setiap waktu; curahkanlah isi hatimu kepada-Nya,
sebab Dialah tempat kita berlindung.

Suatu kali, ketika sedang di kantor, saya menerima pesan singkat (SMS) dari teman teman divisi lain. Ia meminta saya menemuinya di toilet wanita. Awalnya saya berpikir, Mungkin ia sedang datang bulan dan membutuhkan pembalut. tetapi ternyata tidak. Jadi, saya mengabaikan permintaannya. Namun tak lama, ia kembali mengirim SMS: “Can you be here? For a while.” Saat itu tiba-tiba saya merasa tersentak. Saya yakin ada yang tidak beres dengan teman ini. Saya segera berlari meninggalkan ruangan dan menuju ke toilet wanita. Benar, saya men­ dapatinya sedang menangis. Saya lantas memeluknya sambil berusaha menenangkannya.

Sering kali orang-orang yang memiliki kedekatan tanpa disadari memiliki ikatan batin yang kuat. Salah satunya seperti yang saya alami. Walau teman saya tidak mengatakan apa-apa mengenai penyebabnya ia menangis, tetapi kedekatan kami membuat saya bisa memahaminya lebih dari orang lain. Itulah juga yang diinginkan oleh Bapa kita. Dia rindu memiliki hubungan yang intim dengan umat-Nya. Dia rindu agar kita datang mendekat kepada-Nya. Orang yang dekat dengan Allah, akan memiliki ketenangan yang berbeda dari orang yang tidak dekat dengan Allah— firman-Nya menjamin akan hal itu. Sewaktu mengalami masalah, entah bagaimana ia akan mengerti bahwa Allah tetap pegang kendali dan semuanya akan baik-baik saja.

Itulah penting bagi kita memiliki keintiman dengan Bapa. Kita perlu bergaul erat dengan Dia, sehingga kita bisa mengerti isi hati-Nya. Ketika ada masalah, kita pun bisa tetap tenang, karena damai sejahtera dari-Nya melingkupi hati kita.

Dikutip dan disadur dari renungan Andi Offset September 2017

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Posted in Renungan TSI.

Jaya Waruwu