Pemberi Semangat

Bacaan Yesaya 50:1-11
Perjanjian Lama Bahasa Indonesia Masa Kini (PL-BIMK)

1 TUHAN berkata kepada Israel, "Hai umat-Ku, sangkamu Aku mengusir engkau seperti seorang suami mengusir istrinya? Kalau begitu, di mana surat cerainya? Sangkamu Aku menjual engkau, seperti seorang bapak menjual anaknya kepada penagih hutang? Bukan ! Engkau ditawan dan dibuang, karena dosa dan kejahatanmu sendiri !
2 Mengapa dari umat-Ku tak seorang pun menjawab, waktu Aku datang memanggil mereka? Apakah mereka diam saja karena menyangka Aku tak mampu membebaskan dan menyelamatkan mereka? Sesungguhnya, atas perintah-Ku laut menjadi kering, sungai-sungai Kujadikan padang gurun, sehingga ikan-ikan mati dan berbau amis.
3 Langit Kujadikan hitam kelam, Aku menutupinya seperti dengan kain kabung. "
Ketaatan hamba TUHAN
4 TUHAN Yang Mahatinggi mengajar aku berbicara, supaya perkataanku menguatkan orang yang lesu. Setiap pagi Ia membangkitkan hasratku untuk mendengarkan ajaran-Nya bagiku.
5 TUHAN memberi aku pengertian; aku tidak berontak atau berbalik daripada-Nya.
6 Kuberi punggungku kepada orang yang memukul aku; dan pipiku kepada orang yang mencabut jenggotku. Aku tidak memalingkan mukaku waktu aku dihina dan diludahi.
7 Sebab TUHAN Allah menolong aku, maka aku tidak dipermalukan. Aku menguatkan hatiku supaya tabah; aku tahu aku tak akan dipermalukan.
8 Sebab Allah dekat, Ia menyatakan aku tidak bersalah. Siapa mau berbantah dengan aku? Mari kita tampil bersama-sama. Siapakah yang melawan aku? Suruhlah ia mendekat padaku.
9 Sungguh, TUHAN Yang Mahatinggi membela aku, siapa berani menyatakan aku bersalah? Semua yang menuduh aku akan lenyap seperti kain usang dimakan ngengat.
10 Hai kamu yang menghormati TUHAN, dan mendengarkan perkataan hamba-Nya, jalan yang kamu tempuh mungkin gelap, dan tak ada cahaya yang bersinar bagimu; tetapi percayalah pada TUHAN; bertopanglah pada Allahmu.
11 Hai kamu yang mau mencelakakan orang lain, kamu akan dibinasakan oleh rencanamu sendiri. TUHANlah yang membuat itu terjadi, kamu akan disiksa dengan hebat.

Tentu kita tahu pekerjaan motivator. Biasanya motivator adalah orang yang penuh semangat, berpikiran positif, dan selalu optimis. Senyum selalu menghiasi wajahnya dan cara bicaranya bisa membuat orang yang mendengarnya menjadi bersemangat menjalani hidup. Apakah motivator tidak pernah menghadapi masalah berat? Tentu saja pernah, tetapi karena mereka tahu cara menghadapi dan memenangkan masalahnya, mereka tetap bersemangat. Sebenarnya, tidak sedikit motivator yang dulunya juga mempunyai mentor, dan sebelum mereka berdiri di depan untuk memotivasi orang lain, mereka harus terlebih dulu mendengarkan nasihat-nasihat dari sang mentor.

Demikian juga kita sebagai hamba Allah. Kita ditugasi sebagai motivator yang senantiasa memberi semangat bagi sesama, terutama orang-orang yang letih lesu menghadapi persoalan. Kita diajar senantiasa membicarakan hal-hal yang mem­buat orang bersemangat, mendatangkan sukacita, dan berani menghadapi masalah. Untuk dapat me­lakukan semua itu ada syaratnya, yaitu senang mendengarkan perkataan Tuhan, tidak menolak, dan memberontak saat Dia berbicara pada kita. Kita harus terlebih dulu setia membaca firman Tuhan, mendengarkan suara-Nya, dan melakukannya secara terus-menerus, barulah kita dapat menyemangati orang-orang.

Setia mendengarkan suara-Nya terkadang masih sulit bagi kita karena kadang kita bertindak sesuai kemauan diri sendiri. Jika seperti ini, jangankan menjadi pemberi semangat, kita pun tidak pantas disebut murid Kristus. Sebab, murid harus senantiasa bertumbuh semakin se­rupa dengan gurunya. Untuk itu, mari kita setia membaca firman-Nya, mendengarkan suara-Nya, dan melakukan kehendak-Nya, baru kemudian memberi semangat kepada sesama.

*Dikutip dari renungan Andi Offset April 2017

Posted in Renungan TSI.

Jaya Waruwu