Robin Hood

 

Bacaan  Matius 25:35-45
Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI)

Anak Manusia akan mengadili orang-orang benar dan orang-orang jahat

35 Karena ketika Aku lapar, kalianlah yang memberi Aku makan. Dan ketika Aku haus, kalianlah yang memberi Aku minum. Ketika Aku baru datang sebagai orang pendatang di negerimu, kalianlah yang memberi Aku tumpangan.
36 Atau ketika Aku membutuhkan pakaian, kalianlah yang memberi Aku pakaian. Ketika Aku sakit, kalianlah yang merawat Aku. Dan ketika Aku dipenjarakan, kalianlah yang mengunjungi Aku.’
37 “Kemudian orang-orang benar itu akan bertanya kepada-Ku, ‘Tuhan, kapankah kami melihat Engkau lapar dan memberi-Mu makan, atau haus dan memberi-Mu minum?
38 Kapankah kami melihat Engkau sebagai pendatang dan memberi tumpangan bagi-Mu, atau kapan Engkau membutuhkan pakaian dan kami memberi-Mu pakaian?
39 Dan kapan kami melihat Engkau sakit lalu kami merawat-Mu, atau kapan Engkau dipenjarakan dan kami mengunjungi-Mu?’
40 “Dan Aku akan menjawab mereka, ‘Yang Ku-katakan ini benar: Setiap kali kalian mengambil kesempatan untuk melakukan hal-hal seperti itu kepada salah seorang dari saudara-saudari-Ku ini— bahkan kepada orang yang paling hina, kalian sudah melakukannya bagi-Ku.’
41 “Kemudian Aku akan berkata kepada orang-orang yang di sebelah kiri-Ku, ‘Hai kalian yang terkutuk! Pergilah dari hadapan-Ku dan masuk ke dalam api yang tidak akan pernah padam untuk selama-lamanya— yaitu tempat yang sudah disiapkan bagi iblis dan semua malaikat yang berpihak kepadanya.
42 Karena ketika Aku lapar, kalian tidak memberikan Aku makan. Dan ketika Aku haus, kalian tidak memberikan Aku minum.
43 Atau ketika Aku sebagai pendatang, kalian tidak memberi tumpangan bagi-Ku. Ketika Aku membutuhkan pakaian, kalian tidak memberi pakaian pada-Ku. Dan ketika Aku sakit atau dipenjarakan, kalian tidak mengunjungi Aku.’
44 “Lalu mereka pun akan bertanya, ‘Tuhan, kapankah kami melihat Engkau lapar, haus, pendatang, membutuhkan pakaian, sakit, atau dipenjarakan dan kami tidak memperhatikan kebutuhan-Mu?’
45 “Dan Aku akan menjawab mereka, ‘Yang Ku-katakan ini benar: Setiap kali kalian tidak mengambil kesempatan untuk melakukan hal-hal itu kepada salah seorang dari saudara-saudari-Ku yang paling hina ini, kalian juga tidak melakukannya bagi-Ku.’

Kita tentu tidak asing dengan kisah Robin Hood. Tokoh legenda asal Inggris yang begitu tenar karena kebaikannya kepada orang miskin. Sosok Robin Hood dan kelompoknya dikisahkan tinggal di hutan Sherwood untuk membangun perlawanan terhadap pemerintah yang tiran. Dalam perlawanannya, Robin Hood sering melakukan aksi perampokan terhadap orang-orang kaya, yang sering kali menindas rakyat kecil, lalu membagi-bagikan hasilnya kepada rakyat miskin. Alhasil, ada dua pendapat yang muncul terhadap sosok “pencuri yang baik hati” ini. Menurut pemerintah, Robin adalah penjahat, tetapi menurut rakyat kecil, ia dianggap sebagai pahlawan.

Tanggapan masyarakat umum mengenai sosok kontroversial tersebut masih menjadi pro dan kontra. Namun, tindakan Robin terhadap orang miskin menarik untuk kita renungkan. Tuhan Yesus yang menyebut orang-orang yang paling hina sebagai “Saudara-Ku”, juga mendorong agar para murid-Nya menunjukkan kepedulian kepada orang-orang yang sakit, yang haus dan lapar, yang memerlukan pakaian, dan yang sedang terkurung di dalam penjara. Jelas kita tidak mungkin bertindak ekstrem seperti Robin Hood, tetapi kita masih dapat melakukannya dengan cara lain dan tak bertentangan dengan firman- Nya. Kita dapat membesuk orang sakit, membuka dapur umum, berkeliling membagikan makanan dan minuman, mengunjungi para narapidana, dan lain sebagainya.

Kalau Robin Hood bisa menunjukkan kepedulian terhadap orang yang terabaikan, terlebih lagi kita! Mari tunjukkan kepedulian kepada orang-orang yang terhina, terbuang, atau yang tersisihkan. Sesederhana apa pun tindakan kita akan bermanfaat, bahkan menyentuh hati mereka. Bersediakah kita dipakai oleh-Nya?

Dikutip dan disadur dari renungan Andi Offset Agustus 2017

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Posted in Renungan TSI.

Jaya Waruwu