Way Out

 

Bacaan  I  Korintus 10:1-13 
Perjanjian Baru Terjemahan Sederhana Indonesia (PB-TSI) 

Peringatan dari sejarah umat Allah

1 Saya berkata seperti itu, Saudara-saudari, karena saya mau kamu menyadari apa yang terjadi kepada para nenek moyang kita pada zaman Musa. Allah melindungi dan membimbing mereka dengan awan yang bergerak mendahului mereka,* dan mereka berjalan di atas tanah daratan di antara laut yang sudah terbelah dua.
2 Dan dalam keadaan mereka diliputi dengan awan dan berjalan melintasi laut, mereka seperti dibaptis menjadi pengikut Musa.
3 Lalu mereka makan makanan rohani yang sama,
4 dan juga minum minuman rohani yang sama— yaitu mereka minum dari batu besar yang menyertai mereka** dan yang mempunyai arti rohani. Batu besar itu melambangkan Kristus.
5 Tetapi akhirnya Allah tidak berkenan kepada sebagian besar dari mereka, maka mayat mereka tertinggal di sepanjang jalan di padang gurun. 
6 Hal yang terjadi itu merupakan contoh bagi kita, supaya kita jangan menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang diinginkan dan dilakukan oleh mereka itu.
7 Dan kita tidak boleh menyembah berhala seperti yang dilakukan oleh sebagian dari mereka. Mengenai mereka tertulis dalam Kitab Suci, “Sesudah mereka mengadakan pesta makan dan minum, lalu mereka mulai melakukan percabulan dan menyembah berhala.”*** 
8 Janganlah kita terlibat dalam percabulan seperti yang dilakukan oleh sebagian dari mereka itu. Lalu dalam satu hari saja 23.000 orang mati karena hukuman yang Allah jatuhkan atas mereka.
9 Juga tidak boleh mencobai Kristus**** seperti yang dilakukan oleh sebagian dari mereka, sehingga mereka mati digigit ular.
10 Dan tidak boleh juga bersungut-sungut seperti yang dilakukan oleh sebagian dari mereka, sehingga Allah mengutus malaikat yang membawa kematian bagi mereka.
11 Hal-hal yang sudah terjadi pada mereka tersebut merupakan contoh bagi kita! Dan hal-hal itu sudah tertulis di dalam Firman Allah sebagai peringatan bagi kita yang sekarang hidup di masa akhir zaman.
12 Oleh sebab itu, marilah kita masing-masing menjaga diri baik-baik! Janganlah kamu merasa dirimu terlalu kuat dan tidak mungkin jatuh seperti nenek moyang kita itu.
13 Ketahuilah: Setiap pencobaan yang kalian masing-masing hadapi hanyalah pencobaan yang biasa dialami manusia. Allah setia kepada kita, jadi Dia tidak akan membiarkan kamu dicobai melebihi kemampuanmu. Dan pada saat kamu dicobai, Dia akan memberikan jalan keluar kepadamu, sehingga kamu bisa bertahan.

Seorang anak perempuan cantik Tuhan anugerahkan dalam sebuah keluarga muda. Anak itu diberi nama Laura. Ketika berusia tiga tahun, diagnosis dokter mengatakan bahwa Laura menderita autis, suatu kelainan yang kini berkembang pesat, termasuk di Indonesia. Dokter juga berkata bahwa orangtua Laura perlu menyiapkan hati untuk menerima kenyataan bahwa anak tersebut sulit
kembali normal. Wajar saja jika kedua orangtuanya sedih mendengar vonis sang dokter. Maklum, Laura adalah anak pertama dan telah dinanti-nantikan cukup lama. Namun, mereka meyakini Tuhan berkuasa di atas segala perkiraan medis manusia. Dalam perkembangannya, Laura ternyata dapat sembuh total. Ia menjalani hidup secara normal sebagaimana anak-anak lainnya.

Firman Tuhan hari ini menjanjikan bahwa selalu ada jalan keluar bagi orang yang tidak merendahkan kuasa dan kemampuan Tuhan. Kata jalan keluar (way out) berasal dari kata Yunani “ekbasis”, yang diartikan sebagai celah pegunungan. Biasanya, kata ini digambarkan dengan laskar yang terjebak dalam sebuah pegunungan. Dalam analisis secara logika, tampaknya sulit keluar dari kondisi itu. Namun, ketika dapat menemukan celah pegunungan, mereka akhirnya dapat juga keluar dengan selamat.

Jika malam ini kita merasa sedang “terjebak” dalam pencobaan yang tampaknya tidak ada solusinya, tugas kita adalah mencari “celah pegunungan”. Tak lain yang dimaksud adalah Tuhan yang kita kenal dalam Yesus Kristus. Tak ada kondisi yang terlalu sulit bagi-Nya untuk memberikan jalan keluar dari setiap masalah yang kita alami. Setiap masalah yang kita alami, pasti ada jalan keluar dari-Nya. Datanglah kepada-Nya dan tempuhlah jalan keluar yang akan Dia berikan pada kita.

*Dikutip dari renungan Andi Offset Juni 2017

Catatan Kaki:
*10:1 Awan
Ada awan yang menunjukkan jalan kepada orang Israel pada siang hari keluar dari Mesir dan menyeberangi Laut Merah. Lihat Kel. 13:20-22; 14:19-20.
**10:4 batu … menyertai mereka Cerita ini ada dalam Kel. 17 dan Bil. 20. Tidak diketahui kalau padang gurun Sin adalah tempat berbeda atau sama dengan padang gurun Zin. Paulus menafsirkan sebagai dua tempat dan berkata bahwa batu besar menyertai mereka karena dia memberi arti simbolis kepada batu itu.
***10:7 Kel. 32:6
****10:9 Kristus Dalam beberapa salinan Yunani: TUHAN.


Posted in Renungan TSI.

Jaya Waruwu