Pertolongan dan Penghargaan

Bacaan Mazmur 146:1-10
Perjanjian Lama Bahasa Indonesia Masa Kini (PL-BIMK)

Pujian Bagi Allah Penyelamat
1 Pujilah TUHAN ! Hai jiwaku, pujilah TUHAN !

2 Aku mau memuji TUHAN selama hidupku dan menyanyi bagi Allahku selama aku ada.
3 Janganlah berharap kepada penguasa, kepada manusia yang tak dapat menyelamatkan.
4 Kalau mereka mati, mereka kembali ke tanah; hari itu juga semua rencana mereka lenyap.
5 Berbahagialah orang yang mengandalkan TUHAN Allahnya, dan mempunyai Allah Yakub sebagai penolongnya.
6 Dialah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya; Ia tetap setia selama-lamanya.
7 Ia membela hak orang-orang yang tertindas, dan memberi makan kepada orang yang lapar. TUHAN membebaskan para tahanan,
8 dan membuat orang buta dapat melihat. Ia menegakkan orang yang jatuh, dan mengasihi orang yang jujur.
9 Ia melindungi orang-orang asing; Ia menolong para janda dan yatim piatu, tetapi menggagalkan rencana orang jahat.
10 TUHAN itu Raja untuk selama-lamanya. Hai Sion, Allahmu berkuasa selama segala abad. Pujilah TUHAN !

Desember 2016 adalah bulan dimana saya memperingati hari kelahiran saya. Dua minggu sebelumnya,
saya berdoa kepada Tuhan supaya Dia memberikan saya uang untuk mentraktir keluarga pendeta dan keluarga saya sendiri. Memang waktu itu saya juga sedang bingung, uang apa yang akan saya gunakan untuk mentraktir mereka. Ternyata, seminggu sebelumnya saya diminta untuk khotbah di salah satu gereja. Setelah selesai khotbah, saya menerima amplop berisi uang dan cukup untuk mentraktir mereka makan.

Allah yang dimaksud oleh pemazmur adalah Allah Yakub. Mengapa dikatakan Allah Yakub? Karena pada waktu itu Yakub sangat membutuhkan pertolongan. Setelah ia menipu kakak dan ayahnya, Yakub harus meninggalkan rumah. Yakub seorang diri dalam situasi yang tidak ramah. Walaupun demikian, Allah melindungi, memimpin dan menyediakan kebutuhannya. Bila ada yang mencoba melukai Yakub, Allah bertindak. Dia mengerjakan semua maksud-Nya untuk Yakub dan menjadikannya bapak dari suku-suku Israel. Walaupun Yakub sekali waktu tidak taat, tetapi Allah tetap menolong dan memimpinnya ke luar dari
segala kesukaran hidup. Itulah yang membuat pemazmur berkata bahwa hanya Allah Yakub yang telah menolong itulah yang pantas dijadikan tumpuan harapan.

Allah yang menolong Yakub adalah Allah yang sama yang menolong kita. Tentunya kita tiap-tiap hari merasakan pertolongan Tuhan dalam hidup ini. Bagi orang percaya, berharap kepada Tuhan bukan khayalan atau optimisme yang buta. Harapan dalam Kristus adalah pasti. Jadi, mari cek kembali, apakah kita masih tetap berharap kepada Tuhan atau yang lain? (THF)

*Dikutip dari renungan Andi offset April 2017

Posted in Renungan TSI.

Jaya Waruwu