Term and Condition Apply

Bacaan Lukas 9:22-27 
Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI)

Yesus mulai mengajar bahwa Dia akan menderita dan dibunuh
(Mat. 16:21-28; Mrk. 8:30–9:1)

22 Kemudian kata Yesus, “Aku— yaitu Anak Manusia,* sudah ditentukan Allah untuk banyak menderita dan ditolak oleh para pemimpin Yahudi, imam-imam kepala, dan ahli-ahli Taurat. Kemudian Aku akan mati dibunuh, tetapi pada hari ketiga Aku akan dihidupkan kembali.”
23 Kemudian Dia berkata lagi kepada semua murid-Nya, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, dia harus meninggalkan kepentingannya sendiri* dan mengikut Aku setiap hari dengan pikiran seperti ini, ‘Sampai mati pun— bahkan sampai mati disalibkan,*** saya tidak akan mundur!’
24 Karena setiap orang yang berjuang untuk mempertahankan nyawanya masih akan tetap meninggal dunia. Tetapi orang yang mati dibunuh karena mengikut Aku, dia akan hidup selama-lamanya.
25 Coba pikir: Apa gunanya kamu menjadi kaya?— bahkan sampai memiliki semua harta di dunia, kalau kamu tidak memiliki hidup selama-lamanya dan dirimu menjadi binasa.
26 Setiap orang yang malu mengakui seperti ini, ‘Saya mengikut Yesus dan ajaran-Nya,’ Aku juga tidak akan mengakui dia sebagai pengikut-Ku ketika Aku datang nanti dalam kemuliaan-Ku, dan kemuliaan Bapa-Ku, dan kemuliaan para malaikat surgawi.
27 Yang Ku-katakan ini benar: Di antara kalian yang berada di sini, beberapa orang tidak akan mati sebelum melihat saat Allah mulai mendirikan kerajaan-Nya di dunia ini.”****

Tentu kita pernah melihat tulisan seperti judul di atas. Biasanya tulisan seperti itu ditandai dengan tanda asteriks (*)  yang terdapat setelah kata-kata promosi. Diskon 50% all item*, lalu dibagian bawah iklan ada tulisan:*) syarat dan ketentuan berlaku, atau *) term and condition
apply. Misal, diskon 50% didapatin setelah pengunjung berbelanja sekian rupiah atau pembelian barang kedua.

Untuk mengikut Yesus juga ada syarat dan ketentuan yang berlaku: (1) Menyangkal diri, istilah sederhananya adalah melawan ego diri sendiri atau tidak lagi memikirkan kepentingannya sendiri. Boleh dikatakan seperti kita berani berkata TIDAK untuk “perbuatan tertentu” yang dulunya kita tidak bisa menolaknya, padahal situasi itu kita sangat sukai. Dengan kata lain, hidup dalam penyangkalan diri berarti hidup yang di dalamnya ada perubahan yang nyata. (2) Memikul salib. Salib di sini adalah seluruh penderitaan kita, baik yang kita derita sebagai manusia maupun sebagai orang Kristen, meliputi segala kemalangan karena ketentuan Ilahi, penganiayaan oleh karena kebenaran, setiap masalah yang menimpa kita, baik karena berbuat baik ataupun karena ngga melakukan sesuatu yang jahat. (3) Mengikut Yesus berarti menjadi murid, pergi bersama- Nya, atau menjadi pengikut-Nya. Kata “mengikut Aku” ini dalam bahasa Yunaninya dipakai kata opiso yang artinya di belakang (Mat. 10:38). Jadi, mengikut Yesus adalah melakukan semua hal seperti yang Yesus lakukan.

Pertanyaannya, beranikah saudara mengambil konse­kuensi ini? Meninggalkan apa yang diri sendiri sukai dan senangi, kemudian mengarahkan kehidupan kita pada perintah Tuhan.

*Dikutip dari renungan Andi Offset Mei 2017

Catatan Kaki:
*9:22 Anak Manusia Lihat catatan di Luk. 5:24.
**9:23 meninggalkan kepentingannya sendiri Secara harfiah, “menyangkal dirinya.” Maksud perkataan Yesus ini dijelaskan di Mat. 10:37-39 dan Luk. 25-33.
***9:23 sampai mati disalibkan Secara harfiah, “dia harus memikul salib untuk dirinya sendiri.”
****9:27 tidak akan mati sampai … kerajaan … Waktu Yesus menyembuhkan orang-orang sakit, hal itu menunjukkan bahwa kerajaan Allah sudah mengalahkan penyakit, setan-setan, maupun kematian. Kerajaan Allah juga dinyatakan pada waktu murid-murid-Nya melihat Yesus di gunung dengan kemuliaan dari surga (Luk. 9:28-36). Bahkan saat Yesus mati, komandan kompi Romawi mengenal Dia sebagai Anak Allah, dan itu berarti Yesus layak memerintah (Mrk. 15:39). Dan kebangkitan Yesus (Luk. 24) sangat jelas menunjukkan bahwa kerajaan Allah sudah berkuasa di dunia ini. Hal-hal seperti itu menunjukkan bahwa suatu pemerintahan yang baru sudah mulai dan nyata di dunia ini.

Posted in Renungan TSI.

Jaya Waruwu