Saat Yang Tepat

 

Bacaan  Keluaran 19:1-6
Perjanjian Lama Bahasa Indonesia Masa Kini (PL-BIMK)

Orang Israel di Gunung Sinai

1 Sesudah itu bangsa Israel meninggalkan Rafidim, dan pada tanggal satu bulan ketiga setelah mereka meninggalkan Mesir, tibalah mereka di padang gurun Sinai. Mereka berkemah di kaki Gunung Sinai,
2 (19:1)
3 dan Musa mendaki gunung itu untuk bertemu dengan Allah. TUHAN berbicara kepada Musa dari gunung itu dan menyuruh dia mengumumkan kepada orang Israel, keturunan Yakub,
4 “Kamu sudah melihat apa yang Kulakukan terhadap orang Mesir, dan bagaimana Aku membawa kamu kepada-Ku di tempat ini dengan kuasa besar, seperti burung rajawali membawa anaknya di atas sayapnya.
5 Sekarang kalau kamu taat kepada-Ku dan setia kepada perjanjian-Ku, kamu akan Kujadikan umat-Ku sendiri. Seluruh bumi adalah milik-Ku, tetapi kamu akan menjadi milik kesayangan-Ku,
6 khusus untuk diri-Ku sendiri, dan kamu akan melayani Aku sebagai imam-imam.”

Kehidupan yang nyaman dan selalu aman tak jarang membuat seseorang merasa tak perlu belajar lebih dalam hidupnya. Misalnya, ketika keadaan orangtua dalam kondisi keuangan yang sangat baik sehingga semua kebutuhan anak-anaknya selalu mencukupi. Berapa banyak dari anak-anak itu yang tetap belajar akan perjuangan hidup? Beberapa orang mungkin belajar, tetapi banyak juga yang kemungkinan tidak tahu apa itu berjuang demi meraih sesuatu. Parahnya, kenyamanan seringkali membuat seseorang tidak bergantung kepada Tuhan tetapi lebih pada kemampuan diri sendiri.

Nyaman adalah kondisi yang menyenangkan bagi daging kita, tetapi keadaan ini justru membahayakan manusia roh kita. Kenyamanan tidak hanya berbicara saat keadaan serba berkelimpahan tetapi juga di mana kita sudah mulai menikmati kondisi yang tidak baik. Kita harus waspada dengan kenyamanan! Itu sebabnya dalam perjalanan hidup kita, Allah mengizinkan kita mengalami persoalan demi persoalan. Tujuannya, supaya kita tetap berada pada zona berharap dan bergantung kepada-Nya.

Bayangkan, seandainya induk rajawali tidak mengguncang- guncangkan sarangnya yang berisi anak-anak rajawali yang belum bisa terbang! Sudah pasti anakanak rajawali itu tak akan pernah bisa terbang apalagi mengarungi lautan yang luas. Seperti itulah cara Allah dalam mendidik umat-Nya. Terkadang Ia memberikan kondisi yang tidak nyaman dengan Allah tetap menyertai seperti induk rajawali yang mendukung anak-anaknya di sayapnya, supaya kita bertumbuh. Ini yang Allah harapkan dari orangtua terhadap anakanaknya. Jangan bentuk generasi muda yang menyukai hal-hal instan. Namun, didiklah generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan mengerti apa itu proses dan perjuangan

*Dikutip dari renungan Andi Offset Juli 2017

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Posted in Renungan TSI.

Jaya Waruwu