Say the magic words

Penulis: Phil Fields

Dalam bahasa Inggris ada beberapa kata yang sejak lama dipakai sebagai kata ajaib, yang dulu digunakan oleh para pemain sulap. Salah satu adalah abrakadabra, dan kedua adalah presto change-oh. Tetapi zaman sekarang kata itu  mungkin sudah berubah, dan generasi sekarang mungkin menggunakan expecto petronas dan alo hamora dari buku dan film Harry Potter.

Tetapi saya berharap semua pengikut Kristus mengetahui bahwa kita tidak diberikan satu, dua atau lebih kata ajaib yang seperti itu. Kekuatan kita bukanlah dari ilmu yang kita rahasiakan supaya orang lain tidak bisa mengenal suatu kata yang memberikan kuasa untuk melakukan hal ajaib. Kekuatan rohani yang benar selalu berdasar pada hubungan pribadi dengan Allah melalui Kristus Yesus, hidup yang dituntun oleh Roh Allah, dan pengetahuan akan Firman Tuhan.

Saya ingat cerita yang saya dengar di Papua. Ada beberapa orang yang naik perahu kecil, lalu tiba tiba terjadi sesuatu yang membahayakan mereka. (Saya lupa apa yang terjadi, dan hal itu tidak penting dalam cerita ini.) Ketika hal itu terjadi ada beberapa orang di perahu yang berteriak, “Darah Yesus!”

Nah, darah Yesus adalah sesuatu yang sangat penting bagi kita. Kita disucikan melalui darah sang Penebus kita. Jadi, darah Yesus berbicara tentang kurban Domba Allah yang menggenapi perjanjian Allah kepada Abraham dan semua syarat agama dalam Hukum Musa, dan memeteraikan suatu perjanjian yang baru seperti dinubuatkan dalam Yeremia 31. TETAPI Alkitab tidak pernah memberitahukan kita untuk menggunakan kata ‘darah Yesus’ sebagai kata ajaib yang berkuasa untuk menyelamatkan diri dari marabahaya. Bahkan, bagi saya, berteriak kata itu bisa dianggap tidak sopan terhadap Penyelamat kita, bahkan menghujat.

Seorang bernama Maxi (orang fiktif) berdoa begini: “Oh Tuhan, jadikanlah saya orang kaya. Saya ingin mobil mewah, dan untuk bisa berlibur ke Amerika dua kali setahun. Dalam nama Yesus, amin.

Menurut Saudara, apakah Maxi sudah berdoa ‘dalam nama Yesus’? Apakah Saudara sering mengakhiri doamu dengan berkata ‘dalam nama Yesus’— tanpa berpikir tentang artinya?

Salah satu jenis gaya bahasa (figure of speech) yang sering ditemukan dalam Firman Allah disebut metonimia (metonymy). Dalam metonimia suatu kata benda (atau gambaran) mewakili sebuah topik. Metonimia yang paling sering ditemukan dalam Alkitab adalah beberapa sebutan yang menggunakan ‘nama’ untuk mewakili Allah. Ingatlah bahwa orang-orang Israel dilarang untuk “menyebut nama Allah dengan sembarangan.” Untuk menghindari menyebut YHWH bahkan Elohim, orang Yahudi menggunakan beberapa sebutan halus untuk berbicara tentang Allah tanpa menyebut namanya. Salah satu contoh adalah untuk mengucapkan ‘surga’, seperti di Yohanes 3:27 ‘dikaruniakan dari sorga’ (TB). Maksud metonimia ini adalah ‘dikaruniakan oleh Allah’. Tetapi metonimia yang paling sering digunakan dalam Firman Allah adalah ketika ‘nama’ digunakan untuk mewakili seluruh kepribadian Allah. Metonimia yang sama terlihat juga ketika kita berdoa ‘dalam nama Yesus’.

Sebelum kita kembali ke caranya berdoa dalam nama Yesus, mari kita lihat contoh ini:

Kisah Para Rasul 2:21 TB Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.

Empat tahun yang lalu dalam presentasi di salah satu STT di Pulau Jawa, saya bertanya kepada para mahasiswa, “Apakah hal yang wajar dalam bahasa Indonesia ‘berseru kepada nama Tuhan’? Dan mereka segera menjawab bahwa itu wajar. Lalu saya bertanya, “Apakah seseorang bisa berseru kepada nama SBY?” Dan mereka tertawa. Ternyata tanpa kita menyadarinya, beberapa metonimia tentang ‘nama Tuhan’ sudah termasuk ‘bahasa gereja’. Tetapi sebenarnya frasa dengan metonimia itu adalah sesuatu yang asing dalam bahasa Indonesia. Itu sebabnya TSI menerjemahkan ayat ini,

“Dan setiap orang yang berseru kepada Tuhan meminta pertolongan-Nya akan diselamatkan.”

Saya mendapat 16 ayat di keempat kitab Injil di mana Yesus mengajar tentang ‘dalam nama-Ku’. Mari kita berfokus kepada ke-enam kali Dia menyebut itu dalam Injil Yohanes:

Yoh. 14:13-14 TB dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
14 Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya

Yoh. 14:13-14 TSI Dan apa saja yang kalian minta di dalam doa supaya Aku* dimuliakan, Aku akan menjawab doa kalian itu. Dengan begitu, Bapa akan dimuliakan melalui Aku— Anak-Nya.
14 Ya, apa saja yang kalian minta kepada-Ku demi Aku dimuliakan, Aku akan memberikannya.”

