Ketika Tuhan Bertindak

 

Bacaan Mazmur 37:1-15
Perjanjian Lama Bahasa Indonesia Masa Kini

Nasib Orang Jahat dan Orang Baik

1 Dari Daud. Jangan gelisah karena orang jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat salah.
2 Sebab mereka segera hilang seperti rumput, dan layu seperti tanaman hijau.
3 Percayalah kepada TUHAN, dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri itu dan berlakulah setia.
4 Carilah kebahagiaanmu pada TUHAN, Ia akan memuaskan keinginan hatimu.
5 Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN, berharaplah kepada-Nya, Ia akan menolongmu.
6 Ia akan menyatakan kesetiaanmu seperti terang, dan ketulusanmu seperti siang.
7 Nantikanlah TUHAN dengan hati yang tenang, tunggulah dengan sabar sampai Ia bertindak. Jangan gelisah karena orang yang berhasil hidupnya, atau yang melakukan tipu muslihat.
8 Jangan marah dan panas hati, itu hanya membawa celaka.
9 Sebab orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi yang berharap kepada TUHAN akan mewarisi tanah itu.
10 Orang jahat akan lenyap dengan segera, kalau dicari, ia sudah tidak ada.
11 Orang yang rendah hati akan mewarisi tanah itu, dan menikmati kemakmuran yang berlimpah.
12 Orang jahat merencanakan yang jahat terhadap orang baik, dan memandang dia dengan benci.
13 Tetapi TUHAN menertawakan orang jahat, sebab Ia tahu kesudahan orang itu sudah dekat.
14 Orang jahat menghunus pedang dan membidikkan panah untuk membunuh orang miskin dan sengsara, untuk membantai orang yang hidup baik.
15 Tetapi orang jahat akan tertikam oleh pedangnya sendiri, busur mereka akan dipatahkan.

Seorang teman mengalami kebosanan luar biasa dalam kehidupannya. Suatu ketika, ia berkenalan dengan seorang pria, lalu dalam waktu singkat hubungan mereka menjadi dekat. Warna hidupnya pun berubah menjadi lebih ceria. Terlebih karena ia merasa bahwa kejombloannya akan segera berakhir, karena ia mendambakan hubungan serius dengan pria tersebut. Namun, dalam waktu singkat harapan sekaligus relasinya hancur setelah terkuak fakta bahwa pria tersebut ternyata sudah beristri dan mempunyai anak. Namun, pengalaman pahit tersebut juga memberinya “modal” berharga untuk mengingatkan atau menguatkan orang lain dengan pengalaman yang sama.

Bagi teman saya tadi, Tuhan sedang bertindak karena ia telah menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Dia sedang menolong sekaligus menghindarkan dirinya dari pria yang keliru. Benarlah perkataan Pemazmur, “Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak” (Mzm. 37:5). Nasihat yang masih relevan untuk diterapkan pada masa kini oleh orang percaya, dalam kondisi apa pun. Ketika kita menyerahkan hidup kepada Tuhan dan percaya kepada-Nya, Dia sanggup melindungi dan meluputkan kita dari apa pun yang dapat membahayakan hidup kita. Terkadang, Dia mengizinkan peristiwa tak mengenakkan untuk kita alami, tetapi semua tetap ada dalam kendali-Nya.

Ada banyak hal dalam kehidupan kita yang tak dapat diprediksi, antisipasi, atau kendalikan sepenuhnya. Itulah sebabnya kita perlu menyerahkan dan mempercayakan hidup kita kepada Allah. Sebagai Bapa yang baik, Allah akan selalu mengawasi hidup kita dan bila ada yang “tidak beres”, percayalah bahwa Dia akan segera bertindak untuk menolong kita.

*Dikutip dari renungan Andi Offset Mei 2017

 

 

<div class="line-it-button" data-lang="id" data-type="share-e" data-url="https://albata.info/ketika-tuhan-berkata-tidak/" style="display: none;"></div>
<script src="https://d.line-scdn.net/r/web/social-plugin/js/thirdparty/loader.min.js" async="async" defer="defer"></script>
<div class="line-it-button" data-lang="id" data-type="like" data-url="https://albata.info/ketika-tuhan-berkata-tidak/" style="display: none;"></div>
<script src="https://d.line-scdn.net/r/web/social-plugin/js/thirdparty/loader.min.js" async="async" defer="defer"></script>

Posted in Renungan TSI.

Jaya Waruwu