Tak Pernah Sendiri

 

Bacaan  Maleakhi 4:5-6
Perjanjian Lama Bahasa Indonesia Masa Kini (PL-BIMK)

Hari Tuhan akan datang 

Tetapi sebelum hari yang hebat dan dahsyat yang Kutentukan itu tiba, akan Kuutus kepadamu Nabi Elia.
Ia akan membuat bapak-bapak dan anak-anak bersatu hati, supaya Aku tidak datang membinasakan negerimu.”

Sejak kecil Karen sangat mengagumi dan mengidolakan ayahnya. Di mata Karen, ayahnya adalah seorang yang sempurna, bahkan dianggapnya sebagai pahlawan. Sampai suatu ketika usaha ayahnya bangkrut ketika terjadi krisis pada 1998. Keadaan rumah tangga pun terguncang. Ayah Karen yang frustasi mulai sering memukul istrinya dan menjadi pemarah. Hal ini meruntuhkan kekaguman Karen kepada ayahnya. Namun, entah mengapa Karen dapat tetap mengasihi ayahnya, sekalipun ia merasa sangat kecewa dan sakit hati dengan kelakuan ayahnya.

Apa yang terjadi pada Karen dialami oleh banyak orang di dunia ini. Sebagian orang, jika mengalami seperti Karen, memilih untuk membenci dan tidak mengasihi lagi. Namun, sebagian orang lagi dimampukan oleh Tuhan untuk merespons seperti Karen. Kerinduan Bapa adalah adanya pemulihan hubungan orangtua dengan anak. Begitu pula setiap anak akan merindukan memiliki ayah yang hebat dan bisa dibanggakan. Namun terkadang realitas berkata lain. Kita masih melihat adanya kelemahan, keterbatasan, maupun keburukan sikap dan perilaku dari ayah kita. Ketika itulah, Allah mengharapkan kita memiliki hati yang mau mengampuni dan mengasihi orangtua kita.

Hati Bapa di surga penuh kasih dan pengampunan. Ia menghendaki agar kita pun memiliki hati seperti hati- Nya. Oleh karena itu, apa pun kekurangan dan keburukan orangtua kita, belajarlah untuk mengampuni. Mungkin orangtua kita tidak sesempurna harapan kita dan keluarga kita tidak seharmonis yang kita bayangkan. Namun, percayalah bahwa Allah telah memberikan keluarga yang terbaik. Jika kita masih melihat banyak kekurangan, artinya kita perlu berdoa supaya Allah memulihkan keluarga kita, menurut kehendak dan rencana-Nya.

Dikutip dan disadur dari renungan Andi Offset Agustus 2017

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Posted in Renungan TSI.

Jaya Waruwu