Tekun Mencarinya

 

Bacaan  Ibrani 11:1-6
Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI)

Pahlawan-pahlawan iman

1 Dengan ‘percaya penuh’ artinya yakin kepada Allah bahwa apa yang kita harapkan pasti akan kita terima— biarpun kita belum melihatnya.
2 Karena dengan percaya penuh, nenek moyang kita menjadi berkenan di mata Allah.
3 Dengan percaya penuh kita mengerti bahwa dengan perkataan-Nya saja, Allah menciptakan segala sesuatu yang ada di bumi dan di langit. Jadi segala sesuatu yang bisa kita lihat diciptakan dari hal-hal yang tidak bisa kita lihat.
4 Oleh karena Habel percaya penuh kepada Allah, dia mempersembahkan kurban yang lebih baik dari kurban yang dipersembahkan oleh Kain. Karena itu Allah berkenan kepada Habel dan menerima dia sebagai orang benar. Jadi biarpun Habel sudah lama mati, tetapi karena kepercayaannya itu, dia masih menjadi teladan bagi kita.
5 Begitu juga dengan Henok: Karena dengan percaya penuh, dia terangkat ke surga tanpa mengalami kematian. Seperti yang tertulis di dalam Kitab Suci, “Tiba-tiba dia menghilang, karena dia diangkat oleh Allah.”* Karena sebelum dia terangkat, dia terkenal sebagai orang yang hidupnya selalu menyenangkan hati Allah.
6 Jelaslah bahwa tanpa percaya penuh, kita tidak mungkin menyenangkan hati-Nya. Karena setiap orang yang mau datang kepada-Nya harus percaya bahwa Allah itu benar-benar ada dan bahwa Dia memberkati setiap orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

Akihiko Otsuka adalah pemilik perusahaan dari minuman Pocari Sweat. Dahulu, sebelum beredar di manamana, minuman ini harus mengalami uji coba berkalikali. Setelah jadi, rasanya dianggap aneh sehingga dinilai gagal. Otsuka lalu memutar otak, memperbarui rasa, dan membagikannya secara gratis. Keputusan yang membuat perusahaannya merugi, tetapi Otsuka tidak mundur. Akhirnya, akhirnya perjuangan Otsuka pun berbuah manis. Orang-orang yang telah merasakan manfaat dari minuman itu, akhirnya mulai menjadi pembeli setia. Sejak itulah, perlahan tapi pasti produksi Pocari Sweat bertambah, hingga sekarang tersebar ke berbagai penjuru dunia.

Kapan kesuksesan Otsuka dimulai? Menurut saya, ketika Otsuka menemukan strategi baru. Kita pun bisa belajar dari Otsuka bahwa terkadang penolakan atau kegagalan dapat kita alami secara terus-menerus. Itulah saat yang terbaik untuk introspeksi diri, bahkan datang kepada Tuhan. Firman-Nya berjanji bahwa orang yang mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh akan menerima upah. Upah bisa berupa hikmat untuk mengetahui letak kesalahan, solusi, dan semangat untuk kembali berjuang. Namun sayang, saat mengalami kegagalan, ada banyak orang bukannya melakukan introspeksi dan datang kepada Tuhan, melainkan terus berjalan dan tetap gagal.

Setiap kegagalan pasti ada penyebabnya. Itulah yang perlu kita cari tahu dan temukan solusinya. Namun, terkadang kita tidak bisa langsung mengetahui penyebab dari kegagalan itu, begitu pula dengan solusinya. Saat itulah diperlukan ketekunan untuk menanti-nantikan tuntunan- Nya. Jika tuntunan-Nya sudah kita peroleh, segeralah bertindak karena tindakan kita akan menentukan apa yang akan terjadi selanjutnya

Dikutip dan disadur dari renungan Andi Offset Agustus 2017

Catatan Kaki:
*11:5 Kej. 5:2411:5 Kej. 5:24

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Posted in Renungan TSI.

Jaya Waruwu