  • Catatan:
    *14:13-14 Aku Secara harfiah, “nama-Ku.” Sesuai dengan kebudayaan orang Yahudi pada zaman Yesus, ‘nama-Ku’ artinya seluruh kepribadian Kristus Yesus.

Yoh. 15:16 TB Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.

Yoh. 15:16 TSI “Bukan kamu yang memilih supaya kamu menjadi murid-murid-Ku, tetapi Akulah yang memilih kamu untuk tugas itu. Dan inilah sebabnya Aku mengangkat kamu: Supaya kamu pergi ke ladang-Ku dan menghasilkan banyak buah rohani. Dan apa yang kamu hasilkan itu akan bertahan selama-lamanya. Karena kamu menjalankan tugas itu, apa saja yang kamu minta kepada Allah Bapa dengan alasan untuk memuliakan Aku, maka Dia akan memberikannya kepadamu.

Yoh. 16:23-24 TB Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.
24 Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.

Yoh. 16:23-24 TSI Dan pada hari itu, kalian masing-masing tidak perlu lagi meminta apa-apa dari-Ku. Yang Aku katakan ini memang benar: Demi Aku dimuliakan, mintalah apa saja kepada Bapa kita, maka akan diberikan-Nya kepadamu.
24 Sampai sekarang kamu belum minta sesuatu dari Bapa untuk memuliakan Aku.* Mintalah hal-hal yang memuliakan Aku, maka kamu akan menerimanya! Dengan demikian kamu akan sungguh-sungguh merasa sukacita.”

  • Catatan:
    *16:24 untuk memuliakan Aku Secara harfiah, “dalam nama-Ku.” Sesuai dengan kebudayaan orang Yahudi pada zaman Yesus, ‘nama-Ku’ di sini artinya seluruh kepribadian Kristus. Dan untuk meminta sesuatu ‘dalam nama Yesus’, bukan sekedar mengucapkan frasa itu saja, tetapi maksudnya meminta sesuatu demi kepentingan Yesus, atau demi memuliakan Dia.

Yoh. 16:26-27a TB Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa,
27a sebab Bapa sendiri mengasihi kamu,

Yoh. 16:26-27a TSI Mulai hari itu kalian masing-masing boleh berdoa secara langsung kepada Bapa untuk meminta hal-hal yang akan memuliakan Aku. Jadi tidak perlu lagi Aku yang menyampaikan permintaanmu itu kepada Bapa-Ku,
27a karena Dia sendiri sangat mengasihi kamu.

 

Apakah Saudara mau supaya doa-doamu dijawab oleh TUHAN? Belajarlah hal ini! Di atas saya sudah beri contoh tentang doa Pak Maxi. Doa Maxi tidak demi kepentingan Kristus Yesus, tetapi justru berasal dari keinginan untuk meninggikan dirinya sendiri. Walaupun Maxi berkata ‘the magic words’, doanya memang bukan dalam nama Yesus. Dan Allah memang bisa membedakan siapa yang berdoa dengan hati yang benar-benar mau supaya Yesus dimuliakan, dan siapa yang hanya mengucapkan ‘the magic words’.

Saya sendiri merasa bahwa lebih baik saya menghindari untuk mengakhiri setiap doa saya dengan berkata ‘dalam nama Yesus’, karena saya cenderung mengucapkan frasa itu tanpa mengingat arti yang sebenarnya. Konsep ‘dalam nama Yesus’ meliputi lebih dari ‘supaya Yesus dimuliakan (seperti TSI), tetapi juga semua hal ini:

  • supaya kerajaan Yesus segera menjadi terwujud di dunia ini;
  • supaya kuasa Yesus terlihat di tengah-tengah kita;
  • supaya orang-orang mengenal Yesus sebagai Juruselamat dan Penguasa mereka;
  • dan segala hal lain, yang demi kepentingan Kristus Yesus.

Kalau Saudara sudah berdoa seperti itu, maka Saudara tidak perlu mengucapkan  ‘the magic words’. Allah sudah tahu bahwa doa itu benar-benar dalam nama Yesus.

Walaupun saya tidak memberikan magic words, apa yang saya bagikan di sini adalah hal yang membuka sesuatu yang sangat powerful— yaitu arti sebenarnya dari janji Allah yang ada dalam ayat-ayat di injil Yohanes tadi. Dan karena Saudara sudah mengerti inti dari artikel ini, saya mohon Saudara membantu dalam doa supaya Yesus dimuliakan melalui hal ini:

Mari kita berdoa supaya visi Albata akan terwujud— yaitu untuk meningkatkan pemahaman Firman Allah hingga ke setiap pelosok di Indonesia (melalui Alkitab TSI), bukan untuk kemuliaan kami, melainkan supaya semakin banyak orang akan mengenal Kristus dan mengalami pembaharuan hidup.

 

Posted in Artikel Alkitabiah.

Jaya Waruwu