Pentingnya Menanggalkan Doktrin saat Menerjemahkan Alkitab

Oleh: Balazi Gulo

Penerjemahan Alkitab merupakan suatu pekerjaan yang unik, menarik, sekaligus berisiko. Salah satu risiko yang paling fatal adalah ketika doktrin menjadi pengatur jalannya proses penerjemahan Alkitab.

Risiko besar ketika hal itu terjadi terutama pada pereduksian makna teks. Ketika arti teks tidak sesuai dengan pemahaman teologis atau doktrin sang penerjemah, seringkali arti teks tersebut diganti atau bahkan dengan sengaja tidak diterjemahkan. Penerjemahan yang diatur oleh doktrin tidaklah layak disebut sebagai terjemahan Alkitab.

Bagaimana seharusnya penerjemahan Alkitab itu?

  • Setia pada teks sumber

Teks sumber Alkitab haruslah menjadi dasar atau acuan daripada suatu proyek penerjemahan Alkitab. Menjunjung tinggi teks sumber adalah langkah awal yang tepat untuk menerjemahkan Alkitab.

  • Tanpa pihak memihak

Penerjemahan Alkitab haruslah tanpa pihak memihak serta menghindari diri dari kepentingan dan prasangka yang bersifat politis, denominasional, ideologis, sosial, budaya dan teologis.

Sejak Albata memulai proyek penerjemahan Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB TSI), kedua hal di atas merupakan hal yang wajib diingat oleh setiap anggota penerjemah. Hanya dengan kedua hal itulah pikiran sang penerjemah Alkitab dapat terbentengi. Di luar daripada itu pikiran sang penerjemah— berupa pemahaman teologis dan doktrin, akan mendominasi suatu proyek penerjemahan Alkitab.

Berikut perbandingan terjemahan yang terjebak karena mengabaikan kedua poin di atas:

  1. Yohanes 1:1

Byz: Ἐν ἀρχῇ ἦν ὁ λόγος, καὶ ὁ λόγος ἦν πρὸς τὸν θεόν, καὶ θεὸς ἦν ὁ λόγος.

NIV: In the beginning was the Word, and the Word was with God, and the Word was God,

TB: Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

TSI: Pada mulanya, sebelum dunia ini diciptakan, Dia yang disebut Firman sudah bersama dengan Allah. Dan Firman itu juga adalah Allah.

KSTDB: Pada mulanya Firman itu ada. Firman itu bersama Allah, dan Firman itu adalah suatu allah.

*Catatan kaki untuk ‘suatu allah’: Atau ”bersifat ilahi”.

Dari uraian di atas Byzantin Text (Byz), NIV, TB dan TSI menegaskan bahwa Firman itu adalah Allah. Sedangkan dalam KSTDB dan Firman itu adalah suatu allah.  Dengan menggunakan kata ‘allah’ (huruf kecil semua) berarti KSTDB menyamakan Sang Firman itu dengan dewa atau suatu ilah. Hal ini terjadi karena para penerjemah KSTDB adalah orang-orang dari Saksi Yehuwa, yang memiliki ajaran bahwa Yesus bukanlah Tuhan (2). Untuk membuat pembaca setuju dengan teologi tersebut, mereka menerjemahkan ἦν ὁ λόγος dengan adalah suatu allah (3).

  1. Wahyu 3:14

Byz: Καὶ τῷ ἀγγέλῳ τῆς ἐν Λαοδικείᾳ ἐκκλησίας γράψον, Τάδε λέγει ὁ Ἀμήν, ὁ μάρτυς ὁ πιστὸς καὶἀληθινός, ἡ ἀρχὴ τῆς κτίσεως τοῦ ϑεοῦ·

          NIV: To the angel of the church in Laodicea write:
                    These are the words of the Amen, the faithful and true witness, the ruler of God’s creation.

          TB: “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah:

          KSTDB: ”Kepada malaikat sidang jemaat di Laodikia, tulislah begini: Inilah kata-kata Amin, yaitu saksi yang setia dan benar, ciptaan Allah yang pertama:

TSI: “Tuliskanlah ini kepada pelayan Tuhan yang mewakili jemaat di Laodikia: Inilah pesan dari Aku yang juga disebut Yang Amin! Maksud-Ku, Akulah Saksi yang sangat layak dipercaya — yang sudah mengajar yang benar tentang Bapa-Ku. Melalui Akulah, Bapa-Ku menciptakan segala sesuatu.

