Menutup hari dengan bersyukur

Bacaan Efesus 5:20
Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI)

10. Jadi berusahalah mencari hal-hal yang membuat hati TUHAN senang.

Peristiwa yang kita alami dalam hidup ditambah dengan kesibukan harian yang padat kadang membuat kita sangat capek dan lelah dimalam hari sehingga kita tidak sempat lagi menutup hari dengan berdoa. Beberapa malah kadang tertidur di tengah pekerjaan yang belum selesai. Padahal menutup hari dalam doa dan bersyukur menolong kita untuk melihat pekerjaan dan campur tangan Tuhan sepanjang hari itu dalam menuntun dan memimpin kita. Ucapan syukur juga menolong kita untuk melihat cara Tuhan bekerja di tengah masalah dan pergumulan hidup.

Ucapan syukur dan sukacita nyaris tak terpisahkan. Orang yang bersyukur biasanya mudah bersukacita dan orang yang bersukacita juga mudah mensyukuri hidupnya. Menutup hari dengan ucapan syukur artinya kita menjaga level sukacita kita tetap pada Tuhan, bukan pada apa yang
sudah kita capai sepanjang hari. Menutup hari dengan mengucap syukur bisa kita mulai dengan membiasakan diri untuk mengeluarkan ucapan bibir dan perkataan yang memuliakan nama-Nya (Ibr. 13:15). Kurangi ngedumel, dan membantah Tuhan, tetapi perbanyaklah ucapan syukur seperti nasihat firman-Nya malam ini.

Apakah kita sudah membiasakan diri menutup hari dengan ucapan syukur atas penyertaan-Nya sepanjang hari? Jangan berkata tidak ada waktu, terlalu capek, terlalu sibuk, dan alasan lainnya untuk tidak mengucap syukur! Ketika kita menjadikan ucapan syukur sebagai prioritas dan gaya hidup, otomatis ini akan menjadi kebiasaan. Jadi, mari kita tutup hari dengan syukur supaya esok ketika kita memulai hari yang baru, hati kita dipenuhi keinginan untuk menyenangkan hati Tuhan.

*Dikutip dari renungan Andi Offset Mei 2017

Posted in Renungan TSI.

Jaya Waruwu