Teks PB Yunani yang digunakan oleh Albata

Mohon pembaca maklumi bahwa artikel ini masih belum dalam bentuk final.
Saya mohon pembaca memberi tanggapan dan masukan 
lewat formulir
yang ada di
halaman ini di situs Albata.

Dalam artikel di bawah ini, penulis menggunakan kata-kata berikut dengan definisi khusus:

  • naskah (kuno PB): adalah media fisiknya atau bahan buku yang mengandung tulisan kitab PB yang dibuat pada abad ke-2 Masehi sampai dengan abad ke-13 Masehi. Pada zaman itu buku sering dibuat dari bahan papirus (diolah dari daun papirus) dan velum (diolah dari kulit binatang). Dalam bahasa Inggris naskah seperti ini sering disebut manuscript, dan dalam artikel ini saya juga menyebut naskah sebagai salinan kuno. Tulisan aslinya yang dibuat langsung oleh para penulis PB sudah tidak ada lagi. Lebih dari 6000 naskah bahasa Yunani masih ada dan sudah dianggap sebagai teks sumber Perjanjian Baru. Dalam angka 6000 itu terdapat naskah berbentuk buku yang mengandung semua atau banyak kitab dari PB, dan ada naskah yang hanya mengandung satu kitab, bahkan hanya beberapa ayat dari salah satu kitab.
  • teks: adalah pesan dalam bahasa Yunani yang ditulis pada naskah-naskah kuno tersebut.
  • varian: adalah perbedaan kecil yang terdapat dalam teks Yunani, berupa kata yang berbeda, akhiran berbeda, tambahan/kehilangan kata, dan kesalahan dalam ejaan. Kebanyakan varian begitu kecil sehingga tidak bisa diterjemahkan dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, tetapi ada juga ribuan varian yang cukup besar sehingga mempengaruhi terjemahan PB. Ada varian-varian teks yang pasti terjadi karena kesalahan yang tidak sengaja, tetapi ternyata ada juga yang sengaja dibuat.
  • golongan teks: adalah golongan naskah yang teksnya sama-sama memiliki ciri yang mirip, supaya varian-varian teks dapat didaftarkan dan supaya akhirnya penelitian dapat menghasilkan satu bentuk teks yang mewakili semua dalam golongannya. Dalam artikel ini kami akan membandingkan Golongan Teks Bizantium (GTB) dan Golongan Teks Nestle-Aland (GTNA). Kedua golongan teks ini sebenarnya identik dalam lebih dari 94% teks Perjanjian Baru Yunani. Hanya 6% mempunyai varian-varian tersebut.[**Dua catatan kaki dapat dilihat dalam PDF terlampir.]

GTB: Golongan Teks Bizantium mewakili lebih dari 95% dari 6000 naskah kuno tersebut. Kumpulan teks ini kebanyakan ditemukan di daerah para jemaat mula-mula (seperti Antiokhia, Kolose, Efesus, Roma, dan Korintus)— yang terletak di negara-negara yang sekarang disebut Turki, Italia, dan Yunani. Karena cuaca di daerah-daerah itu tinggi lembabnya, maka naskah dan salinan terkuno yang ditulis pada papirus rusak dan hilang, sehingga para jemaat mula-mula mengganti naskah pertama dengan velum yang tahan lama. Dari zaman rasuli (33-100 M) sampai masa jemaat mula-mula (100-312 M), dan masa Byzantine (312-1453), teks yang terdapat dalam GTB sangat konsisten dalam banyak salinan, mengandung bahasa Yunani yang lebih standar (tidak kasar), dan terbukti tidak diubah-ubah. Sampai hari ini pun Gereja Ortodoks Timur masih menggunakan teks Yunani Bizantium dalam ibadah, dan teks PB yang sama dipelihara dan digunakan oleh mereka di daerah sekitar Turki sampai abad ke-15. Bahkan sampai hari ini, teks yang sama digunakan oleh berbagai aliran Ortodoks.

