Season in Life

Bacaan Kejadian 8:22
Perjanjian Lama Bahasa Indonesia Masa Kini (PL-BIMK)

22 "Selama dunia ini ada, selalu akan ada masa menanam dan masa menuai, musim dingin dan musim panas, musim kemarau dan musim hujan, siang dan malam."

Bila Indonesia mengenal dua musim: kemarau dan hujan, Amerika Serikat mengalami empat musim, masing-masing dengan perubahan suhu yang cukup besar. Itu artinya, masyarkat di sana harus menyesuaikan hidup empat kali pula dalam setahun. Setiap musim mempunyai ciri khas. Rendahnya temperatur selama musim dingin orang-orang mengurangi kegiatan di luar ruangan. Semen­tara, musim semi merupakan pilihan mahasiswa-maha­siswa di Amerika Serikat, ditandai dengan tingginya tingkat kehadiran di kelas. Pada musim panas juga banyak dipakai sebagai masa liburan para pelajar dan mahasiswa. Sedangkan, musim gugur bermula dengan cuaca hangat sebagai kelanjutan dari musim panas. Namun perlahan-lahan temperatur udara semakin menurun, dibarengi rontoknya dedaunan.

Bukan hanya Amerika Serikat yang memiliki empat musim, kehidupan kita juga memilikinya. Musim semi adalah periode dari kesegaran dan kehidupan baru, musim panas adalah periode pertumbuhan dan produktivitas, musim gugur adalah waktu panen dan upah dari karya yang sudah dikerjakan, dan musim dingin adalah musim tidur panjang dan penutupan akhir. Artinya, kehidupan manusia akan mengalami kesulitan terus sepanjang hidupnya atau tak selamanya perjalanan hidup manusia akan selalu mulus. Ada saatnya untuk berjuang, ada saatnya untuk menikmati hasil. Ada waktunya menabur dan ada waktunya menuai apa yang ditaburnya. Siklus ini akan dialami manusia sepanjang hidupnya di dunia.

Itu sebabnya, di dalam menjalani kehidupan ini sebaiknya kita tidak mengandalkan diri sendiri melainkan bergantunglah kepada Allah. Karena, Dia adalah Allah yang setia bahkan di setiap musim kehidupan Dia akan mendampingi kita melewatinya.

*Dikutip dari renungan Andi Offset Mei 2017

 

Posted in Renungan TSI.

Jaya Waruwu