TB dalam ayat ini terlihat sangat harfiah. Akibatnya, muncul berbagai tafsiran yang menganggap Amin (maksudnya Kristus) termasuk ciptaan. Padahal maksud TB tidaklah demikian. Ayat ini menjadi contoh tentang persoalan yang dapat terjadi ketika Alkitab diterjemahkan secara harfiah! Terjemahan secara harfiah sering menghasilkan hal yang kurang jelas yang menimbulkan multi-tafsir.

Lain halnya dengan TB, KSTDB justru dengan gamblang mengatakan bahwa Amin adalah ciptaan Allah yang pertama. Ini terlihat seperti pemaksaan untuk mendukung pemahaman mereka terhadap ayat pada poin pertama di atas.

Harus diakui bahwa ungkapan permulaan dari ciptaan Allah ini menimbulkan pengertian bahwa Kristus adalah makhluk pertama yang diciptakan oleh Allah. Namun bukan itu yang dimaksudkan dalam bahasa aslinya, melainkan seperti yang diterjemahkan oleh TSI “sumber segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah” atau “asal dari semua ciptaan Allah”. Maksudnya, melalui Kristuslah, Allah menciptakan segala sesuatu, dan banyak terjemahan mengikuti cara ini. (Lihat juga Yoh. 1:3; Kol. 1:16; Ibr. 1:2).

  1. Ibrani 1:8

Byz: πρὸς δὲ τὸν υἱόν, Ὁ θρόνος σου, ὁ θεός, εἰς τὸν αἰῶνα τοῦ αἰῶνος· ῥάβδος εὐθύτητος ἡ ῥάβδος τῆς βασιλείας σου,

NIV: But about the Son he says, Your throne, O God, will last for ever and ever, and righteousness will be the scepter of your kingdom.

TB: Tetapi tentang Anak Ia berkata: “Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.

KSTDB: Tapi tentang Putra-Nya, Dia mengatakan, ”Allah adalah takhtamu selama-lamanya, dan tongkat Kerajaanmu adalah tongkat kelurusan hati.

TSI: Sedangkan kepada Anak-Nya Allah berkata, “Anak-Ku, Engkau adalah Allah yang akan memerintah dari takhta kerajaan-Mu untuk selama-lamanya.

Kuasa yang akan Engkau tunjukkan dengan tongkat kerajaan-Mu akan selalu menghasilkan keadilan.

Ibrani 1:8 merupakan sebuah ayat di mana Allah Bapa memanggil Yesus sebagai Allah. Tetapi karena KSTDB tidak setuju dengan itu, mereka menerjemahkan ayat itu sebagai “… Allah adalah takhtamu …” supaya pemahaman mereka tentang siapa Yesus tetap terjaga.

  1. Kejadian 1:2

וְהָאָ֗רֶץ הָיְתָ֥ה תֹ֙הוּ֙ וָבֹ֔הוּ וְחֹ֖שֶׁךְ עַל־פְּנֵ֣י תְהֹ֑ום וְר֣וּחַ אֱלֹהִ֔ים מְרַחֶ֖פֶת עַל־פְּנֵ֥י הַמָּֽיִם׃         : MT

NIV : Now the earth was formless and empty, darkness was over the surface of the deep, and the Spirit of God was hovering over the waters.

TB: Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

KSTDB: Di bumi belum ada apa-apa dan kosong, yang ada hanya kegelapan menutupi air yang dalam, dan tenaga Allah bergerak ke sana kemari di atas permukaan air.

Draft TSI: Waktu itu keadaan bumi belum berbentuk dan belum tersusun. Bumi sangat gelap dan digenangi air yang sangat dalam. Dan Roh Allah selalu hadir di atas permukaan air itu.

