Melangkah dalam Tanggung Jawab

Bacaan Mazmur 12:1-8 Perjanjian Lama Bahasa Indonesia Masa Kini

Doa mohon pertolongan 

Untuk pemimpin kor. Menurut lagu yang kedelapan. Mazmur Daud.
Tolonglah kami, ya Tuhan,
sebab tidak ada lagi orang yang baik,
orang yang setia kepada-Mu sudah lenyap.
Mereka semua saling membohongi,
saling menipu dengan kata-kata yang manis.
Hentikanlah kata-kata yang merayu itu, Tuhan,
bungkamkan orang-orang bermulut besar,
yang berkata,
“Kami berkuasa dengan lidah kami!
Apa saja dapat kami katakan,
dan tak ada yang bisa menghalangi!”
Kata Tuhan, “Orang miskin ditindas
dan orang sengsara mengaduh.
Maka sekarang juga Aku datang
memberi ketentraman yang mereka rindukan.”
Janji Tuhan teguh dan dapat diandalkan,
seperti perak murni yang diuji di dalam api.
8-9 Orang jahat berkeliaran di mana-mana,
kejahatan disanjung oleh setiap orang.
Tetapi Engkau melindungi kami, ya Tuhan,
jagalah kami terhadap orang-orang jahat itu.

Ketika mengajari anak-anak SD tentang pernyataan, saya menemukan istilah menarik di sebuah buku acuan, yakni SOS (Statement, Opinion, Support). Statement adalah pernyataan yang muncul dari pendapat (opini), dan opini harus didukung oleh bukti yang teruji. Melalui metode itu, siswa belajar untuk berargumen, berpikir kritis, dan bersikap objektif. Mereka juga dilatih untuk menemukan kebenaran. Dalam pergaulan sehari-hari, saya berharap mereka dapat menghindari sikap membenci tanpa alasan atau prasangka tanpa bukti yang jelas.

Bagi pengguna internet (sering disebut netizen), tersebarnya berita yang seolah-olah benar tetapi sebenarnya palsu atau bohong semakin merebak. Oleh karena itu, sikap kritis dalam mempertanyakan dan mencari bukti atas sebuah berita atau peristiwa menjadi sangat penting. Dalam mazmur yang kita baca kali ini, kita menemukan kejengkelan Daud terhadap orang-orang yang suka membicarakan hal-hal buruk, tetapi dibungkus dengan manis. Malangnya, Daud menghadapi orang-orang seperti itu banyak jumlahnya, sehingga ia sendiri kesulitan mencari apakah masih ada orang saleh, setia, dan yang berkata benar pada masa itu (ay. 2). Ungkapan “sebab orang saleh telah habis” menunjukkan betapa Daud nyaris putus asa karena melihat bahwa sekelilingnya lebih suka mengucapkan dusta daripada berkata benar.

Menyebarkan berita bohong sulit dilakukan orang yang ingin hidup “lurus” di hadapan Tuhan. Kiranya Tuhan mendapati hati kita berbeda seperti yang dilihat oleh Daud ketika menulis mazmur yang malam ini kita baca. Mintalah agar Allah memampukan kita untuk menyelaraskan isi hati dan ucapan. Orang yang gemar berkata dan bertindak benar akan diperkenan oleh Tuhan.

Dikutip dan disadur dari renungan Andi Offset Oktober 2017

Posted in Renungan TSI.

Jaya Waruwu