SUKACITA MENJARING JIWA-JIWA (MAT. 4:19 TSI)

Kata-Nya kepada mereka, “Mari ikut Aku. Pekerjaan kalian bukan lagi penjala ikan, tetapi Aku akan mengajar kalian untuk menjaring orang-orang supaya mereka menjadi pengikut-Ku.”

Matius 4:19 (TSI)

Seorang anak laki-laki pertama kali diajak memancing oleh ayahnya. Dengan bersemangat dia menyiapkan semua peralatan pancing dan umpan terbaik. Dia juga tidak lupa membawa topi dan bekal makan siang. Di lokasi pemancingan, dia mengikuti arahan ayahnya  dan duduk manis menanti ikan mendekati umpannya. Setelah beberapa lama, anak laki-laki ini merasa ada yang menyentuh kailnya, seketika itu dia berteriak memanggil ayahnya. Dengan bantuan sang ayah, dia berhasil menarik ikan yang sudah tertangkap itu. Tangkapan yang cukup besar. Pengalaman pertama yang menyenangkan membuat anak laki-laki ini selalu ikut ayahnya pergi memancing.

Ketika Yesus memanggil murid-murid yang pertama, perkataan yang Yesus ucapkan adalah “Mari ikut Aku. Pekerjaan kalian bukan lagi penjala ikan, tetapi Aku akan mengajar kalian untuk menjaring orang-orang supaya mereka menjadi pengikut-Ku”. Petrus, Andreas, Yakobus, dan Yohanes sangat paham bagaimana perasaan seorang nelayan yang berhasil menangkap ikan dengan jumlah besar. Atas dasar itulah, tanpa berpikir panjang mereka pun mengambil keputusan mengikut Yesus. Mereka tahu perasaan apa yang akan terjadi ketika banyak  orang terjaring menjadi pengikut Kristus.

Sebagai orang yang sudah terjaring oleh jala Kristus, tentu kita merasakan perubahan hidup. Ada sukacita yang melimpah ketika menjalani hidup bersama-Nya. Sukacita yang sama pula yang akan kita rasakan ketika kita melipat gandakan isi surga melalui usaha menjaring jiwa-jiwa untuk menjadi pengikut Kristus. Mari! Kita ambil bagian dalam menjaring orang-orang supaya sukacita kita tetap melimpah.

Sukacita adalah jaring kasih yang dengannya Anda dapat menjaring jiwa-jiwa.

Anonym