Pikiran Kristus

Bacaan Lukas 1 Korintus 2:6-16
Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI)

Hikmat Allah 

6 Tetapi sebenarnya, waktu bersama orang-orang yang dewasa secara rohani, kami mengajarkan hikmat. Tetapi hikmat kami tidak berasal dari dunia ini, dan tidak berasal dari penguasa-penguasa dunia yang akan segera dibinasakan.
7
Yang kami ajarkan adalah hikmat Allah yang dulu tersembunyi bagi manusia sejak penciptaan dunia. Tetapi sekarang hikmat itu sudah Allah nyatakan kepada kita, supaya kita ikut menikmati kemuliaan-Nya.

8 Sebelumnya, para penguasa dan raja-raja dunia ini tidak pernah mengerti hikmat itu. Kalau mereka mengerti, maka mereka tidak akan menyalibkan Yesus— Tuhan kita yang mulia.
9 Tetapi hal itulah yang dimaksudkan ayat Kitab Suci ini: “Tidak ada manusia yang pernah melihat, mendengar, ataupun membayangkan apa yang sudah Allah siapkan bagi orang-orang yang mengasihi Dia.”*
10 Tetapi sekarang Allah sudah menunjukkan hal-hal itu kepada kita melalui Roh-Nya! Karena Roh Kudus itu mengetahui segala sesuatu— bahkan rahasia Allah yang tersembunyi sekalipun.
11 Contohnya, tidak seorang pun tahu pikiran orang lain, kecuali rohnya yang tinggal di dalam dia. Demikian juga halnya dengan Allah: Tidak ada yang tahu pikiran Allah, kecuali Roh Allah sendiri.
12 Dan sekarang kita tidak menerima roh yang berasal dari dunia ini, tetapi kita sudah menerima Roh Allah sendiri! Maka dengan bantuan Roh-Nya kita diberikan kemampuan untuk mengerti hal-hal yang Allah berikan kepada kita karena kebaikan hati-Nya.
13 Jadi waktu kami mengajarkan hal-hal rohani tersebut, kami tidak menyampaikannya dengan menggunakan kata-kata yang diajarkan oleh hikmat manusia. Melainkan kami menggunakan kata-kata yang diberikan oleh Roh Kudus kepada kami. Dengan demikian kata-kata hikmat dari Roh Kudus dipakai untuk menjelaskan hal-hal rohani.
14 Tetapi seorang yang tidak hidup bersama Roh Allah tidak bisa menerima ajaran yang berasal dari Roh Allah itu. Karena orang seperti itu akan berpikir bahwa ajaran itu merupakan suatu kebodohan. Dia tidak mungkin mengerti, karena ajaran dari Roh Allah hanya bisa dimengerti dengan bantuan Roh Allah.
15 Oleh karena itu, kita yang bersatu dengan Roh Allah bisa menilai semua ajaran rohani yang dalam. Sedangkan orang-orang yang belum menerima hikmat dari Roh Allah tidak mampu menilai hal apa pun tentang kita. Hal ini sesuai dengan Firman Allah yang berkata,
16 “Manusia tidak mungkin mengetahui pikiran TUHAN! Siapa pun tidak mampu memberikan nasihat kepada-Nya.”** Oleh karena itu hal yang sangat luar biasa bagi kita adalah: Melalui Roh-Nya kita diberikan kemampuan untuk berpikir seperti Kristus!

Sampai malam ini, kita mungkin tak bisa hadir pikir dengan perilaku dan perangai manusia yang semakin tidak masuk akan. Ada banyak orang melakukan kejahatan, baik terhadap diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat pada umumnya. Misalnya, orang yang sengaja merusak dirinya
dengan mengonsumsi narkoba atau minuman keras, atau orang yang tega melukai pasangan maupun anaknya karena keinginannya tidak dipenuhi. Belum lagi deretan daftar tindak kejahatan dengan motif yang semakin lama semakin sukar diterima logika. Mengamati semuanya itu, terkadang kita mungkin bertanya, “Apa yang ada di pikiran mereka saat melakukan semuanya itu?”

Kami memiliki pikiran Kristus. Penegasan ini disam­ paikan oleh para rasul ketika menasihati jemaat di Korintus. Apakah mungkin seseorang memiliki pikiran Kristus? Bagi mereka yang masih hidup dengan cara duniawi—Alkitab menyebut dengan istilah ‘manusia duniawi’—hal tersebut sukar untuk dimengerti. Namun, bagi manusia rohani— sebutan bagi mereka yang memberi diri untuk hidup dipimpin oleh
Roh Kudus— maka hal tersebut mungkin. Orang yang memiliki pikiran Kristus akan memikirkan hal-hal yang sesuai kehendak Allah (bdk. Flp. 4:8), yang akan terwujud melalui sikap dan perbuatannya. Mustahil seseorang mengaku memiliki pikiran Kristus, tetapi orang yang sama sering melakukan perbuatan yang melanggar Firman Tuhan.

Mungkin selama ini kita memiliki kerinduan untuk memiliki pikiran Kristus, tetapi belum mampu mewu­judkannya. Berdoalah agar kita dimampukan untuk melatih diri agar semakin hari, kita semakin memiliki pikiran Kristus, sehingga kita terhindar dari melakukan perbuatan yang
tidak memuliakan Kristus dalam keseharian kita.

*Dikutip dari renungan Andi Offset Mei 2017

Catatan Kaki:
*2:9
Yes. 64:4
**2:16 Yes.
40:13

 

Posted in Renungan TSI.

Jaya Waruwu