Pendirian Yayasan Albata

Sejarah Singkat Berdirinya Yayasan Alkitab BahasaKita

Berikut ini sejarah berdirinya Yayasan Alkitab BahasaKita atau yang disingkat  Yayasan Albata. Pada tahun 1983, Pak Phil Fields datang bersama keluarganya (istrinya Gel dan tiga anak) dari Amerika dengan harapan menerjemahkan Perjanjian Baru untuk salah satu bahasa daerah di Papua.  Mereka disponsori oleh yayasan Summer Institute of Linguistics (Wycliffe Bible Translators). Sesudah belajar bahasa Indonesia selama enam bulan, mereka memilih untuk melayani di suku Orya di Kabupaten Jayapura. Proses menerjemahkan Perjanjian Baru dan melayani masyarakat dengan berbagai cara lain berlangsung selama 21 tahun, sampai PB bahasa Orya diresmikan pada tahun 2005.

Bertolak dari pengalaman tersebut, Pak Phil menyadari bahwa banyak masyarakat Indonesia yang mengalami hambatan untuk mengerti Alkitab berbahasa Indonesia— meskipun Alkitab tersebut diterbitkan dengan menggunakan bahasa sehari-hari. Mulai pada tahun 2005, Phil sudah membentuk tim untuk memulai proyek baru untuk membuat suatu terjemahan PB yang lebih sederhana. Pada waktu memulai proyek tersebut, pembaca yang disarankan untuk membaca terjemahan tersebut adalah orang-orang di Indonesia bagian timur saja. Tetapi dengan beberapa cara dan melalui banyak tantangan, sedikit demi sedikit Tuhan menunjukkan bahwa bukan hanya masyarakat di Indonesia bagian timur yang mengalami kesulitan mengerti Alkitab yang ada, tetapi semua umat Tuhan di seluruh Indonesia mengalami persoalan yang sama— baik orang yang tidak berpendidikan maupun yang berpendidikan. Akhirnya, wakut draf PB Terjemahan Sederhana Indonesia sudah hampir selesai, Pak Phil dan beberapa teman membentuk Yayasan Alkitab BahasaKita (yang disebut Albata). Akta notaris untuk Albata diterbitkan pada tanggal 3 bulan Agustus tahun 2012. Albata berkantor di Gedung Holland Bakery lantai 1, Jl. K.H Hasyim Ashari No, 29-29A, RT.007/RW.005, Kel. Petojo Utara, Kec. Gambir, Jakarta Pusat.

Karena proyek Terjemahan Sederhana Indonesia Perjanjian Baru sudah dimulai sebelum pendirian Albata, maka hanya dua tahun sesudah pendirian Yayasan Albata sudah bisa menerbitkan PB TSI pada bulan Juli 2014, bekerjasama dengan penerbit Andi Offset. Kegiatan peresmian yang pertama diadakan di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Aletheia di Jogja.

Albata sudah mengurus semua surat sebagai yayasan sosial keagamaan, termasuk

  • Ijin Operasional dari Pemerintah Daerah Jakarta Pusat dan dari Kementrian Agama
  • Surat Keterangan Domisili
  • Surat Izin Kegiatan Yayasan
  • Surat Keterangan Ijin Operasional dari Direktur Jendral Bimbingan Masyarakat Kristen (Dirjen Bimas Kristen)

Pada tahun 2016, Yayasan Albata melalui Perjanjian Baru TSI menerima Surat Rekomendasi penerbitan dan pengedaran dari Dirjen Bimas Kristen.  Dan pada tahun 2018, rekomendasi Dirjen Bimas Kristen tertulis langsung pada sampul bagian belakang dalam edisi 2.3 yang juga— seperti edisi-edisi sebelumnya, diedarkan oleh Andi Offset.

Pada tahun 2017, sekolah Alkitab dan STT STAK PN Tarutung, Sumatra Utara, mengadakan surat MOU dengan Albata. Beberapa penghargaan dari organisasi lain juga ditunjukkan di halaman berikut ini:


Kalau organisasi saudara mempunyai kesamaan dengan visi/misi Albata dan ingin bekerjasama dengan kami, silahkan kunjungi situs kami di Albata.info dan gunakanl formulir yang berjudul Bertanya kepada Pak Phil di halaman dasar situs albata di halaman Visi.