Ketika Tuhan Berkata “Tidak”

Bacaan Lukas Matius 7:7-11
Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI)

Nasihat Yesus untuk bertekun dalam doa*

7 “Mintalah terus kepada Allah, maka kamu akan menerimanya. Carilah terus, maka kamu akan menemukannya. Ketuklah terus, maka pintu akan dibukakan bagimu.
8 Karena setiap orang yang meminta dengan tekun akan menerima apa yang dia minta. Setiap orang yang mencari dengan tekun akan mendapatkan apa yang dia cari. Dan setiap orang yang terus mengetuk pintu, maka pintu itu akan dibukakan baginya.
9 “Kalau anakmu minta makanan,** pastilah kamu tidak akan memberi dia batu— bukan?!
10 Atau kalau anakmu minta ikan, kamu pasti tidak akan memberinya ular yang berbisa— bukan?!
11 Kalau kamu yang jahat tahu memberikan yang baik kepada anak-anakmu, terlebih lagi Bapamu yang di surga! Dia pasti akan memberikan yang baik kepada setiap kita yang meminta kepada-Nya.”

Awal Januari 2015, Saya melangsungkan pertunangan dan berencana akan menikah enam bulan kemudian. Semua persiapan pun sudah dilakukan. Namn hingga H-3 sebelum pernikahan berlangsung, pihak laki-laki membatalkan rencana pernikahan secara sepihak. Peris­
tiwa itu membuat hati saya hancur dan impian untuk hidup berkeluarga seakan musnah. Saya juga sempat mempertanyakan kebenaran firman Tuhan bahwa Dia adalah Bapa yang baik. Namun, seiring berjalannya wak­tu, kebenaran pun mulai terkuak. Sebelum kami me­nikah, ternyata mantan tunangan saya telah hidup ber­sama wanita lain! Saya bersyukur, karena Tuhan sangat menyayangi saya. Ia tidak ingin saya memasuki pernikahan kelabu karena menikah dengan pria yang salah.

Dalam perikop bacaan kita malam ini tertulis,“Kalau anakmu minta makanan,** pastilah kamu tidak akan memberi dia batu— bukan?!
Atau kalau anakmu minta ikan, kamu pasti tidak akan memberinya ular yang berbisa— bukan?!  (ay. 9-10). Melalui ayat tersebut, Yesus sengaja membuat perbandingan antara Bapa Surgawi dan orangtua di dunia. Jika orangtua yang jahat sekalipun tidak akan sengaja memberi yang tidak baik kepada anaknya, apalagi Bapa Surgawi yang baik! Namun terkadang, dalam hikmat-Nya yang luar biasa, Allah menolak keinginan kita atau mengizinkan suatu peristiwa terjadi, karena Dia ingin memastikan kita menerima yang terbaik.

Bagi Allah tidak ada yang sulit untuk mengabulkan doa atau keinginan kita, asalkan sesuai dengan kehendak-Nya. oleh-Nya, Jika permintaan mungkin Dia atau sedang keinginan mencegah kita tidak sesuatu dikabulkan yang buruk atas kehidupan kita. Tetaplah bersyukur dan percaya
bahwa Dia adalah Bapa yang baik.

*Dikutip dari renungan Andi Offset Mei 2017

Catatan Kaki:
*Perikop:
Luk. 11:9-13
**7:9 makanan
Secara harfiah, “roti.” Di Israel pada waktu Yesus mengajar, makanan pokok mereka adalah roti. Tim penerjemah menerjemahkan sebagai ‘makanan’ karena untuk kebanyakan orang Indonesia, roti adalah makanan istimewa dan bukan makanan pokok.

 

Posted in Renungan TSI.

Jaya Waruwu