Komitmen Semut

Bacaan Amsal 6:6-11
Perjanjian Lama Bahasa Indonesia Masa Kini (PL-BIMK)

6 Orang yang malas harus memperhatikan cara hidup semut dan belajar daripadanya.
7 Semut tidak punya pemimpin, tidak punya penguasa atau pengawas,
8 tetapi selama musim menuai mereka mengumpulkan bekal untuk musim paceklik.
9 Sampai kapan si pemalas itu mau tidur? Kapankah ia mau bangun?
10 Ia duduk berpangku tangan untuk beristirahat, dan ia berkata, “Ah, aku tidur sejenak, aku mengantuk. “
11 Tetapi sementara ia tidur, ia ditimpa kekurangan dan kemiskinan yang datang seperti perampok bersenjata.

Selama 7 tahun perkenalannya dengan yang namanya karet, Charles Goodyear menghadapi jatuh bangun. Awalnya, ia mengolah bahan karet dengan mencampurnya bersama magnesium oksida, ke­mudian mencampurnya lagi dengan tepung pe­runggu atau asam nitrat tetapi hasilnya nihil. Charles terus bertekun mengolahnya. Suatu hari, Charles membersihkan kedua telapak tangannya dari lumuran bubuk belerang. Bubuk itu tak sengaja rupanya berhamburan masuk ke dalam tungku panas di atas api yang berada di depannya. Charles menyaksikan ketika karet itu meleleh, ternyata karet itu bereaksi dengan bahan belerangnya. Dari situ Charles untuk pertama kalinya menemukan karet vulkanisir ban!

Terkadang kita menjadi pemalas karena segala usaha yang kita lakukan selalu gagal. Kita mencoba dan berkali-kali kita terjatuh. Firman Tuhan mengajari kita hari ini untuk belajar dari semut. Kerajinan mereka memungkinkan untuk menembus kegagalan. Mencari makan dan terhalang dengan kubangan air? Semut terus berupaya maju dan tak menyerah. Dibinasakan oleh tangan-tangan yang membenci para semut? Para semut itu pun tidak kapok untuk terus rajin dan mencari makan. Tidak ada pemimpin untuk memburu bahan makanan tetapi mereka tidak lupa untuk bangun pagi dan bekerja. Mereka telah berhasil mengalahkan segala bentuk kegagalan dengan antusias mereka dan kerajinan mereka yang tak pernah kendor. Tuhan menginginkan kita terus berusaha bak para semut.

Apakah saudara dirundung kemalasan? Lawan­­lah dengan komitmen seperti para semut! Ber­jalan, berjalan, berjalan, dan percaya bahwa ada “makanan” atau berkat jika kita tekun mencarinya. Tuhan ingin kita berusaha dan lihatlah tangan-Nya
akan memberkati hidup kita! (STF)

*Dikutip dari renungan Andi offset April 2017

 

Posted in *, Renungan TSI.

Jaya Waruwu