  1. Matius 1:20

Byz: Ταῦτα δὲ αὐτοῦ ἐνθυμηθέντος, ἰδού, ἄγγελος κυρίου κατ’ ὄναρ ἐφάνη αὐτῷ, λέγων, Ἰωσήφ, υἱὸς Δαυίδ, μὴ φοβηθῇς παραλαβεῖν Μαριὰμ τὴν γυναῖκά σου· τὸ γὰρ ἐν αὐτῇ γεννηθὲν ἐκ πνεύματός ἐστιν ἁγίου.

NIV: But after he had considered this, an angel of the Lord appeared to him in a dream and said, “Joseph son of David, do not be afraid to take Mary home as your wife, because what is conceived in her is from the Holy Spirit.

TB: Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.

KSTDB: Tapi setelah dia memikirkan hal itu, malaikat Yehuwa menemui dia dalam mimpi dan berkata, ”Yusuf, anak Daud, jangan takut menikahi Maria. Dia hamil karena kuasa kudus.

TSI: Tetapi waktu Yusuf sedang memikirkan hal itu, datanglah malaikat TUHAN kepadanya dalam mimpi. Malaikat itu berkata, “Yusuf, keturunan Daud, janganlah takut mengambil Maria sebagai istrimu, karena anak yang di dalam kandungannya itu berasal dari Roh Kudus.

Poin nomor 4 dan 5 di atas adalah bagaimana Roh Allah atau Roh Kudus hadir dan bekerja. Tetapi KSTDB membuat terjemahan yang berbeda dengan “kuasa kudus”. Bagi mereka ungkapan ini tidak memaksudkan suatu pribadi atau makhluk yang setara dengan Allah. Sebaliknya, ungkapan ini memaksudkan kuasa yang tidak kelihatan yang Allah gunakan untuk melaksanakan kehendak-Nya dan menciptakan segala sesuatu.

Jadi sudah sangat jelas bahwa semua perubahan tentang konsep-konsep penting dalam  KSTDB dibuat dengan sengaja dan dengan penuh kesadaran demi mempertahankan doktrin mereka yang telah dibangun sejak tahun 1850an.

Catatan kaki:

  1. KSTDB adalah singkatan dari ‘Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru’ yang diterjemahkan dan digunakan oleh kelompok Saksi Yehuwa. Patokan penerjemahan KSTDB adalah New World Translation of the Holy Scriptures (NWTHS) yang diterbitkan pada tahun 1961.
  2. Bacalah tulisan Zen Manehem mengenai sejarah singkat dan dasar kepercayaan Saksi Yehuwa: Siapakah Nama Tuhan Menurut Perjanjian Baru:  Menjawab Saksi Yehuwa
  3. Bandingkan juga pembelaan Saksi Yehuwa dalam link ini: Apakah Saksi-Saksi Yehuwa Mengubah Isi Alkitab Agar Sesuai dengan Kepercayaan Mereka?
  4. Bandingkan dengan Daftar Istilah Alkitab Saksi-saksi Yehuwa
  5. Bacalah artikel Jaya Waruwu, S.Th tentang sejarah Saksi Yehuwa: Saksi Yehuwa dan Alkitab

Daftar Pustaka:

  1. The New Testament in the Original Greek: Byzantine Textform 2015
  2. Lembaga Alkitab Indonesia. 2004. Alkitab Terjemahan Baru. Jakarta
  3. https://www.jw.org/id/publikasi/alkitab/nwt/buku-alkitab/ diakses 22 April 2019
  4. Yayasan Albata. 2018. Alkitab Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia. Yogyakarta. ANDI
  5. https://www.neverthirsty.org/bible-qa/qa-archives/question/how-accurate-is-the-new-world-translation/ diakses 22 April 2019
  6. http://www.bible-researcher.com/new-world.html diakses 22 April 2019
  7. http://mbcpathway.com/2015/12/21/four-examples-of-where-the-new-world-translation-gets-it-wrong/ diakses 22 April 2019
  8. https://www.namb.net/apologetics-blog/the-new-world-translation-of-the-holy-scriptures-the-jehovah-s-witnesses-bible/ diakses 22 April 2019
  9. https://www.jw.org/id/publikasi/alkitab/nwt/daftar-istilah-alkitab/#p145 diakses 22 April 2019
  10. Jaya Waruwu, S.Th, Saksi Yehuwa dan Alkitab, 2019

.

.

.

Posted in Artikel Alkitabiah.

Mark Rompies