  • Textus Receptus adalah teks PB Yunani yang diterbitkan oleh Erasmus pada tahun 1516. Textus Receptus mendekati GTB, tetapi berbeda dalam 1800 varian. Textus Receptus adalah teks Yunani yang mendasari PB King James Version (KJV) yang diterbitkan pada tahun 1611. Lalu KJV mempengaruhi banyak sekali terjemahan Alkitab dalam berbagai bahasa. Semua terjemahan seperti itu dapat disebut terjemahan yang tradisional, dan salah satunya adalah PB Terjemahan Lama di Indonesia dan semua terjemahan PB dalam bahasa Indonesia atau Melayu sebelum itu. Dari zaman rasuli sampai pembuatan mesin cetak Gutenberg di 1439, bahkan hampir sampai tahun 1900, semua terjemahan PB berdasarkan Textus Receptus atau bentuk teks yang mirip dengan GTB. Mirip, tetapi tidak sama. Naskah ini tidak untuk mendorong pembaca untuk mengikuti King James Only Movement. Contoh terkenal di mana Textus Receptus terbukti tidak merupakan teks asli dari penulis pertama terdapat dalam 1 Yohanes 5:7-8.

GTNA: Golongan Teks Nestle-Aland memprioritaskan naskah-naskah yang terkuno, dan khususnya salinan papirus yang terdapat di Mesir. Mesir mempunyai cuaca kering sehingga memungkinkan papirus bisa tahan sampai sekarang. GTNA sering juga disebut Alexandrian Text, karena Aleksandria adalah kota pusat perpustakaan pada zaman Alkitab. Dalam golongan ini juga terdapat dua naskah velum yang terkenal— yaitu Codex Sinaiticus dan Codex Vaticanus. Pada tahun 1881 Brooke Foss Westcott dan Fenton John Anthony Hort menerbitkan Alkitab Perjanjian Baru yang memilih antara 3000 varian antara kedua codex tersebut. Dan di kemudian hari Alkitab Perjanjian baru versi Westcott-Hort merupakan cikal bakal dari GTNA. Penelitian dilanjutkan oleh Eberhard Nestle (penerbitan pertama 1898), Erwin Nestle (anaknya Eberhard, edisi ke-13, 1927), dan diteruskan oleh Kurt Aland (edisi ke-21, 1952). Setiap edisi teks GTNA selalu berbeda sedikit dalam penentuan varian-varian teks mana yang dianggap aslinya. Edisi yang terbaru adalah ke-28, yang diterbitkan pada tahun 2012. Karena beberapa edisi terakhir diterbitkan oleh United Bible Societies cabang German, GTNA juga disebut UBS Text.

Kontras besar antara kedua golongan teks tersebut terlihat dalam perbedaan prinsip yang digunakan untuk menentukan varian teks mana yang dianggap aslinya dari si penulis. Saya memberi hanya dua contoh sederhana:

  • GTNA berkata, “Biarpun 4000 naskah kuno dari ayat sekian mengandung kata A, sedangkan hanya satu naskah papirus terkuno mengandung kata B, kami pilih kata B.” Sedangkan GTB berkata, “Varian teks dengan kata A yang paling banyak kali ditemukan dalam keseluruhan naskah dianggap teks asli, biarpun ada sejumlah kecil teks terkuno yang menggunakan kata B.”
  • GTNA berkata “Bentuk teks yang lebih singkat lebih mungkin merupakan aslinya, karena para ahli tulis yang mengerjakan salinan lebih cenderung tambah kata-kata daripada membuat teks lebih singkat.” GTB berkata sebaliknya. Terlihat dalam penelitian teks-teks sekuler dari zaman itu, bahwa para ahli tulis Aleksandria yang membuat salinan cenderung melakukan redaksi sehingga teks menjadi lebih singkat.

