Tiket ke Surga

Bacaan Matius 19:16-26
Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI)

Orang kaya sangat sulit masuk surga
(Mrk. 10:17-31; Luk. 18:18-30)

16 Ada seorang laki-laki muda yang datang kepada Yesus dan bertanya, “Guru, perbuatan baik apa yang harus saya lakukan supaya saya mendapatkan hidup selama-lamanya?”
17
Dia menjawab, “Kenapa kamu bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Allah satu-satunya yang baik. Kalau kamu mau mendapat hidup selama-lamanya, taatilah perintah-perintah di dalam Hukum Taurat.”

18 Orang itu bertanya lagi, “Perintah-perintah yang mana yang harus saya taati?”Jawab Yesus, “Jangan membunuh, jangan berzina, jangan mencuri, jangan memberikan kesaksian palsu,
19 hormatilah ibu-bapakmu dan kasihilah sesamamu sama seperti kamu mengasihi dirimu sendiri.”*
20 Orang muda itu berkata, “Semuanya itu sudah saya taati. Apa lagi yang perlu saya lakukan?”

21 Yesus berkata lagi kepada orang itu, “Kalau kamu mau kehendak Allah lengkap dalam dirimu, pergilah dan juallah seluruh hartamu. Lalu bagi-bagikanlah uangnya kepada orang-orang miskin. Dengan begitu kamu akan memperoleh harta di surga. Kemudian datanglah dan ikutlah Aku.”
22 Waktu orang muda itu mendengar apa yang Yesus katakan, dia pergi dengan hati yang sedih, karena dia sangat kaya dan tidak mau menjual hartanya.
23 Kemudian Yesus berkata kepada kami murid-murid-Nya, “Yang Ku-katakan ini benar: Sulit sekali bagi orang kaya untuk menjadi warga kerajaan Allah! 24 Aku sungguh-sungguh katakan ini lagi: Lebih gampang seekor unta masuk melewati lubang jarum** daripada orang kaya masuk ke dalam kerajaan Allah.”
25 Ketika kami mendengar hal itu, kami sangat heran dan bertanya, “Kalau begitu, siapa yang bisa selamat dan masuk surga?”
26 Tetapi Yesus memandangi kami dan berkata, “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi Allah sanggup melakukan segala sesuatu.”

Ketika saudara ingin menonton di bioskop tentunya langkah awal yang harus saudara lakukan adalah membeli tiket. Jika film yang ingin saudara tonton merupakan film yang ditunggu-tunggu oleh khalayak, berarti saudara bersiap mengantri panjang.

Ibarat menonton film di bioskop, untuk masuk ke dalam kerajaan surga kita juga membutuhkan tiket masuk. Kekayaan, jabatan, dan perbuatan baik manusia tidak berlaku untuk di sini. Hanya ada satu cara untuk memperoleh tiket tersebut, yaitu percaya kepada Yesus Kristus. Sayangnya, banyak orang tidak merasa perlu percaya kepada-Nya karena merasa sudah banyak berbuat baik dan “tidak pernah” melakukan dosa dan kejahatan. Mereka menganggap perbuatan baik itu akan menyelamatkan mereka dari hukuman dan membawa mereka masuk ke surga. Hal ini juga diterima dan dipahami oleh seorang muda yang kaya, dikisahkan dalam perikop hari ini.

Parahnya, ketika Yesus berusaha memperbaiki pan­dangannya yang salah, pemuda itu justru mempergunakan
Taurat sebagai pembenaran, bukan otoritas Allah untuk ditaati dengan hati bersyukur. Tak heran, ketika Yesus
mengajaknya untuk menjual hartanya dan memberikan semuanya kepada orang miskin agar dapat mengikut Dia,
pemuda ini berubah sedih lalu pergi meninggalkan Yesus.

Kisah orang muda itu memberikan pelajaran bahwa janganlah kita dikuasai oleh harta. Sebab, fokus hidup orang
yang dikuasai oleh harta bukanlah Allah dan kehendak-Nya, tetapi harta itu sendiri sebagai penjamin hidup mereka (Mat. 6:24). Tanpa mengakui berdosa diperbudak harta serta bertobat, mustahil seseorang dapat masuk ke
dalam Kerajaan surga. (M.Utami Dwi)

*Dikutip dari renungan Andi offset April 2017

Catatan kaki
19:19 Kel. 20:12-16; Ul. 5:16-20; Im. 19:18
** 19:24 lubang jarum Ajaran yang tidak benar sudah banyak diajarkan di mana-mana bahwa pada waktu Yesus ada pintu ukuran biasa di samping pintu gerbang besar di Yerusalem. Diajarkan bahwa pintu yang lebih kecil itu bernama Lubang Jarum, dan bahwa seekor unta bisa masuk— tetapi hanya kalau semua bebannya dilepaskan. Tetapi pintu di samping gerbang seperti itu hanya terdapat di negara-negara Eropa, dan dibangun beberapa abad sesudah zaman Yesus. Ajaran Yesus di sini adalah bahwa sama sekali mustahil untuk orang kaya menjadi warga kerajaan Allah! Tetapi menurut ayat 26, hal yang mustahil bagi manusia itu bisa terjadi dengan pertolongan Allah.

Posted in Renungan TSI.

Jaya Waruwu