Menunda-nunda

Bacaan Amsal 6:1-11
Perjanjian Lama Bahasa Indonesia Masa Kini (PL-BIMK)

Nasihat-nasihat lain
1 Anakku, barangkali kau pernah berjanji kepada seseorang untuk menanggung utangnya.
2
Dan boleh jadi kau telah terjerat oleh kata-katamu dan terjebak oleh janjimu sendiri.

3 Kalau benar begitu, anakku, engkau sudah berada dalam kekuasaan orang itu. Tetapi inilah caranya kau dapat
lolos: cepatlah pergi kepada orang itu; mintalah dengan sangat supaya ia mau membebaskan engkau.
4 Janganlah pergi tidur dahulu, dan jangan beristirahat.
5 Lepaskanlah dirimu dari perangkap itu seperti burung atau kijang melepaskan diri dari pemburu.
6 Orang yang malas harus memperhatikan cara hidup semut dan belajar daripadanya.
7 Semut tidak punya pemimpin, tidak punya penguasa atau pengawas,
8 tetapi selama musim menuai mereka mengumpulkan bekal untuk musim paceklik.
9 Sampai kapan si pemalas itu mau tidur? Kapankah ia mau bangun?
10 Ia duduk berpangku tangan untuk beristirahat, dan ia berkata, “Ah, aku tidur sejenak, aku mengantuk. “
11 Tetapi sementara ia tidur, ia ditimpa kekurangan dan kemiskinan yang datang seperti perampok bersenjata.

Sepuluh tahun terakhir, dunia dihebohkan dengan berita-berita yang menyatakan bahwa tanggal sekian bulan sekian dan tahun sekian akan terjadi kiamat. Pernyataan-pernyataan tersebut bukan hanya berasal dari peramal, tetapi juga dari beberapa hamba Tuhan yang mengatakan mendapat pesan Tuhan dalam berbagai bentuk. Ada yang mendapat penglihatan, suara Tuhan secara audible, hingga mimpi. Namun tiba tanggal yang disebutkan, bumi ini baik-baik saja. Tak ada tanda-tanda sedikit pun yang menunjukkan akan terjadi kiamat atau semacamnya.

Faktanya, ketika semua itu meleset, satu hal yang saya syukuri adalah saya masih mempunyai kesempatan
sekali lagi untuk serius mengikut Tuhan dan hidup sesuai perintah-Nya. Sayangnya, respons ini tidak ditunjukkan
oleh orang-orang di sekitar saya. Mungkin juga di ling­kungan Anda. Nyatanya, saya masih melihat banyak orang
mengaku Kristen tetapi hidupnya bermalas-malasan. Bukan malas bekerja atau menempuh pendidikan, tetapi
menunda untuk melakukan perintah Tuhan. Menunda berdoa, menunda membaca firman Tuhan, menunda ke
gereja, dan hidup semaunya sendiri. Padahal firman Tuhan memberitahukan kepada kita akan ruginya diri sendiri
ketika memelihara kebiasaan menunda. Menunda adalah bentuk dari kemalasan.

Jika kita malas bekerja atau belajar, maka kemiskinan dan kekurangan adalah buah yang akan kita nikmati di
waktu yang akan datang. Sementara, kalau kita tidak serius mengikut Tuhan maka kemalangan hidup akan menimpa
kita. Bahkan, kebinasaan kekal sudah menanti kita. Tentu Anda tidak mau, bukan? Selagi masih memiliki
waktu untuk serius dengan Tuhan, maka jangan lagi menunda-nunda untuk melakukan perintah-Nya. Jangan
sampai kita menyesal dikemudian hari. (MUD)

*Dikutip dari renungan Andi offset April 2017

Scroll to top
9 Shares
Share8
Pin1
+1
WhatsApp
Email