Semua ada Waktunya

 

Bacaan  Pengkhotbah 3:1-11
Perjanjian Lama Bahasa Indonesia Masa Kini (PL-BIMK)

       Segala sesuatu ada waktunya

1 Segala sesuatu di dunia ini terjadi pada waktu yang ditentukan oleh Allah.
2 Allah menentukan waktu untuk melahirkan dan waktu untuk meninggal, waktu untuk menanam dan waktu untuk mencabut,
3 waktu untuk membunuh dan waktu untuk menyembuhkan, waktu untuk merombak dan waktu untuk membangun.
4 Allah menentukan waktu untuk menangis dan waktu untuk tertawa, waktu untuk meratap dan waktu untuk menari,
5 waktu untuk bersenggama dan waktu untuk pantang senggama, waktu untuk memeluk dan waktu untuk menahan diri.
6 Allah menentukan waktu untuk menemukan dan waktu untuk kehilangan, waktu untuk menabung dan waktu untuk memboroskan,
7 waktu untuk merobek dan waktu untuk menjahit, waktu untuk berdiam diri dan waktu untuk berbicara.
8 Allah menentukan waktu untuk mengasihi dan waktu untuk membenci, waktu untuk berperang dan waktu untuk berdamai.
9 Apakah hasil segala jerih payah kita?
10 Aku tahu bahwa Allah memberi beban yang berat kepada kita.
11 Ia menentukan waktu yang tepat untuk segala sesuatu. Ia memberi kita keinginan untuk mengetahui hari depan, tetapi kita tak sanggup mengerti perbuatan Allah dari awal sampai akhir.

Jembatan Mississippi pernah memegang peranan penting bagi perekonomian Amerika Serikat, khususnya bagi negara bagian Minnesota yang berbasis pertanian. Namun, jembatan setinggi 20 meter tersebut ambruk pada Rabu, 1 Agustus 2007, sekitar pukul 6 sore waktu setempat. Setelah diteliti, ambruknya jembatan ternyata sama sekali tidak berkaitan dengan aksi teror, murni karena rapuhnya konstruksi jembatan akibat ditelan usia. Akhirnya, 40 tahun setelah dibangun dan secara resmi dapat dilintasi, saatnya jembatan Mississippi runtuh.

Bacaan firman Tuhan hari ini mengatakan bahwa segala sesuatu ada masanya. “Sekolah kehidupan” nampaknya telah mengajarkan kepada penulis kitab ini, yakni Salomo, yang dikenal berhikmat, bahwa segala sesuatu di bawah langit ada waktunya. Waktu itu berlalu begitu cepat sehingga tidak ada seorang pun mampu membendungnya. Seseorang dapat menikmati dinamika kehidupan seiring berjalannya waktu. Ada waktu yang menyenangkan, tetapi ada pula waktu yang menyedihkan. Namun, Allah selalu membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Tidak rencana atau niat jahat apa pun dari Allah. Dia sepenuhnya Allah mengerti waktu yang tepat untuk menyatakan kehendak agung-Nya.

Sementara napas masih dikandung badan, mari kita belajar menggunakan waktu dengan bertanggung jawab. Sebagai tanda awas-awas, meminjam ungkapan bijak filsuf bernama Heraclitus, “Tidak ada yang tetap dalam dunia ini, kecuali perubahan-perubahan.” Kehidupan ini dapat berubah begitu cepat, tanpa kita sadari dan harapkan. Oleh karena itu, taklukkan diri kita kepada-Nya, sebelum segala sesuatunya ambruk bak jembatan Mississippi, saatnya berbenah diri dan mencari Tuhan.

*Dikutip dari renungan Andi Offset Juni 2017

 

 

 

 

 

 

Posted in Renungan TSI.

Jaya Waruwu