Para ahli tekstual yang mendukung GTB mempersalahkan GTNA karena banyak hal, dan saya hanya memberi tiga:

  1. Dalam GTNA, para ahli yang menentukan bentuk teks untuk setiap ayat belum menjelaskan kenapa semua naskah PB yang dianggap lebih asli bisa muncul di Mesir, sedangkan jemaat-jemaat penerima pertama berada di negara yang sekarang disebut Yunani, Turki, dan Italia.
  2. Dalam GTNA berbagai prinsip untuk menentukan varian teks mana yang dianggap asli sangat rumit dan sangat spekulatif, sampai keputusan-keputusan yang telah dibuat akan senantiasa menjadi bahan perdebatan. Setiap edisi GTNA akan sedikit berbeda. Tetapi prinsip dan ketentuan dalam penyusunan GTB lebih masuk akal dan kurang spekulatif, dan berbagai edisinya sangat stabil.
  3. Proses menentukan GTNA telah menghasilkan 105 kombinasi dari varian-varian teks yang tidak pernah terdapat dalam satu salinan kuno fisik. Hal ini bisa terjadi kalau ada lebih dari satu varian teks dalam satu ayat. Sebagai contoh, lihat 2 Petrus 3:10, Markus 11:3. Tetapi kalau melihat berdasarkan pasangan dua ayat berturut-turut, masih ada 209 pasangan di mana varian ayat x dan varian ayat x+1 tidak terdapat dalam satu naskah apa pun.[*Catatan kaki dapat dilihat dalam PDF terlampir.]

Pengaruh Textual pada terjemahan Alkitab: Ternyata penerbitan berbagai edisi GTNA tidak segera mempengaruhi penerjemahan Alkitab. Sebagai contoh, terjemahan PB ke dalam bahasa Inggris yang pertama untuk mendukung GTNA dan digunakan secara luas adalah Revised Standard Version, yang diterbitkan pada tahun 1946. Pada umumnya pada waktu itu, kebanyakan umat yang berbahasa Inggris masih menggunakan KJV atau salah satu revisinya. Penulis (Phil) dilahirkan pada tahun 1950. Saya masih ingat dari waktu saya murid SMA dan mahasiswa universitas bahwa RSV ditolak oleh aliran-aliran jemaat konservatif dan hanya digunakan dalam jemaat-jemaat liberal. Tetapi dengan penerbitan New American Standard Bible (1960), dan New International Version (1973) yang berdasarkan GTNA, kedua terjemahan itu lebih diterima oleh sangat banyak aliran jemaat— baik liberal maupun konservatif. Tetapi karena para penerjemah dan penerbit untuk RSV, NASB, dan NIV ingin supaya produk mereka diterima, maka ketiga terjemahan itu tidak mengikuti GTNA dalam seluruh ayat. Di beberapa tempat di mana perbedaan antara GTNA dan terjemahan tradisional terlalu menonjol, ketiga terjemahan pendukung GTNA tersebut masih menerjemahkan seperti KJV.

Jadi, dalam sejarah penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa Inggris, GTNA hanya digunakan sebagai dasar terjemahan PB dalam ke-70 tahun terakhir ini, dan pengaruh GTNA dalam bahasa Indonesia hanya dalam 44 tahun terakhir ini. Namun, dalam semua terjemahan yang mendukung GTNA, ternyata tim-tim penerjemah masih memilih untuk mengikuti terjemahan tradisional dalam cukup banyak ayat.

Sudah hampir seratus tahun, kebanyakan ahli tekstual terfokus dalam perdebatan tentang varian mana di ayat sekian dianggap aslinya. Tetapi karena pengaruh Maurice A. Robinson dan William G. Pierpont dan beberapa ahli lain, semakin banyak penerjemah Alkitab kini kembali berpendapat bahwa Golongan Teks Bizantium yang mewakili teks asli dari Perjanjian Baru. The New Testament in the Original Greek: Byzantine Textform diterbitkan pada tahun 2005, dan edisi baru diterbitkan 2018. Juga The Textual Commentary of the Greek New Testament, by Maurice Robinson sedang dalam proses dan bagian-bagian akan diterbitkan secara bertahap.

Berdasarkan pengantar singkat ini, saya mengundang pembaca untuk lihat perbedaan sangat signifikan antara GTB dan GTNA dalam empat puluh empat perbandingan di bawah.

Kalau Anda sudah membaca artikel sampai di sini,
saya berharap artikel selengkapnya sudah muncul di bawah.

Mohon Anda lanjutkan dari halaman 5 dalam tampilan PDF di bawah.
Anda juga boleh mengunduh PDF tersebut di bagian bawah halaman ini.

Posted in Artikel Alkitabiah.

warpok