Terjemahan Sederhana Indonesia (TSI)

 

(Alkitab PB TSI edisi 3)

TSI adalah singkatan dari Terjemahan Sederhana Indonesia.

TSI merupakan hasil penerjemahan Alkitab dari Yayasan Alkitab Bahasa Kita (Albata). TSI diterbditerjemahkan dari bahasa Yunani (untuk PB) dan Ibrani (untuk PL). 

TSI diterjemahkan berdasarkan arti. Penerjemahan berdasarkan arti adalah penerjemahan yang mengutamakan arti dari bahasa sumber Alkitab. Prinsip utamanya adalah berusaha membuat terjemahan tepat sesuai arti yang dimaksud oleh para penulis (Alkitab), dan mengungkapkannya menggunakan bahasa yang sederhana, wajar dan jelas.

  • Sederhana berarti menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh semua kalangan pada zaman sekarang.
  • Wajar berarti mengikuti struktur kalimat yang wajar dalam bahasa sasaran.
  •  Jelas berarti semua informasi tersirat yang ada di dalam teks asli diungkapkan dengan jelas kepada pembaca saat ini, supaya makna yang terkandung di dalam teks tersebut dapat dimengerti dengan baik. 

TSI disertai catatan kaki untuk menunjukkan informasi-informasi tersirat yang terdapat dalam teks bahasa sumber Alkitab kepada pembaca sekarang. 

TSI sudah terbukti:

  • enak dibaca
  • lebih mudah dimengerti, dan
  • lebih terasa di hati

 

Terjemahan harfiah dan terjemahan berdasarkan arti

Paling tidak ada dua jenis penerjemahan Alkitab; yaitu terjemahan harfiah dan terjemahan berdasarkan arti.

Terjemahan harfiah— atau penerjemahan kata demi kata, bertujuan untuk memperlihatkan bentuk dan struktur teks Kitab Suci dalam bahasa sumber. Terjemahan ini berusaha sedapat mungkin mempertahankan bentuk bahasa sumber, walau hasil terjemahannya sering terasa janggal dalam bahasa sasaran. Di Indonesia terjemahan harfiah termasuk MILT, AYT, TB dan KSI. Sedangkan terjemahan BIS, TMV dan TSI termasuk dalam penerjemahan berdasarkan arti.

Penerjemahan berdasarkan arti tidak mempersoalkan berapa kata yang dipakai dalam penerjemahan— asal arti dan kesan yang disampaikan sama dengan arti dan kesan yang diterima oleh pembaca pertama pada zaman kitab itu ditulis. Atau dengan kata lain terjemahan berdasarkan arti berusaha menyampaikan arti dan kesan yang diterima oleh para pembaca pertama kepada para pembaca sekarang.

Sebagai contoh, dalam TSI struktur frasa bahasa sumber yang berbentuk A B C D, bisa disusun ulang menjadi C A B D kalau hal itu lebih menolong para pembaca mengerti arti yang sebenarnya. Penerjemahan berdasarkan arti juga boleh menunjukkan langsung informasi tersirat— yaitu informasi yang tidak perlu ditulis pada zaman Alkitab karena semua pembaca/penerima kitab itu sudah mengerti konteksnya. Tetapi  bagi para pembaca zaman sekarang konteks itu tidak diketahui. Karena itu beberapa informasi tersirat tersebut perlu dibuat tersurat dalam bahasa sasaran. Dan TSI sering membuat informasi seperti itu dalam teks TSI atau dalam catatan kaki. Tim penerjemah TSI sudah berusaha keras supaya informasi yang dibuat tersurat tersebut sudah sesuai dengan tafsiran yang diakui atau yang diterima oleh para ahli tafsir Alkitab.

Harap dimengerti bahwa penerjemahan berdasarkan arti berbeda dengan ‘parafrasa’. Parafrasa bisa langsung menambahkan hal-hal dalam teks yang bukan informasi tersirat, atau kadang-kadang ada parafrasa yang mengurangi makna dari teks asli. Sedangkan penerjemahan berdasarkan arti tidak boleh menambah atau mengurangi arti yang dimaksudkan oleh si penulis.